Anda di halaman 1dari 10

Praktikum PAM

Modulator dan Demodulator


Nama
NIM
Kelas

: Fida Annisa Imron Hafsah


: 1341160072
: JTD 2B

Kelompok 4:
Anky Ismas S. P.
Fida Annisa I. H.
Kaleka Panji G.
Risqi Nurfadillah

(JTD 2B / 05 / 1341160066)
(JTD 2B / 13 / 1341160072)
(JTD 2B / 16 / 1341160008)
(JTD 2B / 23 / 1341160075)

Program Studi Jaringan Telekomunikasi Digital

Teknik Elektro

Politeknik Negeri Malang


2015

1.1.

Tujuan Praktikum
Untuk mempelajari bagaimana cara kerja modulasi amplitudo pulsa dan demodulasi.

1.2.

Alat-alat yang Diperlukan


1. GOTT-ECS01-PAM Modulator Board
2. GOTT-ECS02-PAM Demodulator Board
3. Generator Fungsi
4. Osiloskop
5. Power Supply
6. Konektor BNC to BNC
7. Konektor BNC to Alligator
8. Konektor Banana to Banana
9. Konektor Banana to Banana mini
10. T Konektor

Gambar Modul PAM Modulator dan Demodulator


Model No. : GOTT-ECS-4500
Serial No. : 110460814891002
1.3.

Teori Dasar

Modulasi pulsa amplitudo (PAM) adalah skema modulasi yang mengubah amplitudo
sinyal pembawa yang berbentuk kotak teratur oleh masukan sinyal informasi. Maka
amplitudo pulsa termodulasi kemudian diartikan sebagai sinyal informasi.
Barisan/urutan pulsa pendek (rapat) dengan amplitudo konstan dan diulang dengan
cepat dipilih (dimodulasikan, digabungkan) dan dibuat bervariasi sesuai sinyal informasi
yang lebih lambat dimana akan menghasilkan sinyal termodulasi dengan amplitudo yang
sudah berubah sesuai sinyal informasi tersebut.
Gelombang PAM yang terdemodulasi, sinyalnya dilewatkan melalui Low Pass Filter
(LPF) yang memiliki frekuensi cut-off sama dengan frekuensi tertinggi (maksimum) sinyal
informasi. Pada output dari filter, sinyal pemodulasi disalurkan bersama dengan komponen
DC PAM memiliki rasio sinyal/noise yang sama seperti AM dan hal ini tidak dilakukan
dalam praktikum.

Gambar 1.1. Model Grafik PAM Modulator

Gambar 1.2. Model Grafik PAM Demodulator


Diagram Rangkaian

Gambar 1.3. GOTT-ECS01-PAM Modulator

Gambar 1.4. GOTT-ECS02-PAM Demodulator

1.4.

Langkah Kerja

1.4.1. Percobaan 1: PAM Modulator


1. Melihat Gambar 1.3 yaitu GOTT-ECS01-PAM Modulator.

2. Pada terminal input sinyal audio frekuensi (Audio I/P), masukan 1 kHz dari sinyal
output generator fungsi.
3. Dengan menggunakan osiloskop, mengamati PAM input sinyal audio (Audio I/P),
sinyal output dari TP1, TP2 dan output PAM modulator.
4. Terakhir mencatat hasil pengukuran pada tabel 1.1.

1.4.2. Percobaan 2: PAM Demodulator


1. Melihat Gambar 1.4 yaitu GOTT-ECS01-PAM Demodulator.

2. Terminal output PAM Modulator (PAM O/P) terhubung ke terminal input sinyal
PAM demodulator (PAM I/P) dan kemudian output TP2 modulator terhubung ke
input pembawa (carrier) demodulator.
3. Menyesuaikan VR1 untuk meminimalkan distorsi sinyal output dari IC1.
4. Menyesuaikan VR2 dan VR3 sampai mendapatkan sinyal didemodulasi dengan
benar.
5. Dengan menggunakan osiloskop, mengamati sinyal input PAM, sinyal Carrier
(pembawa), sinyal output IC1 dari TP1, sinyal output IC2 dari TP2, sinyal output
IC3 dari TP3, sinyal output IC3 dari TP4, sinyal output IC3 dari TP5, sinyal input
dari TP6 dan sinyal demodulasi PAM (Audio O/P).
6. Terakhir mencatat hasil pengukuran pada tabel 1.2.
1.5.

Hasil Pengamatan
Tabel 1.1. Mengukur nilai dari PAM Modulator.

Titik Pengujian

Bentuk Gelombang Sinyal Output

Audio I/P

TP1

TP2

Tabel 1.2. Mengukur nilai dari PAM Demodulator.

Keterangan
Volt/Div = 10 V
Time/Div = 250 s
Frekuensi = 4 kHz
Vp-p = 20 V
Penjelasan =
Merupakan sinyal
informasi atau sinyal
input PAM berbentuk
sinus.

Volt/Div = 10 V
Time/Div = 50 s
Frekuensi = 10.1 kHz
Vp-p = 15.2 V
Penjelasan =
Merupakan bentuk
gelombang sinyal
output pada titik TP1.

Volt/Div = 50 V
Time/Div = 50 s
Frekuensi = 10.1 kHz
Vp-p = 15.2 V
Penjelasan =
Merupakan sinyal
sampling berupa
gelombang kotak
(sinyal digital).

Titik Pengujian

Carrier I/P

TP1

TP2

TP3

Bentuk Gelombang Sinyal Output

Keterangan
Volt/Div = 50 V
Time/Div = 50 s
Frekuensi = 10.1 kHz
Vp-p = 15.2 V
Penjelasan =
Merupakan sinyal
pembawa / carrier yang
dijumper dari TP2.
Bentuknya deretan
sinyal pulsa-pulsa.
Volt/Div = 5 V
Time/Div = 50 s
Frekuensi = 10.1 kHz
Vp-p = 13 V
Penjelasan =
Merupakan hasil
pelemahan sinyal
pembawa / carrier yang
keluar dari IC1.
Bentuknya deretan
sinyal pulsa-pulsa.
Volt/Div = 5 V
Time/Div = 250 s
Frekuensi = 4 kHz
Vp-p = 12 V
Penjelasan =
Merupakan pelemahan
dari keluaran sinyal hasil
modulasi pulsa
amplitudo. Bentuknya
berupa pulsa berubahubah amplitudonya
sesuai dengan amplitudo
sinyal informasi.
Volt/Div = 5 V
Time/Div = 50 s
Frekuensi = 10.1 kHz
Vp-p = 19 V
Penjelasan =
Merupakan sinyal pulsa
yang akan didemodulasi
oleh IC MC1496.
Bentuknya seperti pulsa
namun amplitudonya
berbentuk meruncing
seperti segitiga.

1.6. Analisa Data


Pada PAM, sinyal pulsa digunakan untuk mencuplik sinyal analog. Hasilnya berupa
deretan pulsa dengan lebar yang konstan. Pada teknik modulasi ini, amplitudo sinyal
pembawa diubah-ubah sesuai dengan amplitudo sinyal informasi.
PAM Modulator terdiri dari input sinyal audio berupa sinyal analog yang berfungsi
sebagai sinyal informasi, pembangkit input carrier berupa sinyal pulsa yang berfungsi
sebagai sinyal pembawa, dan terminal output sinyal PAM. Sinyal input informasi (input
audio) berasal dari generator fungsi, sedangkan sinyal carrier berasal dari komponen
LM555. Terdapat transistor yang berfungsi sebagai penguat tegangan dan juga berfungsi
memberikan output sinyal termodulasi PAM saat ada sinyal audio masuk. Bila tidak ada
sinyal audio yang diinputkan, transistor tidak akan aktif dan tidak ada keluaran sinyal
termodulasi PAM.
Pada sisi demodulator, input carrier juga berasal dari IC LM555 pada modulator.
Sinyal tersebut kemudian dikuatkan yang penguatannya bisa diatur dengan menggunakan
VR1. Output penguatan terlihat pada TP1. Sedangkan sinyal termodulasi PAM diinputkan
ke input sinyal termodulasi PAM dan juga dikuatkan dan penguatannya bisa diatur dengan
VR2. Kedua output sinyal tersebut (carrier dan sinyal termodulasi yang sudah dikuatkan dan
diatur untuk meminimalkan adanya noise) dimasukkan ke dalam MCI496 yang akan
mendemodulasikan (memisahkan sinyal informasi dan sinyal carrier). Outputnya akan
disaring oleh LPF agar yang muncul hanya informasinya saja (output demodulator).
1.7. Diskusi Permasalahan
1. Bagaimana proses sampling sinyal analog pada kecepatan tinggi (high rate)?
2. Teknik multiplexing manakah yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal analog dan
digital secara bersamaan?
3. Mengapa PAM tidak cocok untuk proses transmisi digital?
4. Peralatan apa yang digunakan untuk mendeteksi variasi frekuensi PAM dalam rangkaian
clock recovery?
5. Switch jenis apa yang biasanya digunakan dalam PAM multiplexer?
Jawaban Permasalahan
1. Sampling PAM dengan puncak paling tinggi adalah proses dimana sinyal pulsa-pulsa
dengan lebar terbatas dimodulasi kemudian dihasilkan puncak yang rata. Maka lebar
pulsa harus dibentuk jauh lebih kecil daripada periode sampling, sehingga bentuk
gelombang yang disampel berpuncak rata dilewatkan pada sebuah LPF akan diperolh
kembali gelombang modulasi tanpa distorsi.
2. Jenis multiplexing yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal analog dan digital yaitu
TDM. TDM adalah Time Division Multiplexing yang dapat digunakan dengan sinyal
digital atau sinyal-sinyal analog yang membawa data digital. Data dari berbagai sumber

dibawa dalam frame masing-masing. Setiap frame terdiri dari serangkaian slot waktu dan
setiap sumber ditetapkan sebuat slot waktu per frame.
3. Konsep dasar PAM adalah mengubah amplitudo sinyal carrier berupa deretan pulsa yang
perubahannya mengikuti amplitudo sinyal informasi yang akan dikirim ke destinasi.
Sehingga sinyal informasi yang dikirimkan tidak seluruhnya namun hanya sinyal
sampling nya saja.
4. CDR fleksibel dirancang dengan transisi optimal tersedia untuk pemulihan clock baik
mode 2-PAM atau mode 4-PAM. Set lengkap transisi 4-PAM biasanya terdiri dari 3
transisi minor (perubahan terkecil di tingkat tegangan), 1 transisi besar (perubahan
terbesar), dan 2 transisi perantara untuk total 6 jenis transisi yang berbeda.
5. Jenis switch yang digunakan dalam multiplexer PAM adalah Time Division Switching
dengan menggunakan nilai sampling sebesar 8 Hz. Sebuah sampel/data akan muncul, dan
berselang 125 s sampling.
1.8. Kesimpulan

PAM Modulator sederhana menggunakan transistor dengan sinyal input yang


diumpankan ke kolektor transistor. Sedangkan sinyal carriernya dibangkitkan dengan
menggunakan IC LM555 yang frekuensi dan amplitudonya di atur oleh komponen R dan
C yang disambungkan ke kaki-kakinya. Kemudian sinyal carrier itu diumpankan
memlaui basis transistor. Output PAM diambil dari kaki collector dan emittor transistor.
PAM Demodulator merupakan proses men-demodulasi sinyal analog menggunakan Low
Pass Filter (LPF) dari hasil PAM Modulator, outputnya disaring terlebih dahulu dengan
LPF dengan frekuensi cut-off sama dengan nilai maksimum frekuensi informasi agar
output demodulator yang didapat hanyalah informasinya saja.

1.9. Referensi
http://liyantanto.files.wordpress.com/2010/09/komdat-09-10-analogdigital.pdf.
Diakses pada 29 Maret 2015 pukul 10:02 WIB.