Anda di halaman 1dari 12

ABATTOIR

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK


POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI

DEFINISI ABATTOIR
Abattoir merupakan bahasa prancis yang
disebut juga sebagai rumah jagal
Rumah jagal adalah sebuah fasilitas di
mana hewan ternak dipotong dan
diproses menjadi daging
di Indonesia rumah jagal biasanya disebut
dengan rumah pemotongan hewan (RPH)
dan Rumah pemotongan unggas (RPU)

Abattoir
Kegiatan penyembelihan yang dilakukan di
Indonesia selalu dimulai dengan doa dan
ucapan syukur atas rahmat Tuhan YME.
Hewan dipotong dengan cara tertentu sehingga
hewan mati dengan secepat mungkin dan rasa
sakit seminimal mungkin
UU yang berlaku di inggris dan negara eropa
laiinya mengatur bahwa penyembelihan hewan
di RPH kecuali yang dipotong oleh orang yahudi
dan Islam harus didahului dengan pemingsanan.

Abattoir
pemotongan hewan di Spanyol, Amerika
latin, dan Italia dilakukan dengan
menikam leher ternak memakai pisau
pendek bermata dua yang dikenal dengan
nama puntilla.
pemotongan ternak di India dilakukan
tanpa pemingsanan terlebih dahulu.

Abattoir
metode penyembelihan yang umum dipakai adalah cara
HALAL atau secara islam.
selain itu metode sikh atau jarkha juga digunakan yaitu
ternak dipotong kepalanya dengan satu kali sabetan
pedang.
peraturan penyembelihan hewan sudah ada di
masyarakat yahudi sejak tahun 500. peraturan tersebut
menyatakan bahwa hewan tidak boleh terluka sebelum
dipotong.
pukulan keras pada kepala dilarang karena akan
menyebabkan luka pada selaput otak, hal ini merupakan
salah satu dari delapan kerusakan yang menyebabkan
daging menjadi terepha atau tidak layak dimakan.

FUNGSI RPH
1. pemotongan hewan secara benar, (sesuai dengan
persyaratan kesehatan masyarakat veteriner,
kesejahteraan hewan dan syariah agama).
2. pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong
(ante-mortem inspection) dan pemeriksaan karkas,
dan jeroan (post-mortem inspektion) untuk
mencegah penularan penyakit zoonotik ke manusia.
3. pemantauan dan surveilans penyakit hewan dan
zoonosis yang ditemukan pada pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan post-mortem guna
pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan
penyakit hewan menular dan zoonosis didaerah
asal hewan.

STANDARISASI RPH
Pada pasal 62 UU 18/2009 tentang
peternakan dan kesehatan hewan
dinyatakan, bahwa pemerintah daerah
kabupaten/kota wajib memiliki rumah
potong hewan yang memenuhi persyaratan
teknis

STANDARISASI RPH
Pada SNI tentang rumah potong hewan No. 01-6159-1999 dan
Peraturan MenteriPertanian No.13/Permentan/OT.140/1/2010
tentang Persyaratan Rumah Potong HewanRuminansia dan Unit
Penanganan Daging diatur beberapa persayaratan yang
harusdipenuhi oleh sebuah rumah potong hewan, persyaratan
tersebut mengatur mengenai :
1. Persyaratan lokasi :
a) Tidak bertentangan dengan rencana umum tata ruang dan rencana
detail tataruang wilayah
b) Tidak berada ditengah kota, letak lebih rendah dari pemukiman
penduduk
c) Tidak berada dekat industri logam atau kimia serta daerah rawan
banjir
d) Lahan luas

STANDARISASI RPH
2. Persyaratan sarana : Jalan yang baik, cukup sumber air
dan Tenaga listrik yangcukup.
3. Persyaratan bangunan dan tata letak bangunan yang
harus ada antara lain : Kandang istirahat , Kandang
isolasi , Kantor administrasi dan kantor dokter
hewan,Tempat istirahat karyawan, kantin dan mushala,
Tempat penyimpanan barang pribadi/ruang ganti
pakaian, Kamar mandi, Sarana pengolahan limbah,
Incinerator,Tempat parker, Rumah jaga dan Menara air

STANDARISASI RPH
4. Persyaratan peralatan:
a. Semua alat terbuat dari bahan yang tidak mudah korosif dan
mudah dibersihkan
b. Alat yang langsung bersentuhan dengan daging tidak bersifta
toksis
c. Dilengkapi dengan system rel dan alat penggantung karkas
d. Dilengkapi sarana desinfektan
e. Dilengkapi peralatan khusus karyawan
5. Persyaratan karyawan dan perusahaan
a. Setiap karyawan harus sehat dan diperiksa kesehatannya min
1 x setahun
b. Karyawan mendapat pelatihan tentang hygiene dan mutu
c. Karyawan daerah kotor dan bersih dipisah

STANDARISASI RPH
6. Pengawasan kesmavet
a. Diberlakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem
b. Memiliki tenaga dokter hewan
7. Kendaraan pengangkut daging : dengan menggunakan box
tertutup yang dilengkapi alat pendingin dan alat penggantung
karkas.
8. Persyaratan ruang pendinginan/pelayuan ; bersih, cukup
cahaya, sanitasi lancar
9. Persyaratan pembekuan; bersih, cukup cahaya, sanitasi
lancar
10. Persyaratan ruang pembagian karkas dan pengemasan
daging
11. Persyaratan laboratorium

TERIMAKASIH