Anda di halaman 1dari 14

Bab 2.

Fungsi

BAB 2.

14

FUNGSI

A. Relasi dan Fungsi


Definisi :
Misalkan A dan B dua himpunan tak kosong. Relasi T dari
himpunan A ke B adalah himpunan bagian dari A x B.
Jadi relasi A ke B merupakan himpunan (x,y), dengan x pada
himpunan bagian A dan y pada himpunan bagian B.
contoh 1 : { (x,y) : -3 x 3 dan x2 + y2 = 9, x, y R }
Definisi :
Fungsi adalah aturan perkawanan antara anggota-anggota
himpunan A dan himpunan B yang memenuhi syarat-syarat
setiap anggota himpunan A mempunyai kawan tunggal anggota
himpunan B.
A

(a)

(b)
A

(c)

Bab 2. Fungsi

15

Gambar 1. Fungsi dari A ke B


Selanjutnya ;
-

f disebut fungsi dari A ke B ditulis f : A

f disebut fungsi dari A ke B jika f

B
A x B dengan syarat

komponen pertama yaitu anggota A hanya timbul ( terjadi )


tepat satu kali.
f(x) disebut nilai fungsi f di x
A= Df disebut domain (daerah asal) fungsi f
B= Cf disebut Kodomain fungsi f
Rf = f(x) : x

Setiap unsur x

Df disebut Range (daerah hasil) dari f

A dengan kawannya y= f(x)

B, dapat

disusun sebagai pasangan berurutan (x,y), sehingga f dapat


ditulis sebagai himpunan pasanganpasangan berurutan sebagai
berikut :
f = (x,y) : y = f(x), x

= (x , f(x) ): x

Selanjutnya pada pembicaraan berikutnya,unsur-unsur pada


himpunan adalah bilangan nyata.
Contoh 2 :
A : -2,-1,0,1 dengan rumus f(x) =x2 + 1
maka f = (-2,5),(-1,2),(0,1),(1,2)
Contoh 3 :
g =

(x,y) : y2 = x , x > 0 bukan fungsi, karena untuk setiap

bilangan nyata
x > 0, mempunyai dua kawan y =

Bab 2. Fungsi

16

Jika pada suatu fungsi domain tidak disebutkan secara khusus,


maka domain diambil bilangan nyata yang mempunyai nilai
fungsi nyata.
Contoh 4 :
f : f(x) =
sehingga

x 2 9 domainnya himpunan bilangan nyata

3.

Pada contoh di atas Df =

=
dan Rf = {

x2 9 :

x
x
x
x

x,

R : f(x) = bilangan nyata

R:

x 2 9 = bilangan nyata }

R : x2 9 0 }

R:

3}

3}

Definisi :
Jika f suatu fumgsi, maka grafik f adalah himpunan semua titik
T(x,y) dimana (x,y)

f.

contoh 5 :
Buatlah sketsa grafik dari f(x) :x2 1
Penyelesaian.
Dalam kasus ini daerah asal fungsi f adalah himpuan semua
bilangan nyata R.Untuk menggambar grafiknya bisa dimulai
dengan

membuat

menghubungkan

titik-titik
titik-titik

ysng
tersbut

berpadanan,
dengan

kemudian

kurva

mulus,

sehingga kita peroleh grafik seperti yang diperlihatkan pada


gambar 1.2 berikut ;

Bab 2. Fungsi

17

-1
Gambar 2
Untuk menggambar suatu grafik dengan mudah, terlebih dahulu
perlu dilakukan suatu analisa tentang persamaan fungsinya.
Antara

lain apakah grafik tersebut

mempunyai titik/garis

simetri, titik ekstrem, asimtot dan lain-lain. Hal ini akan dibahas
pada bagian lain.
B. Operasi pada fungsi
Seperti halnya bilangan, fungsi juga dapat dioperasikan
satu dengan yang lain untuk menghasilkan fungsi yang baru.
Definisi :
Jika f dan g dua buah fungsi, maka didefinisikan operasi-operasi
berikut :
a. ( f + g ) (x) = f(x) + g(x)
b. ( f g ) (x) = f(x) g(x)
c. ( f . g ) (x) = f(x) . g(x)
f ( x)

d. ( g ) (x) =
g ( x)

Daerah asal dari fungsi-fungsi diatas adalah sama,yaitu D f


Df

+ g

= Df . Dg , kecuali kita harus mengecualikan 0 (nol) dari

daerah asal

g untuk menghindari pembagian oleh nol.

Bab 2. Fungsi

18

contoh 6 :
Misalkan f = f(x) =

x 1 ,

g = g(x) =

x4,

Df = [-1, + ] dan

Dg = [4, + ]
maka (f + g) (x) =

x 1

( f g) (x) =

x 1

x4

( f . g ) (x) =

x 1

x4

x4

x 1
x4

( g ) (x) =

dengan Df + g = Df g = Df . Dg = [4, + ] , dan Df /g


= (4, + ]
Definisi :
Jika f = y = f(x) fungsi berkorespondensi 1-1, maka invers dari f
ditulis f-1 didefinisikan sebagai x = f-1 (y) bila dan hanya bila y =
f(x) dengan Df = Rf-1 , Df-1 = Rf .
Jadi x = f-1(f(x)) untuk setiap x
setiap y

Df dan y = f ( f-1(x) ) untuk

Df-1

contoh 7 : Invers dari fungsi y = f(x) = x2 + 2 adalah f-1 (x) =


x2

Definisi :
Diberikan dua buah fungsi f dan g, maka fungsi bersusun f o g
adalah fungsi yang didefinisikan sebagai (f o g ) (x) = f (g(x) )
Pada fungsi bersusun ini Df o g

Dg dan Rf o g

Rf

contoh 8 : f = f(x) = 2x +1 dan g = g(x) = x2


maka f = (f o g ): f( g(x) ) = f(x2) = 2x2 +1 dengan
Df o g adalah himpunan semua bilangan nyata x.
Misalkan g dan h dua buah fungsi dengan g = {(t,x) : x = g(t) }
dan h = { (t,y) : y = h(t)}

Bab 2. Fungsi

19

maka dapat disusun relasi {(x,y) :x= g(t) dan y= h(t) } dengan t

Dg Dh dan jika g mempunyai invers g-1 : g-1 (x) = t maka


y = h(t) = h(g-1(x)) menentukan fungsi dari x ke y, misalkan f.
Sehingga relasi diatas menjadi fungsi : f ={ (x,y) : y = (g-1(x) )}
dengan Df = Rg
Fungsi f yang didefinisikan sebagai :
x = g (t)
y = h (t)
disebut fungsi parameter dengan

t sebagai

parameternya.
contoh 9 :
x = a cos t
y = sin t
C. Jenis-jenis fungsi
Secara garis besar fungsi dikelompokan menjadi dua , yaitu
fungsi aljabar dan fungsi transenden.
1.

Fungsi Aljabar
Fungsi yang dapat disusun dari fungsi identitas f(x) = x dan

fungsi konstan

f(x) = k ( k konstanta nyata ) yang

didalamnya memuat operasi-operasi penjumlahan, pengurangan,


pembagian, perpangkatan atau pengambilan akar disebut fungsi
aljabar. Termasuk dalam fungsi aljabar adalah fungsi rasional
dan fungsi irrasional
contoh 10 : f(x) = x2 + 2x + 1 ( fungsi rasional bulat)
g(x) =

x3 4
x3

( fungsi rasional pecah)

Fungsi rasional bulat sering dinamai fungsi polynomial yang


berbentuk
y = nxn + (n-1)xn-1 + (n-2)xn-2 + . . . . + ax2 +bx + c
C.1.a. Fungsi Linear

Bab 2. Fungsi

20

Rumus umum: y = mx + c, dengan m adalah gradien/arah


garis
Gambar fungsi linear berbentuk garis lurus.
Jika m positif garis lurus naik dari kiri ke kanan, jika m
negatif garis lurus turun dari kiri ke kanan
Rumus Fungsi Linear
1). Persamaan garis melalui (x1,y1) dan (x2,y2) adalah
2). Persamaan garis melalui (x1,y1) dengan gradien m
adalah
3). g1g2 m1=m2
4). g1g2 m1.m2 = -1
Contoh: Gambarlah (1). y = 6 + 3x
(2). 4x 2y + 8 = 0
C.1.b. Fungsi Kuadrat
y= ax2 + bx + c
Gambarnya berbentuk parabola, dengan langkahnya:
(i). Tentukan titik potong terhadap sumbu x, dan sumbu y
(ii). Tentukan titik stasioner (x,y) = (-b/2a, -D/4a)
(iii). Tentukan domainnya kemudian gambar grafiknya
C.1.c. Fungsi Polinomial
y= axn + bxn-1 + cxn-2 + ... + dx + e
Contoh:
Gambarlah: 1). y = x2
2). y = x2 - 4
3). y = x2 + 2x 3

Bab 2. Fungsi

21

2. Fungsi Transenden
Yang termasuk fungsi transenden adalah fungsi goniometri,
fungsi siklometri, fungsi logaritma, fungsi eksponensial, dan
fungsi hiperbolik.
2.a. Fungsi Goniometri
Termasuk jenis fungsi ini adalah fungsi sinus, kosinus,
tangen, kotangen, sekan, dan kosekan. Biasa kita tulis y = sin x,
y = cos x,

y = tan x =

sin x
, dan seterusmya, dinama x
cos x

dinyatakan dalam radian


Untuk diingat bahwa sudut biasanya diukur dalam derajat
atau dalam radian, dimana sudut yang berpadanan dengan satu
putaran penuh berukuran 3600 atau 2 radian.
Jadi 1800 =

radian.

Rumus-rumus penting yang perlu diingat :


Kesamaan ganjil-genap:

Kesamaan fungsi ko-:

sin (-x) = - sin x

sin (

cos(-x) = cos x

cos (

- x) = cos x
- x) = sin x

Kesamaan pythagoras :
sin2 x + cos2 x = 1 1 + tan2 x = sec2 x
Kesamaan penambahan :
sin (x + y) = sin x cos y +cos x sin y
cos (x + y) = cos x cos y sin x sin y
Kesamaan sudut ganda:
sin 2x = 2 sin x cos x
cos 2x = cos2x sin2x = (1 sin2x ) - sin2x = 1 - 2 sin2x
atau

Bab 2. Fungsi

22

cos 2x = cos2x sin2x = cos2x (1 - cos2x ) = 2cos2x 1


Kesamaan setengah sudut:
sin2x =

1
(1 cos 2x)
2

cos2x =

1
(1 + cos 2x)
2

Kesamaan jumlah:
sin x + sin y = 2 sin

x y
x y
cos
2
2

cos x + cos y = 2 cos

x y
x y
cos
2
2

Kesamaan hasilkali:
sin x sin y = -

1
[cos (x + y) cos(x - y)]
2

cos x cos y =

1
[ cos (x + y) + cos(x - y)]
2

sin x cos y =

1
[sin (x + y) + sin (x - y)]
2

2.b. Fungsi Siklometri


Fungsi siklometri adalah invers dari fungsi goniometri.
y = arc sin x adalah invers dari y = sin x, dimana 1 x
1, -

y = arc sin x bila hanya bila x = sin y


y = arc cos x bila hanya bila x = cos y
y = arc tan x bila hanya bila x = tan y, dan seterusnya.
2.c. Fungsi Eksponensial
Adalah fungsi yang memetakan setiap bilangan x nyata
menjadi perpangkatan dalam bilngan pokok a , dan didefinisikan
sebagai :
f : f(x) = ax , dimana a bilangan nyata positif, dan x R

Bab 2. Fungsi

23

a disebut basis fungsi eksponen


y

x
f(x) = ax, 0 < a < 1

f(x) = ax,

a>0
gambar 1.3
Sifat Fungsi Eksponen untuk y f ( x) a x , yaitu :
1. Nilai fungsi definit positif ( kurva selalu berada diatas
sumbu x).
2. memotong sumbu kartesius di sumbu y di ( 0,1 ).
3. mempunyai asimtot mendatar y 0 ( sumbu x).
4. monoton naik untuk a 1 dan monoton turun untuk
0 a 1.

5. Mempunyai fungsi invers yaitu fungsi logaritma.


Rumus fungsi eksponensial:
1. ( a x ) y a xy

2.d. Fungsi Logaritma


Fungsi logaritma berbentuk

y = alog x, dengan a > 0

merupakan invers dari fungsi eksponensial basis a.


Jadi y = alog x adalah invers dari y = ax.
Jika a = 10 biasanya cukup ditulis y = log x, dan jika a = e =
2,7182818 disebut logaritma alam dan biasanya cukup ditulis
y = ln x ( ln x = elog x ).
Sifat fungsi logaritma untuk y g ( x) a log x , yaitu :

Bab 2. Fungsi

24

1. Kurvanya berada di sebelah kanan sumbu y.


2. memotong sumbu kartesius di sumbu x di titik ( 1,0 ).
3. Mempunyai asimtot tegak x 0 .
4. monoton naik untuk a 1 monoton turun untuk 0 a 1 .
5. merupakan fungsi invers dari fungsi eksponen.
Gambar grafik fungsi logaritma:

Rumus fungsi logaritma:


1. log (xy) = log x + log y
x

2. log ( y ) = log x log y


log x

y
3. log y log x

2.b. Fungsi Hiperbolikus


Fungsi hiperbolik adalah fungsi yang didefinisikan sebagai :
sinh x =

e x e x
2

cosh x =

e x e x
2

Bab 2. Fungsi

25

tanh x =

sinh x
,
cosh x

dan seterusnya.

Rumus-rumus penting :
cosh2x sinh2x = 1
sech2x = 1 tanh2x
cosech2x = coth2x 1
Rumus-rumus diatas dengan mudah dapat dibuktikan dengan
definisi diatas.
Soal-soal Latihan 1.
1. Jika f(x) = x2 + x, hitunglah masing-masing nilai :
a. f(1)

c. f(2k)

b. f(-2)

d. f(

1
)
x

2. Manakah dari yang berikut menentukan suatu fungsi f


dengan rumus y = f(x) ?
a. x2 + y2 = 9
b. x =

c. xy + y + 3x = 4
y

d. 3x = y 1

3y 1

3
cari dan sederhanakan [ g(x + h) g(x)]/ h !
t 2

3. Jika g(t) =

4. Tentukan daerah asal (domain) dan Range (daerah hasil)


fungsi berikut :
a. f(x) =
b. f(x) =

x2 9

1
4x 1

5. Jika f(x) =

d. h(x) =

x
4 x

x
dan g(x) = 1 x 2 tentukan jika mungkin :
x 1

a. (f + g) (2)
b. (f o g) (

c. g(x) = - 125 x 3

c. (g/f) (3)
)

d. (f. g) (0)

6. Tentukan f dan g,jika h(x) = f o g (x) :


a. h(x) =

x6

b. h(x) = (x2 + x)12

Bab 2. Fungsi

26

7. Andaikan f(x) =

16 x

dan g(x) = x2 . Tentukan manakah

daerah asal:
a. f o g

b. g o f

8. Sketsakan grafik fungsi berikut :


a. f(x) =

x2

, jika 0 x 2

6x

, jika x > 2

b). y = x2 + 2x 3

PR

1. Tentukan Himpunan penyelesaian pertidaksamaan di bawah


ini
a.

6 2x 2

b.

c.

x 2 x 12 x

d.

1 3x
4
2x 1

x 2 4x

x 2 2x 1

2. Tentukan daerah asal (domain) dan Range (daerah hasil)


fungsi berikut :
a). f(x) =
b). f(x) =

c). g(x) = - 125 x 3

x2 9

1
4x 1

3. Andaikan f(x) =

d). h(x) =
16 x

x
4 x

dan g(x) = x2 . Tentukan: (a). f o g

(b). g o f
4. Sketsakan grafik fungsi berikut :
(a). f(x) =

x2
6x

, jika 0 x 2
, jika x > 2

(b). y = x2 + 2x 3

Bab 2. Fungsi

27