Anda di halaman 1dari 11

MSDS (MATERIAL SAFETY DATA SHEET)

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PERCOBAAN XI
KOROSI

NAMA
NIM
KELOMPOK/ REGU
HARI/ TANGGAL PERCOBAAN
ASISTEN

: NURSANTI
: H311 12 902
: IV (EMPAT)/ VIII
: KAMIS/ 30 OKTOBER 2014
: WHIWIK SURWINDAH

LABORATORIUM KIMIA FISIKA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

A. Aseton
1. Karakteristik Bahan
a. Simbol Bahaya

b. Gambar

c. Rumus Molekul
CH3COCH3
d. Rumus Struktur
O

H3C

CH3

e. Karakteristik Fisika
- Keadaan Fisik dan Penampilan

: Cair

- Bau

: Karakteristik

- Warna

: Tak berwarna

f. Karakteristik Kimia
- Kelarutan

: Mudah larut dalam air dingin

- Titik Didih

: 56,2 C (133,2 F)

- Titik Lebur

: -95,35 oC (-139,6 F)

- Berat Molekul

: 58,08 g/mol

- Densitas

: 0,79 g/cm3

2. Identifikasi Bahaya
a. Sangat mudah menyala.
b. Mengiritasi mata.
c. Pemaparan yang berulang dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.
d. Uap dapat menyebabkan rasa mengantuk dan pening.
3. Penanggulangan
a. Penghirupan:
Pindahkan orang yang terkena ke tempat berudara segar. Jaga agar orang
tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jika tidak bernapas, jika napas tidak
teratur atau jika terjadi serangan pernapasan, sediakan pernapasan buatan atau
oksigen oleh petugas terlatih.
b. Kontak Kulit:
Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci kulit dengan sabun
dan air sampai bersih atau gunakan pembersih kulit yang diakui. Jangan
menggunakan pelarut atau pengencer.
c. Kontak Mata:
Periksa apakah memakai lensa kontak, dan lepaskan jika ada. Segera basuh
mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak
mata tetap terbuka. Segera dapatkan pertolongan medis.
d. Tertelan:
Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label.
Jaga agar orang tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jangan memaksa
muntah.

B. Natrium Klorida
1. Karakteristik Bahan
a. Simbol Bahaya

b. Gambar

c. Rumus Molekul
NaCl
d. Rumus Struktur
Na

Cl

e. Karakteristik Fisika
- Keadaan Fisik dan Penampilan

: Padat

- Bau

: Karakteristik

- Warna

: Putih

f. Karakteristik Kimia
- Kelarutan

: Mudah larut dalam air

- Titik Didih

: 1413 oC (2575,4 oF)

- Titik Lebur

: 801 oC (1473,8 F)

- Berat Molekul

: 58,44 g/mol

- Densitas

: 2,165 g/cm3

2. Identifikasi Bahaya

a. Sedikit berbahaya dalam kasus kontak kontak kulit (iritan), kontak mata
(iritan), menelan, dan inhalasi.
b. Efek mutagenik untuk sel somatik mamalia, bakteri dan atau ragi.
3. Penanggulangan Bahaya
a. Penghirupan:
Pindahkan orang yang terkena ke tempat berudara segar. Jaga agar orang
tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jika tidak bernapas, jika napas tidak
teratur atau jika terjadi serangan pernapasan, sediakan pernapasan buatan atau
oksigen oleh petugas terlatih.
b. Kontak Kulit:
Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci kulit dengan sabun
dan air sampai bersih atau gunakan pembersih kulit yang diakui. Jangan
menggunakan pelarut atau pengencer.
c. Kontak Mata:
Periksa apakah memakai lensa kontak, dan lepaskan jika ada. Segera basuh
mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak
mata tetap terbuka. Segera dapatkan pertolongan medis.
d. Tertelan:
Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label.
Jaga agar orang tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jangan memaksa
muntah.

C. Asam Sulfat

1. Karakteristik Bahan
a. Simbol Bahaya

b. Gambar

c. Rumus Molekul
H2SO4
d. Rumus Struktur
O
H

e. Karakteristik Fisika
- Keadaan Fisik dan Penampilan

: Cair

- Bau

: Tidak berbau

- Warna

: Tidak berwarna

f. Karakteristik Kimia
- Kelarutan

: Mudah larut dalam air

- Titik Didih

: 290 338 oC

- Titik Lebur

: 10 oC

- Berat Molekul

: 98 g/mol

- Densitas

: 1,03 g/cm3

2. Identifikasi Bahaya
a. Sangat korosif.
b. Berbahaya apabila terhirup.
c. Berbahaya apabila kontak dengan kulit.
d. Apabila kontak dengan kulit akan menyebabkan luka bakar.
e. Dapat menyebabkan iritasi pernafasan.
f. Paparan kronis dapat menyebabkan bahaya pada paruparu dan kemungkinan
menyebabkan kanker.
g. Berbahaya pada lingkungan akuatik.
3. Penanggulangan Bahaya
a. Penghirupan:
Pindahkan orang yang terkena ke tempat berudara segar. Jaga agar orang
tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jika tidak bernapas, jika napas tidak
teratur atau jika terjadi serangan pernapasan, sediakan pernapasan buatan atau
oksigen oleh petugas terlatih.
b. Kontak Kulit:

Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci kulit dengan sabun
dan air sampai bersih atau gunakan pembersih kulit yang diakui. Jangan
menggunakan pelarut atau pengencer.
c. Kontak Mata:
Periksa apakah memakai lensa kontak, dan lepaskan jika ada. Segera basuh
mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak
mata tetap terbuka. Segera dapatkan pertolongan medis.
d. Tertelan:
Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label.
Jaga agar orang tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jangan memaksa
muntah.
D. Kalium Heksasianoferrat(III)
1. Karakteristik Bahan
a. Simbol Bahaya

b. Gambar

c. Rumus Molekul
K3Fe(CN)6
d. Rumus Struktur

N
N
N

C
C

Fe

3K
C
N

C
C

e. Karakteristik Fisika
- Keadaan Fisik dan Penampilan

: Padat

- Bau

: Tidak Berbau

- Warna

: Merah tua

f. Karakteristik Kimia
- Kelarutan

: Mudah larut dalam air

- Berat Molekul

: 329,25 g/mol

- Densitas

: 1,86 g/cm3

2. Identifikasi Bahaya
Iritasi ringan pada kulit dan mata.
3. Penanggulangan Bahaya
a. Penghirupan:
Pindahkan orang yang terkena ke tempat berudara segar. Jaga agar orang
tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jika tidak bernapas, jika napas tidak

teratur atau jika terjadi serangan pernapasan, sediakan pernapasan buatan atau
oksigen oleh petugas terlatih.
b. Kontak Kulit:
Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci kulit dengan sabun
dan air sampai bersih atau gunakan pembersih kulit yang diakui. Jangan
menggunakan pelarut atau pengencer.
c. Kontak Mata:
Periksa apakah memakai lensa kontak, dan lepaskan jika ada. Segera basuh
mata dengan air yang mengalir sedikitnya selama 15 menit, dengan kelopak
mata tetap terbuka. Segera dapatkan pertolongan medis.
d. Tertelan:
Jika tertelan, segera dapatkan saran medis dan tunjukkan wadah atau label.
Jaga agar orang tersebut tetap hangat dan beristirahat. Jangan memaksa
muntah.

Makassar, 30 Oktober 2014


Asisten

Praktikan

WHIWIK SURWINDAH
NIM. H311 10 257

NURSANTI
NIM. H311 12 902