Anda di halaman 1dari 17

LENGKUNGAN HORISONATAL : SPIRAL

Lengkungan spiral digunakan pada alinemen jalan


raya atau jalan kereta api untuk mengatasi
perubahan arah yang tajam/tiba-tiba ketika
alinemen berubah dari tangen ke lengkungan
lingkaran atau sebaliknya. Hal ini dimaksudkan
untuk keamanan dan kenyamanan pada saat
kendaraan berkecepatan tinggi.

Pada lengkungan spiral terjadi perubahan


jari-jari yang konstan/ seragam yaitu dari R =
tak terhingga pada TS (awal spiral) terus
berkurang sampai pada titik awal lengkung
lingkaran jari-jari spiral sama dengan jari-jari
lingkaran.

Data yang diperlukan untuk perhitungan


lengkungan spiral adalah : (diukur di
lapangan), R terkait dengan kecepatan
rencana, stasiun titik PI dan Ls (panjang
lengkung spiral) terkait dengan kecepatan
rencana dan jumlah jalur

GEOMETRI LENGKUNGAN SPIRAL (1)

GEOMETRI LENGKUNGAN SPIRAL (2)

PERHITUNGAN LENGKUNGAN SPIRAL


(1)

Beberapa persamaan yang digunakan dalam


perhitungan lengkungan spiral :
(dalam menit)

L = LC + 2LS
= C + 2S

(pendekatan)

PERHITUNGAN LENGKUNGAN SPIRAL


(2)
Besaran X, Y, P, q, ST dan LT bisa diperoleh dari
tabel atau dengan pendekatan bahwa Ls= LC maka :
Y = LS sin S q = X
P= Y

9
Source: Iowa DOT
Design Manual

SPIRAL TERMINOLOGY

Source: Iowa DOT Design Manual

10

Source: Iowa DOT11


Design Manual

Source:
12Iowa
DOT Design
Manual

TUGAS DAN LATIHAN


Jika diketahui :

stasiun PI 1 + 086.271
(5 + EAB.CD)
R = 300 m
= 16o 00 00
LS = 52.083

1.Hitunglah unsur-unsur lainnya pada lengkungan spiral


tersebut.
2. Hitunglah sudut defleksi dan jarak dari titik-titik
stasiun dengan interval 20 m.
3. Gambarkan hasilnya di AutoCad.
Selamat Mengerjakan

PEMATOKAN LENGKUNGAN SPIRAL (1)


Prosedur pematokan di lapangan :
1.memasang titik TS dan ST dengan cara dari PI
ukur jarak sejauh TS.
2.memasang titik SC dengan cara dari TS arahkan
teropong ke PI lalu putar sebesar S = 1/3 S dan
ukur jarak sejauh LC LS, atau dari TS ukur jarak
pada tangen sejauh LT dan pasang titik SPI1 lalu
dari SPI1 pasang SC memutar sudut horisontal
sebesar S dan ukur jarak sejauh ST.

PEMATOKAN LENGKUNGAN SPIRAL (2)


3. memasang CPI (untuk cek) dengan cara dari SC
arahkan teropong ke SPI1 , putar teropong ke
arah kebalikan dan ukur jarak sejauh TC.
4. Langkah 1-3 diulangi dengan awal titik ST untuk
memasang titik CS, SPI2 dan CPI.
5. Sebagai cek titik CPI harus bertemu di satu
titik.

PEMATOKAN LENGKUNGAN SPIRAL (3)


6. Setelah titik-titik kunci sudah dipasang, pasang
titik-titik stasiun lainnya dengan interval tertentu :
a. Titik stasiun pada spiral pertama dipasang
dengan alat berdiri pada TS, arahkan teropong
pada PI, putar sudut horisontal sebesar defleksi
() dan ukur jarak sejauh lS.
b. Titik stasiun pada spiral kedua dipasang
dengan alat berdiri pada ST, arahkan teropong
pada PI, putar sudut horisontal sebesar defleksi
() dan ukur jarak sejauh lS.

PEMATOKAN LENGKUNGAN SPIRAL (4)


c. Titik stasiun pada lingkaran dipasang dengan
alat berdiri di SC, arahkan teropong ke CPI (atau
ke SPI1 lalu putar balik) lalu putar sudut
horisontal sebesar defleksi dan ukur jarak sejauh
tali busur.