Anda di halaman 1dari 15

I.

II.

Judul : Keanekaragaman Organisme Tumbuhan


Tujuan :
Setelah selesai praktikum ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan
struktur morfologi beranekaragam tumbuhan dari tingkat rendah sampai tingkat

III.

tinggi.
Dasar Teori
Tumbuhan berdasarkan kerumitan tingkat organisasi tubuhnya digolongkan
menjadi beberapa divisi yaitu mulai yang paling rendah sampai tingkat yang paling
tinggi, mulai dari Schyzphyta, Bryophyta, Pterydophyta,dan Spermatophyta. Dalam
klasifikasi terbaru(Cronquist,1981) tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dibagi menjadi
dua divisi yang baru yaitu pinophyta (dulu Gymnospermae) dan Magnoliophyta (dulu
Angiospermae). Tumbuhan alga termasuk ke dalam divisi Schyzophyta, tumbuhan
lumut termasuk ke dalam divisi Bryophyta, tumbuhan paku-pakuan termasuk ke
dalam Pterydophyta, sedangkan tumbuhan berbiji terbuka termasuk ke dalam
Pinophyta, tumbuhan berbiji tertutup, yang meliputi golongan tumbuhan dikotil dan
monokotil, termasuk ke dalam divisi Magnoliophyta.(Wahyuni.2012)

A. Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Atracheopyta)


Tumbuhan tidak berpembuluh mempunyai ciri-ciri:
1. Tidak mempunyai pembuluh pengangkut, baik pembuluh kayu (xilem) maupun
pembuluh tapis (floem)
2. Tidak memiliki akar, batang dan daun sejati
3. Tubuhnya berupa talus karena belum dapat dibedakan antara akar, batang dan
daunnya. Talus ada yang berbentuk benang dan ada pula yang berbentuk lembaran
4. Melekat pada substrat/tempat melekat dengan menggunakan rizoid (akar semu)
5. Umumnya berkembang biak secara tidak kawin (vegetatif) dengan membelah diri,
fragmentasi atau menggunakan spora. Beberapa tumbuhan tidak berpembuluh
berkembang biak secara kawin (generatif), seperti oogami
1. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekat dengan perantaraan
Rhizoid (akar semu), oleh karena itu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara
tumbuhan ber-Talus (Talophyta) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita). Lumut
mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut mempunyai bagian2 yang menyerupai
akar (Rizoid) ,Batang,dan daun sejati. Lumut hidup di tempat yang lembab, memiliki klorofil
sehingga bisa berfotosintesis.
1. Klasifikasi lumut
Ada beberapa ahli yang menggolongkan lumut menjadi 2 kelas yaitu lumut hati
(hepaticeae) dan lumut daun (musci), tetapi hasil penelitian baru dibagi menjadi 3 (tiga)
kelas yaitu Briofita atau Bryospida (lumut sejati), Hepaticeae atau Hepatcopsida (lumut
hati) dan Hecerofita atau Anthocerotopsida (lumut tanduk). Berikut ini akan kita bahas
kita secara singkat ketiga kelas ini :
1. Hepatofita (lumut hati)
Disebut lumut hati, karena bentuknya menyerupai hati. Tempat tumbuhnya pada tanah
tanah yang cukup basah. Lumut hati ada 2 macam yaitu lumut hati jantan dan betina,
masing masing menghasilkan anteridium dan arkegonium. Dari anteridium ke luar sel
kelamin jantan sedangkan dalam arkegonium terdapat sel telur.Berlangsung dengan
bantuan air. Oleh karena itu tempat basah dan sedikit berair merupakan suatu tempat yang
baik untuk tumbuhnya. Air hujan atau percikan air membantu penyerbukan. Seperti
halnya lumut daun, pada lumut hatipun terdapat pergiliran tutunan. Di dalam sporangia
terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut elatera. Elatera akan terlepas saat kapsul
terbuka sehingga membantu memencarkan spora.Lumut hati juga dapat melakukan
reproduksi aseksual dengan seberkas sel yang disebut mangkok di permukaan gametofit.
Contoh hepatofita adalah Marchantia polymorpha dan Porella.Berbentuk seperti lembaran
daun.Habitat di daerah pegunungan,di tanah, tepi sungai, di tempat yang lembab yang
terlindung dari cahaya matahari.contoh : Marchantia polimorpha, Pellia.
2. Anthocerofita (lumut tanduk)
Anthocerofita sering disebut lumut tanduk. Gametofitnya mirip dengan lumut hati,
perbedaannya terletak pada sporofitnya. Sporofit lumut tanduk mempunyai kapsul

memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Contoh lumut tanduk adalah
Anthoceros laevis (lumut tanduk).
3. Briofita (lumut sejati / lumut daun)
Briofita merupakan lumut yang paling banyak dikenal. Hamparan lumut sering
terdapat di tempat tempat yang lembap. Siklus hidup briofita mengalami pergantian
antara generasi haploid dan diploid. Sporofit pada umumnya kecil, berumur pendek dan
tergantung pada gametofit.
Contoh lumut sejati (Briofita) :
1) Pegonatum cirrhatum, batangnya kebanyakan bercabang, daunnya besar di bagian
atas. Tudung spora terdapat pada pucuk tumbuhan, tertutup oleh calyptra berbulu
tembik.
2) Aerobryapsis longgissima, terdapat berangkai pada kulit atau daun tumbuhan.
Tudung spora terletak pada cabang cabangnya, bertangkai pendek dan calyptra
berbulu. Banyak terdapat di hutan hutan dan pegunungan, panjangnya mencapai
50 meter.
3) Mniodendrom divarikatum, lumut besar, tumbuh di atas tanah atau pada batang
pohon di atas tanah.
1. Reproduksi lumut
Reproduksi lumut bergantian antara seksual dan aseksualnya. Reproduksi
aseksualnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan
reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet gamet. Baik gamet jantan maupun
gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium, yaitu
sebagai berikut.
1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian
lebar yang disebut perut; bagian yang sempit disebut leher. Keduanya mempunyai
dinding yang tersusun atas selapis sel. Di atas perut terdapat saluran leher dan satu sel
induk yang besar; sel ini membelah menghasilkan sel telur.
2. Anteridium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat. Dinding anteridium
terdiri dari selapis sel sel yang mandul dan di dalamnya terdapat sejumlah besar sel
induk spermatozoid spermatozoid yang bentuknya seperti spiral pendek; sebagian
besar terdiri dari inti dan bagian depannya terdapat dua bulu cambuk. Reproduksi
aseksual dan seksual berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan

yang disebut metagenesis. Metagenesis berlangsung seperti pada skema. Jika


anteridium dan arkegonium terdapat dalam satu individu, tumbuhan lumut disebut
berumah satu (monoesis) dan jika dalam satu individu hanya terdapat anteridium atau
arkegonium saja disebut berumah dua (diesis). Daur hidup tumbuhan lumut dapat
digambarkan sebagai mana tertera di bawah ini.
3. Manfaat Tumbuhan Lumut bagi Manusia
Tumbuhan lumut tidak berperan penting dalam kehidupan manusia, tetapi ada spesies
tertentu yang dimanfaatkan oleh penduduk untuk mengobati sakit hati (hepatitis), yaitu
Marchantia polymorpha. Selain itu jenis jenis lumut gambut dari genus Sphagnum dapat
digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.
B.

Tumbuhan Berpembuluh
Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang sudah memiliki daun, batang, dan

akar sejati, sehingga sering disebut sebagai tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan berpembuluh
disebut juga tumbuhan kormofita.
1. Tumbuhan paku
Ciri-ciri tumbuhan paku adalah:

Sudah mempunyai akar, batang, dan daun sejati tetapi tidak mempunyai bunga.

Berkembang biak dengan spora.

Batang umumnya tumbuh di bawah tanah disebut rimpang atau rizom. Ada beberapa
yang mempunyai batang yang tumbuh tegak keatas, misalnya pada tumbuhan paku
tiang dan tumbuhan pakis haji.

Tempat hidupnya dimana-mana, ada yang hidup di tanah, pada pohon-pohon sebagai
epifit dan juga ada yang hidup di air.

Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).

Pada daun muda, ujung daunnya menggulung. Sorus (bintik-bintik hitam) terdapat di
bawah permukaan daun. Di dalam sorus terdapat kumpulan kotak spora, masingmasing mempunyai tangkai. Kumpulan kotak spora (sporangium) dibungkus atau
dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. Pada tumbuhan paku terdapat dua
macam daun, yaitu daun steril adalah daun yang tidak menghasilkan spora dan daun
fertile adalah daun yang menghasilkan spora.

Klasifikasi Tumbuhan Paku


Di dalam Dunia Tumbuhan, tumbuhan paku dikelompokkan ke dalam 4 disvisi
yaitu Divisi Psilophyta atau paku purba, Divisi Lycophyta (Lepidophyta) atau paku
kawat, Divisi Arthrophyta atau paku ekor kuda, dan Divisi Filicophyta atau paku
sejati. Tiga divisi pertama adalah tumbuhan paku dengan daun berupa mikrol
sedangkan divisi yang ke empat adalah paku dengan daun berupa makrol.
1.

Paku Purba (Psilopyta)


Divisi Psilophyta disebut juga paku purba. Sesuai dengan namanya, tumbuhan paku

ini sudah banyak yang punah. Jenis tumbuhan ini, yang masih ada hanya sedikit saja.
Diperkirakan hanya tinggal 10 13 species yang berasal dari 2 genus. Paku purba merupakan
paku telanjang yang tidak berdaun. Kalau pun ada, paku purba hanya mempunyai daun-daun
kecil (mikro l) yang belum terdeferensi. Oleh karenanya, fotosintesis berada di batang yang
mengandung klorol.Paku purba juga ada yang belum punya akar. Dengan demikian, paku
purba ini tidak mempunyai jaringan pengangkut. Tentunya, paku ini akan memiliki rizoid
untuk mengangkut air dan mineral. Tumbuhan paku ini juga mempunyai sifat homospora, dan
banyak hidup di daerah tropis dan subtropis. Contoh paku kuda adalah Rhynia sp. yang
merupakan paku purba berdaun dan Psilotum nudum yang merupakan paku purba tidak
berdaun.
2.

Paku Kawat (Lycophyta)


Divisi Lycophyta atau Lepidophyta meliputi golongan yang sudah punah maupun

yang sekarang masih ada. Anggota divisi ini biasa dinamakan paku kawat karena mempunyai
batang dan akar yang bercabang menggarpu. Struktur tubuhnya cukup lengkap, yang

mempunyai akar, batang dan daun sejati. Daunnya kecil-kecil (mikrol), tidak bertangkai dan
bertulang daun satu. Sporangium terdapat pada ketiak daun, biasanya sporol terkumpul di
ujung batang atau cabang dan membentuk bangunan seperti kerucut, disebut strobilus.
Bentuk ini menyerupai konus pada pohon pinus, sehingga banyak orang yang menyebut paku
kawat itu sama saja pinus tanah. Berdasarkan ada tidaknya ligula (lidah-lidah pada daun),
divisi ini dibagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Eligulopsida dan Kelas Ligulopsida. Kelas
Eligulopsida merupakan paku kawat yang tidak memiliki ligula, contohnya Lycopodium sp.
Sedangkan Ligulopsida merupakan paku kawat yang memiliki ligula, contohnya paku rane
(Selaginella sp.).
3. Paku Ekor Kuda (Divisi Arthrophyta)
Divisi Arthrophyta memiliki tubuh yang cabangnya berkarang dan jelas kelihatan
berbuku-buku dan beruas-ruas. Lapisan luar (epidermisnya), mengandung silika sehingga
terlihat berpasir. Orang banyak menggunakan batang ekor kuda untuk menggosok pot
ataupun kuali, sebelum ditemukan alat penggosok dari baja.Oleh karenanya, tumbuhan ini
disebut juga dengan tumbuhan penggosok. Daun-daun kecil seperti selaput dan tersusun
berkarang. Sporo l selalu berbeda dengan daun biasa, biasanya berbentuk perisai dengan
sejumlah sporangium pada sisi bawahnya. Sporol tersebut merupakan badan berbentuk gada
atau kerucut pada ujung batang atau cabang yang juga disebut sebagai strobilus.Akarnya
sangat kecil dan halus, terdapat pada buku-buku dari rhizoma atau pada pangkal batang.
Beberapa jenisnya ada yang memiliki semacam umbi untuk menghadapi masa yang buruk.
Paku ekor kuda merupakan tumbuhan dengan genus tunggal, yaitu Equisetum. Genus ini
hanya memuat kira-kira 25 spesies, sebagian hidup di darat dan sebagian hidup di rawa-rawa.
Contohnya adalah paku ekor kuda (Equisetum debile).(Syamsuri.2006)
4. Paku sejati (Filicophyta)
Tumbuhan paku sejati merupakan tumbuhan paku yang bisa selalu kita temukan.
Mengapa? Sebab, kita bisa menemukannya di sawah, di pekarangan rumah yang teduh, atau
mungkin pada pot tanaman hias yang ada di depan rumah kita. Paku sejati juga termasuk
tumbuhan yang memiliki struktur tubuh lengkap. Paku sejati sudah mempunyai akar, batang,
dan daun yang sejati. Batangnya ada yang tertanam di dalam tanah membenruk rihzoma.
Daunnya berupa makro l dan bentuknya bermacam-macam, bertangkai, dan tulangnya

bercabang-cabang. Saat masih muda, daunnya akan tergulung pada ujungnya. Sementara, sisi
bawahnya banyak terdapat sporangium.
Contoh tanaman paku sejati adalah paku tanduk rusa (Plathycerium coronarium), paku sarang
burung (Asplenium nidus), paku suplir (Adiantum sp.), paku sawah (Azolla pinnata), dan
semanggi (Marsillea crenata).
Reproduksi tumbuhan paku

Reproduksi tumbuhan paku berlangsung secara metagenesis. Reproduksi vegetatif


dengan spora haploid (n) yang dihasilkan oleh tumbuhan paku. Jadi, tumbuhan paku
merupakan tumbuhan dalam fase sporofit (penghasil spora). Reproduksi generatif terjadi
melalui peleburan antara spermatozoid dan ovum yang dihasilkan oleh protalium. Jadi,
protalium yang berbentuk talus merupakan fase gametofit (penghasil gamet). Berdasarkan
jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakn atas 3 golongan, yaitu:
1)

Paku homospora (isospora), yaitu tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu macam
ukuran spora. Contoh: Lycopodium sternum (paku kawat).

2)

Paku heterospora (anisospora), yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora
yang berlainan yaitu mikrospora (berkelamin jantan yang berukuran kecil) dan
makrospora (spora berkelamin betina yang berukuran besar). Contohnya adalah
Marsilea crenata (semanggi) dan Selaginella (paku rane)

3)

Paku peralihan, yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan
ukuran sama, tetapi berbeda jenis kelaminnya. Satu berjenis kelamin jantan dan yang
lain berjenis kelamin betina. Contohnya adalah Equisetum debile (paku ekor kuda).
Sama halnya seperti lumut, tumbuhan paku juga mengalami proses gametosis atau

pergiliran keturunan dalam proses reproduksinya.Pada metagenesis tumbuhan paku, baik


pada paku homospora, paku heterospora, ataupun paku peralihan, pada prinsipnya sama.
Ketika ada spora yang jatuh di tempat yang cocok, spora tadi akanberkembang menjadi
protalium yang merupakan generasi penghasil gamet atau biasa disebut sebagaigenerasi
gametofit,

yang

akan

segera

membentuk

anteredium

yang

akan

menghasilkan

spermatozoiddan arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Ketika spermatozoid dan ovum
bertemu,akan terbentuk zigot yang diploid yang akan segera berkembang menjadi tumbuhan
paku. Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofit karena mampu
membentuk sporangium yang akan menghasilkan spora untuk perkembangbiakan. Fase
sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase
gametofitnya. Apabila kita amati daun tumbuhan paku penghasil spora (sporofil), di sana
akan kita jumpai organ-organ khusus pembentuk spora. Sporadihasilkan dan dibentuk dalam
suatu wadah yang disebut sebagai sporangium. Biasanya sporangiumpada tumbuhan paku
terkumpul pada permukaan bawah daun.(Nurhayati.2009)
Manfaat Tumbuhan Paku bagi Manusia
Tumbuhan paku memiliki beberapa nilai ekonomis bagi kehidupan manusia, antara lain
sebagai berikut:
1. Tanaman hias, contohnya suplir dan paku ekor kuda
2. Untuk sayuran, misalnya semanggi dan beberapa jenis daun tumbuhan paku yang
masih muda.
3. Bahan obat-obatan, misalnya paku kawat
4. Pupuk hijau, mislanya Azolla pinnata yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae
(ganggang hijau-biru) dapat mengikat nitrogen bebas dari udara.
Tumbuhan biji
Tumbuhan biji sering juga disebut sebagai tumbuhan bunga atau Anthophyta
(Anthos=bunga) karena hampir seluruhnya tumbuhan biji adalah tumbuhan berbunga
berbunga. Bunga merupakan alat perkembangbiakan yang mudah dilihat dengan jelas
sehingga sering disebut sebagai phanerogamae yang artinya alat perkawinannya tampak
jelas.
Berdasarknan letak bakal bijinya, tumbuhan biji dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

Gymnospermae (biji terbuka) yaitu golongan tumbuhan biji terbuka dimana bakal
bijinya tidak dilindungi oleh daun-daun buahnya.

Angiospermae (biji tertutup). Semua tumbuhan angiospermae mempunyai bunga dan


merupakan tumbuhan yang sangat berguna bagi hewan dan manusia karena paling
banyak menghasilkan bahan makanan. Jumlah anggota angiospermae paling banyak
menghuni bumi ini yaitu sekitar 300.000 spesies.(Pratiwi.2007)
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari akarnya :

Tumbuhan Dikotil :
a.

Akar tersusun dalam akar tunggang yang kokoh.

b. Ujung akar tidak diliputi oleh selaput pelindung.


Tumbuhan Monokotil :
a. Akar tersusun dalam akar serabut yang kurang kokoh.
b. Ujung akar lembaga dan pucuk lembaga dilindungi oleh suatu sarung yang masingmasing disebut koleorhiza dan koleoptil.
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Kambiumnya :
1. Tumbuhan Dikotil :Akar dan batang berkambium sehingga dapat mengadakan
pertumbuhan membesar dan melebar serta meninggi.
2. Tumbuhan Monokotil :Akar dan batang tidak berkambium sehingga tidak
dapat mengadakan pertumbuhan melebar dan membesar yang ada hanyalah
pertumbuhan meninggi.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Batangnya :


a. Tumbuhan Dikotil :Batang bercabang-cabang.
b. Tumbuhan Monokotil :Batang tidak bercabang-cabang.
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Struktur Daunnya :
a. Tumbuhan Dikotil :Pertulangan daun menyirip atau menjari.
b. Tumbuhan Monokotil :Pertulangan daun sejajar atau melengkung.
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bijinya :

a. Tumbuhan Dikotil : Biji yang berkecambah berbelah dua dan memperlihatkan dua
daun lembaga (biji berkeping dua).
b. Tumbuhan Monokotil :Biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah (biji
berkeping satu).
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Pembuluh angkutnya :
a. Tumbuhan Dikotil : Berkas pembuluh angkut teratur dalam lingkaran/cincin.
b. Tumbuhan Monokotil :Berkas pembuluh angkut tidak teratur.
Perbedaan Tumbuhan Dikotil Dan Monokotil dilihat dari Bunganya :
a. Tumbuhan Dikotil : Jumlah bagian-bagian bunga 4, 5, atau kelipatannya.
b. Tumbuhan Monokotil :Jumlah bagian-bagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya.
(Waluyo.2006)

Gambar 1. Ciri-ciri tumbuhan Monokotil dan Dikotil


IV.

V.

Hasil pengamatan
3. Tumbuhan Lumut Daun
Keterangan:
1. Rhizoid
2. Batang
3. Daun
4. Sporogonium
5. Kop sporangium
4. Tumbuhan Paku
Keterangan :
1.Akar
2.Batang
3.Daun
4.Sporangium
5.Lamina daun
6.Tangkai daun
5. Tumbuhan Berbiji Terbuka (pinus sp)
Keterangan :
1.Akar
2.Batang
3.Daun
4.Bunga
6. Tumbuhan Berbiji Tertutup monokotil (rumput teki)
Keterangan :
1.Akar
2.Batang
3.Daun
4.Bunga
7. Tumbuhan berbiji tertutup dikotil (pacar air)
Keterangan:
1.Akar
2.Batang
3.Daun
4.Bunga
- kelopak
- mahkota
- putik
- benang sari
5.Buah
6.Warna mahkota bervariasi
7.Duduk daun berseling tersebar

VI.

Pembahasan
Pada praktikum kali ini, praktikan mengamati morfologi

pada tiap-tiap

tumbuhan dari tingkat rendah sampai tinggi.


1. Tumbuhan lumut daun
Dalam mengamati bagian-bagian morfologi, yang teramati adalah daun,
batang ,rhizoid ,dan sporangium. Berupa seperti daun pada rumput. Daunnya kecil
kecil berwarna hijau karena mengandung klorofil di dalamnya untuk fotosintesis.
Batangnya hanya setebal benang sangat tipis sekali. Pada ujung batang bagian
bawah terdapat rhizoid yang tampak seperti rambut-rambut yang tipis,rhizoid ini
tidak dinamakan akar karena tidak jelasnya batang antara rhizoid dan batang.
Rhizoid berfungsi layaknya akar, untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan
menyerap air serta garam-garam mineral.
Lumut tidak memiliki bunga karena fertilisasinya menggunakan gamet-gamet.
Reproduksi bergantian antara seksual dan aseksual.
2. Tumbuhan paku
Pada pengamatan yang dilakukan yang teramati adalah akar, batang,
daun, dan sporangium (terletak ditepi bawah daun). Akarnya bersifat seperti
serabut dan ujungnya sudah dilindungi kaliptra. Memiliki sistem reproduksi
yang hampir sama dengan tumbuhan lumut (masa sporofit dan gametofit).
Fungsi daunnya (daun tropophyl) berfungsi untuk fotosintesis saja / daun
steril. Juga ada daun sporophyl yaitu daun penghasil spora/ daun fertile.
Terdapat sporangium (kotak spora) pada tepi daun yang berfungsi sebagai alat
reproduksi.
3. Tumbuhan berbiji terbuka (Pinus sp)
Pada pengamatan yang praktikan lakukan teramati batang, daun, dan
strobilus, sedangkan akarnya tidak dapat diamati. Memiliki kambium
(berkayu) dan dapat tumbuh membesar. Akarnya tertanam didalam tanah,
dapat tumbuh meninggi(pada batang). Daun pada pinus panjang sempit dan
kaku seperti jarum, karena pinus merupakan monokotil yang cirri utamanya
tidak memiliki bunga, maka bakal biji tumbuhan pinus terdapat di dalam
strobilus. Strobilus ini berbentuk kerucut. Pembuahan pada tumbuhan pinus
merupakan tumbuhan tunggal. Tumbuhan pinus termasuk pada tumbuhan
konifer.
4. Tumbuhan biji tertutup monokotil (Rumput teki)

Pada pengamatan terdapat bagian-bagian yang teramati antnara lain


akar,batang,daun,bunga. Termasuk tumbuhan monokotil. Memiliki bunga
sempurna, bunganya mempunyai mahkota,serbuk sari, dan putik. Tidak
mempunyai kelopak. Tulang daunnya sejajar. Bentuk bunganya tidak
beraturan dan warnanya tidak menyolok.daunnya berupa daun tunggal dan
batangnya tidak bercabang. Akarnya memiliki system serabut dan batangnya
juga kecil (tidak terdapat kambium).
5. Tumbuhan berbiji tertutup dikotil (pacar air)
Pada pengamatan , terdapat bagian-bagian yang teramati sebagai buah,
warna mahkota bervariasi, dudul daun berseling. Warna pada bunga mahkota
berfungsi untuk menarik kumbang maupun serangga lain mendekat dan
memudahkan penyerbukan. Pada bagian dalam mahkota terdapat benang sari
dan putik. Akarnya bersifat tunggang, batangnya tergolong kecil, hal ini
menandakan tidak adanya cambium sehingga tidak dapat membesar. Struktur
daunnya memiliki tulang daun menyirip dan duduk daunnya berseling dan
tersebar. Terdapat buah dibagian ketiak daun (diaksilar).

VII.

Penutup
VII.1 Kesimpulan
a.Keanekaragaman organisme tumbuhan dibagi menjadi:
6. Tumbuhan lumut (Bryophyta)
7. Tumbuhan paku (Pterydophyta)
8. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
Terbuka (Gymnospermae)
Tertutup (Angiospermae)
b.Dilihat dari hasil praktikum dapat disimpulkan:
Tumbuhan lumut daun merupakan tumbuhan thalus.tubuh tumbuhan lumut
terdiri atas rhizoid,batang dan daun.
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan

kormus

yang

terdiri

dari:akar,batang,dan daun.
Tumbuhan pinus merupakan tumbuhan kormus yang terdiri atas : akar ,
batang ,daun, dan strobilus.
Rumput teki merupakan tumbuhan kormus. Tumbuhan ini terdiri atas:
akar,batang,daun,dan bunga.
Pacar air merupakan tumbuhan kormus yang terdiri dari: akar,batang,daun,
bunga, dan buah.
VII.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
Nurhayati , nunung . 2009.Biologi. Bandung: Yrama widya.
Pratiwi,D.A.2007. Biologi.Jakarta:Erlangga.
Suwarno.2009.Panduan Pembelajaran Biologi.Jakarta:Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Syamsuri . istamar .2006.Biologi.Jakarta:Erlangga.
Wahyuni.dwi.2012.Biologi dasar.Jember:Universitas Jember.
Waluyo.joko.2006.Biologi Dasar.Jember:UPT Penerbit UNEJ.