Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kesehatan Masyarakat

PHC

Dosen

: Iwan Kurniawan M.Kes

Mata kuliah : Kesehatan Masayarakat


Disusun Oleh

;
1.Eka jinaputri
2.Dhesy maharani
3.Nurulhuda

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yatsi


Tangerang
Tahun 2013/2014

A. DEFINISI PHC
Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan
pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis,
ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh
individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi
mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau
oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat
perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self
1.
2.
3.
4.
5.

reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).


Pelayanan Kesehatan Pokok/Dasar
Dapat diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat sendiri
Dibiayai sendiri (terjangkau masyarakat)
Semangat hidup sendiri
Menentukan nasib sendiri

B. PRINSIP PHC
1. Pemerataan upaya kesehatan
Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu
perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah
kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi
semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna,
lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.
Penekanan pada upaya preventif
Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala
usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berperilaku
sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.
2. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses,
terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya
penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).
3. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan
keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri
dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan

kapasitas

untuk

berkontribusi

dalam

pembangunan

masyarakat.
4.

Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan

Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh


intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain
yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan

kemandirian masyarakat.
C. Sasaran
1. Individu
2. Keluarga
3. Masyarakat
4. Kelompok khusus
a. Kelompok yang mempunyai kebutuhan khusus: ibu
hamil, BBL, balita, usia sekolah dan usila
b. Kelompok
dengan kesehatan khusus:

penderita

penyakit menular (AIDS, TBC, Lepra, dll), penderita


penyakit tidak menular (DM, jantung, gangguan mental)
c. Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit:
WTS, pecandu narkoba, pekerja tertentu, dll
d. Lembaga social, perawatan dan rehabilitasi (panti
wreda, panti asuhan, pusat-pusat rehabilitasi).
D. Unsur Utama
Tiga ( 3 ) unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah :
1) Mencakup upaya upaya dasar kesehatan (promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif)
2) Melibatkan peran serta masyarakat
3) Melibatkan kerja sama lintas sektoral
E. SEKTOR TERKAIT KESEHATAN
Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya:
1. Pertanian (misalnya keamanan makanan),
Ppendidikan,
2. Komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang
berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka);
3. Perumahan;
4. Pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup
dari air bersih dan sanitasi dasar) ;
5. Pembangunan perdesaan;
6. Industri;
7. Organisasi masyarakat
8. Pemerintah daerah
F. UNSUR UTAMA PHC
1. Mencakup upaya kesehatan dasar

2. Melibatkan peran serta masyarakat


3. Melibatkan kerjasama lintas sektoral
G. TUJUAN PHC
Tujuan Umum
Menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang
diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada
masyarakat yang menerima pelayanan.
Tujuan Khusus
1) Pelayanan

harus

mencapai

keseluruhan

penduduk

yang

dilayani
2) Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani
3) Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi
yang dilayani
4) Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan
sumber sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat.
H. FUNGSI PHC
1) Pemeliharaan Kesehatan
2) Pencegahan Penyakit
3) Diagnosis dan Pengobatan
4) Pelayanan Tindak lanjut
5) Pemberian Sertifikat
I. ELEMEN PHC
1) Pendidikan kesehatan.
2) Perbaikan gizi dan makanan.
3) Penyediaan air bersih dan perbaikan sanitasi.
4) Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak.
5) Imunisasi.
6) Pencegahan dan pengawasan penyakit endemik.
7) Pengobatan.
8) Penyediaan obat obatan pokok.
J. CIRI-CIRI PHC
1) Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
2) Pelayanan yang menyeluruh
3) Pelayanan yang terorganisasi
4) Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun
5)
6)
7)
8)

masyarakat
Pelayanan yang berkesinambungan
Pelayanan yang progresif
Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek

saja
K. TANGGUNG JAWAB NAKES DALAM PHC

1) Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan


dan

implementasi

pelayanan

kesehatan

dan

program

pendidikan kesehatan
2) Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu
3) Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri
sendiri pada masyarakat
4) Memberikan bimbingan

dan

dukungan

kepada

petugas

pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat


5) Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat.
L. Hal-Hal yang Mendorong Pengembangan Konsep PHC
1) Kegagalan penerangan teknologi pelayanan medis tanpa
disertai orientasi aspek social-ekonomi-politik.
2) Penyebaran
konsep
pembangunan
yang
kesehatan

dengan

menekankan
sektor

dan

sektor

pentingnya

pembangunan
keterpaduan,

pemerataan/perluasan

mengaitkan
lainnya

serta

kerjasama

lintas

jangkau

upaya

daya

kesehatan.
3) Keberhasilan pembangunan kesehatan dengan pendekatan
peran serta masyarakat di beberapa negara.
Dengan terwujudnya konsep PHC, sesungguhnya

terjadi

perubahan sosial dalam pembangunan kesehatan. Untuk itu,


diperlukan

perubahan

mental,

perubahan

struktur

sistem

kesehatan dan reorientasi pendayagunaan sumberdaya dan cara


kerja petugas kesehatan. Pemerataan kesehatan menjadi esensi
pendekatan ini, sehingga semakin disadari kaitan luas antara
kesehatan dengan sektor lain, termasuk kesempatan kerja,
lingkungan dan kedamaian hidup manusia.