Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Bau badan merupakan masalah yang cukup mengganggu penampilan
seseorang bahkan mengganggu lingkungan di sekitar. Meski demikian, tingkat bau
badan pada setiap orang berbeda. Ada yang baunya tidak tercium meski berkeringat
tetapi tidak berbau, tetapi ada juga yang baru keluar keringat sedikit baunya sudah
mengganggu.
Pada dasarnya ada orang yang mengeluarkan banyak keringat dan ada juga
yang sedikit. Keringat di tubuh kita dihasilkan oleh kelenjar keringat ekrin dan
apokrin. Kelenjar ekrin terdapat hampir di seluruh permukaan kulit, keringat yang
dihasilkan berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme serta mengatur suhu tubuh.
Kelenjar apokrin yang terletak di daerah ketiak (paling aktif) berfungsi aktif setelah
remaja dan mengandung banyak lemak dan protein. Minyak tubuh, keringat dan
campuran bakteri apabila diuraikan oleh bakteri menimbulkan bau tidak sedap yang
dikenal sebagai bau badan. Keringat yang ada pada tubuh umumnya tidak berbau.
Namun, jika melekat di kulit dalamwaktu beberapa jam, maka bisa menimbulkan bau
badan. Hal itu juga disebabkan karena adanya suatu kegiatan yang dilakukan oleh
bakteri-bakteri yang biasanya hidup secara ilmiah pada permukaan kulit. Bakteribakteri itu biasanya cepat untuk melakukan perkembangbiakan pada keringat dan
biasnya pada keringat yang diproduksi kelenjar apokrinnya. Dan kemudian
selanjutnya bakteri-bakteri tersebut mengeluarkan suatu kotoran yang biasanya berupa
bahan kimia alami yang baunya sangat mengganggu atau yang biasanya dikenal
dengan istilah bau badan.
Bagian tubuh yang biasanya juga bisa menimbulkan bau badan misalnya
adalah jari-jari kaki dan juga kuku. Jadi, tetaplah bersihkan dengan baik seluruh tubuh
Anda. Dengan mandi yang teratur sebagai salah satu cara untuk menghilangkan bau
badan adalah memperhatkan juga kebersihan dari pakaian yang kita kenakan. Karena,
bakteri yang berasal dari kulit tubuh kita bisa saja hidup pada baju yang dibasahi oleh
keringat. Dan karena hal itu justru akan membuat bau keringat tadi malah akan tetap
bertahan. Oleh sebab itulah, penting untuk mengganti pakaian yang bersih setiap
harinya. Pilihlah pakaian yang berbahan serat alami seperti katun, sehingga
1

keringatakan terserap lebih baik lagi. Hindarilah pakaian atau sepatu yang dirasa
terlalu ketat atau juga sempit karena hal itu justru bisa membuat kulit kegerahan
sehingga mudah untuk berkeringat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk
menghilangkan bau badan secara tradisional.
Deodorant digunakan pada tubuh untuk mengurangi bau badan yang
disebabkan oleh bakteri pengurai keringat. Food Drug Administration (FDA)
menggolongkan dan mengatur deodorant sebagai Kosmetik OTC (Over-The-Counter).
Sedangkan antiperspirant adalah bahan astringent yang digunakan pada kulit untuk
mengurangi keringat. Di Amerika(FDA), antiperspirant dikategorikan sebagai obat
sebab cara kerjanya mempengaruhi fungsi tubuh yaitu kelenjar keringat.
1.2

Rumusan Masalah
a) Apakah penyebab bau badan?
b) Bagaimanakah cara menghilangkan atau mengurangi bau badan secara alami?
c) Tumbuhan apakah yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau badan dan
formulasi dari tumbuhan yang akan dijadikan untuk menghilangkan bau badan
tersebut baik secara alami maupun sintetis ?

1.3

Manfaat
a) Mengetahui cara menghilangkan bau badan secara alami.
b) Dapat memanfaatkan tumbuhan untuk menghilangkan bau badan.
c) Mengetahui tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau badan
dan mengetahui formulasi serta cara pengolahannya baik secara alami maupun
sintetis.
.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Proses Terbentukknya Bau Badan


Bau badan ditimbulkan dari keringat yang keluar melalui setiap bagian anggota
tubuh manusia. Keringat adalah sekelompok cairan berupa air yang dikeluarkan oleh
kelenjar keringat pada setiap anggota tubuh manusia melalui kulit yang mempuyai
kelenjar keringat, yaitu pada dahi, rambut di kepala, ketiak, kaki, dan lipatan lipatan
kulit lainnya. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama
garam dapur) yang mengeluarkan aroma seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4metilfenol (p-kresol).
Bau badan yang disebabkan karena keringat terjadi karena adanya penguapan
keringat dari permukaan kulit yang memiliki efek pendinginan karena panas laten
penguapan air yang mengambil panas dari kulit, atau ketika sedang dalam suatu
pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga, aktivitas di luar ruangan, berolaharaga
dan lainnya. Keluarnya keringat dapat diartikan sebagai badan yang sehat, pada
manusia keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh, walaupun ada pendapat
yang beranggapan bahwa komponen dari keringat laki-laki dapat berfungsi sebagai
feromon. Feromon, berasal dari bahasa Yunani phero yang artinya pembawa dan
mone sensasi. Feromon pertama ditemukan di Jerman, oleh Adolph Butenandt,
seorang ilmuwan yang juga menemukan hormon seks pada manusia yaitu estrogen,
progesteron dan testosteron. Feromon ialah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk
merangsang dan memiliki daya pikat seks contoh pada hewan jantan maupun betina.
Feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan hanya dapat
dikenali oleh individu lain yang sejenis ( satu spesies ). Namun Feromon pertama kali
ditemukan pada seekor serangga kemudian feromon banyak dikaitkan dengan fungsi
reproduksi serangga. Para Ilmuwan mula-mula melihat feromon adalah sebagai
padanannya parfum di dunia manusia. Bau badan yang berasal dari keringat lebih
banyak dihasilkan oleh pria karena hormon dan kelenjar keringat yang dimiliki pria
lebih besar dan kuat dan diproduksi setiap saat berbeda dengan wanita, karena wanita
memiliki hormon, daya emosi dan sensitifitas yang berbeda sehingga keringat yang
dihasilkan lebih rendah dibanding pria.
3

Kelenjar yang menghasilkan keringat adalah kelenjar apokrin dan ekrin,


keduanya mempunyai beberapa perbedaan:
1. Kelenjar ekrin adalah kelenjar tubular, yangmempunyai saluran ekskresi yang
langsung ke permukaan kulit. Kelenjar apokrin strukturnya mirip dengan kelenjar
ekrin, tetapi ukurannya lebih besar dan pembuluh sekresinya berakhir pada folikel
rambut.
2. Jumlah distribusi kedua kelenjar tersebut juga berbeda. Kelenjar ekrin praktis terdapat
hampir diseluruh permukaan kulit kecuali bibir dan alat genital. Diperkirakan
jumlahnya lebih dari dua juta kelenjar, terutama pada kulit telapak tangan, kaki dan
kepala. Kelenjar apokrin terdapat di ketiak (paling aktif). Perbedaan lain kelenjar ini
meliputi fungsi, jumlah dan susunan kimia sekresinya.
3. Kelenjar ekrin sudah ada sejak lahir, berfungsi mengatur suhu tubuh. Jika suhu kamar
naik, keringat akan keluar, suhu badan akan kembali normal akibat penguapan
keringat tersebut. Pada orang sehat kejadian ini berlangsung secara otomatik. Kelenjar
ekrin berfungsi untuk melengkapi ginjal. Kelenjar apokrin dianggap mempunyai sifat
seksual sekunder. Meskipun telah ada sejak lahir, tetapi berkembang lambat pada masa
anak-anak, mulai berfungsi setelah meningkat remaja. Perkembangannya lebih cepat
pada wanita daripada pria, dan aktivitasnya mencapai puncak jika kehidupan seks
telah matang, kemudian menurun setelah menopause (putus haid)
4. Kelenjar ekrin dianggap berperan kontinyu, sedangkan kelenjar apokrin, makin lama
perannya makin lambat.
2.2

Penyebab Bau Badan


Penyebab bau badan berlebihan dapat dipengaruhi oleh banyak hal seperti Asam
propionat atau asam propanoat yang mengandung bau asam seperti cuka. Asam ini
merupakan hasil uraian keringat oleh propionibacteria yang merupakan salah satu
jenis bakteri yang hidup di saluran kelenjar sebasea manusia ketika usia remaja dan
dewasa. Asam isovalerik merupakan asam yang dihasilkan bakteri staphylococcus
epidermis yang menyebarkan bau badan seperti bau keju.
2.2.1 Faktor penyebab ketidakseimbangan asam di dalam tubuh yang
menyebabkan bau badan antara lain :
a. Ketidakseimbangan diet
5

Kekurangan magnesium atau zinc dan terlalu banyak mengonsumsi daging,


makanan yang mengandung kolin, bawang putih, kopi, alkohol dan makanan
berlemak dapat menyebabkan bau badan.
1.

Bau badan akibat konsumsi alkohol


Minuman alkohol merupakan minuman yang akan di proses di dalam tubuh
bersamaan dengan hati, namun terdapat 10 persen kandungan alkohol yang
akan dikeluarkan lewat kelenjar keringat tubuh, selain itu nafas dan juga
kencing. Oleh sebab itulah untuk Anda yang mengonsumsi minuman
beralkohol biasanya akan cepat sekali mengeluarkan keringat dan bisa
menimbulkan bau badan yang kurang enak.

2.

Bawang putih
Jenis makanan yang mengandung bawang putih bisa memberikan dampak
kurang baik pada bau badan. Selain itu, bawang putih juga bisa
menyebabkan bau badan dan bau mulut menjadi kurang sedap. Hal ini
sudah terbukti secara langsung dan juga lewat penelitian ilmiah. Oleh
sebab itulah, kurangi makanan yang mengandung bawang putih untuk
mencegah bau badan atau bau ketiak.

3.

Daging
Daging juga merupakan salah satu penyebab dari bau badan. Mereka yang
terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berbahan dasar daging
biasanya mempunyai aroma tubuh yangkurang sedap dibandingkan oleh
mereka yang sering mengonsumsi makanan seperti sayuran. Hal ini
disebabkan karena adanya sifat daging tidak bisa dengan mudah dicerna di
dalam tubuh seperti sayuran.

4.

Makanan yang mengandung kandungan senyawa metil


Untuk Anda yang mempunyai gangguan masalah bau badan kurang sedap
maka sebaiknya hindari jenis makanan yang mengandung kandungan
senyawa metil. Makanan yang mengandung senyawa metil bisa Anda
dapatkan dari buah bit, sayur bayam dan juga beberapa jenis makanan
olahan dari bahan baku kedelai. Gangguan bau badan atau bau keringat
dapat terjadi karena kurang menjaga kebersihan badan dan adanya bakteri
yang menguraikan keringat menjadi zat yang berbau kurang sedap. Bau
badan juga dipengaruhi oleh hormon dan makanan yag dikonsumsi.
6

b. Stress emosional.
Kelenjar apokrin yang merupakan kelenjar penghasil keringat ini sering
meningatkan produksi keringatnya ketika seseorang mengalami stres.
c. Perubahan hormon.
Perubahan hormon ini bisa terjadi pada seseorang ketika memasuki
masa usia remaja, ada beberapa perubahan pada gejolak hormon yakni
hormon androgen. Selain akibat penyebab bau badan berlebih diatas,
penyebab bau badan atau bau ketiak muncul
adalah karena :
1. Mengonsumsi makanan dengan bau yang tajam, pedas dan juga
mengonsumsi makanan daging merah. Makanan yang kita konsumsi
dalam sehari-hari akan memberikan dampak juga pada bau badan
apalagi makanan yang baunya tajam seperti bawang putih dan jenis
makanan lainnya. Hal ini disebabkan karena selain urin dan juga
feses, makanan bisa keluar juga lewat keringat. Oleh sebab itulah,
tidak heran jika masyarakat yang senang mengonsumsi makanan
seperti kari, mereka mempunyai bau badan yang khas.
2. Tidak menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh
Penyebab bau badan berlebihan lainya adalah karena perilaku atau
pola hidup yang kurang sehat dalam menjaga kebersihan tubuh
misalnya adalah tidak mandi dan tidak mengganti pakaian jeans
dalam waktu yang lama, menggunakan pakaian yang berbahan tebal
saat cuaca panas dan penyebab lainnya. Semua kebiasaan ini akan
memberikan suatu kesempatan untuk bakteri bisa memecah protein
yang ada pada keringat sehingga pada akhirnya menimbulkan bau
badan kurang sedap.
3. Akibat penyakit
Penyakit diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang bisa
menimbulkan bau badan. Penyebabnya adalah karena gula darah
yang tidak terkontrol dengan baik sehingga disaat ketoadosis terjadi,
maka hal ini menimbulkan bau badan. Penyakit lever juga bisa
menyebabkan penderitanya mengalami bau badan kurang sedap

karena mengeluarkan aroma yang tidak enak disebabkan karena


tubuh tidak bisa mengeluarkan racun dengan baik.
2.3

Cara Mencegah dan Mengatasi Bau Badan


2.3.1

Cara Mencegah Penyebab Bau Badan


1. Jaga kebersihan tubuh tentunya merupakan hal yang paling penting. Mandi
minimal dua kali sehari untuk menghilangkan keringat, kotoran dan
campuran bakteri yang bisa menimbulkan bau badan. Pastikan seluruh
tubuh terutama ketiak dan lipatan tubuh bersih dari kotoran.
2. Kurangi kelembapan ketiak dengan menggunakan bedak badan yang dapat
menyerap keringat atau bisa juga dengan menggunakan antiperspiran dan
deodoran. Antiperspiran mencegah keluarnya keringat berlebih dengan
menyumbat pori serta membantu melawan bakteri. Sedangkan deodoran
memerangi bau dengan membunuh bakteri, meski tidak mencegah
keluarnya keringat. Pilih produk yang aman bagi kulit serta sesuai
kebutuhan.
3. Bulu-bulu di ketiak menjadi tempat hidup bakteri. Hilangkan atau
bersihkan bulu-bulu di ketiak dengan mencabut ataupun mencukur bulu
ketiak ditandai dengan bau tidak sedap yang berasal dari tubuh. Bau badan
bertambah kuat jika bercampur dengan keringat. Bau badan terutama
terjadi di daerah ketiak dan sela jari kaki (bau kaki). Gangguan ini dapat
menjadi masalah dalam pergaulan.

2.3.2

Cara Mengatasi Bau Badan Berlebih


Cara mengatasi bau badan berlebih yaitu dengan menggunakan
deodoran dan antiprespirant. Deodorant bekerja dengan cara menghambat
pertumbuhan mikroorganisme yang ditemukan pada axial sedangkan
antiperspirant bekerja dengan cara membatasi jumlah sekresi kelenjar keringat
yang dikirim ke permukaan kulit melalui pembentukan halangan atau
sumbatan pada saluran keringat. Sebagai akibatnya, mekanisme kerjanya akan
mengurangi produksi keringat pada kelenjar keringat. Perbedaan antara
antiperspirant & deodorant yaitu: deodorant membiarkan pengeluaran keringat
8

tetapi mencegah bau melalui cara melawannya dengan bahan antiseptik yang
membunuh bakteri penyebab bau juga menutup bau dengan bahan parfum.
Antiperspirant mengandung perfume dan bahan kimia yang menghambat atau
menyumbat pori-pori untuk menghentikan pengeluaran keringat.
2.3.3 Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami
Banyak cara dilakukan orang untuk mengurangi bau tidak sedap yang
keluar dari tubuhnya. Mulai dengan menggunakan bedak, deodoran atau tawas.
Meski keringat tidak berbau, keringat sering dikaitkan dengan bau asem-pahit
tersebut. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena ketika tubuh berkeringatlah bau
tersebut meruap. Sejak masa puber, tubuh kita mengeluarkan bau khas di sekitar
ketiak, kaki dan alat kelamin. Hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi
rendah diri dan tidak pede. Bau yang tidak enak antara lain disebabkan oleh
bakteri yang bercampur dengan keringat. Cara paling sederhana menghilangkan
bau tidak enak tersebut adalah dengan mandi secara teratur.
Pada beberapa kasus, meski sudah rajin mandi, tetap saja seseorang
menderita akibat bau tubuhnya yang tidak menyenangkan itu. Bau badan
merupakan masalah yang cukup mengkhawatirkan bagi orang yang mengidap /
menderitanya. Orang yang badannya bau ketika berkeringat maupun tidak
berkeringat biasanya minder atau merasa rendah diri di depan orang lain dan
khawatir jika bau badannya tercium orang di sekitarnya dan menyebabkan
orang lain menjadi jijik. Berbagai cara tersedia untuk menghilangkan atau
menyamarkan bau badan yang mengganggu. Ada cara alami untuk mengatasi
bau badan tanpa zat kimia. Cara membuatnya adalah dengan merebus seikat
daun kemangi yang telah disiangi dan dicuci bersih dengan dua gelas air bersih.
Masak terus hingga mendidih dan airnya kurang lebih sisa tinggal satu gelas
lalu angkat dan dinginkan hingga hangat. Masukkan airnya ke dalam gelas dan
diminum sampai habis pada pagi hari.
2.4

Deodoran dan Anti Perspirant dari Ekstrak Daun Sirih


Sirih (Piper betle) merupakan salah satu jenis tumbuhan dari famili Piperaceae
yang telah dikenal luas sehingga memiliki beberapa nama daerah, diantaranya : sireh,
suruh (Jawa). Pemanfaatan sirih yang paling umum adalah sebagai bahan untuk sirih
9

pinang. Bagian tumbuhan sirih untuk bahan sirih pinang adalah daun (umumnya di
Indonesia bagian barat) dan buah (umumnya di Indonesia bagian timur). Tumbuhan
dari Genus Piper, seperti Piper nigrum, P. methysticum, P. auritum dan P. betle telah
dikenal sejak lama sebagai komoditi pertanian untuk rempah, insektisida pada lahan
pertanian dan bahan obat - obatan dengan nilai ekonomi yang tinggi (Sumarni et al.,
2009 ).
Sirih dikenal karena hampir semua bagian tanaman digunakan sebagai obat,
disamping sebagai ramuan makan sirih. Selain itu, dianggap juga dapat menguatkan
gigi, mencegah gangguan perut, menambah ketahanan tubuh, stimulan syaraf dan lainlain (pujiastuti,1996).

2.4.1

Cara Pengolahan Daun Sirih Secara Alami


Cara membuat ramuan daun sirih untuk membantu menghilangkan bau badan

adalah dengan merendam daun sirih ke dalam air panas, kemudian jika sudah dingin
Anda bisa minum airnya. Atau Anda juga bisa menambahkan gula putih secukupnya
saja untuk membantu memberikan rasa ke dalamnya. Sedangkan cara lainnya adalah
untuk membantu menghaluskan daun sirih dengan menggunakan kapur sirih setelah
itu bisa dioleskan langsung ke ketiak.
2.4.2

Cara Pengolahan Daun Sirih Secara Sintetis


1. Formulasi pembuatan deodoran dan antiperspirant secara sintetis

Bahan bahan yang digunakan

ekstrak daun jambu biji

20 mL

Tepung maezena

20 gram

Backing soda/soa kue/ Natrium bikarbonat

20 gram

Minyak kelapa murni

8 mL

Minyak bunga mawar

Alat-alat yang digunakan

Mortar

Stemfer

Ayakan

2 mL

10

Timbangan

Panci

Pengaduk

Pot salap

Blender

Rotari

2. Pembuatan ekstrak daun jambu biji


a. Disiapkan daun jambu biji.
b. Cuci hingga bersih lalu keringkan dengan sinar matahari hingga benarbenar kering.
c. Haluskan daun jambu biji yang sudah di keringkan tadi dengan blander
atau bisa ditumbuk hingga benar-benar halus.
d. Ayaklah dahulu daun jambu biji yang sudah dihaluskan.
e. Lalu timbang daun jambu biji 20 mg dan rendam dengan etanol 70%
sebanyak 100 ml.
f. Diamkan selama 3 hari dalam wadah tertutup baik usahakan wadah yang
terbuat dari kaca.
g. Setelah 3 hari direndam, saring terlebih dahulu cairan tersebut, hasil dadi
saringan itu uapkan di bawah sinar matahari atau di atas rebusan air,
tetapi air tersebut jangan sampai mendidih. Tunggu hingga air dalam
cairan tersebuat sat atau yang tersisa hanyalah zat aktif dari daun jambu
biji tersebut.
4. Cara pembuatan deodoran
a. Campurkan ekstrak daun jambu biji, tepung maezena dan baking soda ke
dalam panci kecil yang ditempatkan di atas kompor.
b. Hidupkan kompor dan atur api serendah mungkin.
Kegunan masing-masing formulasi :

11

ekstrak daun jambu biji mengandung zat anti bakteri pada daun jambu berupa
Quercetin. Quercetin yang terdapat pada flavonoid merupakan zat anti bakteri
Staphylococcus Epidermis penyebab bau badan. Deodoran dari daun jambu biji ini
sangat cocok digunakan untuk kulit.. Diharapkan kandungan zat anti bakteri daun
jambu biji dapat mengurangi pertumbuhan bakteri sehingga tidak timbul bau badan.
Pembuatan deodoran tanpa menggunnakan alkohol sehingga tidak menimbulkan iritasi
pada kulit.

Tepung maezena untuk mengentalkan formulasi agar berbentuk seperti

pasta .
Natrium bikarbonat mengikat asam dan garam-garam mineral yang
terkandung

didalam

keringat

juga

sebagai

antiperspirant

dan

mengecilkan pori-pori sehingga mencegah pengeluaran keringat

berlebih, dan bisa untuk menyerap air.


Minyak bunga mawar berfungsi sebagai parfum yang memberikan

aroma kesegaran dan wangi pada deodoran dan anti perspirant.


Minyak kelapa murni berfungsi sebagai solvent ,anti jamur dan anti
mikroba karena kandungan asam laurat yang tinngi sehingga

bisa

digunakan sebagai pengawet.

2.4.3

Kandungan Daun Sirih sebagai Deodoran dan Antiprespirant


Dalam sirih memilki ekstrak minyak atsiri, minyak atsiri ini memilki
beberapa senyawa aktif yang berperan sebagai anti miroba dan anti bakteri.
Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap yang akhir-akhir ini
menarik perhatian dunia, hal ini disebabkan minyak atsiri dari beberapa
tanaman bersifat aktif biologis sebagai antibakteri dan antijamur. Kandungan
minyak atsiri daun sirih dilaporkan memiliki daya antibakteri. Kemampuan
tersebut karena adanya kandungan 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar
terdiri dari senyawa betelphenol yang merupakan isomer eugenol, methil
eugenol, kariofilen (siskuiterpen), kavikol, kavibekol, estragol dan terpinen
(Sastroamidjojo, 1997). Analisis komponen kimia penyusun minyak atsiri
Piper betle telah dilakukan juga oleh beberapa peneliti dan diketahui bahwa
sebagai komponen utama penyusun minyak atsirinya antara lain kariofilena

12

(30%), Isoeugenol (22%) dan -kubebena (9%) (Agusta, 2000; Sulianti dan
Chairul, 2002; Hertiani dan Purwantini, 2002).
Minyak atsiri daun sirih memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan
mekanisme pengrusakan dinding sel bakteri. Aktivitas antibakteri pada fraksi
minyak atsiri sirih diduga disebabkan adanya kontribusi dari senyawa
senyawa dengan gugus alkoholik dan senyawa fenolik alami yang di
kandungnya. Fraksi minyak atsiri daun sirih mengandung senyawa alkoholik
( pacouli alkohol ) dan senyawa fenolik (kavibetol, 4-alil-1,2-diasetoksibenzen,
fenol,2-metoksi-4-1(1-propfenil)-asetat). Menurut Hertiani et al (2002) dalam
daun sirih ditemukan adanya senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai
antimikroba dalam minyak atsiri adalah isoeugeunol dan kariofilen. Dalam
daun sirih juga mengandung hidroksikavikol, asam stearat dan palmitat yang
mempunyai aktivitas sebagai antimikroba (Nalina dan Rahim, 2006). Rahmat,
et al (2000) menduga senyawa yang berperan sebagai antibakteri dalam
minyak atsiri daun sirih adalah isoeugenol dan p-allifen . Senyawa fenolik
dapat berfungsi sebagai antimikroba karena adanya gugus OH yang bersifat
racun terhadap mikroba dan semakin banyak gugus OH yang ada pada
senyawa tersebut maka senyawa tersebut semakin beracun bagi mikroba
(Cowan, 1999).
Perubahan atau kerusakan pada sel bakteri oleh senyawa bakteri
umumnya dapat di amati dalam bentuk kebocoran sel. Kerusakan sel bakteri
merupakan hasil interaksi senyawa antibakteri dengan bagian sel tertentu.
Interaksi senyawa antibakteri tersebut dapat menyebabkan sejumlah perubahan
atau kerusakan pada sel bakteri yang berpengaruh pada mekanisme inaktivasi
bakteri.
Suppakul et al., (2006) melaporkan adanya sifat antibakteri dan
antioksidan pada minyak atsiri daun sirih dan nilai MIC minyak atsiri sirih
pada kisaran 12,5 - 100 Lml-1 dapat menghambat pertumbuhan semua
mikroorganisme yang diuji kecuali P. aeruginosa. Sediaan obat kumur minyak
atsiri daun sirih 2,5% dapat menghambat pertumbuhan E. coli dan sediaan
10% mampu menghambat pertumbuhan S. aureus (Rahmat et al., 2000).
Minyak atsiri daun sirih juga memiliki aktivitas dan daya hambat terhadap S.
epidermidis dengan nilai MIC 5% ( Alfarisi, 2009).
13

Minyak atsiri daun sirih memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan


mekanisme pengrusakan dinding sel bakteri. Pada penelitian ini dilakukan
fraksinasi komponen kimia minyak atsiri daun sirih dan uji aktivitasnya
terhadap bakteri gram positif B. Subtilis, S. epidermidis dan S. mutan. Maka,
pada penelitian ini ditujukan pada komponen kimia fraksi minyak atsiri daun
sirih yang diperoleh dari variasi waktu pengambilan distilat terhadap aktivitas
antibakteri untuk beberapa jenis bakteri gram positif B. Subtilis, S. epidermidis
dan S. mutan.
2.4.4. Mekanisme Kerja Antibakteri
a. Inhibitor Sintesis Dinding Sel
Kerusakan dinding sel atau penghambatan pada pembentukannya
dapat menyebabkan sel menjadi lisis. Dinding sel bakteri terdiri dari
polipeptidoglikan
(glikopeptida).

yang
Zat

merupakan

antibakteri

kompleks

menghambat

mukopeptida

sintesis peptidoglikan

dinding sel bakteri dengan menghambat keja enzim traspeptidase dan


enzim rasemase alanin atau dengan menghambat sintesa asam muramat.
Senyawa penisilin dan sefalosforin yang secara

struktur

mirip,

dan

senyawa-senyawa yang tidak mirip seperti sikloserin, vankomisin, dan


basitrain merupakan zat antibakteri yang bekerja dengan menghambat
sintesis dinding sel (Setiabudy dan Gan, 1995; Chambers, 2007).
b. Inhibitor Fungsi Membran Sel
Senyawa yang bekerja langsung pada membran sel mikroorganisme,
mempengaruhi permeabilitas dan menyebabkan kebocoran senyawasenyawa intraselluler. Dalam hal ini termasuk senyawa yang bersifat
detergen seperti polimiksin dan amfoterisin B yang berikatan dengan
sterol-sterol dinding sel (Chambers, 2007). Kerusakan membran sel
akan mengakibatkan keluarnya berbagai komponen penting dalam sel
bakteri yaitu protein, asam

nukleat dan lain-lain (Setiabudy dan Gan,

1995).
c. Inhibitor Sintesis Protein Sel
14

Bakteri memiliki ribosom dengan 70S, sedangkan manusia memiliki


80S.

Unit ribosom pada bakteri adalah 30S dan

50S.Sntesis

protein

dihambat dengan memengaruhi fungsi subunit ribosom 30S atau 50S


sehingga menyebabkan penghambatan sntesis protein yang reversibel dan
mengakibatkan

kematian

sel.

Obat

bakteriostatik

ini

meliputi

kloramfenikol, golongan tetrasiklin, eritromisin, klindamisin, pristinamin dan


aminoglikosida (Setiabudy dan Gan, 1995; Chambers, 2007).
d. Inhibitor Sintesis Asam Nukleat
Antibakteri yang tergolong kelompok ini adalah golongan kuinolon
dan rifampin. Dalam hal ini, derivat rifampin akan berikatan dengan enzim
polimerase-RNA (pada sub unit) sehingga menghambat sintesis RNA oleh
enzim tersebut. Sementara asam nalidiksat bekerja

dengan

menggaggu

sintesis DNA . Sedangkan golongan kuinolon bekerja dengan menghambat


topoisomerase (Bilbiana dan Hastowo, 1992; Chambers, 2007)
e. Inhibitor Metabolisme Sel Bakteri
Dalam kelompok ini termasuk sulfonamida. Pada umumnya bakteri
memerlukan para-aminobenzoat (PABA) untuk sintesis asam folat, yang
diperlukan dalam sintesis purin. Sulfonamida memiliki struktur seperti
PABA, sehingga penggunaan sulfonamida menghasilkan asam folat yang
tidak berfungsi (Bilbiana dan Hastowo, 1992).

15

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa :
a.

Penyebab bau badan


Faktor penyebab ketidakseimbangan asam di dalam tubuh yang menyebabkan
bau badan anatara lain :

Ketidakseimbangan diet (bau badan akibat konsumsi alkohol, bawang

b.

putih,daging).
Stress emosional.
Perubahan hormon.

Cara mencegah dan mengatasi bau badan


Untuk mencegah Penyebab Bau Badan Berlebihan ada beberapa cara yang
dapat Dilakukan adalah :
1.Jaga kebersihan tubuh tentunya merupakan hal yang paling penting.
2.Kurangi kelembaban ketiak dengan menggunakan bedak badan yang dapat
menyerap keringat atau bisa juga dengan menggunakan antiperspiran dan
deodorant.
c. Tumbuhan yang bisa dijadikan deodoran dan antiperspiran yaitu daun jambu
biji , dimana formulasinya yaitu ada yang secarara alami dan sintetis. Fomulasi
dengan cara alami yaitu dengan memanfaatkan senyawa aktif dari daun sirih
tanpa melalui proses kimia. Sedangkan cara sintetis dengan penambahan
16

bahan-bahan kimia yang memilki fungsi untuk mendukung senyawa aktif itu
sendiri.

3.2

Saran
Perlu dilakukan penelitian mengenai formulasi yang tepat untuk membuat
deodoran dan antiperspiran.

DAFTAR PUSTAKA
Agusta, A. 2000. Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Penerbit ITB. Bandung.
AlFarisi, S . 2009. Uji Mekanisme Penghambatan Antibakteri Minyak Atsiri Daun Sirih
(Piper Bettle Linn; Piperaceae ) Terhadap Staphylococcus Epidermidis. Skripsi.
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta.
Bilbiana,L., dan Hastowo,S. 1992. Mikrobiologi. Jakarta : Rajalawi Pers.
Brooks, G.F., Butel, J.S., dan Morse, S.A., 2005. Jawetz, Melnick & Adelbergs Mikrobiologi
Kedokteran (Medical Microbiology). diterjemahkan oleh Eddy M, Kuntaman, Eddy
BW, Ni Made M, Setio H, dan Lindawati A. Edisi 1. Jilid 1. Salemba Medika. Jakarta.
Carson, C.F., Brian, J.M., Riley, T.V., 2002. Mechanism of Action of Melaleuca alternifolia
(Tea Tree) Oil on Staphylococcus aureus Determined by Time Kill, Lyses, Leakage,
and Salt Tolerance Assays and Electron Microscopy. Antimicrobial Agent and
Chemotherapy 6 : 1914-1920.
Chambers, HF. 2007. Goodman dan Gilman Dasar Farmakologi Terapi, diterjemahkan oleh
Cucu ., Ella, E., Winny, RS., Amalia, H., July, M. Edisi 10. Jilid 2. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.
Cowan, M.M. 1999. Plant product asd antimicrobial agents. J. Microbiology Reviews 612 (4) :
564 582.
Cox, S.D., Mann, C.M., Markham, J.L., Bell, H.C., Gustafson, J.E., Warmington, J.R. and
Wyllie, S.G.. 2000. The Mode of Antibacterial Action of The Essential Oil of
Melaleuca Alternifolia (Tea Tree Oil). J of Applied Microbiology 88 : 170-175.
Didik, G., dan Mulyani, S. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid I. Penebar Swadaya.
17

Fathillah, A.R., Yusoff M, Rahim ZHA. The Effect of Psidium guajava and Piper betle
extracts on the Morphology of Dental Plaque Bacteria. Pak J Med Sci 2009;25(6):928933.
Harapani, M., Agusta, A., dan Rahayu,DC. 1996. Komponen kimia minyak atsiri dari dua
macam sirih (daun kuning dan hijau). Prosiding Symposium Tanaman Obat Dan
Aromatic. Puslitbang biologi-LIPI. Bogor. 58-63.
Hermawan, A. 2007 . Pengaruh ekstrak daun sirih (piper betle l.) terhadap pertumbuhan
staphylococcus aureus dan escherichia coli Dengan metode difusi disk. Skripsi.
Fakultas Kedokteran Hewan UAIR.

18