Anda di halaman 1dari 31

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

DAN
ARTIKEL THE FORCE OF LAW AUSTRALIAN AUDITING STANDARDS AND
THEIR IMPACT ON THE AUDITING PROFESSION
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Audit Kontemporer
Tahun Akademik 2014/2015

Disusun oleh:
Kelomp[ok 1
Hanafi
(12030114410022)
Agata Sri Ayu Wiriyanti
(12030114410008)

JURUSAN MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
1

BAB II
PROFESI CPA
1. KEGIATAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK
KAP menyedikan jasa audit serta jasa atestasi dan assurance lainnya. Jasa-jasa tambahan
yang biasanya diberikan oleh KAP meliputi :
a. Jasa akuntansi dan pembukuan :
Banyak klien kecil yang memiliki staf akuntansi terbatas mengandalkan KAP untuk
menyusun laporan keuangannya.
b. Jasa perpajakan :
KAP menyiapkan SPT pajak korporasi dan perorangan baik untuk klien audit maupun
non audit. Hampir setiap KAP melakukan jasa perpajakan, yang mungkin mencakup
pajak bumi dan bangunan, pajak hadiah, perencanaan pajak, serta aspek-aspek lain dari
jasa perpajakan.
c. Jasa konsultasi manajemen :
Kebanyakan KAP memberikan

jasa

tertentu

yang

memungkinkan

kliennya

mengoperasikan bisnis secara lebih efektif. Jasa ini disebut jasa konsultai manajemen
atau jasa konultasi manajemen. Jasa ini berkisar dari saran singkat untuk memperbaiki
system akuntansi klien hingga nasihat menyangkut manajemen resiko, teknologi
informasi dan rancangan system e-commerce, uji tuntas marger dan akuisisi, serta
konsultasi manfaat aktuaria.
2. STRUKTUR KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Sifat dan ragam jasa yang ditawarkan KAP sangat bervariasi, dan hal itu mempengaruhi
organisasi dan struktur kantor terebut. Tiga factor utama yang mempengaruhi struktur
organisasional semua KAP adalah :
a. Kebutuhan akan indepedensi dari klien ; independensi memungkinkan auditor tetap tidak
bias dalam menarik kesimpulan tentang laporan keuangan.
b. Pentingnya struktur untuk memicu kompetensi ; kompetensi memungkinkan auditor
melakanakan audit dan melakukan jasa-jasa lain secara efisien dan efektif.
c. Meningkatnya resiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor ; dalam suatu dasarwasa,
KAP mengalami peningkatan biaya yang berkaitan dengan tuntutan hukum.
STRUKTUR ORGANISASI
Tersedia enam struktur organiasi bagi KAP. Kecuali peruahaan perorangan (proprietorship),
setiap truktur menghasilkan suatu entitas yang terpisah dari akuntan secara pribadi, yang
2

membantu meningkatkan indepedensi auditor. Empat struktur organiasi yang terakhir


memberikan perlindungan tertentu terhadap kerugian akibat tuntutan hukum.
Perusahaan Perorangan hanya kantor dengan pemilik tunggal yang dapat beroperasi dalam
bentuk ini. Secara tradisional, semua kantor dengan pemilik tunggal diorganisasikan sebagai
perusahaan perorangan (proprietorship), tetapi dalam tahun-tahun terakhir sebagian besar sudah
berubah menjadi bentuk organisasi yang memiliki kewajiban yang lebih terbatas akibat resiko
tuntutan hukum.
Persekutuan Umum (general partnership) bentuk organiasi ini sama seperti perusahaan
perorangan, kecuali bahwa bentuk ini menyangkut banyak pemilik. Struktur organisasi ini juga
semakin kurang populer karena bentuk kepemilikan lain yang menawarkan perlindungan hukum
tertentu telah diperbolehkan menurut hukum Negara bagian.
Korporasi Umum keunggulan korporasi adalah bahwa para pemegang sahamnya hanya
bertanggung jawab sampai sebatas investasi mereka dalam korporasi itu.
Korporasi Profesional Korporai professional memberikan jasa-jasa profesional dan dimiliki
oleh satu atau lebih pemegang saham.
Limited Liability Company Limited liability company (LLC) menggabungkan atribut-atribut
yang paling menguntungkan dari korporasi umum dan persekutuan umum. LLC biasanya
memakai struktur dan dikenai pajak seperti persekutuan umum, tetapi para pemiliknya memiliki
tanggung jawab pribadi yang terbatas yang mirip dengan kewajiban dalam korporasi umum.
Limited Liability Partnership Limited liability partnership (LLP) dimiliki oleh satu atau lebih
parter. Struktur dan pajaknya sama seperti persekutuan umum, tetapi perlindungan kewajiban
pribadi dalam LLP lebih rendah ketimbang dalam korporasi umum atau LLC. Para parter dalam
LLP secara pribadi ikut bertanggung jawab atas utang dan kewajiban perekutuan, tindakan
mereka sendiri dan tindakan orang lain dibawah supervise mereka. Para parter tidak secara
pribadi bertanggung jawab atas kewajiban yang berasal dari tindakan ceroboh partner lain dan
pegawai yang tidak berada dibawah supervisinya.

HIERARKI KAP YANG KHAS


Hierarki organisasi dalam suatu KAP yang khas meliputi partner atau pemengang saham,
manajer, penyelia, auditor senior atau penanggung jawab, serta asisten. Seorang pegawai baru
biasanya memulai kariernya dalam KAP sebagai asisten dan menjalani 2 atau 3 tahun dalam
setiap klasifikasi sebelum meraih status partner. Dalam buku ini kami menyebut auditor yang
kami maksud adalah orang yang melakukan aspek tertentu dari suatu audit.
Tabel 2.2 mengikhtisarkan pengalaman dan tanggung jawab setiap tingkatan klasifikasi di
dalam KAP.
Tingkat Staf

Pengalaman

Tanggung Jawab Utama

Rata-rata
Asisten Staf
0-2 tahun
Auditor
senior 2-5 tahun

Melakukan sebagian besar pekerjaan audit yang terinci


Menggordinasikan dan bertanggung jawab atas pekerjaan

atau penanggung

lapangan

jawab
Manajer

pekerjaan staf
Membantu penanggung jawab merencanakan dan mengelola

5-10 tahun

audit,

termasuk

mengawasi

dan

mereview

audit, mereview pekerjaan penanggung jawab, serta membina


hubungan

dengan

klien,

seorang

manajer

mungkin

bertanggung jawab atas lebih dari satu penugasan pada saat


Partner

yang lama.
10 tahun ke Mereview keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat dalam
atas

keputuan-keputusan audit yang signifikan. Seorang partner


adalah pemilik KAP dan karenanya mengembang tanggung
jawab akhir dalam melaksanakan audit dan melayani klien.

E-COMMERCE DAN OPERASI KAP


KAP memanfaatkan internet untuk memasarkan jasa-jasanya serta menyoroti hal-hal seperti
lokasi kantor atau afiliasi, lini-lini jasa, serta spesialisasi industri dan menyediakan alat-alat serta
bahan acuan bagi klien yang sekarang maupun calon klien.
KAP memanfaatkan sumber daya dan database online untuk membantu para stafnya agar
selalu mengetahui peluang bisnis baru serta masalah penetapan standar.
4

3. STANDAR AUDIT BERLAKU UMUM (GAAS)


Standar audit merupakan pedoman umum untuk membantu auditor memenuhi tanggung
jawab profesionalnya dalam audit atas laporan keuangan historis. Standar ini mencakup
pertimbangan mengenai kualitas professional seperti kompetensi dan independensi, persyaratan
pelaporan dan bukti.
Standar audit yang berlaku umum dibagi menjadi tiga kategori:
STANDAR UMUM
Standar umum menekankan pada pentingnya kualitas pribadi yang harus dimiliki auditor.
a. Pelatihan dan kecakapan teknis memadai
Standar umum yang pertama yang biasanya diinterpretasikan sebagai keharusan bagi
auditor yaitu memiliki pendidikan formal di bidang audit dan akuntansi, pengalaman
praktik yang memadai bagi pekerjaan yang sedang dilakukan serta mengikuti
pendidikan professional yang berkelanjutan.
b. Sikap mental independen
Kode etik dan pernyataan standar audit menekankan kebutuhan akan independensi.
KAP diharuskan mengikuti praktik-praktik tertentu untuk meningkatkan independensi
semua personel.
c. Kemahiran professional
Kemahiran professional berarti bahwa auditor professional bertangung jawab
melaksanakan

tugasnya

dengan

tekun

dan

seksama.Kecermatan

mencakup

pertimbangan mengenai kelengkapan dokumentasi audit, kecukupan bukti audit, serta


ketepatan laporan audit.Sebagai professional, auditor tidak boleh bertindak ceroboh
atau memiliki niat buruk, tapi mereka juga tidak diharapkan untuk sempurna.
STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN
Standar pekerjaan lapangan menyangkut pengumpulan bukti dan aktivitas lain selama
pelaksanaan audit yang sebenarnya.
a. Perencanaan dan pengawasan yang memadai
Audit direncanakan secara layak untuk memastikan audit itu memadai dan para
asisten diawasi dengan sebagaimana mestinya. Pengawasan sangat penting dalam
5

audit karena sebagian besar pekerjaan lapangan dilakukan oleh anggota staf yang
kurang berpengalaman.
b. Memahami entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internal
Pemahaman bisnis dan industri klien dapat membantu auditor mengidentifikasi risiko
bisnis yang signifikan dihadapi klien serta risiko adanya salah saji signifikan dalam
laporan keuangan. Salah satu konsep yang diterima luas dalam teori dan praktik audit
adalah pentingnya system pengendalian klien untuk mengurangi risiko bisnis klien,
menjaga asset dan catatan serta menghasilkan informasi keuangan yang andal. Jika
auditor yakin bahwa klien memiliki system pengendalian yang baik maka jumlah
bukti audit yang harus dikumpulkan akan jauh lebih sedikit daripada bila klien
memiliki pengendalian yang tidak memadai.
c. Bukti yang mencukupi dan tepat
Keputusan tentang berapa banyak dan jenis bukti apa saja yang harus dikumpulkan
dalam keadaan tertentu membutuhkan pertimbangan professional.
STANDAR PELAPORAN
Keempat standar pelaporanmengharuskan auditor menyiapkan laporan mengenai laporan
keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapan informative.Standar pelaporan juga
mensyaratkan bahwa laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan
sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum dan juga mengidentifikasi keadaan dimana
GAAP tidak diterapkan secara konsisten dalam tahun berjalan jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.
PERNYATAAN STANDAR AUDIT (PSA)
Standar audit yang berlaku umum(GAAS) masih terlalu umum untuk memberikan pedoman
yang berarti, sehingga auditor menggunakan PSA yang diterbitkan DSPAP sebagai pedoman
yang lebih khusus. PSA menginterpretasikan standar audit yang berlaku umum dan merupakan
referensi paling terotorisasi yang tersedia bagi auditor. Pernyataan tersebut memiliki status
GAAS dan seringkali disebut sebagai standar audit atau GAAS meskipun bukan merupakan
bagian dari kesepuluh standar audit yang berlaku umum. Standar audit yang berlaku umum dan
PSA dianggap sebagai literature terotorisasi dan setiap anggota yang melakukan audit atas
laporan keuangan historis diharuskan mengikuti standar ini menurut kode etik IAPI.

KLASIFIKASI PERNYATAAN STANDAR AUDIT


Semua PSA diberi dua nomor klasifikasi, yaitu satu nomor PSA dan satu nomor SA yang
menunjukkan lokasi dalam kodifikasi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).Kedua system
klasifikasi ini digunakan dalam praktik. Nomor PSA menunjukkan urutan pernyataan itu saat
dikeluarkan jika berhubungan dngan PSA lain, sementara nomor SA menunjukkan lokasinya
dalam kodifikasi seluruh PSA yang dikeluarkan IAPI. Nomor-nomor SA dimulai dengan angka
2 selalu merupakan interpretasi atas standar umum, yang dimulai dengan angka 3 berkaitan
dngan standar pekerjaan lapangan, yang dimulaidengan angka 4, 5, 6 berkenaan dengan
standar pelaporan.
GAAS DAN STANDAR KINERJA
GAAS dan PSA merupakan pedoman audit yang terotorisasi bagi anggota profesi namun
keduanya memberikan lebih sedikit arahan kepada audit daripada yang dapat diasumsikan.
Hamper tidak ada prosedur audit spesifikasi yang disyaratkan oleh standar-standar itu dan tidak
ada persyaratan khusus bagi keputusan auditor.
GAAS dan PSA dianggap sebagai standar minimum kinerja oleh para praktisi dan bukan
sebagai standar maksimum atau ideal.Keberadaan standar audit tidak berarti bahwa auditor harus
selalu mengikutinya. Jika auditor percaya bahwa persyaratan standar tidak praktis atau tidak
mungkin dilakukan, maka auditor dibenarkan untuk mengikuti standar alternative.Demikian pula
jika masalahnya tidak signifikan juga tidak perlu mengikuti standar.Akan tetapi beban untuk
menunjukkan alasan yang membenarkan penyimpangan dari standar menjadi tanggung jawab
auditor.
Bila menginginkan pedoman yang lebih spesifik, auditor harus melihat sumber-sumber yang
kurang terotorisasi, termasuk buku teks, jurnal dan publikasi teknis. Bahan yang dipublikasikan
oleh IAPI seperti pedoman audit industry, menyediakan bantuan untuk menyelesaikan masalah
tertentu.
4.

PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu bagi sebuah KAP terdiri atas metode-metod yang digunakan untuk

memastkan bahwa kantor itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak7

pihak

lain.Metode

ini

meliputi

struktur

organisasi

KAP itu

serta

prosedur

yang

ditetapkan.Pengendalian mutu berkaitan erat namun berbeda dngan GAAS. Untuk memastikan
bahwa standaar audit yang berlaku umum diikuti dalam setiap audit, KAP mengikuti prosedur
pengendalian mutu khusus yang membantu memenuhi standar itu secara konsisten pada setiap
penugasan. Pengendalian mutu ditetapkan untuk KAP secara keseluruhan sedangkan GAAS data
diterapkan pada setiap penugasan.
UNSUR-UNSUR PENGENDALIAN MUTU
IAPI belum menetapkan prosedur pengendalian mutu yang khusus bagi KAP. Prosedur itu
akan bergantung pada hal-hal seperti ukuran kantor, jumlah cabang yang berpraktik serta sifat
praktik. Prosedur pengendalian mutu dari sebuah kantor internasional dengan banyak klien
multinasional yang kompleks akan sangat berbeda prosedur untuk kantor yang beranggotakan
lima orang, yang mengkhususkan diri dalam audit-audit kecil dalam satu atau dua industry.
DSPAP saat ini sedang dalam proses mengadobsi Standar Internasional Pengendalian Mutu
IFAC. Dalam standar tersebut, terdapat enam unsur pengendalian mutu yang harus
dipertimbangkan KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedurnya.
PEER REVIEW
KAP harus mendaftarkkan diri dalam program pemantauan praktik IAPI agar para anggota
KAP memenuhi syarat keanggotaan Dewan Reviewer Mutu (DRM). Pemantauan praktik yang
juga dikenal sebagai peer review merupakan suatu telaah.
Program peer review IAPI yang diselenggarakan oleh DRM normalnya dilaksanakan oleh
sebuah tim yang terdiri dari partner dan manajer yang dipilih dari KAP-KAP. Setelah review
selesai, para peninjau mengeluarkan laporan yang menyebutkan kesimpulan dan saran mereka.
Peer review menguntungkan KAPkarena membantu memenuhi stanadr pengendalian
mutu,yang selanjutnya menguntungkan profesi melalui peningkatan kinerja para praktisi dan
peningkatan mutu audit. KAP yang menjalani peer review dapat memperoleh manfaat lebih jauih
jika review itu meningkatkan Pratik KAP, sehingga akan memperbaiki reputasi dan
efektivitasnya dan memperkecil kemungkinan timbulnya tuntutan hukum.

Berikut merupakan lima unsur pengendalian mutu:


1. Independensi,integritas dan objektivitas
Persyaratan dalam unsur ini yaitu seluruh personel yang bertugas harus mempertahankan
independensi dalam fakta dan penampilan, melaksanakan semua tanggung jawab
professional dengan integritas serta mempertahankan objektifitas dalam melaksanakan
tanggung jawab professional mereka.
2. Manajemen kepegawaian
Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk memberi KAP kepastian yang wajar
bahwa:
a. Semua personel baru memiliki kualifikasi untuk melakukan pekerjaan secara kopeten
b. Pekerjaan diserahkan kepada personel yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis
yang memadai
c. Semua personel ikut serta dalam pendidikan profesi berkelanjutan serta kegiatan
pengembangan profesi yang memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawab yang
diberikan
d. Personel yang terpilih untuk profesi kenaikan jabatan memiliki kualifikasi yang
diperlukan untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan.
3. Penerimaan dan keberlanjutan klien serta penugasan
Kebijakan danprosedur harus ditetapkan untuk memutuskan apakah akan menerima atau
melanjutkan hubungan dngan klien. Kebijakan dan prosedur ini harus meminimalkan
risiko yang berkaitan dengan klien yang manajemennya ridak memiliki integritas.KAP
juga harus hanya menerima penugasan yang dapat diselesaikan dngan kompetensi
professional.
4. Kriteria penugasan
Kebijakan dan prosedur harus memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
personel penugasan memenuhi standar profesi yang berlaku, persyaratan peraturan dan
standar mutu KAP itu sendiri.
5. Pemantauan
Harus ada kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa keempat unsur pengendalian
mutu lainnya ditetapkan secara efektif.
STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK
Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar
teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi akuntan publik di Indonesia yang
bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik di
9

Indonesia.SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan
Publik Indonesia (DSPAP IAPI).
Seiring perkembangan yang terjadi dalam dunia akuntansi dengan berbagai perubahan dalam
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) agar bersesuaian dengan International Financial
Reporting Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board
(IASB), maka Dewan Standar Profesional (DSP) IAPI melakukan penyesuaian terhadap standar
profesi yang ada. Penyesuaian tersebut berupa pencabutan beberapa standar yang sudah tidak
relevan, pencantuman beberapa standar baru, dan penyelarasan frasa agar bersesuaian dengan
frasa yang digunakan dalam SAK.
Diharapkan, SPAP 31 Maret 2011 ini mampu menjawab kelangkaan SPAP di pasar agar dapat
memenuhi kebutuhan para praktisi akuntan publik, dunia pendidikan yang menggeluti bidang
akuntansi dan profesi akuntan publik, dan pihak-pihak lain yang tertarik dengan hal-hal terkait
profesi akuntan publik.
Standar Profesional Akuntan Publik terdiri dari enam standar yaitu:
1.

Standar Auditing.

2.

Standar Atestasi.

3.

Standar Jasa Akuntansi dan Review.

4.

Standar Jasa Konsultasi.

5.

Standar Pengendalian Mutu.

6.

Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik.

Kelima standar yang pertama merupakan standar teknis yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Profesional Akuntan Publik., sedangkan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan
aturan moral yang diterbitkan oleh Kompartemen Akuntan Publik. Keenam standar profesional
ini disusun untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan akuntan publik bagi masyarakat.
Standar Auditing merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis, yang terdiri dari 10
standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA) termasuk interpretasi

10

Pernyataan Standar Auditing (IPSA).Standar ini bersifat mengikat bagi anggota Ikatan Akuntan
Indonesia yang berpraktik sebagai akuntan publik, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib.
Standar Atestasi memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang
mencakup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan
historis, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang
memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).
Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Atestasi
(PSAT), termasuk Interpretasi Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT).Standar ini mengikat akuntan
publik dan pelaksanaaannya bersifat wajib.
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa
akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.Dirinci dalam bentuk Pernyataan
Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR), dan bersifat mengikat akuntan publik sehingga
pelaksanaannya wajib.
Standar Jasa Konsultasi memberikan panduan bagi praktisi yang menyediakan jasa konsultasi
bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Dalam jasa konsultasi, para praktisi menyajikan
temuan, kesimpulan, dan rekomendasi.
Standar Pengendalian Mutu, memberikan panduan bagi kantor akuntan publik dalam
melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi
berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan Aturan
Etika Kompertemen Akuntan Publik.
Hubungan Standar Atestasi dan Standar Auditing Audit atas laporan keuangan yang disusun
berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia merupakan satu di antara jasa
atestasi yang disediakan KAP kepada masyarakat. Dalam tahun-tahun terakhir ini, permintaan
jasa atestasi oleh klien, lembaga pemerintah, dan pihak lain telah meluas, tidak hanya terbatas
pada audit atas laporan keuangan historis, namun mencakup juga jasa profesi akuntan publik

11

yang memberikan tingkat keyakinan (level of assurance) di bawah tingkat keyakinan yang
diberikan oleh auditor dalam audit atas laporan keuangan historis.

12

THE FORCE OF LAW AUSTRALIAN AUDITING STANDARDS AND THEIR IMPACT


ON THE AUDITING PROFESSION

ABSTRACT
Penelitian ini menguji dampak dari pengenalan kekuatan hukum Auditing Standards Australia
(ASAs) pada profesi audit setelah tahun pertama pelaksanaan. Pada April 2006 Pernyataan
Dampak Regulasi pra-pelaksanaan Pemerintah Australia (RIS) mendapatkan pujian secara
meluas yang diidentifikasikan dari potensi biaya, manfaat dan dampak lain dari rezim peraturan
baru. Data yang relevan dikumpulkan melalui wawancara dengan stakeholder kunci RIS. Secara
keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa beban tambahan sesuai dengan asas hukum tetap tidak
membuat bertambahnya kualitas audit atau kepercayaan masyarakat, yang merupakan tujuan
utama dari intervensi peraturan pemerintah.
1. INTRODUCTION
Studi eksplorasi ini menguji persepsi pasca-penerapan awal dampak utama pada profesi audit
dan praktek setelah periode audit pertama di bawah kekuatan hukum Australia Auditing Standar
(ASAs). Hal ini juga dibangun berdasarkan dan pujian April 2006 Regulatory Impact Statement
(RIS) yang dilakukan oleh Pemerintah Australia, dan survei CPA Australia (2006) .
1. Penelitian ini tepat waktu mengingat kurangnya data pasca-pelaksanaan sistematis lainnya
yang menginformasikan regulator dan profesi audit biaya yang dirasakan awal, manfaat dan
dampak operasional lainnya pada pemangku kepentingan utama.
Pembenaran Pemerintah Australia untuk reformasi peraturan spesifik yang diadopsi setelah
runtuh perusahaan, termasuk persyaratan minimum untuk standar auditing harus ditegakkan
secara hukum di bawah bagian 336 dari Corporations Act 2001 untuk audit keuangan yang
dimulai 1 Juli 2006.
2. Untuk memberikan focus yang jelas tentang kepentingan publik, dan untuk memastikan bahwa
proses audit dan standar adalah kualitas tertinggi. Perlu dicatat bahwa standar auditing kekuatan
hukum tetap tersebut relatif jarang diterapkan. Australia dan Perancis saat ini satu-satunya
negara 'Barat' yang mengadopsi pendekatan semacam itu.
Analisis data yang dikumpulkan menunjukkan sejumlah perbedaan yang signifikan antara biaya
yang diharapkan dan manfaat dari rezim baru seperti yang ditunjukkan dalam RIS dan apa yang
telah digambarkan sebagai responden, pengalaman mereka setelah tahun pertama pelaksanaan
Secara keseluruhan hasil penelitian ini tidak memberikan dukungan yang kuat untuk pengenalan
Pemerintah Australia terhadap Asas kekuatan hukum sebagai respon yang tepat untuk mencapai
peningkatan kualitas audit dan kepercayaan publik.

13

2. THE REGULATION IMPACT STATEMENT (APRIL 2006)


Sebelum regulasi baru diterapkan, pemerintah meluncurkan RIS untuk merinci apakah dampak
dari peraturan baru didalam bisnis dapat dibenarkan dan berlaku efisien.
RIS menangani pengenalan ASAs sebagai kekuatan hukum yang baru dirilis pada bulan April
2006, memberikan pandangan pra-pelaksanaan dari stakeholder yang terkena dampak termasuk
representasi dari profesi audit, regulator, bisnis dan pembuat standar. Komentar dari berbagai
kelompok dirangkum dalam Lampiran A.
Biaya mengidentifikasi potensi dan manfaat dari standar kekuatan hukum dari RIS (April 2006)
analisis adalah sebagai berikut:
Biaya:

Auditor / perusahaan mungkin perlu untuk merevisi program audit. Namun, biaya yang
terkait dengan perubahan ini tidak lebih dari pembaruan normal saja.

Jika Auditor sudah sesuai dengan standar auditing, maka biayanya sedikit, jikalau ada,
berupa biaya kepatuhan saja.

Setiap biaya akan bersifat jangka pendek dan berhubungan dengan tahun pertama
kepatuhan.

Manfaat:

Konsistensi dengan standar struktur yang ada.

Perubahan asas untuk menghindari salah tafsir atas kewajiban auditor.

Sesuai dengan ISAs dan praktik internasional terbaik.

3. RESEARCH QUESTIONS
Regulasi Teori Kepentingan Umum menyatakan bahwa peraturan pemerintah diberikan untuk
menanggapi permintaan masyarakat akan koreksi praktik pasar tidak efisien dan kegagalan pasar
yang dirasakan (Posner 1974, Peltzman et al 1989). Oleh karena itu menurut teori ini intervensi
Pemerintah Australia dalam proses penetapan standar, dalam pembuatan ASAs sebagai kekuatan
hukum dibenarkan, karena "pertimbangan bahwa kepentingan umum adalah hal yang pertama
dan terutama" (RIS April 2006: 4).
Penjelasan alternatif bisa merupakan perwujudan untuk menunjukkan kepada masyarakat
investasi dan profesi itu, sebagai akibat dari kurang munculnya kepercayaan dalam profesi
akuntansi, sehingga pemerintah perlu bertindak. Aksi ini bisa dilihat sebagai 'politik' motivasi
dan akibatnya menarik untuk menyelidiki motivasi yang dirasakan pemerintah sehingga ikut
14

campur tangan dalam proses yang sampai saat ini telah handal di tangan profesi. Oleh karena itu
pertanyaan penelitian berikut ditujukan.
RQ1: Apa motivasi yang dirasakan pemerintah dalam membuat ASAs sebagai kekuatan
hukum?
Konsisten dengan 'Teori Kepentingan Umum', kurangnya keberhasilan pengaturan diri oleh
badan profesional telah terlihat di masa lalu disebabkan oleh kurangnya kekuatan penegakan
hukum terhadap anggota non-complying members (Walker 1993, Walker dan Robinson 1994).
Persyaratan wajib yang baru memiliki kekuatan hukum termasuk dalam semua ASAs, bersama
dengan hukuman untuk non-kepatuhan merupakan awal yang signifikan dari AUSs sebelumnya
yang memungkinkan untuk tingkat yang jauh lebih besar dari penghakiman yang akan dilakukan
oleh auditor dalam melaksanakan dan mendokumentasikan proses audit. Mengingat peningkatan
regulasi dan pengawasan profesi serta kebutuhan pelaksanaan rinci dari ASAs, dan reaksi para
pemangku kepentingan atas hal tersebut sangat diharapkan. Hal ini dibahas dalam pertanyaan
penelitian sebagai berikut.
RQ2: Apa reaksi dari badan-badan profesional, dan perusahaan akuntansi terhadap ASAs
sebagai hukum tetap?
Sejumlah studi (Gaffikin 2005, Godfrey et al 2006) menyiratkan bahwa pemerintah melakukan
intervensi untuk memperbaiki inefisiensi pasar dan pendekatan yang optimal untuk regulasi akan
jelas dalam peningkatan kualitas audit. Mengingat persepsi bahwa kepercayaan masyarakat
terhadap informasi yang dihasilkan oleh perusahaan, dan khususnya proses audit telah dirusak
oleh kegagalan perusahaan baru-baru ini, ASAs ditegakkan secara hukum diperkenalkan melalui
CLERP 9 untuk meningkatkan integritas fungsi audit dan dengan demikian memulihkan
kepercayaan publik. Arah strategis FRC mengusulkan bahwa AUASB harus mengembangkan
ASAs yang berkualitas tinggi, sesuai dengan ISA dan mengikuti praktek internasional terbaik
(RIS April 2006). "CLERP 9 telah merubah dan mengangkat profesi audit dan membantu
mendapatkan kembali kepercayaan investor" (CPA Australia 2006: 10).
Studi sebelumnya (Mitnick 1980, Gaffikin 2005, Godfrey et al 2006) juga menyatakan bahwa
ketika dikejar untuk kepentingan umum. peraturan pemerintah adalah tanpa biaya sebagai akibat
dari kegagalan pasar. Selain itu, RIS (April 2006) menegaskan bahwa akan ada sedikit, jika ada,
yaitu biaya kepatuhan terhadap perusahaan audit. Oleh karena itu, manfaat yang dirasakan dan
biaya dibahas dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:
RQ3: Apa manfaat utama yang dirasakan ASAs sebagai hukum tetap?
RQ4: Berapa biaya yang dirasakan saat ASAs sebagai hukum tetap ?
4. RESEARCH METHOD

15

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan wawancara mendalam semiterstruktur dengan para pemangku kepentingan utama yang terkena dampak kerangka legislatif
baru. Metode eksplorasi berorientasi ini memungkinkan para peneliti untuk memperoleh
pandangan, perasaan dan perspektif responden tentang dampak kerangka legislatif baru setelah
tahun awal pengenalan. Responden yang diwawancarai mewakili kelompok kunci dipengaruhi
oleh rezim baru yaitu, perusahaan akuntansi / audit, badan-badan profesional dan badan
pengawas. Ini adalah kelompok pemangku kepentingan yang sama yang berkonsultasi dalam
pra-pelaksanaan pemerintah dan fase konsultasi. Adalah hal yang mustahil untuk
mengidentifikasi individu-individu tertentu yang menanggapi RIS dengan menggunakan
kelompok-kelompok pemangku kepentingan yang sama dan mewawancarai individu di tingkat
teknis senior dalam kelompok , dengan asumsi bahwa mereka yang diwawancarai telah tepat dan
representatif baik dari perspektif praktis dan teknis. Selain itu, perusahaan akuntansi yang
diwawancarai dipilih sebagai peserta paling tepat oleh masing-masing perusahaan, yang
berkenaan dengan badan-badan profesional khusus, yaitu orang-orang akan memiliki tanggung
jawab untuk menanggapi RIS.
Kelompok perusahaan akuntansi pemangku kepentingan terdiri dari 'Big 4' (kantor Sydney) dan
Kantor Audit NSW. NSW Kantor Audit dimasukkan sebagai sebuah perusahaan akuntansi yang
besar diberikan basis klien signifikan yang terdiri dari audit untuk lebih dari 400 entitas
pemerintah NSW di bawah Keuangan Publik dan Undang-Undang 1983 Audit dan Korporasi Act
2001. Selanjutnya staf profesional senior NSW Kantor Audit anggota baik CPA Australia atau
ICAA. Empat peserta kantor akuntan terdiri dari dua mitra (direktur) di setiap wawancara,
dengan satu spesialis sesuai di tingkat teknis, sementara yang lain pasangan (sutradara) berlatih
akrab dengan keterlibatan audit. Pasangan yang tersisa 'Big 4' diwawancarai memainkan peran
kunci dalam jaminan / area kerja penasehat dan terlibat terutama dalam masalah kepatuhan
teknis. Semua berada dalam peran penasehat teknis yang bertanggung jawab atas kebijakan
tubuh masing-masing ', tanggapan audit regulasi dan terlibat dengan anggota dan pemerintah
sebagai penghubung pada isu-isu ini. IIA dimasukkan sebagai badan profesional yang diberikan
keterlibatan anggota mereka dengan auditor eksternal dan paparan Asas dalam praktek. Peserta
badan pengawas 'termasuk perwakilan ASIC, perwakilan AUASB senior yang saat ini serta
anggota terbaru dari IAASB, yang juga memiliki peran signifikan pada AUASB sebelum dan
pasca perannya di IAASB dan karena itu dianggap tepat. peserta perwakilan dari CPA Australia,
ICAA, dan IIA.
Setiap peserta diidentifikasi dengan nomor kode untuk menjamin kerahasiaan. Jumlah
wawancara yang dilakukan dalam setiap kelompok stakeholder dan kode berlaku untuk
tanggapan mereka diringkas dalam Tabel 1.
TABEL 1 CODING
STAKEHOLDER

RESPON

KEY STAKEHOLDERS GROUP

SETIAP

INDIVIDU

DALAM

KATEGORI

CODING RESPONDEN INDIVIDU


16

KANTOR AKUNTAN

AF1 AF2

AF3

BADAN PROFESIONAL

PB1

PB2

PB3

BADAN REGULASI

RB1 RB2

RB3

AF4

AF5

Serangkaian masalah target untuk memandu proses wawancara diidentifikasi berdasarkan RIS
pemerintah (April 2006), pengetahuan para peneliti dari rezim audit yang baru, diskusi dengan
rekan-rekan akademis dan berlatih anggota senior profesi audit.
Isu-isu Target adalah:

motivasi pemerintah untuk standar kekuatan hukum

biaya utama

manfaat utama

dampak utama pada metodologi audit

dampak operasional utama (misalnya pelatihan staf, kepatuhan)

kualitas audit

pembenaran

Daftar masalah sasaran dibuat tersedia kepada responden sebelum wawancara dan dieksplorasi
dalam wawancara untuk memperoleh pemahaman dan persepsi biaya, manfaat dan dampak
langsung dari standar auditing kekuatan hukum mereka. Mengingat sifat semi-terstruktur
wawancara, responden mampu mengekspresikan diri tanpa batas-batas tertentu atau pembatasan
(Farneti dan Guthrie 2007) dan tanpa memaksakan kategorisasi apriori yang dapat membatasi
tanggapan mereka (Fontana dan Frey 2005). Penggunaan isu dan gaya non-directional interogasi
mengurangi setiap potensi bias pewawancara. Panduan wawancara dirancang sedemikian rupa
untuk memungkinkan orang yang diwawancara mengekspresikan pendapat dan ide-ide mereka,
agar dapat memunculkan hal hal yang terkait dengan kepentingan. Setelah daftar masalah
sasaran tertutup, pewawancara bertanya apakah orang yang diwawancarai memiliki hal-hal untuk
ditambahkan yang relevan dengan penelitian. Semua wawancara dalam durasi sekitar satu jam
dan dicatat pada perangkat digital .
Protokol wawancara didirikan untuk membimbing dan merekam wawancara. Setiap wawancara
dihadiri oleh setidaknya dua peneliti, sekaligus mencatat. Segera setelah setiap wawancara, baik
peneliti akan berkolaborasi dan menyepakati tanggapan yang diwawancarai dibuat berdasarkan
isu-isu dan tema yang relevan. Ini sesuai dengan penafsiran gabungan direkam ke tulisan tangan
17

per lembar, yang digunakan untuk memeriksa kembali konsistensi dan akurasi transkrip oleh
masing-masing peneliti untuk menghindari kelemahan utama dari wawancara mendalam, dalam
tanggapan bebas dipandang sebagai sulit untuk menganalisis (O ' Dwyer 2004).
Langkah berikutnya adalah memanfaatkan rekaman audio digital pada setiap masalah yang
masih belum jelas atau tidak konsisten dengan transkripsi setiap peneliti. Untuk menambahkan
validitas lebih lanjut untuk proses pengumpulan data, diselesaikan disepakati interpretasi
wawancara dikirim kepada orang yang diwawancarai untuk diperiksa dan disetujui. Hal ini
memungkinkan orang yang diwawancarai tidak hanya memvalidasi interpretasi wawancara,
tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki, mengklarifikasi, menghapus
atau menambahkan rincian lebih lanjut yang relevan dengan penelitian untuk memastikan tidak
ada kelalaian yang relevan atau salah tafsir oleh peneliti. Wawancara individu yang disepakati
telah diringkas untuk setiap kelompok pemangku kepentingan oleh salah satu peneliti. Ringkasan
ini telah divalidasi oleh peneliti kedua dengan perbedaan dirujuk ke peneliti independen ketiga.
Tema utama yang diidentifikasi kemudian dirangkai , diproses dan data dianalisa.
5. RESULTS AND DISCUSSION
Pertanyaan Penelitian 1 (RQ1) mencoba untuk menjelaskan motivasi pemerintah dalam
memperkenalkan asas kekuatan hukum. Menurut RIS (April 2006: 4) "tujuan utama adalah untuk
memastikan bahwa
Standar Audit Baru disusun kembali dengan mempertimbangkan
kepentingan publik sebagai yang utama dan terpenting untuk menghasilkan standar kualitas
tinggi berdasarkan ISA".
Tinjauan tanggapan pemangku kepentingan menunjukkan kesepakatan umum bahwa motivasi
pemerintah terutama didorong oleh runtuhnya perusahaan-perusahaan dan kebutuhan untuk
meningkatkan kepercayaan publik di pasar keuangan Australia. Reaksi pemerintah dianggap
sebagai cara untuk memastikan kualitas audit yang lebih tinggi dan peningkatan tingkat
kepercayaan di pasar modal. Tanggapan pemangku kepentingan menunjukkan bahwa 'Teori
Kepentingan Umum "adalah penjelasan yang masuk akal untuk intervensi pemerintah, dan
sejalan dengan RIS (April 2006). Respon diringkas disajikan pada Tabel 2.

TABEL 2 Ringkasan Motivasi Pemerintah Australia untuk membuat ASAs sbg kekuatan
hukum
KANTOR AKUNTAN

BADAN PROFESIONAL

18

BADAN REGULASI

pemerintah di bawah
tekanan
untuk
menanggapi
runtuhnya
perusahaan
Meningkatkan
kepercayaan kualitas
audit
Akses ke pasar AS

Reaksi
pemerintah
setelah
runtuhnya
perusahaan adalah untuk
mengambil sikap tidak
perduli terhadap standar
profesi
Rezim
baru
ini
diperkenalkan
untuk
mengatur
bukannya
menonaktifkan profesi
Meningkatkan
kepercayaan dalam pasar
keuangan

Pemerintah
menanggapi runtuhnya
perusahaan
adalah
untuk mengatur profesi
dan
meningkatkan
kualitas audit.
Memastikan pemetaan
global
dalam
hal
kerangka regulasi dan
pelaporan

Meskipun responden menyebut 'kepercayaan publik' daripada 'kepentingan umum', konsensus


keseluruhan bahwa pemerintah bertindak dalam mengartikulasikan tujuan kolektif masyarakat
Australia setelah runtuhnya perusahaan, dalam bentuk regulasi yang jelas dari Tabel 2. Namun,
respon individu menunjukkan berbagai penekanan oleh masing-masing kelompok pemangku
kepentingan pada aspek yang berbeda dari kepercayaan publik sebagai hal yang lebih penting
dalam memotivasi Pemerintah Australia.
Penekanan perusahaan akuntansi dapat disimpulkan oleh AF2: "Mengingat runtuhnya
perusahaan mengakibatkan adanya kebutuhan untuk mengatasi kredibilitas profesi. Pemerintah
dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan dalam kualitas audit dan pengenalan standar auditing
kekuatan hukum dan monitoring oleh ASIC sebagai mekanisme untuk mencapai hal ini yaitu
mengambil standar pengaturan / penegakan jauh dari profesi ".
Di sisi lain penekanan badan profesional 'kepercayaan pasar keuangan diartikulasikan oleh PB1:
"Pemerintah menganggap ini adalah langkah yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi
lebih lanjut dan akses ke pasar modal". Demikian PB2 menunjukkan bahwa: "runtuhnya
perusahaan berdampak pada dipertanyakannya kepercayaan pasar dalam pelaporan keuangan dan
audit serta efektivitas pengaturan diri oleh profesi. Reaksi pemerintah mengambil pengaturan
standar profesi dan memperkenalkan kekuatan standar hukum sebagai cara untuk meningkatkan
tingkat kepercayaan di pasar keuangan ".
Badan Regulasi secara menyeluruh melihat bahwa motivasi pemerintah adalah untuk
memastikan bahwa Australia berada dalam posisi yang baik secara internasional dalam hal
kerangka peraturan untuk pelaporan dan pemeriksaan (yaitu penggunaan standar, status standar,
tingkat pemeriksaan" (RB3) dengan meningkatkan kualitas audit dan mengatur profesi.
Pandangan ini diungkapkan oleh badan pengawas mirip dengan RIS mereka (April 2006) posisi
pra-pelaksanaan.

19

Penelitian Pertanyaan 2 (RQ2) mengeksplorasi badan profesional dan perusahaan akuntansi


atas reaksi terhadap asas hukum tetap. Reaksi negatif diharapkan sebagai intervensi pemerintah
dalam mandat standar dan memantau kepatuhan menggeser keseimbangan kekuasaan lebih jauh
dari profesi dan tersirat bahwa pertimbangan profesional dan self-regulation tidak efektif
(AUASB 31 Agustus 2005 Media release). Sentimen ini bergema oleh RB3: "Di Australia, secara
tradisional kita memiliki dua badan (ICAA / CPA Australia dengan NIA ) yang diundangkan
standar dan diatur sendiri. Setelah runtuh perusahaan, pemerintah mengambil langkah-langkah
untuk meningkatkan kualitas audit dan untuk mengatur profesi audit. "
Data dari ringkasan pemangku kepentingan (lihat Tabel 3) menggambarkan sifat negatif
keseluruhan respon perusahaan untuk RQ2. Perusahaan audit mempertimbangkan keberlakuan
hukum Asas menjadi reaksi yang berlebihan dan kurangnya pemahaman tentang sifat dari proses
audit oleh pemerintah. Menurut AF4: "Audit adalah sebuah seni daripada ilmu" dan "tentang
membuat keputusan bukan tentang aturan hukum preskriptif"
TABEL 3 RINGKASAN REAKSI DARI REGULASI BARU
KANTOR AKUNTAN

Reaksi pemerintah
yang berlebihan
Perubahan lain
Mitra
memilih
keluar dari profesi /
terus
mempertanyakan
sebagai auditor
Audit adalah tentang
membuat penilaian
bukan tentang aturan
hukum preskriptif

BADAN PROFESIONAL

Adanya Biaya tambahan


untuk
meningkatkan
kesadaran Asas hukum
ASAs ; dalam bentuk
tambahan pelatihan dan
sumber daya
Dalam penerimaannya
Perusahan
banyak
mengeluh
dan
menggerutu
Reaksi berlebihan yang
menyalahkan
hukum
Asas
mengakibatkan
peningkatan
biaya,
adalah
bagian
dari
Standar risiko yang harus
direvisi

BADAN REGULASI

Muncul reaksi negative


dari perusahaan audit
Memperhatikan
peningkatan
biaya
dokumentasi
Big 4 nyaman
dengan regulasi baru,
tetapi perusahaan kecil
berusaha
melobi
inginkan perubahan

Tanggapan negatif dari perusahaan diakui oleh badan regulasi dan badan profesional. Pernyataan
RB3 yang menegaskan bahwa ada " dampak yang signifikan terhadap praktisi . Jumlah auditor
yang terdaftar menurun dan ada saran bahwa peraturan baru menjadi insentif bagi orang untuk
meninggalkan profesinya . PB3 juga mencatat "ada banyak keluhan" dan "penerimaan
menggerutu" (PB1).

20

Respon terhadap RQ2 ini berbeda dengan RIS (April 2006), di mana 14 responden yang tercatat
sebagai standar 'mendukung secara luas' proposal legislatif dan kekuatan hukum. Mengingat
bahwa di bawah peraturan 'Tangkap' atau 'Interest Group Theory' badan profesional Australia
kemungkinan besar akan mencari sebanyak mungkin control terhadap pengaturan standar untuk
mempengaruhi undang-undang, hal itu tak terelakkan bahwa profesi akuntansi tidak ingin
melepaskan setiap aspek dari proses penetapan standar termasuk keberlakuan kepada pemerintah
(Posner 1974, Walker dan Robinson 1994, Walker 1987, Gaffikin 2005, Godfrey et al 2006).
mengeksplorasi Pertanyaan Penelitian 3 (RQ3) mengeksplorasi manfaat utama yang
dirasakan dari rezim audit yang baru. Dalam RIS (April 2006) dan survei CPA Australia
(Agustus 2006) empat dari lima responden berpikir bahwa ASAs sebagai hukum tetap baru akan
meningkatkan kualitas audit meskipun dasar yang mendasari (audit) tidak berubah. Namun studi
CPA Australia juga menyoroti bahwa masyarakat umum menilai "tidak mungkin mendapatkan
keuntungan karena reformasi tidak mengatasi kurangnya publik pemahaman audit" (CPA
Australia 2006: 5).
Tanggapan pemangku kepentingan dalam penelitian ini memberikan dukungan terbatas untuk
meningkatkan kualitas audit, yaitu dengan regulator. Meskipun perusahaan audit mengakui
beberapa manfaat (lihat Tabel 4), mereka tidak percaya bahwa ada perubahan nyata untuk
mengaudit hasil dan menyoroti potensi risiko peningkatan fokus pada proses daripada substansi
di bawah asas kekuatan hukum. AF2 menegaskan bahwa "patut dipertanyakan apakah telah ada
peningkatan nyata dalam kualitas audit. Tidak ada perubahan dalam hasil audit; terutama
perubahan dalam aturan tambahan dalam kaitannya dengan proses ".
AF4 setuju bahwa "proses audit yang mendasari / kualitas audit tetap dasarnya sama; Namun
sebagian besar waktu dihabiskan untuk dokumentasi yang tidak selalu meningkatkan kualitas
audit. Peningkatan fokus pada dokumentasi untuk memastikan kepatuhan hukum dengan bentuk
menjalankan risiko proses mengambil alih dari substansi dan tidak mengidentifikasi isu-isu /
risiko signifikan yang membutuhkan penilaian. "
Namun, ada kesepakatan bahwa ASAs sebagai hukum tetap memaksa profesi untuk
memfokuskan kembali dan meningkatkan konsistensi dan pelaksanaan proses. Menurut PB3 ada
beberapa manfaat "konsistensi yang lebih besar dan pengalihan keterampilan di auditor dan
akibatnya kurang biaya / dampak untuk klien ketika mengubah auditor".
PB1 juga komentar bahwa manfaat dari rezim baru adalah bahwa "audit dipandang sebagai
keterampilan teknis canggih spesialis" dan "jika Anda akan mengaudit, Anda harus serius tentang
hal itu". Meskipun tanggapan pemangku kepentingan memberikan dukungan terbatas untuk
peningkatan kualitas audit, tampaknya tidak menyebutkan adanya peningkatan kepercayaan
publik (lihat pembahasan tambahan dampak pada persepsi publik).
TABEL 4 RINGKASAN PERSEPSI DARI MANFAAT UTAMA
21

KANTOR AKUNTAN
Disiplin,
focus
kembali pada profesi
Peningkatan
dokumentasi
memberikan
konsistensi
proses
pelaksanaan audit
Penyesuaian secara
menyeluruh
(compatibilitas
global)

BADAN PROFESIONAL
Pada waktunya kami
akan
mendapatkan
keuntungan, tapi saat ini
belum
Adanya
pengakuan
secara
internasional
bahwa
audit
adalah
spesialisasi ketrampilan
teknis lanjutan
Pulihnya
kepercayaan
pasar modal
Proses audit yang lebih
teliti
mengarah
ke
peningkatan
kualitas
audit secara umum
Adanya hubungan yang
lebih jelas antara non
kepatuhan
dan
konsekuensi
Independensi
dalam
standar yang diatur dari
badan
professional
memberikan
persepsi
yang positif
Kemampuan mentransfer
ketrampilan
sesama
auditor

BADAN REGULASI
Peningkatan kualitas
audit
Mempromosikan
kepercayaan
pasar
modal

Kesimpulannya, tanggapan pemangku kepentingan gagal untuk mendukung manfaat yang


diharapkan oleh pemerintah . Hasil ini sejalan dengan 'Teori Peraturan Politik Ekonomi ' (Joskow
dan Noll 1981) yang menurutnya 'kepentingan umum' dan penerimaan regulasi tergantung pada
kepercayaan masyarakat, maka perlu ada upaya berpendidikan atas nama regulator untuk
mendapatkan penerimaan (Gerboth 1973, Solomons 1978). "Self-regulasi Teori '(Kinney 2005)
dan' Teori institusionalis '(Baker et al 2006) menunjukkan bahwa untuk pergeseran dalam
peraturan dari' self-regulation 'ke' mandat 'regulasi yang akan diterima, perlu ada pemahaman
penuh tentang tujuan dari perubahan pendekatan regulasi.
Pandangan ini juga didukung oleh CPA Australia (2006: 6) survei yaitu bahwa "dampak pada
kepercayaan akan tergantung pada bagaimana standar baru dikomunikasikan kepada publik,
pasar modal dan investor". Hal ini disuarakan oleh komentar AF3 bahwa: "review eksternal
profesi dan hukum ASAs yang dilaksanakan harus membuat lebih percaya diri dalam kerangka

22

pelaporan keuangan. Namun, untuk ini harus mencapai keseimbangan pemberitaan media
tentang dampak dari proses yang diperlukan ".
PB1 sama menunjukkan bahwa: "badan-badan profesional perlu berbuat lebih banyak untuk
meningkatkan kesadaran akan nilai audit 'layanan yang benar-benar berharga yang sebagian
besar tak terlihat". Pernyataan PB2 bahwa "regulator dan pembuat standar perlu meningkatkan
komunikasi manfaat dari rezim baru kepada masyarakat", lebih mendukung sentimen ini.
Penelitian Pertanyaan 4 (RQ4) mencoba untuk menentukan biaya yang berkaitan dengan
peraturan audit yang baru. RIS (April 2006) memang memberikan prediksi pra-pelaksanaan awal
bahwa perusahaan audit mungkin harus merevisi program tetapi ini tidak akan lebih signifikan
daripada pembaruan normal dan akibatnya biaya kepatuhan akan minimal.
Demikian menurut 'Teori Kepentingan Umum' pemerintah diasumsikan untuk campur tangan
dengan biaya minimal dan beban usaha (Brown dan Tarca 2001, Uche 2001, Hantke-Domas
2003).
Tanggapan dalam penelitian ini menunjukkan perbedaan pendapat antara kelompok pemangku
kepentingan. Menurut regulator setelah tahun awal audit biaya kepatuhan masih minim.
Sebaliknya badan profesional dan perusahaan akuntansi mencatat bahwa ada biaya depan
substansial lanjut dari pelatihan, pemetaan metodologi untuk persyaratan surat hitam di asas serta
terus meningkatnya biaya dokumentasi, staf dukungan teknis, dan kepatuhan dalam hal
pemeriksaan ASIC eksternal Proses (lihat Tabel 5). Sejumlah akuntansi responden perusahaan
mencatat bahwa fokus pada kepatuhan telah membuat pemeriksaan kurang diinginkan sebagai
profesi, berdampak menambah ingatan buruk bagi staf tentang profesi auditor.

TABEL 5 RINGKASAN HASIL PELAKSANAAN BIAYA UTAMA


KANTOR AKUNTAN

BADAN PROFESIONAL

23

BADAN REGULASI

Mereview
metodologi
biaya
implementasi sekali
pakai
Peningkatan
signifikan
dalam
sumber daya teknis
Ulasan
biaya
inspeksi ASIC

Ekstra hati-hati dalam


hal
peningkatan
dokumentasi
dibawah
rezim ASIC baru
Adanya
kekhawatiran
bahwa kekuatan hukum
menjadi penghalang bagi
auditor muda untuk
menjadi partner/mitra
Kemungkinan mengarah
pada
class
action
(mengusulkan perubahan
undang2 atas kebutuhan
masyarakat, rakyat vs
pemerintah)

Tidak ada peningkatan


biaya yang signifikan
jika memenuhi ASAs
sebelum legalisasi
Perusahaan
yang
menggunakan
peraturan
ASAs
mempunyai
kesempatan
memulihkan
biaya
audit
yang
sudah
diperhitungkan
saat
ASAs pra-disahkan
Beberapa biaya awal
metodologi
untuk
pemetaan ASAs
Peningkatan
biaya
dokumentasi
tidak
disebabkan
karena
adanya standar hukum

5.1. ADDITIONAL DISCUSSION AND ANALYSIS


Meskipun konsensus keseluruhan oleh para pemangku kepentingan mengenai motivasi untuk
intervensi peraturan pemerintah seperti umumnya berada di "kepentingan umum" responden juga
mempertanyakan apakah pendekatan pemerintah memperkenalkan ASAs sebagai kekuatan
hukum dapat dibenarkan.
TABEL 6 RINGKASAN DAYAGUNA PELAKSANAAN STANDAR KEKUATAN
HUKUM
KANTOR AKUNTAN

Pemerintah
perlu
melakukan sesuatu
untuk memperluas
lingkup dan kualitas
audit , dimana
peraturan
hukum
ASAs
mungkin
tidak
dapat
menjangkaunya
Duplikasi
biaya
dalam
hal
pemantauan/pemeri

BADAN PROFESIONAL

BADAN REGULASI

Jika dibenarkan untuk


dilaksanakan,
yaitu
mendorong pasar untuk
menanggapi
pasar
permintaan dirubah ke
pengaturan standar
Membuat orang lebih
memahami audit sebagai
profesi, standar audit,
kerangka kelas dunia dan
konsekuensi
ketidakpatuhan
24

Peningkatan kualitas
audit
Memetakan
posisi
global Australia dalam
hal kerangka peraturan
dan akses ke pasar
modal

ksaan.

Bagian dari memastikan


akses Australia ke pasar
modal

Pandangan keseluruhan perusahaan akuntansi diwakili oleh komentar AF5 bahwa, "pemerintah
bereaksi berlebihan dan tidak yakin apakah jalan ASAs sebagai hukum dibenarkan". Ini juga
mencerminkan 'Big 4' dalam respon mereka terhadap RIS (April 2006) dan 'keprihatinan dengan
konsekuensi yang tidak diinginkan' mereka pengenalan Asas kekuatan hukum.
Berbeda dengan perusahaan akuntansi, tanggapan badan pengawas 'menegaskan pembenaran
pemerintah dari ASAs sebagai kekuatan hukum dan sejalan dengan sikap awal mereka yang
digariskan dalam RIS (April 2006): "pendekatan akan meningkatkan kualitas audit,
meningkatkan kepercayaan pasar modal dan akan posisi Australia global ".
Badan-badan profesional, di sisi lain, tetap harus yakin baik cara seperti yang digambarkan oleh
pernyataan PB1 itu; "Mungkin dibenarkan mengingat itu adalah pasar didorong dan respon
terhadap permintaan pasar untuk perubahan ke pengaturan standar". PB1 juga menyatakan
bahwa "ide adalah bahwa Australia akan memiliki kerangka pelaporan kelas dunia, berharap
bahwa semua inisiatif telah berpengaruh, namun mereka tidak akan terjadi dalam semalam".
Demikian pula, PB2 menunjukkan bahwa mereka "akan menunggu dan melihat apakah
pemerintah dibenarkan dalam pendekatannya".
Kesimpulannya, kelompok pemangku kepentingan berbeda dalam pandangan mereka apakah
respon pemerintah dalam membuat ASAs sebagai hukum tetap dibenarkan sebagai pilihan
regulasi yang tepat.
Perusahaan akuntansi (lihat Tabel 7) juga menunjukkan bahwa salah satu dampak dari biaya
audit meningkat telah beberapa ketegangan dalam hubungan auditor / klien; "Klien telah bergulat
dengan IFRS kepatuhan / biaya dan setiap kenaikan biaya audit berdasarkan perubahan lingkup
atas ASAs sebagai hukum baru sulit untuk menjelaskan" (AF3). Kenaikan 10-30% dalam biaya
audit yang disarankan oleh sejumlah perusahaan pada kenyataannya belum diperoleh kembali
pada banyak keterlibatan.Namun, regulator dan badan-badan profesional menunjukkan bahwa
perusahaan-perusahaan yang menyalahkan kenaikan biaya standar kekuatan hukum padahal ini
adalah biaya ASAs sebagai hukum baru dan harus dibangun ke audit beberapa waktu lalu.
Pandangan ini diilustrasikan oleh RB1 yang tidak "tidak berpikir ada banyak biaya dalam rezim
baru; kenaikan biaya tidak disebabkan standar hukum, biaya ini risiko dan pengendalian internal,
dokumentasi seharusnya sudah diperhitungkan bawah direvisi asas pra-disahkan ". Demikian
pula, PB1 menyatakan "praktisi ingin menyalahkan biaya audit bertambah kekuatan standar audit
hukum, walaupun pada kenyataannya seharusnya sosialisasi yang biaya ketika standar risiko

25

audit keluar, sekarang di bawah rezim baru Anda harus mematuhi, orang bereaksi berlebihan
untuk memastikan mereka mendokumentasikan segala sesuatu ".
TABEL 7 Ringkasan Dampak terhadap Hubungan Audit / Client oleh Individu Kantor
Akuntan
AF1

AF2

AF3

AF4

AF5

Hubunga
Peningk
Ketegangan
Sulit
Biaya
n yang
atan
meningkat
meyakink
Langsun
lebih
biaya
krn harus
an klien
g
formal/do
10-30%
menjelaskan
adanya
meningk
kumentas
sulit
peningkatan
peningkat
at ratai
diterima
biaya karena
an biaya
rata 15%
hubungan
oleh
lingkup
dengan
Komuni
dan
klien
ASAs
tidak
kasi
pertemua
sebagai
adanya
dengan
n klien
hukum baru,
perubahan
klien
sulit
diterima
dalam
Biaya
meningk
klien
hasil audit
audit
at

Klien
masih

Perusahaa
meningka
seiring
t karena
bergulat
n belum
bertamb
IFRS/pas
dengan IFRS
mampu
ahnya
okan
tentang
memulihk
jumlah
pendek
pemenuhan
an biaya
isu
auditor
biaya
pemenuha
Peningk
n
Biaya
atan
Beberapa
asuransi
profil
meningka
persyarata
dengan
t dan
n wajib
beberapa
lain-lain
dianggap
klien
daripada
sepele dan
sah
menggang
dilaksana
gu oleh
kan
klien
Perusahaan akuntansi muncul untuk membedakan antara biaya ASAs baru dan keberlakuan
hukum ASAs, tapi mereka jelas memberlakukan beberapa biaya tambahan untuk rezim baru;
"Biaya mengenai kerangka kerja untuk memastikan kepatuhan terus-menerus" (AF3),
"Peningkatan biaya (10-30%) karena dokumentasi" (AF2) dan "Peningkatan dokumentasi dan
kepatuhan telah menempatkan tekanan untuk bekerja dengan jam kerja tambahan" (AF5).
Kenaikan biaya lainnya khusus untuk rezim baru (lihat hasil RQ4 diskusi) berhubungan dengan
hilangnya fleksibilitas dan penilaian dan kinerja wajib prosedur yang akan dianggap tidak perlu
atau nilai terbatas. AF5 menyiratkan bahwa ada "ketegangan antara menggunakan penilaian audit
dan memenuhi persyaratan surat hitam (proses vs tujuan). Fleksibilitas kurang untuk perubahan
26

keadaan sebagai kebutuhan untuk memenuhi persyaratan wajib bahkan ketika risiko diabaikan.
"Hasil penelitian ini mendukung (2006) prediksi Buffini bahwa biaya audit akan meningkat
sebagai akibat dari CLERP 9 reformasi dan Andrews (2006) hipotesis bahwa perusahaan kecil
akan memilih keluar dari komentar dukungan kuat pasar audit pada biaya tambahan dari rezim
baru.
Isu lain yang signifikan dari rezim baru berkaitan dengan pemantauan ASIC kepatuhan dengan
standar kekuatan hukum dan hukuman untuk non-kepatuhan. Secara keseluruhan, tanggapan
menyarankan ketidakpastian kemungkinan konsekuensi dari ketidakpatuhan dalam hal hukuman,
tetapi kesepakatan itu aspek kerangka peraturan baru sangat signifikan.
PB3 menyimpulkan, "belum melihat apakah undang-undang ini memiliki 'Gigi' sebelum
memiliki reputasi ". Namun, semua perusahaan tampaknya mengambil ini dengan serius dengan
menerapkan kontrol untuk memastikan kepatuhan untuk mengelola perusahaan dan individu
(partner) eksposur risiko.
Jika alasan penting untuk pengenalan standar dilaksanakan adalah untuk meningkatkan
kepercayaan masyarakat maka dirasa menarik untuk mengeksplorasi stakeholder pandangan
mengenai persepsi masyarakat terhadap standar hukum tetap. Ringkasan dari semua tanggapan
individu dalam Tabel 8 menggambarkan konsensus bahwa telah 'tidak berdampak' pada persepsi
publik dan bahwa tujuan utama pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan
investor belum tercapai. Bahkan, beberapa responden menunjukkan bahwa telah merugikan
karena berpotensi meningkatkan harapan kesenjangan lebih jauh.

TABEL 8 RINGKASAN DAMPAK TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT


AF1

Tidak ada
perbedaan
dalam
persepsi
umum
perbedaan
harapan
berpotensi
sebagai
harapan
umum
sebagaima
na harapan
masy thd
kualitas

AF2

Tidak
berdamp
ak pada
investor
kecil
Investor
tertentu
mungkin
lebih
waspada

AF3

Investor
tertentu
juga
bermasalah
dengan
kenyataan
benar dan
adil dan
jaminannya
Berpotensi
meluasnya
harapan

27

AF4

Tidak ada
dampak
yang nyata
bagi masy
luas
Perbedaan
harapan
tidak
mungkin
dihindari

AF5

Tidak
ada
dampa
k yang
nyata
bagi
masy
luas
karena
umum
nya
tidak
memah
ami
obyek

audit yg
lbh baik

dan
proses
audit
BADAN PROFESIONAL DAN BADAN REGULASI

BP

Umum tidak tertarik


Investor umum yang kecil
tidak
akan
mengetahui
perbedaan
Masih
ada
kesenjangan
harapan

BR

Masyarakat
umum
tidak
membedakan
perusahaan audit besar dan kecil
Saya tidak berpikir, bahwa masyarakat umum
mengerti apa yang kami lakukan
Peningkatan kualitas audit, dianggap sebagai
dampak dari tatakelola perusahaan yang baik

6. KESIMPULAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang
dampak pengenalan peraturan audit yang CLERP 9, dan khususnya kekuatan baru standar audit
hukum, pada profesi audit dengan memeriksa dan memuji investigasi pra-pelaksanaan RIS
( April 2006) dengan data pasca-implementasi. Data yang dikumpulkan dan dilaporkan dalam
penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dampak pada stakeholder kunci
regulator dan audit profesi dan memberikan panduan yang berguna dalam kaitannya dengan
biaya, manfaat dan dampak operasional lainnya.
Singkatnya, temuan menunjukkan sejumlah perbedaan yang signifikan untuk apa yang telah
digambarkan responden sebagai pengalaman mereka setelah tahun pertama audit di bawah rezim
baru yang berkaitan dengan biaya dan manfaat. Data tersebut juga menggambarkan bahwa
dampak dan perspektif kelompok pemangku kepentingan yang berbeda tidak seragam. Sebagai
contoh, kelompok pemangku kepentingan mendukung gagasan kepentingan publik mengenai
motivasi di balik pengenalan pemerintah standar kekuatan hukum, namun penekanan untuk
mengaudit perusahaan publik yang diperdagangkan di pasar sekuritas AS.
.Akuntansi perusahaan dan badan-badan profesional menempatkan lebih menekankan pada
pemisahan pengaturan standar dari profesi sebagai respon terhadap runtuh perusahaan sementara
badan pengawas lebih menekankan pada peningkatan kepercayaan pasar modal. Selanjutnya,
berbeda dengan badan pengawas, profesi tidak menganggap bahwa beban tambahan Asas hukum
tetap telah meningkat kualitas audit atau kepercayaan publik. Menurut perusahaan, biaya yang
signifikan tambahan meningkat dokumentasi, pelatihan, monitoring dan review belum memenuhi
tujuan yang diinginkan pemerintah dari 'menegakkan kepentingan umum' sesuai dengan ISA dan
asas berkualitas tinggi (RIS April 2006).

28

Isu yang terkait dengan Sarbanes-Oxley Act (SOX) dari tahun 2002 dan Perusahaan Akuntan
Publik Dewan Pengawas (PCAOB) 4 di AS juga perlu diperhatikan dalam hal potensi untuk
meningkatkan biaya ke Big 4 dalam memenuhi standar PCAOB dan ulasan. Hal ini diakui bahwa
pengembangan metodologi audit latihan 'internasional'. Berdasarkan diskusi dengan orang-orang
yang diwawancarai, program terpisah untuk SOX mempengaruhi klien diminta untuk
diselesaikan. Namun, mengingat lingkungan AS, langkah audit tambahan mungkin telah
dimasukkan ke dalam metodologi audit yang standar 'internasional' selain yang benar-benar
dibutuhkan oleh ASAs Australia. Mengingat fakta bahwa Asas telah berlaku sejak tahun 2004
(kemudian dikenal sebagai AUSs), dengan satu-satunya perubahan yang nyata selanjutnya
menjadi keberlakuan hukum pada tahun 2006 maka kita harus mempertanyakan apa yang
perusahaan lakukan sebelum tahun 2006?
Kesimpulannya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini tidak memberikan dukungan yang
realitas ASAs sebagai hukum tetap mungkin berbeda untuk perusahaan audit menengah dan kuat
untuk pengenalan Pemerintah Australia sebagai standar kekuatan hukum sebagai respon yang
tepat untuk mencapai peningkatan kualitas audit. Namun, temuan dalam penelitian ini perlu tepat
ditempatkan dan dipahami dalam konteks kerangka waktu pelaksanaan yang relatif singkat rezim
baru. Dampak jangka panjang dapat mengubah dan ini tidak dapat dipastikan sampai beberapa
waktu ke depan setelah lebih audit telah selesai di bawah rezim saat ini. Juga kecil. Penelitian
tambahan menggunakan kertas kerja yang sebenarnya perusahaan akan membantu dalam
mengkonfirmasikan persepsi yang dilaporkan dalam penelitian saat ini.
Appendix A.
Komentar ringkasan Stakeholder Pra-implementasi tentang Dampak Legally diberlakukan
ASAs
STAKEHOLDERS

RINGKASAN RESPON

BADAN REGULASI

Jelas fokus kepentingan umum


Asas yang berkualitas tinggi
Sesuai dengan ISA
Wajib persyaratan dalam huruf tebal untuk
menunjukkan otoritas
'Harus' perubahan 'Shall'
biaya kepatuhan Sedikit untuk mengaudit
perusahaan
Kebanyakan komentar pada kata-kata
Paparan Konsep
Kejelasan kewajiban auditor
1

29

BADAN PROFESIONAL
Umumnya mendukung ASA sebagai
instrumen hukum
Peningkatan buletin teknis kepada anggota
Kejelasan penting untuk keberlakuan
hukum Perubahan dramatis dengan standar
tidak dalam kepentingan publik
Prihatin dengan dampak UKM dan audit
dari badan kecil
Kepedulian dengan non-kepatuhan dan
signifikan konsekuensi
Setuju dengan pemerintah menunggu dan
melihat pendekatan Kejelasan Proyek
AUASB harus memberikan pengaruh
dengan IAASB, daripada bergerak
arah yang berbeda dengan proses
penetapan standar
Penelitian lebih lanjut harus dilakukan
pada manfaat dari peningkatan
peraturan dalam tata kelola perusahaan
Standar ditulis sebagai profesi, bukan
sebagai instrument hUkum yang
dikodifikasi
1
PERUSAHAAN AUDITOR BIG 4
Menentang pelaporan tambahan dan
pelaporan administrasi
persyaratan dalam kaitannya dengan
kemandirian
Prihatin konsekuensi yang tidak diinginkan
dari asas hukum
Peningkatan dokumentasi audit
Prihatin interpretasi akhir oleh regulator
dan pengadilan
Asas hukum
dukungan keseluruhan pendekatan
Hukum
perubahan
hak
istimewa
profesional hukum
1
Tidak mengerti detail dari Asas baru
Peningkatan biaya kepatuhan
Peningkatan dokumentasi audit
Akan memerlukan pelatihan staf
Peningkatan waktu audit
1

PERUSAHAAN AUDITOR - SME

30

31