Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah di rubah visinya
dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan keluarga berkualitas
tahun 2015. Indonesia menghadapimasalah dengan jumlah kualitas sumber daya
manusia dengan kelahiran 5.000.000. untuk dapat mengangkat derajat kehidupan
bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga
berencana yang merupakan sisi masing2 mata uang. Bila gerakan kelurga berencana
tidak dilakukan bersama dengan pembangunan ekonomi di kawatirkan hasil
pembangunan tidak berarti
Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma
Kelurga Kecil Bahagia Sejahterah ( NKKBS ) yang berorientasi pada catur warga /
Zero Population Growth ( pertumbuhan seimbang)
Metode suntikan KB telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana
Nasional serta peminatnya semakin bertambah tinggi, minat pemakai suntika KB oleh
karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai
pasca persalinan.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada kasus Ny. V diatas dapat disimpulkan bahwa ibu tidak memiliki
kontraindikasi dalam penggunaaan alat kontrasepsi KB suntik yaitu ibu tidak
sedang hamil dan tidak memiliki riwayat atau tidak sedang mengidap penyakit
kanker payudara serta penyakit DM . Dengan usia ibu yang masih dalam usia
reproduksi, dan telah mempunyai satu anak serta TD ibu < 180/110 mmHg itu
artinya ibu dapat menggunakan KB suntik 3 bulanan
Suami ibu juga mendukung dalam penggunaaan KB suntik, sehingga tidak
ada kekhawatiran ibu dalam menggunakan alatkontrasepsi suntik. Ibu juga
meyakini bahwa KB suntik dapat menjarangkan kehamilan, itu artinya ibu
terlindungi alat kontrasepsi KB sehingga tidak akan mempunyai anak lagi karena
usia anak pertama masih cukup kecil yaitu 13 bulan.
B. Saran
Berdasarkan bahasan diatas kita sebagai bidan atau pemberi pelayanan KB
kepada ibu harus selalu memotivasi ibu agar ibu tidak terlambat dalam suntik
ulangnya.