Anda di halaman 1dari 6

UNSUR PENGENALAN

Penafsiran Citra
Penggunaan data penginderaan jauh dalam bidang kebumian pada
dasarnya adalah mengenal dan memetakan obyek dan parameter kebumian
yang spesifik, menafsirkan proses pembentukannya dan menafsirkan kaitannya
dengan aspek lain. Data penginderaan jauh dicirikan oleh data yang
dikumpulkan dari suatu daerah yang sangat luas dalam waktu yang sangat
singkat.
Penafsiran geologi melalui citra satelit merupakan suatu pekerjaan
analisa yang didasarkan kepada gambar permukaan bumi yang terekam oleh
citra satelit, sedangkan informasi geologi dapat diketahui berdasarkan
hubungan antara geologi dengan obyek gambar. Penafsiran citra adalah suatu
teknik membaca sejumah informasi serta melakukan analisa geologi diatas
selembar citra.
Unsur-Unsur Interpretasi Citra
Dalam melakukan interpretasi citra terdapat sembilan unsur yang
disusun secara berjenjang atau secara hirarkis dan disajikan pada gambar:

Rona dan Warna


Rona adalah tingkat kegelapan dan kecerahan suatu obyek pada citra.
Rona pada foto pankromatik merupakan atribut bagi obyek yang berinteraksi
dengan seluruh spektrum tampak yang sering disebut sinar putih. Rona
merupakan tingkatan dari hitam ke putih atau sebaliknya.

Warna merupakan wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan


spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Sebagai contoh, obyek
tampak biru, hijau, atau merah bila hanya memantulkan spektrum dengan
panjang gelombang (0,4 0,5) m, (0,5 0,6) m, atau (0,6 0,7) m.
Sebaliknya, bila obyek menyerap sinar biru maka ia akan memantulkan warna
hijau dan merah. Sebagai akibatnya maka obyek akan tampak dengan warna
kuning.
Berbeda dengan rona yang hanya menyajikan tingkat kegelapan, warna
menunjukkan tingkat kegelapan yang lebih beraneka. Ada tingkat kegelapan di
dalam warna biru, hijau, merah, kuning, jingga, dan warna lainnya. Mata
manusia dapat membedakan 200 rona dan 20.000 warna. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pembedaan obyek pada foto berwarna lebih mudah bila
dibanding dengan pembedaan obyek pada foto hitam putih.
Rona dan warna disebut unsur dasar. Hal ini menunjukkan betapa
pentingnya rona dan warna dalam pengenalan obyek. Obyek yang tampak
pertama pada citra adalah rona atau warnanya. Setelah rona atau warna yang
sama dikelompokkan dan diberi garis batas untuk memisahkannya dari rona
atau warna yang berlainan, barulah tampak bentuk, tekstur, pola, ukuran dan
bayangannya. Itulah sebabnya maka rona dan warna disebut unsur dasar.
BENTUK
Bentuk merupakan variabel kualitatif yang memerikan konfigurasi atau
kerangka suatu obyek. Bentuk merupakan atribut yang jelas sehingga banyak
obyek yang dapat dikenali berdasarkan bentuknya saja.
Bentuk, ukuran, dan tekstur pada dikelompokkan sebagai susunan
keruangan rona sekunder dalam segi kerumitannya. Bermula dari rona yang
merupakan unsur dasar dan termasuk primer dalam segi kerumitannya.
Pengamatan atas rona dapat dilakukan paling mudah. Oleh karena itu bentuk,
ukuran, dan tekstur yang langsung dapat dikenali berdasarkan rona,
dikelompokkan sekunder kerumitannya.

Ada dua istilah di dalam bahasa Inggris yang artinya bentuk, yaitu
shape dan form. Shape ialah bentuk luar atau bentuk umum, sedang form
merupakan susunan atau struktur yang bentuknya lebih rinci.
Contoh shape atau bentuk luar:

Bentuk bumi bulat


Bentuk wilayah Indonesia memanjang sejauh sekitar 5.100 km.

Contoh form atau bentuk rinci:

Pada bumi yang bentuknya bulat terdapat berbagai bentuk relief atau

bentuk lahan seperti gunungapi, dataran pantai, dan tanggul alam.


Wilayah Indonesia yang bentuk luarnya memanjang, berbentuk (rinci)
negara kepulauan. Wilayah yang memanjang dapat berbentuk masif atau
bentuk lainnya, akan tetapi bentuk wilayah kita berupa himpunan pulaupulau.
Baik bentuk luar maupun bentuk rinci, keduanya merupakan unsur

interpretasi citra yang penting. Banyak bentuk yang khas sehingga


memudahkan pengenalan obyek pada citra.
Contoh pengenalan obyek berdasarkan bentuk:

Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U, atau berbentuk

empat segi panjang.


Tajuk pohon palma berbentuk bintang, tajuk pohon pinus berbentuk

kerucut, dan tajuk bambu berbentuk bulu-bulu.


Gunungapi berbentuk kerucut, sedang bentuk kipas alluvial seperti segi

tiga yang alasnya cembung


Batuan resisten membentuk topografi kasar dengan lereng terjal bila

pengikisannya telah berlangsung lanjut


Bekas meander sungai yang terpotong dapat dikenali sebagai bagian
rendah yang berbentuk tapal kuda

UKURAN
Ukuran ialah atribut obyek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan
volume. Karena ukuran obyek pada citra merupakan fungsi skala, maka di

dalam memanfaatkan ukuran sebagai unsur interpretasi citra harus selalu


diingat skalanya.
Contoh pengenalan obyek berdasarka ukuran:
Ukuran rumah sering mencirikan apakah rumah itu rumah mukim, kantor,
atau industri. Rumah mukim umumnya lebih kecil bila dibanding dengan

kantor atau industri.


Lapangan olah raga dapat dicirikan berdasarkan ukurannya.
Nilai kayu selain ditentukan berdasarkan jenis kayunya juga ditentukan
oleh volumenya. Volume kayu bisa ditaksir berdasarkan tinggi pohon, luas

hutan serta kepadatan pohonnya, dan diameter batang pohon.


TEKSTUR
Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan
rona kelompok obyek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual.
Tekstur sering dinyatakan dengan kasar, halus, dan belang-belang.
Contoh pengenalan obyek berdasarkan tekstur:
Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, semak bertekstur halus.
Tanaman padi bertekstur halus, tanaman tebu bertekstur sedang, dan

tanaman pekarangan bertekstur kasar .


Permukaan air yang tenang bertekstur halus.

POLA
Pola, tinggi, dan bayangan dikelompokkan ke dalam tingkat kerumitan
tertier. Tingkat kerumitannya setingkat lebih tinggi dari tingkat kerumitan
bentuk, ukuran, dan tekstur sebagai unsur interpretasi citra. Pola atau susunan
keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak obyek bentukan
manusia dan bagi beberapa obyek alamiah.
Contoh:
Pola aliran sungai sering menandai struktur geologi dan jenis batuan.
Permukaan transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu dengan
rumah yang ukuran dan jaraknya seragam, masing-masing menghadap ke
jalan.

Kebun karet, kebun kelapa, kebun kopi dan sebagainya mudah dibedakan
dari hutan atau vegetasi lainnya dengan polanya yang teratur, yaitu dari
pola serta jarak tanamnya.

BAYANGAN
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di
daerah gelap. Obyek atau gejala yang terletak di daerah bayangan pada
umumnya tidak tampak sama sekali atau kadang-kadang tampak samar-samar.
Meskipun demikian, bayangan sering merupakan kunci pengenalan yang
penting bagi beberapa obyek yang justru lebih tampak dari bayangannya.
SITUS
Bersama-sama dengan asosiasi, situs dikelompokkan ke dalam
kerumitan yang lebih tinggi. Situs bukan merupakan ciri obyek secara
langsung, melainkan dalam kaitannya dengan lingkungan sekitarnya.
Situs ini berupa unit terkecil dalam suatu sistem wilayah morfologi
yang dipengaruhi oleh faktor situs, seperti:
1. Beda tinggi
2. Kecuraman lereng,
3. Keterbukaan terhadap sinar,
4. Keterbukaan terhadap angin, dan
5. Ketersediaan air permukaan dan air tanah.
Lima faktor situs ini mempengaruhi proses geomorfologi maupun
proses atau perujudan lainnya.
ASOSIASI
Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara obyek yang satu
dengan obyek lain. Adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek pada
citra sering merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.
terhadap lapangan olah raga. Pada umumnya gedung sekolah ditandai
dengan adanya lapangan olah raga di dekatnya.

http://jurnal-geologi.blogspot.com/2010/01/unsur-interpretasicitra.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_Udara_dan_Interpretasi_Citra_S
atelit
http://www.docstoc.com/docs/159719865/Metoda-Penafsiran-CitraSatelit-Untuk-Pemetaan-Geologi