Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MATERNITAS

GANGGUAN KONSEPSI (INFERTILITAS)

Oleh kelompok 2 :
Agus Susanto

(1001100044)

Angki Dini F.

(1001100051)

Annisa Nurhidayah

(1001100052)

Cindy Ariesta

(1001100058)

Moh. Samsul Arifin

(1001100072)

Rudi Dwi Septianto

(1001100091)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI KEPERAWATAN MALANG
NOVEMBER 2011

GANGGUAN KONSEPSI (INFERTILITAS)

PENGERTIAN :

Ketidakmampuan wanita mewujudkan konsepsi, hamil, hingga melahirkan bayi atau

ketidakmampuan laki-laki untuk menghamili wanita.


Kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak menggunakan

kontrasepsi dan melakukan hubungan senggama secara teratur.


Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa perlindungan selama
12 bulan dan tidak terjadi kehamilan.

PENYEBAB :
Faktor penyebab infertilitas pada wanita:
1. Penyumbatan kedua tuba
Saluran telur (tuba fallopii) mempunyai fungsi yang sangat vital dalam proses
kehamilan, yaitu sebagai tempat saluran spermatozoa dan ovum, tempat terjadinya konsepsi,
tempat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi menuju rahim, untuk dapat bernidasi.
Gangguan fungsi saluran telur (tuba fallopii) akan menyebabkan pasangan infertil. Contoh
gangguan tersebut antara lain terjadi perlengketan, penyempitan dan pembuntuan saluran.
2. Gangguan ovulasi
Gangguan yang berhubungan dengan ovulasi otomatis akan mengganggu pengeluaran
sel telur dari ovarium yang mengakibatkan gangguan proses konsepsi.
3. Masalah serviks
Bentuk serviks yang abnormal (retrofleksi) akan mengakibatkan sulitnya spermatozoa
masuk kedalam saluran telur yang mengakibatkan sulit terjadi proses konsepsi. Polip (tumor
jinak), stenosis, non histole mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek).
4. Masalah vagina (vaginismus, vaginistis dan lain-lain)

5. Rahim (mioma, endometritis, endometriosis, uterus bicornis, arculatus, prolaps rahim)


6. Ovarium
Tumor, kista, gangguan menstruasi (amenore, oligomenore dengan atau tanpa ovulasi)
7. Masalah endokrin
Gangguan sistem hormonal wanita dan dapat disertai kelainan bawaan, gangguan
pelepasan sel telur, gangguan pada korpus luteum, gangguan implantasi hasil konsepsi dalam
rahim, hiper/hipotoroid.
8. Faktor lain
Prolaktinemia (tumor pada hipofisis).
Faktor penyebab infertilitas pada pria:
1. Varikokel
Suatu keadaan dimana pembuluh darah menuju bauh zakar terlalu besar, sehingga
jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi
kemampuannya untuk menimbulkan kehamilan.
2. Hipospadia
Muara saluran kencing letaknya abnormal, antara lain pada permukaan bauh zakar.
3. Ejakulasi retrograd
Ejakulasi dimana air mani masuk kedalam kandung kemih.
4. Buah zakar tidak turun
5. Kegagalan testikuler
Dapat terjadi karena buah zakar atrofi atau bauh zakar tidak turun.
6. Kegagalan fungsional

Kemampuan ereksi kurang, kelainan pembentukan spermatozoa, gangguan pada


sperma.

PATOFISIOLOGI :
a.Pada wanita
Beberapa penyebab dari gangguan infertilitas dari wanita diantaranya gangguan
stimulasi hipofisis hipotalamus yang mengakibatkan pembentukan FSH dan LH tidak adekuat
sehingga terjadi gangguan dalam pembentukan folikel di ovarium. Penyebab lain yaitu radiasi
dan toksik yang mengakibatkan gangguan pada ovulasi. Gangguan bentuk anatomi sistem
reproduksi juga penyebab mayor dari infertilitas, diantaranya cidera tuba dan perlekatan tuba
sehingga ovum tidak dapat lewat dan tidak terjadi fertilisasi dari ovum dan sperma. Kelainan
bentuk uterus menyebabkan hasil konsepsi tidak berkembang normal walapun sebelumnya
terjadi fertilisasi. Abnormalitas ovarium, mempengaruhi pembentukan folikel. Abnormalitas
servik mempengaruhi proses pemasukan sperma. Faktor lain yang mempengaruhi infertilitas
adalah aberasi genetik yang menyebabkan kromosom seks tidak lengkap sehingga organ
genitalia tidak berkembang dengan baik.
Beberapa infeksi menyebabkan infertilitas dengan melibatkan reaksi imun sehingga
terjadi gangguan interaksi sperma sehingga sperma tidak bisa bertahan,infeksi juga
menyebebkan inflamasi berlanjut perlekatan yang pada akhirnya menimbulkan gangguan
implantasi zigot yang berujung pada abortus.

b.Pada pria
Abnormalitas androgen dan testosteron diawali dengan disfungsi hipotalamus dan
hipofisis yang mengakibatkan kelainan status fungsional testis. Gaya hidup memberikan
peran yang besar dalam mempengaruhi infertilitas dinataranya merokok, penggunaan obatobatan dan zat adiktif yang berdampak pada abnormalitas sperma dan penurunan libido.
Konsumsi alkohol mempengaruhi masalah ereksi yang mengakibatkan berkurangnya
pancaran sperma. Suhu disekitar areal testis juga mempengaruhi abnormalitas
spermatogenesis. Terjadinya ejakulasi retrograt misalnya akibat pembedahan sehingga

menyebebkan sperma masuk ke vesika urinaria yang mengakibatkan komposisi sperma


terganggu.

POHON MASALAH

MACAM-MACAM:
1. Infertilitas primer
Pasangan tidak pernah mengalami konsepsi meskipun mereka melakukan hubungan
seksual secara teratur (2-3 kali seminggu) selama paling sedikit 12 bulan tanpa proteksi/tanpa
menggunakan alat kontrasepsi.
2. Infertilitas sekunder
Pasangan sebelumnya mengalami konsepsi, tetapi kemudian tidak mampu konsepsi
lagi meskipun mereka melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa proteksi selama 12
bulan.
TANDA DAN GEJALA :
Tanda Infertilitas
1. Kenali tanda-tanda kesuburan wanita
Wanita usia subur biasanya memiliki tanda-tanda saat mengalami ovulasi setiap
bulannya. Ovulasi terjadi ketika telur dilepaskan dari indung telur menuju tuba fallopi untuk
dibuahi sel sperma. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan lendir serviks, peningkatan suhu
tubuh dan rasa nyeri atau sakit di perut. Wanita yang subur bisa dilihat dari tanda-tanda ketika
dia mengalami ovulasi setiap bulan, tapi perlu diketahui kurangnya tanda-tanda ovulasi tidak
selalu menunjukkan bahwa wanita tersebut mandul.
2. Mengetahui siklus menstruasi
Jika anda seorang wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, maka
kemungkinan hormon yang diproduksi tubuh anda kurang. Bisa jadi ada ketidakseimbangan

hormon estrogen dan progesteron. Jika ketidakteraturan siklus menstruasi anda hanya
sesekali mungkin bukan sesuatu yang serius, tapi jika terus menerus tidak teratur maka
kemungkinan anda mengalami kemandulan.
3. Jalani tes penyakit menular seksual
Beberapa penyakit menular seksual (PMS) menyebabkan kemandulan. Pada wanita
penyakit seksual tersebut menyebabkan radang panggul yang menyebabkan terjadinya
kemandulan. Pada pria, gonore adalah salah satu penyakit kelamin yang jika tidak diobati
akan menyebabkan kemandulan.
4. Ketahui faktor gaya hidup penyebab kemandulan
Terlalu gemuk atau terlalu kurus menyebabkan kemandulan. Merokok dan minum
alkohol juga memberi kontribusi membuat anda tidak subur. Pada pria, stres dan rasa cemas
berlebihan menyebabkan kualitas sperma sangat buruk dan menyebabkan kemandulan.
5. Mengetahui efek samping obat yang dikonsumsi
Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi secara rutin dapat menyebabkan efek samping
bagi tubuh, salah satunya adalah menyebabkan kemandulan. Contohnya, obat untuk
menyembuhkan tekanan darah. Selain itu, pengobatan medis di masa kecil seperti kemoterapi
untuk menyembuhkan kanker juga dapat menyebabkan kemandulan saat dewasa.
6. Mengetahui kondisi tertentu penyebab kemandulan
Beberapa penyakit seperti sindrom Cushing menyebabkan masalah cystic fibrosis dan
kesuburan pada pria. Kondisi genetik juga berkontribusi menyebabkan kemandulan.
7. Lakukan tes medis
Barangkali anda anda tidak tahu dengan pasti apakah anda subur atau mandul, jadi hal
terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan melakukan tes medis. Tes medis untuk
mengetahui tingkat kesuburan dilakukan pada pihak pria dan wanita. Pada pria, dilakukan
analisis sperma di laboratorium tertentu untuk mengetahui kualitas sperma. Sementara
pengujian kesuburan pada wanita lebih kompleks yang meliputi cek darah untuk mengetahui
kadar hormon, tes USG panggul untuk mencari fibroid rahim dan memeriksa serviks dan

uterus jika ada kelainan. Pemeriksaan tuba fallopi juga dilakukan untuk melihat apakah ada
masalah

Gejala Infertilitas Wanita :


Selain ketidakmampuan yang jelas untuk hamil, ada juga tanda-tanda lain dari
infertilitas wanita yang mungkin jelas bagi dokter mendiagnosa.
Infertilitas wanita dicurigai ketika wanita mungkin memiliki siklus menstruasi yang tidak
teratur atau tidak stabil atau bahkan tidak ada selama berbulan-bulan.
Nyeri di daerah sistem reproduksi wanita juga bisa menentukan infertilitas perempuan. Nyeri
bisa menandakan beberapa hambatan atau cedera pada organ reproduksi wanita atau sistem
yang dapat menjadi penyebab infertilitas perempuan.

Gejala Infertilitas Pria:


Gejala infertilitas pada pria pada dasarnya adalah penurunan jumlah sperma atau
jumlah sperma yang rendah.Hal demikian bagi seorang laki-laki tidak bisa benar-benar
diketahui secara pasti kecuali mereka melakukan tes analisis sperma.Gejala lain infertilitas
termasuk disfungsi ereksi dan ejakulasi predicaments.

CARA MENGATASI :
Penanganan pada wanita dapat dibagi dalam 7 (tujuh) langkah yang digambarkan
sebagai berikut:

Langkah I (anamnesis), cara yang terbaik untuk mencari penyebab infertilitas pada wanita.
Banyak faktor penting yang berkaitan dengan infertilitas dapat ditanyakan pada pasien.
Anamnesis meliputi hal-hal berikut.
1. Lama fertilitas.
2. Riwayat haid, ovulasi, dan dismenorea.

3. Riwayat sanggama, frekuensi sanggama, dispareunia.


4. Riwayat komplikasi pascapartum, abortus, kehamilan ektopik, kehamilan terakhir.
5. Konstrasepsi yang pernah digunakan.
6. Pemeriksaan infertilitas dan pengobatan sebelumnya.
7. Riwayat penyakit sistematik (tuberkulosis, diabetes melitus, tiroid).
8. Pengobatan radiasi, sitostatika, alkoholisme.
9. Riwayat bedah perut/hipofisis/ginekologi.
10. Riwayat PID, PHS, leukorea.
11. Riwayat keluar ASI.
12. Pengetahuan kesuburan.
Langkah II (analisis hormonal), dilakukan jika dari hasil anamnesis ditemukan riwayat, atau
sedang mengalami gangguan haid, atau dari pemeriksaan dengan suhu basal badan (SBB)
ditemukan anovulasi. Hiperprolaktinemia menyebabkan gangguan sekresi GnRH yang
akibatnya terjadi anovulasi. Kadar normal prolaktin adalah 5- 25 ng/ml. Pemeriksaan
dilakukan antara pukul 7 sampai 10. Jika ditemukan kadar prolaktin >50 ng/ml disertai
gangguan haid, perlu dipikirkan ada tumor di hipofisis. Pemeriksaan gonadotropin dapat
memberi informasi tentang penyebab tidak terjadinya haid.
Langkah III (uji pasca-sanggama). Tes ini dapat memberi informasi tentang interaksi antara
sperma dan getah serviks. Untuk pelaksa-naan uji pasca-sanggama telah dijelaskan
sebelumnya. Jika hasil UPS negatif, perlu dilakukan evaluasi kembali terhadap sperma. Hasil
UPS yang normal dapat menyimpulkan penyebab infertilitas suami.
Langkah IV (penilaian ovulasi). Penilaian ovulasi dapat diukur dengan pengukuran suhu
basal badan (SBB). SBB dikerjakan setiap hari pada saat bangun pagi hari, sebelum bangkit
dari tempat tidur, atau sebelum makanlminum. Jika wanita memiliki siklus haid berovulasi,
grafik akan memperlihatkan gambaran bifasik, sedangkan yang tidak berovulasi gambaran
grafiknya monofasik.
Pada gangguan ovulasi idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui, induksi ovulasi dapat
dicoba dengan pemberian estrogen (umpan balik positif) atau antiestrogen (umpan balik
negatif). Untuk umpan balik negatif, diberikan klomifen sitrat dosis 50-100 mg, mulai hari
ke-5 sampai ke-9 siklus haid. Jika dengan pemberian estrogen dan klomifen sitrat tidak juga
terjadi sekresi gonadotropin, untuk pematangan folikel terpaksa diberikan gonadotropin dari

luar.
Cara lain untuk menilai ovulasi adalah dengan USG. Jika diameter folikel mencapai 18-25
mm, berarti menunjukkan folikel yang matang dan tidak lama lagi akan terjadi ovulasi.
Langkah V (pemeriksaan bakteriologi). Perlu dilakukan pemeriksaan bakteriologi dari
vagina dan porsio. Infeksi akibat Clamydia trachomatis dan gonokokus sering menyebabkan
sumbatan tuba. Jika ditemukan riwayat abortus berulang atau kelainan bawaan pada
kehamilan sebelumnya perlu dilakukan pemeriksaan terhadap TORCH.
Langkah VI (analisis fase luteal). Kadar estradiol yang tinggi pada fase luteal dapat
menghambat implantasi dan keadaan seperti ini sering ditemukan pada unexplained
infertility. Pengobatan insufisiensi korpus luteum dengan pemberian sediaan progesteron
alamiah. Lebih diutamakan progesteron intravagina dengan dosis 50- 200 mg daripada
pemberian oral.
Langkah VII (diagnosis tuba falopii). Karena makin meningkatnya penyakit akibat
hubungan seksual, pemeriksaan tuba menjadi sangat penting. Tuba yang tersumbat, gangguan
hormon, dan anovulasi merupakan penyebab tersering infertilitas. Untuk mengetahui kelainan
pada tuba tersedia berbagai cara, yaitu uji insuflasi, histerosalpingografi, gambaran tuba
falopii secara sonografi, hidrotubasi, dan laparoskopi. Penanganan pada tiap predisposisi
infertilitas bergantung pada penyebabnya, termasuk pemberian antibiotik untuk infertilitas
yang disebabkan oleh infeksi.
Penanganan pada pria :
Penanganan pada pria umumnya adalah dengan analisis sperma. Dari hasil analisis
sperma dapat terlihat kualitas dan kuantitas dari spermatozoa. Jika ditemukan fruktosa di
dalam semen, harus dilakukan tindakan biopsi testis. Jika tidak ditemukan fruktosa di dalam
semen, menunjukkan tidak adanya kelainan vesikula dan vasa seminalis yang bersifat
kongenital.
Langkah-langkah penanganan infertilitas dari yang paling sederhana, yaitu dengan
anamnesis pasangan suami-istri, analisis sperma, uji pasca-sanggama, penilaian ovulasi,
pemeriksaan bakteriologi, analisis fase luteal, diagnosis tuba falopii, dan analisis sperma.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengobati satu atau lebih faktor spesifik.
Observasi prospektif dan pengobatan empiris dengan clomiphene atau antibiotik empiris.

DAFTAR RUJUKAN

Mansjoer, Arif, dkk.2000.Kapita Selekta Kedokteran Jilid I.Jakarta: Media Aesculapius.


Moore,Hacker.2001.Esensial Obstetri dan Ginekologi Edisi 2.Jakarta:Hipokrates.
http://lenteraimpian.wordpress.com/2010/02/13/infertilitas-ketidaksuburan/ ,diakses pada 9
November 2011
http://anggrekidea.blogspot.com/2007/11/infertilitas.html, diakses pada 9 November 2011.
http://konsepsi/gejala-dan-tanda-kemandulan.html, diakses pada 9 November 2011.