Anda di halaman 1dari 3

Kode

:

E 66

Tugas

:

Harian

Mata Kuliah

:

Etika Kristen II

Dosen

:

Drs. Bagus Subambang, SH.,M.A.,M.Th.

Kode : E 66 Tugas : Harian Mata Kuliah : Etika Kristen II Dosen : Drs.
  • 1. Berikan penjelasan kekuatan dan kelemahan bahwa di Perjanjian Baru tidak

setuju menikah lagi setelah bercerai ! Berikan contoh dari argument anda ! Argument saya :

Kelemahan :

Saya mengutip dalam 1 Korintus 7:8-9 8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

  • a. Paulus menginkan agar jemaat korintus tidak terburu-buru untuk menikah lagi karena ada dua alasan. (1) ada kemungkinan untuk rujuk kembali; (2) Tuhan memberikan karunia untuk hidup bersama dengan Tuhan ayat 7-8, 33-35.

  • b. Paulus memperbolehkan menikah lagi karena alasan percobaan dari dosa-dosa hawa nafsu (ay. 27-28,9)

1 Timotius 4:3-5: Menurut Paulus ajaran yang anti perkawinan (termasuk kawin lagi) berasal dari orang-orang yang “murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” Karena perkawinan lagi bisa dikuduskan untuk memperbaiki kesalahan yang menggagalkan perkawinan pertama. Kondisi “tidak baik manusia itu sendirian” (Kejadian 2: 18) juga berlaku bagi orang yang cerai.

Kekuatan :

9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." (Mat 19:9 ITB)

11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah." (Mar 10:11-12 ITB)

32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. (Mat 5:32 ITB)

Tuhan Yesus tidak setuju dengan adanya perceraian dan menikah lagi. pernikahan yang sah hanya satu kali seumur hidup. Perceraian hidup adalah dosa. Dan jika orang bercerai, dilarang kawin lagi, karena yang di ijinkan hanya cerai, bukan ijin kawin

lagi. Kawin lagi berarti hidup dalam perzinahan. Kawin ulang hanya direstui bagi pihak (suami atau isteri) yang tidak bersalah sebagai kemurahan Allah.

KASUS WANITA SAMARIA (YOHANES 4:16-19)

Empat (4) aspek pandangan Yesus tentang perkawinan, perceraian dan kawin lagi.

1).

Yesus mengatakan, wanita itu pernah punya 5 suami berarti, Yesus mengakui 5

kali pernikahan wanita itu sah, bukan zinah. Kalau tidak, Ia pasti akan menyebut suami pertama wanita itu saja. Tapi dengan laki-laki keenam, itu bukan pernikahan. Jadi Yesus bisa menerima bahwa perceraian dan pernikahan lagi bisa terjadi. 2).Yesus tidak mengatakan wanita itu hidup dengan 5 laki-laki sekaligus (poligami), melainkan “Engkau sudah memiliki 5 suami” (kalimat masa lampau yang sudah lewat) → 5 perkawinan itu sah. 3). Yesus membedakan perkawinan resmi dengan kumpul kebo (“yang ada padamu sekarang bukan suamimu”). Jadi, menurut Yesus, tidak semua perkawinan setelah cerai adalah zinah. 4). Yesus tidak menganggap bahwa hubungan seks berarti otomatis menciptakan pernikahan. “Yang hidup bersamamu sekarang, bukan suamimu.” Wanita itu tidak berada dalam status pernikahan dengan laki-laki keenam itu.

2. Tindakan apa yang dapat dilakukan agar pernikahan-pernikahan tersebut

langgeng/bertahan sampai perpisahan maut

  • a. Menahan Ego, hendaknya pasangan suami istri sehati dan sepikir, satu kasih, satu jiwa, satu tujuan dan tidak mencari keuntungan/kepentingan diri sendiri tetapi lebih baik untuk saling merendahkan diri dan memperhatikan serta menganggap pasangannya lebih penting daripada diri sendiri (filipi 2:1-5)

  • b. Memahami satu sama lain. Sifat dan tabit pria dan wanita berbeda, pria menggunakan rasio untuk bertindak sedangkan wanita menggunakan perasaannya dalam segala hal. Jadi seorang suami perlu mengerti bahwa pasangannya sedang dipengaruhi oleh suasana hati yang bergejolak yang bisa disebabkan oleh faktor eksternal dan internalnya. Faktor internal yaitu pengaruh datang bulan (menstruasi) yang membuat wanita terganggu emosionalnya karena menahan sakit selama mengalami datang bulan yang mengakibatkan marah-marah, mudah sentiment, mudah tersinggung dan lain- lain. Faktor eksteralnya bisa berasal dari masalah-masalah yang dialami oleh sang istri dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti tidak terpenuhi kebutuhannya sehari-hari dan si istri memendam dan ketika ada tersentuh masalah yang kecil akan meledak akibat faktor-faktor itu tadi jadi seorang suami perlu memahami sikap istri sebagai pasangannya dan istri patut pula memahami sang suami seperti dalam 1 Timotius 2:8-15.

  • c. Komunikasi yang baik. Perbanyak komunikasi antara suami dan istri dan saling terbuka agar tidak terjadi tembok yang memisahkan. Dalam hal menggunakan handphone hendaknya suami dan istri saling terbuka dan percaya ketika suami/istri memengang handphone pasangannya agar tidak

terjadi pikiran yang macam-macam (curiga). Karena jika istri atau suami sudah curiga pasti tidak ada rasa percaya lagi satu sama lain.

  • 3. Nasihat apa yang akan anda berikan kepada pasangan-pasangan yang akan menikah?

Pasangan yang menikah hendaknya sebelum menceritakan terlebih dahulu seluk- beluk kehidupannya sebelum menikah dan tidak lagi mengungkit-ngukit masa lalu yang sudah terjadi. Pernikahan menjadi suatu batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik untuk saling mengasihi dan menghargai satu sama lain.

  • 4. Sumbangsih ide apa yang akan anda berikan kepada pemimpin-pemimpin gereja anda tentang pernikahan!

    • a. Perdalam pranikah

    • b. Seorang pendeta harus menjadi contoh dalam tingkah laku kehidupan pernikahannya

    • c. Buka ruang konseling untuk pasturi

    • d. Perbanyak kunjungan kejemaat agar dapat mengetahui keadaan pernikahan jemaat.

      • 5. Perubahan apa yang ingin anda lihat di gereja anda mengenai peraturan- peraturan perkawinan, berikan alasannya anda menginginkan perubahan tersebut.

        • - Gereja harus lebih aktif lagi dalam membuka ruang konseling untuk pasturi

        • - Perdalam pranikah karena pranikah adalah awal dalam pembentukan nikah yang sesuai dengan kehedak Tuhan sebagai Mempelai Pria Sorga.