Anda di halaman 1dari 17

EFI

Electronic Fuel Injection

Presented By:
Puti Sapurahmi 2106100017
Sulinda Puspita Sari 2106100025

Departement of Mechanical
Engineering

TENTANG MESIN EFI


EFI adalah sistem karburator digital,
menggantikan sistem Karburator manual yang
banyak digunakan saat ini.
EFI sudah mulai diterapkan pada mesin sepeda
motor perlahan tapi pasti.
Pada EFI terdapat ECU yang bertugas
mengatur kondisi AFR ideal selalu tercapai,
meski kondisi sepeda motor berubah-ubah.
Dengan tercapainya AFR ideal, maka
pembakaran yang dihasilkan mesin dapat
sempurna. Yang berakibat kadar buang gas
beracun akan semakin berkurang atau tingkat
polusi rendah.
Dengan EFI tenaga yang dihasilkan engine pun
tetap optimum setiap saat.

TUJUAN PENGAPLIKASIAN
SISTEM EFI
Tujuannya adalah sebagai berikut :
meningkatkan efisiensi penggunaan bahan
bakar (fuel efficiency),
kinerja mesin lebih maksimal ( optimal engine
performance),
pengendalian/pengoperasian mesin lebih
mudah (easy handling),
memperpanjang umur/lifetime dan daya
tahan mesin (durability),
emisi gas buang lebih rendah (low emissions).

Komponen Utama EFI


ECU (Electrical Control Unit)
Fuel Pump
Pressure Regulator
Temperatur Sensor
Inlet Air Temperatur Sensor
Inlet Air Pressure Sensor
Crank Shaft Sensor
Camshaft Sensor
Throttle Sensor
Fuel Injector
Speed Sensor
Vehicle-Down Sensor

Komponen Utama EFI


ECU (Electrical Control Unit)
Pusat pengolah data kondisi penggunaan
mesin, mendapat masukkan/input dari sensor
sensor mengolahnya kemudian memberi
keluaran/output untuk saat dan jumlah
injeksi, saat pengapian.
Fuel Pump
Menghasilkan tekanan BBM yang siap diinjeksikan.
Pressure Regulator
Mengatur kondisi tekanan BBM selalu tetap (55~60psi).

Komponen Utama EFI


Temperatur Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu mesin, kondisi mesin
dingin membutuhkan BBM lebih banyak.
Inlet Air Temperatur Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi suhu udara yang akan
masuk ke mesin, udara dingin O2 lebih padat, membutuhkan
BBM lebih banyak.
Inlet Air Pressure Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi tekanan udara yang akan
masuk ke mesin, udara bertekanan (pada tipe sepedamotor
ini hulu saluran masuk ada diantara dua lampu depan) O2
lebih padat, membutuhkan BBM lebih banyak.
Atmospheric Pressure Sensor memberi masukan ke ECU
kondisi tekanan udara lingkungan sekitar sepedamotor, pada
dataran rendah (pantai) O2 lebih padat, membutuhkan BBM
lebih banyak.

Komponen Utama EFI


Crankshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan kecepatan putaran
mesin, putaran tinggi membutuhkan buka INJECTOR yang
lebih cepat.
Camshaft Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi langkah mesin, hanya
langkah hisap yang membutuhkan buka INJECTOR.
Throttle Sensor
Memberi masukan ke ECU posisi dan besarnya bukaan
aliran
udara, bukaan besar membutuhkan buka INJECTOR yang
lebih lama.

Komponen Utama EFI


Fuel Injector
Gerbang akhir dari BBM yang bertekanan, fungsi utama
menyemprotkan BBM ke dalam mesin, membuka dan
menutup berdasarkan perintah dari ECU.
Speed Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi kecepatan
sepedamotor,
memainkan gas di lampu merah dibanding kecepatan
90km/jam, buka INJECTOR berbeda.
Vehicle Down Sensor
Memberi masukan ke ECU kondisi sepedamotor, jika motor
Terjatuh dengan kondisi mesin hidup maka ECU akan
menghentikan kerja FUEL PUMP, IGNITION, INJECTOR,
untuk keamanan dan keselamatan.

Sensor-sensor pada ECU

Skema EFI

PRINSIP KERJA EFI

Jumlah aliran/massa udara yang masuk ke dalam


silinder melalui intake manifold diukur oleh sensor
aliran udara (air flow sensor), kemudian bahan
bakar dicampur dengan udara oleh fuel injector.
Fuel injector terletak di dalam intake manifold di
belakang intake valve. Injector ini berupa solenoid
elektrik yang dioperasikan oleh ECU. Kemudian
data data lain tentang kondisi mesin akan
informasikan ke ECU (Electronic Control Unit).
ECU menggunakan serangkaian sensor untuk
menentukan oksigen intake, outtake oksigen,
tekanan manifold, kecepatan, tegangan, suhu dan
posisi throttle untuk perhitungan yang akurat
jumlah bahan bakar yang dibutuhkan.

PRINSIP KERJA EFI

ECU akan memberi sinyal ke injector dengan mengubahubah injector ground circuit on dan off bergantian.
ECU akan mengatur lama pembukaan injektor, sehingga
bensin yang masuk ke dalam pipa saluran masuk
(intake manifold) melalui injektor telah terukur
jumlahnya. Bensin dan udara akan bercampur di dalam
intake manifold dan masuk ke dalam silinder pada saat
langkah pemasukan. Campuran ideal siap dibakar.
Idealnya untuk setiap 14,7 gram udara masuk
diinjeksikan 1 gram bensin dan disesuaikan dengan
kondisi panas mesin dan udara sekitar serta beban
kendaraan. Bensin dengan tekanan tertentu (2-4 kali
tekanan dalam sistem karburator) telah dibangun oleh
pompa bensin elektrik dalam sistem dan siap
diinjeksikan melalui injektor elektronik.

PERBEDAAN SISTEM EFI DAN


SISTEM KARBURATOR

SISTEM KARBURATOR (manual)

bensin dari tangki disalurkan ke ruang pelampung dalam


karburator melalui pompa bensin dan saringan bensin.
Selanjutnya bensin masuk ke mesin melalui lubang jet
dalam ruang venturi (ruang untuk menambah kecepatan
aliran udara masuk ke mesin). Sehingga jumlah bensin
yang masuk tergantung pada kecepatan aliran udara
yang masuk dan besar lubang jet. Karburator tidak bisa
mendapatkan jumlah bahan bakar yang masuk
berdasarkan kadar O2 yang ada di udara saat itu.
Sehingga campuran bahan bakar yang terjadi tidak lagi
ideal.
Bahan Bakar dihisap oleh mesin
Sistem pengapiannya terpisah.

PERBEDAAN SISTEM EFI DAN


SISTEM KARBURATOR
SISTEM EFI (electric)

bensin diinjeksikan ke dalam mesin menggunakan injektor


dengan waktu penginjeksian yang dikontrol secara
elektronik. Injeksi bensin disesuaikan dengan jumlah
udara yang masuk (kandungan O2) dan putaran engine,
sehingga campuran ideal antara bensin dan udara akan
terpenuhi sesuai dengan kondisi beban dan putaran
mesin.
Bahan Bakar di injeksikan/disemprotkan ke dalam mesin.
Sistem pengapian menyatu.

KEUNGGULAN SISTEM EFI


DIBANDINGKAN SISTEM
KARBURATOR

Sistem

EFI lebih mampu mengendalikan kerugian


yang ditimbulkan karena perbandingan udara dan
bahan bakar tidak ideal yang menjadikan bensin
boros pada campuran yang terlalu banyak bensin.
Sistem EFI lebih mampu mengendalikan emisi gas
buang berlebihan dan tenaga tidak optimal yang
disebabkan karena pembakaran tidak sempurna.
Sistem EFI lebih mampu mengendalikan
kerusakan mesin pada jangka pendek maupun
jangka panjang yang lebih cepat terjadi serta
beban kerja mesin dan kondisi lingkungan (suhu
dan tekanan).
Sistem EFI bisa meningkatkan performa engine
dan lebih hemat bahan bakar.

Thanks for your attention

Best Regard
Puti & Linda