Anda di halaman 1dari 12

KOROSI PADA BAJA TULANGAN

YANG DIGUNAKAN PADA STRUKTUR BANGUNAN/BETON

Di susun oleh:
NAMA

: ADE SURYAN YULIANTO

NPM

: G1C012003

DOSEN

: A. SOFWAN. FA., Ph.D

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pembangunan di bidang Teknik Sipil, khususnya di bidang konstruksi
gedung, jalan raya, pelabuhan, lapangan terbang dan bangunan irigasi
mempunyai sasaran meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.
Dalam melaksanakan atau merencanakan suatu konstruksi, kekuatan dan
keawetan merupakan tujuan yang penting untuk dicapai. Beton merupakan
bahan bangunan yang dibentuk oleh pengerasan campuran semen, air,
agregat halus, agregat kasar (batu pecah atau kerikil), udara dan kadangkadang campuran bahan tambahan lain. Campuran yang masih plastis dicor
ke dalam acuan dan dirawat untuk mempercepat reaksi hidrasi campuran
campuran semen-air, yang menyebabkan pengerasan beton. Bahan yang
terbentuk mempunyai kekuatan

tekan

yang

tinggi

dan ketahanan tarik

yang rendah. Untuk mengatasi kelemahan pada daerah tarik pada beton
maka dibutuhkan baja tulangan yang memiliki kekuatan tarik yang besar.
Komponen beton dan baja tulangan harus disusun komposisinya
sehingga dapat dipakai sebagai material yang optimal. Hal ini
dimungkinkan karena beton dapat dengan mudah dibentuk dengan cara
menempatkan campuran yang masih basah ke dalam cetakan beton sampai
terjadi pengerasan beton. Jika berbagai unsur pembentuk beton dirancang
dengan baik, maka hasilnya adalah bahan yang kuat, tahan lama dan bila
dikombinasikan dengan baja tulangan akan menjadi elemen yang utama
pada suatu sistem struktur.
Korosi yang merupakan proses elektrokimia dimana baja yang
berhubungan dengan cairan yang mengandung ion-ion (elektro)
menimbulkan perbedaan potensial yang menyebabkan ion-ion tulangan akan
melarut sampai pada keadaan seimbang. Korosi khususnya pada beton
bertulang dapat mempersingkat umur bangunan. Karena itu penulis mencoba
untuk membahas mengenai KOROSI PADA BAJA TULANGAN YANG
DIGUNAKAN PADA STRUKTUR BANGUNAN/BETON.

2. Tujuan
Adapun tujuan dari pembahasan ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui proses korosi pada baja tulangan di dalam


beton.
2. Untuk mengetahui penyebab korosi pada baja tulangan.
3. Cara mencegah korosi pada baja tulangan.
3. Manfaat
Adapun manfaat dari pembahasan ini yaitu sebagai berikut:
1. Mendapatkan pemahaman mengenai pengaruh korosi pada baja
tulangan.
2. Mengetahui cara untuk mencegah terjadinya korosi pada baja
tulangan.

B. TINJAUAN PUSTAKA

1. Baja tulangan di dalam beton


Baja tulangan di dalam beton berada dalam lingkungan bersifat basa
kuat dengan nilai PH 12,5. Keadaan ini disebabkan karena beton
mengandung 20 30 persen Kalsium Dihidrosida (Ca(OH)2), sebagian
berupa larutan jenuh Ca(OH)2 di dalam beton, sebagian mengendap
berupa kristal Ca(OH)2 di dalam beton. Lingkungan basa kuat ini
memberikan perlindungan terhadap baja tulangan di dalam beton dari
serangan korosi karena baja tulangan di dalam lingkungan basa kuat
menjadi pasif.
2. Korosi Pada Baja Tulangan
Korosi yang terjadi pada baja tulangan adalah korosi seragam atau
biasa disebut uniform corrosion. Korosi memang hanyalah fenomena
dipermukaan material, tetapi jika korosi telah terjadi dalam waktu yang
lama dan tidak ditangani dengan baik maka fenomena korosi yang terjadi
dipermukaan material akan masuk lebih dalam dan bisa
menimbulkan craking pada material, hal ini tentu saja sangat merugikan,
baja tulangan yang seharusnya dapat menahan beban yang telah
ditentukan oleh arsitek akan berkurang kekuatannya dan akan
membahayakan penghuni bangunan jika tidak segera ditangani dengan
baik. Biaya yang besar tentu harus dikeluarkan untuk mengatasi kasus
seperti ini, karena bangunan telah berdiri dan korosi yang telah terjadi
sudah parah.

Gambar 1. Baja tulangan yang digunakan pada struktur bangunan sudah


terkorosi dengan parah
Selain dilihat dari faktor biaya, kejadian ini akan membahayakan
penghuni bangunan, bayangkan jika hal semacam ini tidak ditangani
dengan baik dan hanya dianggap hal sepele, memang dalam waktu
beberapa bulan mungkin tidak akan terjadi apa-apa tetapi ketika telah
beberapa tahun, mungkin saja hal yang tidak diinginkan akan terjadi.
Sering kita melihat beton yang berwarna kuning kemerahan seperti
berkarat, tetapi jarang orang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
Hal ini bisa saja disebabkan oleh struktur baja yang terdapat didalam
bangunan terkorosi. Jika hal ini terjadi di sebuah tempat yang harus
mencerminkan suatu keindahan, kesempurnaan seperti contohnya
perusahaan besar, mall, jembatan layang, hal ini akan mencitrakan tempat
itu berkurang keindahannya. Kredibilitas tempat itu pun jadi taruhannya.
3. Penyebab Korosi Pada Baja Tulangan
Setiap konstruksi setelah dibangun harus dilakukan evaluasi secara
terus menerus untuk menentukan kinerja bangunan. Ambruknya suatu
infrastruktur, seperti jembatan, jalan layang, dermaga dan lain-lain, secara
tiba-tiba sering kali membawa korban manusia dan kerugian finansial
yang sangat besar. Hal ini merupakan bagian dari tugas pemilik bersama
pihak yang berkepentingan untuk menjamin keselamatan masyarakat
umum sebagai pengguna. Salah satu penyebab kerusakan bangunan
dilingkungan laut adalah korosi pada beton dan tulangan.
Secara umum, tulangan baja didalam beton tidak akan terkorosi,
karena beton pada umumnya memiliki PH tinggi (sekitar 12.5), Sifat PH
tinggi atau basa / alkali pada beton terjadi saat semen tercampur dengan
air. Karena sifat alkali ini, dipermukaan baja dalam beton terbentuk
sebuah lapisan pasif yang menyebabkan baja terlindung dari pengaruh
luar. Baja baru bisa terkorosi bila lapisan pasif ini rusak (PH Beton
turun), yang biasanya disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Karbonasi

Yaitu peristiwa terbentuknya CaCO3 sebagai akibat reaksi antara


Ca(OH)2 dengan gas atau senyawa terlarut yang bersifat asam.
Proses karbonisasi berlangsung menurut reaksi sebagai berikut :

Reaksi tersebut masih dapat berlanjut sebagai berikut :

Proses karbonasi ini berlangsung dari permukaan beton ke bagian


dalam beton yang akhirnya mencapai bidang kontak baja beton.
Apabila proses karbonasi telah mencapai bidang kontak baja-beton,
pH lingkungan pada bidang kontak baja-beton turun sampai < 9,5.
Hal ini mengakibatkan keadaan pasif baja tulangan hilang dan baja
tulangan akan terkorosi yang akhirnya merusak betonnya.
b. Degradasi oleh Sulfat
Apabila larutan sulfat masuk ke dalam beton, maka akan terjadi reaksi
dengan senyawa hidrasi kalsium aluminate (3CaO.Al2O3.12H2O)
yang terdapat di dalam beton.
Reaksi yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut :

Reaksi ini menghasilkan Kalsium Sulpo Aluminate


(3CaO.Al2O3.3CaSO4.31H2O)
Volume kristal Kalsium Sulpo Aluminate 3 kali volume kalsium
aluminate (bahan asalnya) sehingga mengakibatkan beton mengalami
retak halus. Hal ini merupakan jalan bagi larutan dari luar dan atau

proses karbonasi mencapai bidang kontak baja-beton.


Apabila larutan dari luar dan atau proses karbonasi telah
mencapai bidang kontak baja-beton, pH lingkungan pada bidang
kontak baja- beton turun sampai <9,5. Hal ini mengakibatkan keadaan
pasif baja tulangan hilang dan baja tulangan akan terkorosi yang
akhirnya merusak beton.
Yang paling berbahaya adalah air laut dan air tanah karena
mengandung ion-ion sulfat.
Menurut C.J. Menger dalam Sewen Coreosion and Protective
Coating, pengaruh senyawa sulfat terhadap korosi disajikan pada
tabel 1.

c. Degradasi oleh Klorida


Ion klorida telah terkenal sangat agresif terhadap bahan konstruksi
baja. Klorida melalui reaksi hidrolisa membentuk asam. Asam yang
dihasilkan menetralisir Ca(OH)2 yang terdapat di dalam beton.
Apabila proses netralisir Ca(OH)2

telah mencapai bidang

kontak baja-beton, pH lingkungan pada bidang kontak bajabeton turun sampai < 9,5. Hal ini mengakibatkan keadaan pasif baja
tulangan hilang dan baja tulangan terkorosi yang akhirnya merusak
beton.
d. Leaching
Leaching adalah peristiwa turunnya konsentrasi senyawa teralrut di
sekitar daerah kontak baja-beton akibat masuknya larutan ke dalam
beton. Penurunan konsentrasi akhirnya mengakibatkan pH lingkungan
pada bidang kontak baja-beton turun sampai < 9,5. Hal ini
mengakibatkan keadaan pasif baja tulangan hilang dan baja tulangan
akan terkorosi yang akhirnya merusak beton.
Prinsip terjadinya lingkaran korosi, dikatakan lingkaran karena
korosi akan berproses terus sampai akhirnya menghancurkan
konstruksi yang bersangkutan secara skematis digambarkan pada
Gambar 1.
Akibat yang ditimbulkan bila terjadi lingkaran korosi pada tulangan
beton adalah :
o Tercucinya pasta semen yang telah mengeras.
o Melarutnya dan tercucinya senyawa - senyawa yang terbentuk
akibat serangan air agresip.
o Terbentuknya
senyawa - senyawa baru, hasil reaksi kimia
yang memiliki sifat sangat mengembang (expansive) hingga
beton menjadi retak dan pecah.
o Hilangnya tegangan retakan antara beton dan tulangan akibat
slip.

4. Proses Terjadinya Korosi

Korosi baja tulangan adalah reaksi kimia atau elektro kimia antara
baja tulangan dengan lingkungannya. Herbert Uhlig (2000:582),
menggambarkan proses korosi tulangan baja pada beton dengan
persamaan reaksi sebagai berikut:

Gambar 2. Mekanisme terjadinya korosi pada baja tulangan


Baja tulangan yang terkorosi, volume karatnya lebih besar 3 kali
dari volume bahan asalnya sehingga mengakibatkan keretakan pada
beton. Hal ini merupakan awal dari kerusakan beton yang akhirnya
menuju ke kerusakan yang lebih parah sehingga secara keseluruhan
memperpendek usia pakai konstruksi yang bersangkutan. Baja tulangan
di dalam beton terkorosi apabila keadaan pasif hilang yaitu pH
lingkungan pada bidang kontak baja-beton turun sampai < 9,5.

Korosi yang tetrjadi pada baja tulangan bisa terjadi karena beberapa
hal, diantaranya adalah sebagai berikut:
Baja tulangan yang akan digunakan untuk struktur bangunan tidak

diproteksi.
Adanya air dari hasil sisa-sisa reaksi antara air dan semen.
Tembok atau beton yang menggunakan baja tulangan tidak kedap air.
Jika baja tulangan yang akan digunakan untuk struktur bangunan tidak

diproteksi, akan menimbulkan resiko korosi pada baja tulangan. Ada


berbagai cara untuk terjadi korosi pada baja tulangan. Air dapat masuk ke
dalam beton dan sampai ke tulangan melalui 2 cara, melalui air yang
masuk dari luar atau uap air di udara melalui pori-pori beton karena beton
tidak kedap air. Bila ada sisa-sisa air yang tidak ikut tereaksikan pada saat
pencampuran semen dengan air. Air yang tertinggal bisa mengenai baja
tulangan dan akan menyebabkan korosi pada baja tulangan yang tidak
diproteksi karena unsur-unsur yang ada pada air akan bereaksi dengan baja
yang akan menyebabkan baja menjadi terkorosi.
Tembok atau beton yang menggunakan struktur baja tulangan yang
tidak kedap air juga dapat menimbulkan korosi pada baja tulangan, hal ini
memungkinkan air yang ada diluar tembok atau tergenang d atas tembok
dapat masuk kedalam tembok atau beton, setelah air sampai di daerah baja
tulangan maka baja tulangan akan bereaksi dengan air yang masuk dari
luar tembok dan akan menghasilkan proses korosi.
Korosi yang terjadi pada baja tulangan bisa
menimbulkan cracking pada tembok atau beton, hal ini dikarenakan
adanya seolah-olah penebalan pada permukaan baja tulangan akibat
adanya produk korosi yang berupa oksida. Pada saat terjadi penebalan ini,
pada tingkatan yang parah tembok atau beton tidak akan sanggup menahan
laju penebalan ini sehingga terjadilah cracking pada paermukaan tembok
atau beton.
3. Dampak dari Baja Tulangan yang Mengalami Korosi

Terjadinya korosi pada suatu bangunan dapat mempengaruhi masa


pakai bangunan tersebut, karena kinerja komponen struktur bangunan
menurun. Guna mencapai umur bangunan sesuai dengan rencana
diperlukan pemeliharaan bangunan dan perawatan bangunan secara terus
menerus. Adapun beberapa kerugian yang timbul akibat korosi pada suatu
konstruksi yaitu:
Keluarnya biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan karena

korosi.
Kekuatan bangunan yang akan berkurang.
Membahayakan keselamatan.
Mengurangi keindahan bangunan.

4. Pencegahan Korosi pada Baja Tulangan


Jika kita tidak mau berbagai dampak negatif yang telah dibahas diatas
terjadi pada bangunan tentu kita harus melakukan pencegahan agar hal
tersebut tidak terjadi. Pencegahan korosi pada baja tulangan dapat
dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
Memproteksi baja tulangan yang akan digunakan.
Proteksi Beton dengan cat waterproof
Monitoring.
Ada beberrapa hal yang perlu dilakukan agar baja tulangan yang
digunakan pada struktur bangunan tidak mengalami korosi. Sebelum baja
tulangan digunakan kita harus melihat apakah sudah terjadi korosi pada
permukaan baja tulangan akibat dari penyimpanan yang kurang baik di
udara terbuka dalam jangka waktu yang tertentu, jika baja tulangan sudah
terlihat kemerahan akibat korosi bersihkan permukaannya agar produk
korosi hilang dari permukaan material. Setelah itu proteksi baja tulangan
dengan cat, proteksi dengan cat bisa menekan biaya yang diperlukan untuk
memproteksi baja tulangan.
Jika baja tulangan telah digunakan pada struktur bangunan tanpa
diproteksi terlebih dahulu, dapat dilakukan tindakan pengamanan dengan
cara melapisi permukaan bangunan dengan cat. Jika permukaan bangunan
itu tidak kontak langsung dengan cuaca dapat dicat dengan cat tembok,

tetapi jika permukaan banguna itu akan kontak langsung dengan cuaca
harus dilapisi dengan cat yang tahan dengan cuaca (weather shield).
Hal yang tak kalah penting adalah monitoring secara teratur, agar
diketahui jika ada sesuatu yang tidak normal dengan bangunan. Hal ini
tidak hanya berfungsi untuk mengontrol korosi yang terjadi, tetapi juga
hal-hal lain yang diaanggap perlu untuk merawat bangunan.