Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH DAN PENERAPAN FILSAFAT

KONSTRUKTIVISME DALAM PENDIDIKAN FISIKA


Arif Eko Sumaryanto, S.Si
Fitria Arifiyanti, S.Pd
Ratna Dwi Astuti, S.Pd
Setyo Eko Rusmanto, S.Pd

(14708251016)
(14708251019)
(14708251025)
(14708251029)

Anastasia Moi Sawu, S.Pd (14708251044)


Maria Yuliana Kua, S.Pd
(14708251042)

PENDAHULUAN

PENGARUH DAN
PENERAPAN
FILSAFAT
KONSTRUKTIVISME
DALAM PENDIDIKAN
FISIKA

PEMBAHASAN

PENUTUP

PENGERTIAN FILSAFAT
Secara

SEJARAH PERKEMBANGAN
FILSAFAT

Filsafat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke-7


SM. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai berpikir
dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan
lingkungan.
Aliran filsafat yang pertama adalah aliran Parmenides,
pemikiran filsafatnya berpendapat bahwa segala
sesuatu yang ada tidak berubah. Aliran yang kedua
adalah aliran Herakleitos, menurutnya tidak ada satu
pun hal di alam semesta yang bersifat tetap.
Di zaman modern filsuf bernama Immanuel Kant,
menggabungkan dua aliran tersebut, alirannya
dikenal sintetik apriori.

PENGERTIAN KONSTRUKTIVISME

PENGERTIAN FILSAFAT
KONSTRUKTIVISME
Hakikat
pengetahuan
Filsafat yang
mempelajari

Pengetahuan

Bagaimana
pengetahuan
dipelajari

PENGERTIAN PENDIDIKAN
FISIKA

PEMBAHASAN
Filsafat Konstruktivisme Pendidikan Fisika
Konstruktivisme Psikologis Personal (Piaget)
Konstruktivisme psikologis diawali oleh Piaget
yang meneliti bagaimana seorang anak
membangun pengetahuan kognitifnya. Ia lebih
menekankan bagaimana si individu secara sendiri
mengkonstruksi pengetahuan dari interaksinya
dengan pengalaman dan objek yang dihadapi.
Dalam kasus belajar fisika, seorang anak diberi
kebebasan untuk mempelajari sendiri dan
menkonstruksi sendiri pengetahuan yang telah
didapatkan.

Sosiokulturalisme (Vygotsky)
Berbeda dengan Piaget, Vygotsky menekankan pentingnya
interaksi sosial dengan orang lain terlebih yang memiliki
pengetahuan lebih baik maupun lingkungan yang telah
berkembang dengan baik. Misalnya seorang yang belajar
fisika dipertemukan dengan ahli fisika yang dapat bercerita
tentang pengalaman, pemikiran maupun penemuanpenemuannya. Dalam keterlibatan ini siswa tertantang
untuk mengkonstruksi pengetahuannya sesuai dengan
konstruksi para ahli.
Menurut sosiokulturalisme, kegiatan seseorang dalam
memahami sesuatu dipengaruhi oleh partisipasinya dalam
praktek-praktek sosial dan kultural yang ada, seperti
masyarakat, sekolah, teman dan lain-lain.

Pembelajaran
Fisika
menurut
Filsafat
Konstruktivisme
Menurut filsafat konstruktivisme menyatakan bahwa
pengetahuan itu adalah bentukan (konstruksi) siswa
sendiri yang sedang belajar dengan mengembangkan ideide dan pengertian yang dimiliki oleh pribadi orang belajar
tersebut. Dengan cara ini siswa dapat menjalani proses
mengkonstruksi pengetahuan baik berupa konsep, ide
maupun pengertian tentang sesuatu yang sedang
dipelajarinya.
Pengetahuan seseorang tentang listrik arus searah adalah
bentukan siswa sendiri yang terjadi karena siswa
mengolah,
mencerna
dan
akhirnya
merumuskan
pengertian tentang listrik arus searah tersebut.

Proses Pembelajaran Fisika


Fisika sebagai salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang lebih
banyak berkaitan dengan kegiatan-kegiatan seperti mengumpulkan data,
mengukur,
menghitung,
menganalisis,
mencari
hubungan,
menghubungkan konsep-konsep, semuanya ditujukan pada satu
penyelesaian soal. Oleh karena itu, belajar fisika seharusnya tidak hanya
menghafal teori, definisi dan sejenisnya, tetapi memerlukan pemahaman
yang sungguh-sungguh. Dalam belajar fisika hendaknya fakta konsep dan
prinsip-prinsip fakta tidak diterima secara prosedural tanpa pemahaman
dan penalaran. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak
seseorang (guru) ke kepala orang lain (siswa). Siswa sendirilah yang harus
mengartikan apa yang telah diajarkan dengan menyesuaikan terhadap
pengalaman-pengalaman mereka. Pengetahuan atau pengertian dibentuk
oleh siswa secara aktif, bukan hanya diterima secara pasif dari guru
mereka. Untuk meningkatkan hasil dan proses pembelajaran fisika tentu
saja diperlukan metode pengajaran yang sesuai dengan karakter siswa
dan materi fisika. Pendekatan dan metode ini juga harus dapat
menampilkan hakekat fisika sebagai proses ilmiah, sikap ilmiah serta
produk ilmiah.

Dampak Konstruktivisme Bagi Siswa yang Belajar

Dalam mempelajari suatu konsep, misalnya gerak dalam


fisika, siswa sudah membawa konsep-konsep fisika sebelum
mengikuti pelajaran formal di sekolah. Konsep-konsep yang
mereka bawa sering tidak tepat dan tidak sesuai. Itulah yang
disebut miskonsepsi. Pengertian awal inilah yang perlu
dikembangkan dan diluruskan dalam belajar di sekolah. Oleh
karena pengetahuan dibentuk baik secara individual maupun
sosial, maka belajar kelompok dapat dibentuk untuk
mematangkan konstruksinya. Bagi siswa yang mempunyai
gagasan keliru, mereka dapat mengubahnya. Sedangkan
bagi siswa yang mempunyai gagasan benar, dapat menjadi
lebih yakin dengan pengetahuannya.

Dampak Konstruksivisme Bagi Guru Fisika


Mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari
otak guru ke otak siswa. Mengajar lebih merupakan
proses
membantu
siswa
sendiri
membangun
pengetahuannya. Peran guru bukan mentransfer ilmu,
melainkan sebagai mediator atau fasilitator yang
membantu siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan
mereka secara cepat dan efektif.
Pendekatan
mengajar
konstruktivisme
dapat
memberikan pengaruh kepada pendidik dengan
beberapa
sikap
dan
praktik
dalam
proses
pembelajaran.

PENUTUP
Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan
fisika akan memberikan dampak perubahan
perilaku dan tindakan yang terarah dalam
proses pembelajaran di kelas, baik
perubahan perilaku kepada para pendidik
maupun kepada para peserta didik.
Perubahan perilaku ini merupakan dampak
positif dari filsafat konstruktivisme dalam
pendidikan fisika.