Anda di halaman 1dari 2

Anatomi kelenjar saliva

Saliva dihasilkan oleh kelenjar saliva yang terdiri atas sepasang kelenjar saliva mayor serta
beberapa kelenjar saliva minor. Kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar parotis,
submandibularis, dan sublingualis. Kelenjar parotis merupakan kelenjar saliva terbesar yang
terletak bilateral didepan telinga antara ramus mandibularis dan processus mastoideus dengan
bagian yang meluas ke muka dibawah lengkungan zygomatik. Kelenjar submandibularis
merupakan kelenjar saliva terbesar kedua yang terletak pada dasar mulut dibawah korpus
mandibula. Salurannya bermuara melalui lubang yang terdapat disamping frenulum lingualis.
Kelenjar sublingualis adalah kelenjar saliva mayor terkecil dan terletak paling dalam, pada dasar
mulut antara mandibula dan otot genioglossus. Masing masing kelenjar sublingualis sebelah
kanan dan kiri bersatu untuk membentuk massa kelenjar di sekitar frenulum lingualis.
Sedangkan kelenjar saliva minor terdiri dari kelenjar lingualis, bukalis, labialis, palatinal dan
glossopalatinal. Kelenjar kelenjar ini berada di bawah mukosa dari bibir, lidah, pipi serta
palatum.

Faktor yang mempengaruhi sekresi saliva :


1. Derajat dehidrasi
Derajat dehidrasi atau cairan tubuh yang merupakan factor paling penting karena apabila
cairan tubuh berkurang 8% maka kecepatan aliran saliva akan berkurang bahkan
mencapai nol.
2. Posisi tubuh
Posisi tubuh dalam keadaan berdiri merupakan kecepatan aliran saliva tertinggi bila
dibandingkan posisi duduk dan berbaring. Pada posisi berdiri, laju saliva akan mencapai
100%, pada posisi duduk 69% dan pada posisi berbaring 25%
3. Paparan cahaya
Dalam keadaan gelap, laju aliran saliva akan mengalami penuruan sebanyak 30 40 %
4. Obat
Penggunaan obat obatan misalnya atropine dan obat kolinergik dapat menurunkan
aliran saliva.

5. Usia
Sekresi saliva pada usia lebih tua akan mengalami penurunan, dibandingkan pada anak
dan remaja
KOMPOSISI SALIVA
Faktor yang mempengaruhi :
1. Tipe kelenjar
Sekresi masing masing kelenjar berbeda secara alamiah dan kuantitas dari protein dan
elektrolit yang berbeda.
2. Kecepatan sekresi
Makin meningkat kecepatan sekresi, maka makin meningkat pula konsentrasi protein,
natrium, klorida, dan bikarbonat. Sedangkan konsentrasi magnesium dan fosfat akan
menurun.
3. Lamanya stimulus
Pada kecepatan sekresi yang konstan, komposisi saliva dapat bervariasi tergantung
lamanya stimulus
4. Sifat stimulus
Garam menstimulasi protein di dalam saliva menjadi lebih banyak sedangkan gula akan
meningkatkan konsentrasi amylase pada saliva
5. Diet
Diet menyebabkan perubahan konsentrasi fosfat plasma dan urea