Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL

PROGRAM KREATIVITAS ILMIAH


Streptococcus sp. SEBAGAI AGEN PENYEBAB BAKTERIAL
ENDOKARDITIS DENGAN PEMERIKSAAN HAPUSAN DARAH.

BIDANG KEGIATAN :
PKM-P

Diusulkan Oleh:
Desy Futri Intan G.A.N

(131610101070)

Veda Chandrika

(131610101071)

Tira Aisah P.

(131610101073)

Danarwati Budiningrum

(131610101074)

Elissa Arianto

(131610101075)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2015

KATA PENGANTAR

Pertama, puji syukur kehadirat Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas segala bimbingan dan petunjuk-Nya , serta berkat rahmat, nikmat, dan
karunia-Nya sehingga kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan proposal
program kreativitas ilmiah dengan judul Streptococcus sp. sebagai Agen Penyebab
Bacterial Endokarditis dengan Pemeriksaan Hapusan Darah.
Proposal yang kami usulkan ini sebagai sarana memberikan informasi
tentang penyakit sistemik yang berkaitan dengan kelainan atau penyakit pada
rongga mulut manusia . Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada :
1. drg. Agustin Wulan Suci Dharmayanti, M. DSc. yang telah memberi kami
kesempatan dan

bimbingan untuk membuat proposal PKM sebagai tugas

terakhir blok penyakit sistemik dan kelainan rongga mulut.


2. Teman-teman kelompok PKM yang telah berperan aktif dalam pembuatan
proposal PKM ini.
Kami menyadari bahwa proposal PKM ini mengandung banyak
kekurangan, baik dari segi isi maupun sistematika. Oleh karena itu, kami mohon
maaf jika ada kesalahan karena kami masih dalam proses pembelajaran. Kami
juga berharap proposal yang telah kami buat ini dapat bermanfaat untuk
pendalaman pada blok ini.

Jember, 4 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL..................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................... iii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iv
RINGKASAN................................................................................................... v
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Judul.............................................................................................................1
1.2 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.3 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.4 Tujuan......................................................................................................... 1
1.5 Luaran Yang Diharapkan............................................................................ 2
1.6 Kegunaan ................................................................................................... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 2
BAB 3. METODE PENELITIAN.................................................................... 5
3.1 Desain Penelitian........................................................................................ 5
3.2 Hewan Coba dan Kelompok Penelitian ..................................................... 5
3.3 Persiapan Kelinci Karies ............................................................................
3.4 Prosedur Perlakuan ....................................................................................
3.5 Preparasi Sampel Histologi ........................................................................
3.6 Pemeriksaan Parameter Endokarditis .......................................................
3.7 Analisis Data ..............................................................................................
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN8
4.1 Anggaran Biaya .........................................................................................
4.2 Jadwal Kegiatan..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

RINGKASAN
Latar Belakang. Penyakit jantung adalah penyakit sistemik penyabab kematian
pertama di seluruh dunia. Prevalensi kejadian penyakit tersebut di Indonesia terus
meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan sebuah penelitian tahun 2010 dari
sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54% pasien memiliki riwayat penyakit
lubang gigi. Oleh karena itu, kesehatan pada gigi dan mulut bisa berpengaruh
terhadap kesehatan tubuh manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk
membuktikan peran infeksi periodontal terhadap terjadinya penyakit stroke
iskemik. Target. Meningkatkan pemahaman tentang peran infeksi periodontal
terhadap penyakit stroke iskemik, sebagai dasar ilmiah untuk melakukan edukasi
ke masyarakat untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, dan memberikan
kontribusi dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit stroke iskemik.
Luaran. Publikasi artikel ilmiah secara nasional dan internasional tentang
hubungan penyakit stroke iskemik yang disebabkan oleh infeksi periodontal.
Metodologi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental in vivo pada tikus
(Rattus norvegicus) menggunakan rancangan the post test only control group
design. Tikus dibagi dalam dua kelompok masing-masing 6 ekor yaitu kelompok
kontrol (K) dan kelompok infeksi periodontal (P). Semua tikus diberi makan
setiap harinya dengan pakan standar. Pembuatan infeksi periodontal dengan
pemasangan

wire

ligature

dan

diinjeksi

bakteri

infeksi

periodontal

Porphyromonas gingivalis dengan dosis 5g/0,05 ml PBS pada gigi molar


pertama rahang bawah kiri tiga kali dalam seminggu selama empat minggu.
Sebelumnya dilakukan pembiusan secara intramuscular dengan ketamin (KTM
1000) dengan dosis 80 mg/kg atau senilai 0,02ml. Infeksi periodontal dibuktikan
dengan resorpsi tulang alveolar. Pada hari ke-29, seluruh sampel dilakukan
dekaputasi, dan dilakukan pengambilan arteri karotid, kemudian di fiksasi dengan
formalin 10%, dan selanjutnya dilakukan pembuatan preparat histologist melalui
frozen section. Tahap pengamatan dilakukan di bawah mikroskop cahaya dengan
perbesaran 400x dan 1000x. Analisa Data. Hasil pengamatan dari pemeriksaan
parameter aterosklerosis yang berupa data akan dianalisis secara deskriptif
terhadap morfologi endotel meliputi ada tidaknya deposisi lipid, penebalan
kolagen intima, deposisi fibrin pada dinding pembuluh darah, denudasi endotel,

dan adesi lekosit/platelet. Pada ketebalan dinding arteri karotid yang telah
dilakukan pengukuran terhadap ketebalannya maka akan diamati hasilnya secara
statistik parametrik. Berdasarkan analisa data yang meliputi analisis deskriptif dan
analisis statistik parametrik tersebut akan ditentukan tingkat keparahan
aterosklerosis karotid.

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Judul
Streptococcus sp. sebagai Agen Penyebab Bacterial Endokarditis dengan
Pemeriksaan Hapusan Darah.
1.2 Latar Belakang
Gigi yang sehat akan meminimalisasi timbulnya penyakit yang lebih serius
pada organ tubuh lainnya. Gigi terletak di dalam rongga mulut dan didukung oleh
akar, tulang, serta gusi yang sehat. Rongga mulut merupakan tempat
berkumpulnya bakteri. Rongga mulut memberi kontribusi yang cukup berarti
dalam menimbulkan bakteremia. Salah satu penyakit rongga mulut yang paling
dominan dirasakan setiap individu adalah karies gigi. Biasanya, sakit gigi tidak
ditanggapi sebagai penyakit yang berbahaya. Padahal, sakit gigi dapat
mengganggu aktivitas sehari-hari dan berbahaya karena bisa menyebabkan
gangguan sistemik seseorang. Bakteri Streptococcus (penyebab karies) yang ada
di rongga mulut dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah
sehingga mengganggu kesehatan tubuh terutama jantung.
Penyakit jantung adalah penyakit sistemik penyabab kematian pertama di
seluruh dunia. Prevalensi kejadian penyakit tersebut di Indonesia terus meningkat
dari tahun ke tahun. Berdasarkan sebuah penelitian tahun 2010 dari sejumlah
kasus penyakit jantung, sebanyak 54% pasien memiliki riwayat penyakit lubang
gigi. Oleh karena itu, kesehatan pada gigi dan mulut bisa berpengaruh terhadap
kesehatan tubuh manusia.
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana karies profunda stadium III dapat menyebabkan

penyakit

bacterial endokarditis?
2. Apa saja bakteri karies yang ditemukan pada pemeriksaan hapusan darah
penderita penyakit bacterial endokarditis ?
1.4 Tujuan
Mengetahui hubungan karies profunda stadium III dengan penyakit bacterial
endokarditis.

1.5 Luaran yang Diharapkan


Dengan demikian pemeriksaan hapusan darah dapat dijadikan sebagai
pemeriksaan penunjang terhadap penyakit bacterial endokarditis

yang

disebabkan oleh karies profunda perforasi.


1.6 Kegunaan
1. Bagi praktisi kesehatan terutama dokter gigi, dapat digunakan sebagai
pengetahuan baru dalam mewaspadai karies yang dapat menyebabkan
penyakit sistemik.
2. Bagi masyarakat ,dapat digunakan sebagai informasi untuk lebih peduli
dengan kesehatan gigi dan mulut.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karies

Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi, yaitu email,
dentin dan sementum yang disebabkan aktivitas jasad renik yang ada dalam suatu
karbohidrat

yang

diragikan.

Proses

karies

ditandai

dengan

terjadinya

demineralisasi pada jaringan keras gigi, diikuti dengan kerusakan bahan


organiknya. Hal ini akan menyebabkan terjadinya invasi bakteri dan kerusakan
pada jaringan pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal dan
menimbulkan rasa nyeri (Edwina, 1991).
Beberapa jenis karbohidrat makanan misalnya sukrosa dan glukosa, dapat
di fermentasi oleh bakteri tertentu dan membentuk asam sehingga pH plak akan
menurun sampai dibawah 5 dalam waktu 1-3 menit. Penurunan pH yang berulangulang dalam waktu tertentu akan mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi
yang rentan dan proses karies pun dimulai. Paduan keempat faktor penyebab
( karbohidrat, bakteri, waktu, host) digambarkan sebagai empat lingkaran yang
saling menyinggung. Karies baru bisa terjadi hanya jika keempat faktor tersebut
ada (Edwina, 1991).
Bentuk-bentuk karies gigi berdasarkan stadium karies :
1. Karies superfisialis : karies baru mengenai email saja, sedang dentin
belum terkena
2. Karies media : karies sudah mengenai dentin, tetapi belum melebihi
setengah dentin
3. Karies profunda : Karies sudah mengenai lebih dari setengah dentin dan
kadang kadang sudah mengenai pulpa. Karies profunda ini dapat kita bagi
lagi menjadi :
- Karies profunda stadium I. Karies telah melewati setengah dentin
-

biasanya belum dijumpai radang pulpa


Karies profunda stadium II. Masih dijumpai lapisan tipis yang
membatasi karies dengan pulpa. Biasanya disini telah terjadi radang

pulpa
Karies profunda stadium III. Pulpa telah terbuka dan dijumpai
bermacam-macam radang pulpa (Tarigan, 2013).

Gambar 1.1 Diagram etiologi karies (Edwina, 1991)


Karbohidrat (substrat) yang tertinggal di dalam mulut dan mikroorganisme,
merupakan penyebab dari karies gigi, sementara penyebab karies gigi yang tidak
langsung adalah permukaan dan bentuk dari gigi tersebut. Gigi dengan fisur yang
dalam dapat mengakibatkan sisa-sisa makanan mudah melekat dan bertahan,
sehingga produksi asam oleh bakteri akan berlangsung dengan cepat dan
menimbulkan karies gigi (Edwina, 1991).
Adanya kemampuan saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama
berlangsungnya proses karies, menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri
aatas periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti. Oleh karena itu, bila
saliva berada dalam lingkungan gigi, maka karies tidak menghancurkan gigi
dalam waktu hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun
(Edwina, 1991).
Plak gigi memegang peranan peranan penting dalam menyebabkan
terjadinya karies. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan
mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan
melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Plak gigi memegang
peranan peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies. Pada awal
pembentukan plak, kokus gram positif merupakan jenis yang paling banyak
dijumpai seperti Streptococcus mutans, Streptococcus sanguis, Streptococcus

mitis dan Streptococcus salivarius serta beberapa strain lainnya. Walaupun


demikian, S. mutans yang diakui sebagai penyebab utama karies oleh karena S.
mutans mempunyai sifat asidogenik dan asidurik (resisten terhadap asam).
(Edwina, 1991).
2.2 Bakterial Endokarditis
Bakterial endokarditis adalah infeksi mikroba pada permukaan endotel
jantung. Lesi yang khas, vegetasi, berupa massa trombosit dan fibrin dengan
berbagai bentuk dan ukuran dimana banyak mikroorganisme dan sel-sel radang di
dalamnya. Katup jantung paling sering terkena akan tetapi infeksi adapt terjadi
pada lokasi septal defect atau pada korda tendinae atau pada endokardium. Infeksi
arteriovenous shunt, arteri arterial shunt (patent ductus arteriosus) atau koarktasio
aorta walaupun sebenarnya endarteritis, akan tetapi secara klinis dan patologi
morop dengan endokarditis infektif. Banyak spesies bakteri dan jamur,
mikobakteri, riketsia, klamidia, dan mikoplasma yang menjadi penyebab
endokarditis infektif; akan tetapi Streptococcus, Staphylococcus, Enterococcus,
dan Coccobacilus gram negative yang paling sering menyebabkan endokarditis
infektif. Saat ini, endokarditis infektif dirawat melalui proses operasi jantung
ataupun penggunaan antibiotik yang kuat. Namun, penggunaan antibiotik saat ini
semakin sulit dengan semakin berkembangnya resistensi antibiotik. Sekitar 30%
dari penderita penyakit ini meninggal dan kebanyakan dari pasien ini memerlukan
tindakan operasi untuk mengganti katup jantung mereka yang telah terinfeksi
dengan katup jantung buatan yang terbuat dari logam ataupun yang berasal dari
hewan.
Streptococcus dan Staphylococcus merupakan penyebab lebih dari 80%
kasus. Pada pasien pecandu obat-obatan yang menyuntik melalui intravena dan
pasen dengan katup buatan/katup yang telah cacat, insidennya lebih tinggi.
Streptococcus viridans alpha hemolytic merupakan organisme yang paling sering
dan disusul dengan Staphylococcus coagulase positiv. Golongan jamur yang
tersering ialah Candida dan Aspergillus. Streptococcus viridans merupakan
normal flora pada oropharynx dan ini peka terhadap penicilin. Enterococcus dan
group A beta Streptococcus haemolyticus, Staphilococcus sering menyerang katup

jantung yang

normal

dan

menyebabkan

kerusakan yang

cepat.

Pada

Staphylococcus sering diikuti dengan infeksi pada organ yang lain. Masuknya
kuman tersebut dapat melalui oropharynx, kulit, saluran kencing, penyalahgunaan
obat melalui parental nasokomial.
Terdapat 2 macam faktor predisposisi terjadinya endokarditis yaitu faktor jantung
dan faktor diluar jantung :
1. Faktor Jantung Pada waktu yang lalu penyakit demam rhematik jantung
merupakan faktor predisposisi utama terjadinya endokarditis. Kelainan
kongenital merupakan 6- 20% predisposisi terjadinya endokarditis. Dari
kelainan kongenital yang sering menyebabkan endokarditis antara lain:
Ventrikular septal defek, kelainan katup aorta, mitral insuffisiensi, patent
ductus arteriosus, tetralogy fallot, Koartatio aorta, Marfans syndrom,
pulmonary stenosis. Mitral valve prolaps (MVP) merupakan 10-30%
faktor predis posisi endokarditis. Predisposisi yang lain untuk terjadinya
endokarditis yaitu: pada kelainan katup aorta ini sering pada usia tua
(20%). Pada protese katup, endokarditis biasanya terjadi 2 bulan setelah
operasi dan bakteri penyebab terbanyak Staphylococcus. Tindakantindakan pada jantung, misalnya kateterisasi dan pemasangan pacemaker
dapat pula memudahkan terjadinya endokarditis.
2. Faktor luar jantung Penyalah gunaan obat intra vena, tindakan-tindakan
kebidanan, kateterisasi urin, pencabutan gigi, kronik hemodialis, tindakantindakan diagnotik, infeksi nosokomial ini merupakan keadaan yang
memudahkan terjadinya endokarditis (Robin et al., )

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Penelitian ini adalah penelitian eksperimental in vivo pada marmut (ini
menggunakan rancangan the post test only control group design. Dengan variabel:
3.2 Hewan Coba dan Kelompok Penelitian
Objek penelitian adalah kelinci 6 dengan kriteria kelinci umur 8-12 minggu
dengan berat badan 150-250 gram dan dalam keadaan sehat. Kelinci dibagi dalam
2 kelompok yaitu:

1. kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan (K).


2. kelompok perlakuan, yaitu model kelinci infeksi karies profunda kelas III yang
dilakukan pemasangan wire ligature dan injeksi Streptococcus sp.
3.3 Persiapan Kelinci Karies
Streptococcus sp. dikultur pada media TYC (Trypticase Yeast Cystein) agar pada
keadaan anaerob selama 48 jam. Untuk mengkonfirmasi kemurnian bakteri
Streptococcus sp. dilakukan pengujian dengan pewarnaan gram. Identifikasi di
bawah mikroskop cahaya menunjukan bahwa Streptococcus sp. adalah gram
positive.
3.4 Prosedur Perlakuan
Penelitian dimulai dari tahap adaptasi tikus selama 2 minggu dan persiapan bahan.
Kemudian hewan coba dianastesi dengan eter . Setelah itu, gigi molar kelinci di
bur dan diaplikasikan Streptococcus sp pada gigi molar rahang bawah kiri, tiga
kali dalam seminggu selama empat minggu. Konsentrasi Streptococcus yang
digunakan adalah 5g/0,05 ml PBS. Karies dibuktikan dengan perubahan warna
pada gigi.

3.5 Preparasi Sampel Histologi


Pada hari ke-35, seluruh sampel yang diuji cobakan diambil sampel darah.
Pertama, subjek menahan kepala kelenci terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
dengan pengambilan vena lateralis di belakang telinga.
3.6 Pemeriksaan Parameter Endokarditis
Tahap pengamatan dilakukan di bawah mikroskop cahaya dengan perbesaran
400x dan 1000x. Parameter endokarditis yang diamati adalah

Haematoxylin Eosin berfungsi untuk melihat deposisi fibrin pada dinding


pembuluh darah, denudasi endotel, dan adesi lekosit/platelet.

Pewarnaan Gram berfungsi untuk mengidentifikasi adanya Streptococcus


sp. dalam darah hewan coba

Pewarnaan diatas memiliki hubungan keterkaitan yang saling melengkapi karena


dibutuhkan untuk menganalisa terjadinya bakteri endokarditis yang tepat.
3.7 Analisis Data
1. Deskriptif
Analisis dilakukan terhadap morfologi jantung meliputi deposisi fibrin pada
dinding pembuluh darah, denudasi endotel, dan adesi lekosit/platelet dan
dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahan lesi
2.Statistik Parametrik
Pada ketebalan dinding vena lateralis yang telah dilakukan pengukuran terhadap
ketebalannya, maka akan diamati hasilnya secara statistik parametrik.
Dari 2 analisis data di atas dapat kita simpulkan ada tidaknya hubungan karies
dengan bacterial endocarditis.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Persiapan
1. Pengumpulan informasi awal

Rp.

500.000,00

2. Peyusunan proposal

Rp.

200.000,00

3. Komunikasi

Rp.

300.000,00

4. Tinta Printer

Rp.

200.000,00

5. Perizinan

Rp.

200.000,00

Pengumpulan Data dan Informasi


1. Akomodasi

Rp.

500.000,00

2. Konsumsi

Rp.

1.000.000,00

3. Dokumentasi

Rp.

300.000,00

4. Observasi

Rp.

500.000,00

5. Wawancara

Rp.

400.000,00

1. Kerja lapangan

Rp.

800.000,00

2. Kerja laboratorium

Rp.

700.000,00

Pelaksanaan Program Penelitian

Penyusunan Laporan
1. Penyusunan laporan awal

Rp.

400.000,00

2. Penyusunan laporan akhir

Rp.

500.000,00

Rp.

6.500.000,00

Jumlah Total

4.2 Jadwal Kegiatan


No

kegiatan

bulan
1

1
2
3

Persiapan
Pengumpulan Data
Pelaksanaan Program
a. Di Rumah Sakit Bagian Jantung

4
5
6
7

b. Pencarian Alternatif Data


c. Pembuatan Pamflet Informasi
Evaluasi
Penyusunan Laporan
Pengadaan penelitian
laporan akhir

DAFTAR PUSTAKA
1. Edwina,

Joyston

S.

1991.

Dasar-dasar

Karies

Penyakit

dan

Penanggulangannya. Alih bahasa : Sumawinata N. Jakarta: EGC.


2. Tarigan, R. 2013. Karies Gigi. Ed 2. Jakarta: EGC.
3. Oyama, M. A. 2009. How I treat infective endocarditis. In Proceeding of
the Southern European Veterinary Conference. 2-4 Oktober 2009. Barcelona,
Spain.

Lampiran
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK
Nama Lengkap

Desy Futri Intan Gandini Abdi Nagari

NIM

131610101070

Institusi

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama Lengkap

Veda Chandrika

NIM

131610101071

Institusi

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama Lengkap

Tira Aisah Puspasari

NIM

131610101073

Institusi

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember

BIODATA ANGGOTA KELOMPOK


Nama Lengkap

Danarwati Budiningrum

NIM

131610101074

Institusi

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK

Nama Lengkap

Elissa Arianto

NIM

131610101075

Institusi

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Jember