Anda di halaman 1dari 8

Katalis

Katalis merupakan suatu senyawa yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia tanpa
mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri dengan cara memberikan

jalur pilihan lain yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah bila dibanding
dengan energi aktivasi untuk reaksi tanpa katalis (Whyman, 1994). Katalis ikut
berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Adanya katalis
dapat mempengaruhi faktor-faktor kinetik suatu reaksi seperti laju reaksi, energi
aktivasi, sifat dasar keadaan transisi dan lain-lain (Augustine, 1996)

Katalis dapat dinilai baik-buruknya berdasarkan pada beberapa parameter sebagai


berikut:

Aktivitas, yaitu kemampuan katalis untuk mengkonversi reaktan menjadi produk


yang diinginkan.
Selektivitas, yaitu kemampuan katalis mempercepat suatu reaksi diantara
beberapa reaksi yang terjadi sehingga produk yang diinginkan dapat diperoleh
dengan produk sampingan seminimal mungkin.
Kestabilan, yaitu lamanya katalis memiliki aktivitas dan selektivitas seperti pada
keadaan semula.
Hasil (yield), yaitu jumlah produk tertentu yang terbentuk untuk setiap satuan
reaktan yang terkonsumsi.
Kemudahan diregenerasi, yaitu proses mengembalikan aktivitas dan selektivitas
katalis seperti semula.
Berdasarkan fasanya, bahan katalis dapat digolongkan menjadi katalis homogen dan
katalis heterogen. Katalis heterogen memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan
dengan katalis homogen, diantaranya adalah kemudahan untuk dapat dipisahkan dari
campuran reaksinya dan kestabilannya terhadap perlakuan suhu sehingga lebih ekonomis
(Handoko, 2003).

Katalis Heterogen
Katalis heterogen adalah katalis yang berada dalam fase berbeda dengan pereaksi
dalam reaksi yang dikatalisisnya. Komponen katalis heterogen meliputi sisi aktif,
pendukung (support), promotor dan inhibitor. Sisi aktif adalah komponen yang

dapat menyebabkan terjadinya proses katalitik. Tanpa sisi aktif, katalis tidak akan
mempunyai pengaruh apapun.
Mekanisme yang terjadi pada katalis heterogen, melibatkan proses adsorpsi dan desorpsi.
Sebelum digunakan katalis biasanya diaktivasi terlebih dahulu. Proses adsorpsi akan
membawa molekul reaktan pada sisi aktif dari katalis, yang akan merubah sifat dari
reaktan, dan membentuk intermediet tertentu, kemudian produk dilepaskan dari
permukaan melalui proses desorpsi (Whyman, 1994). Desorpsi molekul produk
dibutuhkan untuk mengembalikan sisi aktif pada katalis heterogen yaitu analog dengan
disosiasi kompleks dalam katalis homogen. Adsorpsi dapat merupakan fisisorpsi ketika
tidak terbentuk ikatan kimia yang baru, dapat pula merupakan kemisorpsi ketika
terbentuk ikatan kimia permukaan adsorben-adsorbat. Temperatur rendah fisisorpsi pada

gas seperti nitrogen berguna untuk determinasi pada area total permukaan padatan,
dimana kemosorpsi digunakan untuk determinasi tingkat sisi reaktif.
Katalis heterogen perlu diaktivasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Proses aktivasi

katalis dalam beberapa hal lebih cenderung untuk melakukan desorpsi dalam
adsorpsi molekul seperti air dari permukaan. Namun dalam kasus lain lebih
cenderung untuk preparasi sisi aktif dengan reaksi kimia, seperti reduksi logam
oksida menghasilkan logam aktif. Mekanisme umum yang terjadi pada katalis
heterogen adalah proses adsorpsi dan proses desorpsi yang terjadi pada sisi aktif
katalis. Proses adsorpsi akan membawa molekul-molekul reaktan pada sisi aktif
katalis, membentuk intermediet dan pada akhirnya menghasilkan produk yang
kemudian dilepaskan ke permukaan katalis kembali (Atkins, 1994).
Katalis Pendukung
Katalis heterogen biasanya membutuhkan pendukung (support), karena
pendukung katalis memiliki kekuatan mekanik, tahan panas, mempunyai
kerapatan ruah yang optimal, dan kemampuan pelarutan fase aktif. Pendukung
juga meningkatkan luas permukaan, memiliki pori serta ukuran partikel yang
optimal, dan peningkatan fungsi kimiawi seperti perbaikan aktivitas. Pemilihan
pendukung didasarkan pada beberapa hal :
Keinertan
Sifat mekanik yang diinginkan, termasuk ketahanan terhadap kikisan, kekerasan
dan ketahanan terhadap tekanan.
Kestabilan pada kondisi reaksi dan regenerasi.
Luas permukaan, diutamakan yang memiliki luas permukaan besar agar semakin
banyak sisi aktif katalis yang terdistribusi.
Porositas, meliputi ukuran pori rata-rata dan distribusi ukuran pori
Sifat ekonomis bahan.
Padatan pendukung juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu untuk mendispersikan sisi
aktif, menstabilkan pendispersian serta memberikan kekuatan mekanik (Parego, 1997).

Diposkan 13th July 2011 oleh Riyan Nazarudin


http://riyanpunyakabar.blogspot.com/2011/07/katalis.html

Tuesday, May 1, 2012


KATALIS
Katalis pertama kali ditemukan oleh J.J. Berzelius pada
tahun 1836 sebagai komponen yang dapat meningkatkan laju
reaksi kimia. Katalis berfungsi menurunkan energi aktivasi
sehingga reaksi berjalan lebih cepat sehingga reaksi kimia dapat
mencapai kesetimbangan, tanpa terlibat di dalam reaksi secara
permanen.

Energi

aktivasi

adalah

energi

minimum

yang

dibutuhkan campuran reaksi untuk menghasilkan produkKatalis


berfungsi mempercepat reaksi dengan cara menurunkan energi
aktivasi, namun tidak mempengaruhi letak kesetimbangan.
Katalisator yang biasa digunakan adalah asam, basa dan
penukar ion.
Secara

umum

reaksi

kimia

yang

terjadi

dengan

menggunakan katalis adalah:


A + C --> AC*
AC* + B --> AB + AC

A + B + C --> AB + C
dimana senyawa A dan bereaksi dengan dengan katalis (C) dan
membentuk intermediet kemudian bereaksi kembali dengan
senyawa B sehingga membentuk senyawa AB.
Sifat-sifat dari reaksi katalitis yaitu sebagai berikut:
Pada reaksi katalitis, katalis akan menurunkan energi aktivasi.

Katalis yang sedikit akan mempercepat reaksi dari zat reaktan


dalam jumlah banyak.
Katalis tidak mengubah letak kesetimbangan untuk reaksi
reversibel.
Berdasarkan tingkat kepentinganya, komponen inti katalis
dapat dibedakan menjadi tiga bagian diataranya:
Selektifitas adalah kemampuan katalis untuk memberikan produk
reaksi yang diinginkan (dalam jumlah tinggi) dari sejumlah
produk yang mungkin dihasilkan.
Aktifitas adalah kemampuan katalis untuk mengubah bahan baku
menjadi produk yang diinginkan.
Stabilitas adalah sebuah katalis

untuk

menjaga

aktifitas,

produktifitas dan selektifitas dalam jangka waktu tertentu.


Secara umum katalis dapat dibedakan dalam beberapa
menjadi

bagian

yaitu

katalis

homogen,

heterogen

dan

biokatalisis (katalis enzim).


Katalis homogen
Katalis homogen merupakan katalis yang mempunyai fasa sama
dengan reaktan dan produk. Penggunaan katalis homogen ini
mempunyai kelemahan yaitu: mencemari lingkungan, dan tidak
dapat digunakan kembali. Selain itu katalis homogen juga
umumnya hanya digunakan pada skala laboratorium ataupun
industri bahan kimia tertentu, sulit dilakukan secara komersil,
oprasi pada fase cair dibatasi pada kondisi suhu dan tekanan,
sehingga peralatan lebih kompleks dan diperlukan pemisahan
antara produk dan katalis. Contoh dari katalis homogen yang
biasanya banyak digunakan dalam produksi biodiesel, seperti
basa (NaOH, KOH), asam (HCl, H2SO4).
Katalis heterogen

Katalis heterogen merupakan katalis yang fasanya tidak sama


dengan reaktan dan produk. Katalis heterogen secara umum
berbentuk padat dan banyak digunakan pada reaktan berwujud
cair atau gas. Contoh-contoh dari katalis heterogen adalah zeolit,
CaO, MgO, dan resin penukar ion. Mekanisme katalis heterogen
melalui lima langkah, yaitu:

Transport reaktan ke katalis


Interaksi reaktan-raktan dengan katalis (adsorpsi)
Reaksi dari spesi-spesi yang teradsorpsi menghasilkan prodduk-

produk reaksi
Deadsorpsi produk dari katalis
Transport produk menjauhi katalis
Keuntungan dari katalis heterogen adalah ramah lingkungan,
tidak bersifat korosif, mudah dipisahkan dari produk dengan cara
filtrasi, serta dapat digunakan berulangkali dalam jangka waktu
yang lama. Selain itu, katalis heterogen meningkatkan kemurnian
hasil karena reaksi samping dapat dieliminasi. Contoh-contoh
dari katalis heterogen adalah zeolit, CaO, MgO, dan resin penukar
ion.

Biokatalisis (katalis enzim)


Adalah katalis yang memiliki keunggulan sifat (aktivitas tinggi,
selektivitas dan spesifitas) sehingga dapat dapat membantu
prosesproses kimia kompleks pada kondisi lunak dan ramah
lingkungan. Kelemahannya antara lain sangat mahal, sering tidak
stabil, mudah terhambat, tidak dapat diperoleh kembali setelah
dipakai.

Salah

penggunaanya

satu
adalah

Biokatalis
Enzim

yang
lipase

telah

dilaporkan

(Triacylglycerol

Acllydrolases). Enzim lipase atau enzim pemecah lemak dipakai


dalam reaksi pembuatan biodiesel. Enzim itu dapat mengatalisis,

menghidrolisis, serta mensintesis bentuk ester dari gliserol dan


asam lemak rantai panjang seperti halnya minyak goreng dan
jelantah.
Pemilihan
dipertimbangkan
pemakaian.

katalis
untuk

Dalam

atau

pengembangan

mendapatkan

pengembanganya

katalis

efektivitas
katalis

cair

perlu
dalam
dapat

digantikan dengan katalis padat seperti asam padat seperti


zeolit, clay, dan lain-lain. Keuntungannya adalah dapat di
recovery, recicle, dan digantikan kembali. Selain itu, Zeolit juga
dapat digunakan sebagai katalis heterogen untuk pembuatan
biodiesel.
http://arhalmaturidi.blogspot.com/2012/05/katalis.html

Jumat, 22 Februari 2013


Katalis
a.

Pengertian Katalis
Definisi katalisator, pertama kali ditemukan oleh Ostwald, yaitu suatu substansi
yang mengubah laju suatu reaksi kimia tanpa mengubah besarnya energi yang
menyertai reaksi tersebut. Lebih lanjut, Ostwalt (1902) mendefinisikan katalisator
sebagai substansi yang mengubah laju suatu reaksi tanpa terdapat sebagai produk
akhir reaksi. Bell (1941), menjelaskan substansi yang dapat disebut sebagai
katalisator suatu reaksi adalah ketika sejumlah tertentu substansi ditambahkan
maka akan mengakibatkan laju reaksi bertambah dari laju pada keadaan

stoikiometri biasa. Semua definisi diatas memasukkan kategori katalisator sebagai


substansi yang menaikkan laju reaksi dan hal ini tidak mengganggu
keseimbangan.
Menurut Triyono (1994), penggolongan katalisator didasarkan pada fase-fasenya
yaitu homogen (dalam fase) dan heterogen (pada antar muka dari dua fase).
Umumnya katalis heterogen lebih disukai daripada homogen karena pemisahan
dan penggunaan kembali katalis setelah reaksi dengan katalis homogen sering
sulit dilakukan.
Pada katalis heterogen, variabel lebih terpusatkan pada sifat-sifat kimia
permukaan. Pertama-tama yang perlu ditentukan sebelum menentukan katalisator
yang akan dipakai dalam suatu reaksi adalah sifat-sifat reaktan, produk yang
terlibat dalam reaksi, dan sifat-sifat permukaan katalisator yang mencakup sifat
kimia dan fisikanya. Katalis heterogen yang sering digunakan dalam sebuah
reaksi berupa katalis logam-pengemban. Katalis logam-pengemban dapat berupa
monometal, bimetal dan sebagainya.

b. Katalis Bimetal
Suatu campuran logam biasanya berupa paduan logam atau senyawa interlogam
dari dua logam aktif katalitik atau salah satu diantaranya, dimana kedua
komponen berada dalam jumlah yang relatif besar.
Banyak hal yang ditunjukkan dalam penggunaan katalis campuran logam untuk
berbagai reaksi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa katalis campuran logam
dapat menunjukkan reaktivitas dan selektivitas yang lebih besar daripada apabila
logam tersebut digunakan secara sendiri-sendiri.
Kehadiran logam kedua dapat juga mempunyai pengaruh yang kuat pada
selektivitas reaksi. Sebagai contoh, penambahan tembaga (Cu) dalam katalis nikel
(Ni) yang digunakan dalam dehidrogenasi sikloheksana dan hidrogenolisis etana.
Diketahui bahwa penambahan sejumlah kecil tembaga (Cu) berpengaruh besar
pada hidrogenolisis tetapi mempunyai pengaruh yang kecil pada reaksi
dehidrogenasi. Pengaruh geometri dan elektronik merupakan pertimbangan
penting dalam katalis campuran logam. Kepentingan masing-masing faktor
dipengaruhi oleh sifat dan reaksi yang akan dikatalisis.

c.

Katalis Sistem Logam-Pengemban

Logam-logam golongan transisi sangat aktif untuk katalis, tetapi dalam keadaan
murni diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk mendapatkan perbandingan luas
permukaan dan volume yang besar. Cara yang mudah untuk mendapatkan katalis
yang mempunyai luas permukaan komponen aktif yang luas dan mudah dalam
pemakaian adalah dengan mendispersikan komponen aktif pada pengemban
(bahan yang mempunyai luas permukaan yang tinggi). Cara ini dapat
menghasilkan katalis dengan efisiensi yang tinggi, luas permukaan spesifik logam
maksimum, menaikkan stabilitas termal sehingga waktu hidup katalis menjadi
lebih lama, dan menghasilkan katalis yang mudah diregenerasi.
Pemilihan pengemban merupakan langkah awal yang sangat penting
dalam proses pembuatan katalis logam-pengemban. Pengemban akan menentukan
luas permukaan, porositas, stabilitas, aktifitas dan selektifitas katalis. Bahan
pengemban yang banyak digunakan pada industri adalah pengemban aktif,
misalnya alumina, silika alumina dan zeolit. Katalis logam-pengemban umumnya
disiapkan dengan memaksa logam bergabung dengan bahan pengemban. Bahan
pengemban kemudian dikeringkan, dikalsinasi, dioksidasi dan kemudian direduksi
sehingga diperoleh katalis logam-pengemban.
Ada beberapa macam metode preparasi untuk menempatkan komponen
aktif logam ke dalam pengemban. Moss mengelompokkan metode preparasi
menjadi 4 macam yaitu metode impregnasi, pertukaran ion, copresipitasi, dan
deposisi. Dua metode yang paling umum digunakan adalah impregnasi dan
pertukaran ion.
Prinsip impregnasi adalah memasukkan katalis logam secara paksa ke
dalam rongga-rongga pengemban. Impregnasi juga merupakan prosedur yang
umum untuk membuat katalis bimetal. Katalis bimetal dapat dibuat dengan
coimpregnasi yaitu kedua garam logam dimasukkan dalam waktu yang sama atau
dengan impregnasi terpisah yaitu garam logam pertama dimasukkan kemudian
diikuti garam logam ke-dua. Dalam coimpregnasi, letak dan sifat logam dalam
pengemban tergantung pada jenis garam prekursor yang digunakan dan
kecenderungan untuk membentuk paduan dua komponen.
Pertukaran ion atau disebut juga metode adsorpsi pada larutan yang pada
prinsipnya adalah menukarkan kation-kation yang terdapat pada situs-situs aktif
pada pengemban dengan katalis logam. Pertukaran ion dapat juga digunakan
untuk membuat katalis bimetal.
Diposkan oleh Tony Bani di 09.37
http://bloggregantonny.blogspot.com/2013/02/katalis_22.html