Anda di halaman 1dari 4

1ENGKAULAH SURGAKUHari ini aku bertanyaUntuk diriku sendiriSederhana, tapi tak

sesederhana ituUntuk menjawabnyaButuh waktuPerjuanganKesungguhanEntah...apa


lagiTanya yang harus ku jawabDengan, benar..pastiHingga ku yakinItu...pasti
benarTuhan..Engkau bilangSurga ditelapak kaki ibuMakna yang terbalut bahasaYang
sulit ku terjemahkanBiarkan ku coba mencariMulai hari ini..dan seterusnya.Hingga
kuberhentiKudapati semua jawabIbu...Ijinkan aku mencari SurgamuYang masih
rapat...tersimpanDiantara rimbun belantara hidup

WANITA SHOLEHAHLaksana rembulan...Menyinari insan bumi.Jika ia


memandang...Dunia seakan tergetar karena ketulusannyaJika ia berkata...Dunia seakan
terlena karena kelembutannya.Jika ia tersenyum...Duniapun ikut tersenyum karena
keikhlasannya.Laksana pelita...Tubuh terbakar demi sebuah pengorbanan.Menjadi
penuntun di tengah gemerlapnya dunia.Laksana sahabiyah...Langkah kakinya bagai
langkah Fatimah.Hidupnya penuh ketenangan jiwa.Karena hatinya selalu berdzikir.Dialah
wanita sholehah..Yang senantiasa menjadi penentu.Akan sebuah perubahan dunia.

UISI PEREMUANPerempuan yah perempuan.Kau adalah makhluk yang terindah yang


di ciptakan TUHAN.Pesonamu dan keindahanmu yang anggun.Hadirkan ketenangan
dan ketentraman.Perempuan kau bisa jadi kelemahan kau juga bisa jadi
kekuatan.Perempuan pesonamu yang penuh keindahanmengalahkan indahnya bulan
purnama.Perempuan keindahanmu yang penuh sejuta pesonamelebihi indahnya alam
semesta.Perempuan keagunganmu dan kemuliaanmusungguh luar biasa.Perempuan
keagunganmu jadikan lahdewi fortuna bagi pasanganmu.Perempuan kemuliaanmu
jadikan lahkehormatan bagi yang memilikimu.Perempuan tiada kata yang indah untuk
memujimuselain SUBKHANNALLAH. Yang telah menciptakanmu

Teori Analisis Sastra dengan Pendekatan Stilistika


pukul 00:43

Dalam melakukan kritik sastra, harus barangkat dari suatu pola pikit tertentu yang
dirumuskan secara matang agar hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan. Hal ini penting,
karena karya sastra dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Cara memandang dan
mendekati objek dengan titik pandang tersebutlah yang disebut pendekatan. Secara teoritis,
pendekatan adalah asumsi dasar yang dijadikan pegangan menilai sesuatu. Di dalam
menjalankan kritik sastra, dikenal beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan
stilistika.
A. Pengertian Pendekatan Stilistika
Pendekatan stilistika di dalam kritik sastra bertolak dari pandangan bahwa isi pokok
karya sastra itu ada dua, yang pertama adalah bahasa dan kedua adalah isi yang berupa tema,
pemikiran, dan falsafah. Pendekatan stilistika menganut paham bahwa unsur pokok sastra
adalah bahasa. Bahasa yang digunakan dalam karya sastra itu mempunyai kaitan pula dengan
sastrawan. Sastrawan mengerahkan kemampuan dan kreativitas masing-masing dalam
menciptakan karya mereka. Dengan kata lain, pendekatan stilistika berarti asumsi dasar yang
digunakan oleh kritikus dalam menilai suatu karya sastra ditinjau dari segi kebahasaannya.
B.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Prinsip Pendekatan Stilistika


Seorang peneliti yang ingin menggunakan pendekatan stilistika dalam menguraikan
sebuah karya sastra, harus menguasai dengan baik konsep-konsep linguistik. Konsepsi dan
kriteria pendekatan stilistika dalam kritik sastra adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan stilistika memberikan perhatian utama terhadap tampilan bahasa di dalam
karya sastra. Hal-hal yang terkait, yaitu:
Bentuk dan variasi kalimat, klausa, frase, kata, bunyi, dan majas.
Bentuk-bentuk penyimpangan dari struktur bahasa natural.
Manipulasi bunyi, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana dalam penciptaan gaya.
Pilihan kata yang tepat.
Pencampuran berbagai gaya dalam suatu karya sastra.
Analisis pemakaian kata dalam kalimat, kalimat dalam paragraf, dan paragraf dalam wacana.
Pemakaian dialek daerah atau ragam bahasa nonformal.
Aspek makna.

a.
b.
c.
d.

2. Pendekatan stilistika memberikan perhatian penuh kepada kemampuan dan kreativitas


pengarang. Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
Memperhatikan ciri khas atau gaya personal pengarang.
Memperhatikan corak dan pancaran bakat kepengarangan.
Analisis ciri khas kepengarangan tersebut kemudian dikaitkan dengan kelompok pengarang
pada periode tertentu.
Analisis tersebut juga dapat dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya perubahan
gaya pada seseorang yang menjalankan profesi dalam jangka waktu yang panjang.

3. Pendekatan stilistika juga memberikan perhatian terhadap analisis wacana. Hal-hal yang
harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Dalam menganalisisnya, cukup yang hanya terkait dengan aspek pemakaian bahasa.
b. Cara pengembangan narasi dalam fiksi
c. Cara pengembangan pola deskriptif dalam fiksi.
d. Cara pengembangan baris dalam larik, larik dalam puisi.
e. Hubungan antarkalimat dalam wacana.
4. Pendekatan stilistika juga dikaitkan dengan analisis perwatakan. Hal ini penting, karena
bahasa mempunyai kaitan dengan karakter tokoh. Selain itu, perwatakan atau perilaku
pengarang juga senantiasa tercermin dari bahasa yang digunakan.
5. Pendekatan stilistika juga terkait dengan pemahaman pembaca. Hal itu disebabkan adanya
pandangan bahwa keberhasilan sebuah komunikasi tidak diukur dari segi pembicara
(sastrawan), tetapi diukur dari penerimaan khalayak pembaca. Bila terjadi kesukaran
pemahaman pada pembaca, maka harus dicari faktor penyebabnya. Resepsi pembaca yang
terganggu mungkin disebabkan kelemahan pembaca itu sendiri atau mungkin terjadi karena
kesalahan penulis dengan karyanya.
C. Hal-hal yang Dianalisis dengan Pendekatan Stilistika
Kaitannya dengan kritik sastra, kajian stilistika digunakan sebagai metode untuk
menghindari kritik sastra yang bersifat impresionisdan subyektif. Melalui kajian stilistika ini,
diharapkan dapat memperoleh hasil yang memenuhi kriteria obyektifitas dan keilmiahan.
Pada kritik sastra, prosedur analisis yang digunakan dalam kajian stilistika, diantaranya:
analisis aspek dalam gaya bahasa, analisis aspek-aspek kebahasaan, serta analisis gagasan
makna yang dipaparkan dalam karya sastra.
Hal-hal yang dianalisis dengan pendekatan stilistika, antara lain:
1. Analisi aspek bunyi dan fonem, hal tersebut biasa dilakukan terhadap puisi yang banyak
memanfaatkan bunyi-bunyi untuk mencapai keindahannya, serta dalam fiksi yang
menggunakan permainan bunyi.
2. Analisis pilihan kata. Pilihan kata yang tepat dengan pemakaian yang tepat memberi
pengaruh yang besar terhadap penciptaan gaya dan keindahan gaya.
3. Analisi aspek kalimat. Dalam kaitan dengan kalimat, yang harus diperhatikan adalah
penggunaan berbagai variasi kalimat dengan menyesuaikannya dengan suasana dan kondisi
peristiwa. Begitu pula dengan aspek deviasi atau penyimpangan di dalamnya.
4. Analisi aspek wacana. Sebelum menganalisis dari aspek wacana, perlu pemisahan antara
wacana fiksi, wacana puisi, serta wacana drama. Sebab, ketiganya mempunyai struktur fisik
yang berbeda.

5. Aspek semantik. Aspek semantik juga perlu dianalisis menggunakan pendekatan stilistika,
sebab terkadang penggunaan bahasa di dalam karya sastra sukar dipahami atau ditangkap
maknanya.
6. Analisis unsur dramatisasi bahasa. Bahasa yang didramatisasi biasa disebut bahasa figuratif,
bahasa kias, atau majas.
7. Gaya personal pengarang atau penyair. Pengarang atau penyair merupakan pelaku utama
terciptanya sebuah karya sastra. Apapun yang tampak dalam sebuah karya sastra, baik bentuk
maupun isi, adalah buah tangan sastrawan. Bila sebuah karya sastra dinilai baik atau buruk,
maka penilaian itu akan membias pada penulisnya.
Dengan kata lain, hal-hal yang dianalisis menggunakan pendekatan stilistika dapat bersifat
fonologis (pola bunyi bahasa, mantra, rima), sintaksis (tipe struktur kalimat), leksikal (diksi,
frekuensi penggunaan kelas kata tertentu), atau retoris (majas, citraan).
Kreasi sulung lahitani mardinata
Labels: Pendekatan Stilistika, Sastra, Stilistika, Teori Sastra