Anda di halaman 1dari 9

TEOREMA SYLOW

Pada teorema sylow membahas tentang grup-grup berorder

Pn , P

adalah prima dan tiga teorema sylow. P-grup adalah grup yang setiap elemennya
mempunyai order pr dimana p prima. Disini p sama untuk semua elemen dan r
boleh berubah.
Teorema1(p-grup):
Misalkan G grup hingga, maka G adalah p-grup jika dan hanya jika o(G) = pn.
Bukti:
Anggap G adalah p-grup. Misalkan q prima dan membagi o(G), menurut
teorema Cauchy

G sebarang, maka o(x) = q, tetapi o(x) = p r, G

adalah p-grup.
q = pr q = p. jadi hanya p membagi o(G). Sehingga o(G) = pn.
Misalkan o(G) = pn. misalkan x G, maka o(x)o(G) = pn o(x)=pr.
Jadi setiap elemen dari G mempunyai order yang sama dari p.
Sehingga terbukti G adalah p-grup.
Definisi (p-subgrup Sylow):
Misalakan G adalah subgrup hingga dan p prima,p membagi o(G). pk membagi
o(G) dan pk+1 tidak membagi o(G), maka sebarang subgroup dari G atau order pk
disebut
p-subgrup sylow dari G.
Selanjutnya dibahas tentang tiga teorema dari Sylow. Teorema pertama
memebagi o(G), teorema kedua menyatakan tentang dua p-subgrup Sylow
sebarang dari G adalah konjuget, teorema ketiga diberikan bilangan dari psubgrup Sylow dari G.
Teorema2(Sylow pertama):
Misalkan p prima, pm membagi o(G), maka
o(H) = pm.
Bukti:

H subgroup dari G, sehingga

Akan dibuktikan dengan induksi pada o(G). o(G) = 1 benar. Asumsikan benar
untuk grup dengan order kurang dari o(G). Misalkan pmo(G). Jika K subgroup
dari G, K G dan pmo(K) maka dengan induksi H K, o(H) = pm. H

K H

G. Asumsikan pm tidak membagi order dari tepat sebarang

subgroup

dari

o ( G )=o ( Z ( G ) ) +

G.

o(G)
, a Z ( G ) N ( a ) G pm o ( N ( a ) ) ,
tetapi
a Z(G) o (N ( a ) )

o (G)
p o(G) p o(N ( a ) ) o(N ( a ))
m

o (G)
p o(N ( a ) )

untuk semua a Z(G), pmo(N(a))

o (G)
a Z (G ) o( N ( a ) )

o (G)
po(G) - a Z (G ) o( N ( a ))

= o(Z(G))

a Z(G), o(a) = p
Mislkan K = <a> Z(G) K adalah normal di G.

( GK )
H
K

< o(G) dan pm - 1 o

dari

( HK )

( GK )

. Dengan induksi

G
K ,

= pm-1. O(H)=pm, H K HG.

Jadi benar untuk pm-1.


Definisi Kelas konjuget dari a:

suatu subgroup

Misalkan a dan b adalah elemen di grup G. a dan b dikatakan konjuget di G (b


konjuget dari a). jika x-1ax = b untuk setiap x di G. Kelas konjuget dari a adalah
himpunan
cl(a) = {x-1axx G }.
Teorema3(Sylow kedua):
Dua p-subgrup Sylow sebarang dari grup G adalah konjuget di G.
Bukti:
pn

Misalkan P, Q adalah p-subgrup Sylow dari G. misalkan o(P) =

= o(Q)

pn+1|o (G) . Anggap P dan Q tidak kanjuget di G. yaitu P gQ g1

dimana

untuk setiap g

G. o(PxQ) =

o ( P ) o (Q)
o(P x Q x1)

1
m
maka o ( P x Q x ) = p , m . Jika m = n, maka

, karena

P x Q x1 P

P x Q x1=P

1
1
1
P x Q x
P=x Q x
, o( x Q x = o(Q) = o(P), kontradiksi

o ( G )= o(PxQ )= p2 nm
x

p2 nm , m < n untuk semua g

m < n yaitu o(PxQ) =


,

<

untuk

semua

G, tetapi

pn+1|R . H . S pn+1|o (G) , kontradiksi.


P = gQ g1 untuk setiap g G.

Teorema 4(Sylow Ketiga)


Banyaknya p-subgrup Sylow dari G berbentuk 1 +kp dimana 1 + kp
Bukti :
Misalkan p-subgrup Sylow dari G.
Misalkan o(P) =

PxP= xN (P) PxP


p ,G= x x N (P) PxP
n

|o (G) .

G.

x N ( P ) Px=xP PPx=PxP Px=PxP


xN ( P ) PxP= xN ( P ) Px=N ( P ) , P N ( P )
1

x N (P) Px xP xP x P

o ( P xP x1) = pm , m< n (menurut teorema Sylow kadua)

o ( P PxP )= p2 nm , m< n

o ( G )=o ( N ( P ) ) +

o(PxP)

x N (P)

o ( N ( P))+

2 nm

x N (P)

o(G)
P 2n m
Pn +1 t
=1+
=1+
o (N ( P ) )
o( N ( P ) )
o (N ( P )) , t = bilangan bulat

Karena L.H.S = bilangan bulat,

n+1

t
=r =
bilangan bulat
o(N ( P ))

Pn +1 t=ro( N ( P ) )
Selanjutnya

P N ( P)

o ( P )|o ( N ( P ) ) P n o ( P )|o ( N ( P ) ) o ( N ( P ) )=P n U


Pn +1 t=ro( N ( P ) )
pt=r .u p|ru

Jika

p|r , maka

n+1

|o ( N ( P ) )|o(G) P n+1|o(G) ,

kontradiksi

p|u

r
t
r
p r =bilangan bulat =bilangan bulat k=
p
u
p

n+1
o (G)
P t
t
=1+
=1+ p =1+kp
u
o ( N ( P))
o ( N ( P))

Dari teorema,

1+kp=

o (G)
=
banyaknya p-subgrup Sylow dari G
o ( N (P ))
banyaknya

p-subgrup

Sylow

adalah

berbentuk

o (G)
1+kp|o(G)
o ( N (P ))

Terbukti
Teorema 5 :
Misalkan P adalah p-subgrup Sylow dari G. maka banyaknya p-subgrup Sylow
dari G sama dengan

o(G)
o(N ( P )) Bukti:

Kita tahu bahwa o(cl(P)

o (G)
o(N ( P ))

1
karena cl(P) {Q|Q G ,Q=gQ g , g G}

G, banyaknya p-subgrup Sylow dari G adalah

= himpunan p-subgrup Sylow dari


o(G)
o(N ( P ))

berdasarkan teorema tersebut, jika G grup hingga dan p prima yang


membagi order G, maka G mempunyai subgroup order p. Hal ini terkenal denga
nama teorema Cauchy. Akibat lain dari teorema Sylow adalah suatu grup Sylow H

dari grup hingga G adalah subgroup normal dari G jika dan hanya jika H adalah
satu-satunya p-subgrup Sylow dari G.
teorema 6:
jika N adalah grup siklik berorder p, dengan p prima maka

N Zp

bukti:
misalkan a adalah generator dari N, maka
i

a a

N= a{a0 , a1 ,a 2 , , a p1 } dengan

untuk setiap i j , j bilangan bulat positif.

Akan dibuktikan

N Zp

k
k
Definisikan pemetaan : N Z p dengan ( a ) =k , a N

Ambil

x=a k , y=a1 dengan x= y N

k
1
Sehingga a =a

ak 1 =a0
k 1=0
k =1
k
1
Maka ( x )= ( a )=k=1= ( a )= ( y )

Karena ( x )= ( y ) maka suatu pemetaan.


Ambil

x , y N sembarang dimana x=a , y =a untuk suatun , m Z

n m
m +n
m
n
Sehingga ( xy )= ( a a ) = ( a )=m+ n= ( a ) + ( a ) = ( x ) +( y )

Jadi merupakan suatu homomorfisma.


Akan ditunjukan ker = { e }

Dengan x = an untuk suatu n

Z. Ambil sebarang x

ker

, Akan

dibuktikan:
i. Ker

{e}
{e} ker

ii.

Bukti:

i. e
G identitas, maka (e) = e
e ker jadi {e} ker .
karena x ker sebarang, sehingga x = e, maka x ker
Jadi ker

{e}

Ambil sebarang x ker


Karena x ker maka

ii.

(x) = 0
(an) = 0
n=0
Sehingga an = a0 = e
Dari i dan ii, maka

merupakan pemetaan satu-satu


Ambil t Zp sebarang, pilih x = at N sehingga (x) =
Jadi
Dari

(at) = t.

merupakan suatu pemetaan pada.

pembuktian

di

atas,

karena

merupakan

suatu

pemetaan,

homomorfisma, satu-satu dan pada, maka N Zp.


Berikut ini akan diklasifikasikan grup-grup beroder p2, dengan p bilangan prima.
Teorema 7 :
Jika p bilangan prima dan G grup berorder p2, G Zp x Zp.
Bukti:
Jika G mempunyai suatu elemen berorder p2, maka G Zp2, tetapi jika tidak,
ambil
a G, a e, maka o(a) = p.
Misalkan N, H subgroup dari G, sehingga himpunan N = <a> dan H = <b>
dengan b G dan b N, dari teorema 6 maka N Zp dan H Zp.
Maka [G:N] = p dan [G:H] = p dan p bilangan prima terkecil yang membagi order
G, maka N dan H subgroup normal dari G.

Maka N H = {e}, NH = G dan N, H subgroup normal dari G, maka G N x


H Zp x Zp.
Berikut ini diberikan klasifikasi grup-grup berorder 2p.
Teorema 8 :
Misalkan p bilangan prima ganjil dan G grup berorder 2p, maka G Z2p.
Bukti:
Misalkan G grup yang mempunyai subgrup-subgrup N dan H, menurut teorema
sylow N dan H mempunyai order-order 2 dan p.
Anggap elemen dari N adalah x dan lemen dari H adalah y, maka diperoleh o(x) =
2 dan o(y) = p. Maka indek H dalam G adalah 2, sehingga H subgroup normal
dari G maka
x-1yx H.
Misalkan x-1yx = yk untuk suatu bilangan bulat k dan 1 k p-1, maka
Yk = (yk)k = (x-1yx)k = x-1ykx = x-1(x-1yx)x = x-1(xyx-1)x = (x-1x)y(x-1x) = y
Selanjutnya diperoleh yk = y, dan yk-1 = e, maka p membagi k2-1. Karena k2-1 = (k1)(k+1), maka p membagi (k-1) atau p membagi (k+1) dan karena 1 k p-1,
maka k-1 = 0 atau k+1 = p. Jika k-1 = 0, maka x-1yx = y sehingga xy = yx.
Karena o(x) = 2, o(y) = p dan xy = yx, maka o(xy) = o(xy) = 2p, sehingga G =
<xy>.
Jadi G grup siklik berorder 2p menurut teorema 6 sehingga G Z .
2p

Selanjutnya akan diselidiki grup-grup berorder pq. Teorema berikut memberikan


gambaran tentang jenis-jenis grup berorde pq.
Teorema 9 :
Misalkan p dan q bilangan-bilangan prima dengan p > q dan order grup G adalah
pq.
1. Jika q tidak membagi p-1, maka G Zpq.
2. Jika q membagi p-1, maka G Z x Z dengan :Z
p

Aut(Zp) Zp suatu homomorfisma tak trivial.


Bukti:
Menurut teorema Sylow G mempunyai p-subgrup Sylow N dan q-subgrup Sylow
H. Selanjutnya menurut teorema sylow banyaknya q-subgrup sylow dari G adalah
1+kq dan membagi pq, untuk suatu k bilangan bulat. Sehingga 1+kq = 1, p, q, pq.
1. Jika q membagi p-1, maka k = 0.
Jadi H adalah satu-satunya q-subgrup sylow dari G. Ddengan cara yang
sama N adalah satu-satunya p-subgrup dari Sylow dari G.

Menurut akibat dari teorema Sylow, N dan H adalah subgrup normal dari
G.
N H = {e}, NH = G dan N,H subgroup normal dari dari G,
maka G N x H

Zp x Zq Zpq.

2. Jika q membagi p-1, maka ada homomorfisma nontrivial : Z q


Aut(N) Zp dengan (h) =

dan

(n) = hnh-1,

n N.

[G:N] = q dan q bilangan prima terkecil yang membagi order G, maka n


subgroup normal dari G. N H = {e} dan NH = G, sehingga G adalah
pergandaan semi langsung dari N dan H. Bentuk pemetaan
Nx

H dengan

(nh) = (n,h),

suatu isomorfisma sehingga G N x

nh G, maka

:G

adalah

H Zp x Zq.

N = <a>, H = <b> untuk suatu a,b G dan G = <a,b> dengan sifat ebagai
berikut: ap = e, bq = e dan b-1ab = at dengan tq 1(mod p).
JIka t = 1, maka

trivial sehingga H subgroup normal dan

G N x H Zp x Zq Zpq.
Jika t 1, maka homomorfisma nontrivial, sehingga G Zp x
Zq.