Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Hadits Mutawatir &

Pembagiannya
Ditinjau dari segi rawi (perawi atau orang yang meriwayatkan),, hadits dibagi
dalam dua bentuk besar. Bentuk pertama terbagi atas hadits mutawatir dan
hadits ahad. Bentuk kedua terbagi atas mutawatir, ahad, dan masyhur. Konon
bentuk pertama yang lebih praktis. Mengapa? Karena hadits masyhur itu sudah
tercakup dalam hadits ahad yang terbagi atas masyhur, aziz, dan ghorib.

Pengertian Hadits Mutawattir


Secara bahasa, mutawatir adalah isim fail dari at-tawatur yang artinya
berurutan.
Sedangkan mutawatir menurut istilah adalah
apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan
mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad.
Atau : hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan
sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk
berdusta

dan

memalsukan

hadits,

dan

mereka

bersandarkan

dalam

meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti


pendengarannya dan semacamnya. 1

Dalam hal keotentikannya, hadits mutawatir sama dengan al-Quran, karena


keduanya merupakan sesuatu yang pasti adanya (qothi al-wurud). Itulah
sebabnya para ulama sepakat bahwa hadits mutawatir wajib diamalkan. Berikut
salah satu contoh hadits mutawatir itu: Muhammad Rosulullah saw. bersabda,
"Barang

siapa

berdusta

atas

namaku

dengan

sengaja,

maka

tempat

(kembali)nya dalam neraka."2


1
2

http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/16/hadits-mutawatir/ 2:17 PM 14:17 WIB


HR. Bukhori, Muslim, Darimi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi, Thobroni, dan Hakim

Muhammad Alawy, juga menjelaskan tentang hadits mutawatir secara istilah,


yaitu;?

,
,
Hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada setiap tingkatan sanadnya, yang
menurut akal dan kebiasaan mereka tidak dimungkinkan untuk berdusta, dan dalam
periwayatannya mereka bersandarkan pada panca indra.3

Syarat-Syarat Hadits Mutawattir


Dari definisi di atas jelaslah bahwa hadits mutawatir tidak akan terwujud kecuali
dengan empat syarat berikut ini :
1. Diriwayatkan oleh jumlah yang banyak.
2. Jumlah yang banyak ini berada pada semua tingkatan (thabaqat) sanad.
3. Menurut kebiasaan tidak mungkin mereka bersekongkol/bersepakat untuk
dusta.
4. Sandaran hadits mereka dengan menggunakan indera seperti perkataan
mereka : kami telah mendengar, atau kami telah melihat, atau kami telah
menyentuh, atau yang seperti itu. Adapun jika sandaran mereka dengan
menggunakan akal, maka tidak dapat dikatakan sebagai hadits mutawatir.
Apakah untuk Mutawatir Disyaratkan Jumlah Tertentu ??
1. Jumhur ulama berpendapat bahwasannya tidak disyaratkan jumlah
tertentu dalam

mutawatir. Yang pasti harus ada sejumlah bilangan yang

dapat meyakinkan kebenaran nash dari Rasulullah shallallaahu alaihi


wasallam.
2. Diantara mereka ada yang mensyaratkan dengan jumlah tertentu dan
tidak boleh kurang dari jumlah tersebut.

kitab Al-Minhal al-Lathif fi Ushulil Hadits asy-Syarif

1) Ada yang berpendapat : Jumlahnya empat orang berdasarkan pada


kesaksian perbuatan zina.
2) Ada pendapat lain : Jumlahnya lima orang berdasarkan pada masalahlian.
3) Ada yang berpendapat lain juga yang mengatakan jumlahnya 12 orang
seperti jumlah pemimpin dalam firman Allah SWT :







12. dan Sesungguhnya Allah telah mengambil Perjanjian (dari) Bani
Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin
dan

Allah

berfirman:

"Sesungguhnya

aku

beserta

kamu,

Sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat


serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan
kamu

pinjamkan

Sesungguhnya

kepada

aku

akan

Allah

pinjaman

menutupi

yang

baik[406]

dosa-dosamu.

dan

Sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang


mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka Barangsiapa yang
kafir di antaramu sesudah itu, Sesungguhnya ia telah tersesat dari
jalan yang lurus.

[406] Maksudnya Ialah: menafkahkan harta untuk menunaikan kewajiban dengan hati
yang ikhlas.

Ada juga yang berpendapat selain itu berdasarkan kesaksian khusus pada halhal tertentu, namun tidak ada ada bukti yang menunjukkan adanya syarat dalam
jumlah ini dalam kemutawatiran hadits.4

Macam-Macam Hadist Mutawattir


Hadits mutawatir ini dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Mutawatir Lafdhy adalah apabila lafadh dan maknanya


mutawatir.


Hadis yang mutawatir periwayatannya dalam satu lafzi.5

Misalnya hadits :


Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku (Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam)
maka dia akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka.
Hadits ini diriwayatkan oleh 70 sahabat6. Hadits ini telah diriwayatkan
lebih dari 70 orang shahabat, dan diantara mereka termasuk 10 orang
yang dijamin masuk surga.

2. Mutawatir Manawy adalah maknanya yang mutawatir sedangkan lafadhnya


tidak. Misalnya, hadits-hadits tentang mengangkat tangan ketika berdoa. hadits
ini telah diriwayatkan dari Nabi sekitar 100 macam hadits tentang mengangkat
4
5
6

http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/16/hadits-mutawatir/
Drs. Munzier Suparta, M.A. Ilmu hadits. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1996.,h.87
DR. Mahmud Thahan. Ilmu hadits Praktis (terjemah Abu Fuad). Bogor: Pustaka
Thanqul Izzah, 2006, h.21-22

tangan ketika berdoa. Dan setiap hadits tersebut berbeda kasusnya dari hadits
yang lain. Sedangkan setiap kasus belum mencapai derajat mutawatir. Namun
bisa menjadi mutawatir karena adanya beberapa jalan dan persamaan antara
hadits-hadits tersebut, yaitu tentang mengangkat tangan ketika berdoa 7.
Contoh hadist ini adalah:



Abu Musa Al-Asyari berkata: Nabi SAW berdoa kemudian mengangkat kedua tangannya
dan aku melihat putih-putih kedua ketiaknya.8

3. Mutawatir Amali Yang dimaksud dengan hadis ini ialah:

Sesuatu yang diketahui dengan mudah, bahwa dia termasuk urusan agama dan telah
mutawatir antara umat Islam, bahwa Nabi SAW mengerjakannya menyuruhnya, atau
selain dari itu. Dan pengertian ini sesuai dengan tarif Ijma.

Macam hadis mutawatir amali ini banyak jumlahnya, seperti hadis yang
menerangkan waktu shalat, rakaat shalat, shalat jenazah, shalat id, tata cara
shalat, pelaksanaan haji, kadar zakat harta, dan lain-lain. 9

Keberadaannya
Sebagian di antara mereka mengira bahwa hadits mutawatir tidak ada
wujudnya sama sekali. Yang benar (insyaAllah), bahwa hadits mutawatir
7

8
9

lihat Mabaahits fii Uluumil-Hadiits oleh Manna Al-Qaththan, Maktabah Wahbah, Cet.
4
Munzier, op. cit. p.90
Munzier, op. cit. h.90-91

jumlahnya cukup banyak di antara hadits-hadits yang ada. Akan tetapi


bila dibandingkan dengan hadits ahad, maka jumlahnya sangat sedikit.
Misalnya : hadits mengusap dua khuff, hadits mengangkat tangan dalam
shalat, hadits tentang telaga, dan hadits : Allah merasa senang kepada
seseorang yang mendengar ucapanku.. dan hadits Al-Quran
diturunkan dalam tujuh huruf, haditsBarangsiapa yang membangun
masjid karena Allah, maka Allah akan membangun untuknya rumah di
surga, hadits Setiap yang memabukkan adalah haram, hadits Tentang
melihat Allah di akhirat, dan hadits tentang larangan menjadikan
kuburan sebagai masjid.
Mereka yang mengatakan bahwa hadits mutawatir keberadaannya
sedikit, seakan yang dimaksud mereka adalah mutawatir lafdhy,
sebaliknya mutawatir manawy banyak jumlahnya. Dengan demikian,
maka perbedaan hanyalah bersifat lafdhy saja.