Anda di halaman 1dari 3

STRUKTUR ILMU DALAM FISIKA

DEFINISI :
HUKUM
Dalam fisika, HUKUM ialah generalisasi ilmiah berdasarkan pada
observasi empiris. Hukum alam ialah kesimpulan yang diambil dari, atau
hipotesis yang ditegaskan oleh eksperimen ilmiah. HUKUM pada hakekatnya
merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau
lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Misalnya : teori ekonomi mikro terdiri dari
hukum penawaran dan permintaan.
Maka dapat disimpulkan bahwa : Teori adalah pengetahuan ilmiah yang
memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala-gejala terjadi sedangkan
Hukum adalah memberikan kemampuan kepada kita untuk meramalkan
tentang apa yang mungkin terjadi. Dimana Teori dan Hukum merupakan alat
kontrol gejala alam yang bersifat universal.

ASAS
ASAS adalah yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir atau
berpendapat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2015). Contoh : ASAS BLACK
menyatakan bahwa dalam sistem tertutup terisolasi, kalor yang dilepaskan oleh
benda bersuhu tinggi = kalor yang diserap oleh benda bersuhu rendah.

PRINSIP
PRINSIP adalah asas atau dasar yang harus ada (yang menjadi pokok
sesuatu pemikiran, kajian, tindakan, dan lain-lain), hukum (sesuatu teori dan
lain-lain). PRINSIP adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum
maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah
pedoman untuk berpikir atau bertindak.
Jika hukum mempunyai cakupan yang luas, maka prinsip mempunyai
cakupan yang terbatas. Prinsip dan hukum memiliki kemiripan, hanya
pernyataan sebuah prinsip kurang umum, sedangkan pernyataan yang
dikategorikan ke dalam hukum memiliki cakupan yang luas.
Contoh : Prinsip Archimedes, Prinsip Pascal.

ASUMSI
ASUMSI adalah beberapa pernyataan sebagai bagian mendasar dari
alasan. Asumsi adalah anggapan; dugaan; pikiran yang dianggap benar untuk
sementara, sebelum ada kepastian.
Contoh: Ketika kita kuliah, kita berasumsi bahwa memiliki gelar nanti akan
membuat kita lebih mudah mendapatkan kerja (tapi belum tentu juga kan).

POSTULAT
POSTULAT (asumsi/aksioma) atau patokan adalah suatu keterangan
yang benar, yang kebenarannya itu dapat diterima tanpa harus diuji atau
dibuktikan lebih lanjut, digunakan untuk menurunkan keterangan lain sebagai
landasan awal untuk menarik suatu kesimpulan.

Contoh : 1) Suhu di dataran tinggi lebih rendah daripada di dataran rendah, 2)


Benda padat berubah-ubah pada suhu yang berbeda. 3) Rel kereta api dibuat
dari baja sejenis besi.

DALIL
DALIL, (kaidah atau teorema) adalah kebenaran yang diturunkan dari
aksioma, sehingga kebenarannya perlu dibuktikan terlebih dahulu. Dalil adalah
suatu kesimpulan yang kebenarannya dibuktikan berdasarkan hipotesa-hipotesa
tertentu; atau suatu kesimpulan yang telah dibuktikan kebenarannya.

HIPOTESIS
HIPOTESIS atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah
yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.
Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah
yang akan diteliti. Hipotesis ini, diturunkan atau bersumber dari teori dan
tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.

PERSAMAAN
PERSAMAAN adalah keadaan yang sama atau yang serupa dengan yang
lain; persesuaian; setara; sama dengan; sebanding (Kamus Besar Bahasa
Indonesia, 2015).
Persamaan adalah sebuah keadaan yang menyediakan
hubungan matematik antara dua atau lebih fungsi keadaan yang dinyatakan
dalam bentuk samadengan (=). Contoh : Gaya = massa x percepatan gravitasi

KEDUDUKAN DALAM FISIKA

1
2
4
3
5
6

7
8

DALIL ESBACH
Dalil Esbach adalah dalil tentang PEMBIASAN CAHAYA untuk membantu
Anda menentukan posisi dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa
positif. Untuk lensa nomor ruang untuk benda dan nomor ruang untuk bayangan
dibedakan. Nomor ruang untuk benda menggunakan angka Romawi (I, II, III, dan
IV), sedangkan untuk ruang bayangan menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dan 4)
seperti pada gambar berikut ini:

Gambar. Penomoran ruang menurut Dalil Esbach.


Seperti tampak pada gambar di atas untuk ruang benda, ruang I antara
pusat optik dan F2, ruang II antara F2 dan 2F2 serta ruang III di sebelah kiri 2F2,
sedangkan ruang IV benda (untuk benda maya) ada di belakang lensa. Untuk
ruang bayangan, ruang 1 antara pusat optik dan F1, ruang 2 antara F1 dan 2F1
serta ruang 3 di sebelah kanan 2F1, sedangkan ruang 4 (untuk bayangan maya)
ada di depan lensa.

Dalil Esbach
1. Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan sama dengan lima.
2. Untuk setiap benda nyata dan tegak:
a. Semua bayangan yang terletak di belakang lensa bersifat nyata dan terbalik.
Semua bayangan yang terletak di depan lensa bersifat maya dan tegak.
b.
3. Bila nomor ruang bayangan lebih besar dari nomor ruang benda, maka ukuran
bayangan lebih besar dari bendanya dan sebaliknya.

Sumber :
1. http://www.id.wikipedia.org/wiki/persamaan.htm
2. http://www.id.wikipedia.org/wiki/asas.htm
3. http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/persamaan.htm
4. http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/asas.htm
5. http://gurumuda.net/asas-black.htm
6. http://www.disdikgunungkidul.org/files/materi_sma/fisika/PEMBIASAN
%20CAHAYA/kb3_5.htm

Anda mungkin juga menyukai