Anda di halaman 1dari 30

Kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Friday, August 10, 2007


Peristiwa Isra Miraj
Bismillahirrahmanirrahim
Berikut ini merupakan kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad yang ditulis berdasarkan
beberapa hadis dan riwayat para penulis Islam. Tulisan ini juga memuat tempat-tempat yang
dikunjungi ketika Isra Miraj tersebut.
Peristiwa Isra Miraj
Pendahuluan
Isra Miraj berasal dari dua kata yaitu: Isra dan Miraj. Isra berarti perjalanan malam
(perjalanan dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa) dan Miraj berarti naik ke langit. Peristiwa
Isra Miraj ini merupakan suatu peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam karena dalam
peristiwa ini didapat perintah untuk melakukan sholat yang diwajibkan bagi seluruh umat Islam.
Peristiwa Isra Miraj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 621 M, 3 tahun sebelum hijrah. Nabi
Muhammad SAW saat itu berusia 51 tahun. Peristiwa luar biasa ini terjadi mulai dari lepas
tengah malam sampai menjelang waktu subuh waktu Mekah.
Sebelum peristiwa itu terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam.
Beliau ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah. Lalu beliau juga ditinggal oleh pamannya
sendiri, Abu Thalib, yang sangat melindungi Nabi Muhammad. Karena ditinggalkan kedua orang
yang sangat disayangi tersebut membuat beliau sangat berduka cita. Karena itu Allah SWT
menghibur Nabi Muhammad dengan memperjalankan beliau, sampai kepada langit untuk
bertemu dengan Allah SWT.
posted by Nanang @ 11:30 AM
Awal Perjalanan
Pada suatu malam tanggal 27 Rajab, Allah S.W.T memberikan wahyu kepada Malaikat Jibril a.s.,
"Janganlah engkau (Jibril) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut
nyawa pada malam ini."
Malaikat Jibril a.s. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"
Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibril. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan
ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibril pun pergi ke syurga tempat dimana buraq berada. Kemudian dia menemukan 40
juta buraq di taman syurga. Setiap buraq memiliki mahkota di keningnya bertuliskan kata-kata,
Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah. Di antara buraq itu, Jibril melihat

pada seekor buraq yang memisahkan diri sendirian seraya menangis bercucuran air matanya.
Jibril menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 ribu
tahun yang lalu, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi
rindu kepadanya dan aku tidak mau makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api
kerinduan."
Berkata Jibril a.s., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibril a.s. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu untuk dibawa kepada Nabi
Muhammad S.A.W.
***
Pada malam itu Nabi Muhammad SAW. sedang berbaring di antara dua orang yaitu paman
beliau, Hamzah dan sepupu beliau, Ja'far bin Abi Thalib yang sedang tidur di dekat Kabah, tibatiba datang kepada beliau 3 orang lelaki yang ternyata adalah malaikat Jibril dan Mika'il beserta
seorang malaikat lain. Ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang memanggilnya, "Hai
orang yang sedang tidur, bangunlah!" Dan ia pun terbangun, di hadapannya sudah berdiri
Malaikat Jibril.
Jibril memerintahkan malaikat lain mengangkat Rasulullah ke suatu tempat. Kemudian ketiga
malaikat tersebut membawa Nabi Muhammad saw. ke sumur Zamzam, lalu mereka
menelentangkan beliau. Kemudian Jibril membelah badan beliau mulai dari tenggorokan sampai
ke bawah perut beliau. Lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Bawakan kepadaku satu baskom air
zamzam agar aku dapat membersihkan hati beliau. Jibril mengoperasi dada beliau, kemudian
mengeluarkan hati beliau dan membasuhnya tiga kali serta membuang ketul hitam ('alaqah) yaitu
tempat syaitan membisikkan waswasnya dari hati beliau; kemudian mereka meletakkannya
kembali di tempat asal. Mikail tiga kali membawakan baskom berisi air zamzam kepada Jibril.
Kemudian didatangkan sebuah baskom emas yang penuh dengan hikmah dan keimanan dan
dituangkan habis ke dada Nabi saw; dan dada beliau dipenuhi dengan kesabaran, ilmu,
keyakinan dan keislaman; kemudian ditutup kembali dan di antara kedua belikat beliau distempel
dengan stempel kenabian. Semua proses itu tidak menimbulkan sakit sedikit pun kepada Nabi.
Setelah selesai, Nabi diminta agar berwudlu.

Masjidil Haram tempat awal perjalanan


Kemudian didatangkan seekor buraq yang telah diberi pelana dan kendali. Buraq itu adalah
binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal (baghal:
hewan peranakkan dari kuda dan keledai). Buroq memiliki empat kaki. Buraq ini dapat meloncat
sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak. Jika menaiki gunung kedua kaki
belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya memanjang. Dia
mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat
kecepatannya. Ketika Nabi SAW mula-mula hendak menunggang Buraq, buroq bertingkah liar
sehingga menyulitkan Nabi Muhammad SAW. untuk menaikinya. Kemudian Jibril meletakkan

tangannya pada leher buraq seraya berkata: "Adakah engkau tidak malu wahai buraq?; demi
Allah, tidak ada seorang makhlukpun yang menaikimu yang lebih mulia menurut Allah dari pada
beliau, maka malulah si buraq, lalu berbaring dan tenang sehingga Nabi SAW. dapat menaikinya.
***
Peristiwa Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
Nabi Muhammad merasa bahagia pada waktu itu karena beliau dapat mengendarai buraq. Jibril
memegang tali kekang sementara Mikail memegang pelana. Israfil memegang kain pelana.
Buraq bergerak di angkasa dalam sekejap mata. Tidak berapa lama Nabi menunggang Buraq,
sampailah beliau dan Jibril ke suatu tempat yang banyak pohon kurmanya. Jibril berkata, Ya
Muhammad, turun dan berdoalah kepada Allah di tempat ini. Nabi disuruh oleh Jibril agar
melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat. Kepada Nabi, Malaikat Jibril menjelaskan, "Tahukah
engkau bahwa engkau shalat di Thaibah (Madinah) dan disitulah engkau kelak berhijrah".
Kemudian perjalanan dilanjutkan. Di suatu tempat Jibril menyuruh Nabi SAW turun untuk shalat
sunnah 2 rakaat. "Inilah Thuur Sina, tempat Musa bercakap-cakap langsung dengan Tuhannya"
kata Jibril. Perjalanan dilanjutkan kembali dan untuk ketiga kalinya Jibril memerintahkan untuk
berhenti disuatu tempat dan menyuruh melakukan shalat sunnah 2 rakaat lagi. Setelah selesai
sholat berkatalah Jibril kepada Nabi saw., "Tahukah engkau dimana engkau sholat kali ini?"
Engkau sholat di Baitul Lahm, tempat Isa a.s. dilahirkan".
***
Perjalanan diteruskan lagi. Dalam perjalanan ke Baitul Maqdis, Nabi diperlihatkan dengan
berbagai pemandangan simbolik. Setiap kali melihatnya, Jibril menerangkan hakikat sebenarnya
peristiwa tersebut.
Tiba-tiba Nabi Muhammad saw. melihat Jin Ifrit yang membuntuti beliau dengan membawa
obor. Setiap kali beliau menoleh, beliau melihatnya menyebabkan mata Rasulullah sentiasa
berpaling ke arahnya. Kemudian malaikat Jibril berkata, "Adakah engkau mau aku ajarkan
kalimat untuk menghalau Ifrit itu?" Nabi saw. bersabda, "Baik!".
Lalu malaikat Jibril berkata, "Ucapkan: Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia
dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula
orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari
kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan
dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di
waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang
datang dengan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang!
Setelah Nabi Muhammad saw. membaca doa tersebut, maka jin Ifrit yang membuntuti beliau
jatuh tersungkur dan obornya padam.
Kemudian Nabi melihat kaum yang menanam tanaman pada suatu hari dan pada hari itu pula
tanaman tersebut dapat dipanen. Dan setiap kali dipanen, buahnya kembali lagi seperti semua.
Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril beliau mendapat jawaban bahwa apa yang beliau lihat
itu adalah gambaran dari orang-orang yang berjuang untuk membela agama Allah. Amal baik
mereka dilipatkan gandakan sampai 700 kali.
Nabi Muhammad saw. mencium bau harum. Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril tentang
bau apakah yang tercium oleh Nabi Muhammad saw. tersebut; beliau mendapat jawaban bahwa

bau tersebut adalah bau dari Masyithah beserta suami dan kedua anaknya yang dibunuh oleh raja
Fir'aun dari Mesir yang mengaku sebagai Tuhan, karena mempertahankan imannya dan
mengingkari ketuhanan Fir'aun.
Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang membentur-benturkan kepala mereka pada batu
sehingga kepala mereka itu pecah. Dan setiap kali kepala mereka pecah, maka pulih kembali,
lalu mereka benturkan kembali. Pekerjaan tersebut mereka lakukan terus-menerus tanpa berhenti.
Nabi Muhammad saw. mendapat jawaban dari malaikat Jibril atas pertanyaan beliau, bahwa
perbuatan tersebut adalah gambaran dari siksaan yang akan diberikan di hari kiamat kepada
orang-orang yang malas melakukan shalat wajib dan sering mengakhirkan dari waktunya.
Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang pergi berombongan seperti kawanan unta dan
kambing yang pergi ke tempat penggembalaan dalam keadaan telanjang. Hanya kemaluan dan
dubur mereka saja yang tertutup dengan secarik kain. Mereka makan kayu berduri yang sangat
busuk baunya (kayu dlari'), buah zaqqum (buah tetumbuhan yang sangat pahit) dan bara serta
batu-batu dari neraka Jahannam. Malaikat Jibril menerangkan bahwa kaum tersebut adalah
gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang tidak mau membayar zakat, baik zakat wajib
maupun zakat sunnat. Allah swt. sama sekali tidak menganiaya mereka; tetapi merekalah yang
menganiaya diri mereka sendiri.
Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang menghadapi dua potong daging. Yang sepotong
daging yang telah masak dalam sebuah kendil, sedang yang sepotong lagi daging mentah yang
busuk. Kaum tersebut melahap daging mentah yang busuk serta meninggalkan daging yang telah
masak. Kaum tersebut adalah gambaran dari ummat Nabi yang telah mempunyai isteri yang halal
dan baik, tetapi mereka mendatangi pelacur dan tidur bersama pelacur sampai pagi; dan
gambaran dari para wanita yang telah mempunyai suami yang halal dan baik, tetapi mereka
mendatangi laki-laki hidung belang dan tidur bersamanya sampai pagi.
Nabi Muhammad saw. melihat kayu yang melintang di tengah jalan, sehingga tidak ada pakaian
atau lainnya yang melewatinya, kecuali kayu tersebut menyobekkannya. Keadaan tersebut adalah
sebagai gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang suka duduk-duduk di jalanan
sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Setelah menjawab pertanyaan Nabi Muhammad
saw. malaikat Jibril membaca ayat Al Qur'an yang tersebut dalam surat Al A'raf ayat 86 yang
antara lain berbunyi sebagai berikut: Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan
menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah ....
Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang berenang di sungai darah dengan menelan
batu. Ini adalah gambaran dari orang yang memakan riba.
Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang mengumpulkan kayu bakar. Laki-laki
tersebut tidak kuat membawanya; akan tetapi jumlah kayu bakar tesebut tidak dikurangi,
melainkan ditambahi. Ini adalah gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang memangku
tugas atau jabatan rangkap. Dia tidak mampu menunaikan amanat-amanat dari tugas-tugas dan
jabatan-jabatan tersebut, akan tetapi masih mau menerima tugas dan jabatan lainnya.
Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang mengguntingi lidah dan bibir mereka dengan gunting
besi. Setiap kali lidah dan bibir mereka digunting, maka lidah dan bibir tersebut kembali seperti
sedia kala. Mereka melakukan hal tersebut terus menerus tanpa berhenti. Ini adalah ibarat dari
tukang-tukang khutbah yang menimbulkan fitnah, yaitu tukang-tukang khutbah dari ummat Nabi
Muhammad saw. yang meng-khutbahkan apa yang mereka sendiri tidak melakukannya.
Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang mempunyai kuku-kuku dari logam. Mereka
mencakari muka dan dada mereka dengan kuku tersebut. Ini adalah ibarat orang-orang yang
senang menggunjing orang lain dan melecehkan kehormatan orang lain.

Nabi Muhammad saw. melihat sapi jantan yang besar keluar dari lubang yang kecil. Sapi tersebut
ingin masuk kembali ke dalam lubang tempat ia keluar, akan tetapi tidak dapat. Ini adalah ibarat
dari orang yang mengucapkan omongan yang besar, kemudian dia menyesalinya, tetapi tidak
dapat menarik kembali omongan tersebut.
Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kanan: "Wahai Muhammad, pandanglah
aku; aku akan meminta kepadamu !". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat
Jibril menerangkan kepada Nabi Muhammad saw.: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orangorang Yahudi. Jika engkau memenuhi panggilan tersebut, niscaya banyaklah di kalangan umat
engkau yang menjadi Yahudi.
Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kiri: "Wahai Muhammad, pandanglah aku;
aku akan meminta kepadamu !". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat
Jibril berkata kepada beliau: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orang-orang Nasrani dan jika
engkau menjawab seruan itu tadi, wahai Muhammad, niscaya banyaklah di kalangan umat
engkau yang menjadi Nasrani."
Nabi Muhammad saw. melihat wanita yang terbuka kedua lengan bawahnya dan memakai segala
macam perhiasan. Wanita tersebut berkata: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan
meminta kepadamu !". Nabi Muhammad saw. tidak menolehnya. Setelah Nabi Muhammad saw.
bertanya kepada malaikat Jibril tentang siapakah wanita tersebut, maka malaikat Jibril
menjawab: "Itulah dunia!; jika engkau memenuhi panggilannya, niscaya ummat engkau lebih
mementingkan dunia dari pada akhirat.
Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang tua yang mengajak beliau untuk menyimpang
dari jalan yang akan dilaluinya sambil berkata: "Kemari Muhammad !". Malaikat Jibril berkata:
"Terus lurus Muhammad !". Nabi Muhammad saw. bersabda kepada Jibril: "Siapakah dia ?".
Jibril menjawab: "Dia adalah Iblis, musuh Allah, yang menginginkan agar engkau cenderung
kepadanya!".
Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang wanita tua di pinggir jalan memanggil Nabi saw.:
"Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu !!". Malaikat Jibril berkata
bahwa wanita tua itu adalah gambaran dari umur dunia yang tidak lagi tersisa kecuali seperti sisa
umur dari wanita tua tersebut.
***
Selepas menyaksikan berbagai pemandangan simbolik itu, akhirnya sampailah mereka di Baitul
Maqdis. Kemudian Nabi mengikatkan buraq itu sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para
Nabi. Nabi Muhammad kemudian memasuki puing-puing kuil Sulaiman. Di sana telah menanti
satu jemaah. Beliau menemukan kuil itu penuh dengan malaikat yang menantikannya. Lalu juga
dilihatnya arwah para Nabi sejak nabi Adam as. sampai dengan nabi Isa as.. Nabi Muhammad
bertanya kepada Jibril siapa mereka.
Jibril menjawab, Mereka adalah saudaramu diantara para nabi dan malaikat ini adalah para
pemimpin seluruh malaikat di surga. Jibril kemudian berkata, Ya, Muhammad, orang paling
mulia dalam pandangan Allah, memimpin sholat. Oleh Jibril Nabi Muhammad dikedepankan
untuk menjadi Imam untuk shalat berjamaah. Nabi kemudian menjadi imam sholat berjamaah
sebanyak dua rakaat. Seluruh nabi dan malaikat mengikutinya.
Setelah selesai sholat bersama para Nabi, Beliau keluar dari Masjidil Aqsha, kemudian Nabi
s.a.w. berkata kepada Jibril: Wahai Jibril aku merasa haus. Kemudian beliau didatangi dengan
semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril a.s. Nabi Muhammad memilih susu. Lalu Jibril
a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. "Benar, engkau telah memilih air susu adalah

lambang kesucian dan seandainya engkau mengambil minuman keras niscaya akan tersesatlah
engkau dan umat engkau."
Peristiwa Miraj
Setelah menunaikan ibadah di Baitul Maqdis kemudian didatangkan sebuah tangga syurga yang
lalu dipancangkan di atas batu. Batu pijakan Nabi Muhammad s.a.w saat akan mi'raj itu disebut
Shakhrah al-Muqaddasah (batu yang disucikan). Nabi Muhammad belum pernah melihat sesuatu
yang lebih indah daripada tangga yang dilihatnya itu. Tangga Mi'raj itu dibuat dari emas dan
perak berlapis mutiara. Tangga itu menjulang dari Baitul Maqdis ke langit dunia. Di sebelah
kanannya ada 400 ribu malaikat, disebelah kirinya juga 400 ribu malaikat, di depannya seribu
malaikat dan di belakangnya juga seribu malaikat.
Malaikat jibril menaikkan Nabi ke tangga. Jarak antar anak tangga sejauh perjalanan empat
puluh tahun. Perjalanan mi'raj mula-mula memasuki langit dunia. Ketika naik ke langit Nabi
Muhammad melihat keindahan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Jibril membawa Nabi
hingga tiba di depan pintu langit yang disebut pintu Hafadzah (pintu langit dunia). Di pintu itu
ada malaikat penjaga yang disebut Ismail. Dia memiliki 12.000 pembantu dan setiap pembantu
memiliki 12.000 pesuruh.
Langit pertama
Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya: Siapakah engkau?
Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Nabi
Muhammad saw. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah Nabi Muhammad s.a.w telah diutuskan? Jibril a.s
menjawab: Ya, Beliau telah diutuskan. Lalu Ismail membuka gerbang surga dan Nabi
Muhammad bertukar salam dan saling mendoakan. Malaikat Isma'il berkata,dikatakan "Selamat
datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."
Ketika memasuki langit pertama, Nabi Muhammad s.a.w bertemu dengan malaikat-malaikat
yang menyambutnya. Malaikat-malaikat itu menyambutnya dengan tersenyum sambil membaca
doa-doa, tetapi ada malaikat yang turut berdoa tetapi sama sekali tidak tersenyum, wajahnya
tampak memberengut. Nabi Muhammad s.a.w bertanya pada Jibril tentang malaikat yang tidak
tersenyum itu. Jibril menjawab: Jika saja dia pernah tersenyum kepada orang sebelum kamu
atau sesudah kamu , maka dia akan tersenyum kepadamu. Namun dia tidak pernah tersenyum,
dia adalah Malik, malaikat penjaga neraka.
Nabi Muhammad s.a.w berkata kepada Jibril, Tidakkah dapat kamu minta kepadanya untuk
menunjukkan neraka kepadaku? Jibril mengatakan, Baik, wahai malaikat tunjukkan neraka
kepada Muhammad! Kemudian malaikat itu membuka penutupnya, maka terlihat api neraka
yang bergejolak sampai Nabi mengira api itu akan menelan apa saja. Nabi Muhammad s.a.w
berkata kepada Jibril, Wahai Jibril, perintahkan mengembalikan ke tempatnya. Maka Jibril pun
menyuruhnya untuk menutupnya. Malaikat penjaga neraka itu berkata, Padamlah. Maka
kembalilah tutup itu ke tempat semula.
Setelah itu Nabi Muhammad s.a.w melihat seorang sedang menghadapi ruh-ruh manusia.
Apabila kepadanya dihadapkan ruh yang baik ia gembira dan berkata : "Ruh yang baik keluar
dari jasad yang baik".
Apabila dihadapkan kepadanya ruh yang jahat, wajahnya memberangus sambil berucap : "Cis !

Ruh jahat keluar dari jasad yang jahat.


Nabi bertanya kepada Jibril ;"Siapakah orang itu hai Jibril?".
Ia menjawab : "Dia Adam ayah engkau. Semua ruh anak cucunya akan melewati dia.
Ketika Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam a.s, Beliau disambut serta Nabi Adam
a.s, mendoakannya dengan doa kebaikan.
Selanjutnya nabi Muhammad s.a.w melihat orang-orang bermoncong seperti moncong unta,
tangan mereka memegang segumpal api seperti batu-batu, lalu dilemparkan ke dalam mulut
mereka dan keluar dari dubur. Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?".
"Mereka yang memakan harta anak-anak yatim secara tidak sah," jawab Jibril.
Kemudian beliau melihat orang-orang dengan perut yang sangat besar. Nabi belum pernah
melihat orang-orang seperti itu kecuali dari keluarga Fir'aun. Mereka berjalan seperti unta yang
kena penyakit dalam kepalanya, ketika dibawa ke dalam api. Mereka diinjak-injak tak dapat
beranjak dari tempat mereka. Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?".
"Mereka itu tukang-tukang riba," jawabnya.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w melihat orang-orang, di hadapan mereka ada daging yang
gemuk dan baik, di samping ada daging yang buruk dan busuk. Mereka makan daging yang
buruk dan busuk itu dan meninggalkan yang gemuk dan baik. Nabi Muhammad s.a.w bertanya:
"Siapakah mereka itu, Jibril"? "Mereka orang-orang yang meninggalkan wanita yang dihalalkan
Tuhan dan mencari wanita yang diharamkan," jawabnya.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w melihat wanita-wanita yang digantungkan pada buah dadanya.
Lalu Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?" "Mereka itu wanita yang
memasukkan laki-laki lain bukan dari keluarga mereka.
Kemudian perjalanan diteruskan, naiklah Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril ke langit kedua.
Langit kedua
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w naik hingga ke langit kedua.Dia minta
dibukakan maka ditanya:"Siapa engkau?" "Jibril."jawabnya."Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad."Jawabnya lagi. "Apakah dia juga rasul?" "Benar. "jawab Jibril. Dikatakan:
"Selamat datang wahai sebaik-baiknya yang datang."
Kemudian dibukakan. Ketika itu Nabi melihat Yahya dan Isa, di mana Jibril
memperkenalkan:"Inilah Yahya dan Isa."
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w memberi salam. Dan mereka membalas salam seraya
berkata:"Selamat datang wahai saudara yang baik dan nabi yang baik."
Kemudian naiklah Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril ke langit yang ke tiga.
Langit ketiga
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w naik ke langit ketiga. Dia minta dibukakan.
Maka ditanya: "Siapa itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?" "Muhammad." "Apakah dia
seorang rasul juga?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang."
Kemudian pintu langit itu dibuka. Di langit yang ketiga, Nabi Muhammad s.a.w bertemu dengan
laki-laki yang wajahnya bagai bulan purnama. Nabi bertanya kepada Jibril, Siapakah itu wahai
Jibril? Jibril menjawab, Ini adalah saudaramu Yusuf bin Yaqub. Dia memberi salam
kepadanya dan Nabi Muhammad s.a.w juga. Yusuf membalas, lalu berkata:"Selamat datang
wahai saudara yang soleh dan nabi yang soleh."

Selanjutnya Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril naik ke langit yang ke empat.
Langit keempat
Kemudian Jibril membawa Nabi naik sampai ke langit keempat. Kemudian dia minta dibukakan
dan ditanya:"Siapakah itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik
yang datang."
Lalu dibukakan dan setelah Nabi Muhammad s.a.w melihat Idris. Jibril memperkenalkan:"Inilah
Idris." Kami lalu memberi salam dan dia menjawab sambil mengucapkan:"Selamat datang wahai
saudara yang soleh dan nabi yang soleh."
Perjalananpun di teruskan, Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril terus.
Langit kelima
Kemudian Jibril membawa Muhammad s.a.w naik ke langit kelima. Dia minta dibukakan lalu
ditanya:"Siapakah itu?" "Jibril." "Siapakah itu?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar."
"Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang." Kemudian dibukakan.. Di langit yang kelima,
Nabi Muhammad s.a.w menjumpai seorang kakek yang rambutnya putih. Jenggotnya putih dan
tebal. Nabi Muhammad s.a.w bertanya ke Jibril, Siapakah dia wahai Jibril? Jibril menjawab,
Ini adalah orang yang sangat dicintai kaumnya, yaitu Harun bin Imran.
Seterusnya Nabi s.a.w bersama Jibril naik ke langit yang ke enam.
Langit keenam
Kemudian Jibril membawa Nabi ke langit keenam. Dia minta dibukakan dan ditanya:"Siapakah
di situ?" "Jibril." "Siapa pula yang bersamamu?" "Muhammad."
"Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik yang datang."
Kemudian pintu dibuka. Di langit ke enam ini Nabi Muhammad s.a.w bertemu dengan Nabi
Musa a.s.. Beliau seorang lelaki yang tinggi kurus dan berambut ikal. Nabi bertanya kepada
Jibril, Siapakah dia wahai Jibril? Jibril menjawab, Dia adalah saudaramu, Musa bin Imran.
Nabi Muhammad s.a.w memberi salam kepadanya. Beliau segera menjawab: Selamat datang
wahai saudara dan nabiku yang soleh.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w dan Jibril hendak melanjutkan perjalanan, Musa menangis.
Ditanyakan kepadanya:"Mengapa engkau menangis?" Dia berkata:"Aku menangis karena
seseorang telah diutuskan sesudahku dan ternyata umatnya yang masuk syurga lebih banyak
daripada umatku."
Seterusnya Nabi Muhammad s.a.w bersama Jibril naik ke langit yang ke tujuh.
Langit ketujuh
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w . naik ke langit ketujuh.Dia minta dibukakan
dan ditanya:"Siapakah di situ?" "Jibril," jawabnya. "Siapa pula yang bersamamu?"
"Muhammad." "Apakah dia juga seorang rasul?" "Benar." "Selamat datang wahai sebaik-baik
yang datang." Kemudian dibukakan.
Ketika berada di langit ke tujuh Nabi Muhammad s.a.w melihat seorang pria yang wajahnya
mirip dengannya sedang bersandar di Baitul Makmur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Pada
Baitul Makmur setiap hari masuk tujuh puluh ribu malaikat. Nabi Muhammad s.a.w belum

pernah melihat pria yang mirip dengannya. Nabi Muhammad s.a.w bertanya kepada Jibril siapa
pria itu, ia menjawab : "Dia ayah anda Ibrahim". Mereka memberi salam kepadanya dan dia
membalas salam sambil berkata:"Selamat datang wahai anak yang soleh dan nabi yang soleh."
Kepada Nabi Muhammad saw, nabi Ibrahim a.s. bersabda, "Engkau akan berjumpa dengan Allah
pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha'if, maka berdoalah untuk umatmu.
Nabi Ibrahim berpesan: "Anjurkan umatmu memperbanyakkan tanaman di syurga. Nabi
Muhammad s.a.w bertanya apakah tanamannya, jawabnya Ucapkanlah "Subhanallah
Walhamdulillah walailaha illallahu Allahu akbar, wala haula wala quwatailla billah."
Langit ketujuh adalah tempat orang-orang yang adil, dengan malaikat yang lebih besar dari bumi
ini seluruhnya. Ia mempunyai tujuh puluh ribu kepala, tiap kepala tujuh puluh ribu mulut, tiap
mulut tujuh puluh ribu lidah, tiap lidah dapat berbicara dalam tujuh puluh ribu bahasa, tiap
bahasa dengan tujuh puluh ribu dialek. Semua itu memuja dan memuji serta mengkuduskan
Tuhan.
Setelah melihat beberapa peristiwa lain yang ajaib. Nabi Muhammad s.a.w dan Jibril masuk ke
dalam Baitul Makmur dan sholat.
Kemudian Jibril membawa Nabi ke surga. Di Surga Nabi Muhammad s.a.w melihat dan
mendengar sesuatu yang tidak pernah didengarnya di bumi. Surga itu sangat indah. Di dalam
surga terdapat kubah dari mutiara dan tanahnya beraroma kesturi. Tanah dan lumpur surga
terbuat dari zafaran, berupa tepung putih beraroma kesturi dan sangat bersih. Cahaya surga itu
berwarna putih, bersinar terang, aromanya semerbak. Disana terdapat gedung megah dan sungaisungai yang mengalir. Ada istri-istri yang cantik jelita, perhiasan-perhiasan yang banyak,
tanaman-tanaman, berbagai macam kesenangan dan kenikmatan di tempat yang tinggi.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. melihat sebuah sungai susu yang tidak berubah rasanya,
sebuah sungai arak yang lezat dan sebuah sungai madu yang jernih. Nabi Muhammad s.a.w juga
melihat telaga Al-Kausar. Kemudian Nabi Muhammad Saw. keluar dari surga.
Kemudian Jibril membawa Nabi Muhammad s.a.w meneruskan perjalanan naik ke Sidratul
Muntaha. Sidratul Muntaha ditutup dengan warna yang tidak diketahui Nabi Muhammad s.a.w.
Di situ ada sebuah pohon yang daunnya seperti telinga gajah dan buahnya sebesar tempayan. Di
Sidratul Mutaha ini Nabi Muhammad s.a.w dapat melihat rupa Malaikat Jibril yang asli kedua
kalinya setelah sebelumnya melihat rupa Jibril yang asli ketika menerima wahyu yang pertama di
Gua Hira. Jibril berkata:"Inilah Sidratul Muntaha." Di situ juga ada empat sungai. Dua sungai di
dalam dan dua sungai lagi di luar. Nabi bertanya: "Dua sungai apakah ini, wahai Jibril?" Dia
menjawab:"Adapun dua yang di dalam itu adalah sungai di syurga. Sedangkan dua yang nampak
jelas ini adalah sungai Nil dan Furat."
Nabi Muhammad s.a.w melihat pemandangan yang sangat indah di tempat itu, tidak seorang pun
dapat melukiskan keindahannya. Nabi Muhammad s.a.w telah melihat sebagian dari tanda-tanda
kebesaran Allah SWT.
Di Sidratul Muntaha ini terdengarlah suara yang berseru kepada beliau, Wahai Muhammad
SAW, masuklah. Nabi Muhammad s.a.w kemudian diangkat melewati Sidratul Muntaha dan
ditutupi awan. Jibril tertinggal.
Nabi Muhammad SAW berseru kepada Jibril, Ikutlah bersamaku. Jibril berkata, "Engkau dan
Tuhan engkau saja." Nabi Muhammad s.a.w. berkata lagi, "Adakah di sini sahabat hendak
meninggalkan sahabatnya?"
Jibril menjawab, Inilah saja tempatku, jika aku melintasi kawasan ini niscaya aku akan terbakar
dengan cahaya. Malaikat Jibril tidak mampu melintasi lebih tinggi lagi. Hanya orang yang

diizinkan oleh Allah SWT yang dapat melintasi sidratul muntaha. Nabi Muhammad adalah orang
yang diangkat derajatnya sehingga dapat melintasi lebih tinggi lagi untuk bertemu dengan Allah
SWT.
Nabi Muhammad saw melanjutkan perjalanan tanpa ditemani malaikat Jibril. Nabi Muhammad
s.a.w kemudian melalui 70.000 hijab daripada nur hingga sampai ke Mustawa, tempat Kalam
menulis, yakni Kalam catatan di Luh Mahfuz. Di situ Nabi Muhammad s.a.w. melihat seorang
lelaki yang ghaib dalam Nur Arasy. Bertanya Nabi Muhammad s.a.w: "Siapa ini? Adakah
malaikat?""Tidak," jawab lelaki itu."Adakah nabi?" tanya Nabi Muhammad s.a.w lagi."Tidak.
Sesungguhnya aku adalah seorang lelaki yang hidup di dunia, basah dengan menyebut nama
Allah yakni berzikir dan hatiku senantiasa terpaut kepada masjid dan aku juga tidak memaki
kedua ibu bapakku."
Nabi kemudian tiba di hadapan Arsy (singgasana Allah). Nabi Muhammad s.a.w melihat 'Arsy
Allah yang dijunjung di atas kepala para Malaikat. Nabi Muhammad s.a.w dapat menyaksikan
Allah SWT dengan mata kepalanya. Tiada seorang pun daripada nabi atau mursalin melihat
Allah sebelum ini. Sebaik Nabi Muhammad s.a.w melihat Allah, lantas beliau terus sujud
menyembah-Nya.
Berfirman Allah: "Wahai Muhammad." Jawab Nabi Muhammad s.a.w: "Labbaika." Firman Allah
lagi: Angkatkan kepalamu, mohonlah apa yang engkau hendak Aku berikan kepadamu."
Nabi Muhammad s.a.w pun mengangkat kepalanya sambil berkata: Ya, Rabb. Engkau telah
ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata
dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau
kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan
memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan 'Isa Taurat
dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan
orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan.
Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku angkatkan engkau sebagai Habib (kekasih) dan Aku
utuskan engkau untuk manusia seluruhnya supaya mengabarkan berita gembira dan memberi
peringatan.
Aku luaskan dadamu dan Aku buangkan daripadamu dosamu dan Aku angkatkan untukmu
zikirmu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia dan Aku
jadikan umatmu itu sederhana. Dan Aku jadikan umatmu orang yang pertama dan orang yang
terakhir dan Aku jadikan umatmu itu tiada sah khutbah dan solat hingga mereka itu berikrar
bahwa engkau hamba-Ku dan pesuruh-Ku.
"Dan Aku jadikan daripada umatmu beberapa kaum yang mana hati mereka berpaut dalam hati
mereka. Aku telah jadikan engkau Nabi yang mula-mula diciptakan dan Nabi yang terakhir
dibangkitkan, dan Aku jadikan engkau orang yang mula-mula dibicarakan pada Hari Kiamat.
"Dan Aku berikan engkau tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dalam sholat yaitu surah alFatihah, yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikan engkau penutup
surah al-Baqarah, harta yang bernilai di bawah Arasy, ia tiada Aku beri kepada nabi sebelummu.
"Dan Aku berikan engkau dengan delapan saham berharga yaitu Islam, hijrah; sedekah;
menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar; dijadikan engkau pembuka dan penutup;
diberikan engkau panji-panji kepujian, maka Adam dan lainnya berada di bawah panji-panji
engkau. Dan sesungguhnya pada hari Aku menjadikan tujuh petala langit dan bumi.
"Aku fardukan ke atasmu dan umatmu 50 waktu sholat, maka dirikanlah ia."

Selesai bermunajat kepada Allah, Nabi Muhammad s.a.w pun kembali mendapatkan Jibril. Lalu
Jibril pun memimpin tangan Nabi untuk turun. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w dibawa
menemui nabi Ibrahim a.s.
Sesudah itu Nabi Muhammad s.a.w turun ke tempat Musa a.s.. Musa bertanya"Apakah yang
telah diwajibkan Tuhanmu kepada umatmu? Nabi Muhammad s.a.w menjawab, Sesungguhnya
Allah memfardukan ke atasku serta umatku dengan 50 waktu sholat sehari semalam.. kata
Musa, 'Kembalilah kepada Tuhan mu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak sanggup
melakukannya. Aku sendiri telah mencoba terhadap bani israil"
Sesungguhnya Bani Israel yang gagah tidak mampu melakukan amalan yang lebih sedikit
daripada itu, sedangkan umatmu lemah tubuhnya, lemah hatinya, mana mungkin mereka mampu
melaksanakan tugas seberat itu.
Selepas mendengar kata-kata Musa itu, Nabi Muhammad s.a.w pun memandang Jibril. Jibril
mengisyaratkan supaya Nabi Muhammad s.a.w kembali ke Sidratul Muntaha untuk menemui
Allah untuk diringankan apa yang telah difardukan.
Nabi Muhammad s.a.w kemudian kembali kepada Allah lalu beliau sujud kepada Allah dengan
berkata: "Wahai Tuhanku, ringankan terhadap umatku apa yang diperintahkan-Mu.
Sesungguhnya umatku adalah terlalu daif."
Firman Allah: "Sesungguhnya telah Ku-kurangkan untuk umatmu itu lima waktu sholat." Sholat
yang tadinya diwajibkan 50 kali sehari itu dikurangi menjadi 45 kali saja.
Nabi Muhammad s.a.w kemudian kembali menemui Nabi Musa. Nabi Muhammad s.a.w berkata
kepada Nabi Musa, "Sesungguhnya Allah sudah mengurangkan untukku lima waktu solat."
kata Musa, "umatmu tidak sanggup menunaikannya sebanyak itu, karena itu kembalilah kepada
Tuhanmu mintalah keringanan". Nabi kemudian berulang-ulang pulang pergi antara Tuhan
dengan Musa. Sehingga akhirnya Allah swt berfirman" Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku
fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap sholat fardu diganjarkan dengan sepuluh
ganjaran. Oleh yang demikian, berarti lima waktu sholat fardu sama dengan lima puluh sholat
fardu. Begitu juga siapa yang berniat, untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukanya,
niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh
kebaikan baginya. Sebaliknya siapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak
melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia melakukannya, maka
dicatat sebagai satu kejahatan baginya.
Setelah mendapatkan keringanan dari Allah SWT lalu nabi kembali ke tempat Musa dan
diceritakan kepadanya apa yang telah difirmankan Tuhan itu.
Berkata Musa: Kembalilah kamu kepada Tuhanmu wahai Muhammad, mohonlah keringanan
sekali lagi dan sesungguhnya umatmu tiada kuasa untuk melaksanakannya."
Jawab Nabi Muhammad: Sesungguhnya aku telah berulang alik kepada Tuhanku beberapa kali
hingga aku merasa malu terhadap Tuhanku dan tetap aku laksanakan perintah-Nya ini."
Tatkala itu, terdengar seruan: "Telah Aku laksanakan yang Aku fardukan dan Aku ringankan
untuk hamba-Ku."
Berkata Musa: "Turunlah engkau wahai Muhammad dengan nama Allah."
Apabila sampai di Langit Dunia, tiba-tiba Rasulullah melihat debu dan asap serta terdengar suara
berisik. Bertanyalah Nabi Muhammad s.a.w kepada Jibril ada apa gerangannya.
Menurut Jibril, itulah syaitan yang menutup mata manusia (anak Adam) hingga mereka tidak

mampu berfikir apa yang ada dalam alam malakut langit dan bumi. Dan jika tidak dilakukan
begitu niscaya manusia dapat melihat keajaiban-keajaibannya.
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w kembali dengan tangga itu ke bumi. Nabi Muhammad s.a.w
dan Jibril sampai di Baitulmaqdis. Buraqpun dilepaskan dari ikatannya. Dengan buroq itu Nabi
kembali ke Mekah pada malam yang sama.
Dalam perjalanan itu, Nabi melintasi beberapa unta milik orang Quraisy yang datang dari Syam.
Diantaranya ada seekor unta yang mempunyai dua karung di atas badannya. Karung itu berwarna
putih dan hitam.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w kebetulan menuju ke arahnya, terkejutlah unta tersebut dan lari
berkeliling-keliling hingga salah seekor daripadanya patah kaki, jatuh lalu ditinggalkan di situ
oleh pemiliknya.
Dalam perjalanan itu juga, terlihat oleh Nabi Muhammad s.a.w sekelompok unta dan salah
seekor daripadanya tersesat. Nabi Muhammad s.a.w kemudian menuntunnya sehingga kembali
dalam kelompoknya.
Nabi Muhammad s.a.w pun memberi salam kepada mereka dan mereka mengenali suara
Rasulullah, tetapi ada juga yang tidak percaya. Kemudian Nabi mengambil mangkuk berisi air
dan meminumnya.
Pada waktu Nabi Muhammad s.a.w akan berpisah dengan Jibril pada Subuh Isra' di Dzi Thuwa,
suatu tempat dipinggir kota Mekkah, Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, kaumku akan
mendustakan aku". Jibril menjawab: "Abu Bakar akan membenarkan engkau dan dialah Ash
Shiddiq."
Setelah Nabi Muhammad s.a.w turun dari buroq, maka terangkatlah Buraq ke langit dan terus ke
syurga.
Setelah Isra Miraj
Nabi Muhammad SAW baru saja kembali dari perjalanan Isra' Mi'raj, orang yang ditemui
pertama kali oleh Nabi saw adalah Ummu Hani' (panggilan Hindun binti Abu Thalib), sepupu
beliau.
Pada waktu sebelum fajar Nabi saw membangunkannya. Sesudah melakukan shalat bersamasama, beliau berkata: Wahai ummu Hani sungguh aku telah shalat isya akhir di lembah ini
seperti yang engkau lihat, kemudian aku datang ke Baitul Maqdis dan shalat di dalamnya,
kemudian aku mengerjakan shalat subuh bersama kalian sekarang seperti yang kalian lihat.
Nabi Muhammad saw bercerita tentang pengalamannya selama isra' mi'raj, Ummu Hani
mendengarkan dengan seksama. Meskipun cerita-cerita yang didengarnya sama sekali di luar
logika, Ummu Hani' tetap berkata, "Aku percaya akan ceritamu wahai Muhammad. Tapi setelah
ini, apa yang hendak kau lakukan?"
"Aku akan menceritakan pada Abu Jahal dan pada semua penduduk Mekah", jawab Nabi
Muhammad saw.
Wahai Nabi Allah jangan ceritakan peristiwa ini kepada manusia, sebab nanti mereka
mendustakanmu dan menyakitimu. Kata Ummu Hani'. Nabi saw bersabda Demi Allah aku
pasti menceritakan peristiwa ini kepada mereka.
***
Pada waktu itu, datanglah Abu Jahal, lantas bertanya: "Apakah kamu ingin memberitakan

sesuatu?"
"Ya," jawab Nabi Muhammad.
"Apakah itu?" tanya Abu Jahal lagi.
Nabi Muhammad menjawab: "Aku telah diperjalankan pada malam tadi ke Baitulmaqdis.
"Apa? Kamu diperjalankan ke Baitulmaqdis dalam tempo satu malam? Apakah engkau mau aku
kabarkan berita ini kepada kaummu?"
"Bahkan aku akan kabarkan apa yang aku kabarkan kepadamu ini."
Abu Jahal pun menyeru dengan suara lantang: "Wahai Bani Kaab dan Bani Lua', berhimpunlah
kamu semua kepadaku."
Setelah berkumpul semua orang, berkatalah Abu Jahal kepada Nabi Muhammad : "Kabarkanlah
kepada kaummu seperti yang engkau kabarkan kepadaku, wahai Muhammad."
Nabi Muhammad kemudian menceritakan peristiwa Isra Miraj itu ke penduduk Mekah.
Berkatalah Rasulullah : "Bahawasanya aku telah diperjalankan pada malam tadi."
"Ke mana?" tanya kaumnya.
"Ke Baitulmaqdis," jawab Nabi Muhammad
"Apa! Kamu melakukan perjalanan dalam waktu yang sesingkat itu?" tanya mereka lagi.
"Ya," jawab Nabi Muhammad
Orang-orang Quraisy kemudian menanyakan tentang bagaimana Baitul maqdis itu secara
terperinci. Orang-orang Quraisy sibuk bertanya tentang perjalanan Nabi dalam peristiwa israk
itu. Mereka bertanya berbagai perkara mengenai Baitulmuqaddis yang kurang jelas pada ingatan
Nabi. Hal itu menyulitkan Nabi karena dengan perjalanan yang secepat itu tentunya sulit untuk
merinci tentang Baitul Maqdis. Nabi Muhammad kemudian berdiri di Hijr Ismail. Allah
kemudian memperlihatkan kepada beliau dari jauh sehingga Nabi mampu melihatnya. Kemudian
beliau memberitahukan kepada mereka tentang tiang-tiangnya dari apa yang dilihatnya itu.
Walau bagaimana sekalipun bentuk pertanyaan yang diajukan kepadanya, Nabi tetap dapat
menceritakan kepada mereka
Walaupun nabi sudah bercerita demikian tetapi mereka masih tidak mempercayai dengan
perjalanan ke Baitul Maqdis yang secepat itu. Hal tersebut kemudian menimbulkan kesangsian
juga pada beberapa orang pengikutnya. Tidak sedikit mereka yang sudah Islam itu kemudian
berbalik murtad. Mereka yang masih menyangsikan hal ini lalu mendatangi Abu Bakr dan
keterangan yang diberikan Muhammad itu dijadikan bahan pembicaraan.
"Kalian berdusta," kata Abu Bakr.
"Sungguh," kata mereka. "Dia di mesjid sedang berbicara dengan banyak orang."
"Dan kalaupun itu yang dikatakannya," kata Abu Bakr lagi, "tentu dia bicara yang sebenarnya.
Dia mengatakan kepadaku, bahwa ada berita dari Tuhan, dari langit ke bumi, pada waktu malam
atau siang, aku percaya. Ini lebih lagi dari yang kamu herankan."
Abu Bakar kemudian menemui Nabi Muhammad dan langsung bertanya ;" Ya Rosulullah
benarkah anda mengatakan kepada orang banyak , bahwa anda datang dari Baitul Maqdis
semalam ?"
Beliau menjawab ;"Ya benar !". " Ya Rosulullah, cobalah sebutkan kepadaku bagaimana Baitul
Maqdis itu, aku sudah pernah pergi ke sana ", kata Abu Bakar, Seketika itu gambaran Baitul
Maqdis tampak jelas di depan mata Nabi s.a.w, hingga beliau dapat menyebutkan bagian-bagian
dari bangunan masjid tersebut.
"Anda sungguh tidak berdusta ya Rosulullah ! Aku bersaksi anda benar-benar utusan Allah!"Tiap
Abu Bakar mendengar bagian-bagian Baitul Maqdis disebut ia mengucapkan berulang-ulang
kepada Nabi Muhammad : Anda benar...anda benar...". Sejak itu Abu Bakar diberi gelar dengan

"AshShiddiq" yang berarti amat membenarkan.


Walaupun demikian banyak dari mereka masih kurang percaya , sehingga mereka masih
meminta bukti dari Rosulullah, seperti diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Ummu Hani binti Abu
Thalib. Beliau, Rosulullah s.a.w. berkata :
" Tadi malam aku melewati kafilah Bani Fulan di sebuah lembah.
Binatang yang kutunggangi mengejutkan mereka sehingga ada seekor di antara unta mereka
melesat jauh ketika itu aku sedang menuju Syam.
Sampai di Dhajran dan aku melewati satu kafilah lagi dan aku minum ketika mereka sedang tidur
nyenyak. Sekarang mereka berada di tikungan jalan Ta'nim.
Yang paling depan unta coklat tua dan berponok dua , hitam dan ada yang belang-belang.
Lalu mereka beramai-ramai ke jalan tikungan Ta'nim, dan ternyata kafilah tersebut baru tiba
dengan unta yang disebutkan beliau.
Dan mereka bertanya tentang kejadian semalam, ternyata sama persis seperti apa yang
diceritakan Nabi Muhammad s.a.w. Rasul Allah.
posted by Nanang @ 1:56 AM
Nama-nama yang berhubungan dengan Isra Miraj
a. Malaikat
Malaikat berasal dari kata malakah yang berarti "mengutus" atau "perutusan/risalah". Allah swt.
menciptakan malaikat dari nur (cahaya), sebagaimana Dia menciptakan Nabi Adam a.s. dari
tanah liat, juga sebagaimana menciptakan jin dari api. Allah Taala menciptakan malaikat lebih
dahulu daripada manusia. Tabiat malaikat ialah secara sempurna berbakti kepada Allah, tunduk
dan patuh pada kekuasaan dan keagungan-Nya, melaksanakan semua perintah-Nya dan mereka
pun ikut mengatur alam semesta menurut kehendak dan iradah Allah Taala.
Allah Taala menciptakan malaikat berupa makhluk yang bersayap dan di antaranya ada yang
bersayap dua buah, tiga buah, empat buah dan ada pula yang lebih dari itu. Semua ini
menunjukkan nilai dan perbedaan pangkat di sisi Allah Taala, juga tentang kekuasaannya cepat
atau lambatnya dalam berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Sesuai Firman Allah dalam Al Quran:
Segenap puji bagi Allah, Maha Pencipta langit dan bumi, yang membuat malaikat sebagai
utusan-utusan yang mempunyai sayap-sayap, ada yang dua, tiga atau empat. Allah menambahkan
pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. (Q.S. Fathir:1).
Beberapa malaikat yang pernah diceritakan diantaranya yaitu: Jibril bertugas membawa wahyu
kepada para Nabi dan Rasul, Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa, Mungkar dan Nakir selaku
dua malaikat yang melakukan menanyakan di dalam kubur, Israfil berfungsi sebagai peniup
sangkakala pada hari kiamat, Mikail bertugas memberikan hujan dan pengatur rezeki, Raqib dan
'Atid selaku dua malaikat pencatat amal manusia, Ridwan sebagai penjaga syurga, Malik sebagai
penjaga neraka dan Hamalatul 'Arsy sebagai malaikat yang membawa 'Arsy Tuhan di hari
kiamat.

Malaikat Jibril merupakan malaikat yang mengantar Nabi Muhammad Saw. dalam perjalanan
Isra Miraj. Nabi dapat melihat bentuk asli Jibril hanya dua kali saja yaitu ketika menerima
wahyu pertama dan ketika di Sidratul Muntaha waktu miraj. Bentuk Malaikat Jibril
digambarkan memiliki 600 sayap yang menutup ufuk dan tubuhnya sangat besar terlihat seperti
memenuhi antara bumi dan langit. Malaikat Jibril juga disebut sebagai Ruh suci atau ruh kudus.
Manusia pada umumnya tidak dapat melihat malaikat. Tetapi malaikat dalam beberapa peristiwa
dapat menyerupai manusia sehingga manusia dapat melihat malaikat yang menyerupai manusia
itu.
b. Buraq
Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari
baghal. Buraq ini dapat meloncat sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak.
Jika menaiki gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki
depannya memanjang. Dia mempunyai dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu
dan memperkuat kecepatannya. Buraq mempunyai empat kaki. Satu langkah ke satu langkah
kakinya adalah seumpama sekelip mata memandang. Ada orang yang berusaha menyesatkan
dengan menyebutkan bahwa buroq berkepala seorang wanita padahal tidak pernah ada hadis
yang menyatakan hal tersebut.
Nabi-nabi sebelumnya juga pernah menaiki buraq. Sa'id bin Musayyab dan lainnya berkata
bahwa buraq adalah kendaraan Nabi Ibrahim yang beliau naiki dari negerinya menuju Baitul
Haram. Nabi Muhammad juga akan menungangi Buroq ketika pada hari kebangkitan nanti.
c. Masyithah
Ketika dalam perjalanan ke Baitul Maqdis Nabi mencium bau harum. Ternyata bau harum itu
adalah bau Masyithah beserta suami dan kedua anaknya yang dibunuh oleh raja Fir'aun dari
Mesir yang mengaku sebagai Tuhan, karena mempertahankan imannya dan mengingkari
ketuhanan Fir'aun..
Masyithah adalah tukang menata rambut dari anak perempuan Fir'aun. Pada suatu hari, ketika
Masyithah sedang menyisir rambut anak perempuan raja Fir'aun, sisirnya jatuh dan Masyithah
mengucapkan:
Dengan nama Allah, rugi si Fir'aun.
Mendengar ucapan Masyithah tersebut, maka terjadilah dialog antara anak perempuan
Fir'aun dengan Masyithah sebagai berikut:
Anak Fir'aun: "Apakah engkau mempunyai Tuhan selain ayahku ?"
Masyithah: "Ya!"
Anak Fir'aun: "Apakah engkau berani pernyataanmu ini saya beritahukan kepada ayahku?"
Masyithah: "Berani!"
Setelah anak Fir'aun memberitahukan kepada ayahnya tentang pernyataan Masyithah, maka
Masyithah pun dipanggil oleh Fir'aun, lalu terjadi dialog sebagai berikut:
Fir'aun: "Apakah engkau mempunyai Tuhan selain aku ?".
Masyithah: "Ya, Tuhanku dan Tuhan tuan adalah Allah !".
Mendengar jawaban tersebut Fir'aun pun menyuruh agar suami dan kedua anak Masyithah

dihadapkan kepadanya. Setelah mereka menghadap, Fir'aun membujuk Masyithah beserta


suaminya agar keduanya meninggalakan agamanya (agama tauhid) dan mengakui Fir'aun sebagai
Tuhan. Setelah bujuk rayu Fir'aun ditolak oleh keduanya, maka Fir'aun berkata kepada keduanya:
"Jika kalian berdua menolak permintaanku, maka aku akan membunuh kalian berdua beserta
anak-anak kalian!".
Masyithah menjawab: "Terserah, mana tindakan yang baik menurut tuan terhadap kami. Dan jika
tuan membunuh kami, kami minta agar kami sekeluarga dikubur dalam satu rumah!".
Fir'aun berkata: "Baik, permintaanmu akan kami kabulkan!" Kemudian Fir'aun memerintahkan
untuk menyiapkan sebuah wajan besar penuh dengan minyak. Setelah wajan tersebut dipanaskan
dan medidih, anak Masyithah yang besar dimasukkan lebih dahulu, sedang Masyithah beserta
suaminya dan anaknya yang masih berumur tujuh bulan disuruh menyaksikan, dengan harapan
agar Masyithah berubah pendiriannya. Kemudian suami Masyithah mendapat giliran yang kedua.
Setelah giliran sampai pada Masyithah dan anaknya yang masih menetek, tiba-tiba anak
Masyithah yang masih menetek berkata dengan fasih kepada ibunya: "Janganlah ibu ragu-ragu
untuk mati membela kebenaran; masuklah ke dalam wajan!". Kemudian Masyithahpun
dilemparkan ke dalam wajan tersebut beserta anaknya.
posted by Nanang @ 1:50 AM

Thursday, March 01, 2007


Nama-nama tempat sekitar Isramiraj

Beberapa
a.

tempat

yang
Masjidil

disebut

dalam

peristiwa

Isra

Miraj:

Haram

Pengertian "masjidil" bukanlah nama untuk sebuah bangunan


utuh melainkan sebuah tempat untuk bersujud. Masjidil Haram adalah tempat yang terdapat di
dalamnya bangunan ka'bah, Maqam ibrahim, Hajar Aswad, Hijir Ismail (Hateem), Sumur Zam-Zam dan
tempat Sai antara bukit Safa dan Marwa. Masjidil Haram terletak di kota Mekah. Pada zaman dahulu
masjidil haram adalah berupa tanah lapang dengan kabah di tengahnya dengan rumah-rumah penduduk
di sekitarnya. Kemudian penguasa-penguasa muslim di daerah itu mengadakan perluasan dan
membangun bangunan yang mengelilingi kabah seperti yang kita lihat sekarang.

Bagian-bagian

dari

Masjidil

haram

diantaranya,

yaitu:

Kabah
Kabah merupakan rumah ibadah pertama di muka bumi yang berbentuk persegi empat. Kabah
sebenarnya sudah ada sebelum manusia turun ke bumi. Allah SWT memerintahkan kepada malaikat agar
membangun tempat bertawaf seperti baitul makmur yang ada di langit. Baitul makmur merupakan
tempat bertawaf para malaikat di langit. Dengan dibangunnya Kabah di bumi, maka malaikat-malaikat
di bumi ber-Thawaf (mengelilingi) Kabah ini, sama dengan mengelilingi Baitul Makmur. Ritual Thawaf
ini adalah sebuah ibadah yang dilakukan Malaikat (sama dengan Thawafnya umat islam ketika berhaji)
yaitu suatu upaya dari para malaikat untuk mengharapkan rahmad dan maghfirah Allah.
Para malaikat sambil mengelilingi Ka'bah (di bumi) maupun Baitul Makmur yang di langit sambil berdoa
memohon kepada Allah agar senantiasa dijauhkan dari hal-hal yang dapat menimbulkan kemurkaanNya. Saat nabi Adam turun ke bumi, Allah SWT telah meletakkan kubah di tempat dimana Kabah
sekarang berada agar kubah ini dijadikan tempat bertawaf oleh Nabi Adam. Diriwayatkan dari
Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, "Allah Taala telah mengutus Jibril a.s. kepada Adam dan Hawa,
(Allah berfirman), " Kalian berdua bangunlah bagi-Ku sebuah rumah " Kemudian Jibril menunjukkan
tempatnya. Adam menggali dan Hawa memindahkan tanahnya, sehingga sampai kepada air terdengar
suara dari bawah, "Hati-hati wahai Adam." Ketika Adam sedang membangunnya, Allah berfirman
kepadanya agar dia bertawaf di rumah itu dan dikatakan, "Kamu adalah manusia pertama dan ini
adalah rumah pertama yang dibangun. Dalam AlQuran juga ada firman Allah yang membenarkan bahwa
kabah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi. Sesungguhnya rumah yang mula-mula
dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk
bagi
semua
manusia
.
(QS.
Ali
Imran
:
96).
Di bangunan Ka'bah itu pulalah, Nabi Adam mengumpulkan seluruh anak-anaknya untuk persidangan,
perkawinan dan penentuan hak untuk Qabil dan Habil, sebagai putra pertama dan kedua dari seluruh
anak-anak Nabi Adam. Setelah wafatnya Adam as. anak-anaknya membangun Kabah dengan tanah dan
batu. Disebutkan bahwa yang membangunnya adalah nabi Syits as. Setelah itu Kabah terus ada dan
terjaga sampai datang topan dan banjir di zaman Nabi Nuh a.s. lalu tenggelam dan hilang tempatnya.
Bangunan kabah tetap hilang hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah
gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi kabah dan bangunannya pernah berdiri. Lalu Allah
SWT memerintahkan Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail untuk mendirikan kembali kabah di atas bekas

pondasinya

dahulu.

Menurut riwayat dari Tsa'labi, bahwasanya ketika


Allah Ta'ala memerintahkan nabi Ibrahim as. agar membangun kabah, Allah memperlihatkan padanya
awan yang berwarna putih yang membentuk persegi-empat sebagaimana bentuk rumah, lalu Allah
berfirman: "Wahai Ibrahim bahwa bangunan kabah itu sebagaimana bentuk awan putih itu. Menurut
riwayat Al-Waqdi bahwasanya ketika nabi ibrahim sedang menggali buat pondasi ka'bah, beliau
menemukan sebuah batu pualam hijau dan pada batu itu ada tulisan hanya 4 barisan.(Wallahu a'lam),
lalu Allah berfirman kepada ibrahim as. agar mendatangkan batu-batuan buat bangunan ka'bah dari 5
gunung, yaitu: Gunung Thursina, Gunung Thurzita, Gunung Labanan, Gunung Joudi, Gunung Hira. Agar
kelak pada hari kiamat nanti gunung-gunung tersebut dapat memberatkan timbangan jamaah haji.
Setelah dikumpulkannya batu-batuan dari gunung-gunung tersebut Ibrahim mulai membangun ka'bah.
Ismail mengaduk pasir dengan semennya pada batu-batuan itu, lalu beliau melanjutkan dan
membangun ka'bah hingga pada ketinggiannya. Lebar ukuran Kabah dibuat oleh Ibrahim adalah seperti
berikut: " Dinding Timur adalah 48 kaki dan 6 inci " Dinding Hatim adalah 33 kaki " Dinding antara Hajar
Aswad dan sudut Yamani adalah 30 kaki " Dinding Barat adalah 46.5 kaki.
Dalam sejarahnya setelah pembangunannya oleh Nabi Ibrahim, kabah pernah mengalami kehancuran
akibat perang maupun bencana alam sehingga pembangunan ulang bangunan kabah juga dilakukan oleh
suku-suku Arab yang merupakan keturunan Nabi Ismail yang berdiam di Mekah tersebut. Sehingga
urutan pembangunan kabah yaitu: Generasi pertama dilakukan oleh Malaikat generasi ke-2 oleh Nabi
Adam, Syist Bin Adam sebagai generasi ke-3. Generasi ke-4 Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan
putranya Ismail. Kemudian pembangunan dilakukan oleh Suku Amaliqah dilanjutkan Suku Jurhum dan
selanjutnya dilakukan oleh Qushai Bin Kilab. Generasi ke-8 dilakukan oleh abdul Muthalib dan
dilanjutkan oleh generasi ke-9 oleh Quraisy. Pada generasi ke-10 kabah mengalami beberapa renovasi
yang
dilakukan
oleh
umat
dari
Nabi
Muhammad
saw.
Ada juga peristiwa menarik seputar kabah yaitu ketika pada tahun kelahiran Nabi Muhammad saw.
Waktu itu kabah pernah hendak dihancurkan oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah dari
Yaman. Allah SWT kemudian melindungi kabah dengan mengirimkan burung-burung Ababil yang
melemparkan batu Sijil yaitu batu dari neraka yang amat panas untuk memusnahkan Abrahah beserta
pasukannya. Tahun peristiwa tersebut disebut tahun gajah yang pada tahun itu juga merupakan tahun
kelahiran
dari
Nabi
akhir
zaman
yaitu
Nabi
Muhammad
saw.
Kabah juga sempat dikotori oleh orang-orang Musyrik Mekah yang menempatkan berhala-berhala
sebagai sesembahan selain kepada Allah. Setelah penaklukkan Mekah yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad dan pengikutnya kemudian berhala-berhala tersebut dihancurkan. Kini kabah telah menjadi
kiblat
sholat
dan
juga
tempat
thawaf.
Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah

SAW berusaha untuk tetap shalat menghadap ke kabah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di
sebelah selatan kabah. Dengan menghadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di
Palestina, beliau juga tetap menghadap kabah. Namun ketika beliau dan para sahabat hijrah ke
Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah SAW
sering menengadahkan wajah ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke kabah.
Hingga turunlah ayat berikut : Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh
Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang
diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144). Dan
adalah kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah (Qs.
2
al-Baqarah
:
115)
Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk mengalihkan kiblatnya dari Baitul Maqdis ke kabah
di Mekah. Hingga sekarang umat Islam tetap menjadikan kabah sebagai kiblatnya.
Maqam

Nabi

Ibrahim

a.s.

Maqam Nabi Ibrahim a.s. adalah sebuah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim a.s.
ketika beliau meninggikan bangunan Kabah dari pondasinya. Nabi Ismail a.s. meletakkannya agar Nabi
Ibrahim a.s. dapat naik lebih tinggi di atas batu tersebut. Jadi pengertian maqam disini bukan makam
yang berarti kuburan. Batu ini diturunkan oleh Allah dari Syurga bersama-sama dengan Hajarul Aswad.
Dari Abdullah Bin Amir Bin Ash mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Rukun (Hajar Aswad) dan
Maqom adalah dua batu Ruby dari surga yang dihilangkan cahayanya oleh Allah. (HR. At-Turmudzi).
Ketika nabi Ibrahim membangun kabah, beliau berpijak pada batu itu yang kemudian batu pijakan itu
mengangkat nabi ibrahim naik ke atas untuk menata batu bangunan ka'bah dan jika nabi ibrahim ingin
turun , maka batu pijakan itupun turun ke bawah, kemudian beliau menyambut batu yang telah di
semen oleh nabi ismail dari tangan ismail hingga beliau menyusun dan menata ka'bah hingga pada
puncak
bangunan.
Riwayat dari Anas bin Malik ra. berkata: bahwasanya telah kulihat bekas pijakan kaki Ibrahim as. pada
batu itu membekas hingga membentuk telapak kakinya. Dan bentuk lekukan jari itupun sekarang sudah
tidak begitu jelas lagi karena terlampau banyak orang yang menyentuhnya baik siang dan malam.
Sekarang batu ini sudah ditutupi dengan perak. Pada batu ini dapat terlihat bekas kedua telapak kaki
Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm.
Hajar

Aswad

Hajar Aswad merupakan batu hitam yang diletakkan di


salah satu sudut kabah. Menurut sejarahnya, Hajarul Aswad diturunkan oleh Allah dari langit. Batu itu
mula-mula berwarna seperti permata putih, lebih putih dari salju, tetapi lama-kelamaan menjadi
hitam sebab dosa manusia. Kalau tidak karena sentuhan tersebut niscaya cahayanya menerangi antara
timur dan barat. Ini diterangkan dari hadis Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang bermaksud: Dari
Ibnu Abbas r.a. katanya, Rasulullah bersabda :" Hajarul Aswad diturunkan dari syurga dan berwarna
lebih putih dari susu. Dosa-dosa manusia (anak Adam) menyebabkannya menjadi hitam " . Riwayat
Ahmad
dan
Turmizi.
Hajar Aswad diberikan kepada Adam sebagai bagian dari kabah yang dibangunnya sebagai rumah ibadah
pertama di muka bumi. Bangunan ini kemudian lenyap ketika banjir Nabi Nuh. Menurut riwayat Al-Kusai
bahwasanya: ketika nabi ibrahim membangun kabah, terdengar oleh beliau seruan dari jabal Abi Qubais
(Gunung Abi Qubais atau gunung kubais) dan berbunyi : "Wahai Ibrahim, bersamaku ada titipan buatmu,
dan ambillah titipan itu". Lalu nabi Ibrahim pun mendekati gunung Abi Qubais, tiba-tiba gunung itupun
membelah dan mengeluarkan sebuah batu hitam, karena pada waktu itu nabi Nuh as. ketika keluar dari
bahteranya setelah badai topan, beliau menitipkan batu itu pada gunung Abi Qubais, oleh karena itu
Allah memerintahkan agar Jabal Qubais menerima sebagai titipan. Dan batu itu ialah: "Hajar Aswad"
Selanjutnya setelah masa Ibrahim wafat, Hajar Aswad juga sempat menghilang ketika Bani Bakar bin
Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin
Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan
dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman. Pemendaman Hajar Aswad di
dalam sumur Kabah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada
kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian
mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh
Qushay
bin
Kilab.
Ketika ada banjir menimpa kabah, Kabah mengalami kerusakan dan dindingnya retak sehingga kabah
perlu dibangun kembali. Tugas ini dibagikan antara empat kaum suku Quraish. Rasulullah turut
membantu pembangunan kembali kabah. Setelah dinding-dindingnya telah selesai dibangun, tiba
waktunya batu hajar aswad diletakkan kembali di tempatnya semula di dinding Timur Kabah. Terjadi
perselisihan di antara mereka untuk menentukan siapa yang mendapat kehormatan meletakkan batu
Hajar Aswad itu. Ketika perselisihan itu hampir menjadi pertengkaran, Abu Umayyah, penduduk tertua
Makkah, menentukan agar lelaki pertama yang memasuki pagar masjid pagi keesokkannya lah yang
akan memutuskan permasalahan ini. Lelaki itu ialah Rasulullah. Penduduk Mekah bergembira. "Ia adalah
al-Amin.
Ia
adalah
Muhammad,"
ucap
mereka.
Muhammad menghampiri mereka lalu mereka memintanya supaya memutuskan perkara itu. Muhammad
setuju. Muhammad menyarankan agar batu hitam itu ditaruh di atas sehelai kain, setiap ujung kain
dipegang oleh seorang pemimpin suku. Kain itu diangkat ke tempat batu itu hendak diletakkan.
Muhammad kemudian mengambil batu itu dan meletakkannya di tempatnya di dinding Kabah.
Hajar Aswad pernah pecah akibat perbuatan para perusak. Hajar Aswad kemudian disatukan kembali.
Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan
khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang

dicampur

dengan

minyak

misik

dan

ambar.

Hijir

Ismail

Hijr Ismail arti harfiahnya adalah pangkuan Ismail. Di sanalah Ismail putra Ibrahim, pembangun Ka'bah
ini pernah berada dalam pangkuan Ibunya yang bernama Hajar. Ketika Nabi Ibrahim a.s. membangun
Kabah, tingginya hanya sembilan hasta yaitu sepertiga tinggi sekarang. Begitu juga beliau mendirikan
bangunan Kabah di atas fondasi ditambah enam hasta yang sekarang masuk Hijir Ismail. Ketika
pembangunan dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s. lima hasta ini masuk bagian dari Kabah.
Hijir Ismail yang dulu dengan yang sekarang dapat dibedakan dengan mudah sekali, yaitu bahwa
tembok yang lurus pada Hijir Ismail sekarang, yang sejajar menghadap ke arah Utara Kabah adalah
masuk bagian Kabah yang dahulu dibangun Nabi Ibrahim a.s. Tempat yang dinamakan Hijir Ismail
sekarang telah dibangun pagar batu berlingkar. Tingginya 1 1/2 meter. Letaknya berdampingan dengan
Kaabah di sebelah utara. Dahulunya Hijr Ismail termasuk dalam bagian bangunan kabah yang dibangun
oleh Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s. Tetapi setelah kabah yang dibangun oleh mereka hancur,
bangsa Quraisy membangun Kabah kembali, mereka mengurangi dinding Kabah bagian Utara ke Selatan
seluas
enam
hasta
dan
menjadikannya
bagian
dari
Hijir
Ismail.
Berdasarkan kepada sabda Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, sebahagian dari Hijir Ismail itu adalah
termasuk dalam Kabah. Ini diriwayatkan oleh Abu Daud dari 'Aisyah r.a. 'Aisyah r.a. berkata; "Aku sangat
ingin memasuki Kabah untuk melakukan sholat di dalamnya. Rasulullah s.a.w. memegang tanganku dan
memasukkan aku ke dalam Hijir Ismail sambil berkata " Sholatlah kamu di Hijir jika kamu hendak masuk
ke dalam Kabah karena kaum engkau (orang Quraisy) telah meninggalkan bagian ini di luar semasa
mereka
membangun
kembali
Kabah".
Disunatkan bagi tiap-tiap orang yang telah mengerjakan tawaf, sholat sunat dan berdoa di Makam
Ibrahim, sholat sunat pula dua rakaat di Hijir Ismail. Hijir Ismail itu pada mulanya cuma merupakan
pagar batu yang sederhana saja. Kemudian para Khalifah, Sultan dan Raja-raja yang berkuasa telah
memecahkan
dan
membangun
kembali
pagar
batu
itu
dengan
batu
marmer.
b.

Thaibah

(Madinah)

Negeri Taibah ini pada masa-masa lalu di zaman para Nabi terdahulu
adalah merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Akhirnya orang menyebut negeri ini dengan nama
Tai`bah yang diartikan sebagai Negeri Sumber Segala Pengetahuan. Negeri Taibah ini sebenarnya adalah
kota
Madinah.
Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam juga dikenal dengan nama Yastrib. Kota ini
kemudian menjadi tempat hijrah para muslim dan menjadi tempat pusat perkembangan Islam yang
penting. Nabi juga membangun tempat tinggalnya di Medinah dan juga Mesjid yang dibangun di sebelah
rumahnya. Mesjid itu bernama Mesjid Nabawi. Ketika wafat, Nabi dimakamkan di dalam rumahnya
tersebut. Sekarang Mesjid Nabawi telah diperluas sehingga makam Nabi Muhammad sekarang termasuk
di
dalam
Mesjid
Nabawi
itu.
c.

Thursina

(Gunung

Sinai)

Thursina (Gunung Sinai) adalah sebuah gunung yang terletak di


Semenanjung Sinai di Mesir. Tinggi gunung ini adalah 2.285 meter. Gunung ini juga dikenal dengan nama
Jabal Musa. Gunung ini merupakan tempat dimana Nabi Musa a.s. bercakap-cakap langsung dengan
Tuhannya. Dari tempat ini juga Nabi Musa mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah SWT.

d.

Baitul

Laham

(Betlehem)

Betlehem adalah sebuah kota yang terletak di Palestina sekarang.


Kota ini merupakan tempat kelahiran Nabi Isa a.s. Konstantin Agung pada 330 M kemudian membangun
Gereja Kelahiran, di tengah Betlehem di atas sebuah gua yang disebut Holy Crypt, yang dipercaya orang
Kristen sebagai tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan. Ini merupakan gereja Kristen tertua di dunia.

e.

Masjidil

Aqsa

Kata al-aqsha mengandung dua arti. Secara harfiah ia berarti "jauh", maksudnya jauh dari Masjid AIHaram. Arti makna-wiyahnya menurut sebagian ulama "bebas dari segala jenis kotoran, karena masjid
ini tempat turun malaikat dan wahyu serta kiblat para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Masjidil Aqsha terletak di Baitul Maqdis (Yerusalem). Sekarang di tempat ini telah terdapat bangunan
masjid Aqsa dan Mesjid Kubatus Shakhrah (Kubah Batu/Dome of the Rock). Persekitaran kedua masjid
ini dikenali sebagai Al-Haram al-Sharif dan ia menjadi tempat suci ketiga bagi umat Islam. Jadi yang
disebut oleh Nabi Muhammad sebagai masjidil Aqsa tidaklah harus sebuah bangunan. Bangunan masjid
Aqsa
yang
ada
sekarang
ini
baru
dibangun
setelah
Nabi
Muhammad
wafat.
Masjidil Aqso merupakan tempat dimana bait Allah pernah dibangun disitu oleh Nabi-nabi terdahulu.
Ketika Nabi mengadakan Isra Miraj tempat tersebut sudah menjadi puing-puing. Kaum muslimin
kemudian membangunnya kembali menjadi tempat ibadah kepada Allah seperti fungsinya semula.
Mesjid Al-Aqsa merupakan kiblat umat Muslim yang pertama sebelum umat muslim mengalihkan
kiblatnya
ke
Ka'bah
yang
ada
di
dalam
Masjidil
Haram
Menurut riwayat, Masjidil Al-Aqsha dibangun oleh Nabi Adam a.s setelah beliau membangun Masjidil AlHaram. Dengan demikian Masjidil Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjid itu
rusak dan runtuh dimakan waktu, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ya'qub a.s, 40 tahun setelah
Kabah dibangun kembali oleh kakeknya, Nabi Ibrahim a.s. Nabi Daud a.s membangun ulang masjid itu

dan disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman a.s. Orang Yahudi menyebut tempat yang dibangun
Nabi
Sulaiman
itu
sebagai
Kuil
Sulaiman
(Haikal
Sulaiman).

Kuil Sulaiman dibangun oleh Nabi Sulaiman a.s sebagai tempat ibadah
untuk menyembah Allah SWT. Kuil Sulaiman diyakini sebagai tempat ibadah bani Israil yang dibangun
tahun 960 sebelum masehi. Dalam sejarahnya kuil ini kemudian dimusnahkan oleh Nebukadnezzar dari
Babilonia pada tahun 586 SM. Oleh Nebukadnezar bangsa Yahudi digiring ke Babilonia untuk dijadikan
budak.
Setelah kekalahan bangsa Babilonia dari bangsa Persia yang dipimpin oleh Cyrus, bangsa Yahudi dapat
kembali ke Jerusalem dan mendirikan Kuil Sulaiman untuk kedua kalinya. Selanjutnya untuk Kedua
kalinya kuil ini dimusnahkan oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 70 Masehi. Titus, seorang jenderal
Romawi, menyerang Jerusalem, menghancurleburkan isi kota termasuk Haikal Kedua dan mengusir
bangsa Yahudi agar lenyap dari kawasan itu. Bangsa Yahudi mengungsi ke seluruh penjuru dunia.
Saat ini, hanya "Tembok sebelah Barat" yang diduga sisa dari bangunan kuil yang masih berdiri, oleh
orang Yahudi tempat ini dinamakan "Tembok Ratapan/Wailing Wall". Kota ini kemudian dikuasai oleh
Romawi
sampai
beberapa
waktu
yang
lama.
Setelah Pemerintah Romawi Constantine memeluk agama Nasrani (312). Orang-orang Roma Kristen
membangun gereja-gereja di Yerusalem, dan menjadikannya sebagai sebuah kota Nasrani. Romawi
kemudian mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dengan pusatnya di kota Roma dan Romawi
Timur dengan pusatnya di Konstantinople. Romawi Timur ini lebih dikenal sebagai Bizantium. Baitul
Maqdis atau Yerusalem berada dalam kekuasaan Bizantium. Daerah ini juga pernah menjadi bagian
Kerajaan Persia selama masa yang singkat karena Bizantium kembali berhasil merebutnya.
Pada tahun 638 Masehi, selepas beberapa tahun wafatnya Nabi Muhammad s.a.w., tentara Islam
mengepung Baitul maqdis dan menaklukkannya tanpa pertumpahan darah. Penaklukkan ini dipimpin
oleh Umar Bin Khattab, khalifah kedua Islam. Khalifah Umar memasuki Yerusalem dengan mengendarai
seekor unta putih, dikawal oleh pemuka kota tersebut, Uskup Yunani Sofronius.
Sang Khalifah meminta supaya dibawa ke tempat Masjidil Aqsa dengan ditemani beratus-ratus orang
Islam. Khalifah Saidina Umar mendapati tempat itu dipenuhi dengan debu dan sampah. Saidina Umar
memerintahkan supaya tempat itu dibersihkan dengan segera. Di sana ia berlutut dan berdoa di tempat
teman sekaligus nabinya Muhammad melakukan perjalanan malamnya. Di tempat sujudnya Nabi
Muhammad waktu Isra Miraj tersebut kemudian didirikan sebuah masjid dari kayu. Mesjid ini
dinamakan
masjid
Aqso.
Khalifah Umar kemudian melakukan sholat di tempat yang langsung berhadapan dengan gereja Holy
Sepulchre. Di bekas tempat sholat Khalifah Umar ini kemudian didirikan Mesjid Umar. Tempat
terjadinya peristiwa miraj Nabi Muhammad SAW ini kemudian dibangun beberapa bangunan penting

seperti Mesjid Aqso dan Kubah Batu yang termasuk dalam bagian komplek Mesjid Al-Aqsha.

Kompleks Masjid AI-Aqsha ini lazim disebut Haram al-Syarif, atau Haram al-Quds (Tanah Haram yang
Suci). Kompleks itu berbentuk persegi panjang dengan luas 285 x 470 meter, sekelilingnya dipagari
tembok. Beberapa bangunan penting dalam komplek Masjidil Aqso diantaranya yaitu:
Mesjid

Aqso

Merupakan tempat sujudnya Nabi Muhammad ketika melakukan Isra


miraj. Pertama kali didirikan oleh Khalifah Umar bin Khatab setelah berhasil menaklukkan Baitul
Maqdis. Mesjid Aqso itu dibangun dengan membangunnya dari kayu. Berulangkali para Khalifah dinasti
Islam melakukan perbaikan dan pembaruan masjid Aqsha. Pada tahun 691 (72 H), Khalifah Abdul Malik
bin Marwan dari dinasti Umayyah, selain merehab dan merenovasi Masjid Al-Aqsha dengan kubah
berwarna hijau, ia juga mendirikan sebuah bangunan berbentuk kubah untuk melindungi batu tempat
pijakan
Rasulullah
SAW
saat
beliau
akan
dimi'rajkan.
Mesjid

Kubatus

Shakhrah

Bangunan ini terletak tak jauh (sekitar 100 meter) di sebelah


utara Masjid AI-Aqsha, yang kemudian disebut Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Qubbatush-Sha-khrah,
artinya Kubah Batu, Inggris: Dome of the Rock). Kubahnya berwarna kuning keemasan.
Mesjid Kubatus Shakhrah yang terdapat dalam komplek masjidil Aqsho, merupakan bangunan unik

dalam dunia arsitektur Islam. Dinamakan dengan Kubatus Shakhrah (kubah batu besar) adalah sebagai
peringatan untuk sebuah batu besar yang menjadi landasan naiknya Rasulullah saw. dalam perjalanan
mikraj
ke
langit.
Mesjid ini mengalami beberapa kali renovasi, pada tahun 1554 M, dihiasi dengan mosaik dan keramik
Turki. Di tengah-tengah Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Dome of the Rock), terdapat sebuah batu gunung
(Arab : shakhrah) berukuran kurang lebih 13,8 x 17 meter, yang seolah-olah tergantung di udara. Di
bawahnya terdapat gua berbentuk kubus berukuran 4,5 x 4,5 x 1,5 meter. Di bagian atas terdapat
lubang besar bergaris tengah 1 meter. Di dalam ruangan itu terdapat sebuah mimbar dan orang dapat
masuk
ke
dalamnya
melalui
sebuah
pintu
dengan
menuruni
sebuah
tangga.
Menurut sebagian ulama, kesucian shakhrah itu sama dengan kesucian Hajar Aswad (batu hitam) di
Ka'bah yang selalu dicium oleh jamaah haji/umrah saat tawaf; kedua batu itu sama-sama berasal dari
surga. Itu sebabnya, batu pijakan Nabi Muhammad SAW saat akan mi'raj itu disebut Shakhrah alMuqaddasah (batu yang disucikan). Meskipun bangunan Masjid Qubbah Al-Shakhrah disebut masjid,
peziarah tidak dianjurkan melaksanakan shalat di dalamnya karena bangunan itu didirikan semata-mata
untuk mengabadikan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, bukan untuk tempat shalat.
f.

Langit

Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di
atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu, dan gas
yang
bertebaran.
"Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan diantara setiap
langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara
kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang 'Arsy berada di atas samudra air itu; dan Allah berada
di atas 'Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Allah sesuatu apapun dari perbuatan kamu sekalian."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari 'Ashim, dari Zirr, dari 'Abdullah ibnu
Mas'ud) "Tahukah kamu sekalian berapa jarak antara langit dengan bumi?" Kami menjawab: "Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda: "Antara langit dan bumi jaraknya perjalanan 500 tahun,
dan antara satu langit ke langit lainnya jaraknya perjalanan 500 tahun, sedang ketebalan masingmasing langit adalah perjalanan 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan 'Arsy ada samudra, dan
antara dasar samudra itu dengan permukaannya seperti jarak antara langit dengan bumi. Allah Ta'ala di
atas itu semua dan tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatu apapun dari perbuatan anak keturunan Adam."
(HR
Abu
Dawud
dan
Ahli
Hadits
lainnya)
g.

Baitul

Makmur

Ketika di langit ke tujuh Nabi Muhammad melihat Baitul Makmur. Baitul Makmur adalah tempat para
malaikat bertawaf. Di langit terdapat sebuah bangunan yang juga mirip Ka'bah namanya Baitul Makmur,
setiap hari Malaikat yang Thawaf (mengelilingi Baitul Makmur) sekitar 70.000 (wallahu alam).
Diriwayatkan karena sangat banyaknya jumlah malaikat di langit itu, maka mereka hanya dapat Thawaf
sekali
dalam
seumur
hidupnya.
Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang awal dibuatnya Baitul Makmur yaitu ketika Allah akan
menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. "Dan ketika Tuhanmu berkata pada
para malaikat, sesungguhnya aku menjadikan khalifah di muka bumi." Para malaikat bertanya, "Apakah
Allah akan menjadikan manusia yang justru akan merusak bumi dan suka mengalirkan darah, padahal
kami selalu memahasucikan dan memuji-Mu?" Allah SWT berfirman, "Aku lebih mengetahui tentang

sesuatu

yang

tidak

kamu

ketahui."

Para Malaikat menyangka bahwa yang mereka katakan adalah sanggahan terhadap Tuhan dan bahwa
perkataan mereka telah membuat Tuhan marah sehingga mereka berlindung di bawah Arsy sambil
menadahkan kepala dan menunjuk dengan jari-jarinya, merendahkan diri dan menangis memohon
ampun dari murka Allah. Para Malaikat tawaf di sekeliling Arsy cukup lama dan Allah melihat mereka
lalu turunlah rahmat-Nya kepada mereka dan diciptakanlah di bawah Arsy sebuah rumah yang disebut
Baitul
Makmur.
Allah berfirman kepada para Malaikat, "Tawaflah di rumah ini dan tinggalkan Arsy", maka para
Malaikatpun tawaf di rumah ini, tujuh puluh ribu malaikat satu hari satu malam, mereka tidak pernah
kembali lagi kepada-Nya. Karena jumlah malaikat di langit itu sangat banyak, maka mereka hanya
dapat Thawaf sekali dalam seumur hidupnya. (Jumlah manusia yang tidak sebanyak malaikat pun juga
menyebabkan pemerintah Arab saudi membatasi jumlah jamaah haji untuk berthawaf di kabah).
Kemudian Allah mengutus malaikat-malaikat ke bumi seraya berfirman kepada mereka, "Bangunlah
untuk-Ku sebuah rumah di bumi seperti ini (Baitul Makmur)." Maka Allah memerintahkan kepada
makhluk-Nya di bumi untuk tawaf di rumah tersebut sebagaimana penghuni langit tawaf di Baitul
Makmur. Para malaikat itu bertawaf di sekeliling kabah itu hingga datangnya nabi Adam dan istrinya
Hawwa
di
wilayah
itu.
h.

Sidratul

Muntaha

Sidratul muntaha secara harfiah berarti 'tumbuhan sidrah yang tak terlampaui', suatu perlambang batas
yang tak seorang manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu
hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur'an dan hadits yang
menerangkan
apa,
di
mana,
dan
bagaimana
sidratul
muntaha
itu.
i.

Arsy

'Arsy adalah bentuk mashdar dari kata kerja 'arasya - ya'risyu - 'arsyan yang berarti "bangunan",
"singgasana", "istana" atau "tahta". Di dalam al-Quran, kata 'arsy dan kata yang seasal dengan itu
disebut 33 kali. Kata 'arsy mempunyai banyak makna, tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah
"singgasana"
atau
"tahta
Tuhan".
Arsy adalah singgasana Allah tempat Allah bersemayam. Keterangan ini ada pada Al Quran: Tuhan Yang
Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy. (QS. Thaha : 5) Arsy terletak di tempat tertinggi. Arsy
merupakan
atap
Firdaus,
sedangkan
Firdaus
adalah
surga
yang
paling
tinggi.
Arsy ini sangat luas lebih luas dari langit dan bumi. Langit yang luas ini jika dibandingkan dengan luas
arsy sama dengan perbandingan di antara luas sebuah kubah dan luas padang sahara. Abu asy-Syaikh
juga meriwayatkan hadis dari asy-Syabi yang menerangkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Arsy itu
terbuat dari batu permata yakut merah. Kemudian, satu malaikat memandang kepada arsy dengan
segala keagungan yang dimilikinya". Lalu, Allah Swt. berfirman kepada malaikat tersebut,
"Sesungguhnya Aku telah menjadikan engkau memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000
malaikat. Malaikat itu dianugerahi 70.000 sayap. Kemudian, Allah menyuruh malaikat itu terbang.
Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang
dikehendaki Allah. Sesudah itu, malaikat tersebut berhenti dan memandang ke arah arsy . Akan tetapi,
ia merasakan seolah-olah ia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya terbang semula. Hal ini
memperlihatkan
betapa
besar
dan
luasnya
arsy
Allah
itu."
Itulah beberapa tempat yang dikunjungi dalam perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw.

posted by Nanang @ 7:22 AM

Meneliti tentang Isra Miraj


a.

Perjalanan

Fisik

atau

non

fisik

Perjalanan Isra Miraj merupakan perjalanan yang sangat ajaib sehingga ada beberapa orang yang
menganggap perjalanan itu merupakan perjalanan dengan ruh saja. Bahkan ada yang menganggap hal
itu hanya merupakan mimpi saja. Keyakinan ini didasarkan pada hadis berikut: Ibn Ishak berkata bahwa
Ya'kub bin Utbah bin al-Mughirah bin al-Akhnas berkata kepadaku jika Muawiyah bin Abu Sufyan ditanya
tentang peristiwa isra' Rasulullah s.a.w maka ia berkata: "sungguh mimpi-mimpi dari Allah adalah
benar" (Ibn Hisham, 2002, hlm.361). Ini adalah salah satu contoh pandangan awal dalam sejarah Islam
bahwa peristiwa ini mengikut satu pandangan berlaku tidak secara jasad tetapi secara roh saja.
Kalau kita teliti mengenai hadis tersebut, pernyataan Nabi Muhammad kemungkinan adalah merupakan
sindiran terhadap orang-orang yang percaya bahwa Nabi melakukan Isra Miraj dalam mimpi saja. Nabi
bersabda: sungguh mimpi-mimpi dari Allah adalah benar. Pernyataan ini bukan berarti bahwa Nabi
Muhammad melakukan perjalanan itu dalam mimpi tetapi menegaskan bahwa walaupun itu benar
hanya mimpi tapi mimpi dari Allah adalah nyata dan pastinya benar-benar terjadi.
Nabi Muhammad juga tidak pernah menyatakan bahwa peristiwa Isra Miraj merupakan mimpi saja
atau hanya perjalanan ruh saja. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa perjalanan Isra Miraj tersebut
merupakan perjalanan fisik. Bukti pertama adalah peristiwa pembedahan yang dilakukan malaikat
terhadap diri Nabi Muhammad. Pembedahan itu merupakan persiapan terhadap fisik Nabi Muhammad
untuk melakukan perjalanan. Bukti lainnya yaitu adalah digunakannya buraq sebagai alat transportasi.
Kalau hanya Ruh yang melakukan perjalanan tentu tidak membutuhkan hewan Buraq untuk melakukan
perjalanan tersebut. Dan Buraq ini juga disebutkan diikat di tembok Buraq yang memang nyata adanya.
Batu pijakkan miraj juga benar-benar ada dan kini dapat dilihat di dalam Mesjid Kubah batu. Bukti
lainnya yaitu ketika dalam perjalanan pulang dari Isra Miraj Nabi menyatakan bahwa ia melihat
rombongan kafilah yang membawa unta. Bukti fisik itu didapati ketika ternyata benar bahwa unta itu
terkejut ketika melihat buraq. Dan bukti fisik lainnya yaitu ketika didapati bahwa air minum para
kafilah itu berkurang karena ternyata Nabi Muhammad telah meminumnya. Karena itu sebagai seorang
yang beriman maka kita harus percaya bahwa peristiwa Isra miraj ini adalah benar-benar terjadi
dengan
fisik
dan
bukan
sekedar
ruh
saja.
b.

Langit

yang

berlapis-lapis

Lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak dikenal
dalam astronomi karena pengetahuan manusia tentang langit memang sangatlah terbatas. Kiranya ada
dua Firman-Nya tentang tujuh lapisan langit, yang sekaligus menyinggung pemahaman penafsiran
"lapisan langit pertama" (langit terendah). Kita teliti ayat kelima dalam QS. Al-Mulk ayat 5 yang isinya:
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang itu sebagai alat
pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala".
Pernyataan Allah dengan "menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang" juga dinyatakan lagi
dalam QS. Fushshilat ayat 12 : "Lalu Dia menjadikan tujuh langit dalam dua hari, dan kepada tiap-tiap
langit itu diwahyukan tugas-tugas mereka. Kami hiasi langit terendah dengan bintang-bintang
gemerlapan dan Kami pelihara dengan baik. Demikian ketetapan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha
Mengetahui". Allah menginformasikan di dalam Al Qur'an bahwa langit itu ada tujuh tingkat. Langit yang
pertama adalah langit yang dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk seperti binatang, tumbuhan dan
benda-benda mati, yang terdapat di planet Bumi. Ditambah lagi, segala benda langit yang mengisinya.
Itu semua adalah makhluk di langit pertama. Langit pertama itu di dalam istilah agama disebut sebagai
'Langit
Dunia'.

Allah telah memberikan gambaran yang menarik di dalam Al Qur'an, tentang langit Dunia itu: Maka Dia
menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan
Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan
sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat (41):
12) Artinya, seluruh ruang angkasa yang berisi triliunan bintang, matahari, galaksi, nebula, meteor, dan
segala benda langit termasuk Bumi itu, oleh Allah disebut sebagai langit Dunia. Kata 'Dunia' memiliki
arti
'dekat'.
Jadi,
maknanya
menjadi
langit
yang
dekat.
Tiap langit itu dijaga oleh malaikat supaya jangan ada setan-setan yang bisa naik ke atas atau ada jin
yang mencoba mendengarkan rahasia-rahasia langit. Pengetahuan manusia sampai saat ini hanya
terbatas pada langit yang dunia saja sedangkan mengenai langit yang lainnya kita belum
mengetahuinya
dengan
jelas.
b.

Pintu

langit

Bila kita membaca kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit maka kita akan penasaran dengan
penyebutan istilah pintu langit yang merupakan pintu untuk menuju ke lapisan langit berikutnya.
Pertanyaan kita apakah yang disebut pintu langit itu?... Apakah langit itu berpintu jika ada dimanakah
pintu
itu
berada?...
Apakah di luar angkasa itu terdapat sebuah obyek yang disebut pintu langit. Mungkin ini adalah sebuah
keanehan bagi kita tetapi ilmu manusia memang belum menemukan apa itu pintu langit. Tetapi walau
kita tidak pernah tahu pintu langit itu seperti apa tapi kita tahu bahwa banyak obyek di luar angkasa
yang sangat ganjil dan aneh yang belum diketahui rahasianya. Salah satunya adalah lubang hitam.
Apakah lubang hitam ini merupakan pintu langit?.... Walaupun mungkin bukan tapi tidak ada salahnya
kalau
kita
sedikit
mengetahui
tentang
lubang
hitam
ini.
Istilah lubang hitam pertama kali diangkat oleh fisikawan AS bernama John Archibald Wheeler pada
tahun 1968. Lubang hitam ini dapat menarik benda-benda di sekitarnya termasuk cahaya tetapi cahaya
itu tidak tembus ke baliknya. Seolah-olah langit ini berlubang. Penelitian menunjukkan adanya sebuah
lubang hitam di jantung Bima Sakti. Ada kemungkinan bahwa di jantung setiap galaksi terdapat lubang
hitam. Pencarian lubang hitam dan kebenaran teori-teori yang mendukungnya memang masih terus
dilakukan
para
ahli,
seiring
makin
majunya
teknologi
dan
ilmu
pengetahuan.
Mungkin perkiraan bahwa lubang hitam adalah pintu langit adalah terlalu berlebihan tapi bisa menjadi
salah satu bahan pemikiran bagi kita bahwa ada banyak keajaiban di semesta ini seperti halnya lubang
hitam sehingga baik itu pintu langit, lapisan langit dan perjalanan Isra miraj adalah merupakan salah
satu keajaiban yang memang benar-benar ada. Hal ini tentunya dapat menambah keimanan kita bahwa
apa yang diceritakan oleh rasulullah sebenarnya adalah nyata hanya saja ilmu kita belum sampai ke
sana.
c.

Perintah

Sholat

Sebenarnya ibadah shalat telah ada sebelum perintah shalat diwajibkan setelah peristiwa Isra Miraj.
Shalat
juga
dilakukan
oleh
nabi-nabi
sebelum
Nabi
Muhammad.
Tentang shalat. Shalat dalam bentuk seperti yang kita laksanakan selama ini disyariatkan setelah Nabi

Muhammad SAW ber-Isra' Mi'raj. Tetapi sebelum peristiwa itu, Nabi Muhamamad SAW pun melakukan
shalat, namun tidak dengan bentuk sebagaimana seperti yang kita lakukan sekarang ini. Sholat adalah
syariat dari masa ke masa, namun antara Nabi yang satu dengan yang lain ada perbedaan bentuk dan
cara. Dan dari hasil Isra Mi'raj itulah, sholat dalam 5 waktu diwajibkan atas kita.
Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, telah diperintahkan untuk melakukan shalat. "Dan (ingatlah), ketika
Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan
jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan
Ismail:"Bersihkanlah rumah-ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku', dan yang sujud".
(QS. 2:125) Nabi Ibrahim AS berdoa, supaya Allah SWT menjadikan anak-anak keturunan Ibrahim AS
sebagai orang yang selalu melakukan shalat, "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang
yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankan do'aku. (QS. 14:40).
Pada kisah lain, tentang Nabi Zakariya AS, disebutkan ;"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya,
sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya):"Sesungguhnya Allah menggembirakan
kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah,
menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang
saleh". (QS. 3:39). Kepada Nabi Musa AS, Allah SWT berfirman "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan
saudaranya:"Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu
dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta
gembirakanlah orang-orang yang beriman". (QS. 10:87) Pada zaman Bani Israel pun, Allah SWT telah
memerintahkan Bani Israel untuk melakukan shalat. Lihat, misalnya, Al-Baqarah ayat 83, "Dan
(ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):"Janganlah kamu menyembah selain
Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin,
serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.
Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu
berpaling". (QS. 2:83). Tentang Bani Israel lagi "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian
(dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka orang pemimpin dan Allah
berfirman :"Sesungguhnya Aku beserta kamu, seseungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan
menunaikan zakat serta menunaikan zakat seta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka
dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjamkan yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosadosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Ku-masukkan kedalam surga yang mengalir didalamnya sungaisungai. Maka barangsiapa yang kafir diantaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan
yang
lurus"
(QS.
5:12)
Dari berbagai ayat di atas, perlu kita ketahui bahwa ibadah shalat memang sudah ada sejak dulu.
Hanya, tata caranya saja yang [mungkin] berbeda. Suatu hari, dalam kisah masuk Islamnya sayyidina Ali
RA, Ali melihat Nabi SAW shalat bersama Sayyidah Khadijah RA. Saat itu pertama kali Ali RA tahu
adanya agama baru, Islam. Masih banyak kisah-kisah yang menampakkan Nabi SAW melakukan shalat
sebelum
Isra'
dan
Mi'raj.
Berikut
diterangkan
asal-usul
bagaimana
setiap
sholat
mulai
dikerjakan.
Subuh:
Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. yaitu ketika baginda keluar dari
syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa
takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua
rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur karena baginda terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat
kedua:
Tanda
bersyukur
karena
siang
telah
menjelma.
Zohor:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s. yaitu tatkala Allah SWT telah
memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu
tergelincir
matahari,
lalu
sujudlah
Nabi
Ibrahim
sebanyak
empat
rakaat.
Rakaat
pertama:
Tanda
bersyukur
bagi
penebusan.

Rakaat
Rakaat
Rakaat

kedua: Tanda bersyukur karena


ketiga:
Tanda
bersyukur
dan
keempat: Tanda bersyukur karena

dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.


memohon
akan
keridhaan
Allah
SWT.
korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

Ashar:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh
Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika
itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana
baginda
telah
diselamatkan
oleh
Allah
SWT
daripada
4
kegelapan
iaitu:
Rakaat
pertama:
Kelam
dengan
kesalahan.
Rakaat
kedua:
Kelam
dengan
air
laut.
Rakaat
ketiga:
Kelam
dengan
malam.
Rakaat
keempat:
Kelam
dengan
perut
ikan
Nun.
Maghrib:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. yaitu ketika beliau dikeluarkan
oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari.
Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat karena diselamatkan dari kejahilan tersebut yaitu:
Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah
dituduh
melakukan
perbuatan
sumbang.
Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahwa Tuhan itu hanya satu yaitu Allah SWT semata-mata,
tiada
dua
atau
tiganya.
Isya:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Isya ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah
tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan
dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu
sembahyanglah
Nabi
Musa
empat
rakaat
sebagai
tanda
bersyukur.
Rakaat
pertama:
Tanda
dukacita
terhadap
isterinya.
Rakaat
kedua:
Tanda
dukacita
terhadap
saudaranya
Nabi
Harun.
Rakaat
ketiga:
Tanda
dukacita
terhadap
Firaun.
Rakaat
keempat:
Tanda
dukacita
terhadap
anak
Firaun
Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Dan sholat Subuh adalah sholat yang pertama
kali diperintahkan. Karena peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari. Subuhnya
Rasulullah sudah tiba kembali di tempat semula. Mungkin ini juga hikmah bagi kita semua, karena
sholat Subuh adalah sholat yang sulit untuk dilaksanakan, di mana pada saat itu banyak manusia yang
masih terlelap dalam tidurnya. Sebelum diperintahkannya sholat wajib 5 waktu ini, Rasulullah
melaksanakan sholat sebagaimana Nabi Ibrahim.