Anda di halaman 1dari 46

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS

KAB)
(PW-INFRA 40)

BAB E
URAIAN TEKNIS, METODOLOGI
DAN PROGRAM KERJA

I.

URAIAN PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

I.1 Latar Belakang

Untuk menunjang fasilitas kerja yang nyaman pada satuan kerja pemerintaha,
dilakukan beberapa rehabilitasi fasilitas kantor yang telah mengalami keruasakan.
Dalam hal rehabilitasi fasilitas kantor tersebut perlu adanya pengawasan terhadap
pekerjaan tersebut untuk menghasilkan kualitas perbaikan-perbaikan sarana kerja
yang bermutu dan bertahan dalam jangka waktu lama.

Salah satu aspek pembinaan bangunan gedung yang sangat terkait dengan
pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya adalah pengembangan prasarana

Bab E - 1

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

dan sarana dasar serta jaringan jalan sesuai dengan tingkat laju pertumbuhan
lalulintas yang diakibatkan dari pertumbuhan ekonomi yang makin meningkat.

Pekerjaan Pengawasan Rehap Gedung Kantor Baitul Mal ini meliputi Bangunan
Gedung.

I.2

Pengetahuan Tentang Proyek

1.2.1. Tujuan
Rehap fasilitas kantor Baitul Mal ini bertujuan untuk memperkaiki dan
mempertahankan fasilitas-fasilitas yang ada agar bangunan-bangunan yang telah
ada dapat bertambah masa pakainya dalam jangka waktu lama.
A. Umum
Melakukan peninjauan (review design) terhadap dokumen perencanaan yang
ada dan sekaligus layanan jasa pengawasan teknik, maksud utama dari
Review Design adalah untuk mengevaluasi terhadap rencana kebutuhan
yang nyata akan diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan jalan tersebut,
mencakup justifikasi teknis dan pedoman dan metode pelaksanaan
pekerjaan, sedangkan pengawasan teknis ini adalah untuk memberikan
kepastian kepada Kelompok Kerja pada dinas terkait, bahwa proyek
dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam dokumen
kontrak, pekerjaan layanan jasa pengawasan teknik rahap gedung kantor
Baitul Mal akan dikerjakan selama 6 bulan termasuk pekerjaan review
design dan masa persiapan / mobilisasi.

Bab E - 2

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Sedang lingkup pekerjaan pengawasan teknik secara umum adalah:


Monitoring kemajuan pekerjaan
Pengendalian Mutu (Quality Control)
Pengendalian Volume ( Quantity Control)
Pemecahan Masalah yang berkaitan dengan dokumen kontrak
Koordinasi dengan tim konsultan yang lain dilingkungan Kelompok Kerja di
instansi yang terkait.

B. Tugas tugas dan Ruang Lingkup Jasa Konsultan


1.

Tugas-tugas Tim Konsultan Pengawas Lapangan Secara garis besar


tugas pokok dan kewajiban pekerjaan pengawasan teknis adalah
sebagai berikut :

Membantu PPTK Pengawasan dalam melaksanakan tugas dan


kewajibannya di dalam mengendalikan pelaksanaan yang tercantum
dalam dokumen kontrak serta jadwal waktu yang lah ditetapkan.

Membantu PPTK Pengawasan dalam memahami dan melaksanakan


ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum dalam Dokumen
kontrak, terutama sehubungan dengan pemenuhan kewajiban dan
tugas kontraktor.

Menyiapkan

rekomendasi

serta

technical

justification

(bila

diperlukan), sehubungan dengan Contract Change Order dan


Addendum,

sehingga

diperlukan

dapat

Perubahan-perubahan
dibuat

secara

Kontrak

optimum

yang
Dengan

mempertimbangkan aspek yang tersedia.

Bab E - 3

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Melaksanakan pengumpulan data lapangan yang diperlukan secara


rinci untuk mendukung peninjauan design (review design), membuat
gambar

design

kontraktor

dan

menyiapkan

sehingga

perintah

(instuksi)

kepada

design

tersebut

dapat

cermat

terhadap

semua

perubahan

dilaksanakan.

Melaksanakan

pengecekan

secara

pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan yang akan dipakai


sebagai dasar pembayaran, sehingga pembayaran didasarkan
kepada ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Melaporkan kepada PPTK Pengawasan yang bersangkutan semua


Perihal

masalah

sehubungan

dengan

pelaksanaan

Pekerjaan

termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usahausaha penanggulangan dan tindak turun
dengan

terlebih

dahulu

tangan (T3) diperlukan

mengkonsultasikan

kepada

PPTK

Pengawasan.

Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus menerus


sehubungan dengan pengendalian mutu dan pengendalian kuantitas
pekerjaan, serta menandatangani sertifikat pembayaran, apabila
mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi semua
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan. Selanjutnya
konsultan
tertulis

pengawas/supervisi
kepada kontraktor

harus
atas

memberitahukan

adanya

secara

penyimpangan

dari

ketentuan dan persyaratan, baik mutu dan volume bahan dan


pekerjaan,

serta

menyampaikan

foto

copy

surat-surat

pemberitahuan tersebut Kelompok Kerja di instansi dinas tersebut


diarsipkan secara baik.
Bab E - 4

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar terlaksana


(as-built drawing), yang menggambarkan secara rinci setiap bagian
pekerjaan yang telah

dilaksanakan oleh kontraktor, serta

membantu PPTK Pengawasan.

Mebuat laporan kemajuan proyek dan laporan status keuangan,


serta permasalahan yang terjadi dilapangan dan rekomendasi yang
diperlukan.

Membuat

laporan

khusus

yang

mencakup

laporan

kemajuan

pekerjaan dan permasalahan yang terjadi pada periode bulanan.

Membantu PPTK Pengawasan dalam pelaksanaan Serah Terima


Sementara Provisional Hand Over terutama Dalam menyusun
daftar kerusakan dan penyimpangan yang harus diperbaiki oleh
kontraktor pelaksana.

Membantu dan bekerjasama dengan Dinas, Terutama dalam


mendapatkan

data

lapangan

yang

Lengkap

serta

membantu

melaksanakan test-test yang Diperlukan.

2.Lingkup Pengawasan dan supervisi

Mereview Detail Engineering Design (DED) infrastruktur kawasan


yang ada sesuai dengan kebutuhan lapangan, termasuk melakukan
pengukuran/pengecekan gedung pemerintahan.

Menyusun rencana kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaan dan


dituangka Dalam bentuk Bar-Chart.

Bab E - 5

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Mengkoordinir dan memberikan pengarahan kepada kontraktor dan


semua Stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan fisik maupun
non fisik dilapangan.

Menyusun organisasi manajemen konstruksi dengan penjelasan


terhadap Pesonil yang diberi tugas dan tanggung jawab dari
masing-masing unit organisasi.

Memantau kemajuan fisik serta mempersiapkan laporan kemajuan,


laporan Penyelesaian pekerjaan yang dilengkapi dengan photo serta
menyusun berita acara.

Memastikan

bahwa

kegiatan

pembangunan

infrastruktur

dilaksanakan sesuai Dengan prosedur, kuantitas, kualitas yang


diharapkan seperti yang tertuang dalam petunjuk pelaksanaan dan
sesuai dengan schedule pelaksanaan.

Mengidentifikasikan

masalah

yang

terjadi

dan

memberikan

rekomendasi untuk mengatasinya.

Menyiapkan rapat kordinasi, rapat berkala, dan rapat-prapat


khusus dalam Penyelenggaraan kegiatan dan pengendalian mutu.

Menyusun daftar cacat (defect) sebelum serah terima pekerjaan


dan pelaksanaan perbaikannya selama masa pemeliharaan.

Membantu menyusun updating time schedule pelaksanaan apabila


terjadi Penyimpangan pelaksanaan di lapangan terhadap master
schedule dalam rangka pencapaian target yang sudah disepakati
sebelumnya.

Menyiapkan prosedur pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun


Agar dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Bab E - 6

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menyiapkan dokumen serah terima pekerjaan dan dokumentasi


lainnya.

Dan melaksanakan tugas-tugas pengawasa dan supervise lainnya:

a. Masa Mobilisasi / Demobilisasi

Memeriksa data survey yang digunakan


Menyediakan

untuk

kontraktor

titik

data

survey

Pemberi

Tugas

tersebut.
Memberikan

rekomendasi

bagi

didalamTahap kegiatan pelaksanaan.


Membantu

Pemberi

Tugas

untuk

memeriksa

dan

memecahkan masalah yang akan mungkin muncul serta


bertindak

untuk

timbulnya

klaim dari

kontraktor

pelaksana.
Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan
personil yang didatangkan, fasilitas Base Camp, dan
lokasi penetapan peralatan.
Mengecek dan merekomendasikan bagi pemberi tugas,
polis

asuransi

dan

batas

lingkup

asuransi

dari

kontraktor.
Mengecek

dan

mempersiapkan

cara

perhitungan

Kuantitas dan prosedur pemeriksaan mutu (Quality


Control).
Mengecek pemasangan patok garis tengah jalan dan
Damija (ROW).
Bab E - 7

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Mengecek

dan

menyetujui

segi

keamanan

dari

Pengaturan lalu lintas didalam proyek.


Mengecek dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu
material yang disediakan oleh kontraktor.
Menyiapkan formulir-formulir yang diperlukan dalam
pengawasan pekerjaan.

b. Pada Masa Konstruksi


Mengecek data titik suvey dilapangan.

Menyelenggarakan

pengawasan

terus-menerus

dilapangan untuk mendapatkan kepastian bahwa semua


pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan persyaratan
didalam dokumen kontrak, pengendalian evaluasi sebabsebab yang akan menimbulkan keterlambatan, termasuk
melengkapi data-data curah hujan dan data lainnya yang
dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek.

Menyelenggarakan pengujian laboratorium dan test


lapangan untuk pekerjaan tanah, perkerasan, material
yang digunakan dan metode kerja untuk mendapatkan
kepastian sesuai dengan persyaratan.

Menjaga rencana kemajuan pekerjaan yang terbaru


berupa bar chart dan PDM/CPM yang digunakan sesuai
dengan rencana kerja yang disetujui.
Menjaga dan memperbaharui secara berkala daftar
tenaga kerja dan peralatan yang digunakan kontraktor
pelaksana

dengan

mengacu

pada

daftar

yang

Bab E - 8

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

sudahdisetujui oleh Pemberi Tugas saat pengajuan


penawaran.
Mengawasi

dan

mengevaluasi

semua

kegiatan

pelaksanaan pekerjaan dari penentuan material yang


akan

dipakai,

proses

pengelolaan

material

dan

pelaksanaa pekerjaan agar sesuai dengan acuan dan


kondisi dari dokumen kontrak.
Memeriksa dan menyetujui semua gambar kerja (Shop
Drawing) dan detailnya yang diajukan oleh kontraktor
Pelaksana, penyesuaian design bila diperlukan, agar
sesuai dengan kebutuhan teknis.
Memberikan laporan secara tetap semua pengukuran
kuantitas pekerjaan yang sudah di test termasuk
penggunaan material, dengan menggunakan bentuk yang
sudah disetujui oleh Pemberi Tugas.
Menyusun laporan mingguan dan laporan teknis jika ada
masalah

yang

timbul,

dan

memberikan

rekomendasi pemecahan masalah.


Mempersiapkan semua perubahan (contract change
order) dan membantu pemimpin Bagian Proyek pada
saat negosiasi harga dan biaya konstruksi setiap
perubahan 2 bulan kedepan.
Mengevaluasi dan membuat rekomendasi bagi pemberi
tugas dalam bertindak atas klaim terhadap kontrak,
perselisihan, penambahan lingkup pekerjaan kontrak

Bab E - 9

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

dan

perubahan-perubahan

lain

dari

lingkup

pekerjaanyang tercantum dalam dokumen kontrak.


Rancangan sertifikat pembayaran bulanan yang akan
disertifikasi oleh Chief Inspector untuk mendapatkan
persetujuan Pemberi tugas, termasuk perkiraan biaya
akhir untuk konstruksi dan pengawasan.
Menyediakan bantuan dan arahan pada saat yang tepat
bagi kontraktor pelaksana didalam semua masalah yang
ada hubungannya dengan dokumen kontrak, pengecekan
terhadap survey tanah dasar, test pengawasan mutu,
dan masalah lain yang berhubungan dengan dipenuhinya
kontrak dan kemajuan pekerjaan.
Menjamin penerimaan dan menjaga sebagai laporan
tetap, semua jaminan yang diperlukan dibawah syaratyang tercantum dalam dokumen kontrak, untuk material
dan peralatan yang digunakan di proyek.
Semua material yang digunakan diproyek termasuk
sumbernya juga harus disetujui terlebih dahulu.
Menyediakan

informasi

yang

dibutuhkan

Pemberi

Tugas, menghadiri rapat/pertemuan dengan kontraktor,


Pemilik Proyek, dan Instasi Pemerintah lain serta
menyediakan bantuan teknis bila dan kapan diperlukan
dalam

kaitannya

dengan

pelaksanaan

proyek

dan

masalah-masalah kontrak.
Mencatat kondisi cuaca harian, kondisi diluar norm
dilapangan,

peralatan

kontraktor

pelaksana,

dan

Bab E - 10

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

personil dilapangan serta peristiwa/kejadian yang biasa


mengakibatkan

keterlambatan,

dan

langkah-langkah

yang diambil untuk mencegah keterlambatan tersebut.


Memberikan nasehat kepada Pemberi Tugas dilapangan
untuk kebijakan dan langkah untuk mencegah dan
mengurangi klaim.
Membuat laporan bulanan, dan laporan akhir proyek
seperti yang dikehendaki oleh Pembuat Tugas untuk
masalah-masalah konstruksi, geoteknik, pengaturan lalu
lintas

dan

lain-lain,

beserta

pemecahan

penanggulangannya.
Perjanjian/perwasitan untuk klaim dari kontraktor.
Pemeriksaan

Serah

Terima

Sementara

termasuk

penyiapan dan Berita Acara Serah Terima Sementara


yang diperlukan dan menerbitkan Sertifikat Penerimaan
Sementara (Certificate of Provisional Acceptance)
Memeriksa dan menyetujui gambar terlaksana (as-built
drawing) dan manual pemeliharaan yang disiapkan oleh
kontraktor pelaksana.

1.2.2

Lokasi Proyek dan data Teknis

1. Lokasi Proyek
Lokasi proyek Pengawasan Gedung/Kantor Baitul Mal Berada
di Kota Banda Aceh.

Bab E - 11

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

DETAIL PENDEKATAN MASALAH DAN METODELOGI

Guna menunjang pelaksanaan pekerjaan yang dapat di pertanggunggung jawabkan,


Efektif dan efesien pada proyek ini, maka disusunlah detail pendekatan masalah
Dan metodelogi kerja berikut, dengan tujuan :

Agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan metode yang benar, dalam


pengertian memenuhi standart pelaksanaan yang ditetapkan yaitu Spesifikasi,
sehingga terjamin kualitas pekerjaan konstruksi yang telah dilaksanakan
dilapangan.

Agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah


ditetapkan, dalam pengertian bahwa kontraktor harus tetap menjaga progress
pekerjaannya.

Pengawasan

yang

baik

akan

pelaksanaan

yang

menyimpang,

menghindarkan
yang

dapat

kontraktor
mengakibatkan

dari

cara

berbagai

keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Perhitungan kuantitas (volume) pekerjaan dilakukan dengan teliti, sehingga


tidak dapat klaim dari kontraktor.

Agar pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam batas jumlah kontrak yang


disepakati, dalam pengertian bahwa kontraktor dibayar secara benar sesuai

Bab E - 12

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

dengan nilai pekerjaan yang telah dilaksanakannya, dan secara menyeluruh nilai
kontrak tidak dilampaui.

Agar pelaksanaan pekerjaan tercatat secara memadai, dalam pengertian bahwa


selama pelaksanaan harus dijaga dengan catatan-catatan (repord) yang
diperlukan selalu dibuat pengukuran kemajuan pekerjaan, berbagai jenis
laporan, dan lain-lain.

Pengarsipan

dokumen

administrasi

proyek

yang

baku,

sehingga

memudahkan Pemberi Tugas jika ada pemeriksaan.

Guna tercapainya komunikasi yang lancar, maka perlu dilakukan koordinasi


dengan dinamis.
Dalam pelaksanaan tugasnya konsultan akan berpijak pada hakekat tugas
Pengawasan diatas, dan berpedoman pada ketentuan-ketentuan yang tertuang
Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), Kondisi Umum Kontrak, Spesifikasi Umum
Serta pengalaman konsultan sendiri dalam menangani pekerjaan pengawasan
Lainnya, konsultan menyusun suatu rencana kerja sebagaimana diuraikan pada
bagian-bagian berikut dari proposal ini dan bagan dari metodelogi kerja yang dapat
dilihat pada Gambar VI-2 :
Pekerjaan Pengawasan Teknis
Konsultan membagi metodelogi kerja team konsultan dalam 3 (tiga) Tahap
sebagai berikut :
Tahap aktifitas
Tahap Aktifitas Konstruksi
Tahap Aktifitas Pasca Konstruksi

Bab E - 13

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Setiap tahap aktifitas tersebut diatas terdiri dari beberapa jenis kegiatan
sebagai :
Tahap aktifitas
Jenis aktifitas yang dilaksanakan dalam tahap ini meliputi :
Mobilisasi Team Konsultan
Pengumpulan dan Review Data/Dokumen Kontrak
Pemeriksaan Site
Review Design
Pemeriksaan Mobilisasi Kontraktor Pelaksana
Pemeriksaan Rencana Kontraktor Pelaksana
Penyusun Rencana Pengaturan Lalu-Lintas
Pre Construction Meeting

Tahap Aktifitas Konstruksi


Jenis aktifitas yang dilaksanakan dalam tahapn ini meliputi :
Pemeriksaan Shop Drawing/Gambar Kerja
Survey dan Pengukuran
Pengujian Material
Pengawasan Teknis Pekerjaan Konstruksi
Pengendalian Mutu/Quality Control
Perhitungan Kuantitas dan Pembayaran Pekerjaan
Pemantauan Kemajuan Pekerjaan (Progress Monitoring)
Pengendalian Keuangan dan Biaya Konstruksi
Pengendalian Proyek

Bab E - 14

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Rapat Koordinasi
Sistem Pencacatan
Sistem Laporan

Tahap Aktifitas Pasca Konstruksi


Jenis aktifitas yang dilaksanakan dalam tahap ini meliputi :
Pemeriksaan akhirdan Serah Terima Pekerjaan
Pemeriksaan dan Persetujuan Gambar Terlaksana
Penyiapan Laporan Akhir
Penyusunan Petunjuk / Manual Pemeliharaan

Tahap Aktifitas Pasca Konstruksi

Pada tahap ini konsultan akan membantu pihak Pemberi Tugas Dalam
mempersiapkan aktifitas selama konstruksi agar aktifitas Konstruksi dapat
berjalan sesuai rencana dari segi maupun Kuantitasnya.

Mobilisasi Konsultan
Segera setelah konsultan ditunjuk untuk menangani pekerjaan ini,
mobilisasi pun akan segera dimulai yang meliputi mobilisasi personil inti
akan disesuaikan dengan kebutuhan Pekerjaan. Rencana Kerja yang
lebih terperinci dari team Konsultan akan disusun dan dibicarakan
dengan PPTK yang bersangkutan. Kontak-Kontak dan pembahasan
pelaksanaan pekerjaan akan segera dilakukan dengan Pemberi Tugas

Bab E - 15

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

guna tercapainya koordinasi kerja baik antara berbagai pihak yang


terlibat dalam penangganan pekerjaan ini.

Konsultan juga akan menyiapkan system dan prosedur kerja serta


format-format standar yang akan diterapkan dalam melaksanakan
pekerjaan pengawasan teknis ini yang meliputi antara lain :

Format pengujian mutu beton dan pekerjaan.

Format Pengukuran dan Perhitungan Kuantitas pekerjaan.

Format Laporan Harian dan Mingguan Inspektor

Format Pembayaran dan Sertifikat Pembayaran

Format Monitoring Kemajuan Pekerjaan

Format Laporan Bulanan

Dan lain-lain

Pengumpulan dan Review Data/Dokumen Kontrak


Berbagai

data

dan

laporan

perencanaan

dari

ruas-ruas

jalan

Pada proyek ini akan dikumpulkan dan segera di review oleh


Team konsultan.
Konsultan
Seluruh

akan

melakukan

kelengkapan

data

pengecekan

secara

yang

dan

ada

detail

akan

terhadap

dipergunakan

Sebagai acuan pelaksanaan konstruksi, antara lain :

Persyaratan Kontrak

Spesifikasi Teknis

Gambar Rencana

Bab E - 16

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Dalam

hal

Mungkin

ini

masih

konsultan

memberikan

diperlukan

sebagai

catatan

tambahan

penjelasan

detail

yang
yang

Dibutuhkan dalam pelaksanaan konstruksi.

Pemeriksaan Lapangan
Segera setelah selesai pengkajian ulang (review) dari data perencanaan
dan laporan-laporan teknis lainnya, maka Chief Inspector dan Staffnya
akan mengunjungi dan Memeriksa lokasi proyek.
Pemeriksaan ini antara lain meliputi :

Kesesuaian kondisi lapangan dengan gambar rencana

Identifikasi

atas

lokasi-lokasi

yang

memerlukan

data

dan

perencanaan detail tambahan

Identifikasi atas jenis dan estimasi volume pekerjaan minor yang


diperlukan.

Identifikasi

atas

masalah-masalah

yang

diperkirakan

akan

dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.


Hasil Pemeriksaan lapangan ini kemudian akan disusun, dilaporkan, dan
dibahas dengan PPTK yang bersangkutan. Diharapkan hasil pemeriksaan
lapangan ini sudah dapat diselesaikan sebelum kontraktor pelaksana
melakukan mobilisasi agar berdasarkan temuan-temuan ini mereka
dapat menyesuaikan Program Mobilisasi yang disiapkankannya.

A. Pemeriksaan
Sebelum
Menyiapkan,

program
melakukan

mobiliasi

mobilisasi,

menyerahkan

dan

kontraktor

kontraktor

pelaksana

pelaksana

mendapatkan

harus

persetujuan

Bab E - 17

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Dari

Kepala

Pengawas

Pembangunan

Prasarana

Dasar di kabupaten/kota yang bersangkutan suatu

dan

Sarana

Mobilisasi yang terdiri

dari :
Daftar alat berat yang digunakan
Daftar Laboratarium
Lokasi Qurry, dll
Daftar Tenaga Kerja Kontraktor Pelaksana
Financial Schedule
Network Planning, Construction Management
Vector Diagram
Material Schedule
Data lain-lain.

Team Konsultan Supervisi akan memeriksa program Mobilisasi Kontraktor


Pelaksana ini guna menyakinkan bahwa :

Program kontraktor tersebut cukup praktis


Program kontraktor tersebut cukup memadai
Program kontraktor tersebut sesuai dengan kemampuannya.
Program kontraktor tidak bertentangan dengan suatu peraturan
pemerintah.
Program kontraktor tidak ditentangkan oleh sesuatu pihak luar manapun.

B. Pre Construction Meeting

Bab E - 18

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Sebelum memulai kegiatan dilapangan, ketiga pihak pelaku proyek yaitu


direksi,

konsultan

pengawas

dan

kontraktor

pelaksana

mengadakan

koordinasi awal. Koordinasi kerja diperlukan untuk memperlancarkan


pekerjaan serta mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Untuk itu diperlukan
kejelasan mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing
pihak, dalam hal ini Konsultan Pengawas/Supervisi bertugas membantu PPTK
yang bersangkutan dalam pengawasan teknik, memberi nasehat dan saran
penyelesaian masalah serta administrasi proyek, selanjutnya koordinasi
terpadu

selama

periode

pelaksanaan

konstruksi

dilakukan

dengan

mengadakan pertemuan berkala secar teratur. Hal penting dalam koordinasi


awal adalah mencakup semua persiapan yang dilakukan oleh masing-masing
pihak. Pekerjaan persiapan tersebut mencakup :
Organisasi dari masing-masing pelaku proyek (Direksi,

Konsultan

Supervisi/Pengawas dan kontraktor Pelaksana)


Pembahasan mengenai spesifikasi teknik yang kurang jelas dan kurang
dimengerti.
Bentuk serta jenis/macam pelaporan hendaknya telah dijelaskan dalam
pertemuan awal.
Wewenang dan tanggung jawab serta segala sangsi yang berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan dibahas dengan jelas.
Menentukan waktu kunjungan bersama ke lokasi menentukan batas awal
serta akhir proyek serta survey lapangan dengan kondisi saat ini sebagai
bahan dalam diskusi lanjutan dan menentukan metode kerja selanjutnya.
Jadwal pengadaan bahan dan penggunaan peralatan serta mobilisasi
personil.

Bab E - 19

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

C. Pemeriksaan Rencana Kerja Kontraktor


Pemeriksaan rencana kerja kontraktor perlu dilakukan agar

Pekerjaan

konstruksi dapat dilaksanakan secara efektif, Selesai tepat waktu dengan


biaya seperti tercantumdalam Dalam kontrak.
Pada
Kerja

tahap
yang

ini,

konsultan

diajukan

oleh

pengawas

akan

kontraktor

dan

memeriksa
akan

jadwal
meninjau

Jadwal kerja dari berbagai aspek.


Pada
Kerja

tahap
yang

ini,

konsultan

diajukan

oleh

pengawas

akan

kontraktor

dan

memeriksa
akan

jadwal
meninjau

Jadwal dari berbagai aspek, antara lain :


Waktu pelaksanaan
Metode konstruksi
Pengadaan dan penyiapan konstruksi
Mobilisasi dan penggunaan peralatan
Organisasi kerja
Sub kontraktor (apabila ada)
System dokumentasi, dll
Setelah mengevaluasi Rencana Kerja Kontraktor, konsutan pengawas
memberikan kesempatan kepada kontraktor pelaksana untuk melakukan
perbaikan dari rencana kerjanya.

Kantor Lapangan dan Fasilitas

a. Lokasi untuk base camp dan pelaksanaan aktifitas lainnya.

Bab E - 20

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Team supervisi lapangan akan memeriksa apakah lokasi-Lokasi yang


diperlukan untuk kontraktor untuk kantor, Base Camp, Gudang, tempat
pabrikasi dan pelaksanaan aktifitas Lainnya cukup memadai dan
memenuhi persyaratan di Dalam spesifikasi umum, dan konsultan
supervise/pengawas

Akan

memeriksa

apakah

lokasi/kawasan

yang

diperlukan Benar-benar tersedia dan kontraktor telah merundingkannya


Dengan pemiliknya yang sah.

Hal

lainnya

akan

diperiksa

adalah

mengenai

ketersediaan

air

Dan instalasi yang diperlukan.

Lokasi

yang

tersebut

diusulkan

akan

mencukupi

Penyimpanan

diperiksa

untuk

material,

apakah

lokasi/kawasan

mengeperasian

serta

manuver

peralatan,

kendaraan

yang

Memuat dan membongkar.

Usulan
oleh

play

out

kontraktor

dari

plant

pelaksan

ini

harus

sebelum

secepatnya

disediakan

pemeriksaan

lapangan

Diatas dapat dilaksanakan.

b. Kantor Kontraktor Pelaksana dan Fasilitasnya


Semua

bangunan

pelaksana
memiliki

harus
system

dan

fasilitasnya

cukup
drainase

Di

memenuhi
yang

baik,

Base

Camp

Kontraktor

syarat-syarat

kesehatan,

system

penerangan

dan

pengamanan yang baik pula.

Bab E - 21

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Tempat-tempat
dan

penyimpanan

peralatan

yang

akan

harus

sesuai

dengan

material

disimpan

dengan

berpedoman

pada

ketentuan-ketentuan didalam spesifikasi umum.

Tempat

penyimpanan

bahaya

kebakaran,

aspal
dan

dan

minyak

peralatan

harus

pemadam

aman
api

terhadap

yang

harus

cukup haruslah tersedia.

c. Kantor Direksi dan Staffnya


Akan diperiksa tentang kelengkapan Kantor Direksi Teknik Dan stafnya,
jika didalam kontrak tercantum.

d. Bengkel
Dilapangan kontraktor harus memilki bengkel yang Diperlengkapi dengan
perbengkelan secukupnya, serta gudang untuk penyimpanan suku cadang
peralatan.

1) Sumber Material
Didalam
yang

gambar

memberi

masing

rencana

indikasi

material,

material

pada

akan

tersedia

tentang

gambar

jenis

tahap

dan

sumber
lokasi

awal/mobilisasi,

diperiksa

oleh

material

dari

masing-

lokasi

sumber

Inspector

bersama

dengan Lap. Technician Kontraktor Pelaksana.

Contoh-contoh

bahan

bahan-bahan

seperti

yang

diperlukan

semen

dan

akan
bahan

diuji,

untuk
pabrikasi

Bab E - 22

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

lainnya
harus

diusulkan
ada

instansi

untuk

surat

dipakai,

tanda

independent,

lulus

syaratnya

pengujian

dan

adalah

dari

diserahkan

bahwa

produsen

kepada

dan

konsultan

pengawas/supervise untuk dimintakan persetujuan.

Penyimpangan dari material-material ini harus memenuhi Syarat-syarat dan


ketentuan dalam spesifikasi umum.

2) Perencanaan Sumber Daya / Resour Planning


Dapat

terlaksananya

masih

batasan

nilai

pada

adanya

perencanaan

kontraktor

atas

pekerjaan
bahan

sumber

secara

baik,

tepat

kontrak,

akan

sangat

(planning)
daya

yang

waktu,

tergantung

memadai

(resource)

dan

yang

dari

dimilikinya,

termasuk cash flow.

Pada hakekatnya hal tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor, tetapi


kepentingan

Pemberi

Tugas

juga

Tergantung

padanya,

mengingat

keberhasilan penanganan Proyek berkaitan dengan hal tersebut.

Dengan
kegiatan

demikian,
yang

minimal

bersangkutan

Chief
harus

Inspector

dan

mengetahui

Kepala
rencana

Unit
Kerja

(planning) kontraktor untuk

Equipment Kerja (planning) kontraktor

Labour Supply

Material Supply
Bab E - 23

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Cash Flow

Dan juga harus waspada terhadap kemungkinan berkembangnya setiap


persoalan yang berkaitan dengan hal tersebut.

Dalam kasus tertentu kontraktor pelaksan mungkin memerlukan bantuan


yang lebih aktif jika kemampuan managementnya atau perhatiannya
terhadap kondisi setempat atau hal-hal lain tampaknya sangat kurang, dalam
hal ini Chief Inspector akan juga ambil bagian dalam proses planning ini dan
memberikan saran-sarannya pada kontraktor pelaksana untuk memperbaiki
planningnya tersebut. yang penting adalah bahwa kontraktor pelaksana
disarankan untuk memperbaiki planningnya tersebut, bukan diperintahkan
untuk melakukannya.

D. Rencana Pengaturan Lalu Lintas


Mengingat lokasi pekerjaan yaitu diruas jalan yang mempunyai volume lalulintas yang cukup padat, maka peraturan lalu-lintas selama masa konstruksi
masalah

yang

sangat

penting

dan

harus

sangat

diperhatikan

dan

direncanakan secara baik dan efektif, sehingga lalu-lintas dapat tetap


bergerak secara lancar.

Pengaturan lalu-lintas yang sangat penting untuk dilaksanakan adalah lalulintas kendaraan proyek yang membawa material konstruksi. Sejauh mungkin
harus diupayakan agar trasportasi material ini dilakukan pada waktu jam
lenggang (malam hari).

Bab E - 24

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Pada malam hari perambuan ini juga harus dilengkapi lampu kedap-kedip
lalu-lintas berwarna kuning guna memberi peringatan pada pemakaian jalan
tentang adanya aktifitas konstruksi pada lokasi tersebut yang menuntun
kehati-hatian dari mereka.

Klasifikasi Perlengkapan Peralatan Pengaturan Lalu-lintas

Pemisah Tetap

Pemisah yang dapat dipindah,

Traffic Cones

Rambu-rambu konstrksi (yang bersifat tetap)

Rambu Konstruksi yang dapat dipindah-pindah

Rambu-rambu peringatan & Marka Reflektor

Lampu kedip (Flashing Light) atau peringatan dengan suara

Pagar (Fence)

Orang Pemegang Bendera (pengatur)

Papan (Rambu) Petunjuk

Tahap Aktifitas Konstruksi

Dalam tahap ini konsultan pengawas/supervise akan melakukan aktifitas


pengawasan

teknis terhadap pekerjaan kontraktor pelaksana agar

pekerjaan dapat dilaksanakan dengan hasl yang sesuai dengan rencana


meliputi aspek mutu, dan biaya.

A. Pemeriksaan Shop Drwing/Gambar Kerja

Bab E - 25

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Sebelum melaksanakan pekerjaan konstruksi, kontraktor\ pelaksana harus


menyiapkan gambar kerja secara detail berdasarkan gambar rencana yang
telah dikaji ulang (review).

Gambar

kerja

tersebut

akan

memuat

semua

informasi

yang

diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Team
cara

Konsultan
kerja

Pengawas/Supervisi

tersebut

dan

akan

melakukan

memeriksa

secara

koreksi-koreksi

yang

diperlukan.

Kontrkator
dengan

akan

melakukan

koreksi-koreksi

revisi

yang

gambar

diberikan

kerja

sesuai

oleh

konsultan

pengawas/supervisi.

Revisi

gambar

team

Konsultan

team

Leader

kerja

tersebut

akan

pengawas/supervise
akan

memberi

diperiksa
dan

bla

persetujuan

kembali

oleh

telah

sesuai

untuk

dapat

dilaksanakan.

A. Survey dan Pengukuran

Dalam

pekerjaan

supervisi

pekerjaan

survey

dan

pengukuran

(meansurement) meliputi:

Pengecekan Design

Pengukuran Stock piles


Bab E - 26

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Pengukuran Pre-Construction

Pengukuran Pekerjaan yang sedang berjalan

Pengukuran pekerjaan yang telah selesai

Pengecekan Design

Diharapkan Crew Survey Kontraktor sudah

Dimobilisasi di Site terlebih

dahulu sebelum mobilisasi dan peralatan lainnya, dan mereka dapat Segera
memulai aktifitasnya di site.Hal-hal yang perlu dicek antara lain meliputi :

Datum point

Right of Way

Alignment Vertical

Drainase

Pengukuran Stock Piles

Pengukuran ini terutama dimaksudkan guna vertikasi atas ketersedian dan


kebutuhan angkutan dan material, seperti gravel, agregat, pasir, batu pecah
dan lain-lain ke site.

Pengukuran Pre Construction


Untuk sejumlah item pekerjaan, pembayaran kepada kontraktor dihitung
berdasarkan kuantitas daripada pekerjaan yang diselesaikan, untuk itu
diperlukan sejumlah pengukuran yang meliputi pengukuran kondisi
existing dan lain-lainnya, Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai sehingga
kualitas pekerjaan dapat dihitung dari survey selanjutnya yang akan
diadakan setelah pekerjaan yang dimaksud selesai.

Pengukuran pekerjaan yang sedang berjalan


Bab E - 27

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Tersedianya catatan yang lengkap tentang kemajuan pekerjaan

Tersedianya data yang cukup jika timbul ketidak sepakatan.

Pengukuran Pekerjaan yang telah selesai

Pengukuran

ini

diperlukan

sebagai

penunjang

dalam

penanggihan

kontraktor pelaksan atas pekerjaan yang telah selesai dikerjakan.

B. Pengujian Material
Pengujian

material

konstruksi

pelaksana

dengan

menggunakan

maupun

laboratarium

mengikuti

standar

dalam

prosedur

dokumen

rutin

dengan

lokasi

yang

yang

ditentukan

oleh

peralatan
disediakan

pengujian

kontrak,
mengambil

dilakukan

pengujian
contoh

oleh

lapangan

kontraktor

mutu

konsultan

test

seperti

secara

kontraktor

yang

serta

tercantum

dilakukan
acak

secara

pada

pengawas,

lokasi-

secara

garis

besarnya pengujian akan mencakup :

2. Pengujian
material
beton,

Material
digunakan
perangan

Konstruksi
sebagai

batu

kali,

dilakukan

komponen
ashalt

sebelum

struktur

concrete

seperti

dan

lain-lain.

Pengujian material dilakukan ulang setiap terjadi perubahan Lokasi


sumber material/quary.
3. Pengujian Hasil Pekerjaan
Setelah
diuji
dalam

material

apakah

digunakan

dalam

aplikasinya

dalam

konstruksi,

kontraktor

konstruksi,

maka

telah

perlu

menerapkan

maka
diuji

perlu
apakah

cara

yang

Bab E - 28

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

benar

sehingga

menghasilkan

konstruksi

yang

sesuai

dengan spesifikasi.
Pengujian ini antara lain :
-

Pengujian Kepadatan

Pengujian Mutu Beton

C. Pengawasan Teknis Pekerjaan Konstruksi


Sebelum melaksanakan pekerjaan kontraktor harus mengajukan permohonan
kerja yang dilampirkan dengan gambar kerja untuk disetujui oleh konsultan
dan pemberi tugas.

Selama pelaksanaan konstruksi team konsultan pengawas /supervise akan


melakukan pengawasan teknis dan pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan. Pengawasan dan pemeriksaan ini mencakup seluruh aspek
kualitas dan kuantitas.

Team konsultan harus memberikan petunjuk yang benar kepada kontraktor


untuk memperoleh kerja yang lebih efektif dan efesien dalam rangka
pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat terlaksana sesuai dengan spesifikasi
yang ditentukan tepat waktu.

Pengendalian Mutu (Quality Control)

Dua hal pokok yang dapat menjamin quality control dapat berjalan
dengan baik dan menghasilkan mutu pelaksanaan proyek yang baik pula.
kedua hal pokok yang dimaksud adalah :
Bab E - 29

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Spesifukasi pengendalian mutu yang baik lengkap, jelas,sesuai.


Pelaksanaan Pengendalian mutu secara baik dan tegas.

Berikut ini tata cara pengendalian mutu yang baik khususnya yang
Berkenaan dengan persyaratan teknik :

1. Tahap Pengendalian
Ada tiga tahap pengendalian mutu yaitu :
Pengendalian mutu bahan baku olahan
Pengendalian mutu bahan olahan
Pengendalian mutu pek terpasang

1. Jenis Pengendalian Mutu


Ada dua jenis pengendalian mutu yang harus dilakukan yaitu :
Mutu tentang dimensi
Mutu tentang kualitas fisik

2. Struktur Spesifikasi Pengendalian


Struktur spesifikasi pengendalian mutu yang baik dan baku selalu
mencakup hal untuk tiap jenis pekerjaan, tahap pekerjaan maupun
bahan. lima hal yang harus dicakup dalam spesifikasi pengendalian
mutu yang dimaksud untuk tiap-tiap onyek yang akan diperiksa adalah
sebagai berikut :
Jenis Pemeriksaan
Metode Pemeriksaan
Bab E - 30

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Frekwensi Pemeriksaan
Spesifikasi/Pesyratan Mutu
Toleransi

Perhitungan Kuantitas dan Pembayaran Pekerjaan


Team konsultan akan melakukan pengukuran dan perhitungan kuantitas
atas setiap pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam spesifikasi teknis, hasil
perhitungan kuantitas tersebut harus disepakati bersama dengan
kontraktor dan Pemberi Tugas dan akan menjadi data penunjang (back up
data) bagi penyusunan Monhly Certificate/Sertifikat Bulanan.

Kontraktor mengajukan permohonan pembayaran dengan Sertifikat


bulanan

yang

menunjukkan

item

pekerjaan

yang

telah

selesai

dilaksanakan pada setiap bulannnya.

Chief Inspector dan staffnya akan membantu pemberi Tugas dalam


memproses dan memeriksa Sertifikat Bulanan, dan mengeceknya atas
dasar penunjang dari setiap item pembayaran, material onsite, dan item
pembayaran,

material

onsite,

dan

item

lainnya

yang

dimintakan

pembayaran oleh kontraktor.

MC dan data pendukungnya yang sudah diperika konsultan pengawas akan


dikirim ke Pemberi Tugas untuk diperiksa lebih lanjut dan disetujui.
Bentuk dari Sertifikat bulanan ini akan ditetapkan bersma pad rapat pra
pelaksanaan pekerjaan (PCM).
Bab E - 31

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Perhitungan Kuantitas dan Pembayaran Pekerjaan

Setiap jenis kegiatan Kontraktor yang telah selesai dilaksanakan dan


dapat diterima sesuai dengan hasil pengujian mutu akan dihitung
volumenya untuk dilakukan pembayaran.

Volume pekerjaan dan nilai pembayaran tersebut akan dihitung bobotnya


sebagai prestasi kerja yang telah dicapai oleh kontraktor.

Prestasi tersebut akan selalu dimonitor dan dicatat sehingga dapat


dapat

diketahui

bobot

prestasi

kerja

yang

merupakan

ukuran

darikemajuan/progress kerja Kontraktor setiap minggu dan bulannya.

Progress kerja tersebut akan selalu dibandingkan dengan Rencana


Kerja/ Working Schedule yang telah dilakukan kontraktor. Pada awal
masa konstruksi, sehingga dapat dimonitor status pekerjaan kontraktor
apakah sesuai dengan jadual rencana, mendahului atau tertinggal.

Konsultan supervisi harus mengevaluasi Progress Kerja tersebut dan


Mencarikan solusi bila ternyata kemajuan kontraktor tertinggal dari
rencana semula .

Dokumen

Kontrak

telah

mengatur

dengan

jelas

batas-batas

keterlambatan Yang dapat diterima atau sudah dalam kategori kritis.

Bab E - 32

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Pengendalian Biaya Konstruksi

Pengendalian biaya konstruksi dilakukan oleh Konsultan agar harga


kontrak tidak terlampaui dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan
spesifkasi. Untuk itu dapat mengamankan biaya konstruksi tersebut
perlu diambil langkahlangkah tertentu antara lain memonitor volume
pekerjaan dengan perubahan-perubahan konstruksi yang terjadi.

a. Monitoring Kwantitas Pekerjaan


Monitoring Kwantitas perlu dilakukan dari waktu kewaktu untuk
mengetahui apakah kwantitas perkiraan masih mencukupi atau tidak
untuk mempertahankan harga kontrak. Monitoring dilakukan dengan
mengakumulasi volume yang telah selesai dikerjakan dan sisa
pekerjaan yang masih ada. Bila terdapat salah salah satu item yang
diperkirakan kurang maka item pekerjaan lain harus ada yang bisa
dikurangi.

b. Perubahan Pekerjaan (Contract Change Order)


Apabila ternyata perlu dilakukan penyesuaian kwantitas pekerjaan,
konsultan bersama-sama kontraktor akan berkonsultasi kepada
Pemberi Tugas yang dalam hal ini diwakili oleh pemimpin Proyek
perihal tersebut Konsultan akan meneliti usulan kontraktor termasuk
mengkaji harga satuan baru yang akan mungkin perlu diberlakukan
sehubungan tidak dapat dicover dengan apa yang ada.
Bab E - 33

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Pengendalian Proyek (Project Controlling)

Dalam melaksanakan pengendalian proyek, Konsultan akan mengacu


kepada Sistem Informasi Manajemen Pelaksanaan Proyek yang sudah
dikembangkan yaitu Microsot Project, yang merupakan sitem informasi
berbasis jaringan computer yang on line untuk memonitor dan
mengendalikan prooyek-proyek (Project Monitoring and Control Syistem
/PMCS), monitoring

dan

pengendalian

dilakukan

terhadap

jadwal

(schedule), kemajuan pekerjaan (Progress) dan aspek pembiayaan


poroyek (Cost), yang dilakukan sepanjang siklus proyek.

Agar Project Control System ini dapat teritegrasi dengan System


Informasi Manajemen Proyek di Kantor SKS Pembinaan Pembangunan
maka Konsultan akan menggunakan Proyek proyek di Kantor SKS
Pembinaan Pembangunan maka

Konsultan akan menggunakan Project

Management Softwer yaitu :

a. Operating System

Windows XP 2007.

b. Project Management Software

MS Project

Untuk menjalankan system tersebut diperlukan Handware dengan


spesifikasi yang memadai yaitu :

1. Processor

: Pentium (minimal)

2. Harddisk

: 120 GB (minimal)
Bab E - 34

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

3. Memory (RAM) : 2 GB (minimal)


4. Modem

: 512 Kpbs

Aplikasi PMCS (Project Monitoring dan Control System) memberikan


dukungan kepada system informasi manajement untuk mengendalikan
proyek secara teritegrasi sehingga dapat menghasilkan informasi secara
tepat dan akurat, mengenai detail, keadaan dan status proyek dilihat
dari

segi

pelaksanaan

pembiayaan,

Kwalitas

juga

menyelesaikan

permasalahan potensial yang memerlukan penanganan cepat dan tepat


untuk mencapai

sasaran proyek secara efesien dan efektif. Secara

umum pengoperasian system ini terbagi atas (tiga) tahapan, yaitu :


1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Pelaksanaan
3. Tahap Pelaporan

Masing-masing tahapan terdiri atas beberapa aktifitas yang perlu


dilakukan untuk mendukung proses atau tahapan berikutnya.

1. Tahapan Perencanaan
Pada tahapan ini dilakukan penjabaran aktifitas dan inputing data dari
yang umum sampai dengan aktifitas yang pling detail. Misalnya volume
pekerjaan per aktivitas, perhitungan atau kalkulasi biaya persatuan
unit kerja, tanggal perkiraan awal pelaksanaan dan penyelesaian
peraktivitas, berlangsung, network planning atau urutan pelaksanaan
pekerjaan yang dilengkapi dengan tipe relasi antar aktivitas. Juga

Bab E - 35

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

termasuk didalamnya pendeskripsian resource-resource (sumber


daya yang terlibat dalam pelaksanaan proyek).

2. Tahapan Pelaksanaan
Pada tahapan ini system PMCS dipergunakan untuk memonitor dan
mengawasi

jalannya

pelaksanaan

proyek.

Termasuk

didalamnya

tahapan tahapan ini adalah proses update data kemajuan hasil


pelaksanaan proyek, yang diperinci dari prestsi detail sampai
keprestasi secara umum, mengawasi aktifitas-aktifitas kritis yang
ditampilkan pada barchat APV dan pengawasan terhadap resoruse
(tenga, bahan dan alat) apabila perlu. Bahan dan alat penunjang, atau
merubah metoda pelaksanaannya.

3. Tahap Pelaporan
Tahapan pelaporan ini ditujukan untuk menyampaikan kemajuan
pelaksanaan

proyek

aktual

dilapangan

kepada

pihak

pemberi

tugas/pemilik proyek untuk mendapatkan gambaran kemajuan proyek


dilapangan, dengan ikut memperhatikan hal-hal kritis yang diperoleh
dari analisa pelaksanaan proyek. Bentuk laporan ini disesuaikan dengan
kebutuhan pelaporan kemajuan proyek secara tabular, pelaporan
kemjuan proyek seacara barchart, serta dalam bentuk S-Curve; yang
membandingkan pencapaian aktual dengan baseline proyek.

Rapat Koordinasi

Bab E - 36

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Mengingat terdapatnya cukup banyak pihak yang terlibat dalam


penangganan pekrjaan ini, suatu sitim komunikasi dan konsultasi yang
efektif harus tetap dijaga.

Flexibilitas

dan

kemampuan

untuk

menghadapi

berbagai

ragam

permasalahan membutuhkan sejumlah kontak-kontak baik formal maupun


informal, khususnya antara anggota dari Team Supervisi Lapangan,
antara Team Leader dengan kontraktor dan Pemberi Tugas.

Suatu regular meeting yang terencana dengan agenda dan catatan


(minute) akan merupakan suatu keharusan, guna menjamin adanya
catatan dari setiap diskusi, kesempatan ataupun keputusan.

Konsultan berpendapat bahwa rapat-rapat/pertemaun yang diperlukan


antara lain adalah :

Rapat mimgguan intern antara anggota Tim Supervisi Lapangan

Rapat mingguan antara Tim Konsultan dengan kontraktor dan


Pemberi Tugas.

Rapat bulanan antara Tim Konsultan dengan kontraktor dan


Pemberi Tugas.

Frekwensi rapat yang diusulkan di atas tentunya dapat disesuaikan


dengan kondisi setempat.

Sistem Pencatatan

Bab E - 37

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Pencatatan yang baik digunakan untuk keperluan :


Menunjang sistim pelaporan
Sebagai dasar perhitungan kualitas
Sebagai dasar untuk menyelesaikan ketidak sepakatan
Sebagai dasar perhitungan pembayaran

Jenis-jenis pencatatan yang diperlukan antara lain adalah :

Buku Harian

Catatan Pengujian

Catatan Pengukuran

Korespondensi

Notulen Rapat-Rapat Koordinasi

Perhitungan Pembayaran dan Sertifikat Pembayaran

Data Teknik Lapangan

(Contraktors Request) Permohonan Kerja Kontraktor

(Shop drawing) Gambar Kerja

(Construction Schedule) Jadwal Pelaksanaan Konstruksi

Daftar Peralatan Kontraktor

Data Perhitungan Kuantitas

Pengukuran material on-site

Daftar Pekerjaan Tambah dan Pekerjaan Kurang

Progress Kemajuan Pekerjaan Bulanan

(MC Back-up Data) Data penunjang Sertifikat Bulanan

(Change Order) Perintah Perubahan

Addendum

Bab E - 38

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Perpanjangan Waktu Yang Disetujui bila ada

Klaim

Catatan Keterlambatan

Catatan Kecelakaan Kerja

Kondisi Cuaca

Foto

Dan lain-lain

Pemeriksaan dan Persetujuan Gambar Terlksan (As-Built Drawing)

Selama masa pelaksanaan pekerjaan, konsultan akan memeriksa dan


memberikann persetujuan terhadap As Built Drawing yang dibuat oleh
kontraktor.

Selanjutnya, Konsultan akan menyerahkan kepada Pemberi Tugas,


lengkap dengan informasi tentang pekerjaan yang telah dilaksanakan dan
terpasang di lapangan, termasuk juga seluruh dan perubahan yang dibuat
selama masa konstruksi.

Gambar Terlaksana (As-Built Drawing) tersebut harus segera dibuat


oleh Kontraktor, setelah konstruksi dimulai, tanpa harus menunggu masa
akhir konstruksi. Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh As Built
Drawing

dapat

selesai

pada

akhir

masa

konstruksi

dan

dapat

dipergunakan sebagai kelengkapan PHO.

JADWAL WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN


Bab E - 39

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan Rehap Gedung/Kantor


Baitul Mal adalah selama 6 (enam) bulan/ 180 (seratus delapan pulu) hari
kalender.

SISTEM PELAPORAN

Konsultan harus menyimpan dan mengirim ke Kelompok Kerja Instansi Tekait


Antara lain:

Laporan Kemajuan Proyek (Bulanan)


Laporan ini berisi tentang data-data kuantitas bahan material dan kemajuan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik selama periode 1 (satu) bulan.
Gambar-gambar pelaksanaan, perubahan gambar dan pembiayaan (tambahkurang), Foto-foto pelaksanaan pekerjaan dilapangan, tahap pencapaian
kemajuan pekerjaan dibandingkan dengan jadwal rencana pelaksanaan
pekerjaan yang telah ditetapkan, cacatan tentang permasalahan yang timbul
di lapangan selama pelaksanaan pekerjaan beserta alternative pemecahan
masalah. Laporan ini harus dibahas kepada pihak Coordination Team-core
team dan pihak pemberi tugas sebelum difinalkan. Laporan ini disampaikan 1
(satu) bulan setelah kontrak ditandatangani/terbitnya surat perintah kerja
dan selalu dilaksanakan tiap bulan sampai akhir dari pekerjaan pengawasan
selama 6 (enam) bulan. Jumlah laporan yang diserahkan kepada pemberi
tugas sebanyak 3 (tiga) eks.

Laporan Teknis (Justifikasi Teknik)


Bab E - 40

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Untuk setiap perubahan design tim supervise menyiapkan laporan review


design, yang berisi:
Catatan As Built yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail dari
semua pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Copy dari semua Change Order dan Addendum yang telah disahkan
sebelumnya.
Deskripsi dari anggapan-anggapan yang dipakai dalam design
apabila dipakai anggapan lain dari Standard Ditjen Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum.
Gambar-gambar yang jelas yang menunjukkan design asli dan
design perbaikan yang diusulkan.
Daftar jadwal yang baru untuk kuantitas dan harga, sehubungan
dengan revisi design yang diusulkan.
Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan
perubahan design.
Laporan Akhir
Pada akhir pelaksanaan pekerjaan, konsultan supervise harus membuat dan
menyerahkan Laporan Akhir yang berisi laporan bulanan, foto pelaksanaan
kegiatan dari awal pelaksanaan sampai dengan tahap penyelesaian pekerjaan
0-100 %, gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan (as built
drawing) yang dibuat oleh kontraktor. Laporan ini harus dibahas kepada
pihak Coordination Team - Core Team dan pihak pemberi tugas sebelum
difinalkan. Laporan ini disampaikan pada bulan ke 6 setelah kontrak
ditandatangani/ terbitnya surat perintah kerja. Jumlah laporan yang
diserahkan kepada pembari tugas sebanyak 4 (lima) eks.

SERTIFIKAT PEMBAYARAN TERHADAP PRESTASI PEKERJAAN

Bab E - 41

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Teknik menyiapkan sertifikat pembayaran prestasi pekerjaan yang diperlukan


pemborong untuk mengajukan permintaan angsuran pembayaran hasil kerja
termasuk penyediaan material. Angsuran pembayaran ini harus didasarkan
pada jumlah yang disetujui dalam rapat yang diselenggarakan setiap akhir
bulan antara pengawas teknik, pelaksana fisik, dan pengguna anggaran
sertifikat pembayaran prestasi pekerjaan ini harus diserahkan kepada
penggunan anggaran untuk melaksanakan pemeriksaan terakhir.
FASILITAS PENDUKUNG

Dalam

kelancaran

Pekerjaan

Pengawasan

Gedung

Kantor

Baitul

Mal

memerlukan fasilitas pendukung yang bemutu dan juga kondisi masih baik
antara lain
Komputer
Printer
Motor
Telpon
Roll meter
Alat tulis kantor
Dan peralatan serta perlengkapan lain yang di luar perkiraan.

TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini Pengawasan


Gedung Kantor Baitul Mal dan tanggung jawabnya adalah :

Bab E - 42

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Tenaga Ahli

1. Chief Inspector (CI)


Chief Inspector dalam pekerjaan ini disyaratkan minimal berpendidikan
Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau
swasta yang telah diakreditasi atau yang lulus ujian Negara atau perguruan
tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan

pekerjaan

pengawsan

untuk

bidang

keciptakaaryaan.

Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Chief Inspector


selama 4 (Empat) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga
ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tugas

utama

Chief

Inspector

adalah

pengendalian

kegiatan

yang

berhubungan dengan aspek design, pengukuran volume bahan dan pekerjaan


sebagai

dasar

pembayaran

prestasi

pekerjaan.

Chief

Inspector

bertanggung jawab kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)


Pengawasan.

Tugas dan tanggung jawab Chief Inspector adalah:


Melaksanakan pengawasan harian, agar pelaksanaan pekerjaan
yang dilakukan oleh konstraktor sesuai dengan design yang
ditentukan.
Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi teknis yang
tercantum dalam dokumen kontrak.
Menyiapkan data terinci serta rekomendasi teknis dan spesifikasi
sehubungan dengan variasi volume dan dokumen kontrak

Bab E - 43

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi serta mengusahakan agar


PPTK Pengawasan dan PPTK Fisik selalu mendapat informasi yang
diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu pekerjaan
kontraktor sebagai dasar pembuatan pembayaran bulanan (MC).
Melaporkan segera kepada PPTK Pengawasan dan PPTK Fisik
apabila ternyata pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan
terlampauinya volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen
kontrak
Membuat cacatan yang lengkap tentang pembayaran kepada
kontraktor sehingga tidak terjadi pembayaran berganda atau
pembayaran lebih
Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan pekerjaan yang
didasarkan kepada system pembayaran harian day work
Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam kontrak sehingga
dengan tata cara pengukuran dan pembayaran pekerjaan, sehingga
semua pembayaran pekerjaan kepada kontraktor benar-benar
didasarkan kepada ketentuan yang tercantum
Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan
pengendalian pekerjaan.
Memantau kemajuan fisik
Mengecek semua As Built Drawing yang dibuat oleh kontraktor
Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan bulanan, jadwal
kemajuan pekerjaan dan lain-lain
Menyiapkan data untuk final payment
Bab E - 44

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas hasil volume


pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam dokumen
kontrak
Menyerahkan

himpunan data

bulanan

tentang

volume

hasil

pekerjaan yang telah dilaksanakan. Himpunan data harus mencakup


semua data pengukuran berikut gambar-gambar yang diperlukan
secara jelas dan terinci
Memeriksa dokumen pembayaran bulanan yang diajukan oleh
kontraktor

Sub Professional Staf


1. Inspector
Inspector yang disyaratkan dalam pekerjaan ini minimal berpendidikan
Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman minimal dibidangnya 3 (satu)
tahun, lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian Negara atau perguruan tinggi luar
negeri yang telah diakreditasi
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup hal-hal sebagai berikut:

Bertanggung jawab kepada Chief Inspector untuk mengawasi kualitas


daripada konstruksi dan memastikan berdasarkan basis harian bahwa
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja

Membuat cacatan harian tentang aktivitas kontraktor dan engineer


dengan format laporan standar dan memberitahukan kontraktor secara
tertulis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya.
Bab E - 45

PEKERJAAN PENGAWASAN GEDUNG/BANGUNAN KESEHATAN GAYO LUES (OTSUS


KAB)
(PW-INFRA 40)

Menggambarkan kemajuan harian yang dicapai kontraktor pada grafik


(chart) yang telah disetujui.

Membuat laporan dan serah terima sementara serta pemeriksaan


kualitas di lapangan.

Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan, kebakaran, dan


lain-lain) seta ketidakberesan pekerjaan di lapangan kepada PPTK
pengawasan dan PPTK fisik.

Bab E - 46