Anda di halaman 1dari 2

Menyusun Laporan Arus Kas

Menurut Smith dan Skousen (1992:191), penyusunan laporan arus kas meliputi empat
langkah pokok :
1. Menentukan perubahan dalam kas
2. Menentukan arus kas bersih dari aktifitas operasi
3. Menentukan arus kas dari aktifitas investasi dan pendanaan
4. Menyiapkan suatu laporan arus kas formal.
Ada dua metode pelaporan arus kas dari operasi, metode tidak langsung dan metode
langsung. Metode tidak langsung (indirect method), laba bersih disesuaikan dengan pos
penghasilan (beban) non-kas dan dengan akrual, untuk menghasilkan arus kas dari operasi.
Keunggulan metode ini adalah adanya rekonsiliasi perbedaan antara laba bersih dengan arus
kas operasi, yang membantu pengguna laporan keuangan untuk memprediksi arus kas melalui
prediksi laba yang kemudian menyesuaikan laba untuk jarak antara laba besih dengan arus
kas akual non-kas.
Metode langsung (direct method) disediakan setelahnya sebagai perbandingan.
Metode ini menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi untuk akrual terkait, sehingga
menghasilkan format yang lebih baik untuk menilai jumlah arus kas masuk (keluar) operasi.
Kedua metode tersebut menggunakan format yang sama untuk menghitung kas bersih dari
aktivitas investasi dan pendanaan. Yang berbeda hanyalah penyusunan arus kas bersih dari
aktivitas operasi.
Persiapan Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan campuran antara laporan laba rugi dengan neraca. Laba
bersih pertama-tama disesuaikan untuk penghasilan dan beban non-kas untuk menghasilkan
laba kas. Laba kas ini kemudian disesuaikan untuk kas yang dihasilkan dan digunakan oleh
transaksi neraca guna menghasilkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Titik awal laporan arus kas adalah laba bersih yang mula-mula disesuaikan untuk
beban penyusutan dan amortisasi non-kas. Proses penyusutan kemudian mengalokasikan
biaya perolehan selama masa manfaatnya unuk menandingkan beban terhadap pendapatan
yang dihasilkan oleh aset yang bersangkutan.

Karena laporan arus kas berfokus pada arus kas, beban non-kas yang diakui dalam
perhitungan laba besih harus dihilangkan, yaitu dengan menambahkan kembali beban
penyusutan dan amortisasi. Penambahan beban penyusutan dan amotisasi tersebut tidak
meningkatkan arus kas operasi melainkan hanya menghapuskan beban yang dikurangkan
dalam perhitungan laba bersih.
Cara yang sama juga digunakan unuk menyesuaikan laba bersih terhadap keuntungan
(kerugian) penjualan aktiva. Tujuan penyesuaian ini bukanlah untuk mengeleminasi
keuntungan (kerugian) secara keseluruhan, melainkan memindahkannya dari bagian operasi
laporan arus kas. Arus kas masuk dari penjualan aktiva disajikan dalam arus kas bersih dari
aktivitas investasi. Penyesuaian terakhir adalah analisis kas yang dihasilkan oleh perubahan
dalam aktiva lancar dan kewajiban lancar.
Penyesuaian untuk perubahan pos neraca dapat diringkas sebagai berikut:
Akun

Kenaikan

Penurunan

Aset

(Kas keluar)

Kas masuk

Kewajiban

Kas Masuk

(Kas keluar)

Setelah laba bersih disesuaikan untuk beban penyusutan dan amortisasi serta
keuntungan (kerugian) penjuala aset, langkah akhir perhitungan arus kas dari operasi adalah
mempelajari perubahan dalam aset (kewajiban) lancar.