Anda di halaman 1dari 5

PERENCANAAN KOPLING GESEK UNTUK MOBIL AVANZA VELOS

DENGAN DAYA 104 PS PADA PUTARAN 6000 RPM


Anggi rizky, Irwan Anwar.
Teknik Mesin Fakultas Tenik Universitas Islam Riau
Jl.kaharuddin Nasution Km 11 No 113 Perhentian Marpoyan, Pekanbaru
Telp, 0861-674635 Fax.(0761)674834

ABSTRAK
Perancangan kopling gesek ini bertujuan untuk mengembangkan pengelaman bagi
mahasiswa teknik mesin sebagai tugas dalam menyelesaikan perancangan kopling gesek
untuk mobil angkut dengan daya 140 ps pada putaran 4200 rpm .tugas perancangan
kopling gesek tersebut untuk memudahkan mahasiswa dalam membelajari tentang
perancangan kopling gesek .dalam perancangan koling initidak semua bagian bagian
dari sebuah koling kami jabarkan . hanya sebagian saja dimana dalam hal ini yang
kami bahas adalah ;1. Diameter poros 2.diameter sepline 3. Diameter plat gesek 4.
Diameter plat tengah 5.efesiensi kopling 6.lamanya pemakayan ,dari hasil penghitungan
maka kopling plat gesek di peroleh hasil . momen puntir yang terjadi pada
kopling(T)=23,863KG.MM , diameter poros penggerak (ds)=48 mm. Diameter poros
dudukan bantalan (Db)=63mm, diameter dalam plat kopling (D 1)=268,8 mm, diameter
luar plat kopling (D2)=336 mm, luas plat gesek (A)=32,124mm 2,umur plat kopling
(
pemakaian 365 hari/tahun x 420 hb /hari ) 135,300hb/tahun ,pegas tekan .jumlah pegas
(n1)= 6 buah jumlah lilitan pegas (n2)= 6 buah.jumlah lilitan aktif (n3)=4 buah , diameter
kawat pegas (d)4,3 mm diameter lingkaran pegas (D)=20 mm,lendutan ()5,12mm
panjang lilitan pegas (H)=43mm. pegas kejut jumlah pegas (n 1)=6 buah jumlah lilitan
pegas (n2)6 buah jumlah lilitan aktif (n 3)=4, diameter kawat pegas (d)=3mm,diameter
lingkaran pegas (D)=12mm, lendutan()=1,84mm panjang lilitan pegas (H)=33mm.
Paku keling baris pertama , jumlah paku keling =16buah jari-jari r 1=156mm,diameter
paku keling =2,8mm , p tiap paku keling 9,6kg. Baris kedua, jumlah paku keling =16
buah,jari-jari r2=146mm , diameter paku =3mm,p tiap paku keling =10,3kg , baris ketiga
,jumlah paku keling =16 buah ,jari-jari r3=120mm , diameter paku 3,2mm p tiap paku
keling =13kg ,baris keempat ,jumlah paku keling =6 buah ,jari-jari r 4=95mm, diameter
paku =3,6mm p tiap paku keling=42kg

Kata kunci : kopling gesek untuk kendaraan angkut

Ket :
1. Penulis
2. Pembimbing

PENDAHULUAN
Kendaraan bermotor seperti mobil
memiliki beberapa elemen yang sangat
penting agar mobil tersebut dapat
berjalan.
Elemen-elemen
tersebut
diantaranya antara lain:
Kopling,
dimana
kopling
berfungsi untuk memutus dan
meneruskan putaran dari mesin
ke transmisi.
Mesin, dimana mesin ini yang
menghasilkan putaran.
Transmisi, berfungsi untuk
mereduksi putaran.
Propeller shaft, berfungsi untuk
meneruskan
putaran
dari
transmisi ke gardan.
Gardan,
berfungsi
sebagai
penyearah putaran, sehingga
putaran menjadi searah dan
mobil bisa berjalan. Dari salah
satu elemen tersebut, kopling
sangat diperlukan pada mobil.
Kopling sebagai elemen mesin yang
saat ini banyak digunakan pada
kendaraan
bermotor,
mesin-mesin
industri, dan lain-lain.Oleh karna itu
diperlukan pertimbangan-pertimbangan
untuk merencanakan kopling ini. Hal ini
dimaksudkan agar masalah-masalah
yang telah dijelaskan diatas dapat
dihindarkan.
Dengan
dapat
dihindarkannya
masalah-masalah
tersebut, kepuasan konsumen akan
semakin tinggi. Dengan adanya hal
tersebut maka perlu adanya perancanaan
kopling yang tepat dan teliti.
Berdasarkan penjelasan diatas,
maka penulis ingin merencanakan
elemen mesin yaitu kopling dengan
judul: perencanaan kopling pada

kendaraan angkut dengan daya 140 PS


pada putaran 4.200 rpm.

Tujuan Perencanaan

Untuk merencanakan kopling


yang lebih efisien dan efektif.
Untuk mengatasi kelemahankelemahan dari kopling, yang
ditemui dimasyarakat.
Untuk
menganalisa
kekurangan-kekurangan
dari
kopling-kopling sebelumnya.

Batasan Masalah
Kopling merupakan suatu sistem
yang sangat luas, oleh sebab itu penulis
akan membatasi permasalahan yang
akan dibahas pada kendaraan angkut
dengan daya 140 Ps pada putaran 4.200
Rpm, meliputi beberapa elemen
elemen penting yaitu : analisa kopling,
poros, plat gesek, pegas dan paku
keling, agar tidak terjadi kesalahan
dalam analisa kopling dan perhitungan
maka penulis akan memperhatikan
faktor faktor koreksi dan faktor
faktor internal yang digunakan.

Pengertian Kopling
Sebuah mobil dapat berpindah
dari satu tempat ketempat lain dengan
membawa
serta
beberapa
orang
didalamnya merupakan salah satu
penemuan yang sangat penting dan
berguna hingga saat ini. Mobil tidak
dapat bergerak begitu saja tanpa ada
tenaga yang menggerakkannya, tenaga
tersebut berasal dari mesin yang
menghasilkan daya dalam bentuk
putaran yang nantinya disalurkan
keroda. Putaran dari mesin tidak dapat

langsung disalurkan keroda namun


dibantu oleh beberapa elemen mesin lain
hingga didapatkan putaran yang
diinginkan pada roda.
Elemen-elemen mesin tersebut
adalah Mesin, Kopling, Transmisi,
Propeller, Gardan, dan Roda. Setiap
elemen-elemen tersebut memiliki fungsi
yang berbeda dan saling mendukung
mesin ke transmisi.Saat ini
terdapat macam-macam jenis kopling

Analisa dan Penggunaan Kopling


Secara garis besar penggunaan kopling
antara lain sebagai berikut :
a. Untuk menjamin mekanisme
dan karakteristik getaran yang
terjadi akibat bagian bagian
mesin berputar.
b. Untuk menjamin hubungan
antara poros yang digerakkan
yang dibuat secara terpisah.
c. Untuk mengurangi beban lanjut
atau hentakan pada saat
melakukan transmisi dari poros
penggerak ke poros yang akan
digerakkan.

Klasifikasi Kopling
Ditinjau dari bentuk dan cara
kerjanya, kopling dapat dibedakan atas
tiga golongan yaitu :
Kopling Tetap
Kopling Fluida
Kopling tak Tetap

satu sama lainnya. Ditinjau dari segi


definisi kopling adalah suatu elemen
mesin yang dapat menghubungkan dan
memutuskan putaran dan daya dari
poros penggerak ke poros yang
digerakkan
pada
aplikasi
pada
kendaraan yaitu mobil. Kopling
berfungsi sebagai pemindah daya dari
yang digunakan sesuai dengan daya
yang dipindahkan.
Jenis Pegas menurut beban yang
dapat diterimanya:
Pegas tekan atau kompresi.

Pegas tarik

Pegas puntir
.

Bahan Pegas
Bahan baja dengan penampang
lingkaran paling banyak digunakan.
Pegas untuk pemakaian umum dengan
diamater kawat 9,5 mm, biasanya dibuat
dari kawat tarik keras yang ditemper
dengan minyak. Untuk diameter kawat
yang lebih besar dari 9,2 mm dibuat dari
batang rol yang dibentuk panas. Pada
pegas yang terbuat dari kawat tarik
keras, tidak dilakukan perlakuan panas
setelah dibentuk menjadi pegas. Kawat
yang ditemper dalam minyak diberikan
perlakuan panas pada waktu proses
pembuatan kawat berlangsung untuk
memperoleh sifat fisik yang ditentukan
dan digulung dalam keadaan lunak lalu
diberi perlakuan panas. Pegas dari bahan
macam ini agak mahal harganya.

METODOLOGI
PERENCANAAN
Pegas
Pegas
berfungsi
untuk
melunakkan gaya tumbukkan dengan
memanfaatkan sifat elastis, menyimpan
energi, serta mengurangi getaran.

Berdasarkan spesifikasi dari


tugas yang diberikan yaitu rancangan
kopling gesek untuk kendaraan dengan
spesifikasi daya 140 PS dan putaran
4.200 rpm, maka akan dibahas
perhitungan dari masing-masing bagian
kopling tersebut.

Analisa Perhitungan poros


Sesuai dengan spesifikasi daya
(P) 140 PS dan putaran poros (n 1) adalah
4.200 rpm.

Analisa Perhitungan Plat


Gesek
Momen puntir yang diteruskan ( T )
F=

( D22 - D12 ) x Pa

Baris

Jumlah

r (mm)

paku
16

156

II

16

146

III

16

140

IV

95

Sumber : Sularso; Kiyokatsu Suga. Dasar


Perencanaan Dan Pemilihan Eleme Mesin

Kesimpulan
Dari hasil perhitungan dan
perencanaan didapat data spesifikasi
dari kopling plat gesek. Untuk
kendaraan angkut dengan daya sebesar
140 Ps dan putaran 4.200 rpm. Jadi dari
perhitungan
ini
dapat
diambil
kesimpulan bahwa untuk merencanakan
suatu unit kopling maka diperlukan
ketelitian agar perencanaan kopling
gesek plat kering ini dapat optimal dan
sesuai dengan yang diinginkan.

Saran

gambar 2.19 Plat gesek

Perhitungan Umur Kopling

Momen Puntir
Momen puntir ( T ) dari
daya penggerak

Analisa Perhitungan Pegas

Pegas Kejut
Pegas Tekan

Perhitungan Paku Keling


Tegangan tarik izin (t) dihitung dengan
persamaan .
t

b
sf 1 xsf 2

Tegangan geser izin (g) dihitung dengan


persamaan
g = 0,8 x t

Dalam perencanaan kopling gesek ini


dapat dibuat saran sebagai berikut:
Perhitungan
terhadap
momen yang terjadi pada
plat gesek kopling harus
tepat agar diperoleh kinerja
kendaraan yang optimal
karena plat gesek sangat
mempengaruhi pemindahan
momen
dari
poros
penggerak ke poros yang
digerakkan.
Bahan yang digunakan
dalam analisa perhitungan
poros mempunyai kekuatan
tarik yang besar karena hal
ini sangat menentukan
diameter poros kopling.
Penggunaan kopling pada
kendaraan haruslah sesuai
dengn standar yang telah
ditentukan
karena
hal

tersebut
mempengaruhi
umur dari kopling tersebut.
Dalam
tugas
perencanaan
kopling plat gesek ini masih banyak
kekurangan dan ketelitian dalam analisa
perhitungan serta pengujian, disebabkan
pengetahuan yang terbatas dari penulis
tentang kopling dan elemen-elemennya.
Saran dari penulis kepada pembaca,
dalam menyusun dan menyelesaikan
tugas gunakan lebih banyak buku
referensi. Semakin banyak referensi
akan menghasilkan perencanaan yang
lebih baik.

Daftar pustaka

SULARSO dan SUGA .Dasar


Perencanaan dan Pemilihan Elemen
mesin,
Pt.
PRADNYA
PRATAMA,Jakarta
Umar Sukrisno, bagian-bagian
mesin dan perencanaan, Erlangga,
Jakarta pusat
Wiranto
Arismunandar, Penggerak mula,
Erlangga, Jakarta pusat.
Kros. C. Ir Stock. J. Elemen Mesin,
Penerbit Erlangga, 1993.