Anda di halaman 1dari 72

A. Muslimin, Lc,. M.H.

MANTUQ DAN MAFHUM

MANTUQ : Ucapan, Lafadz,


Pemahaman yang diambil dari
pembicaraan yang nyata
Nash

Tulisan.
segi

: jelas tanpa tawil

Dhahir : jelas perlu tawil

DILALAH
MANTUQ

Dilalah Mantuq adalah Petunjuk lafal


yang dituturkan kepada hukum yang
diterangkan
Contoh : Haram menikahi anak-anak tiri
dari istri yang sudah dinikahi

MAFHUM

MAFHUM : Pemahaman.
Pemahaman yang diambil dari segi
pembicaraan yang tidak nyata

Dilalah Mafhum adalah Petunjuk lafal bahwa


hukum dari lawan yang disebut berlawanan
dengan hukum yang disebut

Macam Mafhum

Mafhum Muwafaqah dan Mukhalafah


Muwafaqah :

Petunjuk lafal yang bersamaan antara hukum yang


tidak disebut dengan hukum yang disebut

a. fahwal khitab

: lebih utama

b. lahnal khitab

: sama

Cth : Memukul Lebih tidak boleh dari kata-kata keji

Cth : Menghabiskan harta anak yatim dengan cara apapun

mukhalafah

Mukhalafah : Pengertian yang dipahami


berbeda dari ucapan, baik dalam istimbat
maupun nafi.

Mafhum Mukhalafah ada 5 macam :


Sifat : nikah anak kandung, budak mukmin

: )...
(23
: )
(25

Next
Ghayah : mkn dan minum / benang putih dan hitam


) (187 :

Syarat : budak mukmin

) (92 :

Adad : had zina, 80x

) (4 :

Laqab : Muhammad rasulullah

Syarat Sah Mafhum


Mukhalafah

Tidak berlawanan dengan dalil yang lebih kuat


Cth : Membunuh takut miskin
Mantuqnya bukan hal biasa terjadi
Cth : Anak tiri, serumah
Mantuqnya bukan untuk menguatkan
Cth : Bukan Islam boleh diganggu, Hidup rukun
Mantuqnya berdiri sendiri
Cth : Itikaf, boleh bercampur

CONTOH

Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan


kepada keduanya Perkataan "ah" dan
janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang
mulia.

Manthuq dari ayat ini yaitu pada lafadz


uffin, atau perkataan keji kepada kedua
orang tuamu, sedangkan mafhumnya yaitu
memukul atau menyiksanya.

LAFAL AM dan khas

AM Menurut bahasa merata, yg umum


Menurut Istilah :

Lafal yang meliputi pengertian umum


terhadap semua yang termasuk dalam
pengertian lafal itu, dengan hanya disebut
sekaligus.
Misal : Al-Insan : Manusia
Meliputi seluruh manusia

JENIS-JENIS AM
Lafal Kullun, Jamiun, Kaffah dan Masya
Isim istifham man, ma, aina, ayun, mata
Isim Isyarat man, ma dan ayyun
Isim mufrad yg di makrifatkan dg alif lam (al)
atau idhafah
Jama yg makrifat dg al atau idhafah
Isim nakirah yg terletak stlh nafi
Isim maushul

, , , ,




: , , ,



Macam LAFAL AM

Lafal umum yg tdk mungkin ditakhsiskan

Lafal umum yg dimaksudkan khusus karena


adanya bukti ttg kekhususannya

Lafal umum yg khusus seperti lafal umum yg


tdk ditemui tanda yg menunjukkan ditakhsis

Al-Taghlib

Lafaz Am mencakup seluruh bagian yang


termasuk dibawah jenisnya. Meskipun
demikian, orang Arab dalam kondisi
tertentu terkadang menggunakan lafaz
umum agar mencakup bagian-bagian yang
lainnya karena adanya hubungan diantara
keduanya dalam bahasa mereka. Ini
disebut dengan al-taghlib.

Cakupan Taghlib

Lafaz muzakkar agar mencakup muannats, Lafaz


al-rijal agar mencakup al-nisa,
Lafaz ulil albb juga bermakna ltul albb.
Lafaz man juga begitu.
Pengecualian: Apabila suatu seruan terhadap
suatu perbuatan ditujukan khusus bagi laki-laki
dengan disertai qarinah (indikator), maka saat
itu tidak terjadi taghlib, seperti pada ayat

Cakupan Taghlib
Taghlib mencakup seruan bagi orang yang
berakal terhadap yang tidak berakal, seperti
kata man mencakup
yang berakal ataupun tidak.
Taghlib sifat yang berakal, seperti
menggunakan kata
(seruan bagi yang berakal) sebagai ganti
yang mensifati bulan dan matahari dengan
sifat berakal karena ada kata

DILALAH DAN PENGMALAN AM


Bila Am dtg krn sebab khas, mk yg dianggap adalah
umumnya lafal, bkn khususnya sebab
Khitab khas kpd seseorg dari slrh umat menunjukkan
faedah umum, kecuali ada dalil menunjukkan khas utk
org itu saja
Menyebut sebagian satuan lafal am, tidak berarti
menakhiskan
Lafal am ssdh ditakhsis ttp menjd hujah bg satuan2
yg msh tertinggal
Mengamalkan dalil am sblm menyelidiki yg menakhsis
tdk diperbolehkan

KAIDAH-KAIDAH AM

LAFAL KHAS
Khas adalah perkataan atau susunan yg
mengandung arti tertentu yg tdk umum, atau
hanya berlaku utk sbgian tertentu.
Lafaz khash dalam nash syara menunjuk
kepada pengertiannya yang khas secara qathi
(pasti), dan hukum yang dikandungnya bersifat
qathi selama tidak ada indikasi yang
menunjukkan pengertian lain. Seperti pada
kata bilangan.

Bentuk-bentuk Lafaz Khusus


1.

2.

3.

4.

Isim alam, baik manusia seperti: Muhammad,


Nuh; atau nama bagi benda apa saja seperti:
tuffhah, misymisy.
Isim yang dimarifatkan dengan al lil ahdi,
seperti perkataan: j-a al-rajulu (seorang
lelaki tertentu).
Menentukan isim dengan menunjuknya,
seperti perkataan: dzlika al-qdim dan
hvdza al-jlisu.
Bilangan yang dibatasi, meskipun lebih banyak
dari dua, seperti: tsaltsun atau khamsun.

Macam-macam

Istilah yang erat dengan khas :


- Takhsis adalah penjelasan bahwa
yang dimaksud dengan suatu lafal
umum adalah sebagian dari cakupannya,
bukan seluruhnya. Atau
memalingkan
suatu kata dari umum menjadi khusus.

- Mukhasis adalah suatu dalil yang menjadi


dasar adanya pengkhususan lafal

Macam Mukhasis

Mukhasis (Dalil-dalil Pengkhususan)


terbagi dua:
- Dalil pengkhususan yang menyatu
()
- Dalil pengkhususan yang terpisah
()

Mukhasis Muttashil

1. MUTTASHIL (BERSAMBUNG).

Yakni mukhashshishnya ada dalam susunan yang


menjadi satu dengan yang umumnya, Lafal yang tidak
berdiri sendiri, maknanya bersangkutan dengan lafal
sebelumnya. Khash muttashil bermacam-macam :

a. Istitsna', -

(171-170 )

b. Syarat,

(12 )

Next.
c. Sifat. Seperti kalimat
yang membolehkan seorang laki-laki menikahi
budak miliknya yang beriman, jika tidak
beriman maka tidak boleh dinikahi.
d. Ghayah, yaitu kata ( )dan ( ) .
Hukum yang setelahnya harus berbeda dengan
hukum yang sebelumnya.

Next
e. Badalul ba'dhi min al-kulli (pengganti sebagian
dari keseluruhan).
seperti ungkapan: Datang kepadaku suatu kaum,
yakni para pemimpinnya.
f. Hal (keadaan). Atau Takshish dengan perkataan
yang bersambung dan mandiri.

ayat bersifat umum tentang kewajiban puasa


bagi orang yang melihat bulan, tetapi bentuk
perkataannya yang bersambung dan mandiri
setelahnya mengecualikan orang yang sakit dan
sedang bepergian.

Mukhasis munfasil
2. MUNFASHIL (TERPISAH).

Yakni mukhashishnya terdapat pada tempat lain,


tidak bersama dengan lafaz yang umum, lafal yang
berdiri sendiri, terpisah dari dalil yang memberi
pengertian umum. Khash munfashil bermacam-macam :

a. Takhshish Quran dengan Quran


Seperti QS. Al-Thalaq ayat 4 yang
mentakhshish QS. Al-Baqarah: 228

( )
( )

Next
b. Takhshish al-Quran bi al-Sunnah
S. al-Maidah, 38.


ditakhshish nisab pencuri


S. al-Nisa, 11.

ditakhshish dengan anak Islam atau Kafir

Next

c. Takhshish al-sunnah bi al-kitab


Contoh, pada saat Perjanjian Hudaibiyah,
Rasul bersabda

(Dengan syarat jika datang kepadamu salah


seorang dari kami meskipun menganut agamamu
maka engkau harus mengembalikannya).
Pernyataan ini mencakup setiap laki-laki dan
wanita. Kemudian QS. Al-Mumtahanah : 10,
yang mentakhshish, sehingga khusus bagi
laki-laki saja.

Next
d. Takhshish al-sunnah bi al-sunnah.
Seperti kalimat dalam hadits

(Tidak wajib zakat pada hasil panen yang


dibawah 5 wasaq)
yang mentakhshish hadis

(Pada tumbuhan yang disirami hujan maka wajib


dikeluarkan zakat sepersepuluhnya).

Next
e. Takhshish bi al-qiyas.
Mentakhsis Nash yang umum dengan qiyas

: )
(2

Ayat ini umum merdeka dan budak, kemudian


ada ayat hukuman untuk budak wanita, lalu
budak laki-laki diqiyaskan

Ayat (an-Nisa : 25) ini khusus budak
perempuan

Next
f. Takhshish Quran dengan Ijma

(9 : )
Ijma mentkhshish ayat tentang kewajiban shalat
jumat untuk siapapun dengan mengecualikan
perempuan dan budak.

MUTHLAQ DAN MUQAYYAD


Muthlaq : Tidak terikat dengan ikatan atau
syarat tertentu, sedangkan istilah :

lafadz yang menunjukkan arti yang


sebenarnya tanpa qayd (dibatasi) oleh suatu
hal yang lain.

Muqayyad : terikat, sedangkan istilah :

lafadz yang menunjukkan arti sebenarnya


dengan (adanya) qayd (pembatasan) oleh
suatu hal yang lain.

Macam-macam
MUTHLAQ DAN MUQAYYAD
. 1. Sebab dan Hukumnya Sama.
Seperti Puasa untuk Kafarat Sumpah

)
(89 :

Lafadz mutlaq dibawa ke muqayyad (maksud
lafadz mutlaq dan muqayyad sama), karena
sebab yang satu tidak akan menghendaki dua
hal bertentangan

Next
2. Sebab dan Hukum berbeda.

Seperti tangan dalam berwudlu dan mencuri


(6 : )
(38 : )
Dalam berwudlu dibatasi sampai siku, sedang
dalam pencurian dimutlaqkan, tidak dibatasi.
Dalam keadaan ini mutlaq tidak boleh dibawa
kepada muqayyad karena sebab dan hukum
berbeda.

Next
3. Sebab sama sedangkan Hukum berbeda.
Seperti Tangan dalam Wudlu dan Tayamum


(6 : )

(6 : )

Dalam wudlu dibatasi sampai siku, sedang dalam


tayamum tidak dibatasi, mutlaq.
Lafadz mutlaq tidak dibawa ke muqayyad karena
berlainan hukumnya, namun al-Ghazaly sebaliknya
karena sebabnya sama.

Next
4. Sebab berbeda dan hukumnya sama.
Hal ini dibagi dua :
a. Taqyid atau batasannya hanya satu
- Budak, taqyidnya beriman
b. Taqyid atau batasannya berbeda-beda
- Kafarat dzihar, puasa berturut-turut
- Kafarat haji tamattu, terpisah-pisah
- Puasa Qadla dan mutlaq, tanpa taqyid

PENGGUNAAN LAFADZ

Lafadz muthlaq yang terdapat dalam nash wajib


diamalkan sesuai dengan kemuthlaqannya
kecuali bila ada dalil yang menunjukkan sebagai
muqayyad.

Dalam pandangan ahli ushul fiqh, mereka


menetapkan hukum wajib mengamalkan
muqayyad. Lafadz muqayyad tidak tetap
sebagai muqayyad apabila ada dalil lain yang
menghapuskan batasannya.

Amar Dan Nahi

Amar : Perintah

Lafadz yang dikehendaki supaya orang


mengerjakan apa yang dimaksudkan.
Menurut Ali Hasbullah :

Amar yaitu suatu tuntutan perbuatan dari yang


lebih tinggi derajat kedudukannya kepada pihak
yang lebih rendah kedudukannya.

singhat Amar

Berbentuk Fiil Amar/perintah langsung

(42 : )

Berbentuk Mudhari didahului Lam Amar

(29 : )

Bentuk Lain : Faradha, Kutiba

...

singhat Amar
Ijab

Nadab
Takdib
Irsyad
Ibahah

next




Tahdid
Indzar
Ikram
Taskhir
Tajiz

next

Taswiyah
Tamanni

Doa

Ihanah
Imtinan

Dilalah amar

Menunjukkan Wajib selama tidak ada


Qorinah dari ketentuan Amar

Menunjukkan Anjuran

nahi

Nahi : Mencegah, melarang

Lafal yang menyuruh untuk meninggalkan


sesuatu pekerjaan yang diperintahkan oleh
orang yang lebih tinggi
Menurut Abdul Hamid Hakim :

Perintah untuk meninggalkan sesuatu dari


atasan kepada bawahan.

singhat nahi


Doa
Pelajaran
Putus Asa
Menghibur

Menghardik
- Majikan kepada pembantunya

Dilalah nahi
Perintah sesudah larangan (mubah)
Perintah tidak menghendaki berulang
kali untuk dikerjakan
Perintah tidak menghendaki segera
dikerjakan

Masa berlaku nahi


Melarang sesuatu, mengandung ketentuan


perintah melakukan kebalikannya.

Nahi itu tidak menyebabkan rusaknya


perbuatan yang dilakukan kecuali hanya
dalam soal ibadah saja dan tidak didalam
muamalah

ijtihad

Bahasa

Menghabiskan usaha dan kekuatan,


bersungguh-sungguh dan kesulitan

Upaya sungguh-sungguh dalam pemikiran


atau penelitian hukum untuk mendapatkan
hukum syara dengan metode istimbath

macam ijtihad

Dilihat dari metodenya :


Ijtihad Bayani

Suatu kegiatan ijtihad yang bertujuan


untuk menjelaskan hukum-hukum syara
yang terdapat dalam nash secara lafadz

Next

Ijtihad Qiyasi

Kegiatan ijtihad untuk menetapkan hukumhukum syara dengan cara mengqiyaskan


hukum cabang kepada hukum asli yang
ada nash hukumnya

Next

Ijtihad Istislahi

Kegiatan ijtihad untuk menetapkan hukum


syara dengan cara penalaran
berdasarkan prinsip kemaslahatan

macam ijtihad

Dilihat dari jumlah mujtahid


Ijtihad Fardi
Ijtihad yang dilkukan oleh seorang atau
beberapa orang untuk menemukan hukum
syara yang belum ada hukumnya
Ijtihad Jamai
Ijtihad yang dilakukan oleh seluruh
mujtahid untuk menemukan hukum syara
yang belum ada hukumnya

syarat ijtihad

Umum : Baliqh, berakal, memiliki


kemampuan nalar tinggi, keimanan tinggi
Utama : Menguasai, mengetahui dan
memahami bahasa Arab, al-quran dan alhadits, ilmu ushul dan kaidah fiqh,
tujuan pensyariatan hukum
Pendukung : Mengetahui ada tidaknya
dalil qathi tentang masalah yang
dibahas, perbedaan pendapat ulama

Tingkat kekuatan

Mujtahid Mutlaq
- Mujtahid mutlaq mustaqil (Imam
Madzhab) yaitu seorang mujtahid yang
bebas menggunakan kaidah dan
menyusun fiqihnya sendiri yang berbeda
dengan mazhab yang ada
- Mujtahid mutlaq muntasib yaitu
seorang mujtahid yang bebas
menggunkan kaidah dan fiqhnya sendiri
tetapi metode istimbathnya mengikut
mujtahid sebelumnya

Next

Mujtahid Madzhab
- Mujtahid Takhrij yaitu Mujtahid yang
mencari hukum baru tetapi masih terikat
oleh madzhab imam dalam kaidahnya
- Mujtahid Tarjih yaitu memilah
pendapat yang lebih kuat dianta
pendapat imam madzhabnya
- Mujtahid Fatwa yaitu mujtahid yang
menguasai seluk beluk hukum imam
madzhab dan memfatwakan kepada
masyarakat

Perkembangan Ijtihad
Ijtihad berkembang sejak zaman
Rosulullah Saw. Sepanjang fiqh
mengandung pengertian tentang hukum
syara yang berkaitan dengan perbuatan
mukalaf yang selalu berubah ubah , baik
bentuk maupun macamnya. Sebagaimana
yang dilakukan Muadz bin Jabal ketika
di Yaman.

MAQOSID SYARIAH

Pengertian

Makna-makna dan tujuan-tujuan yang


ditekankan dalam syariat pada seluruh
hukum-hukumnya atau sebagian
besarnya. Bisa juga diartikan : Tujuan
dari Pembuat Syariat dalam setiap
hukum dari hukum-hukumnya.

Macam maqashid
Maqashid Umum

,
, .
:
)(107 :

)(57 :

Next
Maqashid Khusus

)(6 :
:

:
)(45 :
: )(183 :
):
:
(103
: ).(28 :

Tingkatan

Tingkat Maslahah
Al-Dharuriyah : Perkara tegaknya
kehidupan, bila ditinggalkan rusak
kehidupan, timbul fitnah.
Al-Hajiyah : Perbuatan selain dharury
yang dibutuhkan untuk menghindari
kesulitan
Al-Tahsiniyah : Mempergunakan semua
yang layak yang dibenarkan adat yang
baik dan mencakup mahasinul akhlaq

Next

Maslahah Dharuriyah
- Agama : Kewajiban Jihad
- Jiwa : Usaha Mencari makan, minum dan pakaian
- Akal : Meninggalkan minum khamr
- Keturunan : Kewajiban Nikah, larangan zina
- Harta : Menjauhi Pencurian
Maslahah Hajiyah
- Qashar, berburu, buka bagi musafir
Maslahah Tahsiniyah
- Bersuci, menutup aurat, akhlaq dan adab

),(217 :

)(9 :



,
), (178 :




)(32 :


,


) ...:

(90
,
) , (32 :
)(2 :
):
,
(188
)(38 :




.
:
,
. :
.

:

) , (78 :


) , (185 :

) , (28 : " :
"

,
,
, .
, ,
, . :
. :


:

) , (6 :

" :
" " " . " :
".

TAQLID

Pengertian
Taqlid yaitu penerimaan perkataan seseorang
sedang engkau tidak mengetahuinya dari mana
asal pekataan tersebut.
Hukum
Hukum Taqlid
1.Hukum amaliah yg tiadk memerlukan
penelitian atau ijtihad.
2.Hukum amaliah yg masaih memerlukan
penelitian ijtihad

Ittiba

Pengertian

Ittiba yaitu Mengikuti smua yg


dperintahkan,dilarangdan
dibenarkanRosululluh SAW

Hukum

Wajib seorang muslim ittiba kepada


Rossulluh SAW dengan menempuh jalan
yg beliau tempuh dan melakukan apa yg
beliau lakukan.

Talfiq

Pengertian

Taufiq yaitu memindahkan mana dari


suatu dalil kemana yg lain,sehingga
tidak ada pertentangan atau perlawanan
lagi