Anda di halaman 1dari 3

BANK SAMPAH SOLUSI CERDAS PELUANG EKONOMI DI

DESA SUKA MERINDU (UNTUK MENGIKUTI ROAD TO BALI


ACTION PROJECT COMPETITION)
2. TUJUAN Sampah sebagai barang yang bernilai & peluang

ekonomi, serta sampah organik sebagai pupuk tambahan urea untuk


pohon karet LUARAN YANG DIHARAPKAN : Menjadikan
Pemandangan khususnya jalan lintas tampak indah, bersih, asri
(estetika) & pengetahuan serta pengelolaan sampah sebagai salah
satu peluang ekonomi. KEGUNAAN PROGRAM Kegiatan ini
dilaksanakan untuk membantu pemerintah danperusahaan migas
dalam meningkatkan upaya pengelolaan sampah di Desa Suka
Merindu dan terbentuknya manajemen pengelolaan sampah yang akan
menciptakan banyak manfaat dari sampah.
3. JENIS-JENIS SAMPAH BERDASARKAN SIFATNYA 1.

Sampah organik - dapat diurai (degradable) Sampah Organik, yaitu


sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daundaun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut
menjadi kompos; 2. Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk,
sepertiplastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan,
botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini
dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk
dijadikan produklainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual
adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas
minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun
karton;

4. METODE PELAKSANAANPROGRAM

5. RANCANGAN BIAYANo Keterangan Analisis Jumlah Harga


satuan Total1. Fee Pegawai Bank Awal 4 Rp 400.000,00 Rp
1.600.000,002. Peralatan Kantor Rp 200.000,00 Rp 200.000,003.
Reparasi Gedung Rp.1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 Jumlah Rp
2.800.000,00No Nama Bahan Satuan Jumlah Harga Satuan Harga
Total1. Semen Sak 6 Rp 65.000 Rp 390.000,002. Batu Bata Bh 500 Rp

600 Rp 300.000,003. Pasir Bak 3 Rp 90.000 Rp 270.000,004. Kayu


Gelam Bh 4 Rp 25.000 Rp 100.000,005. Besi Pondasi Bh 4 Rp 60.000
Rp 240.000,006. Pipa Paralon Uk. 4 inch Bh 4 Rp 40.000 Rp
160.000,007. EM-4 L 1 Rp 25.000 Rp 25.000,008. Terpal m 6x6 Rp
25.000 Rp 150.000,00 Jumlah Rp 1.635.000,00
6. MANAJEMEN BANK SAMPAH DI DESA SUKA MERINDU

KECAATAN LUBAI KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN


G A M BA R U M U M S T RU K T URM E N G E NA I P RO G R A M K
E P E NGU RU S AN BA N K S A M PAH DE S A S K M Kepala Bank
Pengumpul Bendahara (Collector) Seller Pembuat Kompos

7. BANK SAMPAH

8. PEMBUATAN KOMPOS1 mL ; 10 L : 1 Kg 10 Kg

9. GAMBARAN UMUMMASYARAKAT DESA SUKA MERINDU


Follow us to BenefitRubbish (Think Smart and make the things be
useful )

BANK SAMPAH BUAT STERIL LINGKUNGAN

September 15, 2013

admin

Metro Jabodetabek

No Comments

DEPOK - Sampah menjadi musuh utama perkotaan bila tidak segera dikendalikan maka akan
menjadi sumber segala penyakit dan mengganggu kesehatan .
Keberadaan bank sampah di Depok, dianggap membantu tumpukan sampah di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Mengingat produksi sampah di Depok cukup tinggi dan tidak
sesuai dengan ketersediaan lahan di TPA Cipayung.
Bahkan sejak lama mencuat wacana penutupan TPA tersebut lantaran sudah tak mampu lagi
menampung sampah.
Berangkat dari kondisi tersebut membuat Isnarto (42), salah satu warga Depok menggagas
pembuatan bank sampah. Selama dua tahun Isnarto mengelola bank sampah hingga lingkungan
tempat tinggalnya dikenal sebagai kawasan steril sampah. Kurun waktu tersebut dirinya juga turut
mengajarkan dan mengubah pola kebiasaan masyarakat menghadapi sampah rumah tangga.
Saat ini bank sampah yang dikelolanya di RT 002/RW 021 Kelurahan Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok
mampu mengelola dua sampah per hari. "Selain itu ada 4.200 kepala keluarga tersadar dan
mengumpulkan sampah di 120 unit bank sampah yang tersebar di 63 kelurahan di Kota Depok.
Saya juga dibantu delapan orang karyawan dengan gaji yang cukup, walaupun dibawah upah
minimum kota (UMK)," kata Isnarto kepada wartawan, (15/9).
Menurut dia, dengan mengubah pola masyarakat memberikan kepuasan tersendiri padanya.
Dengan demikian, dia dapat membuat lingkungan menjadi bersih dan bebas dari sampah.
"Kepuasannya adalah kita bisa menggerakan masyarakat untuk membersihkan diri dan
lingkungannya sendiri, itulah keberhasilan," akunya.
Konsep bank sampah kata dia, meniru konsep Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mas Koki yang
mengusung pembayaran dengan sampah. Bank sampah yang dikelolanya berdiri diatas lahan
seluas sekitar 1.000 meter persegi.
Menurutnya, bank sampah ini memperkerjakan delapan orang dan memiliki dua unit mobil pick up
yang bernama Bank Sampah Depok 01 dan 02. "Masing-masing mobil mengambil sampah dari unit
bank sampah sebanyak lima hingga tujuh kali,"tandasnya.(*Bas)