Anda di halaman 1dari 5

DESKRIPSI MEDIA

A. TEMA PESAN
Pencegahan Penularan Penyakit Menular Seksual (PMS): Sifilis.
B. ALASAN PEMILIHAN TEMA PESAN
Hemorroid (ambeyen/wasir) adalah penyakit yang cukup sering terjadi di masyarakat
dan tersebar luas diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Prevalensi penyakit ini di USA
diperkirakan sekitar 4-5%. Hemoroid bisa terjadi pada semua umur. Hemoroid biasa
menyerang pada usia 20-50 tahun baik pada laki-laki maupun perempuan tetapi paling
banyak terjadi pada umur 45-65 tahun. Penyakit hemoroid jarang terjadi pada usia di
bawah 20 tahun. Prevalensi meningkat pada ras Kaukasian dan individu dengan status
ekonomi tinggi. Sepuluh juta orang di Indonesia menderita hemoroid, dengan prevalensi
lebih dari 4%. Laki-laki dan perempuan mempunyai resiko yang sama. Resiko hemoroid
meningkat seiring bertambahnya usia. Penelitian dari ruang endoskopi di Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada tahun 1998 -2005 menemukan sekitar 9% pasien
dengan keluhan sembelit ternyata menderita kanker usus besar dan sekitar 39,6 %
penderita sembelit mengalami hemoroid. (Mustofa, 2013)
Hemorroid bukan penyakit yang fatal, tetapi sangat mengganggu kehidupan.
Sebelumnya hemorroid ini dikira hanya timbul karena stasis aliran darah daerah pleksus
hemorroidalis, tetapi ternyata tidak sesederhana itu. Dalam masyarakat hemoroid
dipandang sebagai suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami
bengkak yang kadang disertai pendarahan. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan
rasa sakit kepada pada penderitanya, tetapi juga memberikan rasa minder dan malu
karena mengidap penyakit ambeien.
Pada usia 50-an, sekitar 50 % individu mengalami berbagai tipe hemoroid
berdasarkan luasnya vena yang terkena. Penderita hemoroid umumnya sulit untuk duduk
dan buang air besar karena terasa sakit apabila bibir anus atau sphinchter anus mendapat
tekanan. Pada penderita hemoroid parah terkadang sulit diobati sehingga bisa diberi
tindakan operasi pengangkatan hemoroid yang bisa memberi efek samping yang
terkadang tidak baik. Oleh sebab itu hemoroid perlu diwaspadai dan ditangani dengan
baik agar mudah diobati. Salah satu bentuk mencegah terjadinya hemoroid adalah melalui
pembuatan media promosi kesehatan ini.

C. PROFIL KHALAYAK SASARAN


1. Aspek Geografis
a. Merupakan daerah pedesaan yang masyarakatnya kental dengan kesibukan kerja
b. Sebagian tinggal diperumahan dan sebagian tinggal diperkampungan
c. Kepadatan penduduk rata-rata 1000 KK perkilometer persegi
d. Iklim tropis dengan suhu rata-rata antara 28C-30C
2. Aspek Demografis
a. Kota malang merupakan salah satu kota di Propinsi Jawa Timur, terdiri dari 5
kecamatan, 57 kelurahan, 526 RW, 3919 RT, dengan jumlah penduduk hingga
Desember 2012 adalah 786003 orang (396400 orang laki-laki dan 399603
perempuan)
b. Rata-rata jumlah anggota keluarga setiap KK antara 5-6 orang
c. Sebagian besar masyarakat adalah pegawai dan sebagian kecil pedagang
d. Usia penduduk sebagian besar dewasa muda (usia produktif)
e. Agama yang dianut/diyakini masyarakat terbanyak adalah Islam, sebagian
Kristen/Katolik dan sebagian lagi Hindu-Budha
f. Pendidikan masyarakat mayoritas tamat SLTA
g. Suku bangsa sebagian besar adalah jawa dengan bahasa daerah jawa dan sebagian
kecil Madura serta China
3. Aspek psikologis
a. Masyarakat/khalayak sasaran adalah daerah perkotaan dengan kelas social
menengah ke atas yang notabenenya jarang aktifitas gerak/olahraga karena
alasan kesibukan kerja
b. Kepribadian masyarakat sebagian besar terbuka dengan hidup secara gotong
royong
c. Gaya hidup khalayak sasaran sebagian besar bergaya hidup mewah jarang aktifitas
gerak/olahraga meskipun kental dengan kegiatan religiusnya

D. Anatomi pesan
1. Inti Produk
a. Leaflet yang menjelaskan tentang Pencegahan penyakit Hypokinetic dengan gerakan
aktifitas olahraga 2-3 kali seminggu
b. Billboard bergambar model orang kegemukan sibuk yang kurang aktifitas olahraga dan
Ambulan untuk mengangkut model orang yang kurang aktifitas olahraga sedang sakit
serta ajakan berolahraga
2.
a.
1)
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Wujud Produk
Leaflet terdiri dari:
Teks yang menjelaskan tentang:
Pengertian penyakit Hypokinetic
Penyebab penyakit Hypokinetic
Macam-macam jenis penyakit Hypokinetic
Cara pencegahan penyakit Hypokinetic
Alasan mengapa orang harus aktifitas gerak/olahraga
Macam-macam jenis olahraga

g)
h)
2)
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
b.
1)
a)
b)
2)
a)
b)
c.
1)

2)

E.
1.
a.
b.

Keuntungan olahraga yang teratur


Kiat-kiat untuk memulai aktifitas olahraga
Gambar:
Mobil Ambulan
Fasilitas internet (Komputer, Laptop)
Media komunikasi dan informasi modern (Tilpun, Hp, TV)
Model orang naik mobil/media transportasi (bergaya hidup mewah)
Model orang obesitas/kegemukan sibuk dan kurang olahraga
Contoh olahraga lari (murah, meriah, dan mudah dilakukan)
Model orang mempersilakan memilih jenis olahraga
Biilboard
Teks
Penyakit Hypokinetic merambah kota Malang
Ayo rek olahraga cekne awake sehat (bahasa dialek orang Malang) yang artinya mailah
olahraga agar badannya sehat
Gambar
Model ornag obesitas/kegemukan sebiuk dan kurang olahraga
Ambulan untuk mengangkut model orang yang kurang aktifitas olahraga sedang sakit
Alasan penggunaan anatomi pesan:
Pencegahan penyakit Hypokinetic dengan berolahraga rutin 2-3 kali seminggu
artinya/alasannya sebenarnya tidak berat dan tidak sulit dilakukan asalakan ada kemauan
yang kuat untuk merubah perilaku sehat dari dalam diri orang tersebut, maka dari itu di
Leaflet dijelaskan tentang akibat jika tidak olahraga, keuntungan olahraga teratur dan
kiat-kiat untuk memulai olahraga, hal ini bertujuan untuk membangkitkan motivasi dari
masyarakat kota Malang agar mau berolahraga secara rutin.
Billboard bergambar model orang kegemukan sibuk yang kurang aktifitas olahraga dan
Ambulan untuk mengangkut model orang yang kurang aktifitas olahraga sedang sakit
serta ajakan berolahrga maksudnya/alasannya agar masyarakat kota Malang sadar dan
bangkit dari kebiasaan hidup yang tidak sehat (kurang olahraga) yang akibatnya timbul
penyakit Hypokinetic dan diangkut ambulan menjadi gaya hidup/berperilaku sehat dengan
membiasakan olahraga secara teratur.

WAKTU PENYEBARLUASAN/MEMASANG MEDIA DAN ALASAN


Waktu penyebarluasaan/memasang media
Setiap saat sepanjang tahun bisa dilakukan
Ditingkatkan kuantitasnya pada saat hari-hari besar kesehatan seperti Hari kesehatan
Nasional (HKN), hari-hari besar olahraga seperti PON
2. Alasan
a. Informasi tentang penyakit Hypokinetic bisa dilakukan kapan saja karena kejadian
penyakit ini bisa terjadi kapan saja jika seseorang tidak mau membiasakan hidupnya
berolahraga secara teratur, maka pencegahannyapun harus dilakukan dengan cara
pemberian informasi secara rutin

b. Penyakit Hypokinetic merupakan penyakit akibat perilaku yang tidak sehat, sehingga
kuantitas penyebarannya informasi melalui media perlu ditingkatkan pada waktu hari-hari
besar kesehatan dan olahraga dengan alasan momen ini saat yang tepat untuk meyakinkan
kepada masyarakat tentang manfaat kesehatan dan olahrga sebab disaat yang demikian
banyak slogan yang ditulis di spanduk-spanduk dan kegiatan-kegiatan yang memperkuat
tentang pentingnya olahraga untuk mencegah penyakit Hypokinetic.
F. TEMPAT PENYEBARAN MEDIA DAN ALASAN
1. Tempat penyebaran media (Leaflet)
a. Disebarkan di semua tempat pelayanan kesehatan seperti: Puskesmas, Balai kesehatan,
Poliklinik tempat dokter praktek, Rumah sakit baik di swasta maupun negeri
Alasan: di tempat-tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sakit
yang salah satu penyebabnya adalah kurang gerak dan orang sehat yang mengantarnya,
sehingga dengan situasi nyata (banyak kasus penyakit) membaca Leaflet Hypokinetic
menjadi efektif
b. Di kantor-kantor pemerintah maupun swasta
Alasan: sebagian besar masyarakat kota Malang bekerja sebagai pegawai, dengan
demikian kantor-kantor merupakan tempat dimana banyak masyarakat berkumpul dan
umumnya di tempat demikian banyak orang yang waktunya habis digunakan untuk
bekerja sambil duduk/jarang melakukan aktifitas gerak/olahraga sehingga sangat tepat
jika khalayak sasaran ini diberi Leaflet Hypokinetic
2.
a.
b.
c.
d.

Tempat pemasangan Billboard


Di depan kantor Dinas Kesehatan kota Malang
Di depan semua tempat pelayanan kesehatan
Di pinggir persimpangan/petigaan/perempatan jalan yang lalu lintasnya cukup padat
Di depan pasar/mall-mall
Alasan: Billboard adalah media yang sifatnya statis sehingga perlu dipasang di tempattempat yang banyak dilewati atau dikunjungi khalayak sasaran sebagaimana yang
disebutkan diatas
Ukuran: Billboard direncanakan dengan ukuran 2 meter x 3 meter, sedangkan desainnya
20 cm x 30 cm, jadi skala desainnya 1:10

G. SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)


(terlampir)

DAFTAR PUSTAKA
Djumhana, A. 2012. Patogenesis, Diagnosis dan Pengelolaan Medik Hemorroid. Handout
Perkuliahan Fakultas Kedokteran Unpad Bandung

Mustofa,

S.

2013.

Hemoroid

(Wasir)

(http://staff.unila.ac.id/syazilimustofa/2013/12/

03/hemoroid-wasir/) diakses pada 29 April 2014.


Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I
Edisi IV. Jakarta: FKUI
Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta:
EGC