Anda di halaman 1dari 11

EKONOMI PERTANIAN DI INDONESIA

CIRI UMUM PERTANIAN INDONESIA

Pertanian Indonesia adalah pertanian Tropika, karena sebagian


besar berada di daerah tropika
Secara oceanografis sebagai sumber perikanan laut, sedangkan
perikanan darat terutama di danau, sungai, rawa-rawa, tambak,
kolam dan sawah
Tanaman pertanian subtropis dan tanaman iklim sedang seperti teh,
kopi, kina, sayuran dan buah-buahan menjadi tanaman
perdagangan Indonesia
Daerah kepulauan yang beriklim panas, Indonesia mempunyai
curah hujan yang tinggi terutama Padang, Kalimantan Tengah, dan
Ambon, sehingga hutannya sangat lebat
Perkembangan jenis ternak di Indonesia sangat dipengaruhi curah
hujan, kesuburan tanah serta faktor kelembaban dan suhu udara

Pada daerah dengan curah hujan sedang dan rendah, ditandai dgn
adanya hutan yang tidak lebat dan padang sabana, Indonesia
bagian timur adalah daerah sabana yang cukup persediaan hijauan
ternak cocok utk sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba
Pulau Jawa yang tidak dilalui khatulistiwa mempunyai dua musim
yaitu musim hujan dan kemarau mempunyai ciri khas sifat pertanian
tanaman padi, dan bahan makanan pokok yang banyak
memerlukan air untuk pertumbuhan
Di daerah yang sangat kekurangan air dan kurang subur, cara dan
saat bertanam sangat erat hubungannya dengan musim, dan di
daerah ini dikenal dengan TUMPANG SARI
Akibat sistim penanaman yang sangat dipengaruhi oleh musim,
maka ada saat panen raya dan saat kekurangan persedian pangan
(paceklik).

1.
2.
3.

Di luar jawa istilah paceklik tidak begitu dikenal, hal ini


disebabkan karena lebih banyak hasil tanaman perdagangan
yang diusahakan seperti kopi, karet, lada
Selain itu karena curah hujan hampir sepanjang tahun maka
tanaman padi musim hujan ditanam bergilir dari satu tempat ke
tempat lain, sehingga tidak dikenal panen raya
Faktor lain adalah perubahan suhu yang relatif kecil
Sedangkan faktor yang lain dalam pertanian adalah jenis tanah
yang dibagi :
Tanah pegunungan berapi yang umumnya subur dengan susunan
tanah yang baik
Tanah datar aluvial yang subur tapi dengan susunan yang agak
berat
Tanah tersier yang kurang subur

PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA


Indonesia merupakan negara pertanian artinya pertanian memegang
peranan penting dari perekonomian nasional, hal ini ditunjukan oleh
tenaga kerja yang hidup dari sektor pertanian sangat besar
Pada abad 15 dan 16 Bangsa Eropa ke Indonesia untuk memperoleh
rempah-rempah yang banyak diminta oleh pasar Eropa
Tahun 1930 jumlah investasi asing mencapai 1.6 milyar US$ dan 54
% di sektor pertanian
Tahun 1973, 65 % penduduk hidup dari sektor pertanian walaupun
sektor ini hanya menyumbang 40% pada produk domestik bruto
Tahun 1985, keadaan tidak banyak berubah 54,66% bekerja di sektor
pertanian, tetapi sumbangan terhadap produk domestik bruto hanya
24%
Lapangan kerja yang terbatas atau secara relatif jumlah tenaga kerja
lebih banyak dari sumberdaya alam dan faktor produksi lain shg
menjadi setengah menganggur (disguised unemployment)

Peranan sektor pertanian semakin menurun, sedangkan sektor


industri dan pertambangan semakin meningkat. Hal ini disebabkan
investasi modal asing ke indonesia relatif lebih banyak ditanamkan
disektor industri dan pertambangan
Sumbangan komoditi minyak yang tinggi sangat berpengaruh
terhadap komposisi nilai ekspor, akan tetapi minyak bukan
merupakan sumber yang dapat diperbaharui (renewable)
Sumberdaya hutan merupakan sumberdaya yang dapat
diperbaharui sehingga merupakan keunggulan dari sub sektor
pertanian
Pengelolaan sumberdaya hutan modern mendasarkan pada sifat
renewable dan potensi serba guna bagi kesejahteraan masyarakat
sepanjang masa

PEMBAGIAN BIDANG-BIDANG PERTANIAN

Pertanian dalam arti luas mencakup : (1) Pertanian rakyat atau


disebut pertanian dalam arti sempit; (2) Perkebunan (rakyat dan
besar); (3) Kehutanan; (4) Perternakan; dan (5) Perikanan (darat
dan laut)
Pembagian konvensional ini sering rancu antara pertanian rakyat
dan perkebunan rakyat yang berbeda komoditi, atau komoditi
jagung dan ketela untuk komoditi pasar luar negeri, sehingga
dianjurkan dua istilah yaitu usahatani pertanian rakyat (subsisten)
dan perusahaan pertanian (komersial)
Pertanian rakyat diartikan sebagai usaha pertanian keluarga dimana
diproduksi bahan makanan utama seperti beras, palawija dan
tanaman hortikultura, serta diusahakan di sawah, ladang dan
pekarangan, dan tujuan penggunaan hasil untuk keperluan
konsumsi keluarga

Keputusan petani menanam bahan makanan didasarkan atas iklim,


modal, tujuan penjualan hasil, serta harapan harga
Di luar jawa tanaman bahan makanan bertujuan untuk menjaga
persediaan apabila hasil tanaman perdagangan gagal atau harga
merosot. Demikian pula untuk mata pencaharian sektor perikanan
seperti nelayan
Pertanian rakyat dapat disimpulkan meliputi pengertian perkebunan
rakyat, perikanan rakyat dan pencaharian hasil hutan. Usahatani ini
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup (subsisten) pertanian
dan keluarga, serta hasilnya untuk konsumsi keluarga dan faktor
produksi beserta modal berasal dari dalam usahatani sendiri
Usahatani keluarga bertujuan pendapatan keluarga sedangkan farm
atau pertanian komersial bertujuan untuk keuntungan sebesarbesarnya

Perkebunan atau plantation terdapat didaerah musim panas dengan


manajemen seperti perusahan industri dan memanfaatkan hasil
penelitian dan teknologi terbaru shg disebut industri pertanian
Sejarah perkebunan dimulai tahun 1870 sebagai hak usaha dengan
hak erfpacht yang meliputi waktu maksimum 75 th dan luas
maksimum 360 hektar. Sedang hak opstaal untuk mendirikan
bangunan dan hak eigendom untuk rumah tinggal
UUPA tahun 1961 mengubah hak erfpacht menjadi hak guna usaha
dan hak guna bangunan maksimum 10 th
Kehutanan merupakan ilmu yang menerangkan bagaimana hub
antara tanah, hutan dgn manusia dan alokasi sumber industri serta
cara bagaimana sehingga sumber tersebut dapat memberikan
kepuasan yang diinginkan manusia

Ilmu ekonomi kehutanan menurut Henry Vux diperlukan karena : (1)


Produksi kehutanan membutuhkan jangka waktu panjang, (2) Pada
kenyataannya modal merupakan hasil akhir, dan (3) Nilai hutan
tidak dapat langsung diukur dengan harga pasar yang ada
Hutan di rencanakan peruntukannya : (1) Hutan lindung; (2) Hutan
suaka alam; (3) Hutan produksi; dan (4) Hutan wisata
Peternakan dapat dibedakan menjadi : (1) Peternakan rakyat
dengan cara pemeliharaan yang tradisional tujuan utama dijual dan
konsumsi keluarga; (2) Peternakan rakyat dengan cara
pemeliharaan yang semi komersial tujuan utama menambah
pendapatan keluarga dan konsumsi (3) Peternakan komersial
tujuan utama keuntungan sebesar-besarnya dan biaya produksi
ditekan
Perikanan adalah segala usaha penangkapan budidaya ikan serta
pengolahan sampai pemasaran hasil

PERTANIAN DI JAWA DAN LUAR JAWA

Pertanian secara teknis ekonomis sesuai proses pengambilan


dibagi menjadi : (1) Pertanian ekstraktif yaitu mengambil hasil dari
alam dan mengembalikan sebagian untuk pengambilan berikutnya;
(2) Pertanian generatif yaitu memerlukan pembenihan, pengolahan
tanah, pemeliharaan, pemupukan dan lain-lain baik hewan maupun
tanaman
Pola kehidupan pertanian di Jawa dengan man land ratio 64%
penduduk petani sedang daerahnya 7% seluruh daerah Indonesia,
Labor intensive (padat karya), produksi makin terpusat pada
produksi beras, sedang tanaman perdagangan tebu, tembakau
Pola kehidupan pertanian luar jawa jumlah penduduk sedikit dan
luas tanah besar, sehingga bersifat tidak labor intensive, banyak
perkebunan seperti kelapa sawit, karet, kopra. Sehingga
perkembangan pertanian di luar jawa erat hub dengan
pembangunan daerah dan pemindahan tenaga kerja