Anda di halaman 1dari 25

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul Audit Siklus Penggajian dan
Personalia. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Auditing 2.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan
Tuhan Yang Maha Esa dan

tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam

kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai
dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka
menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Dan semoga dengan
selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dan teman-teman

Bandung, 28 Februari 2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sumber daya manusia merupakan faktor penting perusahaan dalam menjalankan
segala aktivitas perusahaan . Salah satu kewajiban perusahaan adalah pemberian gaji
sebagai balas jasa perusahaan.Pemberian jasa ini meerupakan proses yang dalam
pelaksanaannya butuh suatu pengendalian yang memadai agar tidak terjadi
penyimpangan.
Biaya gaji merupakan suatu masalah yang sangat penting, baiya gaji
merupakan biaya yang membutuhkan jumlah yang cukup besar dibandingkan yang
lain. Sehingga perlu adanya audit atas penggajian guna menghindari berbagai macam
kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan siklus penggajian.
Bertolak dari uraian diatas, penulis membahas tentang siklus penggajian
beseta prosedur-prosedur nya. Penulis memberikan judul makalah Audit Siklus
Penggajian dan Personalia.
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat Penulisan

BAB 2

PEMBAHASAN
Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan
pekerjaan dan pembayaran kepada semua karyawan. Ketidaktepatan dalam penilaian dan
pengalokasian biaya tenaga kerja dapat mengakibatkan salah saji laba bersih yang material.
Perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainnya :
Hanya ada satu kelas transaksi untuk penggajian
Penggajian hanya memiliki satu kelas karena penerimaan jasa dari karyawan dan
pembayaran jasa tersebut melalui penggajian biasanya terjadi dalam periode waktu
yang singkat.
Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan daripada akun neraca terkait
Akun-akun yang terkait dengan penggajian seperti penggajian akrual dan potongan
pajak biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total transaksi selama tahun

bersangkutan.
Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir semua
perusahaan, bahkan perusahaan yang kecil sekalipun
Keefektifan dari pengendalian atas pemotongan dan pembayaran pajak penggajian
diatur oleh pemerintah. Adanya ketidakadilan dalam pembahian gaji karyawan dapat
menimbulkan masalah moral.

Audit penggajian menekankan pada pengujian pengendalian, pengujian substantif atas


transaksi, dan prosedur analitis.
2.1 AKUN DAN TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN
PERSONALIA
Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah
dinyatakan secara wajar sesuai degan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalia umunya dijelaskan
dengan akun T, yang menggambarkan cara informasi akuntansi mengalir melalui
berbagai akun dalam siklus penggajian dan personalia.
Dalam sebagian besar sistem, akun gaji dan upah akrual hanya digunakan pada
akhir periode akuntansi. Selama periode berjalan, beban baru akan dicatat apabila
karyawan telah benar-benar dibayar dan bukan ketika biaya tenaga kerja terjadi.
Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode
bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum dibayar.

2.2 FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA


SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT
2.2.1
Akun dalam Siklus Penggajian dan Personalia
Siklus penggajian dan personalia melibatkan perolehan jasa dari karyawan yang
konsisten dengan tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut.

Misal:
Pada bulan Januari 2012 akan dilakukan pembayaran gaji karyawan dengan infromasi
sebagai berikut: Biaya Gaji 20 Pegawai adalah Rp.20.000.000,- dan biaya PPhnya
adalah Rp.500.000,31 Jan 2012
Beban Gaji

Rp.20.000.000,-

Beban PPh

Rp.500.000,-

Kas/Bank
Utang PPh

Rp.20.000.000,Rp.500.000,-

Pada 08 Feb 2012 ---- bayar PPh bulan Januari 2012 ke Kantor pajak

Utang PPh
Kas/Bank

Rp.500.000,Rp.500.000,-

2.2.2
Klasifikasi Transaksi, Akun, Fungsi-fungsi Bisnis, Dokumen dan
Pencatatan Terkait untuk Siklus Penggajian dan Personalia

Kolom ketiga mengidentifikasi empat fungsi bisnis dalam siklus penggajian dan
personalia yang umum serta mengilustrasikan hubungan antara fungsi bisnis, kelas transaksi,
akun-akun, dan dokumen serta catatan.
1. Personalia dan kesempatan kerja
Departemen sumber daya manusia menyediakan sumber yang independen untuk
mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut
juga merupakan sumber catatan yang independen nagi verifikasi internal atas informasi
upah.
Catatan personalia
Meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil, tingkat
pembayaran, pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja, dan tanggal

berhenti bekerja.
Formulir otorisasi pengurangan

Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pengurangan gaji, termasuk jumlah


pembebasan untuk pemotongan pajak penghasilan dan program tabungan lainnya,

obligasi tabungan, serta iuran serikat pekerja.


Formulir otorisasi tingkat pembayaran
Digunakan untuk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumbernya adalah kontrak
tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau otorisasi dari dewan direksi.

2. Pencatatan waktu dan persiapan penggajian


Pencatatan waktu dan persiapan penggajian mempengaruhi secara langsung beban
penggajian setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam empat aktivitas berikut,
diperlukan penggajian yang memadai :

Penyiapan kartu waktu oleh karyawan


Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan, dan

pembayaran bersih
Penyiapan cek gaji
Penyiapan catatan gaji

a. Kartu waktu
Dokumen yang mengindikasikan waktu per jam karyawan mulai dan berhenti
bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawan.
b. Tiket waktu pekerjaan
Formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang dikerjakan karyawan selama
periode waktu tertentu.
c. File transaksi penggajian
File ini mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses oleh sistem
akuntansi selama suatu periode.
d. Jurnal atau daftar penggajian
Laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya mencantumkan
nama karyawan, tanggal, jumlah penggajian kotor dan bersih, jumlah
pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi setiap transaksi.
e. File induk penggajian
File komputer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian bagi setiap
karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar selaa tahun
tersebut hingga tanggal saat ini.
3. Pembayaran Gaji
a. Cek gaji

Cek gaji ditulis dan kemudian diserahkan kepada karyawan sebagai pertukaran
atas jasa yang dilaksanakannya. Jumlah dalam cek tersebut merupakan
pembayaran kotor dikurangi pajak dan pemotongan lainnya.
b. Rekonsiliasi rekening bank penggajian
Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi semua akun kas
termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan. Akun
penggajian imprest adalah akun penggajian terpisah di mana saldo bernilai kecil
dipertahankan. Akun imprest membatasi exposure klien terhadap kecurangan
penggajian, serta menyederhanakan rekonsiliasi rekening bank penggajian.
4.

Penyiapan SPT Pajak penggajian dan pembayaran pajak


Sebagian besar sistem penggajian yang terkomputerisasi menyiapkan SPT Pajak
penggajian dengan menggunakan informasi tentang transaksi penggajian dan file induk.
Untuk mencegah salah saji dan kewajiban pajak serta penalti yang potensial, individu
yang kompeten harus memverifikasi output secara independen.
Formulir W2
Formulir yang dikirim ke setiap karyawan yang mengikhtisarkan penghasilan
karyawan selama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor, pemotongan pajak
penghasilan, dan pemotongan jaminan sosial.
SPT pajak penghasilan
Formulir yang diserahkan ke unit pemerintah lokal, negara bagian, dan federal untuk
menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak perusahaan.
2.2.3

Catatan dan Dokumen dalam Siklus Penggajian dan Personalia


Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur

penggajian antara lain sebagai berikut :


a.

Personal Authorization adalah surat keputusan yang berisi penempatan dan

b.
c.

penugasan seseorang karyawan dalam posisi dan jabatan tertentu


Clock Card adalah formulir daftar hadir karyawan
Time tickect adalah formulir yang digunakan untuk mencatat waktu kerja

d.

seseorang karyawan atas penugasan dan jabatan tertentu


Payroll Register adalah laopran yang berisi informasi penggajian seluruh

e.

karyawan perusahaan.
Payroll Check adalah dokumen yang berisi perintah kepada bank untuk
membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi yang diserahkan kepadanya.

f.

Labor Cost Distribution Summary adalah laporan yang berisi jumlah

g.

pembayaran gaji setiap periode untuk setiap klasifikasi rekening gaji


Employee Personnel File merupakan data permanen yang berisi risalah kerja

h.

setiap karyawan
Personnel Data Master File adalah arsip data personel berkomputer yang

i.

termuktahir
Employee Earning Master File adalah arsip data personel untuk komputer

mengenai penghasilan masing-masing karyawan.


2.2.4
Fungsi-fungsi yang Terkait pada Siklus Penggajian Personalia
Fungsi personalia melibatkan aktivitas bagian-bagian lain yang berkaitan dengan
pemberian kompensasi kepada sesorang karyawan perusahaan. Kerjasama diantara
berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
1. Hiring Employees
Fungsi ini berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit
2.

kerja
Authorizing Payroll Changes
Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau
upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan

3.

Preparing Attendance dan Time Keeping Data


Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran
seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit
kerja masingmasing

4.

Preparing the Payroll


Adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh
karyawan

5.

Recording the Payroll


Adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi
penggaj ian

6.

Paying the Payroll


Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu
karyawan

7.

Filling Payroll Tax Return


Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk
setiap individu karyawan

2.3 TUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS GAJI DAN PERSONALIA


1. Asersi Keberadaan / Keterjadian
Apakah saldo biaya gaji dan upah dan ekening yang terkait benarbenar eksis pada tanggal neraca
Apakah seluruh transaksi gaji dan upah benar-benar terjadi dan tidak
ada transaksi fiktif
2. Asersi Kelengkapan
Apakah seluruh transaksi dan saldo yang semestinya tercantum dalam
Laporan Keuangan sudah dicatat atau disajikan
Apakah ada transaksi pembayaran gaji yang beum dicatat
3. Asersi Hak dan Kewajiban
Apakah perusahaan mempunyai kewajiban legal atas biaya gaji dan
upah dan rekening terkait pada tanggal neraca.
4. Asersi penilaian dan pengalokasian
Apakah saldo biaya gaji, upah dan rekening terkait telah disajiakn pada
jumlah yang tepat.
Apakah saldo biaya gaji, upah dan rekening terkait telah disajikan pada
jumlah yang tepat.
5. Asersi Pelaporan dan pengungkapan
Apakah transaksi dan saldo yang tercatat telah tepat diklasifikasikan,
dijelaskan dan diungkapkan dalam neraca.
2.4 PROGRAM AUDIT
1.

Pengujian pengendalian
a. Pengujian pengendalian biaya gaji dan upah
Minta register gaji dan upah, pilih sampel karyawan dan periksa
kebenarannya.
Himpun arsip personalia, periksa kelengkapan arsip karyawan dan
lakukan perbandingan informasi pengurangan gaji/ upah dengan
b.

2.

catatan personalia.
Pengujian pengendalian pendistribusian cek dan gaji
Pilih dan minta sampel gaji yang sudah di cancelled
Bandingkan tanda-tangan cek penerima dengan tanda tangan dalam

catatan.
Mengamati pendistribusian cek secara langsung
Pengujian Substantif
a. Program audit awal
Buat top schedue
Minta rincian biaya gaji, upah dan rekening terkait

Lakukan tes matematis


Cocokkan
b. Prosedur analitis
Bandingkan saldo gaji, upah dan rekening terkait dengan saldo tahun
sebelumnya
Bandingkan saldo dan anggaran
Hitung rasio
c. Detail transaksi
Telusuri nama dan tarif gaji dan upah untuk dasar pencatatannya
Telusuri waktu yang tampak pada kartu hadir dan pulang serta laporan
yang ditandatangani mandor
Tentukan dasar pengurangan dan penggajian dan bandingkan dengan
catatan pengurangan yang telah diotorisasi
Bandingkan total gaji dan upah dan rekening terkait dari data yang
dibuat
Adakan observasi pengadaan mesin absensi dan kartu absensi yang
tidak digunakan
d. Detail Saldo
Buat ringkasan daftar kompensasi staff atau pimpinan dan telusuri ke
kontrolnya
Periksa daftar gaji untuk satu atau beberapa bulan dan tes perhitungan
PPh apakah sesuai Undang-undang
Bandingkan total biaya gaji, upah dan rekening terkait dalam laporan
Laba Rugi dan SPT
Bandingkan data yang ada dalam daftar gaji dan upah dengan catatan
personal.
Lakukan observasi pada saat pembayaran gaji dan upah.
e. Penyajian dan Pengungkapan
Periksa penyajian dan pengungkapan dalam neraca dan Laporan laba
Rugi apakah sudah tepat.
2.5 Metodologi

Untuk

Merancang

Pengujian

Pengendalian

dan

Pengujian

Substantif Atas Transaksi


Pengendalian internal untuk pengujian biasanya sangat terstruktur dan
terkendali dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhan dan
ketidakpuasan para karyawan, serta meminimalkan kecurangan penggajian.
Karena memroses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi, dan
program penggajian di komputer harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan
schedule pemotongan pajak, umumnya perusahaan menggunakan jasa penggajian dari

luar untuk memroses penggajian. Biasanya tidak sulit bagi perusahaan untuk
menetapkan pengendalian yang baik dalam siklus penggajian dan personalia.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupaka
bagian paling penting dalam menguji penggajian, namun hal ini tidak bersifat
ekstensif. Banyak auditor menghadapi resiko salah saji material yang rendah,
walaupun penggajian seringkali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada
tiga alasan untuk hal ini :
Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen
jika mereka dibayar terlalu rendah.
Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.
Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan
federal meyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan sosial, dan pajak
pengangguran.

Untuk pengujian transaksi penjualan dan penerimaan kas, pengendalian internal,


pengujian pengendalian, dan pengujian substantif atas transaksi bagi setiap tujuan audit yang
berkaitan dengan transaksi, kita harus mengenal hal hal berikut :
Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan ke perusahaan; karena itu, auditor
harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan kelemahan yang
material untuk setiap organisasi.

Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian risiko
pengendalian harus diuji dengan pengujian pengendalian.
Jika klien merupakan perusahaan publik, tingkat pemahaman pengendalian dan luas
pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang
keefektifan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.
Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada resiko pengendalian
yang dinilai dan pertimbangan audit lainnya.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi akan digabungkan jika
memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman mungkin, dengan
menggunakan program audit format kinerja.
Pengendalian kunci bagi siklus penggajian dan personalia untuk menilai risiko
pengendalian:
1. Pemisahan tugas yang memadai
Pemisahan tugas merupakan hal yang penting dalam siklus penggajian dan
personalia, terutama untuk mencegah pembayaran berlebih dan pembayaran kepada
karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi penggajian harus tetap independen dari
departemen sumber daya manusia, yang mengendalikan aktivitas penggajian kunci,
seperti menghapus ayau menambahkan karyawan. Pemrosesan penggajian harus
terpisah dari penyimpanan cek gaji yang telah ditandatangani.
2. Otorisasi yang tepat
Hanya departemen sumber daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk
menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat
upah serta potongan. Jumlah jam kerja setiap karyawan, terutama lembur, harus
diotorisasi oleh bagian personalia. Persetujuan dapat dibubuhkan pada semua kartu
waktu atau dilakukan atas dasar pengecualian hanya untuk jam lembur saja.
3. Dokumen dan Catatan yang memadai
Dokumen dan catatan yang memadai tergantung pada sifat sistem penggajian. Kartu
waktu dan catatan diperlukan untuk karyawan per jam atau paruh-waktu. Untuk
karyawan yang dibayar berdasarkan tingkat potongan atau sistem intensif lainnya,
diperlukan catatan yang berbeda. Bagi banyak perusahaan, catatan waktu harus

memadai untuk mengakumulasi biaya penggajian menurut pekerjaan atau


penugasan.
4. Pengendalian Fisik Terhadap Aktiva dan Catatan
Akses ke cek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus
ditandatangani oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan penggajian harus
didistribusikan oleh seseorang yang independen dari fungsi penggajian dan
pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak diklaim atau dicairkan harus dikembalikan
untuk disetor ulang. Jika cek ditandatangani oleh mesin tanda tangan, akses ke mesin
tersebut harus dibatasi.
5. Pengecekan yang Independen atas Kinerja
Perhitungan

penggajian

harus

diverifikasi

secara

perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar.

independen,

termasuk

Anggota manajemen atau

karyawan lain yang bertanggung jawab harus meriview output penggajian untuk
melihat setiap salah saji atau jumlah yang tidak biasa.
6. Penyiapan Formulir Pajak Penggajian
Sebagai bagian dari pemahaman atas pengendalian internal, auditor harus meriview
pengisian dari setidaknya salah satu jenis formulir pajak penggajian yang merupakan
tanggung jawab klien. Potensi kewajiban berupa pajak yang belum dibayar, denda,
dan bunga akan muncul jika klien lalai menyiapkan formulir pajak secara benar.
7. Pengujian atas Karyawan yang Tidak Ada
Mengeluarkan cek gaji kepada individu yang tidak bekerja lagi untuk perusahaan
(karyawan yang tidak ada) sering kali diakibatkan oleh masih dibayarnya cek
karyawan padahal dia sudah berhenti bekerja. Contoh orang yang melakukan jenis
penggelapan ini adalah mandor atau rekan karyawan. Untuk mendeteksi
penggelapan, auditor dapat membandingkan nama pada cek yang dibatalkan dengan
kartu waktu dan catatan lainnya untuk mengetahui tanda tangan yang diotorisasi.
Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor dapat menelusuri transaksi yang
dicatat dalam jurnal penggajian ke departemen sumber daya manusia untuk
menentukan apakah karyawan telah benar-benar bekerja selama periode penggajian.

8. Pengujian atas Kecurangan Waktu


Kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu yang lebih
banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti yang tersedia,
biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan waktu. Salah satu
prosedurnya adalah merekonsiliasi total jam yang dibayar menurut catatan
penggajian dengan catatan jam kerja yang independen. Akan tetapi biasanya jauh
lebih mudah bagi klien untuk mencegah jenis penipuan ini dengan pengendalian
yang memadai ketimbang bagi auditor untuk mendeteksinya.
Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Transaksi, Pengendalian Kunci,
Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk
Penggajian
TUJUAN AUDIT

PROSEDUR
TERKAIT TRANSAKSI
1 Pembayaran gaji dicatat a. Mengamati keberadaan dari data
untuk pekerjaan yang
benar-benar dilakukan
oleh karyawan yang
ada. (Keterjadian)

personal dari direktur.


b. Mengamati penggunaan mesin absen

TIPE PROSEDUR
Test of control
Test of control

pegawai dan kontrol kartu absen.


c. Memeriksa kartu absen untuk
mendapatkan persetujuan dari direktur
d. Mengamati pembagian gaji yang
dilakukan oleh direktur
e. Memeriksa cek yang telah dibatalkan.
f. Membandigkan cek-cek yang dibatalkan
dengan data probadi karyawan.
g. Memeriksa cek-cek yang dibatalkan

Test of control
Test of control
Substantive test of transction
Substantive test of transction

apakah sudah ditandatangani oleh


2

Transaksi penggajian
yang dicatat benarbenar ada.

(Kelengkapan)
Transaksi penggajian
dicatat pada waktu
kerja yang
sesungguhnya dan

direktur.
a. Menghitung urutan pembayaran cek

Test of control
Test of control dan

untuk gaji
b. Mengamati rekonsiliasi bank.

Substantive test of transction

a. Mengamati penggunaan mesin absen

Test of control

pegawi dan kontrol absen.


b. Menghitung kembali jumlah jam kerja
dari kartu pecatat waktu.
c. Menghitung kembali gaji kotor, potongan

Test of control

Test of control

dibayar pada tarif yang


benar; potongan
dihitung dengan benar.
(Akurasi)

dan gaji bersih.


d. Menelusuri tarif dan otorisasi ke berkas
personalia.
e. Memeriksa jumlah gaji untuk disetujui.
f. Membandingkan tarif yang ada pada
jurnal gaji dengan data pegawai apakah

Transaksi penggajian

tarif yang dibayar sudah diotorisasi


a. Menelaah bagan akun
b. Memeriksa jurnal gaji dengan

Substantive test of transction


Substantive test of transction
Test of control
Substantive test of transction
Test of control
Test of control

persetujuan
c. Membandingkan klasifikasi dengan
5

Transaksi penggajian
dicatat pada waktu
yang tepat. (ketepatan
waktu)

bagan akun atau manual prosedur


a. Pengumpulan dan pemrosesan kartu
absen
b. Memeriksa jurnal penggajian
c. Memeriksa buku besar yang diperiksa
oleh bagian penjualan.
d. Mengamati rekonsiliasi bank
e. Membandingkan tanggal yang tercatat di
cek dengan jurnal penggajian dan cek

Substantive test of transction


Test of control
Test of control
Test of control
Test of control
Substantive test of transction

pembatalan dan kartu waktu.


6

Transaksi penggajian

a. Mengamati penambahan ulang jurnal

dimasukkan dengan

penggajian atau daftar dan postingan


b. Memeriksa jurnal gaji dengan

benar ke catatan
penggajian karyawan
dan diringkas dengan
benar. (posting dan
ringkasan)

Test of control
Test of control

persetujuan.
c. Mengamati pemostingan buku besar oleh
petugas.
d. Menulusuri tarif dan otorisasi ke berkas
personalia.

Test of control
Substantive test of transction

6. METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN


SALDO
Auditor akan mengikuti metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo
setelah menyelesaikan penilaian resiko pengendalian dan melaksanakan pengujian
pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi serta menilai kemungkinan
salah saji akun laporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia.

Tahapan metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo untuk


kewajiban penggajian adalah sebagai berikut :
Mengidentifikasi resiko bisnis klien yang mempengaruhi akun kewajiban
penggajian.
Resiko bisnis klien yang signifikan yang mempengaruhi penggajian tidak
mungkin terjadi pada sebagian besar perusahaan. Akan tetapi, resiko bisnis
klien itu mungkin saja terjadi pada kesepakatan kompensasi yang kompleks,
yang mencakup bonus dan rencana opsi saham serta kesepakatan kompensasi
yang ditangguhkan lainnya.
Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai resiko inheren untuk
akun kewajiban penggajian.
Jika sebagian besar transaksi melibatkan kas, ada resiko inheren

berupa

kecurangan penggajian. Karena itu, auditor sering kali mempertimbangkan


pentingnya tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi keterjadian. Hal ini
juga

berlaku

bagi

perusahaan

manufaktur

yang

secara

signifikan

membebankan tenaga kerjanya ke persediaan, yang berpotensi menimbulkan


misklasifikasi antara beban penggajian dan persediaan atau di antara kategori
persediaan.
Menilai resiko pengendalian untuk siklus penggajian dan personalia.
Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian
substantif atas transaksi untuk siklus penggajian dan personalia.
Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk akun kewajiban
penggajian.

Penggunaan prosedur analitis merupakan hal penting dalam siklus penggajian dan
personalia seperti pada setiap siklus lainnya.
Berikut ini ilustrasi atas prosedur analitis untuk akun akun neraca serta laporan laba
rugi dalam siklus penggajian dan personalia :
PROSEDUR ANALITIS
Membandingkan
saldo
akun
beban
penggajian dengan tahun tahun sebelumnya
(disesuaikan dengan kenaikan tingkat upah
dan kenaikan volume)
Membandingkan tenaga kerja langsung
sebagai persentase dari penjualan dengan
tahun tahun sebelumnya
Membandingkan beban komisi sebagai
persentase dari penjualan dengan tahun
tahun sebelumnya
Membandingkan beban pajak penggajian
sebagai persentase dari gaji dan upah dengan
tahun tahun sebelumnya (disesuaikan
dengan perubahan tarif pajak

SALAH SAJI YANG MUNGKIN


Salah saji akun beban penggajian

Salah saji tenaga kerja langsung dan


persediaan
Salah saji beban komisi dan kewajiban
komisi
Salah saji beban pajak penggajian dan
kewajiban pajak penggajian

Membandingkan akun pajak penggajian Salah saji pajak penggajian akrual dan beban
akrual dengan tahun tahun sebelumnya
pajak penggajian

Merancang pengujian atas rincian saldo akun kewajiban penggajian untuk


memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo.
Verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang sering kali
disebut sebagai beban penggajian akrual (accrued payroll expenses), biasanya
bersifat langsung jika pengendalian internal telah beroperasi secara efektif.
Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban
penggajian adalah :
a. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar
b.

(Keakuratan).
Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode

yang benar (Pisah Batas).


Perhatian utama dalam kedua tujuan itu adalah untuk memastikan bahwa tidak ada
kurang saji atau akrual yang dihilangkan. Berikut ini adalah beberapa akun kewajiban
yang utama dalam siklus penggajian dan personalia :
1. Jumlah Potongan dari Gaji Karyawan
Pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat
diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal penggajian, formulir
pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan pengeluaran kas
periode selanjutnya. Jika pengendalian internal sudah beroperasi secara
efektif, pisah batas dan keakuratan dapat dengan mudah diuji pada saat yang
bersamaan dengan prosedur tersebut.
2. Gaji dan Upah Akrual
Gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang
telah menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga periode
selanjutnya. Pisah batas dan keakuratan yang benar untuk gaji dan upah akrual
tergantung pada kebijakan perusahaan yang harus diikuti secara konsisten dari
tahun ke tahun.
Setelah auditor menentukan kebijakan perusahaan untuk mengakrualkan upah
dan mengetahui hal tersebut konsisten dengan tahun sebelumnya, prosedur
audit yang tepat untuk menguji pisah batas dan keakuratan adalah menghitung
ulang akrual klien. Salah saji yang paling mungkin dari setiap signifikansi
saldo adalah kelalaian untuk memasukkan jumlah hari yang tepat yang telah
dihasilkan tetapi belum dibayar.

3. Komisi Akrual
Konsep yang sama yang digunakan dalam memverifikasi gaji dan upah akrual
juga dapat diterapkan pada komisi akrual, meskipun akrual ini umumnya lebih
sulit diverifikasi karena perusahaan seringkali memiliki beberapa jenis
perjanjian yang berbeda dengan wiraniaga dan karyawan dengan komisi
lainnya.
Dalam memverifikasi komisi akrual, hal yang pertama yang perlu dilakukan
adalah menentukan
perhitungannya

sifat perjanjian komisi

berdasarkan

perjanjian

dan kemudian menguji

tersebut.

Auditor

harus

membandingkan metode untuk mengakrualkan komisi dengan tahun tahun


sebelumnya demi tujuan konsistensi.
4. Bonus Akrual
Pada banyak perusahaan, bonus akhir tahun yang belum dibayar kepada para
pejabat dan karyawan merupakan pos yang sangat besar sehingga kelalaian
untuk mencatatnya akan menimbulkan salah saji yang material.
Verifikasi atas akrual yang tercatat biasanya dapat dicapai dengan
membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalah rapat dewan
direksi.
5. Pembayaran Cuti Liburan, Cuti Sakit, atau Tunjangan Akrual Lainnya
Akrual dari kewajiban kewajiban tersebut yang relatif konsisten dengan
tahun sebelumnya merupakan pertimbangan yang paling penting ketika
mengevaluasi kewajaran jumlahnya.
Kebijakan perusahaan untuk mencatat kewajiban harus ditentukan pertama
kali, baru kemudian jumlah yang tercatat harus dihitung ulang. Kebijakan
perusahaan ini harus sesuai dengan SFAS 43 mengenai absen yang diberi
kompensasi.
6. Pajak Penggajian Akrual
Pajak penggajian, seperti FICA dan pajak pengangguran negara bagian serta
federal dapat diverifikasi dengan memeriksa jumlah formulir pajak yang
disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah
harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca.
7. Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Beban
Disini pos yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kantor, gaji
dan komisi penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung.
Auditor hanya perlu melakukan pengujian tambahan yang relatif sedikit
terhadap akun akun laporan laba rugi pada sebagian besar audit selain
prosedur analitis, pengujian pengendalian, pengujian substantif atas transaksi,
dan pengujian atas akun kewajiban terkait yang telah dibahas. Pengujian

tambahan

yang

ekstensif

hanya

akan

diperlukan

apabila

auditor

mengungkapkan defisiensi yang signifikan atau kelemahan yang material


dalam pengendalian internal, salah saji yang signifikan dalam pengujian
kewajiban, atau varians utama yang belum dijelaskan dalam prosedur analitis.
8. Kompensasi Pejabat
Auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan
jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus
dimasukkan dalam laporan 10-K SEC dan SPT pajak penghasilan federal.
Verifikasi kompensasi pejabat juga dijamin karena beberapa individu mungkin
saja mampu membayar dirinya sendiri lebih besar dari jumlah yang
diotorisasi. Pengujian audit yang biasa adalah untuk memperoleh gaji setiap
pejabat

yang

diotorisasi

dari

risalah

rapat

dewan

direksi

dan

membandingkannya dengan catatan pendapatan yang berhubungan.


9. Komisi
Beban komisi total dapat diverifikasi dengan mengalikan tingkat komisi untuk
setiap jenis penjualan dengan jumlah penjualan dalam kategori tersebut. Jika
informasi yang diinginkan tidak tersedia, mungkin perlu untuk menguji
pembayaran komisi tahunan atau bulanan untuk tenaga penjualan terpilih dan
menelusuri total pembayaran komisi.
10. Beban Pajak Penggajian
Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan dapat diuji dengan mula mula
merekonsiliasi total penggajian di setiap formulir pajak penggajian dengan
total penggajian untuk seluruh tahun. Total pajak penggajian kemudian dapat
dihitung ulang dengan mengalikan tingkat yang sesuai dengan penggajian
yang dikenakan pajak.
Pada sebagian besar audit, perhitungan tersebut memerlukan banyak biaya dan
biasanyab tidak diperlukan kecuali jika prosedur analitits mengindikasikan
bahwa terdapat masalah yang tidak dapat dipecahkan melalui prosedur
lainnya.
11. Total Penggajian
Pengujian yang berhubungan erat dengan pengujian pajak penggajian adalah
rekonsiliasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT pajak
penggajian dan formulir W-2. Tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk
menentukan apakah transaksi penggajian dibebankan ke akun non penggajian
atau sama sekali tidak dicatat dalam jurnal penggajian.

Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan


cara yang lebih baik dalam mengungkapkan kedua jenis salah saji tersebut
dalam sebagian besar audit.
12. Tenaga Kerja Kontrak
Untuk mengurangi biaya penggajian, banyak organisasi melakukan kontrak
dengan organisasi luar untuk menyediakan staf. Biaya yang dibayarkan ke
organisasi luar diuji dengan membandingkan jumlah dengan kesepakatan
kontrak yang ditandatangani antara perusahaan dan perusahaan jasa luar.
13. Tujuan Penyajian dan Pengungkapan
Pengungkapan yang diperlukan untuk transaksi siklus penggajian dan
personalia tidaklah mendalam, akan tetapi, beberapa transaksi yang kompleksi
seperti opsi saham dan rencana kompensasi pejabat eksekutif lainnya mungkin
memerlukan pengungkapan catatan kaki. Auditor dapat menggabungkan
prosedur audit yang berhubungan dengan keempat tujuan penyajian dan
pengungkapan dengan pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan
beban.
TUJUAN AUDIT
TERKAIT
TRANSAKSI
Pembayaran
penggajian yang

PENGENDALIAN
INTERNAL KUNCI

dilaksanakan oleh
karyawan yang benarbenar ada
(keterjadian).

PENGUJIAN

PENGENDALIAN

SUBSTANTIF ATAS

UMUM
a. Kartu waktu disetujui oleh a. Memeriksa kartu
personalia.

tercatat adalah untuk


pekerjaan yang

PENGUJIAN

b. Jam waktu digunakan


untuk mencatat waktu.
c. Mempertahankan file
personil yang memadai.
d. Perekrutan tenaga kerja
diotorisasi.
e. Ada pemisahan tugas di
antara personalia, pencatat
waktu, dan pengeluaran
gaji.

untuk indikasi

penggajian, buku

persetujuan.
b. Memeriksa kartu

besar umum, dan

waktu
c. Mereview kebijakan

diperoleh

personalia.
d. Memeriksa file
personalia.
e. Mereview bagan

catatan gaji yang


menyangkut jumlah
yang besar atau tidak
biasa.
Membandingkan cek

organisasi,

yang dibatalkan

membahasnya

dengan jurnal

dengan karyawan,

penggajian

dan mengamati tugas

menyangkut nama,

yang sedang
dilaksanakan.
f. Memeriksa printout
f. Hanya karyawan yang ada

TRANSAKSI UMUM
Meriview jurnal

jumlah, dan tanggal.


Memeriksa cek yang
dibatalkan dengan

dalam file data komputer

transaksi yang

catatan personalia.

yang diterima ketika

ditolak oleh

mereka dimasukkan.

komputer karena
memiliki nomor
karyawan yang tidak
ada

a. Cek diotorisasi sebelum


dikeluarkan.

a.Memeriksa catatan
penggajian
menyangkut indikasi

Transaksi penggajian
yang adal telah dicatat
(kelengkapan)

Transaksi penggajian
yang dicatat adalah
untuk jumlah waktu
yang benar-benar
dikerjakan dan pada

b. Cek gaji telah


dipranomori dan
diperhitungkan.
c. Akun bank telah

persetujuan.
b.Memperhitungkan

pengeluaran

urutan cek gaji.


c.Membahas dengan

jumlah

penggajian

dengan

pengeluaran

mengamati

independen.

rekonsiliasi.

telah diverifikasi secara


internal.
b. Total batch dibandingkan
dengan laporan ikhtisar
komputer.

dalam

pada rekening bank

karyawan dan

direkonsiliasi secara

a. Perhitungan dan jumlah

Merekonsiliasi

penggajian.
membuktikan
rekonsiliasi bank.

a. Memeriksa indikasi Menghitung ulang jam


verifikasi internal.

yang digunakan dari

kartu waktu.
b. Memeriksa file total Membandingkan
tingkat upah dengan
batch untuk melihat
tanda tangan klerk

kontrak

serikat

sesuai; pemotongan

pengendali

pekerja,

persetujuan

pajak telah dihitung

membandingkan

tingkat upah yang

dengan benar
(keakuratan).

c. Tingkat upah, gaji, atau


tingkat komisi diotorisasi
secara layak.

totalnya

data;
dengan

laporan ikhtisar.
c. Memeriksa catatan
penggajian

d. Pemotongan, termasuk

menyangkut indikasi

otorisasi.
jumlah untuk asuransi dan
d. Memeriksa otorisasi
tabungan penggajian,
dalam
file

oleh dewan direksi,


atau sumber lainnya.
Menghitung
ulang
pembayaran kotor.
Mengecek pemotongan
dengan mengacu pada
tabel
formulir

pajak

dan

otorisasi

dalam file personalia.

telah diotorisasi secara

Menghitung

personalia.

layak.

ulang

pembayaran bersih.
Membandingkan
cek
yang

dibatalkan

dengan

jurnal

penggajian
menyangkut
Transaksi penggajian
telah dimasukkan
dengan benar dalam
file induk penggajian
dan diikhtisarkan
dengan benar (posting
dan pengikhtisaran).

a. Isi file induk penggajian


telah diverifikasi secara
internal.
b. Total file induk

verifikasi internal.
b. Memeriksa

penggajian telah di
bandingkan dengan total
buku besar umum.

laporan

jurnal

penggajian

dan

menunjukkan

buku

besar

umum

bahwa perbandingan

serta

file

induk

telah dilakukan.

penggajian.

bagian Membandingkan

telah diklasifikasikan

memadai telah digunakan.


akun.
b. Klasifikasi akun telah b. Memeriksa indikasi

(klasifikasi).

menfooting

yang

yang a. Mereview

secara

dengan

menelusuri posting ke

a. Bagan

diverifikasi

klerikal

total ikhtisar awal

Transaksi penggajian
dengan benar

akun

jumlahnya.
a. Memeriksa indikasi Menguji
keakuratan

verifikasi internal.

internal.

klasifikasi
bagian

dengan

akun

atau

prosedur manual.
Mereview kartu waktu
karyawan departemen
dan tiket pekerjaan
untuk

penugasan

pekerjaan

serta

menelusuri
distribusi
Transaksi penggajian

a. Prosedur

telah dicatat pada

pencatatan

tanggal yang benar


(penetapan waktu).

ke
tenaga

kerja.
memerlukan a. Memeriksa prosedur Membandingkan
transaksi

manual dan

tanggal

sesegera mungkin setelah

mengamati kapan

tercatat dalam jurnal

penggajian dibayarkan.

pencatatan

penggajian

b. Tanggal telah diverifikasi

dilakukan.
b. Memeriksa indikasi

cek

yang
dengan

tanggal pada cek yang


dibatalkan dan kartu

secara internal.

verifikasi internal.

waktu.
Membandingkan
tanggal

pada

cek

dengan tanggal cek


tersebut

dicairkan

bank.

7. MENJELASKAN DAN MENILAI MATERIALITAS, RISIKO, DAN


STRATEGI AUDIT
Kecurangan dalam pembuatan daftar gaji menjadi perhatian auditor. Kecurangan
semacam ini timbul dari adanya pegawai fiktif yang dimasukkan dalam daftar gaji,
dan kemungkinan kesalahan yang disengaja dalam menyusun klasifikasi daftar gaji.
Ini berarti ada karyawan yang dihitung dengan tarif yang lebih tinggi. Disamping
adanya kecurangan tersebut, akuntan harus memperhatikan ketelitian perhitungan
sejak penhitungan waktu hadir, insentif sampai dengan pembuatan daftar gaji dan
pembuatan slip gaji.
Berbagai aspek resiko diatas akan mempengaruhi strategi audit siklus penggajian dan
personalia, oleh karena itu hal hal yang harus dipertimbangkan adalah :
a. Resiko audit yang utama timbul dari pemrosesan transaksi penggajian
b. Perusahaan pada umumnya memperluas cakupan pengendalian intern untuk
c.

transaksi penggajian
Saldo hutang gaji pada akhir tahun kadang kala tidak material

Teknis audit yang disarankan:


1.
2.
3.
4.
5.

Verifikasi kecermatan penyajian berbagai saldo, daftar dan buku pembantu


Terapkan prosedur analitikal
Lakukan inspeksi proses penghitungan daftar gaji dan hutang
Hitung kembali dan lakukan pengujian terhadap daftar gaji dan upah
Bandingkan penyajian statement dengan GAAP

BAB 3

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA