Anda di halaman 1dari 6

HEMOFILIA

Hemofilia terbagi menjadi dua yaitu hemofilia A dan hemofilia


B.Hemofilia A adanya defisiensi faktor VIII dan hemofilia B adanya defisiensi
faktor IX.Faktor VIII dan IX berperadalam jalur instrinsik pembekuan darah.
Klasifikasi Keparahan Hemofilia
1. Mild hemofilia
Level aktivitas faktor VIII atau IX 15-25% dari normal.
Perdarahan minimal
Perdarahan biasanya dihubungkan dengan pembedahan dan
riwayat pasien perdarahan pasca ekstraksi gigi.
2. Moderate hemofilia
Level aktivitas faktor VIII atau IX 1-5% dari normal
Perdarahan setelah adanya minor injury dan membutuhkan
perhatian dan penanganan segera.
3. Severe hemofilia
Level aktivitas faktor VIII atau IX 1% dari normal
Sering terjadi perdarahan dengan atau tanpa pemicu.
Perawatan Dental Pasien Hemofilia
1. Tahap preventif
Menekankan pemeliharaan kesehatan rongga mulut kepada pasien
sejak usia dini.Biasakan membersihkan mulut bayi setelah minum susu
baik itu susu botol atau pun Asi apalagi ketika gigi anak mulai erupsi
sangat penting untuk dilakukan pembersihan dengan menggunakan kain
kasa yang dicelupkan ke dalam air matang.Gunanya untuk mencegah
terjadinya karies, infeksi, inflamasi kronis karena kondisi ini bisa
menyebabkan mudah terjadinya perdarahan spontan.
Sebaiknya anak mulai dibiasakan ke dokter gigi untuk kontrol
kesehatan gigi geligi dan rongga mulutnya agar cepat dapat diatasi bila
telah terjadi kelainan pada gigi, infeksi rongga mulut, sebab pada jaringan
sehat tidak akan terjadi perdarahan spontan.Selain itu anak diajarkan untuk
menyikat gigi yang benar dan hati-hati , bersih serta biasakan makan

makanan yang berserat untuk menghindari lengketnya sisa makanan pada


gigi geligi dan jaringan penyangga.
2. Tahap kuratif
Pada pasien seperti hemofilia yang memiliki gangguan perdarahan
sebaiknya dilakukan tindakan dental secara konservatif dan tindakan
bedah sebaiknya dihindari karena risiko perdarahan selama bedah dan post
bedah lebih besar dibanding hanya dilakukan perawatan konservatif
karena tidak menimbulkan trauman dan jika ada hanya trauma
kecil.Namun, jika diperlukan tindakan bedah sebaiknya dikoordinasikan
dengan hematologist dan tindakan perawatan harus dilakukan di rumah
sakit.
Prosedur
a. Konsultasikan ke hematologist untuk mengetahui tipe hemofilia,
kadar defisiensinya dan faktor-faktor penghambat pembekuan
darah lainnya.Beri tahu hematologist mengenai tindakan dental
yang akan dilakukan dan diberikan kepada pasien serta mohon
persetujuan hematologist untuk dilakukan tindakan dental tersebut.
b. Tindakan setelah mendapat persetujuan
Berikan premedikasi antibiotik untuk menghindari infeksi
pasca bedah.
Trauma dilakukan seminimal mungkin untuk menghindari
terjadinya perdarahan.
Apabila perluka dilakukan penjahitan, maka dilakukan
complete suturing dengan benang yang bisa diabsrobsi oleh
tubuh karena penggunaan benang absorsable lebih minimal
menimbulkan inflamasi pada daerah luka pasca bedah pada
tindakan dental.
Menggunakan topikal hemostatik seperti oxidized cellulosa
atau purivied bovine colagen diletakkan di atas luka atau ke
dalam bekas luka pencabutan gigi.
Dapat juga menggunakan bahan antifibrinolitik seperti
Epsion Amino Acid (EACA) dan diberikan secara oral atau
intravena.Ada

juga

antifibrinolitik

yang

lain

yaitu,

Tranexamic Acid yang lebih poten dari EACA karena dapat


mencegah

perdarahan

yang

berlebihan

setelah

pencabutan.Pemberian dalam bentuk obat kumur atau


secara sistemik Tranexamic Acid beberapa hari setelah
tindakan dapat juga diberikan.Bisa juga dengan pemberian
Fibrine Glue.
Pack periodontal dapat digunakan setelah perdarahan
terkontrol.
3. Perawatan setelah tindakan
Hal ini perlu dilakukan karena biasanya dapat terjadi perdarahan
akibat lepasnya blood clot dalam 3-4 hari setelah tindakan bedah.Prsessure
Hemostatis dapat diberikan bila tersedia faktor pembekuan yang adekuat
untuk mencegah perdarahan subkutan.Kebersihan mulut pasien harus
ditingkatkan dan dilakukan kontrol untuk gigi geligi dan jaringan
penyangganya.
4. Tahap rehabilitatif
Perlu dilakukan untuk mengembalikan fungsi alat pencernaan
dalam hal ini adalah fungsi gigi geligi.Apabila diperlukan suatu protesa
maka harus dibuatkan protesa yang telah memenuhi syarat seperti tidak
mengiritasi jaringan, tidak traumatik, dan udah dibersihkan serta tidak
menimbulkan terjadinya luka atau infeksi.Pada pasien yang memerlukan
perawatan perawatan pembetulan susunan giginya dapat pula dilakukan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor trauma dan infeksi.
ANTIFIBRINOLITIK
1. Epsilon Aminocaproic Acid peroral (Amicar) dan obat kumur
Dosis pertama 5 gr ( 10 tablet) secara oral 1 jam setelah operasi diikuti 2
gr ( 4 tablet ) setiap 6 jam sampai perdarahan berhenti.Biasanya diminum
5-7 hari.Dosis maksimal dalam sehari adalah 30 gr/hari.
2. Amicar Syrup
Dosis 250 mg/ml atau 1,25 gr/5 ml.
5-10 ml (5-7 hari) dimulai 6 jam sebelum operasi.Jika dibutuhkan bisa
digunakan amicar obat kumur selama 2 menit dapat menurunkan
perdarahan reccurent dan amicar syrup dapat mencegah rusaknya bekuan
darah oleh enzim saliva.

3. Tranexamic Acid
500 mg/tablet secara oral 2-8 hari dimulai 1 hari sebelum operasi.
LOKAL HEMOSTATIK AGENT
1. Gel Foam
Gel Foam dapat menstimulasi pelepasan thromboplastin dan
pembentukan trombin.
2. Thrombostat
Thrombostat bekerja secara baik mengubah atau mengkonversi
fibrinogen menjadi fibrin yang berperan dalam pembekuan darah pada
pasien perdarahan yang severe atau parah.
3. Fibrin Glues
Fibrin glues mengandung fibrinogen dan trombin dan hemostatis
terjadi dengan cepat ketika menggunakan fibrin glues pada bagian lukan
bedah perdarahan.
4. Surgicel
Surgicel dapat menekan perdarahan dan bekerja ketika semua
penggunaan lokal hemostat gagal bereaksi menghentikan perdarahan.
5. Amicar / cyklokapron Moutwash
Amicar ini dapat mencegah konversi atau perubahan plasminogen
menjadi plasmin.
TROMBOSITOPENIA
Normalnya jumlah platelet adalah 150.000 400.000/ mm3 sedangkan
pada pasien trombositopenia jumlah plateletnya kurang dari 150.000/ mm3 dan
perdarahan spontan terjadi jika jumlah platelet kurang dari 20.000/ mm3.
Penyebab Trombositopenia
1. Obat, contohnya : heparin,Chemoterapeutic Agent, dan alkohol.
2. Leukimia, limpoma, tumor sumsum tulang.
3. HIV, mumps, rubella, infeksi parvovirus.
4. Pengurangan jumlah platelet akibat adanya penyakit liver akut atau pun
kronis

yang

50%

penderitanya

mengalami

penurunan

jumlah

platelet.Adanya pembesaran limpa.


5. Autoimun perusak platelet oleh IgG antibodi yang menyebabkan idiopatik
trombositopenia pupura ( ITP ) yang paling sering terjadi pada anak-anak
dan dewasa muda.
Gejala Klinis Trombositopenia

Adanya memar, petechiae yaitu berupa lesi hemoragik yang datar atau flat
dapat terjadi secara berkelompok atau cluster dan dapat ditemukan pada mukosa
oral dan kulit ekstremitas.
Perawatan Dental Pasien Trombositopenia
Pasien trombositopenia kecuali ITP dapat diobati dengan ;
1. Transfusi platelet rich plasma ( PRP) atau platelet rich concentrate
( PRC ).Transfusi platelet jika dibutuhkan diberikan 20 menit sebelum
prosedure bedah dental.Transfusi platelet dapat meningkatkan jumlah
platelet sampai 10.000/ul.
2. Desmopressin/ stimate/ DDAVP.DDAVP dapat meningkatkan level faktor
von Willebrands dalam darah dan menstimulasi pelepasan platelet.
Waspada perawatan dental pada pasien dengan jumlah platelet kurang dari
50.000/ mm3 merupakan kontraindikasi perawatan dental rutin.Jumah platelet
kurang dari 20.000/ mm3 bisa menyebabkan perdarahan spontan.Perawatan bedah
atau bedah periodontal bisa dilakukan jika jumlah platelet lebih dari 75.000/ mm 3
dan prosedur bedah dental mayor sebaiknya dilakukan di ruang operasi atau
rumah sakit di bawah anastesi lokal dengan jumlah platelet lebih dari 100.000/
mm3.
DISFUNGSI PLATELET
Disfungsi paltelet artinya kurang mampunya platelet untuk melakukan
agregasi dalam hal pembentukan bekuan darah.Pasien yang menderita disfungsi
platelet sering dikaitkan dengan pengkonsumsian obat-obatan seperti NSAIDs,
aspirin,

dipyridamole

(persantin),

clopidogrel

(plavix),

dan

ticlopidine

(ticlid).Obat-obat ini biasanya dikonsumsi pada pasien transient ischemic attack


(TIA), stroke atau CVA,infark miokard, dan angina. Normalnya bleeding time 2,48 menit.
Pada pasien yang mengkonsumsi obat antiplatelet:
1. Prosedur minor seperti restorasi amalgam, komposit, scalling root
planning (SRP) dapat dilakukan tanpa menghentikan konsumsi obat.
2. Selalu konsult ke dokter yang menangani penyakit perdarahan pasien
sebelum dokter gigi menghentikan obat antiplatelet sebelum prosedur
dental.Jika diizinkan oleh hematologist, semua obat kecuali NSAIDs

dihentikan 7 hari sebelum operasi dan dimulai minum lagi 1-2 hari post
operasi.NSAIDs dihentikan 24 jam sebelum operasi dan dimulai minum
lagi pada malam hari sejak perdarahan berhenti atau hari besoknya.
3. Kombinasi aspirin dan ibuprofen.Beberapa studi mengatakan ibuprofen

menunjukkan competitiv inhibition aksi antipletelet dari aspirin.Sebaiknya


ketika akan diberikan ibuprofen, aspirin diminum setelah bangun tidur dan
tunda intake ibuprofen 1-2 jam untuk mengoptimalkan efek apirin.