Anda di halaman 1dari 93

- Hendra Chen -

A. Yin Yang
Teori Yin Yang merupakan teori yang

mendasari cara berpikir atau falsafah


Akupunktur.
Di alam semesta segala sesuatu
dibentuk
2 sisi, dilahirkan, bergerak, tumbuh,
berkembang dan perubahan terjadi
karena dorongan dari dua aspek
yang berlawanan yaitu Yin dan Yang.

Sifat-sifat Yin Yang adalah :


1.Selalu bergerak / keseimbangan

dinamis, Yin Yang selalu bergerak


seperti alam semesta.
2.Saling melebur dan membentuk, Yin
melebur diri dengan melebur Yang.
Sebaliknya Yang tumbuh dengan
melebur Yin

3. Bersifat tidak murni. Jika terdapat


Yin, selalu ada Yang. Demikian juga
jika terdapat Yang ada pula unsur Yin
4. Tidak Mutlak. Dalam kondisi tertentu
disebut Yang tetapi dalam hubungan
lain bisa disebut Yin. Misalnya bumi
bila pada siang hari digolongkan ke
dalam unsur Yang, tetapi malam hari
digolongkan ke dalam unsur Yin

Sifat-sifat dan makna Yin dan Yang

adalah saling bertentangan, tetapi saling


membutuhkan, saling mengandalkan
tetapi saling mengendalikan, saling
membentuk tetapi saling membuyarkan,
saling tarik menarik tetapi membentuk
satu kesatuan dan dapat berubah dari
satu pihak ke pihak yang lain secara
dinamis dan harmonis. Yin dan Yang
tidak pernah mutlak.

Contoh :

Air panas ( Yang ) >< Air dingin


( Yin )

Yin Yang saling


bertentangan

Positif dan

negatif
Pria dan wanita
Bumi dan langit
Siang dan malam
Gelap dan terang
Air dan api
Panas dan dingin

Naik dan turun


Kuat dan lemah
Luar dan dalam
Aktif dan pasif

Api dan air digunakan untuk

mewakili Yang dan Yin, karena


berbentuk benda yang konkrit.
Api = panas, menjulang ke atas,
terang, merah, kuning, berlebihan
Air = dingin , menurun, gelap
lembab, diam, basah, tertekan,
mundur, kekurangan, pucat.

Yin Yang saling


membutuhkan
Yin Yang tidak dapat berdiri sendiri,

Yin bergantung pada Yang dan


sebaliknya Yang bergantung pada Yin.
Contoh :
Awan adalah Yang, tapi awan terbentuk

dari titik-titik air dari bumi (Yin).


Air Hujan adalah Yin berasal dari awan
(Yang)
Di dalam Yang ada Yin, di dalam Yin ada
Yang

Yin Yang saling tarik


menarik
Yin dan Yang selalu bergerak, selalu tumbuh

atau berkurang.
Bila Yang berkurang, maka Yin bertambah
dan sebaliknya.
Contoh : perubahan musim
Musim dingin ke musim panas adalah proses
pertumbuhan Yang, dan Yin berkurang.
Dari musim panas ke musim dingin adalah
proses pertumbuhan Yin, berkurangnya
Yang, demikian pula halnya dengan proses
siang dan malam.

Yin Yang dapat berubah


dari satu pihak ke pihak
Dalam situasi tertentu Yin dapat berubah
lain

menjadi Yang dan sebaliknya Yang dapat


berubah menjadi Yin.
Contoh :
pasien terserang penyebab penyakit (pathogen)
panas dengan suhu badan yang tinggi, apabila
suhu badan naik terus pada batas tertentu suhu
badan pasien menjadi rendah sekali dan daya
tahan tubuh menurun. Dengan demikian pasien
yang semula menunjukkan sindrom/gejala
penyakit Yang berubah menjadi gejala penyakit
Yin. Pasien panas tinggi menggigil seperti
kedinginan.

Yin Yang dalam kedokteran


Tionghoa
Di dalam pembagian struktur tubuh,

fungsi organ tubuh dan jaringanjaringannya, penyebab penyakit,


cara menegakkan diagnosa dan
tindakan dalam pengobatan selalu
mengacu pada konsep Yin Yang.

Konsep Yin Yang dalam


tubuh Manusia
Semua bagian tubuh manusia

dibawah pengaruh aspek Yin Yang.


Tubuh bagian luar (lateral) adalah
aspek Yang, sedangkan bagian dalam
(medial) adalah aspek Yin.
Dalam ilmu akupunktur dikenal 12
organ dalam.

Enam organ berkarakter Yin dikenal

sebagai organ Cang/Zhang yaitu :


- Paru-Paru / LU / Fei
- Jantung / HT / Sin
- Pericardium / PC / Sia Pau
- Limpa / SP / Pi
- Liver / LR / Kan
- Ginjal / KD / Sen

Enam organ berkarakter Yang dikenal

sebagai organ Fu yaitu :


- Lambung / ST / Wei
- Usus Besar / LI / Tacang
- Usus Kecil / SI / Siao Cang
- Kantung Empedu / GB / Tan
- Kandung Kemih / BL / Pang Kuang
- Tiga Pemanas / Tri Energizer / SJ /
Sanjiao

Sakit adalah pencerminan hilangnya

keseimbangan antara aspek Yin dan


Yang dalam tubuh.
Terjadi dan berkembangnya penyakit
disebabkan dua faktor yaitu daya
tahan tubuh dan penyebab penyakit.

Manusia dikatakan sehat apabila

aspek Yin Yang dalam sistem tubuh


dalam keadaan seimbang demikian
sebaliknya, ketidakseimbangan
ditunjukkan dengan terjadinya aspek
kelebihan disebut penyakit ekses atau
penyakit yg bersifat Yang. Sebaliknya
jika terjadi aspek kekurangan disebut
sebagai penyakit defisien atau
penyakit Yin.

Penerapan Konsep Yin


Yang dalam Diagnosis
Gangguan

ORGAN
Yin
Xu / defisien
Dingin / Han
Dalam / Li

Gangguan

MERIDIAN
Yang
Shi / Ekses
Panas / Re
Luar / Piao

Teori Yin-Yang digunakan pula pada

perubahan dan perkembangan suatu


penyakit, cepat dan tidaknya reaksi
pengobatan yang diberikan.
Penyakit bersifat Yang dapat berubah
menjadi Yin, dan sebaliknya penyakit
dengan gejala Yin dapat berubah
menjadi Yang.

Yin Yang digunakan dalam


menegakkan diagnosa
Dalam mencari data penyakit

digunakan 4 cara pemeriksaan, yaitu


pengamatan, pendengaran dan
penciuman, wawancara, dan perabaan
yang mengacu pada teori Yin dan Yang
pula.
Dalam mendiagnosa penyakit
digunakan 8 kaidah yaitu Yin Yang,
Luar-Dalam, Panas-dingin, Kuat-Lemah.

Yin-Yang digunakan dalam


Terapi
Tujuan pengobatan adalah

mengupayakan mengembalikan
keseimbangan antara Yin dan Yang.
Gejala penyakit yang dikategorikan
dalam Yang diterapi dengan cara Yin
dan sebaliknya.
Panas didinginkan, kuat dilemahkan,
dingin dihangatkan, daya tahan
tubuh lemah dikuatkan.

Penerapan Konsep Yin


Yang dalam Terapi
Pada penyakit yg bersifat kekurangan

(defisien) atau penyakit Yin, proses


penyembuhannya dengan rangsangan
yg bersifat menguatkan yg dikenal dgn
TONIFIKASI, sedangkan pada penyakit
yg bersifat kelebihan (ekses) atau
penyakit Yang proses penyembuhannya
dgn rangsangan yg bersifat
mengurangi yg dikenal dgn SEDASI

Penerapan Konsep Yin


Yang dalam menentukan
Prognosis
Apabila penyakit yg bersifat Yang

berarti hanya gangguan di


MERIDIAN, prognosisnya baik (bisa
sembuh)

Sedangkan penyakit yang bersifat

Yin berarti terjadi gangguan di organ,


-prognosisnya baik (bisa sembuh),
- meragukan ( dapat sembuh
dengan berbagai anjuran )
- atau tidak baik (tidak bisa sembuh
dgn sempurna)

Hal ini dikarenakan selain penerapan

konsep Yin Yang juga didasarkan


pada berat / ringannya penyakit,
umur pasien, kondisi umum pasien,
motivasi pasien dan status ekonomi
pasien

B. TEORI PERGERAKAN LIMA


UNSUR

Falsafah Tiongkok kuno menyatakan

bahwa alam semesta dengan


pergantian waktu dan musimnya,
masing-masing benda dan zat-zat
yang ada di dalamnya mempunyai
sifat yang mendasar.
Sifat dasar itu dikelompokkan
menjadi 5 unsur , yaitu unsur kayu,
api, tanah, logam, dan air.

Hukum menghidupi dan


membatasi
Kelima unsur tersebut bergerak mengikuti

siklus yang harus terjadi yaitu hukum saling


menghidupi dan saling dihidupi, saling
membatasi dan saling dibatasi, sehingga
terjadi keseimbangan yang relatif.
Apabila hanya saling menghidupi tanpa ada
pembatasan, maka yang terjadi
pertumbuhan yang tak terkendali.
Dan sebaliknya apabila hanya ada
pembatasan, maka yang terjadi adalah
kebinasaan.

Keharmonisan alam. Hukum

pergerakan lima unsur akan tercipta


apabila hukum saling menghidupi
dan dihidupi, saling membatasi dan
dibatasi berlangsung semestinya.

Hukum menindas dan


menghina
Apabila dalam suatu keadaan salah satu

unsur menjadi terlalu kuat atau terlalu


lemah, maka keadaan ini akan
mengganggu keseimbangan, yang
disebut sebagai hukum penindasan dan
penghinaan.
Penindasan adalah membatasi
(pengendalian) yang berlebihan,
sedangkan penghinaan adalah membatasi
yang berbalik arah (perlawanan balik)

Contoh :

Siklus yang seharusnya terjadi adalah


logam memotong kayu. Kayu terlalu kuat
maka kayu memukul logam (hukum
penghinaan).
Kayu terlalu kuat membatasi tanah maka
kayu menindas tanah.
Tanah membendung air (membatasi).
Air terlalu kuat, maka air menjebol tanah
terjadi banjir. Air terlalu kuat membatasi
api maka air menindas membunuh api.

Manusia dan seluruh mahluk alam

semesta ini saling berinteraksi,


saling pengaruh-mempengaruhi satu
sama lain.
Manusia dalam semua aspek
kehidupannya tidak lepas dari hukum
pergerakan lima unsur dan hukum
keseimbangan alam Yin Yang

TABEL HUKUM PERGERAKAN LIMA

UNSUR

Konsep 5 Unsur dalam


menentukan Diagnosis
Dalam ilmu akupunktur, di dalam

tubuh manusia terdapat 12 organ


umum yg masing-masing mempunyai
unsur-unsur tersendiri antara lain :
Kayu, Api, Tanah, Logam, Air ( KATLA /
KAPITALOA )
Kelima unsur ini dikelompokkan
menurut benda-benda yg ada di bumi,
mis : Hawa, Warna, Rasa, Emosi,
Jaringan, Indera, dll.

Jadi dengan melihat atau mengetahui

emosi dari pasien kita akan dapat


menentukan diagnosis terjadi gangguan
keseimbangan Qi di organ mana.
Mis :
- Terlalu Marah dapat merusak organ
Hati dan Kantung Empedu
- Terlalu Gembira dapat merusak
Jantung, dst-nya

Peran Konsep 5 Unsur dlm


menentukan terapi
Sesuai dgn hukum 5 unsur siklus

menghidupi dan membatasi adanya pada


manusia yg sehat, sedangkan siklus
penghinaan dan siklus penindasan adanya
pada manusia yg sakit, maka dapat
diketahui penyakit tersebut disebabkan
ekses atau defisien di unsur mana
(KATLA), sehingga dapat dilakukan
penyeimbangan hubungan diantara unsur
yg ekses dgn unsur yg defisien supaya
menjadi unsur yg normal.

Mis :

Api ekses / normal menindas logam


normal / lemah maka harus
diimbangi dengan unsur air.

Peran Konsep 5 unsur dlm


menentukan Prognosis
Seperti yg kita ketahui ke 5 unsur tsb

(KATLA), semuanya saling


berhubungan.
Jadi apabila terjadi ekses atau
defisien disatu unsur saja maka
prognosisnya adalah baik karena
proses penyeimbangannya lebih
cepat.

Misal : jika ada penyakit kembung

(ST / unsur Tanah), sedangkan


Jantung / unsur api (ibunya0 dan
liver / unsur kayu (neneknya) dalam
keadaan normal maka penyakit
tersebut lebih cepat dan mudah
penyembuhannya.

Sedangkan apabila terjadi ekses atau

defisien dilebih dari satu unsur maka


prognosisnya tidak baik dikarenakan proses
penyembuhannya / penyeimbangan unsur
tersebut tidak mudah dilakukan.
Mis : jika ada penyakit kembung dan
kencing manis maka timbul penyakit liver,
apabila pasien tersebut juga menderita
penyakit jantung maka dapat ditentukan
prognosisnya adl tidak baik karena
penyakit tsb susah disembuhkan.

C. FENOMENA ORGAN
Untuk mengetahui fungsi organ dan

gejala kelainan fungsinya pertamatama harus dipahami saling


keterkaitannya dengan jaringan tubuh,
emosi dan lain-lainnya seperti pada
Tabel Pengelompokan Pergerakan Lima
Unsur.
Organ-organ di dalam tubuh
dikelompokkan menjadi 2 kelompok
yaitu organ padat (bersifat Yin) dan
organ berongga (bersifat Yang)

ORGAN PADAT

1. ORGAN JANTUNG
Fungsi :
Mengatur peredaran darah, jantung
berhubungan dengan pembuluh
darah, jantung memelihara
pembuluh darah
Jantung menguasai pikiran dan
emosi, merupakan pusat kehidupan
manusia, dan jantung merupakan
organ yang terpenting

Hubungan jantung dengan muka :


Bila energi vital jantung sehat, maka
darah cukup, peredaran darah
lancar, muka kaan terlihat berseriseri kemerah-merahan.
Bila energi vital jantung lemah, maka
: darah kurang karena ada halangan
atau hambatan, muka tampak pucat
kekuning-kuningan

Hubungan jantung dengan lidah :


Perubahan pada jantung mudah terlihat pada
lidah seperti :
Bila jantung dalam keadaan panas, kuat,
maka ujung lidah terlihat merah berduri,
juga kadang-kadang pecah seperti sariawan,
(jantung panas)
Bila jantung dalam keadaan dingin, lemah,
maka lidah pucat kegelapan (jantung dingin)
Bila ada penyakit menyerang jantung, maka
lidah kaku tidak dapat berbicara, atau tidak
dapat mendorong makanan u/ ditelan.

Perhatian :

Jika keringat berlebihan harus


dikaitkan atau dihubungkan dengan
jantung

Gejala-gejala kelainan organ jantung :


1.Jantung dingin
Gejala : berdebar-debar, banyak mimpi, mudah
kaget, dan terbangun, pelupa, daya pikir
menurun, dada dan punggung sering
berkeringat.
2.Jantung panas
Gejala : terasa panas di dada, susah tidur, muka
dan mata kemerah-merahan. Ujung lidah merah
pecah-pecah. Apabila panas lebih kuat
menyebabkan muntah darah, pembuluh darah
melebar, darah mudah keluar melalui
pancaindera, maka sering terlihat bintik-bintik
merah pada kulit, nadi cepat

3. Jantung lemah

Gejala : timbul rasa khawatir yg


berlebihan, otot-otot lemah, tidak
nafsu makan, kurus berdebar-debar,
banyak mimpi, sesak nafas, mudah
lelah
4. Jantung kuat
Gembira berlebihan, susah tidur

2. ORGAN SELAPUT JANTUNG


Fungsi :
Selaput jantung sebagai benteng
pertahanan jantung (fungsi
jantungdiwakilinya).
Bilamana terdapat serangan dari luar
yang menimbulkan sakit pada
jantung, maka selaput jantung yang
mewakilinya akan menderita

Gejala-gejala kelainan organ selaput


jantung :
Umumnya sama dengan gejala
gangguan jantung, karena selaput
jantung mewakili jantung. Kalau
energi vital meridian selaput jantung
terganggu, maka telapak tangan
panas, bahu sampai siku kejang,
nyeri dada.

3. ORGAN HATI
Fungsi :
1.Mengontrol emosi, emosi tidak hanya
dikuasai oleh jantung, tetapi juga
berhubungan dengan hati
2.Mengontrol dan menyimpan darah
3.Hati menguasai tendon (urat), keempat
alat gerak, alat kelamin, kuku dan mata.
Hati tidak suka dengan perasaan
tertekan, mudah diserang angin.

Gejala-gejala kelainan organ hati :


1.Hati panas
Gejala : mata merah bengkak, nyeri, dada
panas, mudah marah, susah tidur, mulut
kering, urine kuning kemerah-merahan
2.Hati dingin
Gejala : Hernia (kondor), nyeri pada perut
sampai ke alat kelamin, haid tidak teratur.

3. Hati terserang angin

Gejala : Pusing, mata kabur, otot-otot


kesemutan, tremor kaki dan tangan,
lumpuh, mata mulut miring mendadak,
tangan kaki kejang.
4. Energi vital hati tersumbat
Gejala : Perasaan tertekan, mudah
marah, sakit kepala, pusing-pusing,
sering tarik nafas, nyeri daerah iga,
nafsu makan berkurang, perut samping
terasa penuh, haid tidak teratur.

4. ORGAN LIMPA
Fungsi :
1.Berfungsi mengangkut sari makanan
dan minuman yang sudah diolah oleh
lambung, disalurkan ke seluruh
tubuh, untuk memelihara tubuh.
Limpa dalam fungsinya dibantu oleh
lambung, maka limpa lambung
dikatakan akar manusia sesudah
lahir.

2. Limpa takut lembab, jika fungsi

limpa terganggu cairan tubuh tidak


seimbang, maka limpa mudah
diserang lembab
3. Membuat normal peredaran darah.
Bila fungsi ini menurun, darah
mudah keluar dari pembuluh darah,
maka mudah timbul pendarahan.

4. Fungsi limpa mempunyai hubungan

erat dengan otot-otot. Kalau fungsi


transportasi sari makanan normal
maka otot-otot akan kuat, bila fungsi
menurun maka otot-otot mengecil
dan lemah.

Gejala-gejala kelainan limpa :


1.Limpa dalam keadaan dingin
Gejala : mudah cape, ngantuk, susah
buang air besar, anggota gerak
lemah/tidak bertenaga. Perut
kembung, terasa sakit ulu hati, diare,
gangguan buang air kecil, udema
badan, kaki tangan dingin karena
adanya cairan tertimbun.

2. Limpa dalam keadaan panas

Gejala : kurus, muka kekuningkuningan, bibir pucat, buang air


besar susah/kering, ujung lidah
merah (ingat bukan kelainan jantung)
3. Lima diserang lembab dari luar
Gejala : kepala berat, mata kabur,
badan berat, dada sesak, nafsu
makan kurang, mulut manis lengket,
sering buang air kecil/besar.

5. ORGAN PARU-PARU
Fungsi :
1.Untuk bernfas,memproses udara dari sari
maknaan yg disampaikan oleh limpa untuk
dibentuk menjadi energi vital
2.Melancarkan peredaran darah. Walaupun
peredaran darah diatur oleh jantung, tetapi
harus mendapat bantuan dari organ paruparu. Bila paru dan jantung seimbang,
dapat bekerjasama, maka peredaran darah
lancar. Paru punya hubungan erat dengan
hidung, kulit dan pori-porinya

Gejala-gejala kelainan organ paru-paru :


1.Energi vital paru lemah
Gejala : nafas lemah, muka pucat, batuk,
permukaan kulit kering, mudah keluar
keringat, mudah masuk angin, badan panas,
suara lemah.
2.Paru paru dingin
Gejala : banyak reak putih encer, dada dan
punggung takut dingin, asma, bila keadaanya
berat yang bersangkutan tidak dapat
berbaring

3. Paru-paru panas

Gejala : batuk, reak kuning


bercampur darah, sesak nafas,
asma, hidung tersumbat

6. ORGAN GINJAL
FUNGSI :
1.Sebagai penyimpan energi vital, baik
materi dasar bawaan maupun materi
dasar didapat
2.Membuat dan mengatur keseimbangan
cairan dalam tubuh manusia
3.Ginjal mempunyai hubungan dengan
tulang dan sumsum
4.Ginjal membentuk sumsum tulang, otak
dan tulang belakang

5. Ginjal memelihara telinga, rambut,

anus dan alat kelamin

Gejala-gejala kelainan organ ginjal :


1.Ginjal dingin
Gejala : impotensi, rasa dingin bawah
pinggang
2.Ginjal panas
Gejala : kuping berbunyi, gig seolaholah mau copot, telapak tangan/kaki
panas, pinggang dan tungkai lemah
ngilu

3. Ginjal terlalu panas

Gejala : kemampuan sex tinggi,


susah tidur malam hari, mulut kering
tengah malam, buang air kecil
sedikit, urine/air seni kemerahmerahan.

ORGAN BERONGGA

1. ORGAN KANTONG EMPEDU


FUNGSI :
1.Menyimpan cairan empedu yang
berfungsi sebagai cairan pembersih
tubuh bagian tengah
2.Menentukan pertimbanganpertimbangan pikiran. Bila energi vital
empedu cukup, maka orang tersebut
pemberani dan bisa memutuskan
pertimbangan dengan bijaksana dan
jika sebaliknya, orang tersebut raguragu dan pengecut.

Gejala-gejala kelainan organ kandung empedu:


1.Kantong empedu panas
Gejala : sakit kedua samping kepala, pusing,
mata kabur, telinga berbunyi, emosional,
dada sesak, nyeri iga, panas dingin, mulut
pahit.
2.Kantong empedu dingin
Gejala : gelisah, susah tidur, mudah kaget
terbangung, pusing, muntah-muntah, sering
tarik nafas

3. Kantong empedu lemah

Gejala : sering menarik nafas panjang,


perasaan mengambang, penuh
kecurigaan dan kekhawatiran, sering
berludah
4. Kelainan pada meridian kantong empedu
Gejala : sakit kepala, gangguan di
tenggorokan, sudut mata sakit/berair,
bengkak iga bawah, berkeringat, dingin
di dada

2. ORGAN LAMBUNG
FUNGSI :
1.Mengolah makanan dan minuman
2.Lambung bersifat takut kering
Gejala-gejala kelainan organ lambung :
1.Lambung dingin
Gejala : sakit perut, waktu sakit muntah
cairan, perut suka kehangatan, bila perut
ditekan terasa enak, bila sakit perut hebat
tangan dan kaki terasa dingin, kembung.

2. Lambung panas

Gejala : haus, banyak minum, terasa


panas, muntah, mulut bau, gusi bengkak,
terkadang sampai pendarahan. Senang
makan tetapi badan kurus, nyeri lambung.
3. Energi vital lambung lemah
Gejala : ulu hati kembung, terasa nyeri
dan akan hilang setelah makan. Sering
berdahak, buang air besar tidak baik
(tidak berbentuk)

4. Energi vital lambung berlebihan :

Gejala : perut penuh, kembung, nyeri


jika ditekan, muntah cairan asam,
berbau, nafsu makan kurang, susah
tidur, gejala ini sering diakibatkan salah
makan.
5. Energi vital lambung berbalik, yg
seharusnya dibawah tetapi mengalir ke
atas.
Gejala : cekutan, muntah.

6. Meridian lambung terganggu

Gejala : kelumpuhan muka, bengkak


leher, mimisan, radang mulut, pada
daerah lintasan meridiannya terasa
nyeri atau bengkak.

3. ORGAN USUS KECIL


FUNGSI :
Menampung makanan dan minuman
dari lambung kemudian diolah lagi,
sebagian disalurkan ke seluruh tubuh
yang membutuhkan dan sebagian
disalurkan ke usus besar dan
berubah menjadi kotoran (feses)

Gejala-gejala kelainan organ usus kecil :


1.Usus kecil dingin
Gejala : sakit perut kedua belah sisi,
diare, sering buang air kecil tetapi tidak
lancar
2.Usus kecil panas
Gejala : buang air kecil kemerah-merahan
dan atau tidak lancar. Sakit perut bawah
samping menjalar ke testis dan ke
pinggang

4. ORGAN USUS BESAR


FUNGSI :
Menampung apa yang disalurkan usus kecil,
kemudian kotoran dikeluarkan melalui anus.
Usus besar penyalur ampas (sisa makanan).
Gejala-gejala kelainan usus besar :
1.Usus besar dingin
Gejala : sakit perut, usus berbunyi, diare,
sering kaki tangan dingin, suka hangat,
terasa enak dipijat, tenggorokan terasa
tersumbat.

2. Usus besar panas

Gejala : sakit perut, menolak tekanan,


susah bab, kotoran bau busuk, disentri,
buang air besar bercampur darah dan
atau nanah, panas disekitar anus dan
keluar darah.
3. Kelainan meridian usus besar
Gejala : terasa kaku pada daerah
lintasan meridian, sakit gigi, mulut
kering, mimisan, sakit tenggorokan.

5. ORGAN KANTONG KEMIH


FUNGSI :
1.Menampung dan atau membuang
urine
2.Jika cairan dalam tubuh kurang, akan
menyebabkan gangguan buang air
kecil.

Gejala-gejala kelainan organ kandung kemih


:
1.Kantong kemih dingin
Gejala : buang air kecil berkali-kali dan
sedikit-sedikit, ngompol, warna muka
kegelap-gelapan, telinga berbunyi, pusing
berputar-putar, impoten.
2.Kantong kemih panas
Gejala : buang air kecil sedikit, tertahantahan, warna urine kemerah-merahan,
kadang-kadang kencing nanah atau batu.

3. Kelainan meridian kantong kemih

Gejala : punggung terasa patah,


badan tak dapat berputar ke sisi
samping, lipat paha kaku, otot betis
nyeri, banyak keluar air mata dan
pusing.

6. ORGAN TRI PEMANAS


FUNGSI :
1.Mengedarkan ke seluruh tubuh cairan
hasil pengolahan makanan dan
minuman
2.Mengolah cairan-cairan di dalam tubuh,
dan membuang ampasnya
3.Mengatur sistem peredaran cairan di
dalam tubuh bersama-sama dengan
ginjal, kandung kemih, paru dan jantung.

Gejala-gejala kelainan organ tri pemanas :


1.Ruang atas
Dingin
Gejala : gelisah, nafas pendek, suara
lemah
Panas
Gejala : dada sesak, dahi berkeringat,
lidah kering, tenggorokan bengkak,
asma

2. Ruang tengah
Dingin

Gejala : sakit perut, diare, usus


bunyi, kembung, suka ditekan
Panas
Gejala : perut kembung, muntahmuntah, gangguan pencernaan

3. Ruang bawah
Dingin

Gejala : diare, urine jernih dan atau


banyak, ngompol, kembung
Panas
Gejala : susah buang air kecil dan
atau air besar, bab kadang-kadang
bercampur darah/nanah

ORGAN ISTIMEWA
Yang dimaksudkan dengan organ
istimewa adalah :
Otak
Sumsum tulang
Rahim

OTAK DAN SUMSUM TULANG


Otak adalah lautan sumsum tulang,

otak dan sumsum tulang berasal dari


energi vital (materi dasar kehidupan)
yang disimpan di ginjal yg berasal
dari sari makanan dan minuman
Oleh karena itu kualitas dan
kesehatan otak dan sumsum tulang
belakang sangat terkait dengan
keadaan ginjal.

Sumsum tulang berfungsi membentuk

tulang, kuat tidaknya sumsum tulang dapat


dilihat dari kuat tidaknya tulang-tulang.
Otak berfungsi memelihara kelincahan
gerak, ketajaman pendengaran dan
penglihatan.
Kelincahan yg berlebihan mencerminkan
berlebihnya sumsum tulang.
Dalam keadaan sumsum tulang berkurang,
maka terjadi telinga berbunyi, alat-alat
gerak lemah, malas lesu, pendengaran dan
penglihatan menurun, pusing-pusing,
lumpuh karena tulang lemah dan rapuh

RAHIM
Fungsi rahim adalah mengatur menstruasi

dan kehamilan, sedangkan meridian yang


mempengaruhi rahim adalah meridian
Ren, meridian Du dan meridian Chong.
Wanita adalah golongan Yin, maka darah
adalah yang paling utama bagi wanita.
Darah berasal dari sari makanan yang
diolah dari limpa, kemudian diatur dan
disimpan oleh hati, dibawah pimpinan
jantung dan dipancarkan oleh ginjal

Kelima organ Yin menentukan cukup

tidaknya darah dalam tubuh dan


mempengaruhi pula keadaan
menstruasi dan kehamilan.
Kekuatan kehamilan dipengaruhi
oleh kuat tidaknya meridian Ren, Du
dan Chong.

Evaluasi
Kesimpulan

TERIMA KASIH TELAH

MENGIKUTI KELAS
SAYA
MATERI PEMBAHASAN BERIKUTNYA

TEORI PENYEBAB PENYAKIT