Anda di halaman 1dari 16

Alat Separasi Minyak Bumi atau Separator

1. Pengertian Separator
Separator adalah alat separasi minyak dan gas bumi yang menggunakan prinsip
separasiflash pada

tekanan

dan

temperatur

tetap.

Produksi

dari

sumur

minyak

di separator vertikal sedangkan produksi dari sumur gas diproses di separator horizontal. Hal ini
karena padaseparator horizontal memiliki daerah pemisahan yang lebih luas dan panjang
disbandingseparator vertical.

Pemisahan gas dan minyak di lapangan dilakukan dengan separator, yaitu tabung
bertekanan dan bertemperatur tertentu untuk memisahkan fasa gas dengan minyak secara
optimum.(sumber : laporan Praktek Kerja Lapangan Firman dan Adi. Hal. 36)
2. Fungsi Utama dari Separator

Memisahkan fase pertama cairan hidrokarbon dan air bebasnya dari gas atau cairan,
tergantung mana yang lebih dominan.

Melakukan usaha lanjutan dari pemisahan fase pertama dengan mengendapkan sebagian
besar dari butiran-butiran cairan yang ikut di dalam aliran gas.

Mengeluarkan gas maupun cairan yang telah dipisahkan dari separator secara terpisah
dan meyakinkan bahwa tidak terjadi proses balik dari salah satu arah ke arah yang lainnya.

3..Prinsip Pemisahan

Ada dua macam proses dari pembentukan gas (vapour) dari hirokarbon cair yang
bertekanan. Proses tersebut adalah Flash separation dan Differential separation. Flash
separation terjadi bila tekanan pada sistem diturunkan dengan cairan dan gas tetap dalam
kontak, hal mana gas tidak dipisahkan dari kontaknya dengan cairan saat penurunan tekanan
yang membiarkan gas keluar dari solusinya. Proses ini menghasilkan banyak gas dan cairan
sedikit.Differential separation terjadi bila gas dipisahkan dari kontaknya dari cairan pada
penurunan tekanan dan membiarkan gas keluar dari solusinya. Proses ini menghasilkan
banyak cairan dan sedikit gas.( sumber : Surface Facilities Training Program, Oil Handling
Facilities. Medco Energi. Indonesia.hal. 27)

Suatu separator minyak/gas yang ideal, yang bertitik tolak dari pendapatan cairan yang
maksimum, adalah suatu konstruksi yang dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat
menurunkan tekanan aliran fluida dari sumur pada inlet separator., menjadi atau mendekati
tekananatmosphere pada
saluran
keluar separator. Gas dipindah/dikeluarkan
dari separator secara terus menerus segera setelah terpisah dari cairan, ini dikenal
dengan differential separation, namun penataan seperti diatas tidak praktis.
Pemisahan tergantung dari efek gravitasi untuk memisahkan cairan, sebagai contoh hasil pemisahan
minyak,gasdan air akan terpisah bila ditempatkan pada satu wadah karena mempunyai perbedaan
densitassatusamalainnya.Prosespemisahankarenaadanyaperbedaandensitasfluidadanefekgravitasi
dapatterlihatpadagambardibawahini:

Prinsip Pemisahan

Faktor faktor lain yang dapat mempengaruhi pemisahan fluida antara lain;
a.

Viskositas fluida

b.

Densitas minyak dan air

c.

Tipe peralatan dalam separator

d.

Kecepatan aliran fluida

e.

Diameter dari titik titik air (droplet)

4. Klasifikasi Separator
Klasifikasi separator tergantung dari pembagian jenis ruang lingkupnya, secara umum
diklasifikasikan sebagai berikut : (sumber : laporan Kerja Praktek Rahmansyah dan
BrianOperasi Produksi dan Well Servic. Hal. 34)

Menurut tekanan kerja (working pressure)


a.

High Pressure (HP) Separator 650-1500 psi

b. Medium Pressure (MP) Separator 225-650 psi


c.

Low Pressure (LP) Separator 10-225 psi


Berdasarkan hasil pemisahan

rator dua fasa : memisahkan fluida formasi menjadi fasa cair dan fasa gas

rator tiga fasa : memisahkan fluida formasi menjadi fasa minyak, air dan gas

Berdasarkan bentuk
a. Separator Vertikal
Vertical Separator vertical 2 fase (2 Phase Vertical Separator) sering digunakan untuk
aliran fluid yang rasio gas terhadap cairannya (gas oil ratio atau GOR) rendah sampai sedang
dan yang diperkirakan akan terjadi cairan yang datang secara kejutan (slug) yang relatif sering.
Gambar di bawah adalah separator vertikal. Bagian bawah dari bejana biasanya berbentuk
cembung, gunanya untuk menampung pasir dan kotoran padat yang terbawa.

Pada pengoperasiannya, pengubah-arah aliran masuk (inlet diverter) akan menyebabkan


cairan yang masuk menyinggung dinding separator dalam bentuk film, dan pada saat yang
bersamaan memberikan gerakan centrifugal kepada fluida. Ini memberikan pengurangan
momentum yang diinginkan dan mengizinkan gas untuk keluar dari film cairan. Gasnya naik ke
bagian atas dari bejana, dan cairannya turun ke bawah.

Sedikit dari partikel-partikel cairan akan terbawa naik ke atas bersama gas yang
naikuntuk

memperangkap

butiran-butiran

cairan

yang

akan

ikut

aliran

gas

digunakan mist extractoratau mist eliminator, yaitu susunan kawat kasa dan ada juga yang
lebih canggih dengan ketebalan tertentu, dipasang melintang terhadap arah arus gas pada bagian
atas seksi gasnya.Separator semacam ini biasa digunakan untuk tekanan kerja antara 50 sampai
150 psig.
b. Separator Horizontal
Separator horizontal

mungkin

yang

terbaik

dan

termurah

dibandingkan

denganseparator vertical yang kapasitasnya sama. Separator horizontal mempunyai luas antar
permukaan gas dengan cairan lebih besar, terdiri dari banyak sekat-sekat yang luas sepanjang
seksi pemisah gasnya, yang memberikan lebih banyak kecepatan gasnya.
Separator horizontal hampir selalu digunakan untuk aliran yang mempunyai rasio
gasterhadap cairan (GOR) yang tinggi untuk arus yang berbuih, atau untuk cairan yang
keluar dariseparator sebelumnya. (sumber : Surface Production Operations, Design Oil
Handling Facilities. Gulf Publishing Company.hal. 118)

Separator horizontal mudah pemasangannya, apalagi yang terpasang di atas skid, danjuga
mudah melakukan pemeliharaannya. Beberapa separator horizontal dengan mudah dapat disusun
ke atas, untuk dijadikan satu assembly pemisahan bertingkat (stage separation) yang bisa
menghemat ruang.
Pada separator horizontal, fluid mengalir secara horizontal dan bersamaan waktunya
bersinggungan

pada

permukaan

cairan.

Beberapa separator mempunyai

pelat-pelat

penyekat(baffle plates) horisontal yang tersusun berdekatan dengan jarak yang sama pada hampir
sepanjang bejana yang tersusun dengan kemiringan sekitar 45 terhadap bidang horisontal. Gas
mengalir di dalam permukaan penyekat-penyekat dan butiran-butiran cairannya melekat pada
pelat penyekat dan

membentuk film yang kemudian mengalir ke seksi cairan dari separator. Gambar
3.4adalah separator horizontal yang dimaksud.
c. Separator Bulet

Gambar diatas adalah skematik dari separator spherical. Bagian-bagiannya sejenis


dengan separator vertikal

maupun separator horizontal.

Jenis

ini

memiliki

kelebihan

dalampressure containment tetapi karena kapasitas surges terbatas dan mempunyai kesulitan
dalam fabrikasi maka separator jenis ini tidak banyak digunakan di lapangan.

istem manufaktur(Wiratno, 2005) adalah kumpulan dari equipment (yang terdiri


dari peralatan dan mesin produksi, pemindahan material dan sistem komputer) yang terintegrasi
dan human resource (diperlukan untuk full time atau periodically untuk menjalankan sistem),yang
mempunyai fungsi untuk melakukan satu atau beberapa proses operasi dan/atau
Assembly pada suatu bahan material awal, part atau set of parts. Pada intinya, sistem manufaktur
merupakan sistem yang melakukan proses transformasi/konversi keinginan(
needs) konsumen menjadi produk jadi yang berkualitas tinggi.

Alur Proses Produksi Minyak Mentah (Crude Oil)


Alur proses produksi minyak mentah , dari sumur sampai produk minyak mentah yang
telah terpisahkan dengan air sesuai dengan BS&W.
1.1. Sumur
Satu perangkat pipa yang dipasang pada waktu pengeboran, kemudian menjadi tempat
laluan minyak gas dan air dari reservoir ke permukaan, selanjutnya disebut sumur. Terdapat dua
cara pengambilan minyak mentah dari dalam sumur yang digunakanyaitu Sucker Rod
Pump danElectric Submersible Pump (ESP).
a) Prinsip kerja sucker rod pump
Mekanisme kerja pompa sucker rod merupakan gerakan yang kompleks dari semua
komponen yang ada. Bentuk dari sucker rod pump dapat dilihat pada Gambar 1.2. Prime
movermenghasilkan gerak rotasi, gerakan ini diubah menjadi gerakan naik turun oleh pumping
unit. Terutama oleh system pitman assembly crank. Kemudian gerak angguk naik turun ini
oleh horse head dijadikan gerak angguk naik-turun yang selanjutnya menggerakan plunger yang
berada didalam sumur.
Instalasi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan pompa yang ada di dalam sumur
olehsucker rod, sehingga gerak lurus naik-turun dari horse head dipindahkan ke plunger pompa,
danplunger ini bergerak naik turun dalam barrel pompa.
Pada saat upstroke, plunger bergerak ke atas (up-stroke) dimana traveling
valve menjauhistanding valve, maka traveling valve akan tertutup dikarenakan adanya tekanan
dari fluida yang ada di atasnya, sehingga fluida tersebut dapat terangkat dan keluar melalui pipa.
Pada saatplunger bergerak ke atas, tekanan dalam barrel akan berkurang atau vacuum, sehingga
tekanan formasi akan membuka standing valve dan fluida masuk ke dalam barrel.
Pada saat down stroke, standing valve menutup karena tekanan cairan yang diatasnya dan
pengaruh berat bola-bola itu sendiri. Sedangkan travelling valve akan membuka dan terdorong
oleh cairan yang ada dalam barrel, kemudian liquid tersebut mengisi tubing. Proses ini akan
berlanjut (kontinu) sesuai dengan gerakan yang diberikan oleh unit pompa dipermukaan (surface
pumping unit) sampai pipa terisi oleh fluida dan akan bergerak ke permukaan.
Gambar 1.1. Sucker Rod Pump
b) Prinsip kerja ESP
ESP adalah sebuah rangkaian pompa yang terdiri dari banyak tingkat (multistage) dengan
motor yang dibenamkan di dalam fluida dan menggunakan aliran listrik dari permukaan. ESP
merupakan artificial lift dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan buatan lainnya,

akan tetapi dapat menghasilkan pengembalian biaya dengan cepat oleh karena kemampuannya
untuk menghasilkan laju produksi yang tinggi.
Sistem kerja dari ESP ini adalah dengan mengalirkan energi listrik dari transformer (step
down)melalui switch board. Pada switch board, semua kinerja dari ESP dan kabel dikontrol atau
dimonitor. Kemudian energi listrik akan diteruskan dari switch board ke motor melalui kabel
yang diletakkan disepanjang tubing dari rangkaian ESP.
Selanjutnya melalui motor, energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik berupa tenaga
putar. Putaran akan diteruskan ke protector dan pump melalui shaft yang dihubungkan
dengancoupling. Pada saat shaft dari pompa berputar, impeller akan ikut berputar dan
mendorong fluida masuk melalui pump intake atau gas separator ke permukaan. Fluida yang
didorong secara perlahan akan memasuki tubing dan terus menuju ke permukaan
sampai gathering system(SPU). Bentuk dari ESP dapat dilihat pada Gambar 1.2.
Gambar 1.2. Electric Submersible Pump
1.2. Manifold
Manifold merupakan kumpulan dari valve-valve yang berfungsi untuk mengatur aliran
fluida produksi untuk mengatur aliran fluida produksi dari masing-masing sumur. Untuk itu
produksi dari masing-masing sumur itu perlu dikelompokkan terlebih dahulu ke suatu
pemusatanwell centre.
Gambar 1.3. Manifold
1.3. Header
Header merupakan pipa berukuran lebih besar dari flowline yang berfungsi untuk
menyatakan fluida produksi. Secara keseluruhan header mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Menampung fluida produksi dari beberapa gate valve pada suatu unit manifold.
b. Membantu terjadinya suatu proses pemisahan dengan adanya penginjeksian chemical demulsifier.
Terdapat tiga macam header yaitu header produksi, header test dan header cadangan.
Minyak mentah yang dialirkan dari sumur disatukan dalam header produksi. Penginjeksian
demulsifier ditempatkan pada header produksi. Apabila header produksi mengalami kerusakan
atau dalam perawatan, aliran dialihkan menuju header cadangan. Sedangkan header test
berfungsi untuk mengetahui laju aliran fluida.
1.4. Free Water Knock Out / FWKO
FWKO digunakan untuk memisahkan air dan minyak dari fluida hidrokarbon. Air dan
minyak dipisahkan dengan gaya gravitasi serta tekanan 39 psi. Air menuju ke bagian bawah
FWKO sedangkan minyak menuju bagian atas FWKO. Air kemudian tersekat-sekat di bawah
yang kemudian dikeluarkan ke Skimming Pit. Sedangkan minyak keluar melalui flowline menuju
kedalam heater treater. Gambar 1.5 merupakan bentuk FWKO .

Gambar 1.5. Free Water Knock Out


1.5. Heater Treater
Minyak mentah seluruh manifold yang telah mengalami proses pemisahan di FWKO di
pompa kan ke heater treater. Alat ini digunakan untuk memisahkan air dan minyak pada fluida
hidrokarbon. Pemisahan dilakukan dengan cara menginjeksikan uap panas dari boiler. Suhu
padaheater treater berkisar antara 120-125 0F. Gambar 3.6 merupakan bentuk heater treater.

Gambar 1.6. Heater Treater


1.6. Storage Tank
Fungsi storage tank ada dua, yaitu sebagai penampung minyak sementara di manifold dan
SPU serta sebagai tempat untuk memisahkan minyak dan air di PPP. Pada PPP, storage tank ini
dialirkan minyak dari FWKO. Di dalam storage tank ini, minyak dan air yang masih menyatu
akan didiamkan selama beberapa jam untuk dilakukan settling, agar minyak berada diatas dan air
berada dibawah.

Secara umum kegunaan Skimming Pit yaitu sebagai kolam tempat penampungan air
pemisahan. Namun, sekarang Skimming Pit disini digunakan untuk tempat pemisahan kembali
air yang masih mengandung minyak dari storage tank, dan kebocoran pipa dari triplex-pump. Air
keluaran dari skimming pit ini selanjutnya dipompa kan ke sand filter dan ditampung di water
injection tank dan selanjutnya digunakan untuk water injection. Sedangkan minyak yang
terpisahkan dipompakan kembali ke storage tank.
1.8. Heat Exchanger
Digunakan untuk mempercepat proses pemisahan fluida dengan menggunakan steam atau
penguapan. Serta untuk menaikan suhu dari Tangki PPP agar sesuai dengan suhu yang
diinginkan pada saat trucking. Suhu di Tangki PPP adalah 1400F dan suhu pada
saat trucking adalah 1800F.

1.9. Boiler
Boiler merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan karburator. Di boiler di
operasikan menggunakan campuran minyak mentah yang disemprotkan dengan udara untuk
menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga
temperature storage tank agar terjaga antara 132-140 0F serta untuk steam/uap di dalam heat
exchanger.
1.10. HRSG
Heat Recovery Steam Gas (HRSG) merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama
dengan boiler. HSRG di operasikan menggunakan gas yang disemprotkan dengan udara untuk
menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga
temperature storage tank agar terjaga antara 132-140 0F.
1.11. Pompa Triplex
Pompa triplex digunakan untuk memompakan minyak dari storage tank menujutrucking.
Terdapat dua pompa triplex, yaitu pompa produksi dan pompa emergency.
1.12. Trucking
Minyak dari storage tank yang telah disampling terlebih dahulu untuk mengetahui kadar
WOC kemudian akan di trucking ke dalam mobil tangki. Minyak yang akan di trucking ke mobil
tangki harus minyak yang mempunyai kadar WOC tidak lebih dari 0,5%.

http://produksialurminyakbumi.blogspot.com/
Produksi Oil and Gas untuk offshore (upstream industry) dilakukan dengan beberapa tahapan
dimulai dari pencarian reservoar, drilling, casing-segmenting, well construction (oleh service
company) sampai pembangunan platform produksi oleh EPC company.
Platform adalah bangunan yang berada didekat laut ataupun di tengah laut yang dapat
digunakan sebagai tempat tinggal, pengolahan air dan power plant, hingga produksi oil and
gas dari x-mass tree (well) sampai ke onshore.

EPC adalah singakat dari Engineering Procurement dan Construction, adapun EPCI adalah EPC
+ installation.
Apa yang dilakukan EPC company? Seperti yang telah disinggung sebelumnya, EPC company
melakukan pembuatan Platform, mulai dari tahap Engineering (Desain Proses) mulai dari xmass tree sampai ke produksi, pembuangan (vent/flare system), pembangkitan listrik (power
plant), dsb. Di tahap inilah engineer (terutama piping and instrument engineer) akan dihadapi
dengan P&ID (Piping & Instrumentation Diagram). Kemudian setelah dilakukan tahap
pendesainan (Engineering), maka dilakukanlah tahap Procurement.

Pada tahap Procurement ini dilakukan bidding atau tender kepada vendor yang memiliki
device yang cocok dengan desaing engineering sebelumnya. Adapun device untuk
Instrumentation seperti Control Valve (Chocke Valve, Manual Valve, On/Off Valve),
Pressure/Level/Temperature/Flow Transmitter, Cable, Junction Box, Cabinet, dsb. Namun
pemilihan vendor tetap harus memenuhi aprroval dari owner company (Contoh: Chevron,
Total, Pertamina). Kemudia setelah device tersedia (telah memenuhi standar, Ex : FAT test,
Certification, Desaign,dsb), maka di lakukanlah tahap Construction, yaitu pembangunan.
Pada tahap construction, dilakukan pembangunan platform dimulai dari Structure (seperti :
pembangunan badan platform, kaki platform [jacket], dsb), Mechanical Package (seperti
Diesel Engine, Pig Launcer, Vessel, dsb) , Piping (pipa distribusi oil and gas), dan
Instrumentation and telecommunication (pengontrolan [PCS = Process Control System] dan
pengamanan [SSS = Safety Shutdown System]), electrical (power platform). Setelah semua
beres , maka dilakukanlah tahap commissioning (pengecekan ulang).
Untuk Installation adalah tahap pemasangan platform di Offshore itu sendiri.

http://himawantriraharjo.blogspot.com