Anda di halaman 1dari 9

Makalah Deodorant Aerosol

Disusun oleh :
Wahyu nurcahyo 12040052

Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang


2015

BAB I
Pendahuluan

A. Deodoran
Deodoran atau dalam istilah asingnya deodorant atau deodorizer adalah
suatu zat yang digunakan untuk menyerap atau mengurangi bau menyengat.
Ada 2 prinsip kerja produk :
1. Antiperspirant
Mengurangi keluarnya keringat dengan cara mengecilkan pori-pori kulit.
Bahan yang biasa digunakan adalah Aluminum Chlorohydrate (ACH) pada roll
on dan Aluminium Zirconium Tetrachlorohydrex Gly pada powder stick.
2. Deodorant
Mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan. Formula anti bakteri
yang sangat efektif untuk mengurangi bau badan adalah o-Cymen-5-OL dan
Triclosan. Tambahan pewangi tubuh yang berfungsi menutupi bau badan.
B. Bentuk-bentuk deodorant
Deodoran memiliki beberapa bentuk, ada yang cair ada pula yang padat.
Untuk penggunaan kebersihan tubuh misalnya, deodoran digunakan pada
bagian permukaan tubuh tertentu untuk menghilangkan bau tidak sedap. Karena
kebanyakan bau tidak sedap dari tubuh disebabkan oleh aktifitas bakteri pada
kulit, ke dalam deodoran biasanya ditambahkan pula zat antiseptik, yang
berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab bau.Batubara aktif dan silika gel
menghilangkan bau dari udara dengan cara menyerapnya ke permukaan
aktifnya.

Ada pula beberapa deodoran yang menghilangkan bau dengan cara bereaksi
dengan senyawa penyebab bau. Salah satu contohnya adalah klorofil. Ada juga
glikol yaitu deodoran sekaligus disinfektan yang biasanya disemprotkan saat
digunakan untuk menyerap bau dari udara.
C. Jenis-jenis Deodorant
BEDAK

Bentuknya bubuk berwarna putih. Lebih banyak dikemas


dalam bentuk sachet.

STICK BIASA

Bentuk padat transparan berwarna. Wangi kuat, terasa dingin


saat digunakan dikulit. Dikemas dalam botol plastik.

AEROSIL

Bentuk cair, dikemas dalam kaleng aluminium. Wangi kuat.


Biasanya disebut juga Deodorant Perfume Spray.

ROLL ON

Bentuk cair, biasanya berwarna putih. Dikemas dalam kemasan


botol plastik ataupun kaca. Wanginya kuat. Bola roll-on
sebagai media pengoles. Cara pakai : Oleskan di ketiak.

STICK POWDER

Isi padat berwarna putih. Wangi lembut. Dikemas dalam botol


plastik.

LOTION

Bentuk krim lotion, biasanya berwarna putih, dikemas dalam


sachet. Wangi lembut.

BAB II
Sedian Aerosol

A. Pengertian
Aerosol merupakan istilah yang digunakan untuk sediaan semprotan kabut
tipis dari sistem bertekanan tinggi. Sering disalah artikan pada semua jenis
sediaan bertekanan, sebagian diantaranya melepaskan busa atau cairan setengah
padat.
Menurut FI III, aerosol adalah sediaan yang mengandung satu atau lebih zat
berkhasiat dalam wadah yang diberi tekanan, berisi propelan atau campuran
propelan yang cukup untuk memancarkan isinya hingga habis, dapat digunakan
untuk obat luar atau obat dalam dengan menggunakan propelan yang cukup.
Menurut FI IV, aerosol farmasetik adalah sediaan yang dikemas dibawah
tekanan, mengandung zat aktif terapeutik yang dilepas pada saat sistem katup
yang sesuai ditekan. Sediaan ini digunakan untuk pemakaiaan topical pada kulit
dan juga pemakaiaan local pada hidung ( aerosol nasal ), mulut ( aerosol
lingual ) atau paru-paru ( aerosol inhalasi ) ukuran partikel untuk aerosol
inhalasi harus lebih kecil dari 10 mm, sering disebut juga inhaler dosis turukur
. Aerosol Busa adalah emulsi yang mengandung satu atau lebih zat aktif,
surfaktan, cairan mengandung air atau tidak, dan propelan.
Dalam literatur lain, aerosol adalah suatu sistem koloid lipofob (hidrofil),
dimana fase eksternalnya berupa gas atau campuran gas dan fase internalnya
berupa partikel zat cair yang terbagi sangat halus atau partikel-partikelnya tidak
padat, ukuran partikel tersebut lebih kecil dari 50 mm. jika partikel internal
terdiri dari partikel zat cair, system koloid itu berupa awan atau embun. Jika
partikel internal terdiri ndari partikel zat padat, system koloid itu berupa asap
atau debu.

Beberapa keistimewaan aerosol farmasi yang dianggap menguntungkan


lebih dari bentuk sediaan lain adalah sebagai berikut :
1. Sebagian obat dapat dengan mudah diambil dari wadah tanpa sisanya
menjadi tercemar atau terpapar.
2. Berdasarkan pada wadah aerosol yang kedap udara, maka zat obat terlindung
dari pengaruh yang tidak diinginkan akibat O2 dan kelembapan udara.
3. Pengobatan topikal dapat diberikan secara merata, melapisi kulit tanpa
menyentuh daerah yang diobati.
4. Dengan formula yang tepat dan pengontrolan katup, bentuk fisik dan ukuran
partikel produk yang dipancarkan dapat diatur yang mungkin mempunyai
andil dalam efektivitas obat; contohnya, kabut halus yang terkendali dari
aerosol inhalasi.
5. Penggunaan aerosol merupakan proses yang bersih, sedikit tidak
memerlukan pencucian oleh pemakainya.
6. Mudah digunakan dan sedikit kontak dengan tangan
7. Bahaya kontaminasi tidak ada karena wadah kedap udara
8. Iritasi yang disebabkan oleh pemakaian topikal dapat dikurangi
9. Takaran yang dikehendaki dapat diatur
10. Bentuk semprotan dapat diatur
Kerugian bentuk sediaan aerosol dalam bentuk MDI (Metered Dose
Inhalers) :
1. MDI biasanya mengandung bahan obat terdispersi dan masalah yang sering
timbul berkaitan dengan stabilitas fisiknya
2. Seringnya obat menjadi kurang efektif
3. Efikasi klinik biasanya tergantung pada kemampuan pasien menggunakan
MDI dengan baik dan benar.

B. Jenis system aerosol


1. System 2 fase (gas dan cair)
Terdiri atas larutan zat aktif dalam propelan cair dan propelan bentuk uap.
Sebagai Pelarut digunakan

etanol, propilenglikol, PEG untuk menambah

kelarutan zat aktif. Fase gas dan fase cair atau fase gas dan fase padat untuk
aerosol yang berbentuk serbuk. Fase cair dapat terdiri dari komponen zat aktif /
campuran zat aktif dan propelan cair / komponen propelan yang dilarutkan di
dalamnya. Yang termasuk system ini antara lain yaitu :
a. Aerosol ruang ( space sprays) : insektisida, deodorant
b. Aerosol pelapis permukaan ( surface coating sprays ) : cat, hair sprays
Aerosol system dua fase ini beroperasi pada tekanan 30 40 p.s.i.g ( pounds
per square in gauge ) pada suhu 21C.
2. System 3 fase (gas, cair, padat atau cair)
Terdiri dari suspense atau emulsi zat aktif, propelan cair dan uap propelan.
Suspense terdiri dari zat aktif yang dapat di dispersikan dalam system propelan
dengan zat tambahan yang sesuai seperti zat pembasah atau bahan pembawa
padat seperti talk dan silica koloida. Aerosol system 3 fase ini beroperasi pada
tekanan 15 p.s.i.g ( pounds per square in gauge) pada suhu 21C.
C. Contoh formulasi deodorant aerosol
Formula 1
a. SD Alcohol 40

50 %

b. Propylene glycol

3.5 %

c. Larutan Alumunium Klorohidrat 50%

40 %

d. Air deionisasi

6.5 %

e. Parfum

q.s.

Formula 2
a. Al chlorhydrate mikronized

4,5%

b. Isopropil myristate

3,7%

emolien,melktkan
c. Fumed silica

0,15%

agent
d. Perfume

qs

e. Propellants

ad 100%

suspending

BAB III
Alkohol Dalam Deodorant

Alkohol merupakan suatu bahan yang mempunyai efek farmakologi dan


cenderung menimbulkan ketergantungan serta berinteraksi dengan obat lain
(Guntur M, 2004). Turunan alkohol dapat digunakan untuk antiseptik pada
pembedahan dan pada kulit, misalnya etanol dan isopropyl alcohol.
Dalam sediaan deodorant, etanol berperan sebagai bahan pendingin, dan
agen pelarut, membantu menstabilkan emulsi dan dapat mengurangi iritasi bahan
pendingin, dan agen pelarut.
Alcohol SD-40 terkadang ditulis dengan SD Alcohol 40 atau SDA-40. Ini
adalah alkohol kadar tinggi untuk kosmetik yang telah dimurnikan. Menguap secara
cepat, sehingga bisa digunakan sebagai penyalur bahan-bahan penting yang
dibutuhkan permukaan kulit. Lebih lembut bagi kulit dibanding ethyl alcohol. Bisa
membantu membunuh bakteri. SD alkohol-40 biasanya mengacu pada isopropil
alkohol, yang terdapat di banyak produk jerawat sebagai kontrol basa. Efek
pengeringan diperkirakan mengurangi produksi minyak yang berkontribusi
terhadap jerawat sehingga alkohol dapat bertindak untuk mensterilkan kulit.
Apabila kandungan alkohol pada deodorant terlalu tinggi, bahayanya
adalah pada iritasi, kemerahan serta gatal-gatal, bahaya yang bisa langsung dialami
tanpa menunggu lama.
Selain itu beberapa produk memang dalam bentuk aerosol. Memang lebih
praktis dan sederhana dalam penggunaannya. Namun, biasanya produk-produk
aerosol ini mengandung alcohol dimana kandungan aluminium dan antiperspiran
aktif lainnya tidak begitu saja larut dalam alkohol. Ini yang biasanya membuat efek
cepat kering dan dingin pada kulit. Hal ini mempermudah bakteri untuk tumbuh
lebih cepat.

Daftar Pustaka

Armadji S, 1989. Analisis Bahan Makanan Dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.


Dirjen POM, 1979. Farmakope Indonesia; ed III. Jakarta: Departemen kesehatan
RI.
Dirjen POM, 1995. Farmakope Indonesia; ed IV. Jakarta: Departemen kesehatan
RI.
http://www.perawatanwajahyuk.com/kulit/ayo-coba-5-pengganti-deodorant-inidan-hindari-iritasi.html#sthash.QYt53aaD.dpuf
Raymond C Rowe, Paul J Sheskey and Marian E Quinn. 2009. Handbook of
Pharmaceutical Excipients. America : The Pharmaceutical Press.
Dr. Retno Iswari Tranggono, SpKK , Dra. Fatma Latifah, Apt. 2007. Buku
Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta, PT. Gramedia Pustaka
Utama
Formularium kosmetika Indonesia 1985, DEPKES Republik Indonesia
Perpustakaan.pom.go.id/KoleksiLainnya/Buletin%20Naturalkos/0309/Vol.IV/No.
12,November 2009.pdf