Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RINGKASAN GEOLOGI STRUKTUR : PENGUKURAN GEOFISIKA YANG BERKAITAN DENGAN SESAR

iin rahmi asri – g1b009007

A.

SESAR

Sesar atau patahan adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami “pergeseran yang berarti” pada bidang rekahnya. Suatu sesar dapat berupa bidang sesar (Fault Plain) atau rekahan tunggal. Tetapi sesar dapat juga dijumpai sebagai semacam jalur yang terdiri dari beberapa sesar minor. Jalur sesar atau jalur penggerusan, mempunyai dimensi panjang dan lebar yang beragam, dari skala minor sampai puluhan kilometer. Kekar yang memperlihatkan pergeseran bisa juga disebut sebagai sesar minor. Rekahan yang cukup besar akibat regangan, amblesan, longsor, yang disebut Fissure, tidak termasuk dalam definisi sesar. Beberapa ahli geologi struktur secara umum mendefinisikan struktur sesar sebagai bidang pecah atau rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran. Beberapa definisi yang lengkap dari sebagian ahli geologi struktur tersebut, antara lain :

Billing(1959):

Sesar didetinisikan sebagai bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran relatif (displacement) satu blok terhadap blok batuan lainnya. Jarak pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer, sedangkan bidang sesarrtya mulai dari yang berukuran beberapa centimeter hingga puluhan kilometer.

Ragan(1973):

Sesar merupakan suatu bidang rekahan yang telah mengalami pergeseran.

Park (1983) :

Sesar adalah suatu bidang pecah (fracture) yang memotong suatu tubuh batuap dengan disertai oleh adanya pergeseran yang sejajar dengan bidang pecahnya.

oleh adanya pergeseran yang sejajar dengan bidang pecahnya. Beberapa indikasi umum adanya sesar : 1. Kelurusan

Beberapa indikasi umum adanya sesar :

1.

Kelurusan pola pengaliran sungai.

2.

Pola kelurusan punggungan.

3.

Kelurusan Gawir.

4.

Gawir dengan Triangular Facet.

2.

Keberadaan mata air panas.

3.

Keberadaan zona hancuran.

4.

Keberadaaan kekar.

5.

Keberadaan lipatan seret (Dragfolg)

6.

Keberadaan bidang gores garis (Slicken Side) dan Slicken Line.

7.

Adanya tatanan stratigrafi yang tidak teratur.

Unsur-unsur Struktur Sesar Unsur-unsur struktur sesar terdiri dari : 1. Bidang Sesar , yaitu bidang

Unsur-unsur Struktur Sesar

Unsur-unsur struktur sesar terdiri dari :

1. Bidang Sesar, yaitu bidang rekahan tempat terjadinya pergeseran yang kedudukannya dinyatakan dengan jurus dan kemiringan.

3.

Foot-Wall, yaitu blok bagian terpatahkan yang relatif berada dibawah bidang sesar.

4. Throw, yaitu besarnya pergeseran vertikal pada sesar.

5. Heave, yaitu besarnya pergeseran horizontal pada sesar.

6. Pitch, yaitu besarnya sudut yang terbentuk oleh perpotongan antara gores garis (Slicken Line) dengan garis horizontal (garis horizontal diperoleh dari penandaan kompas pada bidang sesar saat pengukuran Strike bidang sesar).

B. PENGUKURAN GEOFISIKA YANG BERKAITAN DENGAN SESAR

Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah ini:

di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah ini: Metode metode geofisika diatas bisa digunakan sebgai

Metode metode geofisika diatas bisa digunakan sebgai refrensi untuk mengetahui struktur sesar.

Salah satu contohnya adalah, peneitian yang dilakukan pada “Pendugaan Struktur Patahan Dengan Menggunakan Metode Gaya Berat”

Dimana, konsep anomali gayaberat menekankan pada aspek perbedaan gayaberat terukur dengan nilai gayaberat acuan untuk model teoritis bumi (spheroid). Perbedaan tersebut merefleksikan variasi rapat massa yang terdapat pada suatu daerah dengan sekitarnya baik horisontal atau vertikal. Besar kecilnya kedalaman, arah anomali rapat massa didapatkan dengan menghitung, merekonstruksi dan interpretasi model gayaberat terukur. Harga gayaberat terukur merupakan total gaya percepatan yang diderita oleh suatu titik akibat berbagai sumber. Beberapa sumber yang mempengaruhi pengukuran adalah:

Posisi bumi dalam pergerakan tata surya (tide effect)

Perbedaan lintang dipermukaan bumi

Perbedaan ketinggian permukaan bumi (elevasi)

Efek topografi

Perubahan rapat massa disuatu tempat Untuk menghindari efek gayaberat dari komponen yang tidak dikehendaki, maka dilakukan koreksi dan reduksi.

Selain itu juga, contoh pengukuran geofisika yang berkaitan dengan sesar dapat dilakukan dengan metode geolistrik hambatan jenis. Seperti pada pengamatan”Identifikasi Jalur Patahan Dengan Metode Geolistrik Hambatan Jenis di Wilayah Palu Barat”

Penelitian identifikasi jalur patahan menggunakan metode hambatan jenis dilakukan di daerah Kalora dan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah, dengan koordinat 119°49’10” BT - 119°50’00” BT dan 00°52’30” LS - 00°53’30” LS. Metode geolistrik hambatan jenis menggunakan gangguan dinamik arus listrik di permukaan bumi dan mengukur beda potensial yang merupakan respon material bawah permukaan terhadap gangguan tersebut. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial tersebut, dapat ditentukan variasi harga hambatan jenis masing-

masing lapisan di bawah titik ukur. Dengan metode ini, diharapkan menghasilkan gambaran struktur bawah permukaan di wilayah penelitian. Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah satu Set alat Georesistivitimeter (SUPER STING 8IP), GPS Garmin atau Magelan, untuk menentukan posisi dan elevasi tiap elektroda. Pengambilan data dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu: Survei Pendahuluan dilakukan untuk memperoleh Gambaran kondisi geologi dan topografi lokasi penelitian dan menentukan titik-titik lokasi pengukuran geolistrik hambatan jenis. Pengukuran dengan menggunakan metode hambatan jenis konfigurasi Wenner. Pengambilan data dilaksanakan di 2 lokasi, dimana masing-masing lokasi diambil 2 Lintasan pengukuran. Bentangan di buat dari Timur-Barat dengan menggunakan 56 elektroda, dan untuk jarak antar elektroda adalah 6 meter. Untuk mendukung hasil penelitian, maka diperlukan data-data sekunder yang berhubungan dengan kondisi daerah penelitian berupa peta geologi, peta rupa bumi, dan kondisi geomorfologi daerah penelitian. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran berupa nilai hambatan (V/I), nilai faktor geometri (K), dan nilai hambatan jenis semu (ρa). Hasil yang didapatkan ini kemudian diolah dengan menggunakan software EartImager 2D, sehingga didapatkan model penampang, serta jenis perlapisan bawah permukaan tiap Lintasan. Dalam pengolahan data menggunakan software ini dapat pula dimasukkan kondisi topografi Lintasan pengukuran, sehingga penampang tahanan jenis yang diperoleh dapat mencerminkan kondisi Lintasan yang sebenarnya. Pengidentifikasian terdapatnya patahan dilihat pada data geolistrik yang telah diolah, yaitu apabila terdapat material yang memiliki nilai resistivitas tinggi kemudian dipisahkan oleh material yang memiliki nilai resistivitas yang sangat rendah dari daerah disekitarnya, maka dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian merupakan jalur yang dilalui oleh patahan.