Anda di halaman 1dari 46

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia

dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun


MENARA DISTILASI 01
(MD 01)
PERHITUNGAN MENARA DISTILASI DENGAN SHORTCUT
Tugas

: Memisahkan cairan hasil bawah SD-02 sebanyak 1895,422


kg/jam menjadi hasil atas sebanyak 1011,58 kg/jam dan hasil

Jenis

bawah sebanyak 883,84 kg/jam.


: Menara sieve tray

Gambar 1. Menara Distilasi


Menara distilasi 1 (MD-01) dalam prarancangan pabrik formamid ini
bertugas untuk memisahkan produk dari reaktor (R-01) yang sebelumnya telah
dipisahkan menggunakan separator drum (SD-02).
Pada perancangan menara distilasi digunakan condenser total, dimana uap
yang masuk pada kondisi dew point akan dicairkan seluruhnya pada suhu tertentu.
Reboiler yang digunakan adalah reboiler parsial, dimana cairan yang masuk ke
reboiler tidak semuanya diuapkan.Uap hasil reboiler dimasukkan kembali ke
dalam menara dan cairan yang tidak diuapkan sebagai hasil bottom. Pada proses

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

206

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
ini diambil air sebagai light key component dan formamid sebagai heavy key
component.
Asumsi yang digunakan dalam perhitungan menara distilasi adalah :
1).
2).
3).
4).
5).
6).
7).

Fasa cair merupakan larutan ideal


Fasa uap merupakan gas ideal
Pada setiap plate terjadi kesetimbangan fase uap-cair
Tidak terjadi pertukaran panas dari atau kelingkungan
Penurunan tekanan di tiap plate sama
Aliran fasa uap dan cair equimolal
Panas pencampuran dan panas pengenceran diabaikan

Langkah-langkah yang dilakukan pada perancangan menara distilasi adalah


sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Menentukan kondisi operasi pada umpan, distilat, dan bottom.


Menentukan key component dan distribusi non-key component..
Menentukan Refluks Minimum dan Jumlah Plate Minimum.
Penentuan plate umpan.
Melakukan perhitungan dengan metode plate to plate, yaitu perhitungan
dilakukan pada setiap stage pada menara distilasi. Perhitungan dilakukan
dengan menyusun neraca massa total, neraca massa komponen, neraca
panas dan persamaan kesetimbangan pada setiap stage. Perhitungan
dimulai dari stage paling atas (sebelum masuk kondenser) sampai stage
paling bawah (reboiler), sampai diperoleh komposisi komponen sesuai

dengan spesifikasi hasil yang diinginkan.


6. Perhitungan beban reboiler dan condenser.
7. Perhitungan mechanical design menara distilasi. Perhitungan ini
menyangkut ukuran atau dimensi menara distilasi.
Kondisi operasi :
Feed plate
: T = 103,184 C
Top plate
: T = 135,321 C
Bottom plate : T = 241,379 C
Menara distilasi bekerja pada tekanan 1,8 2,2 atm.
Komposisi hasil distilat dan bottom yang diinginkan (mula-mula) adalah :
Komponen

Umpan
kg/jam

Distilate
kg/jam

Bottom
kg/jam

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

207

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Metil Formiat (HCOOCH3)

124.1945

124.19

879.42

Metanol (CH3OH)

651.7378

651.74

4.42

Air (H2O)

220.9596

216.54

0.00

898.53

19.11

0.00

1895.422

1011.58

883.84

Formamid (HCONH2)
TOTAL
A. Kondisi Umpan

Umpan masuk menara distilasi dalam keadaan cair jenuh sehingga


kondisi operasi pada keadaan ini dapat ditentukan melalui trial suhu hingga
yi = 1 dengan menggunakan persamaan kesetimbangan :
yi

Ki.

Xi

()
nilai Ki dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini :
Ki = Pi/PT
()
dengan :
yi =fraksi mol komponen di fase uap
xi = fraksi mol komponen di fase cair
Ki = konstanta kesetimbangan
PT = tekanan total,
Pi = tekanan uap komponen
Tekanan uap (Pi) masing masing komponen dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan Antoine berikut :

()
dengan :
Po = tekanan uap, mmHg

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

208

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
T = suhu cairan, K
Nilai konstanta A, B, C, D, dan E diperoleh dari Yaws (1999).
Didapat suhu umpan, Tumpan = 376,3342 K (= 103,1842 oC)
KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
TOTAL

kmol/jam
2.0682
20.3295
12.2648
19.9384
54.6009

xi
0.0379
0.3723
0.2246
0.3652
1.0000

Po, mmHg
6255.8402
2921.8591
850.0054
11.3884

Ki=Po/P
4.1157
1.9223
0.5592
0.0075

y=K.xi
0.1559
0.7157
0.1256
0.0027
1.0000

B. Kondisi Operasi Atas (Distilat)


Hasil distilat juga dalam keadaan jenuhnya, sehingga suhu keluaran
atas MD 01 di-trial hingga xi =1 dengan menggunakan persamaan
kesetimbangan (1), dengan PT

= 1,8 atm. Dari perhitungan, kondisi

kesetimbangan di bawah didapatkan suhu (T) pada dew point = 387,2495 K


( 114,0995 oC).
KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
TOTAL

kmol/jam
2.0674
20.2930
12.0195
0.1994
34.5793

yi
0.0598
0.5869
0.3476
0.0058
1.0000

Po, mmHg
7988.8696
4049.7630
1229.9921
19.4886

Ki=Po/P
5.8398
2.9604
0.8991
0.0142

x=K.yi
0.0102
0.1982
0.3866
0.4047
0.9998

C. Kondisi Operasi Bawah (Bottom)


Kondisi pada bottom berupa cair jenuh (bubble point), sehingga
dilakukan trial suhu hingga yi = 1 dengan menggunakan persamaan
kesetimbangan (1), dengan PT = 2,2 atm. Dari perhitungan, didapatkan suhu
(T) pada bubble point = 514,5796 K (=241,4296 oC).
KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
TOTAL

kmol/jam
0.0008
0.0365
0.2453
19.7390
20.0216

xi
4E-05
0.0018
0.0123
0.9859
1,0000

Po, mmHg
62435.7172
62917.7591
25709.6872
1257.4821

Ki=Po/P
37.3419
37.6302
15.3766
0.7521

y=K.xi
0.0015
0.0685
0.1884
0.7415
0.9999

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

209

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

D. Penentuan Key Component


Pemilihan key component didasarkan pada zat yang kita ingin
pisahkan dan volatilitas relatifnya. Volatilitas relatif, , tiap komponen
dihitung dengan persamaan :

P0,i
P0, HK

()
dengan subskrip HK mengacu pada heavy key.
Volatilitas rata rata dihittung dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:

avg 4 d 2f b

()
dengan,
avg

: volatilitas rata rata

: volatilitas di distilat

: volatilitas di umpan (feed)

: volatilitas di bottom

sehingga diperoleh dapat volatilitas sebagai berikut:

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

210

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Komponen
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2

,f
70.3261
61.6664
24.0472
1.0000

,d
409.9261
207.8021
63.1135
1,0000

,b
49.6514
50.0347
20.4454
1,0000

avg
100.1653
79.2966
29.3908
1,0000

Dalam perancangan MD-01 ini key component yang dipilih adalah


sebagai berikut:
Light key component

= Air

Heavy key component

= Formamid

E. Menentukan Refluks Minimum dan Jumlah Plate Minimum


Besarnya refluks minimum dapat dihitung dengan persamaan Fenske :
i . X iD
R min 1
i

()

sedangkan nilai dapat ditentukan dengan persamaan :


i .Z iF
1 q
i

()

dengan :
Rmin

= refluks minimum

= rasio panas untuk menguapkan umpanterhadap panas


laten penguapan umpan

XD = fraksi mol fase cair di distilat


ZF

= fraksi mol fase cair di umpan

Apabila umpan menara distilasi pada keadaan cair jenuh dengan q = 1.


Dari hasil perhitungan diperoleh:
= 30.8050
Rmin = 0.6189
Sedangkan untuk jumlah plate minimum dapat dihitung dengan
persamaan Underwood:

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

211

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Nm

xLK x HK

xHK d x LK
log LK

log

()

Dengan,
Nm

= jumlah plate minimum

Sehingga,

F. Perhitungan distribusi non-Key component


Distribusi dari non-key component didapatkan dengan menggunakan
persamaan:

d

b nk

d

b

nk

lk lk

Nm

()
dengan d i bi f i
Distribusi komponen yang didapatkan adalah :

Komponen
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2

Umpan,
kmol/jam
2.0682
20.3295
12.2648
19.9384

xi
0.0379
0.3723
0.2246
0.3652

Distilat,

xiD

Bottom,

xiB

kmol/jam
2.0674
20.2930
12.0195
0.1994

0.0598
0.5869
0.3476
0.0058

kmol/jam
0.0008
0.0365
0.2453
19.7390

0,0000
0.0018
0.0123
0.9859

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

212

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
54.6009

Total

1,0000

34.5793

1,0000

20.0216

1,0000

G. Perhitungan Reflux dan Jumlah Stage Ideal


Hubungan antara jumlah plate minimum (Nm) dan reflux ratio
minimum (Rm) ditentukan dengan persamaan:

()
Untuk mencari jumlah plate actual (N) digunakan grafik 11.11 Coulson.

Sebelumnya dibutuhkan data berupa

dan

untuk dimasukkan

ke dalam grafik sehingga diperoleh nilai

Dari grafik 11.11 Coulson diperoleh:

sehingga, nilai N sebesar = 5,0375


H. Perhitungan Efisiensi
Efisiensi kesuluruhan dari menara distilasi dihitung menggunakan
persamaan O Connell (Coulson and Richardson, 1983).

Eo 51 32.5log( a a )

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

213

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

()
dengan:
E0
avg
avg

: efisiensi overall (%)


: viskositas pada suhu rata-rata (cp)
: volatilitas relatif light-key component pada suhu rata-rata

Data dan rumus untuk menentukan viskositas dari masing masing


komponen antara lain:
B
log A C.T D.T 2
T
KOMPONEN
A
HCOOCH3
-8,0637
CH3OH
-9,0562
H2O
-10,2158
HCONH2
-10,3646
T dalam K dan dalam mNs/m2

()
B
1,01103
1,25103
1,79103
1,97103

C
2,0910-2
2,2410-2
1,7710-2
1,8210-2

D
-2,3010-5
-2,3510-5
-1,2610-5
-1,2610-5

Suhu yang digunakan adalah suhu rata rata antara suhu distilat dan suhu
bottom:
Data relative volatility untuk masing masng komponen pada suhu
294,0271 K adalah sebagai berikut:
KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2

, mNs/m2
0.0839
0.1092
0.1490
0.4457

Diperoleh:
avg = 0.1970 cp
avg = 29.0644
E0 = 26.3729 %

()

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

214

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

I. Penentuan Letak Feed Plate


Penentuan letak plate umpan ditentukan menggunakan persamaan
Kirkbride (1994) sebagai berikut:
B x
Nr

f , HK

log

0
,
206
log

N
D
x

s
f , LK

xb , LK

x
d , HK

()
dengan :
Nr

= jumlah plate di atas feed plate

Ns

= jumlah plate di bawah feed plate

Perhitungan dijabarkan sebagai berikut:

B = 20.0216
D = 34.5793
B/D = 0.5790
Xf,HK = 0.3652
Xf,LK = 0.2246
(Xf,HK/ Xf,LK) = 1.6257
Xb,LK = 0.0123
Xb,HK = 0.9859
(Xb,LK/Xb,HK)2 = 0.000154429

Sehingga,
Log(Nr/Ns) = -0.7905
Nr/Ns = 0.1620
Nr + Ns = 16
Nr = 2.2304
Ns = 13.7696
Maka stage umpan adalah stage ke-3 dari atas atau stage ke-14 dari bawah.
J. Beban Panas

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

215

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Beban panas untuk condenser dan reboiler dihitung berdasarkan neraca panas
pada masing-masing alat.
Neraca panas condenser:

Gambar 2. Skema Gambar Condenser

()

()
Kondisi di daerah condenser antara lain:
P = 1.8 atm
Tdew = 114.0995 oC = 387.2495 K
Tbubble = 40.3789 oC = 313.5289 K
Input (arus V1) ; T = Tdew = 387.2495 K

KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
Total

V1

H1,

(kmol/jam)
3.7308
36.6210
21.6905
0.3598
62.4021

(kJ/kmol)
23239.7964
32241.5316
39997.7749
52770.0702

V1.H1
(kJ/jam)
86702.8431
1180716.3132
867571.5044
18987.1979
2153977.8586

Output (arus Lo dan D) ; T = Tbubble = 313.5289 K

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

216

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
Total

Lo

ho = hD

(kmol/j) (kJ/kmol)
1.6634 18187.9700
16.3279 5808.1759
9.6710 1501.6364
0.1604 14764.8418
27.8228

Lo.ho

D .hD

(kJ/jam)
30254.2747
94835.5483
14522.3105
2368.6642
141980.7977

(kmol/j)
2.0674
20.2930
12.0195
0.1994
34.5793

(kJ/jam)
37601.2557
117865.5160
18048.9242
2943.8732
176459.5691

Dari perhitungan diperoleh:


QC = 1835537.4918 kJ/jam
Neraca panas reboiler:

Gambar 3. Skema Gambar reboiler

()

()
Kondisi di daerah reboiler antara lain:
P = 2,2 atm
Tbubble umpan = 103.1842 oC = 376.3342 K
Tbubble reboiler = 241.4296 oC = 514.5796 K
Input (arus L1) ; T = Tbubble umpan = 376.3342 K
KOMPONEN

L1

h1

L1.h1

(kmol/jam)

(kJ/kmol)

(kJ/jam)

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

217

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
Total

2.0682
20.3295
12.2648
19.9384
54.6009

9536.2455
6569.7810
5883.7140
9397.9554

19722.8629
133560.3625
72162.5749
187380.1941
412825.9944

Output (arus Vo dan B) ; T = Tbubble reboiler = 514.5796 K


Dari perhitungan diperoleh:
QC = 2149623.0485 kJ/jam

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

218

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
PERHITUNGAN MENARA DISTILASI DENGAN PERHITUNGAN
PLATE TO PLATE
Asumsi yang digunakan dalam perancangan menara distilasi secara plate
to plate antara lain:
1).
2).
3).
4).
5).
6).
7).

Fasa cair merupakan larutan ideal


Fasa uap merupakan gas ideal
Pada setiap plate terjadi kesetimbangan fase uap-cair
Tidak terjadi pertukaran panas dari atau kelingkungan
Penurunan tekanan di tiap plate sama
Aliran fasa uap dan cair equimolal
Panas pencampuran dan panas pengenceran diabaikan
Tujuan dari perhitungan secara plate to plate ini adalah menghitung

jumlah stage secara satu persatu menggunakan prinsip neraca massa, neraca
panas, dan kesetimbangan. Dengan cara tersebut , komposisi masing masing
komponen dalam tiap stage dapat diketahui secara detil.
Algoritma perancangan menara distilasi secara plate to plate yaitu:
1. Menentukan kondisi operasi dan komposisi umpan, distilat, dan
bottom.

Perhitungan

suhu

distilat

dan

bottom

menggunakan

perhitungan suhu bubble point dan dew point.


2. Menentukan komponen light key (LK) dan heavy key (HK) dan
menghitung perbandingannya.
3. Menghitung jumlah stage pada rectifying section secara plate to plate
dengan trial komposisi distilat dan menghitung nilai perbandingan
cairan yang direfluks dan uap yang mengalir (L/V) dalam kolom
distilasi mula-mula.
4. Karena condenser yang digunakan total, maka pada plate (stage) ke-1
komposisi x0 (cairan) akan sama dengan y1 (uap). Nilai x1 dapat dicari
menggunakan kesetimbangan (bubble point calculation). Dengan
asumsi setiap stage ekuimolar (L1=L0 dan V2=V1) maka komposisi
stage selanjutnya (y2) dapat dihitung menggunakan neraca massa.

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

219

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
L0, x0

V1,
y1

Stage 1

L1, x1

V2,
y2

Gambar 4. Skema Aliran Massa pada stage 1


5. Menghitung nilai L1 dan V2 yang sebenarnya menggunakan neraca
panas. Apabila perbandingan L1 dan V2 cukup mendekati asumsi awal
maka dapat dikatakan aliran ekuimolar.
6. Komposisi fase cairan di stage berikutnya (x 2) dihitung berdasarkan
kesetimbangan dengan y2. Perhitungan dilanjutkan dengan cara yang
sama seperti di atas hingga diperoleh nilai LK/HK di fase cair
mendekati LK/HK di umpan.
7. Menghitung jumlah stage pada stripping section dengan komposisi
bottom terhitung dari neraca massa total. Karena asumsi umpan cair
jenuh maka jumlah cairan yang mengalir di bagian bottom (L) sama
dengan L+F dan jumlah uap pun akan sama dengan uap yang mengalir
di bagian atas. (V=V).
8. Komposisi cairan yang masuk ke bottom dapat dicari dengan neraca
massa dengan terlebih dahulu mencari komposisi uap bottom
menggunakan kesetimbangan (dew point calculation).
L1, x1

V0,
y0

Bottom

B, xB

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

220

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Gambar 5. Skema Aliran Massa di stage ke-1 dari bawah
9. Perhitungan dilanjutkan dengan cara yang sama seperti perhitungan
pada sesi atas hingga diperoleh nilai LK/HK di fase uap mendekati
nilai LK/HK fase uap di stage umpan yang diperoleh dari perhitungan
rectifying section.
10. Menghitung beban condenser dan beban reboiler menggunakan neraca
panas.
11. Menghitung mechanical design menara distilasi. Perhitungan ini
menyangkut ukuran atau dimensi menara serta stage yang digunakan.

A. Menghitung Jumlah Stage Rectifying Section


Perhitungan dilakukan secara plate to plate hingga diperoleh nilai
LK/HK di fase cair mendekati LK/HK di umpan. Komposisi umpan mulamula adalah sebagai berikut.

KOMPONEN

Massa (kg/jam)

F (kmol/jam)

Metil Formiat
124.2016
2.0682
Metanol
651.3978
20.3295
Air
220.9538
12.2648
Formamid
898.0455
19.9384
TOTAL
1894.5987
54.6009
Sehingga komposisi LK/HK mula mula = 0.6151

xf
0.0379
0.3723
0.2246
0.3652
1

Selanjutnya perhitungan dilakukan secara berurutan berdasarkan prinsip


kesetimbangan dan neraca masssa. Persamaan kesetimbangan yang
digunakan untuk menghitung komposisi secara plate to plate yaitu:
yi = Ki.xi
()
nilai Ki dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini :

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

221

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Ki = Pi/PT
()
dengan :
yi =fraksi mol komponen di fase uap
xi = fraksi mol komponen di fase cair
Ki = konstanta kesetimbangan
PT = tekanan total
Pi = tekanan uap komponen
Tekanan uap (Pi) masing masing komponen dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan Antoine berikut :

()

dengan :
Po = tekanan uap, mmHg
T = suhu cairan, K
Nilai konstanta A, B, C, D, dan E diperoleh dari Yaws (1999).

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

222

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Stage 1
Uap pada distilat masuk condenser pada keadaan dew point, sehingga
kondisi operasi pada keadaan ini dapat ditentukan melalui trial suhu hingga
xi =1 dengan menggunakan persamaan kesetimbangan (1). Condenser yang
digunakan merupakan condenser total, sehingga x0 = y1. Trial Pdistilat = 1,8667
atm sehingga didapatkan suhu (T) pada dew point = 388,2041 K (= 115,0541
o

C) dan komposisi sebagai berikut.


T
P

388.2041
1418.667

Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

Yi
0.059786
0.586855
0.347593
0.005766

K
mmHg

115.0541
P

C
1.8667

atm

Po, mmHg
xi
ki
alfa-i
8155.602
0.0104 5.74877934 399.977863
4163.048 0.199986 2.93447941 204.169744
1268.96
0.3886 0.89447348 62.2340102
20.39013 0.401176 0.01437274
1
1.000162

Diperoleh nilai (LK/HK) sebesar 0.9687 dan nilainya lebih dari LK/HK
umpan. Maka perhitungan dilanjutkan ke stage berikutnya. Berdasarkan
neraca massa diperoleh nilai y2 untuk nilai stage berikutnya.

Gambar 4. Neraca massa stage 1

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

223

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Persamaan neraca massa pada rectifying section yaitu:

()
dengan:
L = mol cairan di stage (kmol/hr)
=

()
V = mol uap di stage (kmol/hr)
= (R + 1) D
()
R = reflux ratio
D = jumlah mol distilat (kmol/hr)
x = fraksi mol komponen i di fase cair
y = fraksi mol komponen i di fase uap
n = stage ke- (n = 0, 1, 2, ...)
Dengan asumsi awal bahwa

dan

(ekuimolar) maka

diperoleh persamaan:

()
Dari perhitungan diperoleh nilai y2 dan L0/V1 sebagai berikut.
R = 0.8046
D = 34.5793
Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)
Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

224

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
L0 = 27.8228
V1 = 62.4021
L0/V1 = 0.4459
KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

x1
0.0104
0.2000
0.3886
0.4012

xo = y1
0.0598
0.5869
0.3476
0.0058

y2
0.0405
0.4358
0.3636
0.1601
1.0000

Setelah mendapatkan nilai y2 maka kita dapat menghitung nilai

dan

sebenarnya menggunakan persamaan neraca panas.

()
dengan:
H = entalpi fase uap (kJ/kmol)
h = entalpi fase cair (kJ/kmol)
Nilai H dan h didapatkan dari persamaan berikut.

()

()

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

225

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Dengan

merupakan kapasitas panas cairan fungsi suhu, yaitu:

()
A, B, C, dan D merupakan konstanta yang diperoleh dari Yaws (1999).
Dari neraca massa:

()
Substitusi persamaan 7 ke persamaan 6, sehingga diperoleh:

()
Untuk mencari nilai Hn+1 trial nilai Tn+1 terlebih dahulu, kemudian setelah nilai
dan

cocok dengan asumsi maka nilai Tn+1 harus memenuhi

kesetimbangan di stage n+1 tersebut. Pressure drop tiap stage adalah sebesar
0,0667 atm.
T0 =

387.25

114.1

KOMPONEN

Xo

hl0

hlo xo

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

226

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

0.05979
0.58686
0.34759
0.00577

10996.6
7551.32
6711.08
10758.7
hlo
hlo lo

T1 =

408.471

657.449
4431.53
2332.72
62.0343
7483.74
208218

135.321

KOMPONEN
x1
hl1
hl1 x1
Metil Formiat
0.0104
13957
145.151
Metanol
0.19999 9519.32
1903.73
Air
0.3886 8333.33
3238.33
Formamid
0.40118 13438.6
5391.23
hl1
10678.4
L1 hl1 236514.0075

T1 =

408.421

135.271

KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

y1
0.0598
0.5869
0.3476
0.0058

Hv1
33225.1976
38426.9673
46123.9496
63919.2667
Hv1
Hv1 V1

Hv1 y1
1986.4132
22551.0625
16032.3407
368.5581
40938.3746
2554639.347

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

227

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

T2 =

429.643

156.493

KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

y2
0.0405
0.4358
0.3636
0.1601

Hv2
33814.0805
38104.8264
46658.1802
66131.5509
Hv2
Hv2 V2

Hv2 y2
1369.6061
16606.3535
16965.0747
10590.8748
45531.9091
2582934.911

Dari persamaan (13) diperoleh:


L1 = 22.1487
V2 = 56.7280
L1/V2 = 0.3904
Perbandingan L/V baru serta jumlah L 1 dan V2 memiliki perbedaan yang
cukup signifikan dengan jumlah dan asumsi L/V awal (0.4459). Maka, untuk
perhitungan nilai y2 digunakan nilai L/V yang baru. Hasil koreksi nilai y2
adalah sebagai berikut:

KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

y2
0.0405
0.4358
0.3636
0.1601
1

Selanjutnya dicek trial T2 yang dimasukkan. Apabila T2 memenuhi


kesetimbangan di stage 2 maka sudah cocok.

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

228

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Stage 2
L1,
x1

V2,
y2

Stage 2

Gambar 5. Neraca massa stage 2


L2,
x2

V3,
y3oC = 454.2668 K
P = 1.9333 atm ; T2 = 181.1168

KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O
HCONH2
Total

y2
Po,atm
0.0405 27187.6788
0.4358 20828.4217
0.3636 7700.2848
0.1601
262.0957

K=Po/P
x2=y2/K
129.1861 0.0022
18.5034 0.0307
14.1754 0.0694
5.2407 0.8978

1,0001

KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

x1
0.0104
0.2000
0.3886
0.4012

T3 =
KOMPONEN
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

450.9146
y3
0.0373
0.3697
0.2390
0.3541

1.0001
x2
0.0022
0.0307
0.0694
0.8978

y3
0.0373
0.3697
0.2390
0.3541

K
177.7646
Hv3
Hv3 y3
34027.6032
1269.1685
37470.2366
13853.8191
47149.7558
11267.3056
68367.2531
24205.5934
Hv3
50595.8866
Hv3 V3
2612469.884
Dengan persamaan (27) didapatkan niai y3 sebagai berikut:
KOMPONEN
HCOOCH3
CH3OH
H2O

y2
0.0405
0.4358
0.3636
0.1601
1.0000
C

y3
0.0373
0.3697
0.2390

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

229

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
HCONH2
Total

0.3541
1.0003

Komposisi LK/HK pada stage 2 sudah di bawah LK/HK umpan


(LK/HK umpan = 0.6151) sehingga jumlah stage pada rectifying section
sejumlah 2 stages.
B. Menghitung Jumlah Stage Stripping Section
Setelah komposisi distilat ditentukan maka komposisi bottom dapat
dihitung, demikian pula jumlah stage untuk stripping section. Perhitungan ini
hampir sama dengan perhitungan untuk rectifying section.
Langkah-langkah perhitungan pada stripping section adalah sebagai
berikut:
1.
2.

Menghitung jumlah dan komposisi (xB) bottom baru.


Menghitung suhu bottom (TB) dengan dew point calculation. (y =

3.

(K.x) 1) dengan trial and error.


Menghitung nilai L (L=L0+F) dan asumsi ekuimolar, sehingga
V=V'.

4.

Menghitung nilai x1 dengan persamaan:

()
5.

Menghitung suhu (T1) dan komposisi uap (y1) stage 1 terbilang dari

6.

bawah dengan dew point calculation.


Menghitung nilai x2 dengan asumsi V1=Vo dan L2=L1=L, sehingga
persamaan untuk mencari x2 menjadi:

()
7.
8.

Trial nilai T2 untuk menghitung entalpi arus stage 2 (h2).


Menghitung nilai V1 dan L2 sebenarnya dari neraca panas.

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

230

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

()
9.

Membandingkan nilai V1/L2 terhitung dengan nilai Vo/L1. Jika

10.

cukup dekat maka asumsi ekuimolar dapat diterima.


Menghitung nilai P untuk stage di atasnya dengan asumsi pressure

11.

drop yang terjadi setiap stage-nya sebesar 0,1 psi.


Mengulangi langkah yang sama untuk stage selanjutnya hingga
LK/HK fase uap mendekati LK/HK fase uap di stage umpan.
LK/HK di stage umpan = 0.6151

Bottom (reboiler)
L',
xb1

V', yb

Bottom

Gambar 6. Neraca massa reboiler


P= 2,2 atm ; T = 241.4296 oC = 514.5796
B, xbK
T
P
Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid
Komponen

514.5796 K
1672 mmHg
Xb
4.14769E-05
0.001821296
0.012251564
0.985885663
1

241.4296 C
2.2 atm

Po
62435.72
62917.76
25709.69
1257.482

yb
0.00155
0.06854
0.18839
0.74147
0.99994

ki
alfa-i
37.3419 49.6514
37.6302 50.0347
15.3766 20.4454
0.75208
1

xb1

Metil Formiat

0.0012

Vo =

62,4021 kmol/jam

Metanol

0.0523

B=

20.0216 kmol/jam

Air

0.1456

L1 =

82.4237 kmol/jam

Formamid

0.8008

Vo/L1 =

0.7571

1.0000
Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)
Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

231

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Stage 1 (dari bawah)


L',
xB2

V',
yB1

Stage B1

Gambar 7. Neraca massa stage 1 seksi stripping


o
P = 2.1333 atm ; T1 = 163.4688
C = 436.6188
K
L',
V',

Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

xB1

xb1
0.0012
0.0523
0.1456
0.8008
0.9999

yB

Po
20458.62
14241.06
5049.812
146.3492

yb1
0.0149
0.4596
0.4535
0.0723
1.0003

ki
alfa-i
12.6184 139.793
8.78355 97.3088
3.1146 34.5052
0.09026
1

Dari neraca massa diperoleh:


dengan asumsi ekuimolar:
xb2
V1/L2 = Vo/L1 = 0,8509
0.01130847 LK/HK = 1.1771
0.34843407
0.34631073 Komposisi LK/HK pada stage 1 masih
0.29421045
di
LK/HK
umpan
sehingga
1.00026373 atas
perhitungan dilanjutkan ke stage berikutnya.
Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

Stage 2
P = 2.0667 atm ; T = 107.2073 oC = 380.3573 K
Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

xb2
0.01130847
0.348434072
0.346310733
0.294210451
1.000263726

Po
6858.399
3303.359
976.7755
13.94319

yb2
0.04938
0.73281
0.21537
0.00261
1.00017

ki
alfa-i
4.36655 491.882
2.10316 236.916
0.62189 70.0539
0.00888
1

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

232

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Dari neraca massa diperoleh:
Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

xb3
0.0374
0.5552
0.1660
0.2415
1.0001

LK/HK = 0.6876

Komposisi LK/HK pada

stage 2 masih di atas LK/HK umpan sehingga perhitungan dilanjutkan ke


stage berikutnya.

Stage 3
P = 2 atm ; T = 97.5714 oC = 370.7214 K
Komponen
Metil Formiat
Metanol
Air
Formamid

xb3
0.037394405
0.555246202
0.166027117
0.241459696
1.00012742
Dari neraca massa diperoleh:
Komponen
xb4
Metil Formiat 0.04344022
Metanol
0.67800303
Air
0.035451
Formamid
0.24311512
1.00000937

Po
yb3
ki
alfa-i
2331.746 0.05736 1.53404 77.1954
2449.961 0.89495 1.61182 81.1091
392.7048 0.04289 0.25836 13.001
30.20575 0.0048 0.01987
1
1.00001

LK/HK = 0.1458
Komposisi LK/HK pada
stage 3 sudah di bawah LK/HK

umpan sehingga jumlah stage pada seksi stripping berjumlah 3 stages.

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

233

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

MECHANICAL DESIGN
1. Pemilihan Tray
Jenis tray yang dipilih adalah sieve tray dengan pertimbangan harga
dan pressure drop tiap plate paling rendah dibandingkan dengan bubble
captray atau valve tray. Jenis ini juga dapat dioperasikan untuk kapasitas
yang cukup besar.
2. Perhitungan Column Diameter
Flowrate:
Distilat (D)
Bottom (B)

= 999.8963 kg/jam
= 894.7024 kg/jam

Physical Properties:
Top product :
Density liquid (L)
Density vapor (V)
Surface tension()

= 789.7772 kg/m3
= 1.6379 kg/m3
= 2.73749E-06 N/m

Bottom product :
Density liquid (L)
Density vapor (V)
Surface tension ()

= 854.6881 kg/m3
= 2.0360 kg/m3
= 2.6775E-06 N/m

Diameter suatu menara sangat ditentukan oleh kecepatan uapnya,


sedangkan kecepatan uap ini sangat dibatasi oleh terjadinya flooding.
Maka pada perancangan diameter kolom harus diperkirakan kecepatan
flooding, sehingga digunakan persamaan pandekatan yang diajukan oleh
Fair, 1961.

U f K1 .

FLV

L V
V

LW V
.
VW L

(Coulson, 1983)

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

234

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
dengan :
Uf
K1

= flooding vapor velocity, m/s


= konstanta, tergantung pada FLV dan plate spacing (Coulson,

1983)
FLV
= liquidvapor flow factor
LW
= liquid mass flow rate, kg/s
VW
= vapor mass flow rate, kg/s
Hasil perhitungan :
FLV bottom = 0.0667
FLV top
= 0.0218
tray spacing
= 0,5 m
dari fig.11.27 (Coulson and Richardson, 1983), didapatkan:
K1 bottom = 0.090
K1 top
= 0.095


Koreksi untuk surface tension, mengalikan K1 dengan

0,02
Koreksi K1bottom = 0.0151
Koreksi K1top
= 0.0160
Uf bottom
= 0.3094 m/s
Uf top
= 0.3266 m/s

0, 2

U V % flooding .xU f

Digunakan % flooding sebesar 85 % :


UV bottom
= 0.2630 m/s
UV top
= 0.2776 m/s
Vi
Maximum volumetric flowrate: QV
V
QV
Net area required : An
UV

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

235

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

An bottom
= 1.2649 m2
An top
= 1.1022 m2
Downcomer area diambil sebesar 12 % dari luas total, maka :
An
Column area : AC
0,88
2
ACbottom
= 1.4374 m
ACtop
= 1.2525 m2
4 xAC
Column Diameter : DC

Dc bottom = 1.3532 m
Dc top
= 1.2632 m
Diambil diameter menara = Dc bottom = 1.3532 m, sehingga untuk
perhitungan selanjutnya dipakai karakteristik dari aliran bottom.
Liquid Flow Pattern
Maksimum liquid rate
= 0.9259 kg/s = 0.0011 m3/s
Dari fig 11.28 ( Coulson,1983 ) diperoleh jenis aliran adalah single pass
cross flow

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

236

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
3. Perhitungan Lay Out Sieve Tray
Berdasarkan perhitungan diameter kolom dan asumsi-asumsi yang
digunakan diperoleh data:
Column diameter
Column area
Downcomer area (0,12 Ac)
Net area
Active area
Hole area (0,1 Aa)
Weir length (Fig. 11.31)
Weir height (asumsi)
Diameter hole
Tebal plate

Dc =
Ac =
Ad =
An=
Aa =
Ah =
lw = 0,76Dc =
hw =
dh =
tp =

1.3532
1.4374
0.1725
1.2649
1.0924
0.1092
1.0284
40
5
5

m
m2
m2
m2
m2
m2
m
mm
mm
mm

Panjang weir (lw) diperoleh dari fig 11.31 (Coulson,1983), dimana untuk
Ad = 0,12 Ac diperoleh

lw
= 0,76 , sehingga :
Dc

lw = 0,76 x Dc
= 1.0284 m
Untuk perancangan diambil beberapa besaran :
Tinggi weir (hw)

= 50

mm

Diameter hole (dh)


Tebal plate

=5
=5

mm
mm

Material yang digunakan stainless steel SA 167 tipe 304.


Cek Weeping
Max liquid rate

= 0.9259 kg/s

Dengan percent of turn down = 85%


Min liquid rate

= 0.7870 kg/s

Maksimum how

= 7.7648 mm liquid

Minimum how

= 6.9675 mm liquid

Pada minimum rate (hw + how) = 46.9675 mm liquid


Dari fig. 11.30 (Coulson and Richardson, 1983)

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

237

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Gambar 5. Fig.11.30 (Coulson and Richardson, 1983)


K2

= 29.6000

uhmin (weeping)

= 7.8772 m/s

Actual min vapour velocity (uh) = min vapour rate / Ah = 7.9405


m/s
Diperoleh bahwa uh > uhmin, maka tidak terjadi weeping dengan turn-down
ratio 85%.
4. Perhitungan Tinggi Menara
Jarak diatas plate teratas (condensing space)
Jumlah plate
Tebal plate
Jarak antar plate
Tinggi penyangga menara
Jarak dibawah plate terbawah (boiling space)
Tinggi Total, H

=
=
=
=
=
=
=
=
=

3 ft
0,9144 m
16
0,005 m
0,5 m
1m
4 ft
1,2192 m
10,7136 m

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

238

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
5. Plate Pressure Drop
Dry Plate Pressure Drop
Kecepatan uap maximum melalui hole Uh max :
Uh max

Qv
3.0455 m/s
Ah

dari fig 11.34 (Coulson,1983) untuk :

Ah
Tebal plate 5mm
0,1 , maka didapat harga Co = 0,84

1 dan
Ap
dh
5mm
2

Uh max v
.
Co L

hd 51

hd = 1.5971 mm liquid
Residual Head

hr

12,5 x 10 3
= 14.6252 mm liquid
L

Total Pressure Drop


htot

= hd + hw + how + hr
= 63.1897 mm liquid

Hg 14, 7

L 760

p ( psi ) ht

Nilai pressure drop per plate terhitung lebih kecil dari asumsi (0,1 psi),
sehingga desain dapat diterima.
6. Downcomer Liquid Back-Up

Gambar 6. Downcomer back-up


Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)
Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

239

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Keterangan :
lt

= plate spacing

hb

= Downcomer back up, diukur dari permukaan plate

hap

= tinggi celah dinding Downcomer dengan permukaan

hw

= tinggi weir

how

= tinggi cairan diatas weir

plate

Downcomer pressure loss :


Diambil hap = hw 5 = 35 mm
Aap

= hap x lw
= 0.0360 m2

Lw
hdc 166

L Aap

= 0.1504 mm
Back up pada Downcomer :
hb =

( hw + how ) + htot + hdc

110.3075 mm = 0.1103 m

Cek hb < 0,5 x ( plate spacing + weir height )


< 275 mm ( memenuhi syarat )
Sehingga tray spacing 0,5 m dapat diterima.
7. Pengecekan Residence Time
tr

Ad hb L
Lwd

= 17.5629 detik
8. Pengecekan Entrainment
Actual percentage flooding design:

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

240

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
= 0.2630 m/s
% flooding

=
= 0,8500 = 85%

FLV

L W V
.
VW L

= 0.0667
Dari fig 11.29 (Coulson, 1983) diperoleh

= 0.052 < 0,1 jadi memenuhi

persyaratan.
9. Tebal Shell
Bahan yang dipilih: stainless steel SS-304 AISI
f = 75 kip/inch2
= 87.2192 N/mm2
= 12653.5656 psia
J = 0,8
Poperasi max

= 2,2 atm

Poperasi max

= 1,2 atm (P gauge)

Design pressure
Pd = 1,2. Poperasi, gauge
= 0.1459 N/mm2

t = 3.4036 mm
t = 0.1340 in tebal yang mendekati = 3/16 inch
10. Penentuan Head

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

241

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Dipilih bentuk Torispherical dished head, karena paling murah dan
mudah dalam pembuatannya. Rumus untuk menghitung tebal diambil dari
Brownell and Young, 1959:
OD

OA

b=depth
of dish

icr

sf

ID

a
r

Gambar 5. Skema Torispherical Head


Outside Diameter

(OD) dari kolom dapat dihitung dengan

persamaan:

OD ID (2 t s )
= 53.7293 inch
Pembulatan yang standar berdasarkan Tabel 5.7 (Brownell and
Young, 1959)
OD

= 54 inch

ts

= 1/4 inch

icr

= 3 1/4 inch

= 54 inch

Perhitungan

tebal

head

dilakukan

dengan

menggunakan

persamaan:

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

242

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
W

1
3 r
icr
4

prW
c
2 fE 0, 2 p

dengan,
W

=stress-intensification factor untuk torisperical head

= ketebalan shell, inch

= efisiensi sambungan = 0,8

= tekanan design, psia

= corrosion allowance = 1/8 inch = 3,175 mm

Dari hasil perhitungan, didapatkan:


W

= 1.7690

= 0.3082 inch = 7.8279 mm

Diambil tebal head sesuai standard, yaitu 5/16 atau 0,3125 inch.

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

243

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

11. Perhitungan tebal isolator


Digunakan isolator dengan bahan asbestos
R1
R0

xis
Tu
k

kis

T0 T1

Keterangan

T2

: T0 = suhu dinding dalam menara


T1 = suhu dinding luar menara
T2 = suhu luar isolasi
Tu = suhu udara luar
ts = tebal dinding menara
xis = tebal isolasi
A0 = luas transfer panas sisi dalam menara
A1 = luas transfer panas sisi luar menara
A2 = luas transfer panas luar menara

Bahan isolasi

= asbestos

kis

= 0,17 W/m.C

Perhitungan Koefisien Perpindahan Panas Konveksi dari Dinding


Isolator ke Udara
Suhu dinding luar (T2)= 75 oC = 348,15 K
Suhu lingkungan (Tu)

= 30 oC = 303,15 K

Tf

= ( T2 + Tu )

= (348,15+303,15) K= 325,65 K

= T2 Tf

= (323,15 325,65) K = 22.5 K

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

244

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Perpindahan panas konveksi dari dinding ke udara (qc)


Qc

= hc . A2. t
= hc .

. ( OD + 2.Xis ) . L . t

Diperoleh sifat-sifat fisis udara pada Tf = 325.65 K (Holmann, 2010)


f = 1,1302 kg/m3

; Cpf = 1,0066 kJ/kg.oC

; vf = 1,70

10-5m2/s
f = 1,91 105 kg/m/s ; kf

= 0,0272 W/m.oC

; Pr = 0,7051

Bilangan Grasshoff:
Gr

L3 . . g . T
=
v2

dengan :

= koefisien muai volume


= 1/tf = 1/(325,65) K = 3,07 10-3 K-1
L

= tinggi menara distilasi, m

= viskositas kinematis udara, lb/(ft.h)

Gr = 5,76 1012
Bilangan Raylegh:
Ra

= Gr . Pr
= (5,76 1012) (0,7051) = 9,68 1011

Selanjutnya hc dapat dihitung dengan menggunakan persamaan untuk


plat
Bila :

Ra = 103 109, maka hc

Ra > 109 , maka hc

0 , 25

= 0,29

= 0,95 t 1 / 3

Karena Ra > 109, maka hc = 0,95 t 1 / 3


hc

= 0,95 (45)1/3
= 3,379 W/m2.C

Perpindahan panas karena konveksi :


Misalkan tebal isolasi = xis
Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)
Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

245

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
Qc

= hc A1 (T)
= hc 2 (R1+xis) L (T)

Perpindahan panas konduksi melalui dinding menara dan isolasi :

Dinding reaktor dibuat dari bahan carbon steel, sehingga k = 43.6348


W/m.C (Kern, 1965)
Perpindahan panas konduksi sama dengan perpindahan panas
konveksi .
Qc =Qk
Maka ditrial nilai xis yang memberikan nilai Qc = Qk, dan diperoleh:
xis = 0.1069 m = 10.6901 cm = 4.2087 inch
dengan panas yang hilang ke lingkungan

= Qc = 8080.5500 W =

8.0806 kW
12. Perhitungan Diameter Nozzle Pemasukan dan Pengeluaran
Pipa yang masuk ke menara distilasi membutuhkan bahan yang tahan
korosi, maka persamaan untuk menghitung diameter optimum (Coulson and
Richardson, 1983) adalah sebagai berikut.
Di ,opt 260.G

0,52

0,37

a. Pipa Umpan
T

= 376.3342 K

P
= 2 atm
L
= 912.0510 kg/m3
G
= 0.5263 kg/s
Di,opt = 16.7457 mm = 0.6593 in
Digunakan pipa standar (IPS) :
NPS
= 3/4 in
Sch.No
= 40
ID
= 0.824 in
OD
= 1.05 in
b. Pipa Hasil Atas Menuju Kondenser (stage 1)
Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)
Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

246

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
T
= 388.2041 K
P
= 1.8667 atm
V
= 0.5012 kg/s
V
= 1.6379 kg/m3
Di,opt
= 169.2776 mm =6.6645 in
Digunakan pipa standar (IPS) :
NPS
= 8 in
Sch.No
= 40
ID
= 7.981 in
OD
= 8.625 in
c. Pipa Refluks Distilat
L0
= 0.2235 kg/s
L
= 780.0428 kg/m3
Di,opt
= 11.2688 mm = 0.4437 in
Digunakan pipa standar (IPS) :
NPS
= 1/2 in
Sch.No
= 40
ID
= 0.622 in
OD
= 1.05 in
d. Pipa Pengeluaran Hasil Bawah
L = 0.9259 kg/s
L = 854.6881 kg/m3
Di,opt = 23.1411 mm = 0.9111 in
Digunakan pipa standar (IPS) :
NPS

= 1 in

Sch.No

= 40

ID

= 1.049 in

OD

= 1.315 in

e. Pipa Refluks Hasil Bawah


V
= 0.6774 kg/s
V
= 2.0360 kg/m3
Di,opt
= 183.2163 mm = 7.2132 in
Digunakan pipa standar (IPS) :
NPS
= 8 in
Sch.No
= 40
ID
= 7.981 in
OD
= 8.625 in

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

247

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun
8 in, Sch. 40

SKETSA MENARA DISTILASI 1 (MD 01)

Skala 1 : 50
6
1/2 in , Sch. 40

Keterangan :

3/4 in , Sch. 40

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

2
1
3

2
4
3
5

Plate
Weir
Downcomer
Pipa pemasukan umpan
Pipa pengeluaran hasil atas
Pipa pemasukan refluks
Pipa pengeluaran hasil bawah

8. Pipa pemasukan uap dari reboiler

3
6

10.7136 m
9
10

11
12

13

14
15
8

16
8 in, Sch. 40

7
1 in , Sch. 40

Gambar 6. Detail Menara Daistilasi

1.3532 m

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

248

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

Gambar 7. Detail Menara Distilasi Tampak Atas (Potongan Plate Umpan)

Gambar 8. Orientasi Susunan Hole pada Sieve Tray

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

249

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

TOP
Ai

FEED

L
C

BOTTOM

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

250

Prarancangan Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia


dengan Kapasitas 7.000 ton/tahun

HE - 03

CD - 01

HE - 01

HE - 02

VAP - 01

Layout Pabrik Formamid dari Metil Formiat dan Ammonia

R - 01

SD - 01

P - 03

PINTU
KELUAR

SD - 02

IPAL

T - 02
P - 12

Skala 1 : 500

P - 02
P - 04

HE - 05
REB - 01

P - 08

T - 01

MD -01

P - 05

CD - 02
HE - 04
CD - 03

P - 01

P - 11

P - 06

MD -02
REB - 02

P - 04

P - 14

HE - 06

T - 04

P - 09

UTILITAS

HE - 07
CD - 04

P - 07
P - 13

MD -03
REB - 03

P - 03

P -10

T - 03

CONTROL
ROOM
PINTU
MASUK

Keterangan Gambar :
VAP : Vaporizer
REB : Reboiler
SD
: Separator Drum
HE
: Heat Exchanger

CD
MD
V
R

: Condenser
: Menara Distilasi
: Expansion Valve
: Reactor

P : Pompa
T : Tangki

Fahrian Andra Aditama (11/319006/TK/38146)


Albertho Natanael (11/319153/TK/38284)

251