Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN ALBUMIN

Tujuan Praktikum
a. Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu mengetahui prinsip pemeriksaan albumin pada serum.
b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan albumin pada serum.
2. Mahasiswa dapat mengetahui kadar albumin pada serum sampel.
Metode
Uji fotometri menggunakan Bromocresol hijau.
Prinsip
Adanya Bromocresol hijau pada pH sedikit asam, serum albumin menghasilkan perubahan warna
indikator dari kuning-hijau menjadi hijau-biru.
Dasar Teori
Serum adalah komponen yang bukan berupa sel darah, juga bukan faktor koagulasi, serum
adalah plasma darah tanpa fibrinogen. Serum terdiri dari semua protein (yang tidak digunakan
untuk pembekuan darah) termasuk cairan elektrolit, antibodi, antigen, hormon, dan semua
substansi exogenous. Serum sering digunakan dalam analisis kimia. Serum juga dapat digunakan
dalam pemeriksaan protein dalam darah yaitu pemeriksaan albumin.
Protein adalah suatu makromolekul yang tersusun atas molekul-molekul asam amino yang
berhubungan satu dengan yang lain melalui suatu ikatan yang dinamakan ikatan peptida.
Sejumlah besar asam amino dapat membentuk suatu senyawa protein yang memiliki banyak
ikatan peptida, karena itu dinamakan polipeptida.
Protein-protein kebanyakan disintesis di hati. Hepatosit-hepatosit mensintesis fibrinogen,
albumin, dan 60 80 % dari bermacam-macam protein yang memiliki ciri globulin. Globulinglobulin yang tersisa adalah imunoglobulin (antibodi) yang dibuat oleh sistem limforetikuler.
Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan merupakan jenis protein terbanyak di
dalam plasma yang mencapai kadar 60%. Albumin adalah protein penting yang terdapat dalam

plasma darah yang produksinya hanya dilakukan di hati dan dikeluarkan langsung ke sirkulasi
darah.
Fungsi dari albumin adalah
1. Mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat
kaitannya dengan bahan metabolisme-asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai
macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkut melalui darah dari satu
organ ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi.
2.

Memberi tekanan osmotik di dalam kapiler sehingga albumin dapat menjaga keberadaan
air dalam plasma darah, dengan demikian volume darah akan tetap stabil. Bila jumlah
albumin turun maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (edema) misalnya
bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh
misalnya di perut yang disebut asites.

3. Membentuk jaringan sel baru. Pembentukan jaringan tubuh yang baru dibutuhkan pada
saat pertumbuhan (bayi,kanak-kanak,remaja dan ibu hamil) dan mempercepat
penyembuhan jaringan tubuh misalnya sesudah operasi,luka bakar dan saat sakit.
4. Menghindari timbulnya sembab paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor
pembekuan darah.
Nilai normal albumin di dalam darah sekitar 3,5-5 g/dl. Konsentrasi albumin yang rendah
dalam tubuh dapat disebabkan karena beberapa hal diantaranya malnutrisi, penyakit kronis
(sirosis), malabsorbsi, luka bakar hebat, sedang menjalani operasi, kelainan fungsi ginjal, dsb.
Efek plasma albumin yang rendah akan berhubungan dengan fungsi pertahanan sel dalam
sirkulasi darah dan jika kondisinya ekstrem akan berpengaruh pada fungsi pengantaran zat gizi
ke dalam jaringan dengan membentuk udema (penumpukan cairan) lokal, dan low serum
kalsium walaupun tidak terdapat tanda adanya gangguan metabolisme kalsium. Sedangkan
konsentrasi albumin yang tinggi dalam tubuh dapat disebabkan karena dehidrasi, muntah yang
parah, diare berat, dsb.

DAFTAR PUSTAKA
Aqila, Larasati. 2014. Pengertian dan Fungsi Albumin. http://hikmat.web.id/fisika-kelasx/pengertian-dan-fungsi-albumin/ diakses pada tanggal 31 Maret 2015
Juni, Komang. 2011. Laporan Kimia Klinik Semester 4.
http://junikomang.blogspot.com/2011/09/laporan-kimia-klinik-semester-4.html diakses
pada tanggal 31 Maret 2015
Richterich, R and Colombo, J. P. 1981. Clinical Chemistry. USA: John Wiley & Sons