Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

MANAJEMEN PEMASARAN

DISUSUN OLEH :
HARTINI

: 1310421017

WINDA SAWITRI

: 1310421026

YEYEN ANJELIA PUTRI : 1310421016


TRIYEGI M.

: 1310421001

FAKULTAS EKONOMI DAN ILMU SOSIAL


UNIVERSITAS FAJAR
MAKASSAR
2014

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami
membahas mengenai MANAJEMEN PEMASARAN.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan
selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan
saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari
pembaca

sangat

kami

harapkan

untuk

penyempurnaan

makalah

selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.
Makassar, 8 Desember 2014
Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

PT. MANDIRI PERSERO Tbk,

SEJARAH
Pra-Pembangunan
Pasca Penggabungan

SLOGAN

BAURAN PEMASARAN
Pemasaran
Promotion
Place
Price

STP (Segmentasi, Targeting, Positioning)

CRM (Customer Relationship Management)

BAB I
1.1. PT. Bank Mandiri (PERSERO) Tbk.
Adalah bank yang berkantor pusat diJakarta, dan merupakan bank terbesar di
Indonesia dalam hal asset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober
1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh
Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik pemerintah yaitu : Bank Bumi
Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan
Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Digabungkan kedalam Bank Mandiri.

1.2. SEJARAH
1. Pra-Pembangunan

Sejarah keempat Bank (BBD,BDN,Bank Exim, dan Bapindo) tersebut sebelum


bergabung menjadi Bank Mandiri, dapat di telusuri lebih dari 140 tahun yang lalu.
Keempat bank nasional tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan dunia
perbankan Indonesia, dan masing-masing telah memainkan peranan yang penting
dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

a. Bank Dagang Negara


Merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Sebelumnya Bank Dagang Negara
dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di
Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi
Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan

berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah yang
membiayai sector industry dan pertambangan.

b. Bank Bumi Daya


Didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula dari nasionalisasisebuah
perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada
tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik
Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan
operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, bank umum negara digabungkan kedalam
Bank Negara Indonesiadan berganti nama menjadiBank Negara Indonesia Unit IV
beralih menjadi Bank Bumi Daya.

c. Bank Ekspor Impor Indonesia

Bank ekspor impor Indonesia (bank exim) berawal dari perusahaan dagang belanda
N.V. nederlansche handels maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan
mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah
Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada
tahun 1965 perusahaan ini di gabung dengan bank negara Indonesia menjadi bank
negara Indonesia unit II. Pada tahun 1968 bank negara Indonesia unit II pecah
menjadi 2 unit, salah satunya adalah bank Negara Indonesia unit II Divisi Expor
Impor, Yang akhirnya menjadi Bank Exim, Bank pemerintah yang membiayai kegiatan
Ekspor dan impor.

d. Bank Pembangunan Indonesia


Bapindo berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang
didirikan pada tahun 1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung
pembangunan sector-sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industry, dan
pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN
kemudian digabung dengan bank Bapindo. Pada tahun 1970, bapindo ditugaskanuntuk
membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka
panjang pada sector manufaktur, transportasi dan pariwisata.

2. Pasca Penggabungan

Bank Mandiri dibentuk pada 2Oktober 1998, dan empat bank asalnya efektif mulai
beroperasi sebagai bank gabungan pada pertengahan tahun 1999. Setelah selesainya
proses marger, Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi, termasuk
pengurangan cabang dan pegawai. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand
diseluruh jaringan melalui iklan dan promosi.

Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform


teknologi. Bank Mandiri mewarisi Sembilan system perbankan dari keempat legacy
banks. Setelah investasi awal untuk konsolidasi system yang berbeda tersebut,
Bank Mandiri mulai melaksanakan program pergantian platform yang berlangsung
selama

tiga

tahun,

dimana

program

pengganti

tersebut

difokuskan

untuk

meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen retail banking.


Pada saat ini, infrastrukturteknologi informasi Bank Mandiri sudah mampu
melakukan pengembangan e-channel dan produk retail dengan time yo market
yang lebih baik. Dalam proses penggabungan dan pengorganisasian ulang tersebut,
jumlah cabang Bank Mandiri dikurangi sebanyak 194 buah dan karyawannya
berkurang dari 26.600 menjadi 17.620. direktur utamanya yang pertama adalah
Robby Djohan, kemudian pada mei 2000, posisi Djohan digantikan ECW Neloe. Neloe
menjabat selama 5 tahun, sebelum digantikan Agus Martowardojo sebagai direktur
utama sejak mei 2005. Neloe menghadapi dugaan keterlibatan pada kasus korupsi di
bank tersebut. Pada maret 2005, bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang
tersebar disepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negri. Selain itu, bank
Mandiri mempunyai sekitar 2.500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank
Syariah Mandiri, Mandiri Sekuiritas, Axa Mandiri.
Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak
utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sector usaha, nasabah bank mandiri
bergerak dibidang usaha yang sangat beragam. Sebagai bagan dari upaya penerapan
prudential banking & best-practices risk management,Bank Mandiri telah
melakukan berbagai perubahan. Salah satunya, persetujuan kredit dan pengawasan
dilaksanakan dengan four-eye principle, dimana persetujuan kredit dipisahkan dari
kegiatan pemasaran dan bussines unit. Sebagai bagian diverifikasi resiko dan
pendapatan, Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam
melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Pada akhir 1999, porsi
kredit kepada nasabah corporate masih sebesar 87% dari total kredit, sementara
pada 31 Desember 2009, porsi kredit kepada nasabah UKM dan Mikro telah
mencapai 42,22% dan porsi kredit kepada nasabah consumer sebesar 13,92%,
sedangkan porsi kredit kepada nasabah corporate mencakup 43,86% dari total
kredit.
Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun
2009, Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya
dengan merevitalisasi visi dan misi untuk menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang
paling dikagumi dan selalu progresif. Pada juni 2013, Bank Mandiri sudah mempunyai
1.811 cabang dan sekitar 11.812 ATM yang tersebar merata di 34 provinsi di

Indonesia tanpa terkecuali, semakin menegaskan Bank Mandiri sebagai salah satu
dari jajaran bank terbesar di Indonesia.

1.3. SLOGAN

1998-2005 : Bank Terpercaya Pilihan Anda


2003-2004 : Satu Hati, Satu Negri, Satu Bank
2005-2007 : Melayani Dengan Hati, Menuju yang Terbaik
2008-sekarang : Terdepan, Terpercaya, Tumbuh bersama anda
2009-2010 : Menembus Batas Keinginan
2010-1012 : Menjawab Setiap Keinginan
2012-sekarang : Apapun Keinginan Anda, Mandiri Saja (beru disosialisasikan
mulai juni 2013)

1.4. BAURAN PEMASARAN


Produk layanan yang diberikan oleh Bank Mandiri kepada semua nasabah, lengkap.
Yakni Mandiri KTA, Mandiri KPR, Mandiri Tabungan, Mandiri Tabungan Rencana, dan
Mandiri Kartu Kredit. Selain itu, berbagai layanan internet banking juga diterapkan
bagi nasabah yang memiliki mobilitas tinggi. Produk-produk tersebut sudah mewakili
kebutuhan nasabah dengan biaya yang dapat dijangkau nasabah dari semua kalangan
ekonomi. Sehingga Apapun Keinginan Anda, Mandiri Saja.
Dari segi saluran distribusi/akses, Bank Mandiri memberikan kemudahan bagi
nasabah. Data dari (http://www.bankmandiri.co.id) saat ini, jumlah kantor cabang
Bank Mandiri mencapai 1.537 kantor siaeluruh Indonesia. Jaringan elektronik pun
terus diperluas. Bisa dilihat dari jumlah ATM Bank Mandiri mencapai 8.996 unit yang
tersebar diberbagai wilayah di Indonesia. Termasuk di wiayah Bantul, Yogyakarta,
berjarak sekitar 1 kmdari rumah penulis.
Media promosi yang dilakukan oleh Bank Mandiri juga kreatif. Bank Mandiri
menerapkan online dan offline marketing. Salah satu contoh jika kita datang ke
kantor cabang terdekat, terlihat banyaknya brosur menarik sebagai media promosi
secara offline. Bagi kita yang melek teknologi, Bank Mandiri juga menyediakan
website

yang kompatibel. Yakni mampu menyediakan semua informasi yang

dibutuhkan nasabah, dinamis dan fleksibel.


Pada bauran proses, Bank Mandiri dapat memberikan kepuasan bagi nasabah. Hal
itu sering penulis rasakan ketika melakukan transaksi di kantor cabang Bank Mandiri
di Bantul. Mulai dari tempat parker yang luas serta aman. Kemudian, ketika

memasuki kantor, sudah berjaga satpam yang membukakan pintu dan menawarkan
bantuan dengan ramah. Sampaipada customer service dan petugas bank lainnya yang
melayani dengan professional. Meski sudah menjadi bagian dari SOP (standard
operating procedure) Bank MAndiri, budaya seperti itu harus dipertahankan dalam
melayani nasabah.
Pendukung fisik yang digunakan Bank Mandiri dalam melayani nasabah juga
memenuhi standard. Dilihat dari bangunan kantor yang memadai dan sarana
prasarana yang mendukung. Otomatis memberikan persepsi positif terhadap Bank
Mandiri. Akan semakin memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi nasabah
diseluruh Indonesia.
Untuk bauran Sumber Daya Manusia, Bank Mandiri tentu mempunyai standard
kualifikasiterhadap para karyawannya. Melalui system rekruitmen yang ketat, pasti
akan terpilih karyawan-karyawan terbaik. Memiliki integritas, berwawasan luas,
terampil dan mampu bekerja secara professional. Itulah alasan mengapa Bank
Mandiri sering mendapat berbagai penghargaan baik ditingkat nasional maupun
internasional.
A. PRODUK

1. Simpanan

Mandiri Tabungan Rupiah


Mandiri Tabungan Rencana Rupiah
Mandiri Tabungan Bisnis Rupiah
Mandiri Tabungan TKI Rupiah
Mandiri Tabungan Asing
Mandiri Giro Rupiah
Mandiri Giro Asing
Mandiri Deposito Rupiah
Mandiri Deposito Asing
2. E-Banking
Mandiri ATM
Mandiri Debit
Mandiri Prabayar (e-money)
Mandiri SMS
Mandiri Call (14000 atau 021-52997777)
Mandiri Internet Banking
Mandiri Mobile (iPhone,Android Blackberry)
Mandiri e-Cash
3. Kartu Kredit
a. Mandiri MasterCard
Feng Shui Card Platinum

Skyz Card Titanium


Everyday Card
b. Mandiri Visa
Visa Platinum Golf Card
Visa Platinum Card
Golf Card
Gold Card
Silver Card
Kartu Hypermart Gold
Kartu Hypermart Reguler
Platinum Corporate Card
Corporate Card
B. PROMOTION
Online Marketing
Offline Marketing
C. PLACE
Kantor cabang Bank Mandiri mencapai 1.537 kantor seluruh wilayah di
Indonesia.
ATM Bank Mandiri mencapai 8.996 unit yang tersebar di berbagai wilayah
di Indonesia.

1.5.

STP ( Segmentasi, Targeting, Positioning )


Produk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) PT. BANK MANDIRI (PERSERO)
TBK.
Persaingan antar perbankan nasional dalam meluncurkan produk KPR ke
masyarakat mengakibatkan persaingan semakin ketat. PT> Bank Mandiri (persero)
Tbk, merupakan salah satu bank yang ikut dalam persaingan, dan untuk
memenangkan persaingan pihakmanajemen dituntut harus lebih focus terhadap
pasar. Untuk menjawab tantangan tersebut maka dilakukan penelitian terhadap
segmentasi, target pasar dan sekaligus melihat positioning produk KPR Bank
Mandiri, penelitian ini bertujuan: mengidentifikasi segmen pasar KPR Mandiri di
Denpasar berdasarkan demografi dan perilaku yang didasarkan pada manfaat,
menentukan segmen yang diperioritaskan sebagai target pasar KPR Mandiri di
Denpasar, dan mengetahui positioning produk KPR Mandiri di Denpasar serta
implikasinya terhadap strategi pemasaran selanjutnya. Menggunakan analisis
cluster kami dapat mengetahui segmen pasar, target pasar, serta analisis multi
dimentional scalling dan correspondence analysis untuk mengetahui posisi produk.

Populasi daripenelitian ini adalah sebanyak 7000 nasabah KPR Mandiri yang
disampel sebanyak230 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari keseluruhan nasabah KPR Bank
Mandiri maka dapat dikelompokkan menjadi 3 segmen. Adapun ketiga segmen
yang

terbentuk

adalah

berdasarkan

demografi

perilaku

konsumen

yang

berdasarkan manfaat yaitu segmen-1 memberikan nilai positif terhadap daya


tanggap petugas, manfaat jaminan, factor empati, factor bukti langsung dan
factor ekonomis. Segmen-2 memberikan nilai positif terhadap factor kehandalan
pelayanan, daya tanggap petugas, manfaat jaminan, factor empati, factor bukti
langsung danfaktor ekonomis. Segmen-3 memberikan penilaian positif terhadap
factor jaminan, factor empati, dan factor ekonomis. Berdasarkan ketiga cluster
diatas maka cluster yang paling cocok digunakan sebagai target pasar yaitu
cluster-1. Hal ini dilakukan dengan dua macam pertimbangan yaitu: berdasarkan
demografi dan perilaku berdasarkan manfaat. Positioning menunjukkan bahwa
KPR Mandiri bersaing ketat dengan KPR BNI karena berada di dalam satu
kuadran dengan keunggulan bersama yaitu berupa atribut pengetahuan petugas,
penalty, dan persyaratan kredit. Lain halnya dengan produk KPR Bank lainnya,
yang tidak memiliki kemiripan atribut karena KPR Mandiri berbeda dengan KPR
Permata dan KPR BTN.

1.6. CRM ( Customers Relationship Management )


Sekses mempertahankan predikat yang diraih selama beberapa tahun
berturut-turut sungguh sangat membanggakan. Hal tersebut tidak lepas dari
diimplementasikannya service excellence (pelayanan prima) yang juga telah
diterapkan oleh Bank Mandiri. Predikat The Service Legend akan membuat orang
selalu dan selalu ingat Bank mandiri ketika berbicara soal pelayanan bank di
Indonesia. The Service Legend itu lebih dari sekedar nomor satu. Jadi setiap
orang yang berhubungan dengan bank, ketika ditanya soal service akan menyebut
Bank Mandiri. Banyak langkah/upaya yang dijalankan Bank Mandiri untuk menjadi
The Service Legend diantaranya dengan layanan yang didukung oleh system
informasi dan teknologi. Maka dibuatlah suatu system aplikasi yang dapat
memenuhi kebutuhan nasabah dan memperlancar kegiatan layanan kepada
nasabah yaitu Customer Relationship management CRM@Branch.
CRM@Branch merupakan suatu toolsbagi frontliner untuk meningkatkan
service dan sales dari manapun dengan standard layanan yang sama. Memberikan
informasi mengenai nasabah, semua produk dan layanan yang dinikmati oleh

nasabah disuatu system dengan informasi akurat dan konsisten dalam bentuk
product literature untuk kebutuhan cross selling. Dalam CRM tersedia fasilitas
untuk mencatat setiap kegiatan interaksi non financial dengan nasabah secara
online dan realtime, seperti halnya transaksi financial yang telah tersedia secara
bankwide, online dan realtime.
CRM@Branch membantu frontliner melakukan sales dan meningkatkan cross
selling dan referral dengan cara menggali profit data nasabah, memonitor
progress sales dan keluhan nasabah sehingga dapat diselesaikan secara tuntas
dan terukur. Semakin kita berhasil melakukan cross selling, semakin bagus
Contibution Margin & KPI cabang-cabang Bank Mandiri. Dengan adanya
CRM@Branch, diharapkan efektivitas proses service dan sales di frontliner
dapat semakin meningkat, penanganan keluhan nasabah yang semakin cepat, serta
kordinasi antar unit kerja menjadi semakin baik. Implementasi CRM@Branch
sebagai infrastruktur yang konsisten digunakan oleh bank-bank terbaik didunia
ini, mendukung penyempurnaan fungsi sales dan service di jajaran cabang-cabang
Bank Mandiri.
Dalam kaitannya dengan implementasi CRM ada tiga hal yang harus
diperhatikan, yaitu: 1. implementasi yang berkaitan dengan manusia akan berhasil
jika orang mengetahui tujuan program CRM@Branch, yaitu Bank Mandiri harus
outperform the market, berkaitan dengan cabang-cabang, service dan sales Bank
mandiri harus yang terbaik. 2.hal yang sangat manusiawi adalah pertanyaan
mengenai apa benefitnya bagi cabang? Tercapainya target perusahaan tentunya
berkaitan

dengan

pencapaian

target,

reward,

dan

intensif.

Jika

tools

CRM@Branch diimplementasikan, frontliner bisa meningkatkan kualitas service


ke nasabah, memudahkan kita meningkatkan nilai MRI cabang dan amat
membantu frontlinerdalam melakukan cross selling. Semakin bagus contribution
margin cabang dan KPI cabang. 3.kita harus tekun dan disiplin menggunakan
system CRM ini. Banyak bank-bank besar yang gagal memperoleh manfaat
maksimal dari system CRM, karena manusianya tidak disiplin menggunakan system
ini.

BAB II
PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan
menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila
ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang

jelas, dimengerti dan lugas. Karna kami hanyalah manusia biasa yang
tak luput dari kesalahan dan kami juga sangat mengharapkan saran
dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian
penutup dari kami semoga dapat diterima dihati dan kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.