Anda di halaman 1dari 3

PROGNOSIS

Kematian ibu karena KET cenderung menurun dengan diagnosis dini dan
persediaan darah yang cukup. Namun bila pertolongan terlambat, maka angka
kematian akan meningkat. Sedangkan janin pada kehamilan ektopik biasanya
akan mati dan tidak dapat dipertahankan karena tidak berada pada tempat yang
seharusnya tumbuh.
Pada umum nya kelainan yang menyebabkan kehamilan ektopik bersifat
bilateral. Sebagian wanita dapat menjadi steril setelah mengalami kehamilan
ektopik atau dapat mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba yang lain.
Angka kehamilan ektopik yang berulang dilaporkan antara 0-14,6%. Dengan
kemajuan terapi yang ada sekarang, kemungkinan ibu untuk hamil lagi
membesar, namun harus didukung kemampuan menegakkan diagnosis dini
sehingga dapat di intervensikan secepatnya.
Sepertiga dari wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik, untuk
selanjutnya dapat hamil lagi. Kehamilan ektopik bisa terjadi kembali pada
sepertiga wanita dan beberapa wanita tidak bisa hamil lagi. Kemungkinan wanita
dapat berhasil hamil, tergantung dari: faktor usia, apakah sudah memiliki anak,
mengapa kehamilan ektopik pertama terjadi. Sedangkan tingkat kematian akibat
kehamilan ektopik telah terjadi penurunan dalam 30tahun terakhir menjadi
kurang dari 0,1%
Kemungkinan kehamilan di masa depan
Adalah suatu kewajaran untuk khawatir menganai masalah kesuburan setelah
mengalami kehamilan ektopik. Seseorang yang mengalami kehamilan ektopik
bukan berarti tidak dapat mengalami kehamilan normal namun berarti seseorang
memiliki kemungkinan untuk mengalami kehamilan ektopik lagi di masa depan.
Apabila saluran tuba ruptur (pecah) akibat kehamilan ektopik dan diangkat
melalui operasi, seorang wanita akan tetap menghasilkan ovum (sel telur)
melalui saluran tuba sebelahnya namun kemungkinan hamil berkurang sebesar
50 %. Apabila salah satu saluran tuba terganggu (contoh karena perlekatan)
maka terdapat kemungkinan saluran tuba yang di sebelahnya mengalami
gangguan juga. Hal ini dapat menurunkan angka kehamilan berikutnya dan
meningkatkan angka kehamilan ektopik selanjutnya. Pada kasus yang berkaitan
dengan pemakaian spiral, tidak ada peningkatan risiko kehamilan ektopik apabila
spiral diangkat.

Riwayat pengobatan dirumah sakit


Tanggal
21 juni 2014
22 juni 2014
23 juni 2014
24 juni 2014
25 juni 2014

pengobatan
Cefotaxime, ranitidine, ondansentron, kalneks, metronidazol,
dexametason, antrain, CT infus
Cefotaxime, kalneks, dexametason, metronidazol, ranitidine,
ondansetron, antrain, PCT infus
Metronidazol, kalneks, cefotaxime, dexametason, ranitidine,
ondansetron, antrain, ketorolac
Metronidazol, cefotaxime, kalneks, dexametason, ranitidine,
ondansetron, antrain, ketorolac
Cefotaxime, kalneks, metronidazol, dexametason, ranitidine,
ondansetron, ketorolac, antrain.

Terapi

Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya adalah laparotomi. Pada laparotomi perdarahan
secepat mungkin dihentikan dengan menjepit bagian dari adneksa yang menjadi sumber
perdarahan. Keadaan umum penderita terus diperbaiki dan darah dalam rongga perut sebanyak
mungkin dikeluarkan. Dalam tindakan demikian, beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu:
kondisi penderita pada saat itu, keinginan penderita akan fungsi reproduksinya, lokasi kehamilan
ektopik. Hasil ini menentukan apakah perlu dilakukan salpingektomi (pemotongan bagian tuba
yang terganggu) pada kehamilan tuba. Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif).
Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih adanya jaringan ektopik yang
belum terangkat.
Penanganan pada kehamilan ektopik dapat pula dengan transfusi, infus, oksigen, atau kalau
dicurigai ada infeksi diberikan juga antibiotika dan antiinflamasi. Sisa-sisa darah dikeluarkan dan
dibersihkan sedapat mungkin supaya penyembuhan lebih cepat dan harus dirawat inap di rumah
sakit.
Medikamentosa
Terapi untuk kehamilan ektopik adalah metrotreksat, baik secara sistemik maupun dengan injeksi
ke kehamilan ektopik melalui laparoskopi atau bantuan USG. Syarat pemberian metrotreksat
adalah:

Tidak ada kehamilan intrauterin


Belom terjadi ruptur
Ukuran massa adneksa 4cm
Kadar beta-hCG 10.000mIU/ml

Metrotrekasat menghambat prosukdi hCG oleh trofoblas, dan selanjutnya akan menurunkan produksi
progesteron oleh korpus luteum. Efek samping yang dapat terjadi distress abdomen, dizzines,
imunosupresi, leukopenia, malaise, nausea, stomatitis ulseratif, fotosensitive dan fatique.

Kehamilan ektopik terganggu