Anda di halaman 1dari 2

Daftar Pertanyaan Wawancara

Peran Fungsi Bidan

BIDAN PELAKSANA
A. Tugas Mandiri
1. Menurut ibu selaku bidan, apakah definisi tugas mandiri seorang bidan
pelaksana ?
2. Sebenarnya apa tujuan utama dari tugas mandiri seorang bidan pelaksana
?
3. Bagaimana bentuk pelayanan mandiri bagi ibu hamil persalinan dan nifas
yang ibu lakukan?
4. Bagaimana wujud pelayanan yang diberikan untuk bayi baru lahir dan
balita?
5. Sebagai bentuk tugas mandiri dari seorang bidan pelaksana, bagaimana
pelayanan yang ibu berikan kepada anak remaja dan wanita pra nikah ?
6. Bagaimana wujud pelayanan kebidanan untuk kesehatan reproduksi
remaja maupun wanita pra pernikahan?
7. Apakah ibu juga melakukan kunjungan rumah untuk memberikan
asuhan ? Dan ketika klien ibu berada jauh dari jangkauan apa yang ibu
lakukan ?
8. Tindakan apa yang ibu lakukan apabila dari kunjungan pertama klien,
tetapi klien ibu diagnosa mengalami kehamilan patologis ?
9. Apa kelebihan dan kelemahan tugas mandiri ini menurut ibu ? Adakah
kesulitan ?
10. Bagaimana sistem pendokumentasian pelayanan yang ibu berikan ?
B. Tugas Kolaborasi/kerjasama
1. Menurut pendapat ibu, apa definisi kolaborasi dalam pelaksanaan
pelayanan bidan pelaksana ?
2. Siapa atau pihak mana sajakah yang ibu jadikan partner ibu dalam
pelayanan kolaborasi tersebut ?
3. Bagaimana ibu melaksanakan tugas kolaborasi tersebut ?
4. Langkah asuhan kebidanan apa saja yang ibu tempuh dalam melakukan
tugas kolaborasi tersebut agar tercapai pelayanan yang terbaik ?
5. Keadaan seperti apa yang memerlukan tindakan kolaborasi?
6. Apakah dalam memberikan pertolongan pertama pada kegawatan ibu
memerlukan kolaborasi? Mengapa ?
7. Adakah kesulitan dalam menjalankan tugas kolaborasi?
8. Bagaimana cara ibu membangun kolaborasi/kerjasama yang baik dengan
bidan lain?
9. Bagaimana mengenai tanggungjawab terhadap klien apabila tindakan
kolaborasi ini dilakukan ? Apakah ditanggung bersama (bersama nakes
atau instansi lain) atau tidak ?
C. Tugas Ketergantungan/merujuk

a. Definisi tugas ketergantungan atau merujuk menurut ibu itu seperti apa ?
b. Komponen apa yang harus ada saat ibu melakukan rujukan ? Adakah
alat/perlengkapan atau nakes lain yang disiapkan untuk mendampingi ?
c. Pasien atau klien seperti apa yang perlu di lakukan tindakan rujukan ?
d. Apakah dalam setiap tindakan ibu melibatkan keluarga? Jika iya
bagaimana bentuknya?
e. Bagaimana bentuk pendokumentasikannya?
f. Apa yang ibu lakukan ketika mendapat pasien yang perlu dirujuk tetapi
pasien tersebut tidak mau dirujuk?
g. Pertanyaan yang sama dengan sebelumnya, bagaimana mengenai
tanggungjawab terhadap klien apabila tindakan rujukan ini dilakukan ?
Apakah ditanggung bersama (bersama nakes atau instansi lain) atau
bagaimana ?