Anda di halaman 1dari 15

A.

pendahuluan
Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung, pembuluh darah, darah, dan pembuluh
limpa1. System kardivaskular memegang peran yang sangat penting bagi tubuh kita.
Peran dari system kardiovaskular yang utama adalah perannya dalam mengatur
aktivitas hemodinamik tubuh. Sistem sirkulasi berperan dalam homeostasis dengan
berfungsi sebagai system transpor tubuh 1. Pembuluh darah mengangkut dan
mendistribusikan darah yang dipompa melaluinya oleh jantung untuk memenuhi
kebutuhan tubuh akan O2 dan nutrien, pembuangan zat sisa, dan penyampaian sinyal
hormon.
Pada berbagai macam keadaan berupa aktivitas juga dengan berbagai macam
keadaan patologis, system kardiovaskular melakukan kompensasi yang terutama
berhubungan dengan nilai cardiac output. Cardiac output adalah jumlah volume darah
yang dipompa dari jantung selama 1 menit 1. Sedangkan yang mempengaruhi stroke
volume ada 2 yaitu heart rate dan stroke volume 1. Untuk menggambarkan bagaimana
benrtuk kompensasi dapat dilihat contohnya berupa tekanan darah dan heart rate. Pada
praktikum kali ini dilakukan beberapa pengujian melalui aktivitas isik langsung maupun
menggunakan alat stimulator.
B. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah:
a. Memahami hubungan antara aliran darah, gradient tekanan dan resistensi
b. Mendefinisikan resistensi dan mendeskripsikan factor utama yang mempengaruhi
resistensi
c. Mendeskripsikan persamaan Poiseuilles dan bagaimana hubungannya dengan
dinamika kardiovaskuler.
d. Mendeskripsikan hokum starling dan aplikasinya pada dinamika kardiovaskular.
e. Mendefinisikan autorhythmicity, sinoatrial node, pacemaker cells, dan nervus
vagus.
f. Memahami efek dari rangsang dari system saraf simpatis dan parasimpatis pada
denyut jantung.
g. Memahami 5 fase dari potensial aksi jantung.
h. Mengetahui setidaknya 2 perbedaan antara otot jantung dan otot rangka.
i. Mendefinisikan periode refraktori absolute dan periode refraktori relative.
j. Mengetahui efek dari berbagai aktivitas terhadap denyut jantung.
k. Memahami efek dari berbagai kondisi terhadap tekanan darah.
C. alat dan bahan
Sphygmomanometer, Stetoskop, Baskom ,Es batu/ air dingin (14 0 C), Kursi, Tangga
sterptest, Probandus, laptop, aplikasi physioEx

D. cara kerja
1. Dinamik cardiovaskular
1.1 aktifitas 1 (efek tekanan pada aliran darah)
1. atur tekanan pada 25 mmHg dengan memilih tombol (-) diatas beaker kiri.
2. Atur radius tabung 6,0 mm, viskositas darah 3,5, panjang pembuluh 50 mm
3. Atur Pilih tekanan pada pengaturan data dengan memilih tekanan pada kotak di
kiri bawah layar
4. Pastikan beaker kiri terisi darah. Jika belum, pilih isi ulang. Pilih mulai

5. Ketika beaker kiri penuh, pilih catat data. Datamu akan muncul pada kotak
pencatat. Pilih isi ulang
6. Naikkan tekanan 25 mmHg (sehingga menjadi 50 mmHg). Radius, viskositas dan
panjang pembuluh tetap. Pilih mulai, dan pilih catat data ketika beaker kanan
penuh. Kemudian pilih isi ulang.
7. Ulangi percobaab dengan menaikkan tekanan 25mmHg setiap percobaan,
hingga mencapai 225 mmHg. Ingat untuk memilih catat data setelah selesai
percobaan.
8. Kemudian pilih alat pada atas layar. Menu akan muncul, pilih cetak data.
1.2 aktifitas 2 (efek radius pembuluh pada aliran darah)
1. pada sudut kiri bawah layar, pilih radius pada pengaturan data, Pastikan beaker
kiri penuh. Jika tidak, pilih isi ulang. Atur tekanan menjadi 100 mmHg, panjang
pembuluh menjadi 50 mm, viskositas darah menjadi 1,0, radius tabung menjadi
1,5 mm
2. Atur Pilih mulai dan biarkan darah mengalir dari beaker kiri ke beaker kanan.
Ketika darah selesai mengalir ke beaker kanan, pilih catat data.
3. Naikkan radius tabung 1,0 mm (menjadi 2,5 mm) dan ulangi percobaan. Biarkan
pengaturan lain sama. Lanjutkan ulangi percobaan sampai mencapai pengaturan
raduis maksimal 6,0 mm. Ingat untuk memilih isi ulang dan catat data setelah
setiap percobaan.
4. Pilih alat pada atas layar dan pilih cetak data.
1.3 aktifitas 3 (efek viskositas pada aliran darah)
1. atur tekanan=100 mmHg, radius pembuluh= 6,00 mm,panjang pembuluh=50 mm
2. atur viskositas darah menjadi 1,0. garis terang viskositas pada pengaturan data
pada sudut kiri bawah layar.
3. Pastikan beaker kiri terisi dengan darah. Jika tidak pilih isi ulang.
4. Pilih mulai, setelah darah selesai mengalir ke beaker kanan, pilih catat data dan
kemudian isi ulang.
5. Naikkan viskositas 1,0 dan ulangi percobaan. Biarkan pengaturan lainnya sama.
Lanjutkan pengulangan percobaan sampai mencapai viskosotas maksimum 10,0.
Ingat untuk memilih catat data dan isi ulang setelah setiap percobaan.
6. Pilih alat pada atas layar, dan pilih cetak data.
1.4 aktifitas 4 (pengaruh panjang pembuluh pada aliran darah)
1. atur tekanan=100 mmHg, radius pembuluh= 6,0, viskositas darah=3,5 panjang
pembuluh =10 mm. atur atur atur garis terang panjang pada pengaturan data di
bawah kiri layar. Pastikan beaker kiri terisi darah. Jika tidak pilih isi ulang.
2. Pilih mulai dan biarkan darah selesai mengalir dari beaker kiri ke beaker kanan.
Setelah selesai, pilih catat data. Kemudian pilih isi ulang.
3. Naikkan panjang pembuluh 10 (menjadi 20 mm) dan ulangi percobaan. Lanjutkan
percobaan sampai mencapai panjang maksimum pembuluh darah 50 mm. Ingat
memilih catat data dan isi ulang setelah setiap percobaan.
4. Pilih alat pada atas layar, kemudian pilih cetak data.
1.5 aktivitas 5 ( pengaruh radius pembuluh pada pompa)
1. pastikan rad.r di garis terang pada pengaturan data di kiri bawah layar.
2. Jika beaker kiri dan tengah tidak berisi darah, pilih isi ulang.
3. Atur radius aliran tabung kanan= 3,0 mm, tabung kiri=3,5, tabung kiri=3,5,
tekanan pompa beaker tengah =120 mmHg, beaker kanan= 80 mmHg, volume
pompa awal=120 ml,akhir 50ml
4. Pilih tombol singel dan perhatikan aksi pompa. Perhatikan terbuka dan
tertutupnya katup
5. Pilih pompa otomatis, setelah 10 pompa hasil akan muncul.pilih catat dan isi
ulang
6. Naikkan radius aliran tabung kanan 0,5 dan ulangi percobaan. Biarkan
pengaturan lain sama. Lanjutkan pengulangan percobaan sampai radius

maksimum 6,0 mm. Ingat untuk memilik catat data dan isi ulang setiap selesai
percobaan.
7. Pilih alat pada bagian atas halaman, kemudian cetak data.
1.6 pengaruh isi sekuncup pada pompa
1. garis terang Str.V dibawah pengaturan data pada sudut kiri bawah layar.
2. Jika beaker kiri dan tengah belum terisi, pilih isi ulang.
3. Atur isi sekuncup menjadi 10 ml dengan mengatur volume pompa awal menjadi
120 ml dan volume pompa akhir menjadi 110 ml.
4. Atur tekanan beaker kiri= 40 mm Hg, beaker tengah=120 mm Hg, tekanan
beaker kanan=80 mmHg, radius aliran tabung menjadi 3,0 pada kanan dan kiri
aliran tabung. Atur maksimal stroke menjadi 10
5. Pilih pompa automatis, setelah 10 kali pompa, pilih catat data dan isi ulang.
6. Naikkan isi sekuncup 10 ml dengan menurunkan volume pompa akhir. Biarkan
pengaturan lainnya sama. Ulangi percobaan sampai mencapai maksimum isi
sekuncup 120 ml. Ingat untuk memilih catat data dan isi ulang setiap percobaan.
7. Pilih alat di atas layar kemudian cetak data.
1.7 aktivitas 7 (kompensasi)
1. atur tekanan beaker kiri =40 mmHg, tengah (pompa)=120 mmHg, kanan 80
mmHg, atur radius pembuluh menjadi 3,0 mm pada kedua aliran tabung.
2. atur tekanan beaker Atur stroke maksimal 10. Atur pompa awal menjadi 120 ml
3. Atur volume pompa akhir menjadi 50 ml dan pilih isi ulang
4. Pilih pompa automatis. Pada akhir percobaan catat data. Ini akan menjadi data
dasar, yang akan digunakan untuk membandingkan semua data eksperimental.
5. Kurangi radius aliran tabung kanan menjadi 20 mm dan ulangi percobaan. Ingat
untuk memilih isi ulang.
2. Fisiologi caldiovaskular
2.1 stimulasi jantung langsung
1. Klik pada elektroda Direct Heart Stimulation dan seret ke penahan elektroda.
Lepaskan elektroda: elektroda akan terpasang pada tempatnya, menyentuh
ventrikel jantung.
2. Lihat garfik denyut jantung. Grafik yang kecil adalah kontraksi atrium dan yang
besar adalah kontraksi ventrikel. Klik Single Stimulus tepat pada permulaan
kontraksi ventricular.
3. Klik Single Stimulus lagi, kali ini klik ketika mendekati puncak kontraksi
ventricular.
4. Klik Single Stimulation, kali ini ketika grafik turun saat kontraksi ventrikel. Jika
tidak terlihat perubahan pada grafik, coba klik Single Stimulation 2 kali secara
cepat sampai terlihat ada perubahan.
5. Kemudian, klik pada Multiple Stimulus. Iniakanmembuat stimulus berulang (20
kali/s) ke jantung. Setelah beberapa detik, klik Stop Stimulus
untuk
menghentikan stimulus.
6. Kembali ke elektroda Direct Heart Stimulation untuk kembali ke lokasi semula
2.2 stimulasi nervus vagus
1. klik pada elektroda Vagus Nerve Stimulation dan bawa ke penjepit elektroda.
Perhatikan ketika elektroda diklik, nervus vagus akan bergantung padanya.
Stimulasi manapun yang diberikan akan segera menuju nervus vagus dan secara
tidak langsung ke jantung.
2. klik Multiple stimulus. Perhatikan
bahwa jumlah stimulus ditetapkan 50
stimulus/detik.
3. Observasi pengaruh stimulus pada jejak denyut jantung. Biarkan jejak melewati
panjang monitor 5 kali sebelum kamu mengklik Stop stimulus.
2.3 pengaruh epinephrine

1. klik tutup tetes dari botol berlabel Epinephrine dan bawa penetes ke atas jantung
kodok dan lepaskan tombol mouse. Kamu akan melihat tetesan epinephrine
masuk ke dalam jantung.
2. Observasi jejak denyut jantung dan lihat status jendela pada sudut kanan bawah
pada monitor denyut jantung.
3. Tunggu sampai jendela status menbaca Heart Rate Stable, kemudian klik Record
Data.
4. Klik 23oC (temperatur ruangan) tombol larutan ringer untuk membersihkan
jantung dan menghilangkan epinephrine. Tunggu sampai status jendela
membaca heart Rate Normal sebelum melanjutkan ke aktifitas selanjutnya.
2.4 pengaruh pilocarpine
1. klik tutup tetes dari botol berlabel Pilocarpinedan bawa penetes ke atas jantung
kodok dan lepaskan tombol mouse. Kamu akan melihat tetesan pilocarpine
masuk ke dalam jantung.
3. Observasi jejak denyut jantung dan lihat status jendela pada sudut kanan bawah
pada monitor denyut jantung.
4. Tunggu sampai jendela status menbaca Heart Rate Stable, kemudian klik Record
Data.
5. Klik 23oC (temperatur ruangan) tombol larutan ringer untuk membersihkan
jantung dan menghilangkan pilocarpine. Tunggu sampai status jendela membaca
heart Rate Normal sebelum melanjutkan ke aktifitas selanjutnya
2.5 pengaruh atropine
1. klik tutup tetes dari botol berlabel Atropinedan bawa penetes ke atas jantung
kodok dan lepaskan tombol mouse. Kamu akan melihat tetesan atropine masuk
ke dalam jantung.
2. Observasi jejak denyut jantung dan lihat status jendela pada sudut kanan bawah
pada monitor denyut jantung.
3. Tunggu sampai jendela status menbaca Heart Rate Stable, kemudian klik Record
Data.
4. Klik 23oC (temperatur ruangan) tombol larutan ringer untuk membersihkan
jantung dan menghilangkan atropine. Tunggu sampai status jendela membaca
heart Rate Normal sebelum melanjutkan ke aktifitas selanjutnya
2.6 pengaruh digitalis
1. klik tutup tetes dari botol berlabel Digitalisdan bawa penetes ke atas jantung
kodok dan lepaskan tombol mouse. Kamu akan melihat tetesan digitalis masuk
ke dalam jantung. Observasi jejak denyut jantung dan lihat status jendela pada
sudut kanan bawah pada monitor denyut jantung. Tunggu sampai jendela status
menbaca Heart Rate Stable, kemudian klik Record Data
2. Klik 23oC (temperatur ruangan) tombol larutan ringer untuk membersihkan
jantung dan menghilangkan digitalis. Tunggu sampai status jendela membaca
heart Rate Normal sebelum melanjutkan ke aktifitas selanjutnya.
2.7 pengaruh temperatur
1. Jantung katak saat ini sedang dimandikan pada suhu kamar Solusi Ringer. Klik
tombol solus iringer 5 untuk mengetahui pengaruh menurunkan suhu.
2. Amati jejak denyut jantung dan perhatikan jendela statusdi sudut kanan bawah
monitor denyut jantung. Tunggu sampai jendela status membaca Heart Rate
Stabil, kemudian klik Data Rekam.
3. Klik tombol solusi ringer 23untuk mandi hati dan mengembalikannya kesuhu
kamar. Tunggu sampai jendela status membaca Heart Rate normal sebelum
melanjutkan. Sekarang klik pada tombol solusi ringer 32untuk mengamati efek
meningkatkan suhu.
4. Amati jejak denyut jantung dan perhatikan jendela status di sudut kanan bawah
monitor denyut jantung.

5. Tunggu
sampai
jendela
status
membaca
Heart
Rate
Stabil,
kemudian klik data rekam.
6. Klik tombol solusi ringer 23 untuk mandi hati dan mengembalikannya ke suhu
kamar. Tunggu sampai jendela status membaca Heart Rate normal sebelum
melanjutkan.
2.7 pengaruh ion
1. Klik bagian atas botol penetes berlabel calcium ion dan tarik pipet ke bagian atas
jantung katak dan melepaskan tombol mouse. Anda akan melihat tetes
epinefrindirilis kejantung. amati
2. Tunggu sampai jendela status membaca Heart Rate Stabil,kemudian klik Data
Rekam.
3. Klik tombol solusi ringer laktat 23C(suhu kamar) untuk memandikan hati dan
flush epinefrin. Tunggu sampai jendela status membaca Heart Rate normal
sebelum melanjutkanke aktivitas berikutnya
4. Ulangi langkah1-4denganSodium Iondan kemudian Kalium Ion.
3. Akivitas fisik
a) Posisi tubuh
1.
Probandus diminta untuk berbaring selama 5 menit.
2.
Kemudian diukur tekanan darahnya sebanyak 3 kali dengan rentang pengukuran
30 detik.
3.
Lakukan hal yang sama untuk posisi duduk, berdiri,
b) Aktivitas fisik
1.
Probandus diminta berlari di tempar selama 2 menit.
2.
Kemudian diukur tekanan darahnya sebanyak 3 kali dengan rentang pengukuran
30 detik.
c) Suhu
1.
Probandus diminta berbaring dan mencelupkan lengan kirinya ke dalam baskom
yang berisi air es dengan suhu 140 C selama 2 menit
2.
Kemudian diukur tekanan darahnya sebanyak 2 kali dengan rentang pengukuran
30 detik pada lengan kanan.
d) Harvard step test
1.
Probandus diminta untuk naik turun kursi selama 5 menit mengikuti irama
metronom.
2.
Setelah selesai, segera lakukan perhitungan denyut nadi selama 30 detik
sebangak 3 kali di menit pertama, kedua, dan ketiga.
e) YMCA step test
1.
Probandus diminta untuk naik turun tangga selama 3 menit mengikuti irama
metronom.
2.
Setelah selesai, segera lakukan perhitungan denyut nadi selama 1 menit
E. Hasil dan pembahasan
1. Dinamik kardiovaskuler
1.1 Aktivitas 1
1. Gambarkan hubungan antara tekanan dan aliran darah?
Kecepatan aliran darah menurun tajam dalam arteriola dan
paling lambat
kecepatannya dalam kapiler, karena adanya peningkatan total luas penampang
(yang paling kecil di arteri, lebih besar di arteriola, dan yang paling besar adalah di
kapiler). Tekanan darah, gaya utama yang mendorong dan menggerakan darah dari
jantung ke kapiler, terdapat paling tinggi di arteri. Puncak ketinggian tekanan darah
saat berlangsungnya sistol ventrikel terjadi saling bergantian dengan tekanan lebih
rendah yang terjadi bersamaan dengan diastole. Resistensi terhadap aliran melalui
arteriola dan kapiker, akibat kontak darah dengan luas permukaan endothelium yang
lebih besar, mengurangi tekanan darah dan menghilangkan puncak tekanan. 1

2. Apa jenis perubahan dalam sistem kardiovaskular akan mengakibatkan perubahan


tekanan?
a. Reseptor volume atrium kiri dan osmoreseptor hipotalamus terutama penting
dalam keseimbangan air dan garam dalam tubuh, karena itu, keduanya
mempengaruhi regulasi jangka panjang tekanan darah dengan mengontrol volume
plasma, b. Kemoreseptor yang di arteri karotis dan aorta, berkaitan erat dengan
tetapi berbeda dari baroreseptor, peka terhadap kadar O 2 yang rendah atau asam
yang tinggi di dalam darah, c. respon kardiovaskular yang berkaitan dengan perilaku
dan emosi tertentu diperantai melalui jalur korteks serebri hipotalamus dan
tampaknya telah terprogram, d. perubahan kardiovaskular mencolok yang menyertai
olahraga, termasuk peningkatan substansial aliran darah otot rangka, peningkatan
signifikan curah jantung, penurunan resistensi perifer total (karena vasodilatasi luas
di otot rangka meskipun terjadi vasokonstriksi arteriol generalisata di sebagian besar
organ), dan peningkatan sedang tertekan arteri rerata, e. control hipotalamus
terhadap arteriol kulit untuk tujuan pengaturan suhu lebih didahulukan daripada
control pusat kardiovaskular terhadap pembuluh yang sama untuk tujuan
pengaturan darah, f. bahan-bahan vasoaktif yang dibebaskan dari sel endotel ikut
berperan dalam mengatur tekanan darah. (NO dalam keadaan normal menimbulkan
efek vasodilatasi).1
3. Mengapa perubahan tersebut akan menimbulkan masalah?
Karena setiap perubahan pada tekanan arteri rerata memicu suatu reflex
baroreseptor otomatis yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah untuk
menyesuaikan curah jantung dan resistensi perifer total dalam upaya untuk
memulihkan tekanan darah ke normal.
Hasil : Tekanan darah, gaya utama yang mendorong dan menggerakan darah dari
jantung ke kapiler, terdapat paling tinggi di arteri.
Pembahasan: pada percobaan ini dapat disimpulkan Kecepatan aliran darah
menurun tajam dalam arteriola dan paling lambat kecepatannya dalam kapiler,
karena adanya peningkatan total luas penampang (yang paling kecil di arteri, lebih
besar di arteriola, dan yang paling besar adalah di kapiler). Tekanan darah, gaya
utama yang mendorong dan menggerakan darah dari jantung ke kapiler, terdapat
paling tinggi di arteri. 2
1.2 Aktivitas 2
Gambarkan hubungan antara radius dan kecepatan aliran darah?
Tahanan perifer berbanding terbalik dengan radius pembuluh sampai pangkat
keempatnya. (a) jika radius pembuluh digandakan seperti yang terjadi pada
vasodilatasi, maka aliran darah akan meningkat enam belas kali lipat. Tekanan darah
akan turun. (b) jika radius pembuluh dibagi dua, seperti yang terjadi pada
vasokonstriksi, maka tahanan terhadap aliran akan meningkat enam belas kali lipat
dan tekanan darah akan naik.1
Bagaimana grafik ini berbeda dari grafik pertama Anda?
Karena terdapat perbedaan antara radius dan kecepatan aliran darah
Dalam kegiatan ini, mekanis kami mengubah radius tabung dengan mengklik tombol
(+) Sebelah Radius. Secara fisiologis, apa yang bisa menyebabkan radius pembuluh
darah mengubah dalam tubuh kita? Merubah radius pembuluh darah memiliki efek
paling kuat dalam mempengaruhi aliran darah. Arteriol mempunyai kontrol paling kuat
terhadap aliran darah pada sirkulasi sistemik.1
Dalam arteri tersumbat, apa yang telah terjadi dengan radius arteri? Bagaimana ini
mempengaruhi aliran darah? Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini?
Terjadi Pengerasan arteri, yang merupakan istilah yang mengacu pada penebalan
atau pengerasan dinding arteri yang menyalurkan darah seluruh tubuh.

Arteriosclerosis merupakan salah satu jenis penyakit jantung dan pembuluh darah
yang bisa menyebabkan serangan jantung. Seiring waktu, terlalu banyak tekanan
dalam arteri dapat membuat dinding menjadi tebal dan kaku, terkadang membatasi
aliran darah ke organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosclerosis atau
pengerasan pembuluh darah. Dengan pemberian Nitrat menyebabkan pelebaran
pada dinding pembuluh darah (obat pertama yang dipilih untuk mengurangi angina
pektonis). Nitrat dapat mengurangi serangan angina atau nyeri dada yang disebabkan
oleh arteriosklerosis sehingga obat ini tepat untuk diberikan, 3
Ketika pembuluh darah bifurkasio (split) menjadi dua kapal yang lebih kecil, radius
dari dua kapal yang lebih kecil menambahkan hingga radius kumulatif lebih besar dari
radius kapal asli. Namun, aliran darah lebih lambat dalam dua kapal dibandingkan
aslinya. Mengapa?
Karena aliran fluida sebanding dengan kekuatan keempat radius, kenaikan /
penurunan radius tabung menyebabkan kenaikan / penurunan aliran fluida .
Hubungan antara aliran fluida dan radius tabung aliran eksponensial . Kami
mengubah aliran darah dalam tubuh manusia dengan meningkatkan atau
menurunkan diameter pembuluh darah oleh kontraksi atau relaksasi jaringan otot
polos di dinding pembuluh . Setelah makan berat ketika kita relatif tidak aktif , kita
harapkan pembuluh darah di otot rangka menjadi agak tercekat saat pembuluh darah
di organ pencernaan mungkin melebar .2
Apa keuntungan memiliki aliran darah lebih lambat di beberapa area tubuh, seperti di
kapiler dari jari-jari kita?
Memungkinkan lebih banyak waktu untuk pertukaran gas (misalnya, oksigen
meninggalkan darah dan pergi ke jaringan, karbon dioksida meninggalkan jaringan
dan masuk ke darah)

1.3 Aktivitas 3
Percobaan yang dilakukan didapatkan hasil berupa semakin tinggi nilai
viskositas maka semakin rendah kecepatan aliran darah. Viskositas mengacu pada
friksi yang timbul antara molekul suatu cairan sewaktu mereka bergesekan satu
sama lain selama cairan mengalir. Semakin besar viskositas, semakin besar
resistensi terhadap aliran. Secara umum semakin kental suatu cairan maka semakin
tinggi viskositasnya.
1.4 Aktivitas 4
Percobaan yang dilakukan didapat hasil berupa semakin panjang pembuluh
darah dengan jari-jari, viskositas dan dengan tekanan yang sama maka semakin
rendah nilai aliran darah yang didapatkan.
Karena darah menggesek lapisan dalam pembuluh darah sewaktu mengalir
maka semakin besar luas permukaan yang berkontak dengan darah maka semakin
besar resistensi terhadap aliran darah. Luas permukaan ditentukan oleh panjang
dan jari-jari pembuluh darah. Pada jari-jari konstan, semakin panjang pembuluh
semakin besar luas permukaan dan semaakin besar resistensi terhadap aliran. 1
1.5 Aktivitas 5
Percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa semakin tinggi jari-jari
pembuluh darah maka semakin tinggi pula nilai aliran darah.
Penentu utama resistensi terhadap aliran adalah jari-jari pembuluh. Cairan
mengalir lebih deras melaluui pembuluh berukuran besar daripada melalui pembuluh
yang kecil, karena di pembuluh kecil dengan volume tertentu berkontak lebih banyak
dipermukaan dibandingkan dengan di pembuluh besar, sehingga resistensi
meningkat. Selain itu perubahan kecil pada jari-jari pembuluh darah menyebabkan

perubahan yang bermakna pada aliran, karena resistensi berbanding terbalik


dengan jari-jari pangkat empat. Dengan demikian peningkatan dua kali lipat jari-jari
menurunkan resistensi enam belas kali lipat, sehingga aliran darah melalui
pembuluh meningkat enam belas kali lipat, sebaliknya berlaku juga apabli terjadi
pengecilan jari-jari atau radius pembuluh.1
1.6 Aktivitas 6
Apa efek digitalis terhadap denyut jantung?
Digitalis dapat mengurangi atau memperlambat denyut jantung.
Berapa detak jantung ketika status window membaca Heart Rate Stabil?
Atrial fibrilasi adalah suatu kondisi yang ditandai oleh atrium jantung yang kontraksi
cepat. 3
Mengapa digitalis digunakan pada pasien dengan kondisi seperti ini? Digitalis
digunakan untuk memperkuat jantung pada gagal jantung kongestif. Digitalis
memperlihatkan khasiat vagotonik, yang menyebabkan penghambatan aliran
kalsium di nodus AV dan aktivasi aliran kalium yang diperantai asetilkolin di atrium.
Efek elektrofisiologik yang ditimbulkan untuk mengendalikan denyut ventrikel pada
fibrilasi atrium. 3
1.7 Aktivitas 7
Apa pengaruh suhu pada denyut jantung katak?
Jawaban : Lingkungan dengan suhu tinggi akan meningkatkan metabolisme dalam
tubuh sehingga laju respirasi meningkat dan berdampak pada peningkatan denyut
jantung.
1.8 Aktivitas 8
Apa pengaruh ion kalsium pada detak jantung? menginduksi spastisitas
Mengapa? Kalsium meningkatkan kekuatan kontraksi
Dimana dalam sel jantung kalsium biasanya ditemukan? Kalsium biasanya
ditemukan di luar sel otot jantung
Apa pengaruh ion natrium pada denyut jantung? Sodium mengurangi kekuatan
dan kecepatan kontraksi.
Mengapa? Aliran ion natrium cepat dan potensial aksi dibuat
Dimana dalam sel jantung natrium biasanya ditemukan? Pertama, ada impuls
listrik sepanjang membran sel; saluran terbuka di membran sel yang
memungkinkan natrium mengalir ke dalam sel. Sodium biasanya di luar sel. Saat
kontraksi terjadi, pertama kali harus masuk dalam sel.
Apa pengaruh ion kalium pada detak jantung? Kalium melemahkan kontraksi
jantung.
Mengapa? Kalium ketika dilepaskan dari sitosol dari sel otonom (SA node AV) ke
dalam ECF menurun kemiringan depolarization spontan dan hyperpolarization
potensi membran sehingga ambang untuk potensial aksi tercapai lebih lambat.
Frekuensi potensial aksi dengan demikian menurun.
Dimana dalam sel jantung kalium biasanya ditemukan? Kalium ditemukan dalam
sle-sel jantung serta cairan ekstraseluler sekitar jantung2
2 Fisiologi vaskuler
2.1 Aktivitas 1
Apakah terjadi perubahan pada grafik ? Tidak.
Kenapa iya atau kenapa tidak? Karena semua potensial aksi yang baru tidak
dapat dicetuskan pada serabut otot yang tereksitasi selama membrane pada
serabut otot tersebut masih terdepolarisasi. Alasannya karena segera setelah

potensial muncul, kanal sodium (atau kanal kalsium, atau keduanya) menjadi
inaktif, dan tidak ada jumlah dari stimulus baru yang akan membuka kanal pada
keadaan.1
Deskripsikan perubahan yang terlihat pada grafik. Bagaimana bisa berbeda
dengan data awal? Tidak ada kontaksi atrium dan kontaksi ventrikel, sehingga
grafiknya datar menandakan tidak adanya potensial aksian ini 2.
Apa efek dari stimulasi berulang ke pada grafik ? Deskripsikan grafiknya. Setelah
kontaksi ventrikel, repolarisasi tidak terjadi secara lengkap dan kemudian setelah
ventrikel kembali terdepolarisasi grafiknya menjadi datar dan menandakan tidak
ada stimulus yang merubah potensial aksi pada membran.
Bagian apa dari grafik yang menggambarkan periode refraktori ? Pada bagian
akhir dari detik ke 8.
Apakah sumasi terjadi ? Tidak
Mengapa penting jika sumasi tidak terjadi pada otot jantung ? Jika sumasi tidak
terjadi, maka jantung tidak akan berkontraksi dan fungsi utama jantung sebagi
pompa gagal.

2.2 Aktivitas 2
Jelaskan efek dari stimulasi saraf vagus pada detak jantung. efek dari saraf
vagus adalah kebalikan dari saraf simpatik di mana saraf simpatik meningkatkan
denyut jantung sedangkan saraf vagus menurunkan denyut jantung.
Segera setelah Anda memberikan rangsangan, apakah denyut jantung
meningkat atau menurun? menurun
Mengapa? Karena saraf vagus melepaskan asetilkolin sehingga menurunkan
denyut jantung.
Bagaimana sistem saraf simpatis dan parasimpatis bekerja sama untuk mengatur
denyut jantung? dibawah pengaruh parasimpatis sehingga jantung berdenyut
labih lambat, waktu antara kontraksi atrium dan ventrikel memanjang dan
kontraksi atrium melemah, sedangkan saraf simpatis pada jantung adalah
meningkatkan efektivitas jantung sebagai pompa dengan meningkatkan
kecepatan denyut jantung, menurunkan jeda antara kontraksi atrium dan
ventrikel, menurunkan waktu hantaran keseluruh jantung dan meningkatkan
kekuatan kontraksi.2
2.3 Aktivitas 3
Apa efek dari epinefrin pada detak jantung? Merangsang saraf otonom yakni
saraf simpatis di mana efek pada jantung meningkatkan denyut jantung.
Apakah efek ini mengikuti efek dari sistem saraf simpatis atau dari sistem saraf
parasimpatis?saraf simpatis
Bagaimana detak jantung ketika jendela status membaca detak Jantung Stabil?
Diberikan epinefrin 82 kali detak jantung.
2.4 Aktivitas 4
Gambarkan hubungan antara panjang pembuluh darah dengan aliran darah?
Semakin panjang pembuluh darah, aliran darah akan semakin melambat yang
diakibatkan karena gesekan antara darah dengan permukaan endotel pembuluh
darah. Semakin pendek pembuluh darah, maka akan semakin cepat aliran dari
pembuluh darah karena semakin kecil gesekan yang terjadi antara darah dengan
permukaan endotel pembuluh darah.2
Kenapa radius pembuluh darah merupakan factor yang lebih penting dalam
mengontrol resistensi aliran darah daripada panjang pembuluh darah?
Karena cairan lebih mudah mengalir melalui pembuluh darah besar dibandingkan
pembuluh darah kecil. Penyebabnya adalah bahwa volume tertentu darah

berkontak dengan luas permukaan yang jauh lebih besar pada pembuluh kecil
daripada pembuluh besar sehingga resistensi mejadi lebih besar. Selain itu,
perubahan kecil dalam jari-jari pembuluh menyebabkan perubahan nyata pada
aliran karena resistensi berbanding terbalik dengan pangkat empat jari-jari. 2
2.5 Aktivitas 5
Bagaimana potongan jari-jari ini jika dibandingkan dengan potongan jari-jari yang
kamu lihat pada aktivitas yang sebelumnya?
Akan terjadi peningkatan aliran darah seiring dengan peningkatan diameter
pembuluh darah.
Bagaimana posisi piston selama diastole?
Piston akan naik keatas yang diikuti dengan pengisian tabung dengan darah
yang menandakan tabung tersebut mengalami penurunan tekanan.
Bagaimana posisi piston selama sistole?
Piston akan turun kebawah yang menandakan terjadinya peningkatan tekanan
sehingga cairan yang ada dalam tabung keluar.
Jika pompa mewakili sisi kiri jantung, gelas yang paling kanan mewakili
apa?
Source beaker mewakili paru, sedangkan destination beaker mewakili jaringan.
Deskripsikan hubungan antara jari-jari tabung kanan dengan aliran
darah?
Semakin kecil jari-jari tabung kanan, maka aliran darah akan semakin kecil ke
tabung berikutnya ketika terjadi peningkatan tekanan pada piston. Semakin besar
jari-jari tabung kanan, maka aliran darah akan semakin besar ke tabung
berikutnya ketika terjadi peningkatan tekanan pada piston.
Bagaimana jari-jari tabung kiri mempengaruhi aliran darah dan
frekuensi pompa? Prediksikan hasilnya disini!
Jika jari-jari tersebut diperbesar, maka alirannya akan semakin cepat dan
pompanya akan semakin cepat. Jika diperkecil, alirannya akan semakin lambat
dan pompanya akan semakin lambat.
2.6 Aktivitas 6
berdasarkan hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa stroke volume
dapat mempengaruhi kecepatan pompa. Jika stroke volume dinaikkan maka
kecepatan pompa akan menurun. Hal ini disebabkan karena stroke volume yang
meningkat akan membuat jumlah volume darah yang dipompa (dalam hal ini
jantung) akan semakin tinggi per satu kali denyut. Stroke volume yang meningkat
akan membuat kecepatan pompa berkurang.
2.7 Aktivitas 7
Bagaimana laju aliran saat ini dibandingkan dengan baseline data?
Tidak ada perubahan aliran darah karena terjadi kompensasi kardiovakuler
Tanpa mengubah radius tabung arus, apa yang bisa Anda lakukan untuk
membuat laju aliran sama dengan laju aliran dari data awal? tiga solusi yang
mungkin
1. Peningkatan stroke volume
2. Peningkatan Tekanan
3. Menurukan curah jantung
Manakah dari tiga solusi Anda diusulkan adalah yang paling efektif?
Peningkatan stroke volume

10

Pada orang dengan diet tinggi lemak, arteriosclerosis (penurunan diameter pembuluh)
adalah masalah umum. Apa yang akan jantung lakukan untuk memastikan bahwa
semua organ yang mendapatkan cukup suplai darah?
Peningkatan kontraktilitas jantung menyebabkan stroke volume meningkat sehingga
aliran darah semakin lancar.
2.8 Aktivitas 8
1. Apa pengaruh ion kalsium pada detak jantung?menginduksi spastisitas
Mengapa? Kalsium meningkatkan kekuatan kontraksi
2. Dimana dalam sel jantung kalsium biasanya ditemukan? Kalsium biasanya
ditemukan di luar sel otot jantung
3. Apa pengaruh ion sodium pada denyut jantung? Sodium mengurangi kekuatan
dan kecepatan kontraksi
Mengapa? aliran ion sodium dengan terburu-buru dan potensial aksi dibuat
4. Dimana dalam sel jantung natrium biasanya ditemukan? Pertama , ada impuls
listrik sepanjang membran sel ; saluran terbuka di membran sel yang
memungkinkan natrium mengalir ke dalam sel . Sodium biasanya di luar sel .
Untuk kontraksi terjadi , pertama kali harus masuk dalam sel .
5. Apa efek dari ion potassium pada detak jantung? pottasium melemahkan
kontraksi jantung .
Mengapa ? Potassium ketika dilepaskan dari sitosol dari sel otonom ( SA node AV )
ke dalam ECF menurun kemiringan depolerization spontan dan hyperpolerization
potensi membran sehingga ambang untuk potensial aksi tercapai lebih lambat .
Frekuensi potensial aksi dengan demikian menurun
6. Dimana dalam sel jantung kalium biasanya ditemukan?Potassium ditemukan
dalam sel-sel jantung serta cairan ekstraselular sekitar jantung

3.Aktivitas fisik
3.1 Pengukuran Tekanan Darah Pada Berbagai Kondisi
Hasil
Jalalludin (L)
Fitrianto (L)
Yosepha (P)
Najla (P)

Berbaring
110/80, 110/80
100/80, 100/80
100/70, 110/70
110/70, 110/70

Duduk
110/80, 110/80
120/80, 120/80
100/75, 100/80
110/70, 110/75

Berdiri
120/90, 120/90
120/80, 120/80
110/80, 110/80
110/80, 110/80

Setelah exercise
130/90, 130/90
130/80, 130/80
120/80, 120/80
120/80, 120/80

Pembahasan
Pada praktikum ini, tekanan darah diukur dengan metode tidak langsung dan pengukuran
dilakukan pada lengan bagian atas. Tekanan darah dari masing-masing praktikan diukur
dalam beberapa keadaan, yaitu pada saat duduk, berdiri, setelah exercise dan berbaring.
Sebelum praktikan melakukan kegiatan (istirahat) praktikan diukur tekanan darahnya dengan
menggunakan spigmomanometer. Kemudian praktikan melakukan sejumlah aktivitas
otot yaitu berlari kecil di tempat dan Pengukuran tekanan darah dengan
spigmomanometer ini memperoleh hasil yangsangatlah beragam antara 100/60 mmHg
sampai 160/90 mmHg. Berdasarkan pada referensi dan literatur, seluruh data yang dihasilkan
tersebut masih menunjukkan range tekanan darah yang normal. Tekanan darah sistolik
yang dianggap normal untuk orang dewasa adalah adalah 90-130 mmHg,
sedangkan tekanan diastolik ya n g no rma l u nt u k ora n g de wa sa a da lah
seb e sa r 6 0 -90 mm Hg. An gka ya n g ditunjukkan dalam tekanan sistolik selalu lebih

11

besar dari angka diastolik karena selama sistol, ventrikel kiri jantung memaksa darah
untuk masuk ke aorta dengan fase ejeksi (penyemprotan). Hal tersebut terjadi akibat
adanya perbedaan tekanan antara ventrikel dengan aorta. Sehingga ketika katup
yang membatasi atrium dengan aorta terbuka maka terjadi perpindahan darah dari
atrium ke aorta dengan ejeksi dan tekanan yang besar.
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan darah yaitu, jenis kelamin,
usia, aktivitas, obesitas, kondisi kesehatan, stress,obat obatan dll. Namun,
pada praktikum ini hanya dibahas faktor aktivitas dan jenis kelamin danumur. Apabila
dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelum beraktivitas otot,ternyata data
menunjukkan bahwa tekanan darah setelah melakukan aktivitas ototcenderung akan
lebih tinggi. Dari hasil pengukuran rata-rata didapatkan setelah melakukan exercise
tekanan darah lebih tinggi daripada berdiri, tekanan saat berdirilebih tinggi dari pada duduk dan
tekanan saat duduk lebih tinggi duduk lebih tinggid a ripa da be rba rin g. Ha l t e rseb u t
d ika ren a ka n sem a kin t in ggi a kt i vit a s ya n g dilakukan maka akan semakin tinggi
pula aktivitas dari kerja jantung yang harusmengeluarkan tenaga yang tinggi sehingga tekanan
darah juga meningkat.. Tekanan darah yang meningkat ini dipengaruhi oleh tingkatan
aktivitas.Tekanan darah setelah beraktivitas lebih besar dibandingkan dengan tekanan
darah pada saat istirahat. Hal tersebut diakibatkan karena pada saat beraktivitas sel
tubuhmemerlukan pasokan O2 yang banyak akibat dari metabolisme sel yang
bekerja semakin cepat pula dalam menghasilkan energi. Sehingga peredaran darah di
dalam pembuluh darah akan semakin cepat dan curah darah yang dibutuhkan
akansemakin besar. Akibat adanya vasodilatasi pada otot jantung dan otot rangka
sertavasokontriksi arteriol yang menyebabkan arteriol menyempit dan kerja jantung tiapsatuan
waktu pun bertambah sehingga volume darah pada arteriol akan meningkatdan
tekanannya pun akan meningkat. Dapat dikatakan bahwa volume darah yangm a s u k
dari arteri ke jantung meningkat. Pada organ-organ tersebut
d a n menyebabkan aliran darah ke saluran pencernaan dan ginjal berkurang.
Persentasedarah yang dialirkan ke organ-organ tersebut untuk menunjang
peningkatanaktivitas metabolik keduanya. Kerja jantung juga akan semakin
cepat dalammemompa darah. Namun demikian, denyut jantungnya tetap dalam
keadaannormal. Sedangkan terdapat praktikan lain yang memiliki tekanan darah
yanghampir mendekati ambang bawah tidak normal yaitu sebesar 100/70 mmHg
padasaat istirahat. Berdasarkan dua hal tersebut, dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang
mempengaruhi tinggi-rendahnya tekanan darah adalah besar aktivitas atau jenis aktivitas
yang dilakukan.
3.2 tes peningkatan tekanan darah setelah pendinginan
Hasil
NAMA
Eko
Are
Yosepha
Restu

Tekanan
basal
110/80
90/70
100/70
100/70

darah

1 menit setelah
pendinginan
120/80
100/80
110/80
110/80

2 menit setelah
pendinginan
110/80
100/80
110/80
100/80

Pembahasan

12

Pada hasil percobaan diatas, terlihat secara umum bahwa tekanan darah basal sistol dan
diastol mengalami peningkatan setelah tangan dimasukkan ke dalam air es bersuhu 4 oC.
Hal ini sesuai dengan mekanisme homeostasis tubuh manusia. Saat tubuh manusia
berada pada temperatur yang relatif rendah, pembuluh-pembuluh darah akan menyempit,
terutama pada pembuluh perifer. Tujuan penyempitan tersebut adalah untuk menjaga
panas tubuh agar tidak keluar dan berdampak pada tekanan sistolik dan diastolik.
Disamping itu adanya respon stressor yang ditimbulkan tubuh pada saat tangan OP
dimasukkan ke dalam air es yang bersuku 4 oC juga dapat memicu kenaikan tekanan
darah OP. Suhu dingin akan menyebabkan tubuh tudak mampu mempertahankan kondisi
homeostasis, sehingga menimbulkan respon stress. Respon stress ini akan merangsang
sekresi hormon adrenalin yang mengakibatkan peningkatan aktivitas kardiovaskular,
termasuk peningkatan tekanan darah. Pada saat tubuh mengalami stress yang dalam hal
ini diberikan stressor berupa perubahan temperatur yang relatif ekstrim, yaitu dari
temperatur normal tubuh 37oC menjadi 4oC, tubuh akan mengalami kompensasi untuk
beradaptasi pada keadaan ini. Pada keadaan stress, pusat pengatur tekanan darah yang
ada di otak yang disebut pusat vasomotor akan mengantarkan impuls simpatis dari saraf
simpatis perifer ke hampir semua arteri, arteriol dan vena. Saraf simpatis ini menybabkan
vasokonstriksi pembuluh darah agar panas dari dalam tubuh tidak dialirkan ke perifer
sehingga tidak terjadi pertukaran panas antara tubuh dan lingkungan luar. Jika keadaan
di luar tubuh berada pada suhu dingin, sedangkan di tubuh kita tetap menyalurkna panas,
maka panas tubuh kita akan diserap, dan lama kelamaan akan menyebabkan tubuh
kehilangan panas dan suhunya akan sama dengan suhu lingkungan yang dingin tersebut
dan hal ini berbahaya bagi fisiologis tubuh. Selain itu, yang terpentimng dalam percobaan
ini adalah adanya peningkatan kerja jantung yang akan meningkatkan tekanan darah, hal
ini terlihat dari hasil pengukuran dengan spigmomanometer terhadap tekanan
darahOP.Tekanan darah OP daat tangannya di celupkan dalam wadah yang berisi air es
bersuhu 4oC menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari tekanan darah basal. Bila pada
saat pendinginan, tekanan sistolik nak >= 20 mmHg dan tekanan diastolik >= 15 mmHg
dari tekanan basal, maka OP termasuk dalam golongan hiperreaktor yang dapat
diprediksi memiliki potensi hipertensi. Bila kenaikan tekanan darah OP dibawah nilai
standar tersebut, maka OP termasuk dalam golongan hiporeaktor.5
3.3 YMCA
Hasil
Nama
Eko
Albertus
Dwi
Adinda

HR
107
160
110
130

Interpretasi
Average
Very poor
Average
Poor

Pembahasan
Pada uji ketahanan kardiovaskular ada hubungannya dengan volume O2 maksimal (VO2
max). VO2max adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat dikonsumsi selama aktifitas
fisik yang intens sampai akhirnya kelelahan. VO2max dianggap sebagai indikator terbaik
dari ketahanan aerobik.Secara
teori, nilai VO2max dibatsi oleh cardiac output,
kemampuan sistem respirasi untuk menghantarkan okesigen ke darah, atau kemampuan

13

jantung untuk menggunakan oksigen. Orang dengan tingkat kebugaran yang baik
memiliki nilai VO2max lebih tinggi dan dapat melakukan aktivitas lebih kuat dibandingkan
mereka yang tidak dalam kondisi baik.5
Pada praktikum kaliini menggunakan 4 orang percobaan, yang terdiri dari 2 pria dan 2
wanita. Tujuannya selain untuk membandingkan usia dan jenis kelamin, kemungkinan
juga dapat membandingkan masing-masing perbedaan aktivitas fisiknya. Dapat dilihat
bahwa hasil yang diperoleh pria lebih baik dari wanita. Didapat hasil pada praktikum,
yaitu paling tinggi adalah Eko yg memiliki denyut nadi 107 (average/rata-rata). Hal ini
berarti laki-laki memiliki nilai VO2max lebih baik. Akan tetapi tidak pada OP 2 yang juga
seorang pria, memiliki denyut nadi yang bahkan lebih rendah dari wanita dimana
kemempuan aerobik wanita sekitar 20% lebih rendah daripada pria pada usia yang sama.
Hal ini terjadi karena perbedaan hormonal yang menyebabkan wanita memiliki
konsentrasi hemoglobin lebih rendah dan lemak tubuh yang lebih besar. Kemungkinan
yang terjadi pada OP 2 adalah kurangnya latihan atau olahraga, karena dengan adanya
latihan daya tahan yang sistematis, akan memperbaiki konsumsi oksigen maksimal dari
5% sampai 25%. Menurut penelitian, puncak VO2max dicapai kurang lebih pada usia
18-20 pada kedua jenis kelamin dan akan menurun setelah usia 25 tahun. Pada
praktikum tidak ditemukan hasil yang yang terlalu signifikan berhubungan dengan umur.
Kemungkinan faktor-faktor lain lebih berpengaruh. Selain umur, jenis kelamin dan
latihan/olahraga adapaun faktor lain seperti
Keturunan
Seseorang mungkin saja mempunyai potensi yang lebih besar dari orang lain untuk
mengkonsumsi oksigen yang lebih tinggi, dan mempunyai suplai pembuluh darah kapiler
yang lebih baik terhadap otot-otot, mempunyai kapasitas 14 paru-paru yang lebih besar,
dapat mensuplai hemoglobin dan sel darah merah yang lebih banyak dan jantung
yanglebih kuat. Dilaporkan bahwa konsumsi oksigen maksimum bagi mereka yang
kembar identik sangat sama.
Komposisi Tubuh
Walaupun VO2 max dinyatakan dalam beberapa milliliter oksigen yang dikonsumsi per kg
berat badan, perbedaan komposisi tubuh seseorang menyebabkan konsumsi yang
berbeda. Misalnya tubuh mereka yang mempunyai lemak dengan persentasi tinggi
mempunyai konsumsi oksigen maksimum yang lebih rendah. Bila tubuh berotot kuat,
VO2 max akan lebih tinggi. Maka dari itu, jika seseorang bisa mengurangi lemak dalam
tubuh, konsumsi oksigen maksimal dapat bertambah tanpa tambahan latihan.

3.4 HARVARD STEP TEST


NAMA

WAKTU
PERCOBAA
N
(detik)

FREKUENSI
DENYUT
NADI SELAMA 30 DETIK
PADA MENIT KE-

INDEKS
KESANGGUPAN
BADAN (IKB)

KETERANGAN
IKB

1-

CARA

CARA

2230

3-

CARA

CARA

14

Fitrianto

300

130
80

53

330
41

LAMBAT
86

CEPAT
68

LAMBAT
BAIK

CEPAT
CUKUP

Jalalludi
n
Hayati

300

120

110

85

48

45

300

83

77

65

67

66

KURAN
G
SEDANG

KURAN
G
SEDANG

Restu

300

55

50

49

97

99

AMAT
BAIK

AMAT
BAIK

A. Pembahasan
Dari percobaan Harvard Step Test, kita dapat menentukan indeks kesanggupan badan
seseorang dalam melakukan aktivitas otot. Melalui cara perhitungan yang telah
dijelaskan diatas, terlihat dengan jelas bahwa indeks kesanggupan badan sangat
bergantung dari lama orang tersebut mampu terus menerus naik-turun bangku dan
frekuensi denyut nadinya segera setelah ia melakukan aktivitas tersebut. Semakin lama
ia mampu bertahan naik-turun bangku dan semakin cepat frekuensi denyut nadinya
pulih ke frekuensi normal, maka semakin baik pula kesanggupannya. 4
Pada prinsipnya olahraga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas fungsional individu
dan menurunkan kebutuhan oksigen otot jantungyang diperlukan pada tingkatan latihan
fisik, baik pada orang sehat maupun orang sakit. Pada latihan fisik akan terjadi dua
perubahan pada sistem kardiovaskular yaitu peningkatan curah jantung dan redistribusi
aliran darah dari organ yang kurang aktif ke organ yang aktif. Peningkatan curah
jantung dilakukan dengan meningkatan isi sekuncup dan denyut jantung. 4

DAFTAR PUSTAKA
1. Guyton, A.C., dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.
Edisi 11. Jakarta: EGC.
2. Sherwood, L. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems. 7 th
Ed. Canada: Yolanda Cossio.
3. Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK Unsri. 2004. Kumpulan Kuliah
Farmakologi ed. 2. Jakarta : EGC

4. Anonim.2008.Harvard

Steps

Test

http://www.fitnessvenues.com/uk/fitness-testing-harvard-steptest, diakses 12 mei 2014


5. Ganong,
William
F.2002.Ed.

20.Buku

Ajar

Fisiologi

Kedokteran.Jakarta. EGC.

15

Anda mungkin juga menyukai