Anda di halaman 1dari 5

DESA MANDIRI UNTUK SWASEMBADA PANGAN

YANG LEBIH TINGGI

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan


manusia untuk menghasilkan bahan pangan,bahan baku industri, atau sumber
energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.Kegiatan pemanfaatan sumber
daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai
budidaya tanaman atau bercocok tanam.
Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis
dalam struktur pembangunan perekonomian.Indonesia sendiri adalah negara
agraris dengan lahan pertaniannya yang cukup luas yaitu mencapai 70% dari luas
wilayahnya.Dari luas lahan tersebut bukan tidak mungkin masyarakatnya akan
makmur dengan hasil pertanian yang cukup besar,ditambah lagi dengan
masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah petani.Namun beberapa tahun ini
pertanian indonesia mengalami penurunan sehingga menyebabkan degredasi
swasembada pangan.Hal ini dikarenakan sistem pengelolaan pertaniannya yang
tidak teratur dan kurang efisien,serta kurangnya perhatiannya dari pemerintah.
Pemerintah sudah menerapkan sistem kelompok tani namun hal ini kurang
berjalan efektif.Memang ada beberapa desa yang berhasil melakukan program
kelompok tani ini dikarenakan kepengurusan yang terus-menerus dari pemerintah,
tapi bagaimana dengan daerah yang lainnya?
Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk memperbaiki swasembada
pangan diantaranya memberikan bibit unggul,subsidi pupuk,dan membuat
kelompok tani.Namun hal ini belum menunjukan hasil yang maksimal
dikarenakan beberapa hal yaitu kurangnya pengawasan dari pemerintah,rusaknya
struktur

tanah,dan

kurangnya

pengendalian

hama.Berbagai

hasil

riset

mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif di Indonesia,


terutama di Pulau Jawa telah menurun produktivitasnya, dan mengalami degradasi
lahan terutama akibat rendahnya kandungan C-organik dalam tanah yaitu kecil
dari 2 persen. Padahal, untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan

kandungan C-organik lebih dari 2,5 persen atau kandungan bahan organik tanah
> 4,3 persen. Berdasarkan kandungan C-organik tanah/lahan pertanian tersebut
menunjukkan lahan sawah intensif di Jawa dan di luar Jawa tidak sehat lagi tanpa
diimbangi pupuk organik dan pupuk hayati, bahkan pada lahan kering yang
ditanami palawija dan sayur-sayuran di daerah dataran tinggi di berbagai daerah.
Sementara itu, dari sisi kuantitasnya konfeksi lahan di daerah Jawa memiliki
kultur dimana orang tua akan memberikan pembagian lahan kepada anaknya turun
temurun, sehingga terus terjadi penyempitan luas lahan pertanian yang beralih
fungsi menjadi lahan bangunan dan industri.
Dari masalah-masalah tersebut ada beberapa solusi yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan swasembada pangan yaitu dengan Sistem KTT (Kelompok
Tani Terpadu).
Sistem KTT adalah suatu kelompok tani yang mana di dalamnya terdapat
bagian-bagian yang mempunyai tugas masing-masing untuk membudidayakan
hanya satu jenis tanaman.Sederhananya adalah kelompok dalam sebuah
kelompok.Sistem ini memiliki keunggulan yaitu tidak putusnya satu jenis tanaman
di desa itu karena setiap satu jenis tanaman ditanam terus di desa tersebut.Dari
penanaman secara terus menerus ini otomatis desa tersebut akan menjadi desa
produsen yang setiap tahunnya melimpah hasil pertaniannya.Bicara tentang
penduduk

di

desa

tersebut

tidak

ada

penduduk

yang

menjedi

pengangguran,artinya jika ada penduduk desa itu yang tidak memiliki lahan
pertanian,pekerjaan,dan fasilitas pertanian lainnya maka mereka bisa menjadi
pekerja di lahan warga lainnya.Jadi dari sistem ini tidak ada warga yang
menganggur satu pun mulai dari anak-anak hingga yang dewasa bisa memperoleh
pekerjaan dari desanya sendiri.Cara ini lebih efektif untuk membuat desa itu
menjadi desa mandiri dengan swasembada pangan yang melimpah.Jika satu desa
menerapkan sistem ini di desa tersebut bukan tidak mungkin seluruh desa yang
ada di indonesia jika menerapkan sistem ini terciptalah swasembada pangan yang
melimpah di indonesia.

Selain menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa itu


sendiri,bagi penduduk yang mempunyai transportasi bisa digunakan untuk
mengekspor hasil dari pertanian.Jadi tidak ada satu pun penduduk yang
menganggur dan perekonomian di desa tersebut akan meningkat.Sistem ini
dilakukan agar setiap kampung mampu membudidayakan tanaman dengan cara
maksimal karena adanya spesialisasi.Bilamana tiap-tiap desa sudah mampu
menghasilkan hasil pertanian maka akan terjadi penumpukan hasil pertanian
sehingga membuat pemerintah harus mengekspor1 keluar negeri tentunya dengan
harga yang telah disepakati oleh masyarakat dan pemerintah.
Ada satu lagi cara agar hasil pertanian Indonesia dapat lebih mahal yaitu
dengan cara mengolah hasil pertanian tersebut menjadi sebuah produk baru seperti
makanan,minuman,dan lain sebagainya.Hal ini juga akan memerlukan karyawan
sehingga orang-orang yang belum punya pekerjaan akan terserap ssehingga
mengurangi pengangguran.Sebenarnya jika hal ini berjalan dengan lancar maka
kesejahteraan ekonomi2 masyarakatnya akan tumbuh kearah yang lebih baik.
Kegiatan ekspor secara tidak lansung akan mempengaruhi produk-produk
dalam negeri di Perdagangan Internasional yang mana dengan semakin banyaknya
barang Indonesia yang beredar maka harganya pun akan semakin mahal.seperti
hasil pertanian singkong yang biasanya menjadi bahan utama pembuatan snack
atau makanan ringan.

1.Ekspor adalah kegiatan menjusl barang keluar negeri.


2.kesejahteraan masyarakat adalah dimana keadaan ekonominya sudah
terpenuhi dan kemiskinan jarang ditemukan

Sesungguhnya sudah banyak kerjasama yang dilakukan Indonesia dan


semua sistem atau kebijakan yang dilakukan itu baik hanya saja oknum-oknum
yang melaksanakannya tidak dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkannya
atau bahkan ada oknum yang memanfaatkan hal-hal tersebut menjadi sebuah
peluang untuk mencari keuntungan atau bahkan korupsi.
Indonesia sudah seharusnya menyadari bahwa pertanian adalah sektor
yang sangat penting untuk kelansungan hidup penduduknya sehingga apa yang
kita punya bisa kita manfaatkan dengan baik dan bukannya malah menjadiseperti
pepatah kelaparan didalam lumbung padi.

Semoga dengan apa yang tertulis diatas dapat menjadi sebuah bahan untuk
memperbaiki pertanian indonesia menjadi lebih baik lagi kedepannya dan kita
bisa lebih mandiri lagi dalam mengembangkan SDA yang kita miliki.

DAFTAR PUSTAKA

1.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pertania
n

2.

http://setkab.go.id/artikel-5746-5masalah-yang-membelit-pembangunan-pertanian-di-indonesia.html
3.
http://www.scribd.com/doc/1136647
66/Makalah-Pertanian-Indonesia