Anda di halaman 1dari 1

SQUIDY SCRUB : INOVASI LIMBAH TINTA CUMI DAN TULANG IKAN

SEBAGAI LULUR SCRUB ANTI OKSIDAN DEMI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN


EKONOMI MASYARAKAT WILAYAH PESISIR PANTAI MUNCAR
Wilayah pesisir dan laut merupakan salah satu ruang yang memiliki potensi cukup besar
dalam pembangunan wilayah. Selain itu, wilayah ini juga memiliki aksesibilitas yang sangat baik
untuk berbagai kegiatan ekonomi, seperti transportasi, pelabuhan, industri, pemukiman dan
pariwisata. Kecamatan Muncar merupakan penyumbang utama hasil perikanan tangkap di
kabupaten Banyuwangi yaitu 94,03% dari sebelas kecamatan penyumbang pendapatan asli
daerah di sektor perikanan tangkap. Daerah penangkapan ikan nelayan Muncar sendiri pada
dasarnya adalah perairan dengan luas total 2.500 km 2 yang dibagi menjadi dua yaitu paparan
Pulau Jawa dan Pulau Bali. jika pembangunan wilayah pesisir tidak ditata dengan baik serta
tanpa memperhatikan segenap aspek terkait, terutama aspek keseimbangan antara tingkat
pembangunan dan daya dukung lingkungan. Salah satu limbah yang dapat kita gunakan untuk
mensejahterakan masyarakat pesisir dibidang ekonomi adalah limbah tulang ikan dan tinta dari
cumi-cumi. Limbah tulang ikan yang diperoleh dari sisa sisa pengolahan ikan yang berasal dari
pabrik atau industri pengolahan yang ada disekitar pelabuhan perikanan Pantai Muncar
Banyuwangi.Banyak aktivitas kegiatan yang menghasilkan limbah dan belum ada upaya untuk
penanggulangannya sehingga memberikan dampak yang buruk baik dari segi estetika dan
kesehatan. Sehingga kami memiliki ide untuk mengolah tinta cumi-cumi dan limbah tulang ikan
sebagai lulur scrub anti oksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. ZAT AKTIF
BELUM TAK CANTUMIN