Anda di halaman 1dari 36

EMOTIONAL ASPECT

OF PATIENT
Warih Andan Puspitosari

EMOSI
E= suatu awalan
yang berkonotasi
bergerak menjauh

Motare=bergerak

Perasaan dan pikiran


yang menyertai keadaan psikologis dan biologis
dan sejumlah dorongan untuk bertindak

Golemen, 2000

EMOSI
Kompleks keadaan perasaan yang terdiri atas
komponen psikis, somatik dan perilaku yang
berhubungan dengan afek dan mood (Sadock and
Sadock, 1996)
manifestasi

KRING
2001

Sistem psikologis
Kognitif
Perilaku
Sosial
Kultur

Dimensi Emosi
Aurosal
Tinggi (T)
Rendah (R)

Hedonis
Positip (P)
Negatip (N)

T + P = WASPADA, EKSITASI, ELASI, GEMBIRA


T + N = TEGANG, NERVOUS, STRES DAN UPSET
R + P = CALM, SANTAI, SANGAT TENANG (SERENE), PUAS
R + N = FATIQUED, LETHARGIC, DEPRESI, SAD

Manusia + emosi

merubah prilaku

Kebutuhan dasar
Membuat keputusan
Mempertimbangkan arti
perasaannya

Emosi diperlukan utk. menggambarkan perasaan dan untuk


menyelesaikan masalah (Ochsener dan Barrett,2001)

emosi

fisiologis

Suasana perasaan

kognitif

prilaku

FIGHT AND FLIGHT

Mempersiapkan diri kita menghadapi suatu aksi


Membentuk perilaku kita yang akan datang
Membantu kita untuk meregulasi interaksi sosial

22 (2).ico121 (2).ico

62 (2).ico

1 (2).ico 3 (2).ico 15 (2).ico

Emosi dan Fungsinya

Reaksi yg sangat terstruktur & tergorganisasi thd


even yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan /
keberlangsungan organisme (watson & Clark dalam
Payne 2001)
Fenomena psikologis & fisiologis yg berlangsung
singkat, merepresentasikan bentuk adaptasi yg
efisien thd tuntutan perubahan lingkungan
(Lavenson, dalam Payne 2001)
Emosi + : menyebabkan kesenangan, individu
mendekati stabil
Emosi - : memotivasi individu u/ mempertahankan diri
ktk menghadapi situlus aversif melalui penolakan dan
penghindaran

Teori Emosi
James Lange theory:
Pengalaman emosional merupakan hasil
dari reaksi fisiologis yang distimuli oleh
lingkungan
Cannon-Bard theory:
Reaksi fisiologis dan reaksi emosi
berjalan secara bersamaan

James-Lange theory
External
External
Stimulus
Stimulus

Stimulus
Stimulus
Perceived
Perceivedininbrain
brain

Emotion
Emotion
occurs
occurs

Sensory
Sensory
nerves
nerves

Motor
Motor
nerves
nerves

Body
Bodysensations
sensations
and
andresponses
responses
Emotion takes place after
physiological reactions

Cannon Bard Theory


Emotion
Emotion
occurs
occurs

External
External
stimulus
stimulus

Stimulus
Stimulus
perceived
perceivedininbrain
brain

Motor
Motorand
and
sensory
sensorynerves
nerves

Body
Bodysensations
sensations
and
andresponses
responses
Emotions and physiological
reactions occur simultaneously

Fisiologi Emosi
Aktivitas otak dalam fungsi emosi:
Richard Davidson (1990) :
Kesedihan : aktivitas gelombang otak di regio
frontal kiri.
Kegembiraan (emosi positif) aktivitas regio
frontal kanan.
Scioli & Averill (1998):
Emosi takut atau cemas disebabkan karena
peningkatan aktivitas neurotransmiter di lobus
temporal

Ada 4 ekspresi wajah yangmenggambarkan emosi

1.
2.
3.
4.

Takut
Marah
Sedih
Gembira

Anger
Boiling the blood,
Causes the body releasing chemicals and
hormones : adrenaline and
noradrenaline, alter the function of the
heart, degree of constriction of dilation of
arteries.
Effecting blood pressure, headache,
heart attack, stroke and kidney problems.

Worry, anxiety and fear


Worry causes the body produce chemical
acetylcholine which causes the airways to
contract. Fear causes the body to secrete
epinephrine or adrenaline
Uncertainty creates devastating kind of stress
response
Shortness of breath, palpitations, chest pain or
discomfort, chocking or smothering sensation,
dizziness, vertigo
Create negative expectations

Depression and Despair


Much more than occasional sad mood,
involves quitting or giving up
Cause the disruption of normal life
balance, loss, conflict or trauma.
Can be a symptom of an illness or a
medication side effect
A clinical syndrome based on
neurochemicals

Loneliness
Being alone doesnt necessary mean
lonely, but many people who are alone
are lonely.
Connected to premature death, physical
and mental disorder, bodily immune
function.

Altruism and Optimistm


Protect person from stress
Stimulates the brain to release
endorphins, powerful natural painkiller.
Optimists related to better health, better
immune and live longer

Emosi positif
Memperluas sumber daya individu u berfikir-bertindak;
dgn mindset yang meluas, individu mampu mengatur
SD dan meregulasi pengalaman emosional yg negatif
(Fredrickson, 2000)
Umur panjang (Danner dkk, 2001); menurunnya
tekanan darah (Ostir dkk, 2006); peningkatan status
fungsional pasca stroke (Ostir dkk, 2008)
Seligman (2000)
Optimis : lebih berpeluang mendapatkan manfaat dr
info yg merugikan kesehatan;
Bahagia : lebih mampu menanggung sakit &
melakukan masalah kesehatan dan keamanan
Richman (2005)
Harapan & curiosity : memainkan peran dlm mencegah
perkembangan penyakit hipertensi dan DM

Emosi positif akan meningkatkan kadar


immunoglobulin A dan regulasi substansi
yg melawan infeksi (interleukins-6)
sehingga meningkatkan kekebalan tubuh.

bagi pasien
&
bagi keluarga

sakit

Kehilangan kesehatan
Kehilangan kebahagiaan
Kehilangan kesempatan
Kehilangan sgalanya

Pengertian kehilangan
Kehilangan akan situasi yang diharapkan terjadi,
perubahan dari yang dimiliki sehingga tidak
memungkinkan ada atau telah hilang.
Dapat dikatakan juga sebagai suatu kondisi
dimana seseorang mengalami kekurangan akan
sesuatu yang sebelumnya ada. Misalnya :
kematian orang yang dicintai, PHK, harta benda

Sumber Kehilangan :
a. Kehilangan aspek diri (biopsikososial)
- Perubahan citra tubuh kehilangan fungsi tubuh
- Kehilangan ide perasaan
- Kehilangan peran sosial (pekerjaan, kedudukan)
- Kehilangan seksualitas
b. Kehilangan suatu obyek eksternal
- Kehilangan objek yang mempunyai arti penting
- Uang / harta benda
- Rumah
- Binatang kesayangan
d. Kehilangan dari lingkungan yang telah dikenal
- Tempat, pola, suasana baru
e. Kehilangan sesuatu dan yang dicintai
- Perpisahan
- Cerai
- Kematian

Respon tahapan berduka Kble Rosss


Denial : Reaksi pertama terhadap kehilangan.
Contoh :
Tidak, berita itu tidak benar anak saya nanti juga akan
sadar kembali mungkin belum saja
Ah, tidak benar kalau saya kena DM, mungkin hasil
lab nya salah
Marah : Dimulai kala pasien sadar terhadap kenyataan
terjadi kehilangan.
Contoh :
-Jangan bicara, itu ! Tuhan tidak adil.
- Kalau periksa yang teliti,(menghujat tim medis) atau
marah dengan keluarga.

Tawar menawar : Mampu mengekspresikan rasa marah &


kehilangan
Contoh :
-Kenapa saya mengizinkan dia pergi. Kalau saja dulu
tidak saya izinkan pergi ....
-Kalau saja saya dulu berobat atau kontrol teratur
mungkin ....
Depresi : berada dalam suasana berkabung.
Contoh :
-Iya. Saya tidak mau bekerja keras lagi.
-Biar saja tidak perlu berobat nanti juga sembuh.
-Tidak usah bawa ke RS, sudah nasib saya.

Penerimaan : Menerima kenyataan kehilangan.


Contoh :
-Ya Allah maha segalanya semua atas kehendakNya.
-Hidup sehat itu penting mencegah lebih baik dari pada
mengobati.
-Ya akhirnya saya harus dioperasi.
-Apa yang harus saya lakukan supaya saya cepat
sembuh.

Kehilangan Berduka

Antisipasi
Berduka berkepanjangan

Dokter Keluarga
Denial : Memberi kesempatan kepada pasien untuk
mengungkapkan perasaannya.
- Secara verbal mendukung pasien tetapi tidak
mendukung denialnya
- Duduk di samping pasien
- Teknik komunikasi : mendengarkan aktif, kalimat empati
dan bahasa non verbal yang mendukung

Tawar menawar : Membantu pasien mengidentifkasi


rasa bersalah dan perasaan takutnya.
- Dengarkan dengan penuh perhatian
- Ajak klien bicara untuk mengurangi rasa bersalah dan
ketakutan yang tidak rasional
- Jika mungkin support spiritual

Depresi :Mengidentifikasi tingkat depresi dan membantu


mengurangi rasa bersalah
- Memberikan kesempatan pasien untuk
mengekspresikan kesedihannya
- Memberi dukungan non verbal :
- Duduk disamping pasien
- Memegang tangan pasien
- Hargai perasaan pasien
- Bersama pasien membahas
pikiran yang sering timbul

Penerimaan : Membantu pasien dalam menerima


kehilangannya dan memberi penguatan serta semangat.
- Bantu keluarga dan rekan untuk bisa berpartisipasi
dalam upaya pasien
- Dorong pasien untuk sebanyak mungkin berpartisipasi
dalam program pengobatan serta optimis

Expressed Emotion Keluarga


Expressed emotion: suatu konstrak yang
menunjukkan beberapa aspek hubungan
interpersonal di dalam keluarga:
1. criticism atau critical comments (CC),
2. hostility,
3. emotional over-involvement (EOI),
4. positive remarks (PR),
5. warmth.
Penilaian aspek ini diperoleh dari hasil
wawancara semi terstruktur, yang dikenal
sebagai Camberwell Family Interview (CFI)

Expressed Emotion Keluarga


Criticism atau critical comments (CC): komentar yang
diberikan oleh anggota keluarga yang
mengekspresikan kritikan kepada pasien
Hostility: CC yang merefleksikan penolakan atau
kritikan terhadap pasien secara keseluruhan
Emotional over-involvement: tingkatan anggota
keluarga dalam melakukan proteksi, campur tangan,
mempunyai kecemasan yang berlebihan terhadap
pasien.
Positive Remark: suatu pernyataan yang
menggambarkan kebanggaan, penerimaan atau
penghargaan terhadap perilaku atau kepribadian
pasien.
Warmth: ungkapan perhatian, pemahaman, rasa
senang yang diekspresikan anggota keluarga terhadap
pasien

Psychological effects of treatment


Anxiety
Depression
Helpless
Angry
Denial
Boring
Inability to concentrate
Terrifying nightmares, insomnia
Shame

Patients conflict
Good patient role ?
Expected to be

cooperative,
dependent,
helpful
pleasant
quiet
without demanding
excessive attention

Personal conflict, marital or familial conflict, carrier conflict

Harapan Pasien
Harapan pasien penting dalam keberhasilan terapi
Ketiadaan harapan dalam penatalaksanaan kehilangan
semangat hidup
Dampak :
Tidak hanya berdampak secara psikologis, namun juga menyebabkan
perubahan elektrochemical spesifik akan mempengaruhi sistem
imun dan kerja
Harapan untuk sembuh dan kembali sehat
Harapan untuk dapat berfungsi maksimal dengan keadaan yang baru

THANK YOU