Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FISIKA ENERGI I


THERMOELECTRIC CONVERTER
Nama

: Albert Agung Y H

NPM

: 140310100034

Nama Partner

: M Hafizh N E

NPM Partner

: 140310100031

Hari / Tanggal

: Selasa, 23 September 2014

Waktu

: 10.30 13.00

Assisten

: Agtri Henboral

LABORATORIUM FISIKA ENERGI


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014

LEMBAR PENGESAHAN
THERMOELECTRIC CONVERTER
Nama

: Albert Agung Y H

NPM

: 140310100034

Nama Partner

: M Hafizh N E

NPM Partner

: 140310100031

Hari / Tanggal

: Selasa, 23 September 2014

Waktu

: 10.30 13.00

Assisten

: Agtri Henboral

Jatinangor, 23 September 2014


L.AWAL

PRESENTASI

L.AKHIR

Asisten,

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Pertimbangan penggunaan energi pada masa sekarang ini mencakup
banyak aspek, dahulu penggunaan energi hanya berorientasi pada
pemanfaatan energi sebesar- besarnya, tanpa memperhatikan efek samping
terhadap lingkungan akibat dari pemanfaatan energi tersebut. Dengan adanya
metode konservasi energi yang tepat, maka masa habisnya energi bahan bakar
fosil dapat diperpanjang. Misalnya pada sektor transportasi, efisiensi termal
yang ada pada kendaraan bermotor secara umum masih berlangsung cukup
rendah, hanya sebagian kecil yang bisa dimanfaatkan, selebihnya merupakan
panas buang yang mengalir ke lingkungan. Menyadari banyaknya energi
termal yang terbuang percuma ke atmosfir inilah, pemanfaatan konsep efek
thermoelektrik

menjadi

pilihan

sebagai

energi

terbarukan

untuk

mengkonversi energi termal yang terbuang menjadi energi listrik.


1.2.

Identifikasi Masalah
Kebutuhuan energi yang meningkat, namun jumlah energi yang kurang
memadai. Membuat semua hal yang tidak terpikirkan menjadi bermanfaat,
salah satunya membuat perbedaan temperatur (energi termal) menjadi energi
listrik dengan menggunakan alat termoelektrik konverter

1.3.

Tujuan
Mempelajari dan memahami efek Seebeck
Mempelajari dan memahami efek Peltier
Mempelajari dan memahami transfer energi
Memahami hukum termodinamika I dan hukum termodinamika II

I.4. Metoda Percobaan


Metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan percobaan. Pada
percobaan kali ini digunakan PASCO scientific Thermoelectric Converter model
TD 8556. Pada kedua kaki akan diberi suhu yang berbeda, yang satu dingin dan

satunya panas. Perbedaan temperatur ini menyebabkan beda potensial yang akan
menggerakan kipas pada alat peraga. Setelah itu kita dapat menentukan koefisien
seebeck dan koefisien peltier, serta dapat mengetahui hubungan percobaan ini
dengan hukum- hukum termodinamika.
I.5 Sistematika Penulisan
Laporan ini tersusun atas tiga bab yaitu : Bab I, berisi pendahuluan yang
menyertakan latar belakang, identifikasi masalah,

tujuan percobaan, metoda

percobaan, sistematika penulisan dan waktu dan tempat percobaan. Bab II,
menuliskan tinjauan pustaka yang berisi tentang teori dan hukum-hukum yang
mendasari dari percobaan termoelektrik konverter. Bab III, metodologi percobaan
yang terdiri dari alat percobaan dan fungsinya, dan prosedur percobaan yang
menjelaskan langkah kerja dalam melakukan praktikum. Serta daftar pustaka
sebagai daftar refrensi teori yang dituliskan.
I.6 Waktu dan Tempat Percobaan
Hari/Tanggal : Selasa, 23 September 2014
Waktu

: 10.30 13.30

Tempat: Laboratorium Energi Jurusan Fisika


FMIPA UNPAD

BAB II
TEORI DASAR
2.1 Prinsip Termodinamika

1. Hukum Termodinamika ke-Nol


- Berkenaan dengan kesetimbangan termal atau Konsep Temperatur.
2. Hukum Termodinamika I
- konsep energi dalam dan menghasilkan prinsip kekekalan energi.
- menegaskan ke ekivalenan perpindahan kalor dan perpindahan kerja.
3. Hukum Termodinamika II
- Memperlihatkan

arah

perubahan

alami

distribusi

energi

dan

memperkenalkan prinsip peningkatan entropi.


Pernyataan Clausius :
Terdapat dua pernyataan dari hukum termodinamika kedua pernyataan
Kelvin -Plank, yang diperuntukkan untuk mesin kalor, dan pernyataan Clausius,
yang diperuntukkan untuk mesin pendingin/pompa kalor. Pernyataan Clausius
dapat di ungkapkan sebagai berikut :
Adalah tidak mungkin membuat sebuah

alat yang beroperasi dalam

sebuah siklus tanpa adanya efek dari luar untuk mentransfer panas dari media
bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi.
Telah diketahui bahwa panas akan berpindah dari media bertemperatur
tinggi

ke

media

bertemperatur

rendah.

Pernyataan

Clausius

tidak

mengimplikasikan bahwa membuat sebuah alat siklus yang dapat memindahkan


panas dari media bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi adalah
tidak mungkin dibuat. Hal tersebut mungkin terjadi asalkan ada efek luar yang
dalam kasus tersebut dilakukan/diwakili oleh kompresor yang mendapat energi
dari energi listrik misalnya. Salah satu aplikasi dari hukum kedua thermodinamika
adalah pemanfaatan Thermoelektrik dalam mengkonversikan energi panas
menjadi energi listrik atau sebaliknya.

2.2 Pengertian Termoelektrik


Teknologi

termoelektrik

adalah

teknologi

yang

bekerja

dengan

mengkonversi energi panas menjadi listrik secara langsung (generator


termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik menghasilkan dingin (pendingin

termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup


diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas
dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis
bahan yang dipakai.
Prinsip kerja dari Termoelektrik adalah dengan berdasarkan Efek Seebeck
yaitu Jika 2 buah logam yang berbeda disambungkan salah satu ujunganya,
kemudian diberikan suhu yang berbeda pada sambungan, maka terjadi perbedaan
tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain. Fenomena termoelektrik
pertama kali ditemukan tahun 1821 oleh ilmuwan Jerman, Thomas Johann
Seebeck. Ia menghubungkan tembaga dan besi dalam sebuah rangkaian. Di antara
kedua logam tersebut lalu diletakkan jarum kompas. Ketika sisi logam tersebut
dipanaskan, jarum kompas ternyata bergerak. Belakangan diketahui, hal ini terjadi
karena aliran listrik yang terjadi pada logam menimbulkan medan magnet. Medan
magnet inilah yang menggerakkan jarum kompas. Fenomena tersebut kemudian
dikenal dengan efek Seebeck.
2.3 Efek Seebeck
Efek Seebeck merupakan efek munculnyategangan kecil pada sambungan dua
buahlogam

atau

semikonduktor

karena

perbedaantemperatur

dua

logam

atau

semikonduktor tersebut. Tegangan yang muncul padasambungan bahan berbanding lurus


dengan beda temperatur pada kedua bahan. Semakin besar beda temperatur,
semakin besar teganganyang didapat. Secara matematis, dapat dituliskan:
T ---> E .................................................(2.1)
Keterangan :
E= Tegangan yang dihasilkan (V)
T = Perbedaan temperatur (K)
Konstanta kesebandingan dari tegangan dan perubahan temperatur disebut
koefisienSeebeck (S). Sehingga rumus (1) dapat ditulismenjadi:
E = S. T .............................................................(2.2)

Keterangan
S = Koefisien Seebeck (V/K)
Secara fisis, efek Seebeck terjadi karena pembawa muatan listrik pada bahan
akancenderung bergerak karena adanya perbedaan panas. Dengan hal ini dan sifat logam
dansemikonduktor yang pembawa muatan didalamnya dapat bergerak bebas maka
efek Seebeck terjadi. Ilustrasi yang menjelaskan halini dapat dilihat di Gambar 1.

Gambar 2.1. Skema Efek Seebeck

Seperti sudah disinggung sebelumnya, efek termoelektrik juga dipegaruhi oleh efek Peltier.Efek
Peltier merupakan peristiwa dimana pemberian arus pada sambungan logam yangsama
menghasilkan perbedaan temperatur padakedua ujung logam. Hal ini menyebabkanterdapat
logam yang memiliki temperatur lebihtinggi (panas) dan logam dengan temperatur lebih rendah
(dingin). Ilustrasi efek Peltier dapat dilihat pada Gambar 2

Gambar 2.2. Skema Efek Peltier

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
1. Bejana 3 buah untuk menempatkan air panas,air dingin dan campuran
air panas dan dingin.
2. DC power supplay dengan kemampuan 5 volt dan 3 ampere
3. Kawat (kabel) sebagai penghubung
Alat yang direkomendasikan:
1. TD-8556 steam generator
2. SF-9584 AC/DC low volted power supply or Sf-9582 AC/DC Power
supplay
3. SE 9750 dan SE 9751 banana plug Patch Cords
4. Digital thermometer (such as PASCO Modol SB 9631 or Model SE3.2.

9086)
Prosedur
A. Efek seebeck
1. Menyiapkan 2 buah gelas
2. Gelas yang satu diisi air panas,dan yang satu lagi diisi air dingin
3. Menempatkan tombol pada posisi di atas
4. Menyiapkan 1 buah amperemeter dan 1 voltmeter
5. Membuat rangkaian seperti pada gambar
6. Menyiapkan dua buah termometer
7. Mengamati suhu masing-masing gelas yang berisi air setiap selang
waktu yang sama serta mengukur tegangan dan arusnya
8. Mengganti air dalam kedua gelas dengan air panas
9. Menambahkan es sedikit demi sedikit ke dalam salah salah satu gelas,
melakukan seperti no 7 mengamati suhu,tegangan dan arus.
B.
1.
2.
3.

Efek Peltier
Memperhatikan gambar 3
Mengalirkan arus
Mencatat perbedaan suhu kedua kaki untuk beberapa arus dan
tegangan yang diberikan (tegangan tidak melebihi 5volt, arus tidak
melebihi 3 ampere)

BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Hasil Percobaan
4.1.1 Efek Seebeck Percobaan 1
N
o
0
N
o
1
0
2
1
3
2
4
3
5
4
6
5
7
6
8
7
9
1
8
0
9
1
0

Waktu
(s)
Waktu
(s)
30
60
30
90
60
120
90
150
120
180
150
210
180
240
210
270
240
300
270

Teganga
n (V)

Arus
(A)
Arus
(A)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Suhu
Panas (C)
67
Suhu
65 (C)
Panas
12
64
12
63
12
62
12
61
12
60
12
59
12
59
12
58
12
57
12.5

Suhu
Dingin (C)
5
Suhu
Dingin
5 (C)
7
5
7
5
6
5
5
3
5
1
5
1
5
1
5
0.5
5
0.5

Teganga
n204
(V)
23
143
16
78
56.7
23
78
120
52
168
58
146
49
135
38
173
41
170
21.5

300

4.7

12.5

N
o
0
1
2
3
4
5
6
7

Waktu
(s)
15
30
45
60
75
90
105
120

Teganga
n (V)

Arus
(A)

0.015

Suhu
Panas (C)
27
27.5
27.5
27.5
26.5
26.5
26
26

Suhu
Dingin (C)
27
27
27
27
28
28
28.5
29

4.1.2 Efek Seebeck Percobaan 2

4.1.3 Efek Peltier


4.2 Perhitungan Data
4.2.1 Menghitung Besar Koefisien Seebeck
E = S . T ...............................................................................(4.1)
Contoh Perhitungan :
204 V = S. (65C- 5C)
S

= 204 V/ 60C
= 3.40 V/C

Dengan perhitungan yang sama didapatkan :


N
o
0
1
2
3
4
5
6
7
8

Waktu(s
)
30
60
90
120
150
180
210
240

Tegangan
(V)

Arus
(A)

204
143
78
23
120
168
146
135

0
0
0
0
0
0
0
0

Percobaan 1
Suhu Panas
(C)
67
65
64
63
62
61
60
59
59

Suhu Dingin
(C)
5
5
5
5
5
5
5
5
5

Koef Seebeck
(V/C)
3.40
2.42
1.34
0.40
2.14
3.05
2.70
2.50

270

173

58

3.26

10

300

170

57

3.27

N
o
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Waktu(s
)
30
60
90
120
150
180
210
240
270
300

Tegangan
(V)
23
16
56.7
78
52
58
49
38
41
21.5
4.7

Percobaan 2
Arus Suhu Panas
(A)
(C)
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12
0
12.5
0
12.5

Koef Seebeck (V/C)


Suhu Dingin
(C)
7
7
6
5
3
1
1
1
0.5
0.5
0

4.2.2 Menghitung Besar Koefisien Peltier


Q = . I ..........................................................................................(4.2)
Dimana :
Q = S . I . T...................................................................................(4.3)
Maka :
= S . T ........................................................................................(4.4)
Keterangan :
Q

= Kalor

= Koefisien Peltier

= Perubahan Suhu

Contoh Perhitungan :
S = 3 Volt / (27.5 C 27 C)
= 6 V/C

4.60
3.20
9.45
11.14
5.78
5.27
4.45
3.45
3.57
1.79
0.38

= 6 V/C (0.5C)
=3V
Dengan perhitungan yang sama didapatkan :
N

Waktu(s

Teganga

Aru

Suhu

Suhu

Koef

n (V)

s (A) Pana

Dingi

Seebeck

0
1
2
3
4
5
6
7

15
30
45
60
75
90
105
120

s (C)
27
27.5
27.5
27.5
26.5
26.5
26
26

n (C)
27
27
27
27
28
28
28.5
29

(V/K)
6.00
6.00
6.00
2.00
2.00
2.00
1.00

0.01

Koefisien
Peltier
(J/A)

0.045
0.045
0.045
0.045
0.045
0.045
0.045

3
3
3
3
3
3
3

4.3 Grafik
4.3.1 Grafik Hubungan V terhadap I Percobaan 1

Grafik Hubungan V terhadap T


250
200
150

Tegangan (V)

f(x) = - 3.66x + 340.42


R = 0.03

100
50
0
51

52

53

54

55

56

57

Suhu C

4.3.2 Grafik Hubungan V terhadap I Percobaan 2

58

59

60

61

Grafik Hubungan V terhadap T


100
80
60

Tegangan (V

40

f(x) = - 1.05x + 49.44


R = 0.02

20
0
4

10

11

12

13

Suhu C

4.3.3 Grafik Hubungan Koefisien Seebeck terhadap perubahan suhu


percobaan 1

Grafik Koefisien Seebeck terhadap perubahan Suhu


4
3.5
3
f(x) = - 0.12x + 9
R = 0.11

2.5

Koefisien Seebeck

2
1.5
1
0.5
0
51

52

53

54

55

56

57

Perbedaan Suhu

58

59

60

61

4.3.4 Grafik Hubungan Koefisien Seebeck terhadap perubahan suhu


percobaan 2

Grafik Koefisien Seebeck terhadap perubahan Suhu


12
10
8

Koefisien Seebeck

f(x) = - 0.59x + 10.23


R = 0.3

6
4
2
0
4

10

11

12

13

Perubahan Suhu

4.4 Analisa
Pada Percobaan pertama kita mencoba efek seebeck, karena efek seebeck
merupakan perubahan temperatur yang menjadi beda potensial listrik maka pada
percobaan kami memberikan suhu yang berbeda pada kedua kaki, yang satu panas
dan yang satunya dingin. Perbedaan suhu ini kemudian menghasilkan beda
potensial yang berbanding lurus dengan perbedaan suhu yang diberikan. Semakin
besar perbedaan suhu pada kedua kaki, semakin besar pula beda potensial yang
dihasilkan. Juga sesuai teori dimana T -> E, sehingga pada percobaan pertama
efek seebeck terlihat beda potensial yang dihasilkan cukup besar. Hal ini
dikarenakan suhu pada kaki pertama diberi panas hingga 65C, sedangkan kaki
kedua diberi panas 5C. Perbedaan suhu yang cukup besar ini mengakibatkan
potensial yang dihasilkan juga cukup besar.
Pada percobaan kedua efek seebeck, suhu yang diberikan pada kedua kaki
juga berbeda, namun pada kaki pertama kami menggabungkan suhu panas dan
suhu dingin dalam suatu wadah hingga mencapai suhu kesetimbangn 12C, suhu
ini bisa dikatakan stabil karena perubahannya untuk menjadi lebih panas hingga
mencapai suhu ruangan tidaklah cepat, maka dapat dikatakan suhu campuran ini

suhu kesetimbangan. Pada kaki kedua diberikan suhu yang sangat kecil, karena
dalam setiap selang waktu ditambahakan es batu maka pada kaki kedua ini suhu
yang diberikan berkurang seiring waktu hingga mencapai 0C. Perbedaaan suhu
yang tidak terlalu besar menghasilkan beda potensialyang tidak terlalu besar juga.
Sesuai dengan konsep T -> E.
Pada percobaan ketiga yaitu efek peltier, arus yang merupakan penyebab
beda temperatur pada kedua kaki termoelektrik. Pada percobaan arus yang
diberikan adalah 0.015 A dan Tegangan yang diberikan 3 Volt. Perbedaan
temperarur ini kemudian menjadi energi listrik yang harusnya bisa menggerakan
kipas pada alat termoelektrik konverter. Namun perbedaan temperatur yang cukup
kecil ini ternyata tidak dapat menggerakan kipas. Pada hasil perhitungan koefisien
seebeck dan koefisien peltier, didapatkan hasil yang lebih besar pada koefisien
peltier. Koefisien seebeck hanya berkisar dibawah satu. Dapat kita analisa karena
koefisien seebeck merupakan hasil bagi antara beda potensial dengan suhu yang
sama- sama besar. Sedangkan koefisien peltier didapat dari hasil bagi kalor
dengan arus yang kecil, sehingga hasilnya lebih besar daripada koefisien seebeck.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum, dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Efek Seebeck adalah perubahan dari perbedaan temperatur menjadi beda
potensial listrik.

2. Efek Peltier merupakan kebalikan dari efek seebeck. Koefisien peltier


menggambarkan seberapa banyak panas yang dialirkan tiap muatan
listrik. Walaupun arus listrik terus diberikan pada rangkaian, perbedaan
temperatur akan menemukan nilai yang konstan. Hal yang menarik adalah
efek yang diberikan pada saat transfer panas bergantung dari polaritas
arus yang diberikan, membalikkan arah arus listrik dapat merubah arah
transfer panas ke bagian yang lain.
3. Transfer energi erat kaitannya dengan hukum termodinamika.
4. Hukum termodinamika menyatakan suhu kesetimbangan termal, dan juga
menyatakan konsep transfer energi yang merupakan hukum kekekalan
energi.
5.2 Saran
Saranya agar waktu praktikum lebih lama lagi, dan kalau bisa untuk
termometernya pakai termometer digital.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.tellurex.com/technology/seebeck-faq.php [dikutip 2014 Sept 22 Pukul 19.10]
Gambar Skema Efek Seebeck [gambar dari internet dikutip 2014 Sept 22 Pukul 18.38].
Didapat dari:http://en.wikipedia.org/wiki/File:Thermoelectric_Generator_Diagram.svg
Gambar Skema Efek Peltier[gambar dari internet dikutip 2014 Sept 22 Pukul 18.38]. Didapat
dari:http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3b/Thermoelectric_Cooler_Diagram.s
vg