Anda di halaman 1dari 53

BAGIAN I.P.

MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA
SURABAYA

Terdiri Dari 3 Bagian :

1.

Iris
Badan Siliar
Koroid, Merupakan Jaringan Vaskuler
Didlm Mata, Terletak Diantara Retina &
Sklera.

2.
3.

* SECARA ANATOMIS ADA 2 :


1. Uvea Anterior, Terdiri Dr Iris & Badan
Siliar.
2. Uvea Posterior, Terdiri Dr Koroid.
Pembagian Diagnosa Uveitis.
Uveitis Mrpkn Gambaran Reaksi Radang Pd
Uvea.
Pd Umumnya, Radang Intra Okuler Disebut
Sbg Uveitis.

A. Spesifitas Penyebab :
1.
Spesifik / Infeksi : Virus, Bakteri, Fungi, Parasit.
2.
Non Spesifik / Non Infeksi / Rx Hipersensitivitas :
- Primer.
- Sekunder, Berbeda U/ Setiap Penyakit.
Tergantung Dari Peranan Sistim Imun Dari Host Yg
Bersangkutan

B. Cara Masuknya Infeksi :


1.

Exogen :
Trauma,
Operasi,
Iaterogenik.

2.

Endogen :
- Fokal Infeksi Ditempat

Lain Organ Tubuh.


- Reaksi Auto-imun.

Uveitis

Lokasi

Penyakit

Anterior

Iris

Iritis

Badan silier

IridoCyclitis

Intermediate

Pars plana, fundus perifer,Vitreus

Pars planatis, Vitritis

Posterior

Koroid bag equator, Retina

Kori0retinitis ,Retinitis

Pan Uveitis

Semua

Perjalanan penyakit

Serangan

Penyembuhan

Akut

< 2x

sempurna

KRONIS

> 2x

Sembuh +

Residif

> 2x

Tidak sempurna

Onset

ADA TIDAKNYA
ABSES
Purulent

Endophthalmitis
Panophthalmitis

Non purulent

Granulomatus
Non granulomatus

Yg Terjadi, Terdiri Dari Sel Epiteloid &


Makrofag.
Infiltrat Yg Terdiri Dari Sel Plasma &
Limfosit. Infiltrat

1.
2.
3.

Hiperemi Peri- Kornea.


Akuos Flare
Sel Keratic Precipitate
1.
2.

4.

Mutton Fat Kp : Besar Kelabu Makrofag


& tdd Pigmen2 Yg Di Fagotisirnya.
Punctate Kp : Kecil, Putih, tdd Sel
Limfosit & Sel Plasma.

Hipopion .

1.
2.
3.

Sinekia Posterior Pupil Tdk


Bereaksi Terhadap Cahaya.
Seklusi Pupil Iris Bombe .
Oklusi Pupil .

A. KOMPLIKASI KRN RADANG.


1.
2.

KATARAK KOMPLIKATA.
Ekstraksi Katarak
GLAUKOMA SEKUNDER.
Sel Radang Seklusi Pupil.
TX: Menurunkan Tek. Intra Okuler
Obat-obatan
Operasi Filtering.

3. SINEKIA POSTERIOR.
Pencegahan Tjdnya Sinekia: Midriarik
Sikloplegik Kuat, Yaitu Atropin 1%.
4. Iris Atropi, Neovaskularisasi Pd Iris (Rubeosis Iridis) Terutama Pd Keadaan
Kronis.
5. Band Keratopathy .
Biasanya Tjd Sebagai Komplikasi Uveitis Pd
Kasus Berulang & Ckp Lama.

Kortikosteroid Jangka panjang


Katarak
Glaukoma,
Sistemik Jg Dpt Menyebabkan :
- Moon Face
- Hypertensi
- Reaksi Pd Kulit
- Steoforosis

Infeksi Dpt Tjd Secara :


1. Eksogen : Misal Luka / Mata / Operasi.
2. Endogen : Melalui Peredaran Darah.

Pd Uveitis Karena Infeksi, Dpt Terjadi


Abses Didalam Bolamata, Disebut :
- Endoftalmitis
- Panoftalmitis

Endoftalmitis : Adl Radang Supuratif Dari Isi


Bolamata.

Etiologi :
- Staphylococcus Aureus (50%).
- Pseudomonas Aeroginosa (25%).
-Jamur (Candida, Cephalosporum).
- Dan Bermacam2 Mikroorganisme Yg
Lain.

Gejala : Nyeri Hebat, Kelopak Mata Merah,


Bengkak, Kemosis Konjungtiva, hipopyon, Badan Kaca Berisi Sel2
Radang.

Berlanjut, Panoftalmitis ,

Seluruh Lapisan Bolamata & Meluas Ke Rongga


Orbita,
Gejala +: Nyeri > Hebat, Proptosis, Kornea
Keruh, Kemosis Hebat, Bolamata Sukar
Digerakkan.

Pd Keadaan Ini Dpt Tjd Ruptur Bolamata, Shg


Isi Bolamata Keluar, Setelah Tjd Penyembuhan
Akan Tjd Ptisis Bulbi.

Endoftalmitis / Panoftalmitis Krn Jamur,


Gejala2 Tersebut Di atas Terlihat Lbh Tenang.

PENGOBATAN
ENDOFTALMITIS /
PANOFTALMITIS BAKTERIAL

1.

Mikroorganisme Penyebab,dan, Tergantung


Keadaan Klinis & Kehebatan Penyakitnya.
Sistemik :
- Gentamisin 1-1,5 Mm/Kgbb/8 Jam.
- Methicillin 1-2 G Tiap 4-6 Jam.
- Cefasolin 1 G Tiap 4-6 Jam.

2.
3.

4.
5.

6.

Topikal : Gentamisin Eo.


Sub Konjungtival : Gentamsin 20 Mg Dlm
0,5 Cc.
Intra Vitreal ( 0,1 ) : Gentamisin 0,1-0,4 Mg.
Kortikosteroid : Topikal,peri Okular,
Sistemik, 80-100 Mg P.O.
Siklopegik.

Parasentese Akuos Humor / Vitreous.


Intra Vitreal : Amphotericin B 3-5 Mikrogram Pd Tengah
Vitreous (Toksik - Thdp Retina ).
Topikal : Natamycin.
Sistemik :
- Flucytosine 37,5 Mg/Kgbb/Jam.
- Amphotericin B I.V.
- Miconazole I.V.
Vitrectomy Pars Plana U/ Kultur & Terapi.
Siklopegik.

Hati2 Kortikosteroid, Krn Menekan Gejala Radang


Tetapi Memperhebat Pertumbuhan Jamur !!!

Pembedahan
Eviserasi Yaitu Suatu Tindakan Operasi
Mengeluarkan Isi Bolamata Dgn Meninggalkan
Sklera & Konjugtiva.
Exenteratio - Bulbi,

Fase Dini :Dgn Obat2anProses Radang Dipersingkat.

Tjd Jaringan Fibrous Di Badan Kaca, Destruksi Badan


Siliar T.u. Taju Siliar ( Processus Ciliaris ) Shg Tekanan
Intra Okuler Jd Rendah & Tjd Atropi Bolamata ( Ptisis
Bulbi ).

Fase Lanjut, Ruptur Bolamata & Pus Akan


Keluar.Rasa Nyeri Ber< Dgn Cpt, Tp Tjd Ptisis Bulbi.
Prognosa Visus Selalu Jelek.

Reaksi Hipersensitivitas:
Mikroorganisme
Autogenik.

Reaksi / Infeksi Tjd Disalah Satu Bagian


TbhSensitisasi Jaringan AntigenAntibodi.

Bila Tjd Aktivitas Baru Pd Fokus Yg Dahulu, Akan Tjd


Penyebaran Antigen & Bila Bertemu Dgn Antibodi Yg
Sdh Ada Dpt Tjd Reaksi Allergi Berupa Uveitis Allergi
(Uveitis Hipersensitif).

Keadaan Klinis & Perjalanan Penyakit Sangat


Tergantung Sistim Kekebalan Tbh Dari Host /
Penderita.

Pd Uveitis Anterior Yaitu Iritis / Iridoksiklis.

Penderita Usia Muda,

Unilateral

Sembuh Dgn Obat Kortikosteroid.

Mikroorganisme Tdk Ditemukan.


Reaksinya Baik dg Kortikosteroid, Reaksi
Allergi.
Gejala :
- Nyeri Tumpul,
Fotofobia.
- Visus Biasanya Tdk Terganggu, Kcl Bila
Uveitis Yg Brt Akuos Humor Keruh,
Kornea Keruh & Tjd Katarak.

PEMERIKSAAN DIDAPATKAN :
- Hiperemi Perikornea
- Keratik Presipitat
- Akuos Flare
- Edema Iris : Warna Iris Seperti Tanah Liat.
- Miosis.
- Reflek Pupil Berkurang.
- Sinekia Posterior.
- Hipopion, Bila Sel Radang Di Bmd Banyak.
- Hifema.
- Oklusi Pupil.
- Seklusi Pupil.

A. Atropin 1% Tts Mata 3 Kali / Hari Sbg Midriatik


Siklopegik
Relaksasi Otot2 Iris & Badan Siliar,
Mengurangi Hiperemi
Mencegah Timbulnya Sinekia Posterior
Melepas Sinekia Posterior Bila Sdh Tjd.

Pemberian Atropin Dihentikan 10 Hari Setelah


Mata Tenang.

B. KORTIKOSTEROID.
- Topikal : Tts Mata, Tiap 1-2 / Jam
Salep Mata 4 Kali / Hari.
Plg Baik : Suntikan Sub Konjungtivita.
- Sistemik : Radang Ckp Berat,
Dosis Tinggi Dikurangi Bila Sdh Terlihat
Hasil Pengobatan.

C. Kompres Hangat.
Mengurangi Rasa Nyeri
Meningkatkan Sirkulasi Darah Sehingga
Resorbsi Sel2 Radang > Cpt.

D. Kacamata Hitam
Fotofobi Akibat Pupil Yg Lebar Atropin.

Penyebab Utamanya.
Pengobatan U/ Penyebab Primernya.

Komplikasi : Bila Fase Akut Tdk Dpt Diatasi Dgn


Cpt, & Masuk Ke Fase Sub Akut.
- Sinekia Posterior ( Seklusi Pupil, Oklusi Pupil ).
- Glaukoma Sekunder.
- Katarak Komplikata.
- Gangguan Daya Akomodasi Akibat Kerusakan Bdn
Siliar.

A.

Dpt Anterior, Posterior, Pan Uveitis Maupun


Uveitis Simpatetik.
Uvetis Anterior Kronis.
- Gejala2 Sgt Minim,
Hiperemi Kdg2 Terlihat,
Bisa Lanjutan Uveitis Anterior Akut.
- Dpt Tjd Nodul Di Iris Proliferasi Epitel Pigmen
Iris o.k Infiltrasi Sel Makrofag.
Bila Berlangsung Lama, Sebagian Iris Dpt
Mengalami Atropi.

Pengobatan
= Uveitis Anterior Akut
Pengobatan Komplikasi.

B. Uveitis Intermediate.
- Pars Plana ( Pars Planitis ).
- Badan Kaca ( Vitritis ) & Fundus Perifer
Gejala Klinis = Uveitis Posterior.

C. UVEITIS POSTERIOR.
Berbeda Dengan Uveitis Anterior, Pd
Penyakit Ini :
- Tdk Ada Hiperemi Peri Kornea.
- Tdk Terdapat Rasa Nyeri.
- Tdk Ada Fotofobia.

Kadang2 Dpt Ditemukan Mutton Fat. K.P.

Oftalmoskopi : Lesi Di Retina Bercak Putih


Kekuningan & Badan Kaca Di Dpn Lesi Tsb Tampak
Keruh (Kelabu ).

Penyembuhan,bdn Kaca Jernih Kembali & Tampak


Pigmentasi Di Tepi Lesi Tsb.

Penyulit :
- Edema Makula Lutea
- Edema Saraf Optik
- Papillits
- Ablatio Retina

1.
2.
3.

Adalah Radang Dari Uvea Anterior,


Intermediate Maupun Uvea Posterior.
Misal :
Uveitis Simpatetik.
Vogt Koyanagi Harada Syndroma.
Behcet Syndrome.

Yaitu Pan Uveitis Bilateral Yg Tjd Setelah Trauma


Tembus / Luka Operasi Mata Pd Daerah Badan Siliar /
Sekitarnya.

Biasanya Tjd 10-14 Hari Sampai Beberapa Thn Setelah


Trauma Tjd. Wkt Yg Sering Tjd Adl 4-8 Minggu Setelah
Trauma.

Mata Yg Terkena Trauma Disebut Exciting Eye & Yg


Ikut Bereaksi Dsb Sympathizing Eye

Patogenesa Blm Diketahui Dgn Jelas,

Diduga Suatu Proses Autoimmun Yg Berupa Delayed


Hypersensitivity Reaction .

Antigennya Adl Pigmen Uvea Matanya Sendiri Dgn


Kemungkinan Bantuan Virus.

Gambaran Patologik Dr Lesi Dikedua Mata Sama,


Yaitu Berupa Granuloma Difus / Granuloma Dgn Sel
Epiteloid, Giant Sel & Limfosit.

Tdk Ditemukan Adanya Nekrosis.

Gejala Prodromal

Fotofobi,
Gangguan Penglihatan Dekat Krn Kelemahan Akomodasi
Hiperemi Perikornea
Keratik Presipitat,
Flare,
Kekeruhan Badan Kaca
Nyeri Di Mata.

Semua Gajala Dr Uveitis Anterior. Kdg2 Ditemukan


Jg Nodul Di Iris.

Diagnosa Banding Dilakukan Terhadap Uveitis


Yg Lain.

Pd Uveitis Simpatetik Selalu Terdapat Trauma


Sebelumnya - (Anamnesa),

Uveitisnya Bilateral, Difus, Akut.


Sedang Pd Uveitis Biasa Hanya Tjd Unilateral
& Terbatas Pd Slh Satu Bagian Dr Uvea Saja.

Uveitis Simpatetik Tdk Tjd Bila Mata Yg


Mengalami Trauma Dibuang, Kecuali Bila Sdh Ada
Uveitis Simpatetik Ketika Dilakukan Pembuangan
Mata.

Atas Dsr Ini, Jk Trauma Tembus Didaerah Badan


Siliar & Mata Sdh Tdk Berfungsi LagiDilakukan
Pembuangan Sebelum 14 Hari Sesudah Trauma.

Bila Sdh Tjd Uveitis Simpatetis, Maka Dpt Diberikan


Pengobatan Seperti Pengobatan Pd Uveitis Biasa.

PENGOBATAN

Uveitis Kronik Non Spesifik :


A. Sistemik.
1. Prednisolone 1-1,5 Mg/Kgbb, Ada Respon, Dpt Diturunkan Scr
Bertahap.
2. Siklosporin, Tak Ada Respon Dgn Steroid : 2 mgg
Dosis : 5 Mg/Kgbb/Hari Initial, Tak Ada Respon Dosis
Maintenance 2 Mg/Kgbb/Hari.
Pengawasan : Faal Renal,u/ Pengobatan Ini Perlu

B. LOKAL.
Topikal Tetes Mata.

- Midriatika Siklopegik

Suntikan Subkonjungtival.

Steroid Dpt Diberikan Bila Perlu Dgn Dosis :


Tetes Mata / Salep ;
- Dexametasone 1%, Betamethasone 0,1%
- Prednisolone 0 -5%, 3-4 Kali Sehari.
. Suntikan.
Periocular Injeksi

C. Suntikan.
Periocular Injeksi

Long Acting ( Minggu 1 ).


- Methyl Prednisolone Asetat 40 Mg/Cc Atau,
- Triamcinolone Acetonide 40 Mg/CC

Short Acting ( Perhari ).


- Betamethazone 4 Mg/Cc.

- Dexamethazone 4 Mg/Cc.

Obat Tersebut Diatas Dpt Diberikan Anterior


Sub Tenon Untuk Kasus Anterior &
Intermediate Uveitis Dgn Dosis 0,5 Cc
Injeksi.

Posterior Sub Tenon Injeksi 1,5 Cc Untuk


Intermediate & Posterior Uveitis.

THANK YOU
MATUR NUWUN
ARIGATO
TERIMA KASIH