Anda di halaman 1dari 7

Resume Hama dan Penyakit pada Tanaman Perkebunan

1. Hama Tembakau
Ulat Grayak (Spodoptera litura )

Gejala:
Adanya lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan
ulat tersebut.
Pengendalian:
Memangkas dan membakar sarang telur serta ulat, penggenangan lahan pagi dan sore
hari, melakukan penyemprotan Natural VITURA.

Ulat Tanah ( Agrotisypsilon )

Gejala
Daun berlubang dan tangkainya rebah.
Pengendalian:
Memangkas daun yang menjadi sarang ulat, penggenangan lahan, dan penyemprotan
PESTONA.

Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )

Gejala:
Daun berlubang-lubang terutama pada pucuknya.
Pengendalian:
Pengendalian secara manual, menjaga sanitasi, dan penyemprotan PESTONA.

Nematoda ( Meloydogyne sp. )

Gejala:
Adanya bisul pada akar, tanaman kerdil, tanaman layu, daun berguguran.
Pengendalian:
Menjaga sanitasi kebun, pemberian GLIO pada masa awal tanam, penyemprotan
PESTONA

Kutu kutuan ( Aphid sp., Thrips sp., Bemisia sp.)

Ketiga hama ini merupakan pembawa penyakit yang disebabkan virus.


Pengendalian:
Pengendaliannya menggunakan predator Koksinelid dan penyemprotam Natural
BVR.
2. Hama pada Tebu
Hama Penggerek Batang (Chilo sacchariphagus)

Gejala: adanya lubang gerek pada permukaan batang. Titik tumbuh mati, daun muda
layu atau kering.
Pengendalian: rotasi tanaman palawija, pemanfaatan Trichograma sp.,penyemprotan
penggunaan insektisida apabila kerusakan melebihi 5%.

Hama Penggerek Pucuk (Scirpophaga nivella)

Gejala: Tebu terlihat mati tetapi masih terdapat anakan yang tumbuh.
Pengendalian: penggunaan carbofuran saat tanaman berusia 4-5 bulan, pelepasan
parasit Trichogramma japonica, Elasmus sp.dan Allorhogas sp. Pelepasan T. japonica
dilakukan pada saat tebu berumur 1,5 4 bulan. Pemotongan tebu yang terkena hama
tersebut.

Hama Kutu Bulu Putih (Ceratovacuna lanigera)

Gejala: Pertumbuhan tanaman stagnan, tanaman mengering dan mati.


Tanda: Adanya embun madu pada daun tebu.
Pengendalian: Pemanfaatan Encarsia flavoscutellum, pemangkasan daun yang terkena
embun madu akibat hama tersebut, dan penyemprotan insektisida.

Hama Uret (Epidiota stigma, Leucopolis rorida, Psilopholis sp., Euchlora viridis,
Holotrichia helleri, dan Pachnessa nicobaric)

Gejala: Tanaman rebah, kering, dan akar rapuh.


Tanda: Adanya lubang berbentuk V pada daun.
Pengendalian: Penggunaan Lindane dan BHC, pemanfaatan musuh alami Tiphi
segregata C. dan Campsomeris marginella. Penyiangan tanaman yang terkena hama
uret.

Hama Tikus (Rattus argentiventer, Rattus exulans, dan Bandicota indica)


Gejala: titik tumbuh mati dan tanaman mudah rebah.
Tanda: adanya bekas keratan pada batang.
Pengendalian: melakukan gropyokan. Penyemprotan sarang dengan sulfur dan
antikoagulan.

Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura)


Gejala: Daun menjadi kering.
Tanda: Jumlah daun semakin sedikit.
Pengendalian: pelepasan Trichogramma chilonis awal musim hujan.

3. Hama pada Karet


Hama Tikus (Rattus sp.)

Tanda: Daun muda berkurang jumlahnya, adanya gigitan pada dau tersebut, tikus
sangat menyukai biji karet.
Pengendalian: Penggunaan tempat pelindung saat penyemaian dan penanaman awal.

Hama Siput (Achatina fulica)

Gejala: Adanya jalur patah-patah pada daun akibat jalur siput.


Pengendalian : Pengambilan siput secara manual dan penggunaan dedak.

Hama Uret Tanah (Helotrichia serrata)


Tanda: Daun tanaman karet cepat habis akibat hama ini. Hama ini menyerang
tanaman saat fase pembibitan.
Pengendalian: pemberian Furadan 3 G, Diazinon 10 G, atau Basudin 10 G.

Hama Rayap (Microtermes inspiratus dan Captotermes curvignathus)

Tanda: tanaman habis karena hama ini menyerang daun hingga akar saat masa
pembibitan.

Penngendalian: Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan dengan menyemprotkan


insektisida pembasmi rayap seperti Furadan 3 G. Secara kultur teknis ujung stum
sampai sedikit di atas mata dibungkus plastik agar rayap tidak memakannya.

Hama Kutu (Saissetia nigra, Laccifer greeni, Laccifer lacca, Ferrisiana virgata,
dan Planococcus citri)

Gejala: Tanaman kering, menguning, dan kerdil.


Pengendalian: Penggunaan BVR dan PESTONA.

4. Hama pada Lada


Penggerek Batang Lada (Lophobaris piperis)

Gejala: batang layu, daun menguning, daun mengering, dan mati.


Pengendalian: Pemangkasan sulur cacing dan sulur gantung. penggunaan A.pintoi
sebagai tanaman penutup dan penggunaan karbofuran 30-50 g/tanaman yang
dikombinasikan dengan bahan organik.

Hama Pengisap Bunga (Diconocoris hewetti)


Gejala: kerusakan tandan, salah bentuk, dan buah menjadi sedikit. Apabila semakin
parah maka bunga akan rusak, tangkai menjadi hitam, dan bunga gugur.
Pengendalian: penyemprotan PESTONA dan pemotongan tandan bunga.

Hama Pengisap Buah (Dasynus piperis)


6

Gejala: bercak kehitaman pada buah, buah menjadi hampa. Pada buah muda
berguguran sehingga tandan buah menjadi kosong.
Pengendalian: Mengambil telur hama di permukaan buah, cabang, dan daun.
Menggunakan PESTONA.

REFERENSI

Melalui http://babel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?
option=com_content&view=article&id=204:hama-dan-penyakit-tanaman-ladabeserta-strategi-pengendaliannya&catid=15:info-teknologi diakses pada 26 Maret
2015 pukul 21:28 WIB
Melalui
http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpsurabaya/berita-481
diakses pada 26 Maret 2015 pukul 20.00 WIB