Anda di halaman 1dari 1

Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan

Penanganan gangguan alergi berlandaskan pada empat dasar :


1.
Menghindari allergen
2.
Terapi farmakologis
Adrenergik
Yang termasuk obat-obat adrenergik adalah katelokamin ( epinefrin, isoetarin, is
oproterenol, bitolterol ) dan nonkatelomin ( efedrin, albuterol, metaproterenol,
salmeterol, terbutalin, pributerol, prokaterol dan fenoterol ). Inhalasi dosis
tunggal salmeterol dapat menimbulkan bronkodilatasi sedikitnya selam 12 jam, men
ghambat reaksi fase cepat maupun lambat terhadap alergen inhalen, dan menghambat
hiperesponsivitas bronkial akibat alergen selama 34 jam.
Antihistamin
Obat dari berbagai struktur kimia yang bersaing dengan histamin pada reseptor di
berbagai jaringan. Karena antihistamin berperan sebagai antagonis kompetitif me
reka lebih efektif dalam mencegah daripada melawan kerja histamin.
Kromolin Sodium
Kromolin sodium adalah garam disodium 1,3-bis-2-hidroksipropan. Zat ini merupaka
n analog kimia obat khellin yang mempunyai sifat merelaksasikan otot polos. Obat
ini tidak mempunyai sifat bronkodilator karenanya obat ini tidak efektif unutk
pengobatan asma akut. Kromolin paling bermanfaat pada asma alergika atau ekstrin
sik.
Kortikosteroid
Kortikosteroid adalah obat paling kuat yang tersedia untuk pengobatan alergi. Be
berapa pengaruh prednison nyata dalam 2 jam sesudah pemberian peroral atau intra
vena yaitu penurunan eosinofil serta limfosit prrimer. Steroid topikal mempunyai
pengaruh lokal langsung yang meliputi pengurangan radang, edema, produksi mukus
, permeabilitas vaskuler, dan kadar Ig E mukosa.
3.
Imunoterapi
Imunoterapi diindikasikan pada penderita rhinitis alergika, asma yang diperantar
ai Ig E atau alergi terhadap serangga. Imunoterapi dapat menghambat pelepasan hi
stamin dari basofil pada tantangan dengan antigen E ragweed in vitro. Leukosit i
ndividu yang diobati memerlukan pemaparan terhadap jumlah antigen E yang lebih b
anyak dalam upaya melepaskan histamin dalam jumlah yang sama seperti yang mereka
lepaskan sebelum terapi. Preparat leukosit dari beberapa penderita yang diobati
bereaksi seolah-olah mereka telah terdesensitisasisecara sempurna dan tidak mel
epaskan histamin pada tantangan dengan antigen E ragweed pada kadar berapapun.
4.
Profilaksis
Profilaksis dengan steroid anabolik atau plasmin inhibitor seperti traneksamat,
sering kali sangat efektif untuk urtikaria atau angioedema.